A G R I M E T A JURNAL PERTANIAN BERBASIS KESEIMBANGAN EKOSISTEM http://e-journal. id/index. php/agrimeta Vol . 12 No 23 (APRIL, 2. 34 - 38 e-ISSN : 2721-2556 . p-ISSN : 2088-2531 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI STROBERI DI DESA PANCASARI KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Patrianus Ramai. I Made Tamba*. Cening Kardi. Yulianti Sapanca Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar. Corresponding Author : itamba17@unmas. ABSTRACT Strawberry is one of the horticultural commodities that have important economic value in Indonesia. Pancasari Village. Sukasada District. Buleleng Regency is one of the villages that has strawberry farming in Bali. The purpose of this study was to . analyze how the conditions of internal and external factors were for developing strawberry farming, and . analyzing how the strawberry development strategy was in Pancasari Village. Sukasada District. Buleleng Regency. This research was conducted from September to October 2021, with a total of 30 farmers as respondents. The results showed that Strawberry farming in Pancasari Village had a strength score of 1. 91 and a weakness score of 0. 82, while the opportunity score was 1. 85 and the threat score was 0. Strawberry farming in Pancasari Village is in an aggressive growth condition with alternative strategies that can be taken, namely: . Improving production efficiency, quality and product appearance, through improving the quality of sustainable/environmentally friendly agricultural implementation and better management of marketing . Increasing cooperation between governments, especially institutions and industry that can increase farm capital for the cultivation of Strawberries with new and super varieties. Control over the conversion of agricultural land (Strawberry lan. , as well as policies to increase the exchange rate of Strawberry agriculture. Attracting investment interest from various parties to be able to add Strawberry farming facilities, . Attracting agro-industry investors made from Strawberries, and . Strengthening joint marketing for Strawberry Keywords: Farming. Development. Factors. Internal. External. Strawberry PENDAHULUAN Salah satu komoditas subsektor hortikultura yang unggul dan layak untuk dikembangkan adalah Hal tersebut ditunjang oleh hasil penelitian Devonian . mengenai strategi pengembangan agribisnis stroberi, dikatakan bahwa stroberi merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, hal ini dikarenakan stroberi memiliki daya tarik tersendiri yang terletak pada bentuk, rasa dan warna dari buah stroberi sehingga berpengaruh terhadap harga jualnya di pasar yang termasuk kategori tinggi dan menjanjikan dengan melihat peluang bisnis yang ada baik di dalam maupun luar negeri. Tanaman stroberi ini mempunyai prospek yang cukup baik, ditinjaudari segi kemampuan produksi, tanaman ini dapat dipanen 4 kali dalam Minat masyarakat untuk menanam stroberi semakin meningkat, hal ini selain disebabkan oleh budidaya stroberi sangat menguntungkan, juga mempunyai arti penting dalam usaha peningkatan gizi Berkebun stroberi merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang dapat ditekuni dan menjanjikan keuntungan. Permintaan buah stroberi cukup tinggi baik untuk dikonsumsi langsung, maupun diolah kembali menjadi produk makanan (Gunawan. Desa Pancasari merupakan salah satu daerah yang potensial untuk setara produksi stroberi guna memenuhi permintaan pasar. Peningkatan produksi stroberi di Kabupaten Buleleng akan berpengaruh terhadap pendapatan petani stroberi. Dalam hal ini, strategi pengembangan diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah internal maupun eksternalyang terjadi dengan melakukan strategi pengembangan yang baik. Adanya peranan pedagang pengepul dalam sistem pemasaran stroberi di desa Pancasari sangat dominan berpengaruh terhadap pendapatan para petani, sebab petani hanya bisa menjual stroberi hanya pada pedagang pengepul saja karena adanya keterikatan dan kesepakatan kerjasama. Kondisi internal maupun eksternal agribisnis stroberi di Desa Pancasari juga harus dipertimbangkan dalam pengambilan strategi pengembangan yang tepat. Oleh karena itu penelitian tentang strategi pengembangan usahatani stroberi di Desa Pancasari,Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng, sangat penting dilihat dari aspek sistem Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis . Untuk menganalisis bagimana kondisi faktor internal dan eksternal Pengembangan Usahatani Stroberi Di desa Pancasari . Untuk menganalisis bagimana strategi pengembangan usahatani stroberi Di desa Pancasari. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah di Desa Pancasari. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja . dengan pertimbangan Responden petani stroberi yang disurvei untuk menilai bobot factor internal dan eksternal ditentukan sebanyak 15 petani, yang dipilih secara sengaja petani yang memiliki pengetahuan dan komunikasi cukup Sementara untuk penilaian rating . erajat kepentinga. factor internal dan eksternal ditentukan 4 orang responden dari kalangan tokoh agribisnis Stroberi di Desa Pancasari, dan dariDinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Internal dan Eksternal Usahatani Stroberi Faktor Internal Faktor Eksternal KEKUATAN PELUANG Tingkat adopsi . Ketersediaan teknologi budidaya sarana produksi Stroberi yang baik Stroberi yang dan mapan mudah terjangkau . Serapan pasar . Berkembangnya dengan harga buah usahatani stroberi stroberi yang di kawasan cukup bagus Pancasari . Lahan stroberi . Dukungan milik sendiri PEMDA Kabupaten . Manajemen produksi stroberi yang profesional agribisnis stroberi dan ramah . Kesuburan lahan . Perkembangan dan agroklimat yang sangat cocok untuk usahatani permintaan buah stroberi segar untuk industry minuman dan KELEMAHAN ANCAMAN . Permodalan . Pesaing stroberi usaha stroberi yang masih lemah Atribut produk dan pemasaran masih . Peningkatan harga sarana produksi . yang tidak seimbang dengan harga produksi . Jaringan bersama lemah . Penggunaan Perkemangan hama dan penyakit . Perkembangan alih varietas stroberi yang baru dan super masih fungsi lahan untuk akomodasi dan . Ketidak-kontinuan produksi stroberi Analisis Matriks IFE dan EFE Setelah kelemahan, peluang dan ancaman melalui analisis lingkungan internal dan eksternal dari usahatani Stroberi di Desa Pancasari, maka dibuat matriks IFE(Internal Factor Evaluatio. dan matriks EFE (Eksternal Factor Evaluatio. berdasarkan hasil analisis lingkungan tersebut, untuk mengetahui bobot dan rating dari setiap faktor internal dan eksternal. Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) terdiri dari kekuatan . dan kelemahan . yang dimiliki oleh usahatani Stroberi di Desa Pancasari. Matriks External Factor Evaluation (EFE) terdiri dari peluang (Opportunitie. dan ancaman . yang dihadapi oleh usahatani stroberi di Desa Pancasari. AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) Hasil Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) Usahatani Stroberi di Desa Pancasari. Faktor Faktor Internal Bobot Rating Skor Kekuatan Tingkat adopsi teknologi budidaya Stroberi yang baik dan mapan 0,11 4 0,44 Serapan pasar dengan harga buah stroberi yang cukup 0,12 4 0,48 Lahan stroberi milik sendiri 0,09 3 0,27 Manajemen produksi stroberi yang profesional dan ramah 0,12 4 0,48 Kesuburan lahan dan agroklimat yang sangat cocok untuk usahatani 0,08 3 0,24 Total Skor Kekuatan 1,91 Kelemahan Permodalan usaha stroberi yang masih lemah 0,08 1 0,08 Atribut produk dan promosi pemasaran masih lemah 0,12 2 0,24 Jaringan pemasaran bersama lemah 0,11 2 0,22 Penggunaan yang baru dan super masih kurang 0,11 2 0,22 10 Ketidak-kontinuan produksi stroberi 0,06 1 0,06 Total Skor Kelemahan 0,82 Total Skor IFE 2,73 Data Primer diolah 2021 Kelemahan utama dari usahatani Stroberi di Desa Pancasari berdasarkan matirks IFE, yaitu:Atribut produk dan promosi pemasaran masih lemah. Jaringan pemasaran bersama lemah. danPenggunaan varietas stroberi yang baru dan super masih kurang dengan total skor 0,24. 0,22 dan 0,22. Kondisi ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh yang negative terhadap perusahaan dan menjadi kelemahan utama usahatani Stroberi di Desa Pancasari. Dan hal ini menjadi factor yang harus dievaluasi serta diimprovisasi oleh para petani kelompok pengelola usahatani Stroberi di Desa Pancasari. Kelemahan ketiga factor ini dapat mengahambat pemasaran sehinga memperburuk kinerja agribisnis Stroberi di Desa Pancasari. Factor Penggunaan varietas stroberi yang baru dan super, sangat perlu diupayakan untuk menghasilkan buah Stroberi yang istimewa seperti pori Ae pori buah stroberi mencolok ke dalam dan berwarna merah menyala yang diselimuti sedikit warna putih, serta aroma lebih wangi dan rasa yang berbeda dari stroberi pada umumnya. Contoh stroberi jenis Sachinoka yang juga memiliki daya adaptasi bagus di Desa Pancasari. Berdasarkan analisis matriks Internal Factor Evaluation (IFE) diketahui bahwa usahatani Stroberi di Desa Pancasari memiliki skor kekuatan sebesar 1,91dan skor kelemahan sebesar 0,82. Hal ini menjelaskan bahwa faktor kekuatan masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan factor kelemahan. Total Skor Internal Factor Evaluation (IFE) sebesar 2,73 menunjukkan bahwa kondisi internal usahatani Stroberi ini masih relative kuat. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan usahatani Stroberi di Desa Pancasari masih mampu memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi kelemahan yang ada namun demikian masih perlu diupayakan pembenahan yang lebih serius dalam meningkatkan integrasi dan promosi usahatani Stroberi di Desa Pancasari. Analisis Matriks External Factor Evaluation (EFE Faktor Faktor Eksternal Bobot Rating Skor Peluang 1 Ketersediaan sarana produksi Stroberi yang mudah 0,10 3 0,30 2 Berkembangnya usahtani stroberi di kawasan Pancasari dan Bedugul 0,16 4 0,64 3 Dukungan PEMDA Kabupaten terhadap agribisnis stroberi 0,09 3 0,27 4 Perkembangan permintaan buah stroberi segar untuk industry minuman dan makanan 0,16 4 0,64 Total Skor Peluang 1,85 AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Ancaman 6 Pesaing stroberi 7 Perkemangan hama dan penyakit 8 Peningkatan harga sarana produksi yang tidak seimbang dengan harga produksi 9 Perkembangan alih fungsi lahan untuk akomodasi dan Total Skor Ancaman Total Skor EFE Data Primer diolah 2021 0,10 0,10 0,09 0,09 0,15 0,30 0,15 0,30 0,79 2,64 Berdasarkan analisis matriks External Factor Evaluation (EFE) diketahui bahwa usahatani Stroberi di Desa Pancasari memiliki skor peluang sebesar 1,85dan skor ancaman sebesar 0,79. Hal ini menjelaskan bahwa faktor peluang masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan factor ancaman. Total Skor External Factor Evaluation (EFE) sebesar 2,64 menunjukkan bahwa kondisi eksternal usahatani Stroberi ini masih relative bagus. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan usahatani Stroberi di Desa Pancasari masih memiliki prospek yang lebih tinggi dibandingkan dengan degradasinya akibat ancaman. Diagram analisis SWOT Berdasarkan diagram diatas menunjukkan bahwa usahatani Stroberi di Desa Pancasari berada di Kuadran I, yaitu situasi yang sangat menguntungkan. Para petani Stroberi memiliki kekuatan untuk memanfaatkan peluang pengembangan usahatai Stroberi, tentu saja dengan juga mencari solusi untuk memperbaiki kelemahan dalam mengelola usahatanni Stroberi. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang Beberapa strategi dalam pertumbuhan yang agresif yang dapat diambil, yaitu: Meningkatkan efisiensi produksi, mutu dan tampilan produk, melalui peningkatan kualitas berkelanjutan/ramah lingkungan serta manajemen promosi pemasaran yang lebih baik. Meningkatkan kerja sama antar pemerintah terutama kelembagaan dan industri yang dapat meningkatkan permodalan usahatani untuk budidaya Stroberi dengan varietas baru dan super. Pengendalian alih fungsi lahan pertanian . ahan Strober. , serta kebijakan untuk meningkatkan nilai tukar pertanian Stroberi. Menarik minat investasi dari berbagai pihak untuk dapat menambah fasilitas agrowisata Stroberi. Dengan cara menarik ivestasi untuk menambah fasilitas agrowisata maka akan terjamin fasilitas yang memadahi, hingga pengunjung yang datang ke agrowisata tersebut puas dengan fasilitas yang . Menarik investor agroindustri berbahan baku Stroberi. Dengan memilih investor yang tepat maka semakin mudah meminimalkan masalah internal dan eksternal sehingga dapat merebut pasar yang lebih baik. Penguatan pemasaran bersama untuk distribusi Stroberi. Dengan melakukan pengutan pemasaran untuk distribusi stroberi maka dapat meningkatkan keuntungan yang merupakan tujuan utama dari petani stroberi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian disimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), yang menjadi kekuatan utama dari usahatani Stroberi di Desa Pancasari adalah Tingkat adopsi teknologi budidaya Stroberi yang baik dan Serapan pasar dengan harga buah stroberi yang cukup bagus. dan Manajemen produksi stroberi yang profesional dan ramah lingkungan. Kelemahan utamanya adalah Atribut produk dan promosi pemasaran masih lemah. Jaringan pemasaran bersama dan Penggunaan varietas stroberi yang baru dan super masih kurang. Berdasarkan Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE), yang menjadi peluang utama dari usahatani Stroberi di Desa Pancasari adalah Berkembangnya agrowisata stroberi di kawasan Pancasari dan Bedugul. dan Perkembangan permintaan buah stroberi segar untuk industry minuman dan Ancaman utamanya adalah Peningkatan harga sarana produksi . yang tidak seimbang AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 dengan harga produksi . dan Perkembangan alih fungsi lahan untuk pemukiman, akomodasi dan . Strategi yang harus diterapkan dalam pengembangan usahatani Stroberi di desa Pancasari adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang Saran Berdasarkan hasil analisis SWOT maka dapat disarankan untuk pengembangan ushatani Stroberi di desa Pancasari, yaitu: Meningkatkan efisiensi produksi, mutu dan tampilan produk, melalui peningkatan kualitas berkelanjutan/ramah lingkungan serta manajemen promosi pemasaran yang lebih baik. Meningkatkan kerja sama antar pemerintah terutama kelembagaan dan industri yang dapat meningkatkan permodalan usahatani untuk budidaya Stroberi dengan varietas baru dan super. Pengendalian alih fungsi lahan pertanian . ahan Strober. , serta kebijakan untuk meningkatkan nilai tukar pertanian Stroberi. Menarik minat investasi dari berbagai pihak untuk dapat menambah fasilitas usahatani stroberi Stroberi. Menarik investor agroindustri berbahan baku Stroberi . Penguatan pemasaran bersama untuk distribusi Stroberi REFERENSI