Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 STRATEGI GURU BAHASA ARAB DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATERI NAHWU DAN SHOROF PADA SISWA KELAS IX DI MTS AL WASHLIYAH PANCUR BATU NURAINI NINDRA UTAMI TARIGAN1. ZULKARNEIN2 1,2Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara email: nuraininindra@gmail. Abstrak Penelitian ini meneliti tentang bagaimana strategi guru bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan belajar materi nahwu dan shorof pada siswa kelas IX di MTs Al-Washliyah Pancur Batu yang beralamat di jalan letjend. jamin ginting km. 16,5 kecamatan pancur batu kabupaten deli serdang. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan dan mengembangkan strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar materi nahwu dan shorof di MTs AlWashliyah pancur batu. Jenis penelitian yang dilakukan penelitian lapangan . ield reserc. dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yaitu rancangan penelitian, memilih lapangan, mengurus perizinan, melaksanakan tindakan. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur yaitu: menyusun sesuai prosedur dan melakukan pengamatan atau observasi, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Adapun hasil dari data permasalahan yang didapat adalah strategi guru bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan belajar materi nahwu dan shorof pada siswa kelas IX belum berjalan dengan baik, serta media pembelajaran yang digunakan belum optimal. Kata Kunci: Strategi guru, kesulitan belajar. Nahwu dan Shorof This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Bahasa arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan lebih dari 000 umat manusia (Arsyad, 2. Secara istilah bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan oleh sekelompok manusia yang berada di atas negeri gurun sahara jazira arabiyah. Bahasa Arab mempunyai peranan yang sangat penting bagi lembaga pendidikan Islam. Hal ini dikarenakan bahasa arab adalah bahasa Al-Quran dan Hadis yang menjadi dasar kehidupan umat Islam. Ajaran-ajaran Islam terkandung dalam Al-Quran dan Hadis yang keduanya berbahasa arab, untuk dapat mempelajarinya secara utuh maka tuntutan mampu berbahasa Arab jelas ada untuk pembelajarnya (Rosyadi, 2. Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien . Pendidikan lebih dari pada pengajaran, karena pengajaran sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, sementara pendidikan merupakan transformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya (Tafsir, 1. Di dalam dunia pendidikan pasti terdapat proses pembelajaran, yang dimana dalam proses pembelajaran tersebut berpengaruh terhadap peserta didik. Karena peserta didik adalah yang memiliki masalah yang harus diselesaikan sedangkan guru adalah fasilitas bagi peserta didik dalam menyelesaikan masalah tersebut. Urgensi lembaga pendidikan tidak terlepas dari falsafah bangsa indonesia. Lembaga Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 pendidikan Islam yang paling variatif adalah pesantren, mengingat adanya kebebasan dari kiai pendirinya untuk mewarnai pesantren tersebut dengan penekanan pada kajian tertentu. Lembaga Pendidikan Islam selanjutnya yaitu Madrasah. Madrasah merupakan terjemahan dari istilah sekolah dalam bahasa Arab. Dalam segi manajemennya madrasah lebih teratur dari pada pesantren tradisional, tetapi dari segi penguasaan pengetahuan agama santri lebih mumpuni. Keadaan ini wajar karena santri hanya mempelajari pengetahuan Agama, sementara beban siswa madrasah berganda. Sikap dan pandangan Muslimin di Indonesia yang menganggap bahasa Arab semata-mata bahasa Agama, maka perkembanagan hanya terbatas dalam lingkungan muslimin yang ingin mendalami pengetahuan agama saja. Seperti yang dikemukakan oleh Syamsyuddin Asrofi dalam bukunya, bahwa pada awalnya kegiatan pengajaran bahasa arab masih sebatas untuk kepentingan bisa baca Al-QurAoan. Hadis dan buku-buku Islam yang masih ditulis dengan bahasa Arab (Syamsuddin Asyrofi, 2. Faktor yang kurang menggairahkan minat orang untuk mempelajari bahasa Arab antara lain terletak pada kurang berkembangnya metode dan sistem pengajaran bahasa arab itu Mempelajari bahasa asing seperti bahasa Arab di sekolah atau madrasah, pesantren, akademi dan perguruan tinggi merupakan kepandaian khusus. Bahasa arab memiliki berbagai cabang ilmu, seperti nahwu, shorof, balaghah dan lain sebagainya yang satu sama lain saling Ilmu nahwu merupakan ilmu dasar yang bersifat strategis, oleh karena itu dengan menguasai ilmu nahwu, maka siapapun dapat membaca dan memahami kitab-kitab ataupun buku-buku yang berbahasa arab, terutama Al-QurAoan dan Hadist dengan baik dan tepat (Fahmi, 2. Pembelajaran Bahasa Arab adalah suatu proses untuk mencapai suatu tujuan yang mana tidak terlepas dari interaksi antara pendidik dan peserta didik. Dalam proses pembelajaran terdiri dari beberapa unsur di dalamnya yang harus ada dalam suatu proses pembelajaran yaitu kurikulum, materi, metode, evaluasi, dan tujuan dari pembelajaran tersebut. Strategi belajar bahasa Arab pada hakikatnya merupakan karakteristik, sifat, perilaku, aksi, langkah, dan teknik tertentu yang ditempuh pembelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa atau untuk memfasilitasi diri dalam mempelajari dan memperdayakan aspek linguistik maupun isi informasi. Dalam bidang pendidikan, kata strategi dapat diterapkan pada kegiatan mengajar guru dengan istilah strategi mengajar. Strategi mengajar dapat dimaknai sebagai seni dan pengetahuan untuk memberdayakan berbagai komponen di dalam kegiatan mengajar. Dalam proses belajar mengajar dikenal adanya istilah AupengajaranAy dan AupembelajaranAy. Dua istilah tersebut sering diidentikkan atau dianggap sama, meskipun secara filosofis memiliki perbedaan. Pengajaran lebih menekankan pada terjadinya proses mengajar, atau dengan kata lain,dalam pengajaran yang lebih aktif melakukan kegiatan adalah pengajarnya. Dengan demikian, apabila seorang pengajar sudah menyampaikan materi kepada siswa sesuai dengan kurikulumyang ada, maka proses belajar mengajar sudah dianggap selesai. Hal ini berbeda dengan pembelajaran yang lebih menekankan pada upaya untuk mewujudkan terjadinya proses belajar dari siswa. Dalam hal ini yang lebih banyak melakukan aktivitas di kelas adalah para siswa. Dengan kata lain, pembelajaran lebih menunjukkan pada terjadinya belajar secara aktif. Seorang guru bahasa Arab setidaknya dapat menguasai tiga hal yaitu pengetahuan tentang bahasa Arab, kemahiran berbahasa Arab, dan keterampilan mengajar bahasa Arab (Fuadi, hal. Apabila guru sudah menguasai tiga hal tersebut, maka pengajaan bahasa arab akan mudah diterima oleh peserta didik dan akan akan mencapai tujuan yang diinginkan. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 Strategi dan Metode Pembelajaran yang dipergunakan tergantung dari pendekatan yang Strategi menunjukkan pada suatu perencanaan untuk dicapai sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian. Strategi pembelajaran dapat diterapkan oleh guru tergantung pada pendekatan yang digunakan. Sedangkan bagaimana menjalankan strategi dapat diterapkan diberbagai metode Untuk menerapkan metode pembelajaran pengajar akan menentukan cara dianggap relevan dengan metode. Penggunaan metode, setiap guru mempunyai cara yang kemungkinan besar berbeda antara guru yang satu dengan guru yang lain (Muna, 2. Nahwu merupakan ilmu yang wajib dipelajari terlebih dulu jika seseorang ingin mempelajari bahasa arab karena jika berbahasa arab tanpa ilmu nahwu maka tidak dapat Keberhasilan dalam mempelajari bahasa arab terlihat dari berbagai faktor, seperti faktor pendidik, peserta didik, metode mengajar, bahan ajar, sarana dan prasarana. Nahwu adalah ilmu tentang pokok-pokok ihwal kata-kata bahasa arab dari segi iAorab dan binaAonya, yaitu dari sisi apa yang dihadapi dalam keadaan kata-kata itu di susun. Didalamnya kita mengetahui apa yang wajib terjadi dari harakat akhir dari suatu kata, dari rafaAo, nashab, jarr atau jazm, atau tetap saja pada suatu keadaan setelah kata tersebut tersusun dalam satu kalimat (Gholyaini, 2. Dapat kita ketahui bahwa, tujuan dari pembelajaran bahasa Arab adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan peserta didik berbahasa baik secara aktif maupun pasif. Kemampuan berbahasa arab atau dapat disebut juga dengan Aukemahiran berbahasaAy. aharah al-lugha. Seluruh pakar pembelajaran bahasa setuju dengan terbaginya keterampilan dan kemampuan berbahasa terbagi menjadi empat yaitu keterampilan menyimak . aharah al-istimaA. , keterampilan membaca . aharah al-qiraAoa. , keterampilan menulis . aharah al-kitaba. dan keterampilan berbicara . aharah al-kala. Adapun keterampilan menyimak dan membaca termasuk dalam keterampilan bahasa reseptif, sedangkan keterampilan menulis dan berbicara termasuk dalam bahasa produktif (Nuha, 2. Pembelajaran pendidikan formal seperti sekolah tidak dapat memberikan pemahaman secara maksimal seperti adanya keterbatasan waktu serta adanya berbagai problem yang dialami oleh pelajar dalam mempelajari bahasa arab terutama dalam permasalahan tata bahasa, kosa kata, dan menuliskannya sehingga membuat peserta didik merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Salah satunya di MTs Al Washliyah Pancur Batu proses kegiatan pembelajaran bahasa arab memiliki waktu 4 jam dalam seminggu dan guru bahasa Arab di kelas IX tersebut adalah kepala sekolah dan sering digantikan oleh guru bahasa Arab yang Agar dapat mengusai ilmu nahwu dan shorof diperlukan pemahaman materi dan Sedangkan dipendidikan formal seperti madrasah hanya menerapkan teori saja dan waktu yang terbatas, sehingga jika mempraktekkan untuk berbahasa arab banyak yang merasa kesulitan. Di MTs Al Washliyah Pancur Batu sebagian besar peserta didiknya mengalami kesulitan dalam mempelajari serta memahami pelajaran bahasa Arab salah satunya pada siswa kelas IX. Pelajaran bahasa Arab yang diajarkan oleh guru kepada seluruh peserta didiknya sesuai dengan kurikulum yang berlaku, mengingat madrasah adalah lembaga pendidikan formal setara dengan sekolah menengah pertama (SMP) maka alokasi pembelajaran di MTs Al Washliyah Pancur Batu hanya menggunakan teks atau tulisan pada pelajaran bahasa arab Siswa kelas IX di MTs Al Washliyah Pancur Batu memiliki latar belakang yang berbedabeda ketika mempelajari bahasa arab. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelasIX dapat dilihat dari kesulitan mereka dalam mempelajari bahasa Arab dari sisi keterampilan bahasa Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 itu sendiri seperti dalam membaca, menulis, menterjemahkan, sampai pada keterampilan dalam berbicara. Kesulitan inilah yang sering ditemukan pada siswa kelas IX dan membuat mereka jenuh dalam mempelajari bahasa Arab dikarenakan juga siswa di MTs Al-Washliyah tersebut tidak semua tamatan dari madrasah ibtidaiyah (Mi. melainkan juga banyak terdapat dari lulusan sekolah dasar (SD). Hal ini sangat mempengaruhi proses kegiatan pembelajaran apalagi pada siswa yang masih sulit memahami atau mengenal bahas Arab. Selain itu media pembelajaran atau bahan ajar serta metode yang digunakan oleh guru bahasa Arab di MTs Al Washliyah Pancur Batu belum optimal. Maka dari itu guru berperan sangat penting mengetahui strategi dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas IX pada pelajaran bahasa arab materi nahwu dan shorof. Pada pembelajaran tersebut hendaklah seorang pendidik bahasa Arab mampu mengolah pembelajaran bahasa Arab itu sendiri dengan menggunakan metode yang sesuai, agar setidaknya kesulitan peserta didik dalam belajar bahasa arab dapat diminimlisir. Metode pembelajaran merupakan cara untuk menyampaikan, menyajikan, memberi latihan, dan memberi contoh pelajaran kepada siswa, dengan demikian metode dapat dikembngkan dari Seorang guru bahasa Arab yang berpengalaman dapat menyuguhkan materi kepada siswa, dan siswa mudah menyerapkan materi yang disampaikan secara sempurna dengan mempergunakan metode yang dikembangkan dengan dasar pengalamannya. Metode-metode dapat dipergunakan secara variatif, dalam arti kata tidak boleh monoton dalam suatu metode. Dari sekian banyak metode yang telah ditemui oleh para ahli, dalam proses belajar mengajar guru bahasa Arab harus memilih metode apa yang harus digunakannya sebelum menyampaikan materi pelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif sebagai pendekatan. Metode ini adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Metode kualitatif memiliki karakteristik alami (Natural serfin. sebagai sumber data langsung , deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil. Analisis dalam penelitian kualitatif cendrung dilakukan secara analisis induktif dan makna makna merupakan hal yang esensial (Moleong, 2. Objek dalam penelitian kualitatif adalah objek yang alamiah, atau natural setting, sehingga penelitian ini sering disebut penelitian naturalistic. Obyek yang alami adalah objek yang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti sehingga kondisi pada saat peneliti memasuki objek, setelah berada di objek dan keluar dari objek relatif tidak berubah. Dalam penelitian kualitatif peneliti menjadi instrumen. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau Human instrument. Untuk menjadi instrumen peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret dan mengkontruksi objek yang diteliti menjadi jelas dan bermakana. Kriteria data dalam penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar terlihat, terucap, tetapi data yang mengandung makna dibalik yang terlihat dan terucap tersebut (Sugiyono, 2. HASIL Dari hasil penelitian data yang terkumpul dan diperoleh yang telah dilakukan oleh peneliti di MTs Al-Washliyah Pancur Batu dapat digunakan untuk menganalisis judul AuStrategi Guru Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 Bahasa Arab Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Materi Nahwu Dan Shorof Pada Siswa Kelas IX di MTs Al-Washliyah Pancur BatuAy. Hasil yang sudah terkumpul dari observasi, wawancara, dan dokumentasi selanjutnya menggunakan analisis data yang melalui tiga tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan kemudian dideskripsikan dalam bentuk kesimpulan sehingga dapat memberikan data yang realitas. Strategi guru bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan belajar materi nahwu dan shorof pada kelas IX di MTs Al-Washliyah Pancur Batu, guru bahasa Arab menerapkan pembelajaran PAIKEM yaitu pembelajaran aktif, inovatif, komunikatif, efektif, dan Terdapat tiga strategi yang diterapkan guru bahasa Arab yang Pertama, dengan menggunakan strategi qiraAoah . Tetapi dalam penerapan strategi qiraAoah disini tidak dimasukkan atau diterapkan didalam proses pembelajaran bahasa Arab dikelas, namun digolongkan kedalam ekstrakurikuler. Apabila metode ini diterapkan di pembelajaran bahasa Arab maka tidak tercapai tujuan pembelajaran, karena syarat diterimanya siswa baru di madrasah tersebut tidak diwajibkan bisa dalam membaca Al-QurAoan tetapi diharuskan bagi tamatan MTs tersebut dapat membaca Al-QurAoan. Strategi kedua, membuat grup kecil atau kelompok dalam proses pembelajaran. Strategi ketiga, strategi bernyanyi menggunakan syair-syair yang dilagukan dan disesuaikan dengan materi-materi yang diajarkan. Adapun media pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar dikelas IX yang Pertama, menggunakan alat bantu yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas untuk menjelaskan kalimat bahasa Arab agar siswa mudah memahami maksud dari Kedua, dengan menempelkan kosa kata di mading dalam kelas dan setiap siswa diwajibkan mengganti kosa setiap pelajaran bahasa Arab. Strategi pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan oleh guru untuk memfasilitasi peserta didik agar mencapai tujuan pembelajaran (Wina Sanjaya,Strategi pembelajaran berorientasi . Strategi pembelajaran adalah rencana, cara-cara, serta sarana dan akan digunakan dalam sebuah kegiatan belajar mengajar mulai pembukaan hingga penutup dengan memperhatikan situasi dan kondisi, sumber belajar kebutuan peserta didik dalam karakteristik peserta didik yang di hadapi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang dilandasi hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, problema atau hambatan siswa dalam memahami, menghayati dan mengaplikasikan apa yang diajarkan oleh guru, yang tergambar pada perilaku kurang bisa membaca Al-QurAan sehingga sulit untuk belajar Nahwu Shorof. Nahwu Shorof yaitu kaidah-kaidah bahasa arab untuk mengetahui bentuk kata dan keadaan-keadaannya. Menurut Syaiful Bahri AuGuru bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan anak didiknyaAy. Peranan guru sangat berpengaruh bagi perkembangan siswa dalam belajar karena guru adalah orang yang bertanggung jawab serta menjadi motivator dan fasilitas bagi siswa, baik dalam hal menyelesaikan membimbing, mendidik, menyemangati ataupun yang lainnya. Intinya guru harus rela dan ikhlas akan profesinya dalam mendidik siswa-siswanya. Karena itu seorang guru harus berjiwa besar dan lapang dada dalam memberikan ilmunya kepada siswa (Djaramah, 2. Nahwu merupakan ilmu yang wajib dipelajari terlebih dulu jika seseorang ingin mempelajari bahasa Arab karena jika berbahasa Arab tanpa ilmu nahwu maka tidak dapat Keberhasilan dalam mempelajari bahasa arab terlihat dari berbagai faktor, seperti Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 faktor pendidik, peserta didik, metode mengajar, bahan ajar, sarana dan prasarana. Nahwu adalah ilmu tentang pokok-pokok ihwal kata-kata bahasa Arab dari segi iAorab dan binaAonya, yaitu dari sisi apa yang dihadapi dalam keadaan kata-kata itu di susun. Ilmu Nahwu sebagai dasar untuk memahami struktur kata maupun kalimat dalam bahasa Arab sehingga sangatlah penting untuk dipelajari karena tidak hanya pada aspek kemahiran berbahasa saja tetapi lebih kepada bagaimana seorang muslim memahami Al-QurAoan dan Sunnah Nabi (Hadit. , yang keduanya adalah sumber hukum islam yang ditulis dalam bahasaarab. Sebagaimana yang telah kita ketahui, tujuan dari pembelajaran bahasa Arab adalah menggali dan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahasa, baik secara aktif ataupun pasif. Metode pembelajaran (Thariq Tadri. adalah cara yang dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk dapat memahamkan atau mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Nahwu sebagai salah satu komponen dalam bahasa Arab, sangat penting untuk diketahui dan dipahami sebagai syarat mutlak pada setiap aktifitas pembelajaran bahasa Arab karena mengacu pada salah atau benar dalam pengucapan dan penulisan teks bahasa Arab. Dalam pembelajaran nahwu peserta didik tidak hanya terpaku pada penghafalan kaidah-kaidah nahwu, namun peserta didik diarahkan untuk mempraktekkannya dalam tulisan berupa InsyaAserta mempraktekkannya dalam pembacaan kitab-kitab klasik . itab kunin. yang pada intinya adalah sarana berbahasa bukan tujuan akhir dari pembelajaran bahasa Arab. PEMBAHASAN Secara umum dapat dijelaskan bahwa belajar yang baik akan menghasilkan manusia yang cakap, cerdas dan manusia yang berkepribadian yang tidak terlepas adanya faktor belajar yang dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara yang tidak ada yang sempurna, karena sebenarnya faktor-faktor itu tidakterpisah secara mutlak satu dengan yang lainnya. Perubahan tingkah laku merupakan salah satu tujuan belajar, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam belajar. Faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam belajar ada 2 macam. Yaitu faktorintern dan faktor ekstren: Faktor Intern Faktor Intern merupakan faktor yang berasal dari dalam individu sendiri, misalnya kematangan, kecerdasan, motivasi dan minat. Faktor internal merupakan motivasi idealis yang membantu seseoarang dalam belajar. Seseorang yang memiliki motif internal akan lebih kuat dalam proses belajarnya dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya. Motif internal lahir dari perenungan tentang konsep diri . yang mempertanyakan manfaat belajar itu sendiri. Jadi, yang dimaksud faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa itu sendiri. Setiap siswa mempunyai keragaman dalam hal kecakapan maupun Faktor Internal yang terdapat pada siswa meliputi: Bakat. Setiap Individu atau setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Bakat biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi . otential abilit. yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud. Bakat merupakan kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bisa bersifat umum . isalnya, bakat intelektual umu. atau khusus . akat akademis khusu. Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik. Untuk mendidik Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 anak supaya tidak membebani anak tersebut, bakat sangat penting bahkan untuk menentukan dimana dia cocok untuk disekolahkan. Minat. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus yang disertai rasa senang tanpa adanya batasan waktu. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya. Dalam hal ini siswa harus memiliki minat dalam belajar, sedangkan guru berperan untuk mengarahkan minat anak didiknya melalui metode yang dianggap cocok untuk siswa maupun metode yang sedang digemari siswanya sehingga tidak mudah menemui kejenuhan dalam belajar. Minat yang tinggi untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadab bahasa Arab harus bisa diterapkan oleh anak didik itu sendiri supaya pemahaman terhadap materi yang akan atau sedang disampaikan mudah diterima. Kemauan. Faktor paling dasar untuk memperoleh dan berhasil terhadap segala sesuatu yang diinginkan oleh seseorang adalah kemauan. Keamauan ini muncul pada diri seseorang tanpa adanya paksaan dari luar diri seseorang. Kemauan seorang anak didik dalam mempelajari bahasa Arab dapat merubah atau menentukan prestasinya. Intelektualitas tinggi tanpa didukung adanya kemauan tidak bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, akan tetapi intelektualitas yang pas-pasan jika memiliki rasa kemauan cukup tinggi dapat menentukan hasil yang lebih. Pengalaman terdahulu terhadap pembelajar. Mengenai permasalahan pengalaman terdahulu seorang anak didik terhadap pembelajaran hanya pada lembaga formal saja akan tetapi pendidikan non-formal juga berpengaruh dalam membangun pengalaman anak didik. Pada sekolah atau lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa Arab, pendidikan formal dalam hal ini Madrasah sebelum anak didik mempelajari bahasa Arab pada sekolah/ lembaga pendidikan yang sedang ia jalani, sudah pasti ada pengenalan terhadap bahasa Arab. Sama halnya pada pendidikan non-formal seperti pesantren maupun tempat pendidikan lingkungan masyarakat seperti dalam pengajian . pada masjid maupun mushola pastinya sudah dikenalkan walaupun sekedar pada tingkatan membaca, akan tetapi pengenalan semacam ini bisa menjadikan modal bagi anak didik dalam menempuh pendidikan yang sedang dialami. Faktor internal dalam diri anak didik jika cocok dengan pendidikan yang sedang ia alami pada saat ini sangat perpengaruh positif dalam meraih prestasi belajar, sebab anak didik bisa dengan mudah beradaptasi melalui kepribadian yang ada dalam dirinya. Faktor Ekstern Faktor ekstern erat kaitannya dengan faktor sosial atau lingkungan individu yang Misalnya keadaan lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, guru dan alat peraga yang dipergunakan di sekolah. Faktor pendukung dan penghambat disini terdapat emapat kategori. Yang pertama, dari sekolah yang selalu mendukung proses pembelajaran seperti pemberian sarana dan prasarana, melatih dan membimbing siswa. Kedua, diri sendiri berpengaruh karena dari wawancara dengan guru bahasa arab kelas IX beliau mengatakan bahwasannya dalam proses pembelajaran siswa ingin belajar tergantung dari mood mereka. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 3 Nomor 2 Desember 2023, hal: 105-112 ISSN: 2807-6273 Jika mood mereka baik maka pembelajaran bisa terjadi dengan nyaman, jika tidak maka Ketiga, keluarga berperan karena keluarga adalah tempat yang sering terjadinya interaksi dengan siswa. Keempat, lingkungan masyarakat berperan penting karena lingkungan masyarakat adalah tempat siswa bermain setelah pulang sekolah serta tempat peergaulan siswa selain disekolah dan keluarga. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan hasil penelitian yang telah penulis lakukan mengenai strategi guru bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan belajar materi nahwu dan shorof pada siswa kelas IX di MTs al-washliyah pancur batu disimpulkan bahwa yang pertama yaitu sulitnya siswa membaca dan memahami arti dari setiap kosa kata bahasa Arab kedua, strategi guru bahasa Arab yang monoton dan penggunaan media belajarnya hanya menggunakan buku saja sehingga siswa merasa tidak tertarik untuk belajar Bahasa Arab materi nahwu dan shorof lebih dalam, ketiga adalah perhatian orang tua terhadap siswa tentang kesadaran dan dorongan kurangnya minat dan motivasi dari dalam diri siswa untuk mempelajari bahasa Arab. Guru memberikan motivasi terhadap siswa dan orang tua siswa tentang kesadaran pentingnya mempelajari dan memahami bahasa Arab sebagai muslim. Guru harus lebih aktif dan inovatif dalam menggunakan strategi dan media pembelajaran agar siswa tertarik untuk mempelajarinya disekolah maupun diluar sekolah. Madrasah perlu menyediakan lab bahasa untuk menunjang praktik mendengarkan atau pengucapan bahasa Arab dan pembiasaan pengulangan kosa kata seperti diadakannya hari bahasa contohnya jadwal bahasa Arab senin sampai rabu dan bahasa Inggris kamis sampai sabtu dan seterusnya REFERENSI