Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Seks Pra Nikah Pada Remaja di Kampung Mosso Fransina Alfonsina Izaac Departemen Kesehatan Reproduksi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Cenderawasih fanyizaac87@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengetahuan dan perilaku seks pra nikah pada remaja di Kampung Mosso. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu anak remaja yang sudah berpacaran maupun sedang berpcaran di usia 11-25 tahun. Jumlah informan sebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu kondensasi data, model data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa. pengetahuan remaja tentang apa itu perilaku seks pranikah masih kurang. Informasi yang terbatas yang diterima oleh remaja karena alasan taboo menjadi salah satu faktor kurangnya informasi terkait perilaku dan dampak perilaku seks pranikah. Informasi tentang seks pranikah hanya didengar di gereja dan sebagian informasi didapatkan pada waktu di sekolah. Yang mempengaruhi terjadinya seks pranikah adalah. adanya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis, adanya nafsu tersendiri dalam diri remaja, pengaruh teman sebaya dan sebagai satu sarana atau alasan agar hubungan percintaan remaja tersebut disetujui oleh orang tua dan keluarga. Kata Kunci: Pengetahuan. Perilaku. Pra nikah. Remaja. Mosso Published by: Article history : Tadulako University Received : 10 07 2023 Address: Received in revised form : 08 12 2023 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 10 12 2023 Indonesia. Available online : 31 12 2023 Phone: 6282290859075 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: preventifjournal. fkm@gmail. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 ABSTRACT This study aims to describe the knowledge and behavior of premarital sex in teenagers in Mosso Village. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The technique in determining informants uses purposive sampling, with criteria that are teenagers who are already dating or are talking at the age of 11-25 There were 6 informants on this research. The data collection techniques used are observation and Data analysis techniques utilized three stages, first stage was data condensation, second stage was data models, and the last was conclusions. The results of this study showed that. teenagersAo knowledge about what premarital sex behavior is lacking. The limited information received by adolescents for taboo reasons is one factor in the lack of information related to the behavior and impact of premarital sex behavior. Information about premarital sex is only heard in church and some information is obtained during school time. What influences the occurrence of premarital sex is. There is a sense of attraction to the opposite sex, the existence of its own lust in adolescents, peer influence and as a means or reason for the adolescent love relationship to be approved by parents and family. Keywords : Knowledge. Behavior. Premarital. Teenager. Mosso PENDAHULUAN Masa remaja dikenal juga dengan masa transisi. Dalam masa transisi ini remaja mengalami perubahan, peralihan, usia bermasalah, pencarian identitas, usia yang menimbulkan ketakutan, masa yang tidak ralistik dan ambang masa dewasa karena belum mempunyai pegangan, sementara kepribadiannya masih mengalami perkembangan. Remaja belum mampu menguasai fungsi fisiknya, masih labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, sehingga diperoleh gambaran jelas tentang dirinya dan supaya remaja bisa menjalankan apa yang sudah didapatkannya . Dalam masa remaja ini banyak masalah yang bisa muncul, seperti penyalahgunaan narkoba, perilaku merokok, miras, kehamilan tidak diinginkan akibat perilaku seks bebas. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Perilaku seks pra nikah pada remaja masih menjadi masalah hingga saat ini. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016 menyebutkan bahwa ada sekitar 12 juta remaja perempuan yang berumur 15-19 tahun di negara berkembang mengalami kehamilan setiap tahunnya dan hampir setengah dari kehamilan tersebut . %) merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan tidak dinginkan ini adalah salah satu dampak dari perilaku seksual pranikah Suatu penelitian yang dilakukan oleh Alifah . menyebutkan bahwa wanita dan pria umur 15-24 tahun yang pernah berpacaran/memiliki perilaku seksual seperti : berpegangan tangan, berpelukan, cium bibir dan meraba atau diraba . Data menunjukkan bahwa sebesar 59% wanita dan 74% pria melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun. Hasil survei Litbang Kesehatan bekerjasama dengan UNESCO tahun 2018, menunjukan sebanyak 5,6% remaja Indonesia sudah melakukan seks bebas pra nikah . Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki presentasi sex intercourse diatas 50% yaitu 55,8% adalah Provinsi Papua. Data ini menempatkan Provinsi Papua pada urutan ke 23 dari 34 provinsi di Indonesia. Dampak dari perilaku seks pranikah pada remaja adalah kehamilan, aborsi, putus sekolah . Berdasarkan data BPS di tahun 2017 angka kelahiran pada perempuan usia 1519 di Provinsi Papua sebanyak 65 dan angka ini meningkat dari 53 pada tahun 2012 . Kasus aborsi yang banyak terjadi adalah dilakukan oleh remaja dengan rentang umur kurang dari 19 tahun dan 20-29 tahun . Studi yang dilakukan di RSUD Abepura- Kota Jayapura menemukan bahwa dari 15 pasien yang melakukan aborsi, terdapat 11 pasien yang melakukan aborsi karena kehamilannya tidak diinginkan dan pasien- pasien tersebut berusia di bawah 20 tahun . Akibat dari seks pranikah ini juga adalah putus sekolah . PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Kampung Mosso memiliki banyak remaja dengan kisaran umur 14- 26 tahun. Dari hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa sebagian remaja tersebut yang tidak melanjutkan sekolah karena sudah memiliki anak dan berkeluarga. Sehingga hanya beberapa pemuda asal kampung ini yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melihat keadaan ini peneliti ingin melihat bagaimana gambaran pengetahuan dan perilaku seks pra nikah pada remaja di tempat ini. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus, dengan fokus penelitian adalah remaja yang sudah dan sedang berpacaran. Enam partisipan dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di wilayah kampung Mosso Kota Jayapura. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara mendalam . n depth intervie. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus- Oktober 2023. Analisa data dilakukan dengan content analisys. HASIL Usia informan adalah 15-20 tahun dan tinggal di kampung Mosso. Latar belakang informan adalah pendidikan SMP dan SMA. Dua partisipan bekerja sebagai buruh, satu partisipan adalah pedagang. Kemudian ada dua partisipan yang tidak bekerja mereka adalah ibu rumah tangga dan terdapat 1 partisipan yang masih duduk di bangku sekolah. Empat partisipan sudah berkeluarga mereka adalah dua sebagai informan utama dan dua lainnya sebagai informan tambahan adalah pasangan . nforman utam. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada enam remaja kampung Mosso maka ada beberapa temuan yang tidak jauh berbeda dengan penelitian- penelitian sebelumnya yang PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 terkait dengan gambaran pengetahuan dan perilaku seks pranikah pada remaja. Pengetahuan remaja tentang apa itu seks pranikah bahkan dampak dari perilaku seks pranikah masih kurang. Informasi yang didapatkan pada penelitian dan berbeda dengan temuan- temuan penelitian- penelitian terdahulu adalah perilaku seks pranikah secara dilakukan sebagai cara agar hubungan percintaan antara remaja tersebut disetujui oleh orang tua atau Gambaran Pengetahuan Seks pranikah pada remaja Sebagian informan mengetahui tentang seks pranikah tetapi masih kurangnya informasi yang benar terkait pengertian seks pranikah dan hal- hal atau tindakan apa saja yang dapat disebut sebagai perilaku seks pranikah. Au. Kalo dengar di gereja itu bilang, harus nikah dulu baru bisa seksAy. alo pelajaran disekolah dulu, hubungan itu jangan dilakukan sebelum sa. (IU. Au Aseks pranikah itu hubungan badan yang dilakukan pasangan tapi belum sah di gereja (IU. Ay Informasi yang sama juga didapatkan dari informan sekunder bahwa seks pranikah adalah seksual sebelum menikah Au. Seksual pranikah itu hubungan yang tong tra boleh lakukan sebelum menikah, karena itu hanya bisa dilakukan kalau sudah nikah sah ssu jadi suami istri, ini saya lihat diinternetAy (IT. Tetapi ada juga informan yang belum memahami tentang perilaku seks pranikah. Terlihat dalam respon informan: AoAseks sebelum nikah itu hubungan untuk lepas napsu sajaAy (IU. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Minimnya informasi dan pengetahuan remaja terkait perilaku seks pranikah dan dampaknya, terlihat dari informasi yang diberikan oleh para remaja. AuA kalau baru hubungan satu kali saja trapapa tra bisa hamilAy (IU. Au. disekolah guru bicara tentang organ- organ reproduksi laki-laki dan perempuan itu sajaAy (IU. Beberapa informan juga membuktikan bahwa informasi yang didapatkan terkait seks pranikah dan dampaknya sangat terbatas. AuAyang sy dengar- dengar selesai ehm itu lompat saja nanti amanAy (IT. Au Akalo bicara seks itu tidak boleh, orang tua marah itu, barang begitu tidak boleh tong bahas- bahas Au (IT. Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Menurut Amrilah . , pengertian dari perilaku seksual adalah suatu tindakan yang didorong oleh hasrat kepada lawan jenis atau sesama jenis. Ada beberapa bentuk tingkah laku, dimulai dengan ketertarikan, kemudian berpacaran, bercumbu dan sampai berhubungan intim . i dalam . Dalam wawancara dengan informan terkait perilaku seks pranikah ditemukan bahwa pengalaman pertama kali berpacaran karena adanya rasa ketertarikan pada saat melihat lawan jenis. Hal ini terlihat dalam pernyataan- pernyataan infroman di bawah ini: AuAwaktu sekolah lihat teman perem cantik jadi rasa dalam hati macam tertarik Trus macam baku suka-suka begitu (IU. Au. mulai pacaran tu macam ada rasa ingin tahu pacan tu bagaimana eh, akirnya ada asa suka juga ke sa p teman perem yah sudah tong pacaran. Ay (IU. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Au. pertama pacaran itu waktu SMP liat teman bagus apa, tapi hanya pacaran cintacinta monyet ka ini. Ay (IU. Hal yang sama diungkapkan oleh informan sekunder tentang pengalaman awal mula berpacaran itu pada saat sekolah. Seperti pernyataan dibawah ini : AuDulu tu dalam hati macam ingin memiliki seseorang to, sa juga bingung rasa itu, tapi pas dekat dia tu sa langsung suka dan bilang tong jalan k ehm. Ay(IT. Au. Mulai ketertarikan dengan lawan jenis. Rasa suka dalam hati begitu. Ay (IT. Pada pernyataan informan sekunder tentang pertama kali pacaran adalah karena suka sama suka seperti contohnya disekolah maupun tempat dimana temanteman sering berkumpul. Terlihat dalam kutipan berikut ini: Au. dulu to kan dong bilang mata pu pengaruh to ,jadi kalu su duduk- duduk baru lihat ada yang ganteng tu langsung lirik- lirik eh padahal kai- laki itu datang ke sa yah sudah to lanjut pacaran. Ay (IT. Hasil wawancara dengan informan utama dan sekunder di atas, didapatkan hasil bahwa informan mengenal awal mula pacaran karena adanya rasa suka yang tumbuh di pertama kali bertemu dan memiliki rasa ketertarikan kepada lawan jenis. Rasa ketertarikan dan kemudian berlanjut ke hubungan pacaran. Didalam hubungan pacaran yang dijalani oleh remaja- remaja ini, diperoleh informasi bahwa semua informan pernah melakukan seksual pranikah dan mengenai hal yang mendorong mereka bisa mengenal dan pernah melakukan hubungan seksual pranikah itu karena teman yang biasa sering berkumpul. Sesuai dengan pernyataan informan berikut ini: PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Au. Kalo sa su pernah kan laki- laki to, pertama dari cerita teman- teman dan akhirnya dong kasih- kasih jodoh dengan perem yang kaya begitu yah terjadi sudah heheheh. Ay (IU. Au. Pernah kk. Bukan ap eh , tong biasa duduk- duduk sama- sama teman trus kalu su minum sampe mabuk lagi yah biasa ajak perem dan berhubunga. (IU. Hal yang sama juga dikatakan oleh infoman sekunder bahwa informan mengenal dan mengetahui tentang seksual pranikah karena tempat tongkrongannya. Tergambar dalam pernyataan berikut ini : Au. pertama- pertama tu biasa dari cerita-cerita deng teman Ae teman pas pulang sekolah, baru dong bahas tentang seks dari situ sudah sa tahu tentang Ay(IT. Selain informasi diatas, ada juga informasi lain dari informan bahwa informan mengenal dan mengetahui seksual pranikah karena lingkungan tempat tinggal yang Seperti kutipan berikut ini : Au. Pernah, karena lingkungan juga bebas to. Ay (IT. Tetapi pernyataan dari informan lain juga mengatakan bahwa mereka mengetahui tentang seks pranikah adalah karena keinginan ( nafsu sendir. Seperti peryataan dibawah ini: Aupernah, awal tu perem d mau sa pegang tangan dan akhirnya ya sudah d mau berhubungan begituAy (IU. Au. Pernah karena tidak bisa kendalikan diri . Ay (IU. Berdasarkan hasil wawancara diatas didapatkan hasil bahwa hubungan seks pranikah sudah dilakukan oleh semua informan yang diwawancarai. Terdapat beberapa hal yang mendorong mereka untuk melakukan hubungan tersebut. Hal yang mendorong mereka juga berbeda- beda diantaranya karena tempat berkumpul dengan teman- teman. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 rasa ketertarikan antara lawan jenis, lingkungan tempat tinggal yang bebas, dan karena adanya nafsu ketika bersama pacarnya. Hasil wawancara yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, alasan dari perilaku seks pranikah adalah agar hubungan percintaan yang dibangun antara sepasang kekasih tersebut disetujui oleh orangtua dan keluarga. Au tong lakukan itu supaya keluarga dong mau deng kitong pu hubunganAy(IU. Audong buat begitu supaya orangtua tidak marah dan setuju dong punya hubunganAy (IT. PEMBAHASAN Kurangnya pengetahuan yang benar tentang seks mengakibatkan remaja mencari informasi dari sumber yang belum tentu tepat. Akses informasi yang terbatas tentang seks pranikah dan dampak dari perilaku seks pranikah menimbulkan berbagai masalah didalam kalangan remaja. Terdapat empat katergori perilaku seksual, yaitu berciuman, berpelukan, bercumbu . , dan berhubungan badan. Masalah yang terjadi akibat perilaku seksual seperti putus sekolah, bahkan aborsi menjadi masalah yang saat ini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa informan tidak pengetahuan yang cukup mengenai apa itu seksual pranikah. Dikaitkan dengan pengertian perilaku seks pranikah, menurut Sarwono . adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Jenis- jenis tingkah laku tersebut seperti, perasaan tertarik antara lawan jenis, hingga berkencan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 bercumbu dan bersenggama. Dari hasil wawancara yang didapatkan sebagian besar informan menjelaskan tentang hubungan seks pra nikah adalah hubungan intim sedangkan tidak menyebutkan bahwa berciuman atau bercumbu adalah bentuk- bentuk dari perilaku seks pranikah . Sebagian besar informan mengetahui beberapa dampak dari melakukan perilaku seksual pranikah. Pengetahuan yang setengah-setengah justru lebih berbahaya dari pada tidak tahu sama sekali. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Suandani . , yang menyatakan bahwa informan memiliki pemahaman yang cukup baik tentang apa itu perilaku seksual pranikah, tetapi mereka hanya memberikan pernyataan umum dan tidak banyak yang menjelaskan secara mendalam tentang apa yang termasuk dalam perilaku seksual pranikah, yang tidak sesuai dengan harapan peneliti tentang informasi. Menurut penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pratama . jumlah informasi yang mereka terima tentang perilaku seks bebas mungkin berkontribusi pada pemahaman yang mereka peroleh dari informan tersebut. Pengetahuan dan pemahaman orang yang bersangkutan dengan objek informasi dapat dipengaruhi oleh informasi yang mereka Oleh karena itu selama manusia itu hidup dalam sebuah lingkungan, maka selama itu pula akan banyak informasi yang diterima . Baron . mengemukakan bahwa lingkungan dimana seseorang berada dapat berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku orang yang bersangkutan, lingkungan tersebut dapat berupa lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Jika seorang remaja memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, mereka akan lebih berdaya, dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan mengetahui resiko apa yang harus mereka tanggung. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi juga dapat membantu mereka menghindari perilaku seksual pranikah dan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 meningkatkan sikap dan tingkah laku seksual yang sehat. Selain itu, pengetahuan yang lebih baik tentang kesehatan reproduksi akan mengurangi perilaku seksual pranikah. Penelitian sebelumnya oleh Lisemayani . menemukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pegetahuan seperti budaya, pengalaman, tingkat Pendidikan, umur, pergaulan, dan pendapatan. Pengetahuan yang tidak tepat, pengharapan yang tidak realistis, harga diri yang rendah, takut tidak berhasil atau pesimis, menunjukan bahwa remaja memiliki kepribadian yang belum matang dan emosi yang labil, sehingga mudah terpengaruh melakukan hal-hal negatif, seperti melakukan hubungan seks pranikah. Berdasarkan teori pembelajaran sosial (Sosial Learning Teor. dari Albert Bandura yang menyatakan bahwa pembelajaran lahir pada saat seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain. Sehingga, kurangnya informasi yang benar dari sumber yang benar juga tentang perilaku dan dampak perilaku seks pra nikah membuat kurangnya pengetahuan informan tentang perilaku seks pranikah. Hal ini menyebabkan informan meniru dari penjelasan yang dilihat dan didengarnya. Sumber-sumber informasi tersebut dapat berupa seperti menonton video, membaca buku-buku porno, atau hal lainnya yang dapat memberikan informasi dan akhirnya mengarahkan remaja pada perilaku untuk mencoba-coba karena terdorong oleh informasi yang mereka peroleh. Menurut Randi . dalam penelitiannya menyatakan bahwa sosial learning teori pembelajaran melalui pengamatan dan observasi. Pengamat akan Aumelihat apa yang dilakukan oleh model, memperhatikan apa konsekuensinya bagi model, mengingat apa yang telah dipelajari, membuat berbagai simpulan, dan pada saat itu juga . tau kemudia. menyertakannya dalam perilaku. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Perilaku seksual dapat didefinisikan sebagai bentuk perilaku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesame jenis. Bentuk tingkah laku ini beraneka ragam mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bercumbu dan Tujuan seksual disamping hanya untuk kesenangan atau kepuasan seksual atau juga pengendoran ketegangan seksual. Kartono juga menjelaskan bahwa seks adalah mekanisme bagi manusia untuk melanjutkan keturunan. Seks bukan hanya perkembangan dan fungsi primer saja, tetapi juga termasuk gaya dan cara berperilaku kaum pria dan wanita dalam hubungan interpersonal atau sosial (Amrillah, 2006 ). KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian yang didapatkan maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Salah satu fenomena yang terjadi di kalangan remaja adalah perilaku seks pra nikah, hal ini juga terjadi pada remaja di kampung Mosso. Karakteristik informan utama yaitu remaja berusia 15- 20 tahun, dengan tingkat pendidikan SMP-SMA. Pekerjaan sebagian besar informan adalah sebagai buruh. Pengetahuan remaja tentang perilaku seksual pranikah didapatkan hasil bahwa informan utama mengetahui tentang seksual pranikah, namun informan hanya sekedar mengetahui tentang perilaku seksual pranikah yaitu berhubungan intim sedangkan perilaku seks pranikah seperti bercumbu atau petting masih belum diketahui sebagai bentuk perilaku seks pranikah. Perilaku remaja tentang seksual pranikah didapatkan hasil bahwa sebagian besar informan utama pernah melakukan hubungan seksual pranikah dan yang mempengaruhinya itu berbeda-beda. Yang menjadi salah satu alasan perilaku seks pranikah pada remaja adalah ingin agar hubungan percintaan mereka disetujui PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 DAFTAR PUSTAKA