Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 586- 592 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu/index Pengaruh Model Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar Faddylla Intan Maharani1. Taufina2 Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia1,2 E-mail : faddyllaintanmaharani@yahoo. com1, taufina@fip. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah model Kooperatif Tipe Jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 07 KTK Kota Solok. Jenis penelitian ini yaitu quasi experimen, datadata dikumpulkan melalui tes dan observasi. Kemudian dilakukan uji normalitas, homogenitas, dan hipotesis. Sampel penelitian diambil dari seluruh anggota populasi yang berjumlah 42 orang, kelas IV A sebanyak 21 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebanyak 21 orang sebagai kelas kontrol. Hipotesis penelitian dianalisis menggunakan uji-t dengan hasil thitung 2,498 dan ttabel 2,093, maka 0,015 < 2,093 dengan taraf signifikansi 95%. Keputusannya yaitu Ha diterima. Maka terdapat pengaruh penggunaan model Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di SD Negeri 07 KTK Kota Solok. Kata Kunci: hasil belajar. IPS, kooperatif tipe jigsaw Abstract The present study purposes to examine the effect of Jigsaw on the learning outcomes of Social Studies students of grade IV SD Negeri 07 KTK Kota Solok. This is a quasi-experiment with tests and observation as its The normality, homogeneity, and hypothesis testing were conducted throughout the study. The total sampling was used in this research, 21 students in class A were selected as experimental class, and 21 students in class B were selected as control class. The hypothesis analysis were conducted through t-test with 498 and ttable 2. 093, then 0. 015 <2. 093 with a significance level of 95%. Ha is accepted then showed that the use of Jigsaw on the social studies can affects the studentsAo learning outcome. Keywords: Learning outcomes. Social Studies. Cooperative of jigsaw type Copyright . 2020 Faddylla Intan Maharani. Taufina A Corresponding author : Address : Komp. Pandan Puti Indah. Kota Solok. SUMBAR Email : faddyllaintanmaharani@yahoo. Phone : 082171107141 DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Pengaruh Model Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar Ae Faddylla Intan Maharani. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. merasa percaya diri (Nelli Herawani,Yanti Fitria. PENDAHULUAN Sekarang ini kemajuan teknologi telah menjadi fokus dalam pendidikan dasar, anak-anak Tujuan tersebut dapat tercapai jika dalam proses pembelajaran IPS, guru dapat memberikan menggunakan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari sebagai fasilitator, motivator serta mampu dalam (Taufina et al. , 2. Kualitas pendidikan sangat melahirkan pembelajaran sesuai dengan zaman berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan suatu negara agar terciptanya generasi penerus Montessori, 2. Perkembangan zaman yang yang baik (Moh Rifai. Nyoto Hardjono, 2. begitu cepat mempengaruhi seorang pendidik Tujuan utama dalam pendidikan tidak hanya dalam memakai berbagai strategi mengajar yang mengatur pengetahuan, kemampuan, keterampilan efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan melainkan dalam lingkungan keseharian (Yulianti juga kepribadian siswa menjadi masyarakat peduli & Fauzan, 2. Dalam hal ini guru berinisiatif akan lingkungan sekitarnya (Tri Juna Irawana, (Maharani dengan konten yang disukai siswa dalam belajar Selama ini dalam pembelajaran IPS terdapat (Heafner, 2. Mengungkapkan isu sosial yang sajian menarik berbentuk fakta, pemahaman sedang terjadi dapat merangsang siswa agar kering, dan pendidik yang cuma mengerjar tingkat berpikir untuk menyelesaikan masalah jika terjadi capaian kurikulum serta proses pembelajaran pada lingkungannya (Howell & Saye, 2. dianggap kurang penting menjadi persoalan. Sebagai pendidik guru merupakan motivator akibatnya jenuh dan membosankan sering terjadi sekaligus pendamping bagi siswa saat belajar saat proses belajar IPS bagi siswa. Tidak hanya itu dalam kelas, guru jugalah yang membuat kondisi siswa menganggap bahwa pembelajaran IPS dapat ruang kelas menjadi nyaman dan kondusif serta dikesampingkan dari pada pembelajaran yang lain menyenangkan agar siswa tertarik untuk mengikuti (Delviati, 2. pembelajaran khususnya dalam pelaksanaan ilmu Dalam (Daryanti. Untuk seharusnya dapat menerapkan model yang cocok mendukung pelaksanaan pembelajaran di sekolah dalam proses belajar untuk memancing partisipasi maka guru harus berdedikasi tinggi, berwawasan belajar siswa, karena model yang digunakan guru yang luas dan berkualitas agar para siswa akan berdampak terhadap proses pembelajarannya terdorong untuk berprestasi dalam belajar. Tidak (Efendi et al. hanya mampu mengembangkan ilmu guru juga kooperatif, keterlibatan aktif dan langsung siswa harus bisa merancang strategi dan cara agar potensi siswa dapat dikembangkan dan siswa Dalam Belajar mandiri dan motivasi pada pembelajaran berfokus Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar Ae Faddylla Intan Maharani. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. pada peran siswa dalam proses belajar (Sanaie et siswa kurang mengetahui dan belum mampu , 2. mengerti serta tidak memahami pelajaran IPS. Terjadi interaksi timbal balik antar siswa Rendahnya IPS saat bekerja sama pada tim agar materi dikuasai disebabkan masih banyak siswa yang belum dengan baik dan maksimal dalam belajar adalah mampu mengerti dan memahami pembelajaran cara tertentu model Kooperatif Tipe Jigsaw untuk IPS, dan juga proses pembelajaran yang masih mencapai hasil yang baik (Isjoni, 2011:. mengutamakan hapalan dari pada penerapan, serta Melalui model Kooperatif Tipe Jigsaw dituntut pembelajaran terpusat pada guru . eacher cente. agar bisa memahami materi yang tidak hanya di bukan terpusat pada siswa . tudent cente. seperti peruntukkan pada kelompoknya saja, melainkan terlihat saat observasi ditetapkan penggunaan nanti juga akan dituntut untuk berdiskusi dengan model konvensional dengan menggunakan metode anggota kelas yang termasuk dalam kelompok ahli, ceramah saat menerangkan pelajaran. Kebiasaan ketika materinya sudah dipahami dan dimengerti guru dalam menggunakan metode tanya jawab dan siswa untuk dijelaskan kepada teman-teman anggota kelompok asalnya (Gusmayeni. Fachri mengajar, guru merasa tidak puas jika tidak Adnan, 2. berceramah saat dikelas. Efeknya berdampak Dalam peranannya Kooperatif Tipe Jigsaw ini diharapkan siswa mampu mengembangkan cara berceramah didepan kelas karena keterbiasaan berfikir yang tinggi supaya saat berinteraksi dalam dalam mendengarkan pelajaran saja (Sanjaya timnya timbul rasa kompak dan serius terhadap Wina, 2. Jika Menemukan konsep dan memahami konvensional seperti ceramah dalam pembelajaran, pembelajaran yang guru sajikan dikelas pada maka sebagian siswa pasti tidak akan terlalu serius IPS menerapkan model Kooperatif Tipe Jigsaw. Pembelajaran IPS akan dianggap tidak penting lalu Seorang pendidik perannya tidak lagi narasumber akan dikesampingkan diantara pelajaran lainnya. Siswa juga beranggapan bahwa IPS hanyalah pembelajaran (Rusdinal Marta, 2. persoalan menghapal, karena itu guru harus Informasi yang diperoleh saat observasi dan menerapkan model dalam pelajaran IPS supaya wawancara bersama guru kelas IV SD Negeri 07 pembelajaran lebih menyenangkan dan dapat KTK Kota Solok, hasil yang di dapatkan diterapkannya pada kehidupan masing-masing. diantaranya siswa kelas IV dengan pembelajaran Berdasarkan IPS terlihat sangat menonjol rendahnya diantara belakangi peneliti untuk memberikan sebuah solusi nilai-nilai mata pelajaran lain dan memiliki hasil berupa model pembelajaran Kooperatif Tipe dibawah KKM masih terlihat banyak. Sebagian Jigsaw dianggap cocok digunakan dalam proses Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar Ae Faddylla Intan Maharani. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. KTK Kota Solok dengan melibatkan seluruh siswa pembelajaran IPS, sehingga penggunaan model kelas IV sebanyak 42 orang yang masing-masing berjumlah 21 orang siswa kelas IVA ditetapkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan sebagai kelas eksperimen dan 21 orang siswa IVB suatu masalah dan juga membantu siswa dalam ditetapkan sebagai kelas kontrol akan menjadi menguasai konsep yang dipelajari sehingga terjadi sampel saat penelitian. peningkatan hasil belajarnya. Teknik penelitian dari hasil tes kemampuan awal sebagai acuan untuk mengetahui pemahaman siswa terkait METODE Pendekatan pokok bahasan yang diujikan. Data di analisis dilakukan secara kuantitatif, data berupa angka- menggunakan uji-t, yang sebelumnya melakukan angka kemudian dianalisis menggunakan statistik. pengujian normalitas dan homogenitas. Untuk Penelitian penyajian data yang telah di dapatkan melalui hasil menginginkan data yang pasti dan jika ingin pre-test dan hasil akhir post-test pada semua proses mengetahui pengaruh atau pengolahan kegiatan pembelajaran di kedua kelas sampel. terhadap permasalahan yang diamati (Sugiyono. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan metode yaitu Pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh eksperimen dengan jenis quasy experiment atau peneliti di SD Negeri 07 KTK Kota Solok selama eksperimen semu. Menurut Arikunto . dikatakan seperti itu sebab eksperimen jenis ini pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kedua kelas belum memenuhi syarat seperti eksperimen yang sampel dengan soal berjumlah 24 butir soal masuk pada kriteria terlaksana dengan baik sesuai dengan eksperimen bersifat validation atau menguji, yaitu RPP dan aman meskipun ada beberapa perbedaan menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap respon yang ditunjukkan siswa pada kedua sampel variabel lain yang ada pada penelitian (Nana, selama proses pembelajaran dilakukan. aturan ilmiah. Sementara Respon Penggunaan menunjukkan respon yang baik saat pembelajaran penelitian ini menggunakan model Kooperatif Tipe Namun ada tahap kegiatan di Jigsaw dalam pembelajaran IPS dan hasil belajar pembelajaran memperoleh skor terendah yaitu pada tahap ulangi dipertemuan ketiga dimana Penggunaan teknik purposive sampling dalam setengah dari jumlah seluruh siswa bertanya pada pengambilan sampel dan juga terdapat dua kelas materi yang belum dipahami saat setelah dilakukan sebagai sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas Meski demikian siswa yang bertanya Penelitian ini berlokasi di SD Negeri 07 hanyalah sebagian anggota kelas saja yang Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar Ae Faddylla Intan Maharani. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. emosi positif Secara selama kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir. Emosi positif tersebut ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi, siswa terlihat senang dan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kelas Eksperimen Kontrol Nilai Rata-rata 81, 54 74, 79 Persentase 52, 16% 47, 84% Tabel di atas menunjukkan perbedaan capaian hasil belajar kedua kelas sampel. Nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu 81, 54, dimana Banyak siswa yang aktif saat diskusi kelompok, persentasenya 52, 16% dan kelas kontrol hanya mencapai rata-rata sebesar 74, 79 yang mana lomba dalam menjawab pertanyaan saat diskusi persentasenya 47, 84%. Ini adalah perbedaan yang Sikap tersebut menunjukkan sebagian penerapan pada model Kooperatif Tipe Jigsaw teknologi tetapi dengan model pembelajaran yang Tabel 1. Perbedaan Capaian Hasil Belajar masing-masing berpengaruh juga terhadap otak siswa saat Kooperatif Tipe Jigsaw dikelas jumlah hasil menumbuhkan keberhasilan dalam belajar pada didapat 81, 54 dan ketika tidak menggunakan model hanya 74, 79. Capaian belajar pada Sementara itu langkah pembelajaran pada Dimana pembelajaran IPS kedua kelas sampel sangat kelas kontrol yang dianggap kurang mendapatkan mengungguli 6, 75 angka dari pada kelas kontrol. pembelajaran berlangsung. Hanya beberapa siswa Keunggulan saja yang berani bertanya dan mengeluarkan eksperimen membuktikan bahwa kesesuaian topik materi dengan model pembelajaran Kooperatif pertanyaan meskipunmateri yang diberikan belum Tipe Jigsaw yang digunakan mempengaruhi hasil di kuasai seluruhnya. Hal ini terlihat saat perilaku siswa yang tampak tidak terlalu aktif dan antusias Selanjutnya. IPS selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa merasa tidak percaya diri dan terlihat malu-malu melakukan uji normalitas yang menggunakan uji saat ditanya maupun menjawab pertanyaan. Hal Liliefors yang menunjukkan hasil pada tabel inilah menjadi pemicu menurunnya keaktifan saat Perkembangan Teknologi belajar siswa dikelas yang mempengaruhi hasil Hasil pembelajaran tersebut disajikan dalam tabel berikut: Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar Ae Faddylla Intan Maharani. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tabel 2. Uji Normalitas hasil belajar IPS siswa kelas IV di SD Negeri 07 Tests of Normality KTK Kota Solok dibandingkan dengan kelas yang KolmogorovSmirnova Statistic Post (E) Post (K) Lilliefors Significance Correction tidak menerapkan model Kooperatif Tipe Jigsaw. Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. SIMPULAN Dari hasil penelitian dapat diuraikan dan ditarik kesimpulan bahwa model Kooperatif Tipe Jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar kelas IV pada pembelajaran IPS di kelas eksperimen dan Diperoleh nilai normalitas data yang lebih besar dari 0,05 sehingga disimpulkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Untuk mengetahui homogenitas data, yang prosesnya menggunakan SPSS. Hasil perhitungan uji homogenitas ini dapat dibaca pada tabel berikut: memperlihatkan respon dengan baik saat kegiatan Terbukti saat antusiasnya anggota kelas eksperimen saat bekerjasama dalam tim nya saat mendiskusikan materi yang di dapatkan dari kelompok ahli. Perbedaan juga terlihat pada hasil belajar kedua sampel dimana kelas eksperimen lebih unggul dengan rata-rata 81, 54 dari pada Tabel 3. Uji Homogenitas kelas kontrol yang hanya 74, 79. Terbukti bahwa Test of Homogeneity of Variances dengan menggunakan model belajar ini maka telah Posttest Levene Statistic Sig. Dengan demikian disimpulkanlah bahwa data nilai posttest bersifat homogen. Setelah itu langkah berikutnya pengujian hipotesis, kedua hasil uji diatas selanjutnya dijadikan dasar dalam uji-t untuk mengambil keputusan, berdasarkan hasil hipotesis yang dirumuskan. Hasil pengujian menunjukkan nilai thitung = 2,498 dan nilai ttabel = 2,093, maka 0,015 < 2,093. Nilai signifikasi yang diperoleh = 0,015 dan ternyata < 0,05. Mengacu pada ketentuan pengambilan keputusan uji hipotesis maka Ha diterima. Kesimpulannya pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap berhasilnya siswa dikelas IV SD Negeri 07 KTK Kota Solok. DAFTAR PUSTAKA