E-ISSN 2798-3846 Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 EDUKASI PROBLEM DALAM PROBLEM BASED LEARNING UNTUK GURU SMK AKUNTANSI Sulastri1*. Diana Tien Irafahmi1. Bambang Sugeng1 Universitas Negeri Malang *sulastri. fe@um. id, diana. fe@um. id, bambang. fe@um. ABSTRAK Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk diterapkan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta Namun, hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagian besar guru akuntansi SMK masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, serta terdapat kesalahan konseptual dalam penerapan PBL, khususnya pada tahap perumusan problem. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada guru SMK Akuntansi mengenai konsep dan teknik penyusunan problem yang tepat dalam PBL. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis situasi, pelaksanaan edukasi melalui pemaparan materi dan diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun problem yang kontekstual, menantang, dan sesuai dengan sintaks PBL. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru akuntansi SMK serta mendukung penerapan pembelajaran abad 21 yang berpusat pada peserta didik. Kata Kunci: Problem. Problem Based Learning. Guru SMK. Pembelajaran Akuntansi ABSTRACT Problem-Based Learning (PBL) is one of the recommended instructional models to be implemented at the vocational high school level, as it emphasizes the development of studentsAo critical thinking and problem-solving skills. However, the results of an initial survey indicate that most accounting teachers at vocational high schools still rely on conventional teaching methods and demonstrate conceptual errors in implementing PBL, particularly in formulating learning This Community Service Program aimed to provide education for vocational high school accounting teachers regarding the proper concepts and techniques for designing problems in PBL. The methods employed included situation analysis, implementation of educational activities through material presentations and discussions, and evaluation using pre-tests and post-tests. The results show an improvement in teachersAo understanding and ability to design contextual, challenging problems that align with the PBL syntax. Therefore, this community service program activity contributes to enhancing the pedagogical competence of vocational high school accounting teachers and supports the implementation of 21st-century, studentcentered Keywords: Problem. Problem Based Learning. Vocational High School Teachers. Accounting Learning Tanggal Masuk: 11 Desember 2024 Tanggal Diterima: 12 November 2025 Halaman: 62-69 Sulastri. Irafahmi, dan Sugeng Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 PENDAHULUAN Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran inovatif. PBL adalah pedagogi yang berdasarkan teori pembelajaran konstruktivisme. Konstruktivisme memandang peserta didik sebagai pusat dalam penciptaan makna di mana peserta didik membangun pengetahuan mereka sendiri daripada pengetahuan yang disampaikan oleh guru (Stanley & Marsden, 2. PBL merupakan metode pembelajaran yang sesuai digunakan dalam meningkatkan keterampilan pengaturan diri peserta didik (Hidajat, 2. PBL merupakan metode pengajaran yang berpusat pada peserta didik, dimana peserta didik diberikan tanggung jawab untuk pembelajaran peserta didik sendiri, sedangkan pengajar menyediakan materi dan bimbingan dalam memfasilitasi pembelajaran (Gaber & El-shaer, 2. PBL mengacu pada pembelajaran mandiri dalam menyelesaikan masalah atau pertanyaan yang bersifat tidak terstruktur (Sungur & Tekkaya, 2. Metode PBL menjadikan masalah sebagai kunci utama dalam meningkatkan efektivitas keterampilan pengaturan diri peserta didik dalam proses pembelajaran (Raaijmakers et al. , 2. Pada jenjang SMK. PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang disarankan untuk digunakan oleh para guru. Permendikbud . menjelaskan bahwa untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan menggunakan PBL. Barrows . menjelaskan sintaks PBL terdiri dari lima langkah yaitu . proses orientasi peserta didik pada masalah, . mengorganisasi peserta didik, . membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, . mengembangkan dan menyajikan hasil, . menganalisis dan mengevaluasi proses hasil pemecahan masalah. Mitra kegiatan PkM ini adalah MGMP Kota Malang. Berdasarkan survei awal yang dilakukan menunjukan bahwa sebagian besar guru masih menggunakan model pembelajaran tradisional . serta beberapa guru sudah ada yang mencoba menerapkan model PBL, tetapi dari hasil survei awal menunjukan bahwa masih terdapat kesalahan dalam menerapkan model PBL. Sintak PBL belum diterapkan dengan sebenarnya oleh guru akuntansi. Pada sintaks orientasi peserta didik pada masalah, problem yang diberikan guru berupa ringkasan materi. Berikut ini beberapa contoh problem yang diberikan oleh guru kepada peserta didik. Sulastri. Irafahmi, dan Sugeng Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Gambar 1. Contoh Problem yang Diberikan Guru Gambar 1. diatas menjelaskan bahwa pengetahuan guru dalam menerapkan PBL masih kurang. Permasalahan tersebut disebabkan karena kurangnya edukasi terhadap guru tentang bagaimana yang seharusnya menurut konsep dan pedagogy dalam menerapkan model PBL, terutama pada sintaks orientasi peserta didik pada masalah . Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun problem yang digunakan pada pembelajaran. Manfaat kegiatan adalah peningkatan kemampuan guru tentang model-model pembelajaran inovatif khususnya model PBL. METODE Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini sebagai berikut: Analisis Situasi Tahap pertama yang dilakukan dalam kegiatan PkM adalah analisis situasi. Analisis situasi dilakukan dengan melakukan observasi terhadap pihak mitra, yaitu MGMP Akuntansi Kota Malang. Analisis situasi ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait permasalahan yang dihadapi pihak mitra. Dari hasil analisis situasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh tim pelaksana PkM dengan melakukan penyusunan strategi termasuk menyusun anggaran biaya yang diperlukan untuk keterlaksanaan kegiatan PkM. Pelaksanaan Kegiatan Sulastri. Irafahmi, dan Sugeng Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pelaksanaan kegiatan PkM adalah dalam bentuk edukasi kepada guru akuntansi tentang model PBL terutama sintaks orientasi peserta didik pada masalah . Tim pelaksana PkM akan menghadirkan pemateri yang kompeten. Guru akuntansi akan belajar tentang konsep PBL, konsep problem dalam pembelajaran akuntansi, bagaimana merancang problem yang benar, bagaimana melaksanakan model PBL, dan bagaimana mengevaluasi pembelajaran dengan model PBL. Evaluasi Untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pre-test sebelum kegiatan edukasi, dan setelah edukasi dilaksanakan post-test. Pada kegiatan PkM ini kontribusi mitra adalah sebagai narahubung tim pelaksana PkM dengan peserta kegiatan PkM. Mitra yang mengkoordinasikan peserta serta mengkomunikasikan kepada peserta terkait teknis pelaksanaan PKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PkM diikuti oleh guru MGMP Akuntansi Kota Malang. Tabel 1 menunjukan sekolah yang dinaungi MGMP Akuntansi Kota Malang. Tabel 1. Daftar Sekolah Anggota MGMP Akuntansi Kota Malang Nama Sekolah SMK ISLAM MAARIF SMK NATIONAL MEDIA CENTER SMK SHALAHUDIN MALANG SMKN 1 MALANG SMKN 12 MALANG SMKS ARDJUNA 2 SMKS MUHAMMADIYAH 2 MALANG SMKS PGRI 2 MALANG Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan PkM adalah dua belas peserta. Kegiatan PkM memberikan edukasi tentang bagaimana menyusun problem pada pembelajaran akuntansi. Kegiatan PkM diawali dengan memberikan pretest kepada peserta kegiatan. Salah satu item pertanyaan pretest adalah bagaimana selama ini pemahaman peserta tentang problem Sulastri. Irafahmi, dan Sugeng Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 pada pembelajaran akuntansi. Hasil pretest menunjukan bahwa pemahaman awal peserta kegiatan tentang problems masih banyak yang salah. Berikut ini adalah beberapa contoh hasil wawancara dengan peserta tentang konsep problem. Problem adalah inti dari pengalaman belajar yang mendalam, menyediakan konteks nyata dan menantang yang memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan Problem adalah kemampuan peserta didik untuk menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Problem adalah kasus yang berhubungan dengan materi yang bertujuan untuk memberikan stimulus pada peserta didik untuk memecahkannya. Hasil pretest membuktikan bahwa konsep problem belum dipahami dengan baik oleh peserta PkM. Pemahaman yang masih salah tentang konsep problem akan berdampak pada keberhasilan penerapan model PBL. Model PBL merupakan model pembelajaran yang disarankan digunakan pada pembelajaran diera digital. PBL dapat memotivasi peserta didik untuk mempelajari pengetahuan karena sifat manusia yang ingin tahu dan menerima tantangan (Kolodner et al. , 2. Pemberian problem merupakan tahapan awal yang harus dilakukan guru ketika menerapkan PBL. Problem dalam PBL berfungsi sebagai titik fokus untuk akuisisi dan penerapan pengetahuan serta mendorong instruksi (Butler, 1. Pada PBL merumuskan problem menjadi tantangan besar bagi guru (Hansen, 2. Perumusan problem yang tidak efektif dapat melemahkan efektifitas PBL (Hung, 2. Tidak efektifnya proses pembelajaran dengan PBL akan mengakibatkan ketidakberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Gambar 2. Kegiatan PkM Sulastri. Irafahmi, dan Sugeng Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Gambar 3. Sesi Tanya Jawab Kegiatan PkM tentang edukasi problem penting untuk dilakukan dipembelajaran Guru memiliki tuntutan untuk melakukan pembelajaran dengan student center. Pembelajaran abad 21 menekankan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik serta secara signifikan berorientasi pada pembentukan keterampilan abad 21 (Hillman. Landon, 2. Pembelajaran abad 21 dirancang secara pedagogik untuk memberdayakan peserta didik hari ini dalam menghadapi tantangan masa depan, berhasil dalam karier peserta didik di masyarakat yang berubah dengan cepat, dan bahkan mempersiapkan untuk bidang pekerjaan yang belum ada (Hoejholt, 2. Kegiatan edukasi problem memberikan dampak baik pada guru, khususnya guru akuntansi SMK. Kemampuan guru dalam menyusun problem yang benar menjadi Problem dalam pembelajaran sangat penting karena memberikan tantangan yang merangsang proses berpikir kritis, analisis, dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah. Problem membantu peserta didik untuk mengasah kemampuan memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi, menganalisis, dan mencari solusi yang sesuai. Problem mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, mengevaluasi berbagai alternatif solusi, dan berpikir secara kreatif dalam mencari pendekatan yang paling efektif. Hal ini melatih peserta didik untuk tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga memahami dan mengaplikasikannya. Problem membuat pembelajaran lebih bermakna, karena peserta didik harus memahami konsep dan bukan sekadar menghafal Problem meningkatkan motivasi peserta didik menemukan solusi, yang membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Sulastri. Irafahmi, dan Sugeng Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan edukasi problem pada guru akuntansi SMK diharapkan mampu memberikan pengetahuan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran inovatif. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat memperluas wawasan para guru SMK dalam menerapkan model pembelajaran inovatif, sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan berkualitas, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah peserta didik, baik dalam proses pembelajaran maupun di luar Pembelajaran abad 21 menuntut guru untuk mampu menciptakan proses pembelajaran yang meningkatkan keterampilan abad 21 pada peserta didik. Kegiatan PKM berjalan dengan lancar dan efektif membantu para guru SMK mengupdate pemahaman dan wawasan mereka tentang bagaimana menyusun problem pada pembelajaran akuntansi di SMK. DAFTAR PUSTAKA