https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. SRATEGI GURU DALAM MENGAJAR ANAK AUTIS DENGAN HAMBATAN WICARA DI SLB QALBU INSANI PADANG SIDIMPUAN Nur Hakimah STAIN Mandailing Natal Hakimahn162@gmail. Hayatun Nadiroh MAN 2 Mandailing Natal hayatunnadiroh2004@gmail. Aulia Sari Marbun SMAN 1 Pinangsori auliamarbun331@gmail. Rizki Fitrah Al-Fadila Lubis SMAN 1 Padangsidimpuan rizkyfitrahalfadilahlubis@gmail. Febriyantika Pasaribu MAS Al-Mukhlisin Lumut febriyantikapasaribu@gmail. Article History: Received: Desember 1, 2025. Accepted: Januari 15, 2026. Published: Februari 4, 2026. Keywords: Abstract. This study aims to describe the strategies used by teachers in teaching children with autism and speech impairments at SLB Qolbu Insani Padangsidimpuan. qualitative method was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that teachers apply contextual and individualized strategies, such as life skills training, providing motivation, and using visual and concrete media tailored to each child's characteristics. A key strategy identified is the utilization of the Behavior Analysis Application to analyze children's behavior, design individualized interventions, deliver positive reinforcement, and involve parents in the learning process. A case study of a student named Zaren highlights the importance of a patient and gradual approach, as well as family support, in fostering the child's development. Despite limited resources, teachers actively serve as facilitators and motivators. These findings contribute theoretically to understanding teaching strategies for children with special needs and can practically serve as a reference for teacher training development and inclusive education policies in special schools. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengajar anak autis dengan hambatan wicara di SLB Qolbu Insani Padangsidimpuan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data 61 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Srategi Guru Dalam Mengajar Anak Autis Dengan Hambatan Wicara Di Slb Qalbu Insani Padang Sidimpuan | Nur Hakimah. Hayatun Nadiroh. Aulia Sari Marbun. Rizki Fitrah al-Fadila Lubis. Febriyantika Pasaribu Teacher Strategies. Children With Autism. Speech Impairment. Special Needs School. Behavior Analysis. Inclusive Education melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi secara kontekstual dan individual, seperti pelatihan keterampilan hidup, pemberian motivasi, serta penggunaan media visual dan konkret sesuai karakteristik anak. Salah satu strategi utama adalah pemanfaatan Aplikasi Behavior Analysis untuk menganalisis perilaku anak, merancang intervensi individual, memberikan penguatan positif, serta melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran. Studi kasus pada siswa bernama Zaren menegaskan pentingnya pendekatan sabar dan bertahap serta dukungan keluarga dalam menunjang perkembangan anak. Meskipun terdapat keterbatasan sumber daya, guru tetap berperan sebagai pendamping dan motivator yang aktif. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pemahaman strategi pembelajaran anak berkebutuhan khusus dan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam pengembangan pelatihan guru dan kebijakan pendidikan inklusif di SLB. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah bentuk layanan pendidikan yang dirancang khusus untuk anak-anak yang memiliki perbedaan signifikan dalam aspek fisik, mental, sosial, atau emosional dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Tujuan utamanya adalah membantu mereka mengembangkan potensi secara optimal melalui pendekatan yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan individu (Misnaini, & Lestari, 2. Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah lembaga pendidikan khusus yang dirancang untuk melayani anak-anak dengan kebutuhan khusus, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, autisme, dan gangguan lainnya. Tujuan utama SLB adalah memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan individu setiap siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi secara optimal dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari (Harahap. Hasibuan, , & Ramadhani, 2. Dengan begitu guru SLB berperan aktif sebagai pokok perubahan yang bertanggung jawab untuk mendidik, membimbing, dan mengarahkan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan karakteristik dan Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan dan pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Peran ini mencakup berbagai aspek yang disesuaikan dengan 62 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. kebutuhan individu setiap siswa (Zuhria. , & Harisiwi, 2. Guru SLB harus memiliki kesabaran, kreativitas, dan kompetensi khusus untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama proses pembelajaran, termasuk perilaku anak yang tidak kooperatif dan kebutuhan individual yang Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki peran penting dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa berkebutuhan khusus (ABK). Strategi-strategi ini perkembangan mereka secara holistik (Laudza, 2. Guru mengajar anak autis dengan hambatan wicara di Sekolah Luar Biasa (SLB) memerlukan strategi khusus yang menggabungkan pendekatan komunikasi alternatif, visualisasi, dan dukungan emosional (Sadubun. Suyatno, & Rohaedi. Oleh karena itu, peran guru dalam merancang dan membuat strategi dalam program pembelajaran yang adaptif dan individual sangat krusial untuk mengatasi hambatan untuk mengajar anak autis. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa di balik keberhasilan guru dalam mendidik anak autis dengan hambatan tuanwicara adalah menggunakan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak auitis dengan hambatan tunawicara tersebut. Menegaskan bahwa guru yang mampu menerapkan strategi dalam mengajar yang sesuai dengan kebutuhan anak dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan mandiri siswa ABK secara Guru SLB multidisipliner yang melibatkan keluarga dan tenaga ahli lain untuk Meskipun pelaksanaan peran guru di lapangan, terutama terkait keterbatasan sumber daya, pelatihan khusus, dan dukungan institusional yang memadai. Banyak guru SLB yang masih berstatus honorer dengan beban kerja yang tinggi tanpa kompensasi yang seimbang, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan. 63 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Srategi Guru Dalam Mengajar Anak Autis Dengan Hambatan Wicara Di Slb Qalbu Insani Padang Sidimpuan | Nur Hakimah. Hayatun Nadiroh. Aulia Sari Marbun. Rizki Fitrah al-Fadila Lubis. Febriyantika Pasaribu Kondisi ini menunjukkan perlunya penelitian yang lebih mendalam dan kontekstual mengenai bagaimana guru di SLB Qolbu Insani Padangsidimpuan menjalankan perannya dalam menerapkan strategi yang digunakan untuk mengatasi hambatan yang di alami. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan fokus pada strategi guru di SLB Qolbu Insani Padangsidimpuan, yang merupakan salah satu SLB di wilayah Sumatera Utara dengan karakteristik siswa dan sumber daya yang unik. Studi ini akan memberikan gambaran empiris yang lebih spesifik mengenai praktik pembelajaran dan pengembangan kemandirian yang diterapkan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan hambatan yang dihadapi guru dalam konteks lokal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam strategi yang digunakan guru dalam mengajar anak autis dengan hambatan wicara di SLB Qolbu Insani Padangsidimpuan. Studi kasus memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena secara rinci dalam konteks kehidupan nyata. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara, dan dokumentasi yang sudah diuji kejelasannya. Data dianalisis dengan cara menyaring, menyusun, dan memeriksa kembali informasi yang didapat. Validitas data dijaga dengan membandingkan berbagai sumber dan meminta konfirmasi dari peserta, sedangkan reliabilitas diperoleh dari kesamaan hasil antara metode dan sumber data. Model penelitian menunjukkan peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran dengan mengatasi hambatan yang dialami anak tunawicara. Dengan cara ini, penelitian dapat memberikan gambaran jelas tentang strategi guru dan tantangan yang dihadapi dalam membantu anak autis dengan hambatan tunawicara. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 hari selasa di SLB Qolbu Insani yang beralamat di Jalan Sutan Parlindungan Harahap Gg Sehati. Losung Batu, 64 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Kota Padang Sidempuan. Provinsi Sumatera Utara. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran strategi guru dalam mengajar anak autis dengan hambatan tunawicara. Proses pengumpulan data berlangsung secara alami dan holistik agar data yang diperoleh mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Hasil analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data secara kualitatif menunjukkan bahwa guru aktif menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang mendukung kemandirian siswa, seperti pelatihan keterampilan hidup dan pemberian motivasi. Gambar 01 Gambar 02 Gambar 01 dan 02 memperlihatkan jenis strategi dan media yang digunakan guru beserta frekuensi penerapannya selama observasi (Sumber: Data lapangan, 2. Temuan ini sejalan dengan Strategi Shadow Teacher dalam Proses Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunawicar. yaitu Pendekatan Individual Menyesuaikan strategi pengajaran dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa, serta memberikan perhatian khusus untuk membangun kepercayaan diri mereka (Andani. Windhana. Putri. Mubarakah. , & Usiwardani, 2. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan dukungan institusional yang membatasi optimalisasi proses guru dalam menangani anak dengan hambatan wicara (Rahmawati. Sopiaturida. Adisty. , & Wijaya, 2. 65 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Srategi Guru Dalam Mengajar Anak Autis Dengan Hambatan Wicara Di Slb Qalbu Insani Padang Sidimpuan | Nur Hakimah. Hayatun Nadiroh. Aulia Sari Marbun. Rizki Fitrah al-Fadila Lubis. Febriyantika Pasaribu Implikasi teoritis dari penelitian ini memperkuat pentingnya strategi guru dalam mengajar anak tuna wicara, sedangkan secara praktis hasil ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan program pelatihan guru dan kebijakan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SLB. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika pembelajaran anak berkebutuhan khusus di konteks lokal SLB Qolbu Insani. Gambar 03 Gambar Berdasarkan wawancara dengan salah satu guru di SLB Qolbu Insani Padangsidimpuan yaitu dengan bapak sutisno, terdapat seorang siswa bernama Zaren yang mengalami autis dengang hambatan tunawicara yang ebrusia 8 tahun. Guru menjelaskan bahwa Zaren apa yang dikatakan gurunya maka zaren juga mengikuti aapa yang dikatakan guru, jika ingin berbicara dengan Zaren harus memberi sentuhan dulu kepada Zaren agar Zaren menujukan perhatiannya kepada kita, keterbiasaan Zaren yang dibawa dari autisnya tersebut adalah memiliki pandangan mata yang kososngdan mengoceh atau berbicara sendiri. Proses belajar Zaren cenderung lambat dan memerlukan pengulangan serta pendekatan yang lebih sabar dan bertahap agar ia dapat menangkap informasi dengan baik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran agar sesuai dengan kemampuan Zaren. Media yang Biasanya di pakai untuk mengajari Zaren itu adalah Puzzle, dan kartu antonim. Sekilas tambahan Zaren memiliki pantangan makan coklat. Dan bapak suisno menjelaskan strategi yang dipakai adalah Menggunakan 66 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. aplikasi behavior analisis yaitu menganalisa perilaku anak, kemudian diaplikasikan terhadap anak dan cara mengajak anak berbicara dilihat dari gestur si anak yaitu Zaren. Selain itu, pak sutisno menyampaikan bahwa Zaren lebih mudah memahami materi yang disajikan secara visual dan konkret daripada yang bersifat abstrak atau verbal. Oleh karena itu, guru sering menggunakan media pembelajaran yang menarik dan alat bantu visual untuk membantu Zaren dalam proses belajar. Meski mengalami keterbatasan dalam kecepatan belajar. Zaren menunjukkan perkembangan positif ketika diberikan bimbingan yang konsisten dan suasana belajar yang mendukung. Maka guru penyatakan pentingnya Dukungan keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak autis. Keluarga merupakan lingkungan terdekat yang pertama kali berinteraksi dengan anak dan menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku, keterampilan sosial, serta kemandirian anak (Putri. , & Anisa, 2. Dari sisi sosial dan emosional, guru mengamati bahwa Zaren kadang mengalami kesulitan dalam berinteraksi dan menjaga fokus dalam kegiatan kelompok, sehingga perlu pendampingan khusus agar ia merasa nyaman dan percaya diri. Guru berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator dan pendamping yang membantu zaren mengatasi hambatan belajar dan mengembangkan kemandirian secara bertahap. Pendekatan yang penuh kesabaran dan perhatian menjadi kunci keberhasilan dalam mendukung perkembangan Zaren di SLB Qolbu Insani. Bapak sutisno menjelaskan bahwa: Austrategi yang kerap dilakukan untuk mengajar kepada anak autis dan gangguan wicara yaitu menggunakan Aplikasi BehaviorAnalisis yang dimana guru menganlisis tingkah laku anak autis dengan hambatan wicara kemudian diaplikasikan kepada anak tersebut dan cara untuk mengaja si anak berbicara dia akan melihat lawan bicaranya dari gerak tubuh lawanbicaranya bahsa praktisnya itu bahasa isyaratAy. Dari hasil wawancara dengan bapak sutisno hanya terdapat satu strategi yang diterapkan Dalam menerapkan aplikasi Behavior Analysis, baoak tersebut 67 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Srategi Guru Dalam Mengajar Anak Autis Dengan Hambatan Wicara Di Slb Qalbu Insani Padang Sidimpuan | Nur Hakimah. Hayatun Nadiroh. Aulia Sari Marbun. Rizki Fitrah al-Fadila Lubis. Febriyantika Pasaribu memulai dengan melakukan asesmen awal terhadap perilaku anak autis yang memiliki hambatan wicara. Melalui aplikasi ini, bapak suisno bisa mencatat setiap perilaku spesifik anak secara real-time, termasuk saat anak menunjukkan respons positif maupun perilaku yang menantang. Setelah data terkumpul selama beberapa sesi, bapak menjelaskan dengan menggunakan informasi tersebut untuk merancang program intervensi individual (PPI) yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Aplikasi ini juga sangat membantu dalam pemberian penguatan positif. Misalnya, ketika anak berhasil meniru gerakan atau menunjukkan usaha komunikasi nonverbal, bapak tersebut langsung mencatat dan memberikan reward yang sudah disesuaikan. Selain itu, aplikasi ini bisa diakses oleh orang tua, sehingga mereka bisa melihat perkembangan anak setiap hari dan menerapkan strategi yang sama Kolaborasi perkembangan anak, khususnya dalam kemampuan komunikasi dasar dan interaksi sosial. Ay Jadi tatapan kosong dapat diartikan sebagai kurangnya kontak mata atau pandangan yang tidak fokus terhadap objek atau individu di sekitarnya. Dalam konteks anak autis, perilaku ini sering kali mencerminkan kesulitan dalam memahami dan merespons isyarat sosial. , dalam studi oleh Yusriana, ditemukan bahwa anak autis cenderung duduk tenang di sudut ruangan dengan memandang sekitar tanpa fokus, menunjukkan ekspresi wajah murung, dan menolak untuk melakukan kontak mata atau merespons orangorang di sekitarnya (Yusriana, 2. anak autis menunjukkan berbagai perilaku komunikasi nonverbal, termasuk ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Meskipun tatapan kosong tidak disebutkan secara spesifik, penelitian ini menyoroti pentingnya memahami makna di balik perilaku nonverbal anak autis dalam konteks pembelajaran (Zofa. , 2. Menggunakan Aplikasi Behavior Analisis Strategi menggunakan aplikasi Behavior Analysis untuk anak autis dengan hambatan wicara Pemanfaatan Aplikasi Behavior Analysis untuk 68 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Monitoring Perilaku. Aplikasi Behavior Analysis memantau dan merekam perilaku anak autis dengan hambatan wicara secara sistematis, sehingga memudahkan guru dan terapis dalam mengevaluasi perkembangan dan merancang intervensi yang tepat (Sari. & Hadi, 2. Aplikasi ini membantu pemberian penguatan positif secara konsisten dengan mencatat respons dan kemajuan anak, sehingga dapat memotivasi anak autis untuk meningkatkan komunikasi dan perilaku sosialnya (Wulandari. , & Setiawan, 2. Aplikasi Behavior Analysis memungkinkan guru dan terapis untuk merancang program intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus tiap anak autis dengan hambatan wicara berdasarkan data yang terkumpul (Firdaus. , & Rahman, 2. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk melibatkan orang tua dalam proses terapi dengan memberikan panduan dan laporan perkembangan anak secara real-time, sehingga mendukung motivasi dan konsistensi di rumah (Dewi. & Kurniawan, 2. Penggunaan aplikasi Behavior Analysis membantu guru dan terapis dalam memantau, mencatat, dan mengevaluasi perilaku anak autis secara Aplikasi ini memudahkan pemberian penguatan positif yang konsisten, merancang intervensi individual sesuai kebutuhan anak, serta melibatkan orang tua melalui laporan perkembangan real-time. Strategi ini efektif dalam meningkatkan komunikasi, perilaku sosial, dan konsistensi pembelajaran anak baik di sekolah maupun di rumah. Penggunaan media visual untuk anak autis tunawicara. Media gambar dapat membantu anak autis tunawicara dalam mengembangkan penguasaan kosakata. Dengan melihat dan mengenali gambar, anak dapat mengaitkan objek visual dengan kata-kata yang sesuai, sehingga memperkaya perbendaharaan kata mereka. Penelitian oleh Ulumudin menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara konsisten dapat meningkatkan penguasaan kosakata pada anak autis usia dini (Ulumudin, 2. Strategi visual, seperti penggunaan gambar dan simbol, 69 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Srategi Guru Dalam Mengajar Anak Autis Dengan Hambatan Wicara Di Slb Qalbu Insani Padang Sidimpuan | Nur Hakimah. Hayatun Nadiroh. Aulia Sari Marbun. Rizki Fitrah al-Fadila Lubis. Febriyantika Pasaribu dapat meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pada anak autis Dengan memberikan representasi visual dari kata-kata atau konsep, anak dapat lebih mudah memahami dan mengekspresikan diri (Fajri. Usman. , & Bastiana, 2. Penggunaan media visual seperti puzzle telah terbukti efektif dalam mendukung perkembangan anak autis tunawicara, terutama dalam meningkatkan kemampuan pemusatan perhatian dan kognitif. Salah satu penelitian yang relevan adalah studi oleh Andita dan Masitoh, yang mengevaluasi pengaruh media puzzle huruf terhadap peningkatan kemampuan pemusatan perhatian pada anak autis (Andita. , & Masitoh, 2. Penggunaan media visual merupakan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran bagi anak autis tunawicara. Selain itu, strategi visual berupa gambar dan simbol juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi verbal, karena memberikan representasi konkret yang memudahkan anak dalam memahami dan mengekspresikan konsep. Tak hanya itu, media visual perkembangan kognitif dan kemampuan pemusatan perhatian anak autis. Dengan demikian, integrasi media visual dalam pembelajaran sangat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi komunikasi dan terapi bagi anak autis tunawicara. Pemberian Motivasi Pemberian motivasi merupakan salah satu strategi penting yang digunakan oleh guru dalam mengajar anak autis tunawicara. Motivasi yang tepat dapat meningkatkan perilaku belajar dan partisipasi aktif anak dalam proses pembelajaran. pemberian motivasi oleh guru, seperti penghargaan verbal, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan pemanfaatan kewibawaan guru, dapat memunculkan perilaku belajar positif pada anak autis. Anak menjadi lebih responsif dalam kegiatan pembelajaran, seperti menulis, merespon perkataan guru, dan mengikuti arahan. Strategi ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak autis tunawicara dalam proses belajar 70 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. mengajar (Auliah. Pristiwaluyo. , 2. Memberikan penguatan positif berupa pujian atau hadiah kecil setelah anak menunjukkan usaha berkomunikasi dapat meningkatkan motivasi anak autis dengan hambatan wicara untuk terus mencoba berinteraksi sosial (Putri. , & Hidayat. Menggunakan permainan interaktif yang disesuaikan dengan minat anak dapat memotivasi anak autis yang mengalami hambatan wicara untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan komunikasi (Wijaya. , & Kusuma, 2. Pengajaran bahasa isyarat sebagai alat komunikasi alternatif dapat memberikan motivasi dan rasa percaya diri bagi anak autis keinginannya secara efektif (Nugraha. , & Santoso, 2. Pemberian motivasi oleh guru merupakan strategi penting dalam mengajar anak autis tunawicara karena dapat meningkatkan perilaku belajar dan partisipasi aktif anak. Motivasi yang tepat, seperti penghargaan verbal, penguatan positif, permainan interaktif, dan pengajaran bahasa isyarat, membantu menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, serta keterlibatan anak dalam proses pembelajaran dan interaksi sosial secara efektif. Kolaborasi dengan Orang Tua Orang tua memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik, kebutuhan, dan respons anak. Kolaborasi ini penting agar guru bisa menyusun strategi pengajaran yang sesuai dengan kondisi anak, terutama dalam menghadapi hambatan wicara (Anisa. , & Lestari, 2. Penyusunan PPI yang melibatkan orang tua memungkinkan guru merancang strategi yang konsisten antara rumah dan sekolah, sehingga anak autis dengan hambatan wicara dapat belajar dalam lingkungan yang mendukung secara berkelanjutan (Sari. , & Nugroho, 2. Guru dan orang tua dapat bekerja sama dalam mengevaluasi perkembangan kemampuan komunikasi anak dan menyesuaikan strategi yang diterapkan agar lebih efektif dan tepat sasaran (Putra. , & Dewi, 2. Melibatkan 71 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Srategi Guru Dalam Mengajar Anak Autis Dengan Hambatan Wicara Di Slb Qalbu Insani Padang Sidimpuan | Nur Hakimah. Hayatun Nadiroh. Aulia Sari Marbun. Rizki Fitrah al-Fadila Lubis. Febriyantika Pasaribu orang tua dalam pelatihan strategi komunikasi alternatif . eperti PECS atau bahasa isyara. memungkinkan mereka menerapkan teknik yang sama di rumah, memperkuat pembelajaran anak (Lestari. , & Hasanah, 2. Guru perlu membangun hubungan yang suportif dengan orang tua agar mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran anak. Kolaborasi emosional ini memperkuat strategi yang diterapkan (Hakim. , & Yusuf, 2. Kolaborasi antara guru dan orang tua sangat penting dalam menyusun strategi pembelajaran bagi anak autis dengan hambatan wicara. Orang tua memiliki pemahaman mendalam tentang anak, sehingga dapat membantu guru merancang strategi yang sesuai. Pelibatan orang tua dalam Program Pembelajaran Individual (PPI), perkembangan anak, dan pelatihan strategi komunikasi alternatif seperti PECS atau bahasa isyarat, memperkuat konsistensi pembelajaran di rumah dan sekolah. Selain itu, hubungan emosional yang suportif antara guru dan orang tua dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pembelajaran anak. KESIMPULAN Penelitian yang dilakukan di SLB Qolbu Insani Padangsidimpuan menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengajar anak autis dengan hambatan wicara diterapkan secara kontekstual dan individual. Guru menggunakan berbagai pendekatan seperti pelatihan keterampilan hidup, pemberian motivasi, serta pemanfaatan media visual dan konkret untuk menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak. Salah satu strategi utama yang ditemukan adalah penggunaan Aplikasi Behavior Analysis, yang membantu guru dalam menganalisis perilaku anak secara sistematis, merancang intervensi individual, memberikan penguatan positif, serta melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran. Studi kasus terhadap siswa bernama Zaren memperlihatkan bahwa pendekatan yang sabar, bertahap, dan konsisten sangat penting dalam menghadapi hambatan komunikasi dan 72 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. respons sosial yang khas pada anak autis. Strategi pembelajaran juga menekankan pentingnya dukungan keluarga, kolaborasi rumah-sekolah, dan penggunaan media pembelajaran visual yang disesuaikan dengan kebutuhan Meski terdapat keterbatasan sumber daya dan dukungan institusional, guru tetap berperan aktif sebagai pendamping, motivator, dan fasilitator yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat pentingnya peran strategi guru dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan pelatihan guru, peningkatan kebijakan pendidikan inklusif, dan perancangan strategi pembelajaran berbasis data di SLB. REFERENSI