Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid Peran Pengasuh Pondok Pesantren Dalam Kehidupan Keluarga Alumni (Studi Kasus Terhadap Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbond. Imroatul Munawaroh e-mail: imroatulmunawarohmunawaroh@gmail. Fathullah. e-mail: fathulfiqh@gamail. Prodi Hukum Keluarga Islam. STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo Abstract: Role is a system of rules that contains standards for community behavior, caregivers are knowledgeable role models who are good and good, and caregivers often match the male and female students they care for and later marry them off. And also caregivers not only play a role in family problems but also in the fields of education, economics, health. The family has full rights between husband and wife in managing the family, but full rights between husband and wife cannot be denied that there are still involvements from outside the family. one of which is from the husband of each family from the wife's side and not least from a teacher who here still participates in thinking about his santri and does not let go or does not leave those who are already married even though the santri are in the midst of society. This research will discuss the Role of Islamic Boarding School Caregivers in the Life Graduate of Nurul Huda Islamic Boarding School in Peleyan Situbondo and the Impact of the Role of Islamic Boarding School Caregivers in the Life Graduate of Nurul Huda Islamic Boarding School Caregivers in Kapongan Peleyan Situbondo. In completing the thesis, the researcher uses a qualitative descriptive research type, namely using a research method whose data sources are obtained from certain Which is explained in words in the form of information about the role of caregivers in the life of the Graduate 's family. which can be understood so that it is then examined from the results of the object's behavior and has been processed by researchers from the results of data found in the field both by interviews and With this, researchers can find out the results of their research and can answer the existing problem formulation. The research results obtained by research on the Role of Caregivers of Islamic Boarding Schools in Graduate Family Life . case study of the Graduate family life of Nurul Huda Peleyan Islamic Boarding School in Kapongan Situbond. in the field of education, but besides that it also plays a role in the fields of health, economics, and family problems as well as entrepreneurship. although the Graduate caregivers don't just let go, they still control the Graduate in several fields and also through activities. Keywords: Caregiver Role. Islamic Boarding School and Family Life Abstrak: Peran adalah suatu sistem kaidah yang berisikan paktokan-patokan perilakuan masyarakat. Pengasuh merupakan panutan yang berilmu yang baik dan bagus, dan Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 68 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid pengasuh sering kali menjodohkan santri putra maupun santri putri yang diasuhnya dan dikemudian hari dinikahkan. Dan juga pengasuh tidak hanya berperan dalam problem keluarga namun juga dalam bidang pedidikan, bidang ekonomi,kesehatan. Keluarga hak penuh antara suami Istri dalam mengelola keluarga, tetapi hak penuh antara suami istri maka tidak dapat dipungkiri masih ada keterlimbatanketerlimbatan dari luar keluarga salah satunya yaitu dari masing-masing keluarga dari pihak suami-istri dan tidak kala penting dari seorang guru yang disini masih ikut serta memikirkan santrinya dan tidak melepaskan atau tidak meninggalkan yang sudah berkeluarga walaupun santri tersebut ada ditenga-tengah masyarakat. Penelitian ini akan membahas Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo dan Dampak Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Dalam melakukan penyusunan skripsi, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif yaitu menggunnakan Metode Penelitian yang sumber datanya diperoleh dari narasumber tertentu. Yang dijelaskan dengan kata-kata yang berupa Informasi tentang peran pengasuh dalam kehidupan keluarga alumni tersebut. dapat dipahami sehingga kemudian diteliti dari hasil objek perilakunya dan telah diolah oleh peneliti dari hasil data yang ditemukan dilapangan baik dengan Wawancara, dan Dengan hal tersebut peneliti dapat diketahui hasil penelitiannya dan dapat dijawab rumusan masalah yang ada. Hasil penelitian yang diperoleh penelitian dalam Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni . tudi kasus terhadap kehidupan keluarga alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbond. Pengasuh tentunya tidak akan melepaskan Santrinya yang berkeluarga yang berada di tengahteengah masyarakat dan pengasuh berperan dalam kehidupan alumni dibidang pendidikan, namun selain itu juga berperan dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan problem keluarga serta wirausaha. meskipun alumni pengasuh tidak melepas begitu saja namun beliau tetap mengontrol alumni dalam beberapa bidang dan juga melalui Kata Kunci: Peran Pengasuh. Pondok Pesantren dan Kehidupan Keluarga Diterima redaksi : 23-09-2022 | Selesai Revisi : 30-12-2022 | Diterbitkan Online: 31-12-2022 PENDAHULUAN Suatu hal yang melekat dalam diri manusia yang tidak bisa tergantikan oleh sesuatu apapun ialah sejak lahir menusia berstatus sebagai hamba Allah. Namun demikian, berbeda dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai Amanah sebagai khalifah yang bertugas memakmurkan bumi, status dan amanah ini terus melekat dalam diri manusia sehingga perkawinan dan keluarga pun tidak melunturkannya. Perkawinan bukan hanya demi memenuhi kebutuhan seksual secara halal, namun juga sebagai ikhtiar membangun keluarga yang baik. Keluarga berperan penting dalam kehidupan manusia baik secara personal, masyarakat dan negara. Keluarga adalah wadah untuk Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 69 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid meneruskan keturunan dan tempat awal mendidik generasi baru untuk menanamkan moral dan etika, serta mempunyai sikap takwa dan berkualitas dalam menjalankan perannya di masyarakat sebagai hamba dan khalifah Allah(Adip mahrus, 2017:. Perkawinan menurut syarak adalah akad yang menimbulkan kebolehan bergaul antara laki-laki dan perempuan dalam tuntutan naluri kemanusiaan dalam kehidupan, dan menjadikan untuk kedua pihak secara timbal balik hak-hak dan kewajibankewajiban. Tujuan utama dalam perkawinan adalah mendapatkan rasa ketenangan jiwa, cinta dan kasih sayang yang sering disebut dengan sakinah mawaddah warahmah. Menikah adalah rahasia Allah, manusia hanya menerimanya dan Allah yang menentukan semuanya. Dan begitu pentingnya arti sebuah pernikahan dalam masyarakat karena melalui pernikahan menyebabkan terjadinya hubungan sebuah Suami-Istri memikul kewajiban yang luhur untuk menegakkan keluarga yang menjadi sendi dasar dari susunan masyarakat. Keluarga itu dibina oleh sepasang manusia yang yang telah sepakat mengarungi hidup bersama dengan tulus dan setia, didasari keyakinan yang dikukuhkan melalui pernikahan dipateri dengan kasih sayang Allah. lfatmi,2011:. Allah sengaja menumbuhkan rasa kasih sayang kedalam hati masing-masing pasangan, agar terjadi keharmonisan dalam ketentraman dalam membina suatu rumah tangga. Sesuai dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami Istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dapat hubungan dengan keturunan, memelihara dan mendidikan menjadi hak dan kewajiban orang tua. eam citraumbara,2017:. Hidup berumah tangga merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Keluarga atau rumah tangga muslim adalah lembaga terpenting dalam kehidupan kaum muslimin umumnya. Ini semua disebabkan karena berperan besar yang dimainkan oleh keluarga, yaitu mencetak dan menumbuhkan generasi masa depan, pilar penyangga bangunan umat dan perisai penyelamat bagi negara. Keluarga termasuk unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga, istri, anak dan beberapa orang yang berkumpul. Tidak hanya itu, keluarga mengajarkan Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 70 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid setiap manusia agar bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang yang ada disekitarnya, baik buruknya keluarga tidak bisa merubah kodrat yang ada, saling menasehati, dan yang buruk di perbaiki tanpa harus menghakimi. Keluarga sakinah ialah idaman bagi semua pasangan suami-istri yang menginginkan ketenagan jiwa, kenyamanan dalam berkeluarga dan pahala-pahala yang akan di peroleh dalam membina keluarga. Namun adakalanya kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan lurus , ada rumah tangga yang diliputi rasa suka dan terkadang pula rasa duka karena ada sesuatu permassalahan yang dihadapinya(Ahmad Zaini,2015:. Kata sakinah secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai kedamaian. Berdasarkan di Al-quraAoan sakinah atau kedamain didatangkan Allah ke dalam hati para Nabi dan orang-orang yang beriman agar tabah dan tidak gentar menghadapi rintangan Jadi berdasarkan arti kata sakinah tersebut, maka sakinah dalam keluarga dapat dipahami sebagai keadaan yang tetap tenang meskipun menghadapi banyak rintangan dan ujian kehidupan(Adip machrus, 2017:. Pembelajaran yang ada dalam pondok pesantren hampi tidak lepas dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena, pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di negri ini yang mengajarkan tentang beberapa ilmu keagamaan dan kemasyarakatan seperti halnya ilmu fikih, nahwu sorrof, akidah, ilmu akhlak filsafat dan lain sebagainya. Asal mula Pondok pesantren masuk ke Indonesia ialah semenjak agama Islam masuk ke Indonesia yakni pada Abad petama Hijriyah, atau antara abad ke-7 dan ke-8 masehi dan Pendiri Pondok pesantren pertama di Indonesia adalah Maulana Malik Ibrohim, salah satunya ialah Walisongo(Tim menyusun sekretariat sidogiri, 2012:. Namun, ketika kita melihat kepada siklus pernikahan yang ada pada zaman sekarang banyak pasangan yang menghadapi berbagai masalah didalam keluarga atau rumah tangga berujung kepada perceraian. Di karenakan mereka kurang memahami berbagai keadaan dan masalah dalam keluarga sehingga mereka sulit dalam mengendalikan emosi ketika menghadapi berbagai persoalan yang terjadi sehingga sulit bagi mereka untuk membangun dan menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah. Salah satu lembaga pendidikan yang mengajarkan seputar pernikahan adalah pondok pesantren. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 71 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid dan dakwah yang paling bagus, yang didalamnya diajarkan Ilmu keislaman yang cukup lengkap, termasuk masalah Ilmu-ilmu Agama, pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Seorang santri ketika lepas atau ketika keluarga ataupun keluar dari pondok pesantren dimana seorang Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda sudah pasrah dalam menempuh kehidupan yang awalnya menjadi seorang santri dan sekarang sudah menjadi Alumni dan juga menjadi keluarga statusnya santri sudah berubah menjadi seorang keluarga dimana suami Istri ialah hak mereka berdua entah mereka melakukan apapun dan yang berhak mereka lakukan ialah mereka berdua. Ataupun dalam masalah bertentangan dengan kekeluargaan maka, itu urusan berdua atau sekeluarga. Namun santri yang sudah menjadi Alumni pondok pesantren nurul huda yang berkaitan dengan masalah apapun yang mereka tidak sanggup untuk memecahkan masalah tersebut seorang pengasuh serta merta tidak akan melupakan atau meninggalkan para santrinya yang sudah berhenti di pondok pesantren. Tetap akan dipantau oleh seorang pengasuh ataupun dari pihak pesantren baik itu dari segi kehidupan, kesehatan, dan solusi dari problem masalah keluarga dalam kehidupan Alumni, maka seorang pengasuh tetap akan selamanya menganggap seorang Alumni seolah-olah dianggap sebagai Anaknya sendiri meskipun sudah berkeluarga. Keluarga memiliki hak penuh antara suami-Istri dalam mengelola keluarga, tapi hak penuh antara suami-istri maka tidak dapat dipungkiri masih ada keterlimbatanketerlimbatan dari luar keluarga tersebut, salah satunya yaitu seorang dua orang tua dari masing-masing keluarga dari pihak suami dan Istri dan tidak kala penting dari seorang guru yang disini masih ikut serta memikirkan santrinya dan tidak melepaskan atau tidak meninggalkan yang sudah berkeluarga. Namun santri yang sudah berkeluarga tersebut terdapat masalah atau tidak menyelesaikan maupun terkait tentang keluarga disitulah masih ada peran dari seorang pengasuh atau pihak dari pesantren terhadap santrinya yang sudah berkeluarga, dimana seorang pengasuh atau pesantren tidak meningalkan santrinya walaupun santri tersebut ada di tengah-tengah masayarakat. Pengasuh merupakan panutan yag berilmu. Pengasuh seringkali menjodohkan santri putra maupun santri putri yang di asuhnya menurut lama berada dipesantren sampai beberapa tahun maka dianggap matang dalam umurnya, pengasuh memberi pandangan dan menurutnya cocok menjadi suami istri untuk dikemudian hari mereka dinikahkan dari pesantren. Dan jika mereka sudah berkeluarga namun tidak kala penting Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 72 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid santri yang sangat dibutuhkan oleh pengasuh atau guru maka santri tersebut memberi tempat tinggal terhadap santri tersebut untuk menempati tempat tinggal yang sangat dekat terhadap pesantren yang berada di naungan yayasan pondok pesantren nurul huda. Hal ini memudahkan pengasuh atau kiai untuk tetap bisa meelihat perkembangan kehidupan keluarga mereka dan membimbing mereka untuk mewujukan keluarga yang Pertama. Penelitian akan dikaji oleh oleh Lulu latifatul khoeriyah, dengan judul Peran Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah dalam Membentuk Karakter religus masyarakat desa kaliwedi kecamatan kebasen kabupaten banyumas, tahun 2020, fakultas tarbiyah dan Ilmu keguruan institut agama Islam (IAIN), hasil dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa darul hikam telah melakukan berbagai cara dalam membentuk karakter religius masyarakat yang beliau lakukan melalui: peran pengasuh sebagai guru, baik dipondok dengan cara beliau mengajar kepada santrinya, maupun dimasyarakat melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, peran pengasuh sebagai orang tua, dengan memposisikan diri sebagai orang tua untuk santrinya baik secara dhohir maupun batin, peran pengasuh sebagai penasehat yang beliau ajarkan dari berbagai kitab dan disampaikan ketika mengaji baik bersama santri maupun bersama masyarakat. Persamaan penelitian di atas dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu samasama meneliti tentang peran pondok pesantren. Adapun perbedaanya, hasil penelitian fokus pada upaya untuk membentuk karakter religius pada masyrakat. Sedangkan dalam penelitian ini menfokuskan terhadap peran pengasuh pondok pesantren dalam kehidupan keluarga Alumni. Kedua. Penelitian yang dikaji oleh Riyan puji octavian dengan judul Peran Pondok Pesantren Al-husaini dalam Pendidikan keagamaan bagi warga masyarakat rejasari purwokerto jawa barat, tahun 2017, fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan Institut Agama Islam Negeri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Relasi Pondok Pesantren Al-husain telah melakukan berbagai cara dengan masyarakat sekitar terjadi dalam melalui: hubungan secara personal antara pondok pesantren dengan masyrakat tidak ada masalah, dan mereka sedapat mungkin menjalani komunikasi yang baik, hubungan timbal balik masyarakat disekitar pondok pesantren mengakui keberadaan santri pondok dan menganggap mereka merupakan bagian dari masyarakat. Persamaan penelitian di atas den- Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 73 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid gan penelitian yang penulis lakukan yaitu sama-sama meneliti tentang peran pondok Adapun perbedaanya, hasil penelitian fokus pada peningkatan pendidikan keagamaan bagi warga masyarakat. Sedangkan dalam penelitian ini menfokuskan terhadap Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui lebih lannjut tentang bagaimana peran pengasuh pondok pesantren dalam kehidupan keluarga Alumni. Maka penulis akan melakukan penelitian mendalam dengan judul: Peran Pengasuh Pondok Pesantren Dalam Kehidupan Keluarga Alumni ( Studi Kasus Terhadap Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo ). METODE Dalam penelitian ini penulis melihat dari jenisnya, peneliti ini merupakan penelitian lapangan. Peneliti lapangan merupakan sebuah penelitian yang titik beratnya terdapat di pengumpulan data dari infoman yang telah ditentukan. Pengumpulan data didapat dengan cara wawancara, observasi dan dekomuntasi. Dalam penelitian ini mengungkap secara obyektif hal-hal yang berkaitan dengan masalah penelitian dan apa adanya yang terjadi terhadap subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasi kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang sedaang tumbuh, proses yang sedang berlangsung, akibat yang sedang terjadi atau kecenderungan yang telah berkembang (Sarnawi, 2012:78-. Pendekatan kualitatif merupakan sebuah pendekatan untuk mengumpulkan sebuah data yang benar dan nyata atau yang terjadi di lapangan agar dapat dipahami secara mendalam, sehingga pada akhirnya diperoleh temuan data yang diperoleh temuan data yang diperlukan sesuai dengan yang lain. Dari penalaah kepustakaan menemukan bahwa bogdan dan biklen telah mengajukan lima buah ciri-ciri, sedangkan lincoln dan guba membahas sepuluh ciri-ciri penelitian kualitatif. Ulasan dibawah ini ialah hasil dari pengkajian dan sistensi kedua versi tersebut. adapun ciri-cirinya yaitu:. Latar alamiah, . Manusia sebagai alat . , . Metode kualitatif, . Analisis data Secara induktif, . Teori dari dasar . araunded theor. , . Diskriptif, . Lebih Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 74 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid mementingkan proses dari pada hasil, . Adanya batas yang ditntukan oleh fokus, . Adanya Desain sementara. moelong,2017:8-. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fakta secara menyuluruh melalui data yang ada dilapangan dan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Metodelogi penelitian berusaha mengungkapkan sebagai keunikan yang terdapat dalam individu, masyarakat atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Karena akan lebih muda apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Karena pada dasarnya metode ini mempergunakan pemikiran logis, analisa dengan logika, dengan induksi, deduksi, analogi, komparasi, dan sejenisnya. Metode ini menyajikan secara langsung hakekat hubungan antara peneliti dan responden. Metode ini lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan pengaruh terhadap pola-pola nilai yang dihadapi(Ahmad Tanzeh,2011:7. Peneliti ini menfokuskan kepada peran pengasuh terhadap kehidupan keluarga Alumni peleyan kapongan situbondo. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo Peran pengasuh pondok pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Yaitu pengasuh berperan dalam bidang problem keluarga, pendidikan, ekonomi, dan bidang kesehatan. Pertama, dalam promlem keluarga. Habib Muhammad Taufiq bin Habib Musthafa Al-Jufri, memberikan perhatian khusus kepada Alumninya. Yaitu Pengasuh mendengar Alumni bermasalah terkait dengan masalah keluarga yang mencoba memisahkan diantara suami-Istri namun tidak kala penting pengasuh dengan cara memanggil para alumninya yang mengalami problem kelurga yakni masalah yang tidak menanyakan sebuah permasalahan dalam keluarganya, pengasuh memberi arahan serta menyelesaikan sebuah permasalahannya. dan menurut pengasuh tidak bisa berkumpul atau melanjutkan dalam suatu keluarga karena beliau lebih ngerti tentang permasalahan talaq, maka dari itu pengasuh sudah memasrahkan ia membeli surat cerai. Jika di antara Alumni bisa diselesaikan Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 75 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid masalahnya maka pengasuh berusaha untuk mempertahankan dalam hubungan keluarga Santri yang berkeluarga sudah menganggap pengasuh sebagai orang tua sendiri. Namun pengasuh tidak hanya memberikan peran dan juga tidak melepaskan alumninya saja, tetapi tetap memantau tentang hubungan keluarga alumni. Pengasuh juga mengontrol alumninya denagan cara kegiatan yang diadakan oleh pesantren. Manusia sebagai makhluk sosial, tidaklah hidup dalam lingkungan yang hampa dalam kehidupan sehari-hari, baik sebaggai anggota keluarga maupun sebagai anggota kelompok masyarakat selalu melakukan interaksi dengan orang lain. Keluarga merupaan kelompok primer paling penting dalam masyarakat, yang terbentuk hubungan antara perempuan dan laki-laki, perhubungan ini yang paling sedikit berlangsung lama untuk anak-anak(Riska Mariyam meiske rembang, 2017:. Kedua. Bidang ekonomi. Pengasuh mengetahui perekonomian Alumninya yaitu standart dalam perekonomiannya. Sebab santri yang sudah berkeluarga tetap dipantau dalam hal ekonomi alumni. Maka pengasuh ada peran hal ini yakni ketika Santri yang hendak mau nikah maka pengasuh juga memberikan sesuatu kepada santrinya yang akan menikah, yaitu berupa kebutuhan pernikahan dan beliau tidak tanggung-tanggung dalam memberinya dari bahan mentah dapur sampai keperalatan tidur . Sebab alumni yang ekonominya masih tidak stabil maka pengasuh serta merta berantusias membantu dalam kehidupan santri yang berkeluarga. dan pengasuh menyarankan kepada alumninya untuk menjadi seseorang yang berwirausaha . , dimana Dan menugaskan kepada alumninya memberikan kepercayaan merawat sawah yakni milik pengasuh sendiri yang berada dibelakang kampus STAINH dan hasilnya dibagi menjadi 2 bagian dapat menyempurnakan kebutuhan ekonomi sehari-hari. Selain itu alumni juga di beri beras setiap minggunya dan kebutuhan-kebutuhan keluarga, meskipun sudah menikah namun beliau mengharuskan kepada santrinya untuk meneruskan pendidikan perguruan tinggi S1, pengasuh tidak ingin santrinya melepaskan pendidikan ditengah-tengah jalan tanpa sebab kurangnya ekonomi namun beliau tidak segan untuk bisa melunasi pendidikan samapi ijazah kuliahpun beliau yang menanggunya, jadi pengasuh sangat berperan penting dan selalu memfikirkan dan Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 76 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid memberikan solusi terhadap santrinya yang beralumni tersebut. serta alumni yang menganggur atau pengangguran maka beliau memasukkan alumni tersebut ke lemabaga, dan juga alumni bisa mengabdi serta mengajar di naungan Pondok Pesantren Nurul Huda (Zaini muchtarom, 1994:62-. Ketiga. Bidang pendidikan. Memberikan peran dalam sebuah pendididkan bahwa beliau tetap membimbing untuk bisa mendapatkan gelar sarjanah sampai perguruan tinggi S1 dan seterusnya. Pada terakhir ini beberapa perguruan tinggi juga mulai memadukan sistim pendidikan pesantren kedalam pendidikan tingginya karena ingin melahirkan figur lulusan yang memiliki nilai tambah. Dan sudah banyak pesantren yang merintis perguruan tinggi dan juga berbagai jenis dan jenjang perguruan tinggi di dalam pesantren mulai dari institut sampai tingkat universitas bahkan sampai kepada pasca sarjana. Maka adanya perguruan tinggi tersebut akan mendapatkan ilmu juga dari tersebut dan terciptanya figur-figur ulama yang juga intelektual dikemudian hari (Ahmad Adip Muhdi, 2018:2-. Pengasuh menyampaikan suatu pesan kepada para alumninya bahwa mengharuskan kepada kita semua yang mengajar yang mana beliau itu juga mendidik ketika bagaimana mendidik yang baik, karnah pendidik adalah figur bagi peserta didik yaitu mencontohkan yang baik dan bagus kepada murid dan anak didik sebab anak didik akan mencontoh keapada seoarng guru. Alumni Pengangguran maka pengasuh juga memfikirkan pendidikan para alumni tersebut untuk bisa menjadi seorang yang beraktifitas, karena mayoritas Alumni yang sudah berkeluarga kebanyakan termasuk katagori pengangguran. Pengasuh juga memberikan tugas untuk bisa mengajar dan juga mengabdi kepada pesantren serta kebarokahan dari beliau dan pesantren, santri yang berkeluarga bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dan tidak hanya dalam berpendidikan pengasuh memberikan peran terhadap keluarga yang ber alumni, juga dalam bidang problem keluarga, bidang kesehatan serta dalam bidangbidang yang lain. Dalam hal ini pengasuh memberikan tempat sebagai wadah pengembangan ilmu yang sudah di dapat di pondok pesantren nurul huda. Pengasuh Dan itu sebabnya alumni bisa mencukupkan ekonomi tambahanan bagi keluarga. memberikan tempat untuk bisa mengembangkan ilmunya. Dan juga Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 77 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid mengabdi kepada pesantren (Zaini muchtarom. Jacobvredenbregt. evandozel, 1994:6. Peran pengasuh dalam kehidupan pendidikan sangatlah penting pengasuh dalam bidang ini sangat berpengaruh baik dalam kehidupan Alumni yang berkeluarga. pengasuh memberikan fasilitas lembaga pendidikan yang berupa bangunan di antaranya Madrasah dan SMP . ekolah menengah pendidika. yang menjadi cabang di naungan pondok pesantren nurul huda. Dan demikian pengasuh juga memberikan peran kepada Alumni untuk bisa melanjutkan pendidikan yakni kuliah, awalnya santri yang berkeluarga berhenti ditengah-tengah perjalanan kuliah namun ketika berkeluarga ia dibutuhkan dari lembaga baik lembaga pendidikan atau sebagainya, keinginan pengasuh alumni menjadi guru atau dosen beliau juga mensejahterahkan para alumninya. Kiyai adalah pendiri dan pemimpin sebuah pondok pesantren, yang sebagai terpelajar telah memberikan kehidupan demi Allah serta menyebarluaskan ajaran-ajaran agama islam melalui kegiatan pendidikan. Kiyai juga berperan sebagai penasihat, karena beliau mengetahui pengetahuan dalam tata masyarakat Islam lalu menafsirkan peraturanperaturan dalam hukum Islam. Dengan demikian beliau mampu memberiikan penasehat(Zamakhsyari dhofier, 1982:. Keempat. Bidang kesehatan. Pengasuh mendengar santrinya yang berkekuarga dalam keadaan sakit yang begitu dahsyat, pengasuh dari pihak keluarga beliau ikut panik dan belaiu mengutus alumninya untuk memawa ke rumah sakit dan beliau menjenguknya serta memberikan motivasi dan dukungan untuk sehat kembali. Begitupun perawatan atau perobatan dari rumah sakit beliau yang membiyayai dalam dan begitupun pengasuh sangat peduli kepada santrinya yang ber-alumni apalagi menyambung kepada guru serta pesantren, dan mendengar bahwa alumni mengalami penyakit corona maka beliau langsung menelfonnya dan sangat perhatian bahwa setiap jamnya selalu menanyakan dalam segi makan, minum, serta tidak boleh keluar dari kamar dan Istirahat yang cukup banyak. Pengasuh juga turut perhatian kepada alumninya dan memberiakn motivasi serta perhatian tinggi sehingga pengasuh memberikan jamu ramuan khas dari beliau agar minum secara rutin rutin. Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan sosial. Keluarga itu terdiri dari individu yang merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar. Oleh karena itu selalu berada di bawah pengawasan saudara, mereka Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 78 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid bebas mengkritik, menyerankan memerintah, membujuk, memuji atau mengancam, agar dapat melakukan kewajiban yang telah di bebankan kepada kita (Syamsuddin,2018:. Dampak atau pengaruh Pengasuh Pondok Pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni. Dampak Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Yaitu pengasuh berperan dalam bidang problem keluarga, pendidikan, ekonomi, dan bidang kesehatan. Pertama. Bidang problem keluarga. Dampak positif dengan adanya Peran apaengasuh dalam Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo yaitu sangat baik sebab penagsuh memberikan peran atau motivasi terhadap keluarga yang ber-alumni pesantren, namun sebelum terjadinya peran pengasuh pesantren, maka terasa berat untuk memikul sebuah permasalahan dalam kehidupan alumni dari itu alumni menganngap pengasuh sebagai orang tua sendiri. Karena pengasuh serta merta tidak meninggalkan para alumni yang berkekuarga di tengah-tengah masyarakat, alumni yang mempunyai permasalahan terhadap probem keluaraga, namun tidak dipungkiri masih apa keterlimbatan dari seorang pengasuh kepada keluarga Alumni. pengasuh juga memberikan arahan untuk menyelesaikan Keluarga merupakan suatu sistem yaitu suatu kesatuan yang dibentuk oleh bagian-bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi, agar terjadi komunikasi yang seimbang dibutuhkan, pengertian orang tua dan anak mengenai suatu tujuan yang Keluarga yang seimbang adalah keluarga yang ditandai oleh keharmonisaan hubungan antara ayah dengan ibu, ayah dan anak, serta antara ibu dan anak(Riska dwi mariam shondhak. meiske rembang, 2017:. Sangatlah berperhatian pengasuh terhadap santrinya yang berkeluarga dan dampak bagi alumni ialah baik serta positif . dan para alumni menyatakan senang karena ada semangat dari beliau terkait dengan motifasi beliau terhadap alumni dengan memantau sebagai santri meskipun sudah berkeluarga. Keluaga didalamnya terdapat sebuah ketenangan jiwa dari masing-masing anggota keluarga, maka anggota keluarga yang harmonis dan sakinah tidak akan lepas. Maka dari itu dibutuhkan sikap untuk saling memahami, mengerti, keterbukaan, serta saling membantu antar anggota keluarga, tidak mengunggulkan sifat egois masing-masing, harus ada salah satu yang Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 79 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid mengalah atau menengahinya. dari itu sakinah akan tetap melekat dalam keluarga tersebut (Harnilawati,2013:4-. Kedua. Bidang Ekonomi. Fungsi ekonomi, adalah keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tetap untuk mengembangkan kemampuan individu dalam mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga(Adip Machrus, 2017:. Dalam bidang ekonomi Maka, pengasuh ada peran hal ini yakni ketika Santri yang hendak mau nikah maka pengasuh juga memberikan sesuatu kepada santrinya yang akan menikah, yaitu berupa kebutuhan pernikahan dan beliau tidak tanggung-tanggung dalam memberinya dari bahan mentah dapur sampai keperalatan tidur . Sebab alumni yang ekonominya masih tidak stabil maka pengasuh serta merta berantusias membantu dalam kehidupan santri yang berkeluarga. dan pengasuh menyarankan kepada alumninya untuk menjadi seseorang yang berwirausaha . , dimana seorang alumni tersebut bisa menghasilakan dan mencukupkan dalam perekonomiannya. Sedangkan dampaknya positif yaitu dari peran pengasuh sangat berperan sungguh terhadap santrinya yang berkeluarga yakni menjadi alumni pesantren. Ketiga. Bidang pendidikan. Berfungsi sebagai tempat untuk melangsungkan pendidikan pada seluruh anggotanya. Peningkatan generasi penerus berdampak pada bergeseran relaksi dan peran-peran anggota keluarga. Karna itu bisa terjadi suami belajar kepada istri, bapak atau ibu belajar kepada anaknya. Namun, teladan baik dan tugastugas keluarga(Harnilawati,2013:4-. Peran pengasuh dalam kehidupan pendidikan sangatlah penting pengasuh dalam bidang ini sangat berpengaruh baik dalam kehidupan Alumni yang berkeluarga. pengasuh memberikan fasilitas lembaga pendidikan yang berupa bangunan di antaranya Madrasah dan SMP . ekolah menengah pendidika. yang menjadi cabang di naungan pondok pesantren nurul huda. Pengasuh juga memberikan tugas untuk bisa mengajar dan juga mengabdi kepada pesantren serta kebarokahan dari beliau dan pesantren. Maka dampaknya ialah positif juga keluarga alumni tersebut akan merasa senag terjadinya peran pengasuh kepada santrinya yang berkeluarga. Keempat. Bidang Kesehatan. Fungsi perawatan / pemeliharaan kesehatan, yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas tinggi. alumni mengalami penyakit corona maka beliau langsung Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 80 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid menelfon Alumni dan sangat perhatian bahwa setiap jamnya selalu menanyakan dalam segi makan, minum, serta tidak boleh keluar dari kamar dan Istirahat yang cukup Dan pengasuh turut perhatian kepada alumninya dan memberiakan motivasi serta perhatian tinggi sehingga pengasuh memberikan jamu ramuan khas dari beliau agar minum secara rutin rutin. motivasi serta perhatian tinggi sehingga pengasuh memberikan jamu ramuan khas dari beliau agar minum secara rutin rutin. Maka dampaknya ialah sangat baik pengasuh terhadap santrinya yang berkeluarga. dan juga pengasuh pernah menjenguk para alumni yang sakit di tempat rumah sakit namun alumni kurang stabil dalam ekonominya maka pengasuh yang menanggung semua bayaran di rumah sakit dan perawatan atau perobatan dari rumah sakit beliau yang membiyayai dalam SIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan mengenai Peran Pengasuh dalam Kehidupan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Maka ditarik kesimpulan sebagai berikut: Peran Pengasuh dalam Kehidupan Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo yaitu banyak berperan dalam berbagai bidang, diantaranya dalam bidang Pendidikan. Kesehatan. Ekonomi, dan bidang Problem dalam kehidupan alumni. Karena Pengasuh tidak semena mena melepas santrinya yang telah berkeluarga dan berstatus alumni pondok pesantren nurul huda, namun pengasuh masih memantau kehidupan santrinya yang sudah berkeluarga dalam berbagai bidang yang tentunya memiliki dampak baik dalam kehidupannya. memberi arahan serta menyelesaikan sebuah permasalahannya. Dengan adanya sebuah peran pengasuh terhadap kehidupan alumni Pondok Pesantren Nurul Huda terdapat sebuah Dampak atau pengaruh peran pengasuh pondok pesantren dalam kehidupan keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Yaitu Peran Pengasuh Sangat berpengaruh dan berdampak baik bagi kehidupan Keluarga Alumni tersebut dalam berbagai bidang. Seperti Bidang problem keluarga. Bidang kesehatan. Bidang ekonomi, dan Bidang Pendidikan Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 81 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid DAFTAR PUSTAKA Abidin. Sinergitas Alumni Dan Pondok Pesantren Annuqayah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sumenep (Doctoral dissertation. UIN Sunan Ampel Surabay. Acta Diurnal, 2017. peran pengasuh dalam meningkatkan kemandirian Anak Disabilitas netra dipanti sosial bertemeus manado. Ali. Imtihana. Ismail. , & Zaini. Penerapan Pola Asuh Terhadap sSantri Di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair Palembang. Tadrib, 3. Arikunto. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Dasim. Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sains Di Sekolah Dasar: Studi Tentang Kompetensi Guru di SDN Sukagalih 1 dan 6 Kota Bandung (Doctoral dissertation. Universitas Pendidikan Indonesi. Dhofier Zamakhsyari, . , tradisi pesantren, studi tentang pandangan hidup kiyai, . akkarta: LP3ES) Evan donzel. Zaini muchtarom, jacob vredenbregt, 1994. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren Musthu. jakarta: perpustakaan nasioanl. Harnilawati, . , konsep dan proses keperawatan keluarga,takalar sulawasi selatan: pustaka Assalam. Hidayatulloh. hak dan kewajiban suami istri dalam al-QurAoan. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4. , 143-165. Ibrohim,. metodelogi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta. Beni Ahmad Saebani Boedi Abdullah, . Metode Penelitian Ekonomi Islam,Bandung: CV Pustaka Setia. JENNY. Kontribusi Kiai Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah (Studi di Pondok Pesantren Al-Anshor Dusun Way Bayas Kelurahan Panjerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsew. Doctoral dissertation. UIN raden intang lampung. Kurniati. Surur. , & Rasyidi. Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Mendidik Dan Membentuk Karakter Santri Yang Siap Mengabdi Kepada Masyarakat. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist, 2. , 194-203. Lulu. Peran Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Dalam Membentuk Karakter Relegius Masyarakat desa kaliwedi Kecamatan Kebasan Kabupaten Banyumas( Doctoral dissertation. IAIN Purwokert. Machrus,AdipDkk. Fondasi Keluarga Sakinah. Jakarta:Subdit Bina Keluarga Sakiah. Mahdi,A. Sejarah dan Peran Pesantren dalam Pendidikan di Indonesia. Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, 2. , 1-20. Meiske rembang. Riska dwi novianti, mariam shondhak, . , komunikasi antar pribadi dalam menciptakan harmonisasi . uami-Istr. Moeleong Lexi J. , metodelogi penelitian kualitatif, edisi revisi Bandung: PT Rosdakarya. Muhdi Ahmad Adip, . Menejemen pendidikan terpadu pondok pesantren dan perguruan tinggi. Malang: literasi nusantara. Al-Qawaid : Journal of Islamic Family Law | 82 Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law Vol 1. No. 1 Desember. 2 Website: http://ejournal. id/index. php/qowaid Mukhtazar. Prosedur Penelitian Pendidikan. Yoghyakarta: Absolute Media. Nafis, . Fikih Mawaddah. keluarga yang sehat. dan berkualitas. Mitra Abadi Pres. Nasution,. metode penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarasito Neliwati. Pondok pesantren modern: sistem pendidikan, manajemen dan kepemimpinan dilengkapi konsep dan studi kasus. Octavian. Peran Pengasuh Al-Husaini dalam pendidikan Keagamaan bagi warga Masyarakat rejasari Purwokerto barat, kabupaten banyumas (Doctoral dissertation. IAIN Purwokert. Riduwan, 2019. Dinamika Kelembagaan Pondok Pesantren. Yogyakarta : CV. Pustaka