Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return on Equity Candra Karuma Nusantara1. Fernaldi Anggadha Ratno2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Salatiga candrakaruma6@gmail. com1, anggadharatno@iainsalatiga. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Return On Equity Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Di JII Tahun 2019 Ae 2021. Jenus Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan populasi perusahaan yang terdaftar di JII Data yang didapat selanjutnya diolah dengan cara memakai alat kemudian diolah menggunakan bantuan E-views 12. Hasil pengujian penelitian ini menunjukkan bahwa: Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity. Kepemilikan Institusional memiliki hasil positif dan signifikan terhadap Return On Equity. Corporate Social Resonsibility memiliki hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return On Equity. Kepemilikan Manajerial memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity setelah dimoderasi Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Institusional memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity setelah dimoderasi oleh Ukuran Perusahaan. Corporate Social Responsibility memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity setelah dimoderasi Ukuran Perusahaan. Kata Kunci: Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Resonsibility. Return On Equity. Ukuran Perusahaan PENDAHULUAN Negara Indonesia perkembangan ekonominya sudah mulai mengalami peningkatan yang sangat pesat sehingga terjadinya persaingan ketat di suatu industri yang membuat berbagai perusahaan mengembangkan strategi dan kebijakan dalam pengambilan keputusan yang efektif serta efisien pada semua kegiatan perusahaan agar dapat memiliki daya saing lebih, agar dapat bertahan dalam kelangsungan hidupnya. Didirikannya suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan, namun yang menjadi alasan utamanya adalah untuk memperoleh laba setinggi-tingginya. Keberhasilan untuk mencapai tujuan dalam memperoleh keuntungan tentu dapat membawa pengaruh terhadap kemakmuran perusahaan (Humairoh, 2. Namun disisi lain, berkembangnya suatu perusahaan akan berpotensi memperburuk ketimpangan sosial dan merusak lingkungan sekitar karena kepentingan pemilik modal lebih diutamakan perusahaan yang membuat perusahaan secara tidak terkendali dalam menggunakan sumber alam dan sosial, akibat dampak negatif yang diakibatkan perusahaan maka muncul kesadaran yang dapat mengurangi dampak negatif tersebut yang merupakan adanya Kepemilikan Manajerian. Kepemilikan Institusional dan Corporate Sosial Responsibility. Dengan kualitas laba yang dilaporkan meningkat dikarenakan Kepemilikan manajerial dan institusional mampu mengontrol maupun meminimalkan perilaku manipulasi laba oleh manajer. Dapat dipahami bahwa perusahaan dalam menjalankan aktifittas dengan memanajemen laba dapat meminimalkan konflik keagenan. Yang terjadi pada kepemilikan institusional dalam mengurangi konflik keagenan yaitu dengan mengontrol aktivitas perusahaan sehingga akan meminimalkan manajemen laba(Gede & Mas, 2. Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity Keseimbangan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dikarenakan tanggung jawab yang di awasi oleh CSR dan perusahaan berkomitmen untuk membantu dalam perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (Arifin, 2. Pengembangan kinerja keuangan dalam menunjang operasional perusahaan adalah tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan agar dapat menarik para pemangku kepentingan. ROE sebagai salah satu kinerja keuangan yang dinilai perusahaan, untuk mengetahui nilai ROE, penting bagi perusahaan untuk menganilisis kembali kinerja keuangan dalam periode Namun, di dalam pengelolaan perusahaan yang kurang baik maka akan berakibat menurunnya kualitas dalam kinerja suatu perusahaan. Dalam hal ini timbul rasa ketidakpercayaan dari para pemangku kepentingan khususnya pemegang saham atas keuntungan yang mereka peroleh dari modal yang diinvestasikan. Manjemen yang buruk membuat pemegang saham kurang termotivasi untuk berinvestasi (Djazilah & Kurnia, 2. Berikut ini tabel 1. 1 disajikan kinerja perusahaan dilihat dari ROE perusahaan JII 30 tahun 2019-2021. Tabel 1. Kinerja Perusahaan berdasarkan ROE No. KODE ADRO ANTM BRPT CPIN EXCL ICBP INCO INDF INTP JPFA KLBF PTBA TLKM UNTR UNVR WIKA ROE (%) Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa kinerja perusahaan yang dinilai menngunakan Return On Equity mengindikasikan bahwa terjadinya ketidakkonstitenan pada 16 perushaan. Dilihat dari Return On Equity masih banyak perusahaan yang mengalami penurunan dan hanya beberapa saja perusahaan yang Return On Equity-nya meningkat. Terungkap pada perusahaan UNVR yang mempunyai Return On Equity paling tinggi mengalami peningkatan pada tahun 2019-2020 akan tetapi pada tahun 2020-2021 terjadi Adapun perusahaan EXCL yang memiliki nilai Return On Equity paling rendah terjadi penurunan pada tahun 2019-2020 dan mengalami peningkatan pada tahun 2020-2021. Setelah peneliti menelaah tabel diatas kenaikan pada ROE menandakkan bahwa perusahaan telah berhasil memperoleh laba dan turunnya ROE menunjukan bahwa terdapat masalah pada pengelolaan modal perusahaan dan perlunya perbaikan oleh manajemen dalam peningkatan kinerja perusahaan. Penurunan ini menandakan bahwa perusahaan belum efisien dalam melakukan pengaturan investasi untuk memperoleh laba. Perhitungan ROE ini membuktikan bahwa dengan tingginya laba bersih tidak menjamin suatu perusahaan tersebut benar-benar meraup keuntungan yang tinggi. Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder ialah data yang telah diolah oleh pihak yang bersangkutan dengan disajikan dalam bentuk tabel-tabel atau diaram-diagram (Abdullah, 2. Analisis pada penelitian ini menggunakan annual report perusahaan yang telah diaudit oleh auditor. Desain dari penelitian ini yang dilakukan oleh peneliti yaitu menggunakan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada data keuangan perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Data yang diambil pada penelitian ini periode 2019-2021. Populasi merupakan keseluruhan objek yang memiliki sifat dan atribut tertentu yang digunakan peneliti untuk mencapai temuan (Sujarewni, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dan diterbitkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuanga. periode 2019-2021. Jumlah perusahaan tercatat di JII sebanyak 30 Selanjutnya sampel diambil berdasarkan standar yang ditetapkan oleh peneliti dengan metode purposive sampling. Sampel dipilih berdasarkan kriteria berikut: Perusahaan yang merupakan bagian dari Jakarta Islamic Index periode 2019-2021. Beroperasi hingga tahun 2021 Perusahaan mempublikasikan laporan tahunan periode Desember 2019-2021. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif (Sujarweni, 2. menjelaskan, statistik deskriptif digunakan untuk memberi deskripsi pads data ataupun gambaran umum yang ditinjau melalui nilai mean, median, maximum, minimum, serta standard deviasi. Tabel 2. Uji Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis 25E-05 CSR ROE Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 Tabel diatas memperlihatkan kepemilikan manajerial diperoleh rata-rata 4. dengan median 125E-05, memiliki nilai maksimum 71. 80000 serta nilai minimum 0. 0000 dan standar deviasinya 17. Kepemilikan institusional diperoleh rata-rata 0. 201185, dengan 151248, memiliki nilai maximum sebesar 0. 849918 serta nilai minimumnya 43911 serta standar deviasinya 0. V ariabel Corporate Social Responsibility memiliki nilai rata-rata 0. 27724, dengan nilai median 0. 294872 juga mempunyai nilai maksimum serta minimum 0. 371795 dan 0. 153846, dengan standar deviasinya 0. Ukuran Perusahaan sebagai variabel moderasi rata-ratanya menunjukkan 21. 25122, dengan nilai median 18. 43731 yang nilai maksimum serta minimunya 33. 25570 dan 16. 76355, dan juga standar deviasinya menunjukkan 5. Pada variabel Return On Equity sebagai Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity variabel dependen mempunyai nilai rata-rata 0. 209527, nilai median 0. 152384, dengan nilai maksimum serta minimum 1. 450882 dan 0. 019417 juga standar deviasinya 0. Analisis Data Uji Stasioneritas (Winarno, 2. menjelaskan bahwa uji stasioneritas yaitu apabila probabilitas < 0,05 menandakan data itu sifatnya stasioner. Untuk menguji stasioneritas yang muncul dari Augmented Dickey-Fuller yaitu dengan menggunakan Unit Root Test. Hasil dari uji stasioneritasnya yaitu: Tabel 3. Uji Stasioneritas No. Variabel Pro. Keterangan Data stasioner Data stasioner CSR Data stasioner ROE Data stasioner Data stasioner Berdasar pada tabel 3 diperoleh bahwasanya variabel bebas, terikat dan juga variabel moderating memiliki nilai prob < 0. 05 yang berarti sesuai dengan ketentuan uji stasioneritas Uji Model Regresi Uji Chow Menurut (Baltagi, 2. , penerapan chow test dimaksudkan untuk memilih antara fixed effect atau common effect untuk model data panel. Tabel 4. Hasil Uji Chow Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 Tabel diatas menunjukan Statistic cross-section Chi-square senilai 184. 429523 dengan Prob Hal ini dengan melihat nilai prob kurang dari 0. 0000 < 0. maka secara statistik H0 ditolak dan H1 diterima. Model Fixed Effect telah terpilih sebagai model untuk uji chow. Uji Haustman Menurut (Baltagi, 2. , pengujian hausman mengetahui kesalahan interaksi dalam model dengan satu variabel X ataupun lebih pada modelnya. Tabel 5. Hasil Uji Hausman Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2023 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan Chi Square senilai 0. 036085 dan nilai Prob Maka hal ini berarti nilai Prob melebihi 0. 9982 > 0. yang artinya secara statistic H1 ditolak dan H0 diterima. Sehingga pada uji Hausmen model yang terpilih yakni Random Effects. Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity Uji Lagrange Multiplier Uji Lagrange Multiplier dilakukan karena pada Uji Chow dan di Uji Hausman memperoleh hasil yang berbeda yaitu Fixed Effect dan Random Effect. Hal ini berarti bahwa belum ada model efektif untuk digunakan pada penelitian ini. Untuk menentukan model yang terbaik maka dilakukannya Uji Lagrange Multiplier yaitu untuk membandingkan kemudian memilih model yang terbaik antara CEM atau REM. Tabel 6. Hasil Uji Lagrange Multiplayer Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2023 Berdasar tabel diatas Breusch-Pagan Lagrange Multiplier ini diketahui bahwa nilai dari probabilitas dua efek yakni efek cross-section dan time Breusch-Pagan Lagrange Multiplier random 0000 yang berarti signifikan, dikarenakan nilainya lebih kecil dari 0. Maka bisa diambil kesimpulan bahwa random effects lebih efektif daripada common effects. Uji Regresi Analisis Regresi Berganda Rumus regresi dirumuskan sebagai berikut: Y = 1X1 2X2 3X3 Tabel 7. Hasil Uji Regresi Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2023 Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity Berikut adalah hasil pengujian model regresi: Y (CSR) = 0. 223516 (X. - 0. 006383 (X. Ae 0. 035503 (X. e Berikut mengenai penjelasan persamaan model regresi: Konstanta 0. 000144 memperlihatkan bahwasanya variabel X konstan atau tetap dengan 0 artinya nilai ROE yakni 0. Koefisien kepemilikan manajerial (X. 223516 berarah positif. Artinya jika X1 mendeteksi kenaikan 1 satuan, maka ROE mengalami kenaikan senilai 1. 223516 melalui asumsi variabel lainnya konstan. Namun pertumbuhan ini tidak signifikan. Koefisien kepemilikan institusional (X. sebesar - 0. 006383 berarah negatif. Artinya jika X2 mendeteksi penurunan 1 satuan, maka ROE mendeteksi penurunan senilai 0. melalui asumsi variabel lainnya konstan. Namun penurunan ini tidak signifikan. Koefisien Corporate Social Responsibility (X. 035503 berarah negatif. Artinya jika X3 mendeteksi penurunan 1 satuan, berarti ROE mendeteksi penurunan 0. 035503 melalui asumsi variabel lainnya konstan. Namun penurunan ini tidak signifikan. Pengujian Moderasi Tabel 8. Uji Moderasi Y = -0. 015296 - 0. 011010X1 3. 130364X2 Ae 1. 057273X3 0. 000430X1Z 0. 0107776X2Z 0. 054049 X3Z Berdasarkan tabel diatas diperoleh: Ukuran Perushaan positif dan tidak signifikan sebagai pemoderasi hubungan antara Kepemilikan Manajerial terhadap Return On Equity, dengan nilai koefisien = 0. dan prob = 0. 8670 < 0. Ukuran Perushaan negatif dan signifikan pemoderasi hubungan antara KI terhadap ROE, dengan nilai koefisien = - 0. 0107776 dan prob = 0. 0283 < 0. Ukuran Perushaan positif dan signifikan sebagai pemoderasi hubungan antara CSR terhadap ROE, dengan nilai koefisien = 0. 054049 dan prob = 0. 0707 > 0. Uji Asumsi klasik Uji Normalitas (Ghozali, 2. menjelaskan, uji normalitas dimaksudkan untuk memeriksa apakah variabel gangguan ataupun residual dalam model regresi terdistribusi secara normal. Uji t serta F seperti yang diketahui memberikan asumsi bahwasanya nilai residual mengikuti distribusi normal. Bila asumsi tersebut tidak terpenuhi, apalagi jika ukuran sampelnya kecil, berarti perolehan uji statistiknya bisa dinyatakan tidak valid. Normalitas bisa diketahui melalui penggunaan uji Jarque-Bera, dimana model yang lolos uji normalitas yakni yang memperoleh sig > 0,05. Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity Tabel 9. Hasil Uji Normalitas Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2023 Berdasarkan tabel diatas, bisa dinyatakan variabel X serta Y mempunyai nilai probabilitas sebesar 0. 300352 yang sudah memenuhi syarat uji normalitas, dan data tersebut dinyatakan normal dalam berdistribusi. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas digunakan untuk memastikan korelasi antara variabel Apabila nilai VIF melebihi 0. 80 maka dapat dikatakan terjadi multikolinearitas. Tabel 10. Uji Multikolinearitas Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2023 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai korelasi antara KM dan KI sejumlah 0. KM dan CSR nilai korelasinya sejumlah 0. KM dan ROE nilai korelasinya sejumlah -0. KI dan CSR nilai korelasinya sejumlah 0. KI dan ROE nilai korelasinya sejumlah 0. CSR dan ROE nilai korelasinya sejumlah 0. Diketahui bahwa semua data lebih kecil dari 0. Maka bisa disimpulkan data tersebut tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas difungsikan untuk melihat adanya kesamaan variasi residual antar penelitian (Ghozali, 2. Pada Penelitian ini memilih untuk menggunakan uji park guna melihat ada tidaknya heteroskedastisitas. Tabel 11. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2023 Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity Berrdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa nlai probability semua variabel independen melebihi 0. 05 maka dapat dikatakan data tidak ada masalah heteroskedastisitas. Uji hipotesis Uji f (Ghozali, 2. menjelaskan, uji F statistik mampu memperlihatkan apakah seluruh variabel X pada model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Dapat diketahui pada tabel uji regresi bahwa nilai Probability (F-Statisti. senilai 000054 yang menunjukkan bahwa nilainya kurang dari tingkat signifikansi (< 0,. Jadi KM. KI dan CSR secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap ROE. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Uji t Uji t ini digunakan dalam menjelaskan bagaimana pengaruh setiap variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Pengaruh setiap variabel independen tersebut dapat disimpulkan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen jikalau nilai probabilitynya kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil uji regresi pada tabel diatas dapat kita simpulkan hasilnya sebagai berikut: Pengaruh X1 (Kepemilikan Manajeria. terhadap Y (Return On Equit. X1 yakni Kepemilikan Manajerial mempunyai nilai koefisien regresi 0. Nilai Probability senilai 0. 9606 (> 0. yang bermanna menjelaskan bahwa variabel X1 Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadapvariabel Y Return On Equity. Pengaruh X1 (Kepemilikan Institusiona. terhadap Y (Return On Equit. X1 yakni Kepemilikan Institusional mempunyai nilai koefisien regresi 1. Nilai Probability senilai 0. 0000 (<0. yang bermakna menjelaskan bahwa variabel X1 Kepemilikan Institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadapvariabel Y Return On Equity. Pengaruh X3 (Corporate Social Responsibilit. terhadap Y (Return On Equit. Variabel X3 yakni CSR mempunyai nilai koefisien -0. Nilai probabilitasnya senilai 0. 9672 (> 0. yang bermakna menjelaskan bahwa variabel X2 CSR berhubungan negatif dan tidak signifikan terhadap variable Y Return On Equity. Uji R2 (Koedisien Determinas. Ghozali . menjelaskan, nilai dari R2 yakni diantara 1 hingga 0, dengan nilai yang rendah menunjukkan bahwa kapabilitas variabel X untuk menjelaskan variasi dari Y sangat Sebaliknya, angka yang tinggi berarti bahwa variabel X dapat menyajikan hampir sesemua informasi yang diperlukan untuk memperkirakan variasi Y. Berdasar tabel uji regresi diatas didapati nilai R-Square-nya ialah 0. 395867 jika dinyatakan persentase hasilnya adalah 39% menunjukkan bahwa variabel X menjelaskan variabel Y. Sedangkan 61% lainnya dijelaskan oleh faktor-faktor yang tidak dikontrol peneliti. KESIMPULAN Hasil pengujian penelitian ini menunjukkan bahwa: Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity. Kepemilikan Institusional memiliki hasil positif dan signifikan terhadap Return On Equity. Corporate Social Resonsibility memiliki hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return On Equity. Kepemilikan Manajerial memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity setelah dimoderasi Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Institusional memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity setelah dimoderasi oleh Ukuran Perusahaan. Corporate Social Responsibility memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity setelah dimoderasi Ukuran Perusahaan. Interpretasi Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional dan Corporate Social Responsibility dalam Return On Equity DAFTAR PUSTAKA