Open Community Service Journal 5 . : 56- 64 2026 Contents lists available at openscie. E-ISSN: 2828-1195 Open Community Service Journal DOI: 10. 33292/ocsj. Journal homepage: https://opencomserv. Edukasi dan Pembentukan Group Sharing dalam Pemanfaatan Buku KIA Nurlaili Ramli1*. Evi Zahara2. Yushida Yushida2 1 Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Aceh. Aceh Besar. Aceh. Indonesia 2 Program Studi D i Kebidanan Meulaboh. Poltekkes Kemenkes Aceh. Aceh Barat. Aceh. Indonesia *Correspondence E-mail: nurlaili. ramli@gmail. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Disubmit 31 Desember 2025 Diperbaiki 21 Februari 2026 Diterima 25 Februari 2026 Diterbitkan 6 Maret 2026 Latar Belakang: Buku KIA merupakan sebuah alat pemantau kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kesehatan primer, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Dibutuhkan edukasi dan pendampingan agar ibu mengetahui informasi yang terdapat dalam buku KIA dan membawanya saat pemeriksaan kesehatan kehamilan. Tujuan: Tujuan dilakukannya sosialisasi adalah untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan keluarga dengan ibu hamil dalam memanfaatkan buku KIA secara maksimal melalui edukasi dan group Metode: Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bulan juli sampai Agustus 2024 pada ibu hamil dan keluarga. Sasaran kegiatan ini berjumlah 26 orang ibu hamil dan suami atau orangtua 26 orang. Metode pengabdian dilakukan melalui pemberian edukasi tentang buku KIA, pembentukan group sharing, serta dilakukan penilaian pemanfaatan buku KIA di bulan Agustus 2024. Pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi dinilai dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu tentang buku KIA. Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang buku KIA, pengetahuan baik sebesar 13,46% saat pre-test menjadi 96,15% setelah post-test dan 92% ibu hamil memanfaatkan buku KIA secara optimal. Kata Kunci: Buku KIA. Edukasi. Group Sharing. Kehamilan. Untuk mengutip artikel ini: Ramli. Zahara. Yushida. Edukasi dan Pembentukan Group Sharing dalam Pemanfaatan Buku KIA. Open Community Service Journal, 5. , 56Ae64. Artikel ini berada di bawah lisensi: A Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. License. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A2026 by author/s Pendahuluan Buku Kesehatan Ibu dan Anak atau yang dikenal sebagai buku KIA merupakan sebuah instrumen yang penting dalam membantu ibu dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan secara primer. Buku KIA tersebut dapat berfungsi sebagai sebuah pedoman yang komprehensif berisikan dokumentasi tentang kesehatan ibu dan anak yang dimulai saat kehamilan, ibu bersalin, ibu nifas hingga anak berusia 5 tahun serta informasi penting untuk menjaga kesehatan dan perawatan pada ibu dan anak (Arinta. Turiyani et al. , 2. Buku KIA merupakan sebuah program untuk mencegah dan melaksanakan deteksi secara dini berkaitan dengan masalah kesehatan dan gizi bagi ibu dan anak (Ayu, 2. Berdasarkan hasil penelitian Zahara et al. menunjukkan bahwa pengetahuan suami berkaitan pemanfaatan buku KIA. Hal ini menunjukkan pentingnya pengetahuan suami agar dapat menerapkan buku KIA secara maksimal sebagai salah satu cara yang mendukung kesehatan ibu dan anak. Namun ibu atau orangtua perlu kesadaran agar selalu membawa buku KIA pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Hastuty et al. , 2. Kegiatan pendampingan buku KIA sebagai salah satu program Kemenkes sudah pernah dilaksanaakan sebelumnya di wilayah Aceh Barat pada beberapa tahun yang lalu dengan sasarannya adalah ibu. Harapannya dengan kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemanfaatan buku KIA yang berdampak pada penurunan kematian ibu dan anak. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah kematian ibu di Aceh Barat meningkat tajam dari 3 jiwa pada tahun 2018 menjadi 8 jiwa pada tahun 2019. Kecamatan Meureubo menyumbang kematian ibu sebanyak 3 jiwa sementara 5 jiwa sisanya berasal dari 5 kecamatan di wilayah Aceh Barat (Dinkes Kabupaten Aceh Barat, 2. Studi pendahuluan yang dilakukan di Kecamatan Meurebo menunjukkan data bahwa dari 254 ibu hamil, 241 ibu memiliki buku KIA yaitu 94,88%. Survey yang dilakukan di Gampong Ujong Tanoh Darat . alah satu desa di wilayah kerja Kecamatan Meureub. juga didapatkan informasi bahwa masih terdapat ibu hamil belum mempunyai buku KIA karena tidak pernah melakukan pemeriksaan kehamilan. Selain itu juga masih dijumpai ibu hamil maupun ibu balita yang tidak membawa buku KIA saat ke Hal tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan buku KIA masih kurang. Berdasarkan hal tersebut, penulis melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi pentingnya dukungan keluarga dalam memanfaatkan buku KIA di kecamatan Meureubo. Adapun tujuan dilakukan sosialisasi adalah untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan keluarga dengan ibu hamil dalam memanfaatkan buku KIA secara maksimal melalui edukasi dan group sharing. Metode Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini akan melakukan sosialisasi pada ibu dan keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga dalam memanfaatkan buku KIA serta pembentukan group sharing. Khalayak sasaran strategis pada kegiatan ini adalah ibu hamil dan keluarga . uami, orang tua atau mertu. di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat sebanyak 52 orang yang berasal dari 26 desa. Setiap desa di wakili oleh 1 orang ibu hamil dan 1 orang pendamping, suami atau keluarga. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi tiga hal berikut: Melakukan sosialisasi tentang buku KIA dan manfaatnya, edukasi tentang dukungan keluarga pada ibu hamil dan suami atau keluarga sebagai perwakilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Meureubo Membentuk group sharing masing-masing desa dan ibu hamil akan melakukan pendampingan berbagi informasi tentang buku KIA dan pemanfaatannya menggunakan media video animasi yang dilakukan pada ibu hamil lainnya didesa. Melakukan Evaluasi untuk menilai capaian kegiatan pada saat kegiatan posyandu bulan Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dengan perencanaan kegiatan sebagai berikut : Pertemuan hari pertama tanggal 11 Juli 2024 diawali dengan kegiatan pre-test yaitu pengisian kuesioner oleh para peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang dukungan keluarga, bentuk dukungan yang diberikan oleh keluarga. Pertemuan hari ke-2 tanggal 13 Juli 2024, dilanjutkan pemberian materi tentang kesehatan Ibu dan anak mencakup pelayanan kesehatan pada ibu hamil, bersalin, ibu nifas, ibu menyusui dan keluarga berencana, bayi dan balita dan dan tentang Buku KIA serta manfaatnya. Pertemuan hari ketiga tanggal 14 Juli 2024 dilakukan pembentukan group sharing di Setiap Desa, pembagian video animasi dan tanya jawab serta dilakukan post-test untuk menilai pengetahuan ibu tentang buku KIA. Dilakukan evaluasi pada tanggal 10 Agustus 2024 terkait kehadiran ibu membawa buku KIA ke Posyandu untuk menilai pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil. Alur kegiatan pengabdian adalah sebagai berikut: Gambar 1. Alur Kegiatan Edukasi di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Berdasarkan gambar 1 menunjukkan bahwa alur kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan selama 3 hari, dilanjutkan dengan pelaksanaan evaluasi tentang pemanfaatan buku KIA untuk menilai penggunaan buku KIA oleh ibu hamil. Gambar 2. Pelaksanaan kegiatan hari pertama meliputi pretest dan pemaparan materi tentang dukungan keluarga. Gambar 2 menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 11 Juli 2024 dimulai dengan melaksanakan pre-test dan dilanjutkan dengan pemberian materi tentang dukungan keluarga yang diberikan oleh tim Dosen Program Studi Diploma i Kebidanan Meulaboh. Gambar 3. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada hari ke 2. Tanggal 13 Juli 2024 kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang buku KIA oleh Tim Dosen Program Studi Diploma i Kebidanan Meulaboh, sesuai pada gambar 3 diatas. Gambar 4. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada hari ke 3. Gambar 4 menunjukkan bahwa ibu hamil sedang dilakukan pendataan untuk pembentukan grup sharing dan menyimak video edukasi tentang buku KIA serta pelaksanaan tanya jawab. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2024. Hasil dan Pembahsan 1 Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan di Aula puskesmas Meureubo. Evaluasi dilaksanakan setelah 1 bulan kegiatan untuk menilai keberhasilan edukasi yang dilakukan melalui kunjungan kelompok sasaran ke kelas ibu hamil atau posyandu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 11, 13-14 Juli 2024 dan evaluasi pada tanggal 10 Agustus 2024. Kegiatan pengabdian dilaksanakan sesuai dengan alur kegiatan yang direncanakan yaitu diawali dengan pre-test, penyampaian materi hari pertama, penyampaian materi hari ke-2 lalu di tutup dengan post-test. Pada hari ke-3 dilakukan pembentukan group shering dimana seluruh kelompok sasaran di masukkan kedalam grup untuk selanjutnya membagikan video animasi tentang buku KIA kepada ibu hamil di desa masing-masing. Evaluasi dilaksanakan setelah 1 bulan kegiatan guna menilai pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil. Karakteristik umur ibu hamil dan pendamping . uami dan orangtu. saat dilakukan edukasi adalah sebagai berikut: Jumlah ibu hamil dan Keluarga (N=. Umur Kelompok Sasaran Gambar 5. Rentang umur ibu hamil dan keluarga mayoritas berusia antara 19-30 tahun. Berdasarkan gambar 5 menunjukkan bahwa mayoritas rentang usi ibu dan keluarga berada pada kategori umur 19-30 tahun. Adapun karakteristik tingkat pendidikan kelompok sasaran dapat dilihat pada gambar berikut: Jumlah ibu hamil dan keluarga (N=. Tingkat Pendidikan Dasar Menegah Bumil Tinggi Keluarga Gambar 6. Tingkat Pendidikan ibu hamil dan keluarga mayoritas berpendidikan menengah Berdasarkan gambar 6 dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan ibu hamil dan keluarga berada pada kategori menengah. Hasil pelaksanaan pre-test dan post-test pengetahuan ibu dan keluarga dapat dilihat pada gambar Pengetahuan Pre-test dan Post-test Ibu Hamil dan keluarga tentang Buku KIA Pre Post Baik Kurang Gambar 7. Perbandingan hasil pre-test dan post-test pengetahuan ibu dan keluarga terhadap sosialisasi Buku KIA Berdasarkan gambar 7 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil dan keluarga saat pre-test mayoritas berada pada kategori kurang yaitu sebesar 86,54%, sedangkan saat post-test mayoritas berada pada kategori baik yaitu sebesar 96,15%. Adapun ibu hamil yang memanfaatkan buku KIA secara baik adalah sebesar 92%, dapat dilihat pada gambar berikut: Pemanfaatan Buku KIA Baik Kurang Gambar 8. Pemanfaatan Buku KIA oleh Ibu hamil Berdasarkan gambar 8 menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil yang memanfaatkan buku KIA berada pada kategori baik, yaitu sebesar 92%. 2 Pembahasan Merujuk hasil pengumpulan data karakteristik sasaran kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa usia sasaran mayoritas pada rentang 19-30 tahun. Ibu dengan usia kurang dari 25 tahun masih kurang mengenal buku KIA, sedangkan ibu yang lebih tua cenderung mempunyai pengetahuan yang lebih tinggi, ini mungkin dapat disebabkan karena mempunyai pengalaman atau pendidikan (Amalia et , 2023. Guntara et al. , 2. Hasil kegiatan edukasi pada ibu hamil juga menunjukkan bahwa pendidikan ibu dan keluarga berada pada kategori menengah. Riset yang dilakukan oleh Suarayasa et al. menunjukkan bahwa tingkat pendidikan mempunyai hasil yang signifikan terhadap penggunaan buku KIA. Ibu yang mempunyai pendidikan menengah lebih cenderung memahami dan menggunakan buku KIA secara baik. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi terhadap ibu dan keluarga setelah diberikan edukasi tentang buku KIA. Pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi tentang buku KIA adalah sebesar 13,46% dan sesudah edukasi sebesar 96,15%. Demikian juga sebuah kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Fajrin and Nikmah . , menunjukkan terjadinya peningkatan sebesar 36% pada ibu hamil yang telah mendapatkan pengetahuan tentang buku KIA. Sesuai hasil riset menunjukkan bahwa ibu hamil yang memiliki pemahaman baik tentang buku KIA lebih cenderung akan patuh terhadap jadwal kunjungan ANC (Amatillah, 2. Ibu hamil yang belum maksimal memanfaatkan buku KIA dapat menghambat kepatuhan ibu terhadap perawatan antenatal dan pemeriksaan kesehatan ibu (Nurianti & Akrom, 2. Pengetahuan tentang buku KIA juga dapat meningkatkan kemampuan ibu untuk mengenali tanda bahaya selama kehamilan. Sebuah riset di Padang menunjukkan bahwa 83% ibu yang menggunakan buku KIA mempunyai pengetahuan yang baik, hal ini akan mempengaruhi perilaku ibu dalam mengenali tanda bahaya dan komplikasi yang tejadi dalam kehamilan secara lebih cepat (Kurniawan et al. , 2. Ibu hamil yang telah diberikan edukasi, dibuatkan grup untuk saling sharing informasi kepada ibu hamil lain di wilayah tempat tinggalnya. Ibu hamil juga mendapatkan informasi dari video yang berisikan pengetahuan tentang buku KIA dan juga dapat mengajukan pertanyaan dalam grup serta mendapatkan jawaban dari pelaksana pengabdian. Video merupakan media informatif yang dapat memberikan pendidikan kesehatan. Video edukasi pada kehamilan dapat meningkatkan pengetahuan pada ibu hamil (Khairiah et al. , 2. Penggunaan video dapat dipilih untuk digunakan karena penyebarluasannya lebih mudah (Zubaidah et al. , 2. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa dari 26 ibu hamil yang mengikuti edukasi hanya 92% yang memanfaatkan buku KIA dan 8% nya belum. Hal ini disebabkan karena beberapa ibu hamil masih belum mendapatkan buku KIA. Sejalan dengan riset yang dilakukan oleh Nurianti and Akrom . , bahwa minat membaca buku KIA yang rendah oleh ibu hamil menyebabkan ibu tidak mendapatkan informasi yang lengkap dan ini juga menyebabkan ibu malas membawa buku saat melakukan kunjungan pemeriksaan kesehatan. Sebuah studi yang yang dilakukan pada Ibu hamil di Kelurahan Palam menunjukkan bahwa 100% ibu hamil memanfaatkan buku KIA secara optimal (Prihatanti et al. , 2. Ibu hamil yang memanfaatkan buku KIA dengan secara baik, maka perawatan pada ibu hamil akan meningkatkan perawatan ibu hamil yang berkualitas tinggi (Zakiyah et al. , 2. Dukungan yang diberikan oleh keluarga dapat mendorong ibu untuk konsisten memanfaatkan buku KIA, dengan membaca dan mencatat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan kesehatan pada anak (Abdul Halim & Zulkefli. Kesimpulan Intervensi yang dilakukan melalui edukasi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga dari 13, 64% menjadi 96,15% pada kategori pengetahuan baik. Ibu hamil yang memanfaatkan buku KIA adalah sebesar 92% setelah menerima edukasi. Oleh karenanya perlu ditekankan pentingnya penggunaan buku KIA saat datang berkunjung ke posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya. Ucapan Terimakasih Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendapatkan dana dari institusi, untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh dan jajarannya yang telah berkontribusi besar terhadap pelaksanaan PKM ini. Daftar Pustaka