p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 http://mediteg. id/index. php/mediteg Penguatan Kemampuan Ibu Rumah Tangga Berbasis Tanaman Herbal dalam mewujudkan Dokter Keluarga Thatit Nurmawati1*. Anita Rahmawati2, dan Raden Roro Dewi Rahmawaty Aktiyani Putri3 Program Studi Pendidikan Ners. STIKes Patria Husada Jl. Supriyadi 168. Blitar. Jawa Timur. Indonesia 1thatitnurmawati4@gmail. Abstrak Kesehatan selalu diupayakan untuk keberlangsungan hidup. Tanaman herbal menjadi alternative terapi pengobatan untuk menjaga kesehatan. Ibu rumah tangga anggota PKK desa Mojorejo menjadi mitra kegiatan ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan peningkatan ketrampilan untuk mengolah tanaman herbal menjadi obat keluarga dalam mewujudkan desa sehat berbasis tanaman herbal. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah mitra adalah penyuluhan dan praktek langsung oleh mitra. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi perubahan tingkat pengetahun mitra dari 15. 04 menjadi Uji Mann Whitney menunjukkan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan . Secara mandiri mitra terampil mengolah tanamana herbal untuk mengatasi masalah Ketrampilan dan pengetahuan penting untuk mendukung desa sehat berbasih tanaman herbal Kata Kunci: desa sehat, ibu rumah tangga, tanaman herbal. Abstract Health is always sought for survival. Herbal plants are an alternative therapeutic treatment for maintaining health. Housewives who are members of the PKK in Mojorejo village are partners in this activity. The aim of the activity is to increase knowledge and improve skills to process herbas plants into family medicine in creating a healthy village based on herbal plants. The method used to solve partner problems is counseling and direct practice by partners. The results of the service showed a change in the level of partner knowledge from 15. 04 to 41. The Mann Whitney test shows that there is an effect of counseling on knowledge . Independently, partners are skilled at processing herbal plants to overcome their health problems. Skills and knowledge are important to support healthy villages based on herbal plantsAbstract written in English. Keywords: healthy village, herbal plants, housewives Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg PENDAHULUAN Kesehatan merupakan suatu gejala dimana kondisi tubuh maupun jiwa dalam kondisi yang produktif baik fisik, mental, sosial maupun ekonomi. Berbagai upaya dilakukan dalam mewujudkan kondisi sehat untuk keberlangsungan hidup (Hargono, n. ) Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang berkumpul saling ketergantungan. Dalam bidang kesehatan, keluarga memiliki fungsi perawatan keluarga meliputi perawatan bersama-sama merawat anggota keluarga yang sakit (Oktowaty et al. , 2. Ibu sebagai anggota keluarga memiliki andil besar dalam menjaga dan merawat kesehatan keluarga (INI 6 PERAN IBU DALAM KELUARGA Ae Website Resmi DP3AKB, n. Seorang ibu akan berupaya menjaga memperhatikan kebugaran dan menjaga Sehingga, pemberdayaan Ibu Rumah tangga sangat penting dilakukan, karena dapat membantu meningkatkan kesehatan keluarga. Peningkatan wawasan tentang jenis dan ragam tanaman obat kepada ibu sangat Tanaman dikembangkan dan dilestarikan karena membutuhkan banyak biaya. Hal tersebut penggunaan obat untuk mengatasi sakit (Sari et al. , 2. Hal tersebut berdasarkan hasil survey yang menunjukkan bahwa 55% ibu rumah tangga belum mampu Penggunaan istilah Aucapek atau masuk anginAy mewakili banyak tanda dan gejala Padahal banyak kasus penyakit yang ditandai dengan gejala capek dan masuk angin. Budaya menanam tanaman obat terutama disekitar rumah sudah menjadi tradisi dari turun temurun, namun teknik menghasilkan produk yang maksimal masih belum banyak diupayakan. Pemanfaatan tanaman obat juga masih Beberapa Ibu rumah tangga menyebutkan hanya mengetahui jenis AuEmpon-emponAy yang dapat dimanfaatkan dan hanya ditanam sekedarnya disekitar rumah tanpa perawatan dengan baik. Padahal banyak sekali jenis tanaman herbal dengan kandungan berbagai senyawa aktif untuk berbagai efek farmakologis. Sebagai contoh tanaman Jahe (Zingiber officinal. , yang berperan untuk preventif maupun kuratif tidak hanya sebagai bumbu masakan (Aryanta, 2. Pengolahan hasil panen tanaman obat juga masih sebatas direbus, ditumbuk sehingga tidak dapat bertahan lama. Pengolahan yang lebih luas dalam bentuk lebih bervariatif dapat diperkenalkan seperti bentuk jus, awetan mengintensifkan hasil panen (SARI, n. Salah satu pengolahan yang diperkenalkan adalah membuat produk instant seperti jahe, kencur, kunyit instant belum dilakukan secara intensif. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Nurmawati. Rahmawati, & Putri Tingkat kebersihan dan higienis belum terlalu diperhatikan untuk menjaga mutu olahan tanaman obat. Berdasarkan beberapa masalah tersebut maka penting tanaman obat beserta khasiat dan manfaat untuk mengubah persepsi masyarakat terutama Ibu terhadap tanaman obat sehingga menjadi lebih terbuka dan tercipta kepercayaan. Penguatan dalam pemahaman dan kemampuan mengenali beberapa kasus penyakit yang paling sering diderita anggota keluarga sangat membantu Ibu Rumah Tangga untuk melakukan diagnosis sederhana sekaligus mampu memberikan terapi menggunakan tamanan herbal. Ketepatan memberikan diagnosis dan terapi oleh Ibu Rumah tangga diharapkan mampu menjaga kasus penyakit tidak pembiayaan ke fasilitas kesehatan. Meskipun takaran yang tepat penggunaan tanaman obat belum banyak didukung hasil penelitian. Takaran sejumput, segenggam atau seruas yang dipakai masyarakat sulit ditentukan ketepatannya sehingga efek farmakologisnya menjadi kurang tepat (SARI, n. Ibu rumah tangga sebagai anggota PKK Mojorejo Wates Kabupaten Blitar menjadi mitra pada kegiatan ini. Geografis desa Mojorejo merupakan desa pegunungan dengan keterbatasan sumber daya alam air. Namun memiliki kesuburan tanah yang bisa dikembangkan untuk penanaman tanaman obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peningkatan ketrampilan untuk mengolah tanaman herbal menjadi obat Sehingga akan terwujud desa sehat berbasis tanaman herbal. II. METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mulai pada 31 Juli-31 Agustus 2023 yang dilakukan secara bertahap, mulai survey untuk mengetahui dan memperoleh data kondisi Ibu rumah tangga sekaligus pendukung kegiatan. Tahap perencanaan untuk memetakan masalah mitra dan memberikan solusi melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Tahap kegiatan dimulai dari sosialisasi, penyuluhan sekaligus pendampingan, evaluasi untuk keberlanjutan kegiatan. Semua kegiatan terpusat pada Balai Desa Mojorejo. Wates. Blitar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan menggunakan ceramah, dikombinasi dengan pelatihan kepada mitra. Pengukuran indikator keberhasilan pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan mitra. Perubahan menggunakan Mann Whitney . >0. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg i. HASIL DAN PEMBAHASAN Keluarga menjadi masyarakat terkecil yang menjadi pondasi bangsa untuk masa depan yang sehat. Keluarga sehat membutuhkan peran Ibu sebagai penjaga dan perawat kesehatan bagi anggota Sebagain besar Ibu Rumah Tangga belum memiliki kemampuan dalam menjaga kesehatan keluarganya dengan memanfaatkan tanaman herbal. Oleh karena itu perlu pemberdayaan Ibu Rumah tangga sebagai anggota PKK untuk dikembangkan potensinya. Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Pemberdayaan merupakan upaya untuk memberikan ketrampilan bagi individu maupun kelompok untuk menumbuhkan daya melalui cara memotivasi, mendorong dan menimbulkan awareness terhadap asset yang ada sehingga mampu menjadi potensi untuk didaya gunakan sebagai Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam wadah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan gerakan nasional yang berfokus pada pembangunan masyarakat, tumbuh dari bawah oleh masyarakat itu sendiri, lahir atas kesadaran dan inisiasi masyarakat dan masyarakat itu sendiri (Chandra et al. PERAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DA. Pdf. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi yang dihadiri anggota dan pengurus PKK, perangkat desa. Lokasi kegiatan di kantor Desa Mojorejo. Dalam dipaparkan tentang maksud dan tujuan Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut yang ditunjukkan dengan berbagai pertanyaan terkait kegiatan pengabdian. Gambar 1. Peserta Sosialisasi. Pemahaman Khasiat dan Manfaat Tanaman Herbal Kegiatan penyuluhan pertama ditujukan untuk memberikan wawasan kepada mitra mengenai khasiat dan manfaat tanaman Berdasarkan hasil survey sebanyak lebih dari 80% mitra sudah mandiri melakukan perawatan kesehatan bagi anggota keluarganya. Pemanfaatan jahe instant paling sering digunakan sebagai minuman suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh karena kandungan antimokro bakteri, anti inflamasi dan antibiotik . Manfaat Jahe Merah Sebagai Obat Herbal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Nurmawati. Rahmawati, & Putri Sebagai narasumber adalah profesi apoteker yang menjelaskan berbagai jenis penggunaanya sekaligus kemungkinan efek samping yang ditimbulkan. Gambar 3. Pemateri Kedua Gambar 2. Pemateri Pertama Diagnosa Sederhana Penyakit Keluarga Kegiatan memaparkan tentang beberapa macam penyakit yang sering diderita anggota Diberikan juga tanda dan gejala dari sebuah penyakit untuk memudahkan Narasumber sederhana untuk sebuah kasus penyakit sehingga memudahkan pengobatannya. Pengobatan ataupun terapi disesuaikan dengan tanaman herbal yang tersedia. Narasumber memberikan contoh kasus demam pada anak, jika suhu tubuh anak sudah mencapai 38 derajat celsius maka ibu harus segera mengupayakan terapi cairan seperti memberikan jus Jambu Biji (Psidium guajav. Teknik Penanaman dan Pengolahan Tanaman herbal Penyuluhan ketiga berisi tentang paparan teknik penanaman, perawatan, pemanenan dan penyimpanan tanaman Pemateri menjelaskan teknik penanamannya yang disesuaikan dengan kondisi geografis desa mitra. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias karena diterapkan juga metode praktek langsung oleh mitra. Perawatan tanaman juga disesuaikan dengan lingkungan alam yang kering sehingga menghemat kebutuhan airnya. Penanaman Sistem Sumbu (Wic. dipilih sebagai media tanam sebagai penerapan ilmu pengetahuan teknologi, serta pemanfaatan barang bekas menjadi berdaya guna tinggi (Eddy. Pengolahan hasil panen diuraikan kepada mitra untuk meningkatkan pengetahuan dalam menjaga kualitas hasil Dosis kehilangan kuantitas dan kualitas dari hasil proses pasca panen yang salah di Indonesia mencapai 20-30% maka teknologi yang tepat dapat menjaga mutu hasil panen (Smart Drying. Rekayasa Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Teknologi Pascapanen Tanaman Obat. Inovasi rumah jemur telah disiapkan untuk mengeringkan tanaman herbal sehingga tetap menjemur di musim Rumah jemur dirancang mampu mencegah masuknya hewan kecil perusak bahan. Praktek pengolahan hasil panen diperkenalkan kepada mitra untuk menyimpan tanaman obat siap konsumsi. Salah satu yang diperkenalkan adalah pembuatan jahe instant. Pemilihan didadasrkan karena masyarakat sudah biasa menggunakan jahe sebagai minuman penghangat tubuh. Menurut (E-BookRempah-Herba-Luchman-HAkim-2016. Pdf, ) jahe dapat dimanfaatkan menjadi 8 jenis bentuk minuman, salah satunya adalah Wedang Jahe sedangkan pada kegiatan ini dikemas dalam jahe instan. Kegiatan menjadi menarik pada saat mitra diizinkan melakukan sendiri. Hasil praktek pada kegiatan ketiga dibawa pulang sebagai percontohan untuk pembuatan secara mandiri di rumah masing-masing. Materi ketiga disampaikan oleh narasumber dari praktisi pertanian yang dilaksanakan langsung di areal penanaman tanaman herbal yang telah disediakan oleh desa mitra. Gambar 4. Pemateri Ketiga Keberhasilan Pelaksanaan Kegiatan Pada pelaksanaannya kehadiran peserta mencapai 80% dalam setiap kegiatannya. Semua narasumber telah menyampaikan semua materi beserta uraianya dengan menarik sehingga mudah diterima dan dicerna mitra. Setiap tahap kegiatan yang berlangsung berjalan dengan lancar. Materi dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan disajikan sesuai kebiasaan dan kearifan yang ada di masyarakat sehingga dapat memberikan kemudahan dan dapat berdampak positif terhadap Bahasa daerah . ahasa Jaw. lebih banyak digunakan untuk memudahkan transformasi informasi kepada mitra. Keberhasilan kemampuan mitra seperti yang dilakukan (Gunawan & Idris, 2. Keberhasilan kegiatan terukur dari beberapa indicator. Pada kegiatan ini, beberapa peserta antusias menanyakan tanda gejala penyakit yang sering dialami Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Nurmawati. Rahmawati, & Putri seperti kasus ISPA, diare, hipertensi dan Mereka menggunakan tanaman herbal tanpa dosis dari dokter. Indikator keberhasilan terukur dari perubahan pemahaman pengetahuan, setelah tahapan kegiatan berlangsung Hasil pre test dan post test instrument keberhasilan kegiatan untuk mengukur indikator pengetahuan mitra. Tabel 1. Tingkat Pengetahuan Mitra Rata-rata Pre Test Post Test P 0,00 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan terjadi perubahan tingkat pengetahuan mitra sebelum perlakuan dari 15. 96 setelah perlakuan . Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh perlakuan terhadap pengetahuan mitra. Perubahan tingkat pengetahuan menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan. Hasil instrument wawancara, terlihat mitra memahami manfaat dan khasiat tanaman herbal yang ada di sekitarnya. Mitra juga memahami beberapa jenis tanaman herbal kepentingan kesehatan keluarganya. Tabel 2 Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Sebelum Sesudah Kurang paham dan 1. terampil dalam : sampai aplikasi serta aplikasi pada paham tentang tanda dan gejala tanaman herbal tanaman herbal membuat racikan tanaman herbal untuk kesehatan Indikator keberhasilan selanjutnya adalah mitra mandiri secara berkelanjutan membuat sediaan tanaman herbal sebagai bahan obat. Meskipun praktek pembuatan masih secara berkelompok namun sudah bisa dimanfaatkan dalam keluarga mitra masing-masing. Alat ukur yang digunakan adalah dokumentasi yang dikirimkan mitra melalui grup WA yang sudah dibentuk. Indikator ketrampilan mitra semakin meningkat. Table 2 menunjukkan hasil bahwa pemahaman dan ketrampilan sudah meningkat, terlihat pada saat kegiatan penyuluhan, mitra diberikan contoh kasus penyakit terbukti mitra mampu melakukan Teknik penyampaian materi yang santai dan mudah dimengerti menjadi kunci keberhasilan kegiatan pengabdian Hal ini sesuai dengan yang disampaikan (Rahayu & Firmansyah, 2. bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg direncanakan dengan matang serta menggunakan pendekatan yang tepat Keberhasilan kegiatan didukung dari peran perangkat desa yang memberikan fasilitas tempat dan lahan kegiatan. Pada akhirnya kegiatan pengabdian kepada masyakat ini dapat menciptakan kerjasama yang baik antara STIKes Patria Husada Blitar dengan masyarakat Desa Mojorejo terutama Ibu Rumah Tangga dalam wadah PKK desa Mojorejo. IV. PENUTUP Kesimpulan Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dengan beberapa indikator keberhasilan. Indikator pertama terdapat peningkatan pemahaman mitra mengenai jenis, khasiat dan manfaat tanaman herbal. Indikator kedua terampil mendiagnosa beberapa kasus penyakit sekaligus memberikan terapinya menggunaka sesuai tanaman Indikator ketiga secara mandiri mampu mengaplikasikan sendiri pada keluarga mitra. Keberhasilan kegiatan didukung peran serta perangkat desa mitra yang telah menyediakan lokasi kegiatan. Saran Untuk mencapai keberlanjutan kegiatan perlu pendampingan dengan pihak terkait seperti puskesmas terdekat dengan program kelolaannya. Pengurus dan kader PKK, perangkat desa terus berupaya mendorong keberlangsungan kegiatan. Tetap menjalin kerja sama sebagai fasilitator mitra untuk menghubungkan permasalahan dengan narasumber terkait. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapan terima kasih kepada kementrian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi yang telah membiayai kegiatan ini melalui Hibah program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini Nomor Kontrak Induk :133/E5/PG. PM/2023 dan Nomor Kontrak Turunan: 070/SP2H/PKMII/LL7/2023 DAFTAR PUSTAKA