ANALISIS STRESS DAN KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT (STUDI KASUS PADA KARYAWAN ALFAMART TANGSI) ANALISIS PERBEDAAN STRESS DAN KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT (STUDI KASUS PADA KARYAWAN ALFAMART TANGSI) ANALYSIS OF THE DIFFERENCES OF WORK STRESS AND FATIGUE BASED ON SHIFT (CASE STUDY ON ALFAMART TANGSI EMPLOYEES) Mochamad Ilham Aziz*, 2Ade Momon, 3Risma Fitriani 1, 2, 3 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Singaperbangsa Karawang 1710631140106@student. id, 2ade. momon@unsika. id, 3risma. fitriani@ft. INFO ARTIKEL Diterima: 18 Maret 2022 Direvisi: 12 Mei 2022 Disetujui: 17 Mei 2022 Kata Kunci: 30 Item of Rating Scale. Kelelahan Kerja. One Way ANOVA. OSI-RTM. Stress Kerja. ABSTRAK Aktivitas dan paparan yang berhubungan dengan pekerjaan membuat tubuh rentan terhadap Kelelahan adalah respons tubuh terhadap aktivitas dan paparan yang berhubungan dengan pekerjaan. Bahaya psikososial, pada dasarnya stress kerja dengan gejala seperti sering menguap, lelah, haus, dan sulit berkonsentrasi, merupakan respons umum terhadap intensitas pekerjaan yang tinggi. Biasanya, pekerjaan dijadwalkan dalam shift, pekerjaan musiman, pekerjaan akhir pekan, dan lembur, yang menyebabkan pekerja mengalami kelelahan dan kualitas hidup yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan stress dan kelelahan kerja menggunakan pembagian shift kerja di Alfamart Tangsi Cikarang. Alfamart ini menerapkan 2 shift kerja yaitu pagi dan siang. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara dan kuesioner kepada karyawan yang berjumlah 4 Kuesioner tekanan kerja menggunakan metode OSI-RTM sedangkan kelelahan kerja menggunakan 30 Items of Rating Scale. One Way ANOVA digunakan untuk menguji data Hasil uji stress kerja menunjukkan tingkat signifikansi 0,375 . >0,. yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik rata-rata stress kerja antara shift pagi dan siang. Kriteria signifikansi kelelahan kerja sebesar 0,295 . >0,. , menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik rata-rata tingkat kelelahan kerja antara shift pagi dan siang. Tidak terlihatnya perbedaan pembagian shift di lokasi Alfamart Tangsi, menunjukkan bahwa staf tidak mengalami kesulitan dalam pembagian shift pagi dan siang. ABSTRACT Keywords: 30 Item of Rating Scale. One Way ANOVA. OSI-RTM. Work Fatigue. Work Stress. Work-related activities and exposures make the body susceptible to exhaustion. Fatigue is the body's response to work-related activities and exposures. Psychosocial dangers, essentially job stress with symptoms such as frequent yawning, tiredness, thirst, and difficulties concentrating, are the general response to the high intensity of work. Typically, a job is scheduled in shifts, seasonal employment, weekend work, and overtime, which causes workers to experience exhaustion and a poor quality of life. The purpose of this study was to determine the ratio of work stress and work fatigue using the division of work shifts at Alfamart Tangsi Cikarang. This Alfamart applies 2 work shifts, namely morning and This research was conducted by conducting interviews and questionnaires to 4 The work pressure questionnaire uses the OSI-RTM method while the work fatigue uses the 30 Items of Rating Scale. One Way ANOVA was used to test the questionnaire data. The results of the work stress test show a significance level of 0. >0. , which means that there is no statistically significant difference in the average work stress between the morning and afternoon shifts. The criterion for the significance of work fatigue is 0. >0. , indicating that there is no statistically significant difference in the average level of work fatigue between the morning and afternoon shifts. There is no visible difference in the distribution of shifts at the Tangsi Alfamart location, indicating that the staff does not experience difficulties in dividing the morning and afternoon shifts. *Corresponding author: 1710631140106@student. PENDAHULUAN Pada era globalisasi saat ini, dunia industri berkembang begitu cepat. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan sistem produksi dan pelayanan menggunakan teknologi ter-update yang berfungsi untuk meningkatkan keefektifan dan keefisienan kerja namun tetap memenuhi kebutuhan pasar dan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Namun, tentunya hal ini berefek pada kondisi pekerja DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. dimana risiko penyakit dan kecelakaan kerja terus meningkat setiap tahunnya. Data terbaru yang diperoleh dari International Labor Organization (ILO), lebih dari 2,78 juta pekerja di dunia meninggal setiap tahunnya. Sebanyak 2,4 juta . ,3%) diantaranya disebabkan oleh penyakit akibat pekerjaan, sedangkan sisanya sebanyak 380. ,7%) pekerja disebabkan kecelakaan di tempat kerja . Data di Indonesia Kementerian Ketenagakerjaan Barometer. Volume 7 No. Juli 2022, 78-86 melaporkan kejadian kecelakaan kerja pada kuartal kedua tahun 2020 terdapat sekitar 3. 174 kejadian yang terjadi . Respons umum yang ditimbulkan dari tingginya intensitas kerja adalah bahaya psikososial yaitu stress. Pengertian stress kerja menurut National Institute of Occupational Safety and Health . , adalah konsekuensi negatif yang menyebabkan cedera tubuh yang disebabkan ketidakmampuan pekerja untuk menyelesaikan perselisihan di tempat kerja. Stres kerja menimbulkan gangguan, masalah, atau kegagalan dalam tugas rutin yang meningkatkan kemungkinan kecelakaan kerja. Hal ini mungkin memainkan peran dalam pengembangan penyakit mental termasuk kelelahan. Menurut Grand Jean . , kelelahan diartikan sebagai Aukelelahan kerja yang disertai dengan hilangnya kesadaran yang menyebabkan kelelahan fisik dan mental serta dapat menghalangi pekerja untuk bekerja dalam batas-batas yang wajarAy . Sebuah pekerjaan biasanya terjadwal secara bergantian atau disebut shift, pekerjaan musiman, kerja weekend, dan juga lembur. Hal tersebut yang menyebabkan pekerja mudah mengalami kelelahan kerja dan hidup yang buruk. Namun dibalik itu, shift kerja merupakan suatu solusi pada perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan sumber daya yang ada. Menurut Kroemer . , shift kerja adalah strategi yang sama secara teratur pada suatu tempat kerja. Strategi tersebut diatur pada waktu yang sama disebut shift tetap . ixed shif. atau secara teratur pada waktu yang berbeda disebut shift rotasi . otational shif. Spencer . , menyatakan bahwa kinerja kerja yang paling tidak optimal adalah dalam melakukan pekerjaan pada jam kerja yang dimulai terlalu sore hingga pagi. Begitupun sebaliknya dengan kinerja terbaik yang dimulai dari pagi sampai sore. Dengan begitu, sistem shift yang ideal adalah dengan pola maju . dan rotasi cepat . ast forwar. Pola tersebut dilakukan selepas melakukan shift malam, pekerja harus mendapatkan 2 sampai 3 hari libur . Salah satu perusahaan yang telah menetapkan sistem pembagian shift adalah PT. Sumber Alfaria Trijaya. Tbk. Perusahaan ini banyak dikenal dengan sebutan Alfamart. Perusahaan termasuk ke dalam bidang waralaba dengan mengoperasikan perusahaan ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Komponen penting untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen adalah sumber daya manusia yang handal dan kompeten . Objek penelitian ini dilakukan pada salah satu cabang Alfamart yang ada di Cikarang yaitu Alfamart cabang Tangsi. Alfamart ini berlokasi di Jl. Kp. Tangsi Jatiwangi Desa RT/RW. 04/06. Sukadanau. Kec. Cikarang Barat. Kab. Bekasi. Jawa Barat yang menerapkan pembagian shift pagi dan siang. Shift pagi dimulai pada 00 WIB dan berakhir pukul 14. 00 WIB. Shift siang dimulai pukul 14. 00 WIB sampai dengan pukul 22. 00 WIB. Jumlah karyawan dicabang ini terdiri dari 4 orang yang harus melakukan tugas manajemen, pemasok produk, hingga gudang barang setiap harinya serta harus standby melayani pembeli setiap saat. Karyawan umumnya mengeluhkan beban kerja yang ditanggung terlalu banyak untuk jumlah karyawan yang hanya 4 orang, terlebih dalam mencapai target penjualan. Selain itu, waktu kerja yang dimulai 30 menit sebelum jam kerja . 30 WIB) dengan tujuan untuk mempersiapkan DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. keperluan toko di hari tersebut. Sebagian besar karyawan berpendapat hal itu membuat tubuh mereka harus beradaptasi lebih pagi dan membuat rasa lelah saat bekerja. Namun, berbeda pendapat apabila karyawan memulai kerja pada shift siang. Menurut mereka jika mulai kerja di shift siang, tubuh dalam keadaan yang lebih siap untuk bekerja. Meskipun hal tersebut tidak jarang karena jumlah konsumen yang lebih ramai saat sore menuju malam membuat karyawan merasa energi lebih banyak terkuras. Pada shift siang, karyawan akan pulang lebih lama dari jam yang ditentukan . 00 WIB) karena karyawan diharuskan membereskan toko setelah pelayanan. Menurut Konoralma et al . , menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja perawat dengan stres kerja. Menurut penelitian Anastasia et al . dengan judul AuPerbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Shift Kerja Di Minimarket 24 Jam Kota TomohonAy mendapatkan hasil bahwa perbedaan kelelahan kerja yang signifikan pada pekerja minimarket pada shift pagi, shift siang, dan shift malam. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan stress dan kelelahan kerja berdasarkan shift. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membedakan stress kerja dan kelelahan kerja berdasarkan pembagian shift Penelitian ini menggunakan data dari seluruh pekerja di Alfamart Tangsi yang berjumlah 4 orang sebagai responden dari kuesioner yang diberikan. Data pekerja Alfamart bersifat homogen sehingga data tersebut cukup untuk mewakili seluruh pekerja Alfamart. Pekerja akan mengisi kuesioner yang akan diberikan menggunakan metode kuesioner OSI-RTM dan 30 Items of Rating Scale. Data kuesioner yang diperoleh kemudian diolah dan dihitung skor masing-masing pekerja lalu dianalisis sehingga memperoleh hasil yang diinginkan. Analisis tersebut menggunakan uji One Way ANOVA untuk menganalisis perbedaan mengenai stress dan kelelahan kerja pada pekerja berdasarkan pembagian shift di minimarket Alfamart Tangsi. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan stres kerja dan kelelahan kerja berdasarkan pembagian shift Objek penelitian ini pada Alfamart cabang Tangsi yang berlokasi di Jl. Kp. Tangsi Jatiwangi Desa RT/RW. 04/06. Sukadanau. Kec. Cikarang Barat. Kab. Bekasi. Jawa Barat menerapkan pembagian shift pagi dan siang. Shift pagi dimulai dari pukul 06. 00 hingga 14. 00, dan shift siang dari 00 hingga 22. Pada Alfamart cabang Tangsi, ada 4 staf yang harus melakukan kegiatan manajemen, memasok produk, gudang barang setiap hari, dan siap melayani pelanggan setiap saat. Penelitian ini menggunakan observasi analitik dan strategi cross-sectional. Penelitian cross sectional dilakukan tanpa intervensi pada subjek penelitian dan mengumpulkan data tanpa tindak lanjut. Variabel bebas penelitian ini adalah shift kerja yang terdiri dari shift pagi dan siang. Stress kerja dan kelelahan kerja merupakan variabel penelitian. Hasil penelitian dideskripsikan secara kuantitatif. Tujuannya adalah untuk mengembangkan deskripsi yang metodis. ANALISIS STRESS DAN KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT (STUDI KASUS PADA KARYAWAN ALFAMART TANGSI) faktual, dan akurat, atau lukisan fakta, mengenai sifat dan interaksi variabel yang diteliti . Tahapan penelitian, tampak pada Gambar 1, meliputi penyebaran kuesioner Kerja OSI-RTM dan Kuesioner kelelahan Kerja 30 Item Rating Scale pada pegawai Alfamart Cabang Tangsi dimana jika data berdistribusi normal maka peneliti akan menggunakan Uji One Way ANOVA sebagai analisis data namun jika sebaliknya maka penelitian akan menggunakan uji Kruskal Wallis untuk mendapatkan perbedaan Stress Kerja dan Kelelahan Kerja. Alfamart Cabang Tangsi Kuesioner Stress Kerja OSI-RTM Analisis Data: Uji One Way ANOVA Jika Tidak Berdistibusi Normal Uji Kruskal Wallis Perbedaan Stress Kerja dan Kelelahjan Kerja Gambar 1 Tahapan penelitian Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dimulai dengan data primer, yaitu data yang diambil langsung dari objek penelitian. Studi Literatur Penelitian penelitian Anastasia et al . , dengan judul AuPerbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Shift Kerja Di Minimarket 24 Jam Kota TomohonAy dan jurnal V. Marchella . AuStres Kerja Ditinjau Dari Shift Kerja Pada Karyawan,Ay JIPT ISSN 2301-8267, vol. 02, no. 1 tahun Observasi Pengumpulan informasi dilakukan dengan cara observasi yaitu observasi langsung terhadap item penelitian Alfamart cabang Tangsi tepatnya di Jl. Kp. Tangsi Jatiwangi Desa RT/RW. 04/06. Sukadanau. Kec. Cikarang Barat. Kab. Bekasi. Jawa Barat pada bulan Desember 2021 hingga Januari 2022. Wawancara Untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan, wawancara dilakukan dengan mengajukan serangkaian pertanyaan terkait stress kerja dan kelelahan kerja kepada DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Kuesioner Survei dilakukan secara langsung atau tidak langsung mengajukan serangkaian pertanyaan kepada responden. Dalam penelitian ini, formulir Google digunakan untuk mengelola kuesioner yang mencakup 25 pertanyaan tentang stres kerja menggunakan kuesioner OSI-RTM dan 30 pertanyaan tentang kelelahan kerja menggunakan kuestione 30 Item Rating Scale. Kuesioner Kelelahan Kerja 30 Item Rating Scale Berdistibusi Normal pihak-pihak yang terlibat yaitu pegawai Alfamart cabang Tangsi. Pengolahan Data Informasi yang dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner disusun ke dalam tabel yang mencakup informasi karyawan dan nilai hasil kuesioner. Untuk tujuan menghitung nilai hasil kuesioner, terdapat aturan yang berlaku sebagai berikut: Stress Kerja Pengukuran stress kerja dalam penelitian ini menggunakan OSI-RTM (Occupational Stress InventoryRevised Editio. yang diperkenalkan oleh Osipow dan Spokane pada tahun 1998 . Alasan penggunaan kuesioner ini adalah dikarenakan OSI-RTM merupakan ukuran pengukuran tingkat stres dengan menggabungkan variabel utama stres atau efek dari stres itu sendiri sehingga diputuskan bahwa OSI-RTM akan digunakan untuk salah satu kuesioner dalam penelitian ini. Kuesioner ini berlaku untuk semua kelompok studi pembanding data. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari OSI-RTM: Di Indonesia, kuesioner OSI-RTM digunakan dengan skor item minimum r=0,2 untuk uji validitas dan reliabilitas. Mengukur stres kerja dan sumber koping menggunakan tiga komponen penting di tempat kerja . ugas pekerjaan, ketegangan pribadi, dan kekuatan copin. OSI-RTM bergantung pada evaluasi subjektif responden dari beberapa pertanyaan kuesioner. Ketika seorang responden secara fisik dan emosional mampu menyelesaikan tes dengan instrumen. OSI-RTM dianggap valid. Kemampuan individu untuk memberikan tanggapan yang valid apakah diklasifikasikan menurut kemampuan kognitif, kondisi emosional, atau kesehatan harus ditafsirkan dengan hati-hati. Namun, kuesioner OSIRTM tidak dapat digunakan untuk beberapa diskusi, khususnya antara lain . Bertujuan untuk membuat pilihan. Bertujuan untuk retensi. Bertujuan untuk promosi. Bertujuan untuk sasaran evaluasi kinerja Bertujuan untuk kompensasi. Penilaian dengan kuesioner OSI-RTM dengan jumlah pertanyaan yang diajukan sebanyak 25 pertanyaan dengan pilihan skor 1-5, dengan kriteria Sangat Tidak Setuju (STS. Tidak Setuju (TS. Ragu-ragu (R. Setuju (S. , dan Sangat Setuju (SS. Total skor dikelompokkan menjadi 3 yaitu . 25-58 (Stres Renda. 59-92 (Stres Sedan. Barometer. Volume 7 No. Juli 2022, 78-86 93-125 (Stres Tingg. Peneliti akan mengkategorikan setiap nilai kuesioner berdasarkan pembagian shift kerja dalam penelitian ini. Kelelahan Kerja Pengolahan data kelelahan kerja menggunakan metode 30 Items of Rating Scale. Kuesioner ini umum digunakan karena mudah dipahami oleh subjek penelitian, membutuhkan sedikit waktu untuk memproses, dan telah distandarisasi serta dievaluasi validitas dan reliabilitasnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat menggunakan kuesioner 30 Items of Rating Scale sebagai berikut . Kuesioner yang mudah digunakan untuk partisipan penelitian. Waktu pemrosesan singkat. Validitas dan reliabilitas kuesioner ini telah diperiksa dan dibakukan. Kuesioner yang berfungsi sebagai landasan untuk menyelesaikan kelelahan kerja dan dapat membantu dalam pengolahan data. Sedangkan dalam kuesioner 30 Items of Rating Scale memiliki kekurangan . Karena kelelahan di tempat kerja bersifat subjektif, prosedur objektif tambahan terkadang diperlukan untuk menentukan kejadiannya. Teknik skala peringkat 30 Items of Rating Scale tidak memasukkan peringkat terpisah untuk setiap Kuesioner Skala Penilaian 30 item terdiri dari 30 pertanyaan dengan skor 1-4 dengan kriteria Sangat Sering (SS. Sering (S. Kadang-kadang (K. , dan Tidak Pernah (N. (TP. Skor dari tanggapan kemudian digabungkan bersama untuk membentuk skor total individu, yang ditampilkan dalam level berikut: 30-52 (Kelelahan Renda. 53-75 (Kelelahan Sedan. 76-98 (Kelelahan Tingg. 99-120 (Kelelahan Sangat Tingg. Peneliti akan mengurutkan setiap kuesioner berdasarkan nilai pembagian kerja, seperti yang dilakukannya dengan evaluasi kerja. Analisis Data Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antar variabel dalam penelitian ini, data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan selang kepercayaan CI=95% dan taraf signifikansi 0,05 menggunakan software SPSS. Uji One Way ANOVA dilakukan untuk mengetahui apakah ada fluktuasi stres kerja dan kelelahan antar shift kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengolahan Data Data responden berisi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, lama kerja dan posisi karyawan dimasukkan ke Tabel 1. Sedangkan pertanyaan mengenai stress kerja dan kelelahan kerja menggunakan metode OSI-RTM dan 30 Items of Rating Scale diolah lalu diberikan skor sesuai dengan jawaban responden seperti pada Tabel II. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. TABEL I DATA KARYAWAN Nama Umur (Tahu. Jenis Kelamin Pendidikan Amat Sadi SMK SMK Lama Kerja (Tahu. Diar SMA Aida SMA Bagian Store Staff Operatio Crew TABEL II HASIL KUESIONER STRESS KERJA DAN KELELAHAN KERJA Skor Stress Kerja Skor Kelelahan Kerja Nama Pagi Siang Pagi Siang Amat Sadi Diar Aida Data tersebut lalu dilakukan pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS versi 20 kemudian dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA. Berikut merupakan tahap-tahap yang dilakukan oleh peneliti: Uji Distribusi Normal Uji Keseragaman Data Kriteria data pada uji keseragaman adalah jika nilai signifikansi . Ou 0. 05 menunjukkan kelompok data berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama . Hasil yang didapatkan dari uji keseragaman data pada stress kerja dan kelelahan kerja dapat dilihat pada Tabel i dan Tabel IV dengan hasil bahwa kedua data tersebut merupakan data yang seragam dan dapat melanjutkan ke perhitungan One Way ANOVA. Stress Kerja TABEL i HASIL UJI KESERAGAMAN DATA STRESS KERJA Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean TABEL 4=IV HASIL UJI KESERAGAMAN DATA KELELAHAN KERJA Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Based on Mean Based on Median Kelelahan Based on Median and Kerja with adjusted df Based on trimmed mean Sig. Sig. ANALISIS STRESS DAN KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT (STUDI KASUS PADA KARYAWAN ALFAMART TANGSI) Uji Kecukupan Data Setelah melakukan perhitungan data, hasil yang didapat menyatakan bahwa N < NAo maka data dikatakan belum cukup. Namun, dalam penelitian ini telah diasumsikan bahwa data yang telah didapat cukup dan memenuhi syarat untuk melanjutkan perhitungan dengan menggunakan metode One Way ANOVA. Uji Normalitas Data Temuan uji normalitas untuk stress kerja dan kelelahan kerja ditunjukkan pada Tabel V dan VI. Dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal, karena nilai P (Sig. ) > 0,05 memenuhi persyaratan untuk melakukan uji One Way ANOVA. TABEL V HASIL UJI NORMALITAS DATA STRESS KERJA Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic df Sig. Stress Kerja Lilliefors Significance Correction TABEL VI HASIL UJI NORMALITAS DATA KELELAHAN KERJA Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic df Sig. Kelelahan Kerja Lilliefors Significance Correction Tabel V dan VI merangkum hasil uji normalitas untuk stres dan kelelahan kerja. Kedua set data terdistribusi normal, karena P (Sig. ) > 0,05 memenuhi syarat untuk melakukan uji One Way ANOVA. Uji Varians Uji varians digunakan untuk menilai apakah dua set data memiliki varians yang sama atau tidak. TABEL VII HASIL UJI VARIAN DATA STRESS KERJA Descriptive Statistics Stress Kerja Valid N . Min. Max. Mean Std. Deviation Variance TABEL Vi HASIL UJI VARIAN DATA KELELAHAN KERJA Descriptive Statistics Std. Min. Max. Mean Deviation Kelelahan Kerja Valid N . Pembahasan TABEL IX IDENTITAS RESPONDEN PENELITIAN Keterangan Jenis Kelamin - Laki-laki - Perempuan Pendidikan - SMA/SLTA/SMK/Sederajat - SMP/Sederajat - SD/Sederajat Lama Kerja - 0-2 tahun - 3 Ae 4 tahun - Ou 4 tahun %tase Pekerja laki-laki lebih banyak dibandingkan pekerja perempuan seperti pada Tabel IX, dengan masing-masing 3 orang . %) dan 1 orang . %). Pendidikan terakhir seluruh Alfamart Tangsi SMA/SLTA/SMK/Sederajat . %). Lama kerja karyawan bervariasi, 1 orang pekerja . %) telah bekerja selama Ou 4 tahun tepatnya 6 tahun, 2 orang . %) telah bekerja sekitar 3 tahun, dan 1 orang lainnya . %) bekerja selama sekitar 1 TABEL X DISTRIBUSI FREKUENSI STRESS KERJA DAN KELELAHAN KERJA Tingkat Kelelahan Kerja Shift Pagi Shift Siang dan Stress Kerja Stress Kerja Ringan 25% . 50% . Sedang 75% . 50% . Berat Kelelahan Kerja Ringan 50% . 100% . Sedang 50% . Berat Berdasarkan Tabel X, hasil skor kuesioner OSI-RTM untuk stress kerja mengakibatkan 1 orang . %) mengalami stress ringan pada shift pagi dan 3 orang . %) mengalami stress sedang pada shift pagi. Sedangkan pada shift siang, masing-masing sebanyak 2 orang pekerja mengalami stress ringan dan sedang. Dari hasil kuesioner 30 Items of Rating Scale untuk kelelahan kerja, sebanyak 2 orang pada shift pagi merasakan kelelahan kerja ringan dan sedang. Pada shift siang, semua pegawai atau 4 orang . %) mengalami stress ringan. Variance Tabel VII menunjukkan hasil uji varians data stress kerja, sedangkan Tabel Vi memuat hasil uji varians data kelelahan kerja. Setelah memastikan bahwa data normal dan seragam. One Way ANOVA dihitung menggunakan aplikasi SPSS. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Shift Pagi Shift Siang Total TABEL XI STATISTIKA DESKRIPTIF STRESS KERJA 95% Confidence Interval for Mean Std. Std. N Mean Deviation Error Lower Upper Bound Bound Barometer. Volume 7 No. Juli 2022, 78-86 Pada Tabel XI, diperoleh rata-rata stress kerja yang dialami karyawan pada shift pagi lebih tinggi yaitu sebesar 63,75 A SD 7. 848 dibandingkan saat shift siang dengan rata-rata sebesar 57,50 A SD 10,344. Between Groups Within Groups Total TABEL XII UJI ONE WAY ANOVA STRESS KERJA Sum of Mean Squares Square Sig. Uji One Way ANOVA pada Tabel XII memiliki nilai signifikansi sebesar 0,373 . >0,. , menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan rata-rata stres kerja yang signifikan antara shift pagi dan siang. Shift Pagi Shift Siang Total TABELXi STATISTIKA DESKRIPTIF KELELAHAN KERJA 95% Confidence Interval for Mean Std. Std. N Mean Deviation Error Lower Upper Bound Bound Berdasarkan Tabel Xi, rata-rata kelelahan kerja karyawan pada shift pagi lebih tinggi yakni sebesar 50,00 A SD 8,446 dibandingkan shift siang dengan rata-rata sebesar 44,00 A SD 6,164. Between Groups Within Groups Total TABEL XIV UJI ONE WAY ANOVA KELELAHAN KERJA Sum of Mean Squares Square Sig. Hasil pada Tabel XIV menunjukkan signifikansi sebesar 0,295 . >0,. , secara statistik tidak terdapat perbedaan rata-rata kelelahan kerja yang signifikan antara shift pagi dan siang. Berdasarkan studi yang dilakukan I. Rhamdani dan M. Wartono . , kelelahan memiliki hubungan dengan kejadian stress kerja pada karyawan, dimana semakin tinggi tingkat kelelahan yang dialami akan meningkatkan kejadian stress kerja pada individu tersebut. Tingkat stress dan kelelahan kerja yang dialami karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jika dilihat dari distribusi karyawan Alfamart cabang Tangsi, karyawan laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Jenis kelamin memang bukan hal mutlak untuk dapat menentukan tingkat stress seseorang. Namun, seorang perempuan ketika memiliki karir, ia dituntut harus data menjalankan peran ganda terutama jika telah menikah. Sementara, beban yang diberikan ditempat kerja dibagi sama rata dengan pekerja lainnya yang notabene laki-laki. Secara biologis, perempuan juga memiliki kadar estrogen dan progesteron yang dalam sintesisnya mempengaruhi tingkat hormon serotonin atau hormon kebahagiaan, sehingga lebih mudah untuk mengalami perubahan mood. Namun, bagian terpenting adalah coping mechanisms atau kemampuan seseorang dalam mengatasi masalah yang dialaminya . DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Pendidikan terakhir seluruh pekerja berada di tingkat SMA/SLTA/SMK/Sederajat. Tingkat pendidikan seseorang berhubungan dalam cara pandang, pengetahuan serta pengalaman individu dalam menghadapi suatu masalah. Dikatakan jika makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, akan lebih mudah individu tersebut berpikir secara luas dan tingkat inisiatif yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, sehingga meminimalisir tingkat stress dan kelelahan saat bekerja. Selain itu, masa kerja karyawan bervariasi, 1 orang pekerja . %) telah bekerja lebih dari 4 tahun, 2 orang . %) telah bekerja sekitar 3 tahun, dan 1 orang . %) lainnya baru bekerja sekitar 1 Menurut Atkinson . , lamanya seseorang bekerja di bidang yang sama meningkatkan peluangnya untuk bertahan dari berbagai tantangan pekerjaan disebabkan proses adaptasi dan pengalaman menaklukkan masalah-masalah yang sudah ada sebelumnya. Hal ini dapat membuat seseorang tidak mudah kelelahan hingga stress saat bekerja. Kerjasama tim yang baik juga dapat meminimalkan kejadian stress dan kelelahan kerja, terutama pada karyawan baru yang masih menjalani proses penyesuaian dengan lingkungan tempat kerja. IV. KESIMPULAN Hasil menunjukkan shift pagi lebih membuat stres di tempat kerja. Uji One Way memberikan hasil sebesar 0,375 . >0,. bahwa secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata stres kerja antara shift pagi dan siang. Signifikansi hasil uji One Way ANOVA sebesar 0,295 . >0,. , bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan ratarata kelelahan kerja antar shift kerja. Pembagian shift pada Alfamart cabang Tangsi tidak terdapat perbedaan yang signifikan yang berarti bahwa karyawan tidak mengalami permasalahan dalam pembagian shift pagi maupun shift Penelitian ini memiliki sampel yang sedikit meskipun data pekerja Alfamart bersifat homogen sehingga data tersebut cukup untuk mewakili seluruh pekerja Alfamart. Penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya dengan topik pembahasan yang sama ataupun dapat melanjutkan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak. UCAPAN TERIMA KASIH