JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI (Studi Pada SMK Pawyatan Daha 3 Kedir. Sri Ari Sumaryati. Nur Dina. Erik Sumarsono. Universitas Pawyatan Daha Kediri sriarisumaryati@updkediri. id, nurdinakdr@gmail. com, marsono339@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan tranformasional dan gaya kepemimpinan tranformasional transaksional terhadap komitmen Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara melakukan penyebaran kuesioner yang dimasukkan untuk memperoleh data yang obyektif faktor variabel yaitu gaya kepemimpinan transformasional, gaya kepemimpinan transaksional dan komitmen organisasi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 66 karyawan yang bekerja di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan berpengaruh antara gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional terhadap komitmen organisasi. Gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yanglebih dominan dibandingkan dengan gaya kepemimpinan transaksional. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Tranformasional dan Transaksional. Komitmen Organisasi ABSTRACT This study aims to determine the effect of transformational leadership style and transactional transformational leadership style on organizational commitment. This research method uses a quantitative approach by distributing questionnaires that are entered to obtain objective data on variable factors, namely transformational leadership style, transactional leadership style and organisational commitment. The population and sample in this study were 66 employees who worked at SMK Pawyatan Daha 3 Kediri. The results showed that simultaneously the effect between transformational leadership style and transactional leadership style on organisational commitment, transformational leadership style has a more dominant influence than transactional leadership style. Keywords: Transformational and Transactional Leadership Styles. Organisational Commitment JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 PENDAHULUAN Perwujudan komitmen organisasi menjadi sebuah persoalan dalam mencapai tujuan organisasi. Kegagalan mewujutkan komitmen organisasi disebabkan oleh pimpinan tidak pernah melakukan evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai dan komitmen yang dibuat tidak didasarkan pada konsensus yang jelas, serta meski ada konsesus tidak dilaksanakan secara konsisten dan membawa konsekensi bagi organisasi. Oleh karena itu, keberadaan karyawan dalam perusahaan merupakan faktor penting dalam perkembangan produktifitas oganisasional dalam diri karyawan. Penjelasan teoritis mengenai komitmen organisasional banyak dilakukan oleh para ahli. Mowday,et al . mendefinisikan komitmen organisasi menunjukkan keyakinan dan dukungan yang kuat terhadap nilai dan sasaran . yang ingin dicapai oleh organisasi. Wiener . komitmen organisasi didifinisikan sebagai dorongan dari dalam diri individu untuk berbuat sesuatu agar dapat menunjang keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan dan lebih mengutamakan kepentingan organisasi. Durkin . bahwa komitmen organisasi merupakan perasaan yang kuat dan erat dari seseorang terhadap tujuan dan nilai suatu organisasi dalam hubungannya dengan peran mereka terhadap upaya pencapaian tujuan dan nilai-nilai tersebut. Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya komitmen organisasional adalah kepemimpinan dalam organisasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang dianggap penting yang mempengaruhi komitmen organisasional adalah kepemimpinan (Mowday et al. , dalam Avolio et , 2004. Sebagai bagian dari organisasi, kepemimpinan ikut mempengaruhi komitmen melaluihubungan antara atasan dengan bawahan antara karyawan dengan pemimpinnya (Meyer & Allen, 1. Kepemimpinan berpengaruh kuat terhadap jalannya organisasi dan kelangsungan hidup organisasi. Keberhasilan sebuah organisasi dapat tercapai apabila pemimpin dapat mempengaruhi bawahannya untuk memberikan kinerja terbaik kepada organisasi. Menurut House et. , . dalam Yukl . , kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat orang JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan Bass Wagimo Djamaludin . mengembangkan teori kepemimpinan berdasarkan dua konstrak utama, yaitu Kepemimpinan transformasional dan transaksional dikembangkan berdasar pendapat Maslow tentang tingkatan kebutuhan manusia. Menurut Kuhert dan Lewis . Bycio. Hackett, dan Allen . Haddock . dalam Purwanto et al. , . kebutuhan bawahan yang lebih rendah, seperti kebutuhan fisik, rasa aman, dan afiliasi dapat terpenuhi dengan baik melalui praktik kepemimpinan transaksional, yang pada dasarnya merupakan proses pertukaran antara pemimpin dan bawahan mengenai apa yang telah disepakati sebelumnya. Adapun mengenai kebutuhan bawahan yang lebih tinggi, seperti harga diri dan aktualisasi diri menurut Keller SMK Pawyatan Daha 3 Kediri sebagai Organisasi atau Lembaga Pendidikan yang mulai tumbuh dan berkembang dan berusaha untuk mempertahankan eksistensinya ditengah persaingan antar organisasi. Dalam pengelolaan Lembaga Pendidikan berusaha untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya manusia secara tepat dan optimal. selaras dengan pendapat pfefer . bahwa organisasi yang menggunakan strategi untuk memenangkan persaingan melalui manusia telah terbukti mampu mengungguli perusahaan- perusahaan yang menggunakan strategi Dengan mengalami dua masa periode kepemimpinan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri. Dengan kondisi Lembaga Pendidikan masa pertumbuhan dan berkembang dengan kebutuhan finansial bawahan yang lebih tinggi akan kebutuhan fisik, rasa aman, dan afiliasi dibandingkan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri. ada dua gaya kepemipinan yang diterapkan oleh pemimpin di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri pada dua masa kepemimpinan kurun waktu dua puluh tahun terakhir yaitu masa kepemimpinan Drs. Yuli Priyanto. MM dan Masa Kepemimpinan Drs. Sunaryo sebagai Kepala Sekolah. Bass . mengembangkan teori kepemimpinan berdasarkan dua JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 konstrak utama, yaitu kepemimpinan transformasional dan transaksional. Kepemimpinan transformasional dan transaksional dikembangkan berdasar pendapat Maslow tentang tingkatan kebutuhan manusia. Menurut Kuhert danLewis . Bycio. Hackett, danAllen . Haddock . dalam Purwanto et al. kebutuhan bawahan yang lebih rendah, seperti kebutuhan fisik, rasa aman, dan afiliasi dapat terpenuhi dengan baik melalui praktik kepemimpinan transaksional, yang pada dasarnya merupakan proses pertukaran antara pemimpin dan bawahan mengenai apa yang telah disepakati sebelumnya. Adapun mengenai kebutuhan bawahan yang lebih tinggi, seperti harga diri dan aktualisasi diri menurut Keller . , hanya dimungkinkan terpenuhi melalui praktik kepemimpinan Kerangka Pikir Gaya Kepemimpinan Transformatif (X. Komitmen Organisasi (Y) H2. Gaya Kepemimpinan Transaksional (X. Berkenaan dengan kerangka pikir tersebut maka hipotesis yang dikemukakan di sini adalah Ada transformasional(X. kepemimpinan transaksional(X. secara simultan terhadap komitmenorganisasi (Y). Ada transaksional(X. transformasional(X. organisasi(Y). JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri, di Jln. Soekerano Hatta No. 49 B Kabupaten Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan yang bekerja di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri. berjumlah 66 orang. Semua populasi dijadikan responden disebut metode sensus (Sugiyono, 2. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dari responden dan data sekunder dari buku-buku, majalah, koran maupun instansiyang ada kaitannya dengan penelitian. Metode pengumpulan data primerdigunakan Metode Angket, sedang metode pengukurannya dengan skala Likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi dari seseorang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2. Jawaban dari setiap item pernyataan disediakan lima alternatif jawaban dan penilaian untuk masing-masing alternatif jawaban diberi bobot . : . Untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) memiliki bobot 1, . Untuk jawaban Tidak Setuju (TS) memiliki bobot 2, . Untuk jawaban Netral (N) memiliki bobot 3, . Untuk jawaban Setuju (S) memiliki bobot 4, . Untuk jawaban Sangat Setuju (SS) memiliki bobot 5. Indikator yang digunakan dalam masing-masing variabel adalah: No. Nama Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. Robbins dan Judge . Gaya Kepemimpinan Transaksional (X . Robbins dan Judge . Indikator Karis Inspir Ransangan IntelektualPerhatian Individu Imbalan Kontinjen Manajemen dengan Pengecualian/ eksepsi aktif Manajemen dengan Pengecualian/ eksepsi pasif Tingkat Pengukuran Interval Interval JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Komitmen Organisasi (Y)Menurut Allen dan Meyer . alam Hafiz. Komitmen Afektif (Affective Commitme. Komitmen Normatif (Normative Commitme. Komitmen Berkelanjutan (Continuance Commitmen. Interval Uji validitas dan uji reliabilitas terhadap semua angket . dari 3 . variabel tersebut, telah dilakukan dengan sampel 66 orang karyawan. Uji validitas dengan menghitung korelasi Pearson Product Momen . Hasil perhitungan semua item pernyataan pada masing- masing variabel diperoleh nilai ryx-hitung lebih besar dibanding r-hitung . sehingga semua dinyatakanvalid. Uji reliabilitas dengan menghitung alpha Cronbach, hasilnya nilaiCronbach Alpha dari variabel gaya kepemimpinan transformasional sebesar 0,949Cronbach Alpha variabel gaya kepemimpinan transaksional sebesar 0,862, dan Cronbach Alpha variabel komitmen organisasi sebesar 0,866. Semua nilai alphadi atas 0,8 sehingga semua variabel dinyatakan reliabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Data Analisis Deskriptif Penilaian Berdasarkan Identitas Responden Responden dalam penelitian ini, adalah selurh karyawan SMK Pawyatan Daha 3 Kediri sejumlah 66 Orang. Karakteristik reponden dalam penelitian ini dilihat dari jenis kelamin, usia, status pernikahan, pendidikan, status kekaryawan dan masa kerja. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4. 1 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamim Jumlah Responden Prosentase % Laki Ae Laki 59,1% Perempuan Total 100,0% Sumber: Data diolah oleh peneliti JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Berdasarkan pada jenis kelamin responden, diketahui bahwa jumlah karyawan dengan jenis kelamin Laki-laki sebesar 59,. 1% dan responden dengan jenis kelamin perempuan sebesar 40. Berdasarkan pada distribusi jenis kelamin maka dapat dijelaskan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri adalah karyawan laki-laki. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4. 2 Profil Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Responden Prosentase % 18-27 Tahun 21,1% 28-37 Tahun 38-47 Tahun 19,7% Ao> 47 Tahun 24,2% Total 100,0% Sumber : Data diolah Berdasarkan pada ditribusi usia terbanyak sebesar 34. 8% responden berusia 28-37 tahun. Proporsi terbesar kedua berusia antara > dari 47Tahun tahun sebesar 22,2% responden. Proporsi terbesar ketiga berusia antara 18 Ae 27 tahun sebesar 21,1% responden,. Dan hanya 19. 7% responden yang berusia 38-47 tahun. Berdasarkan pada usia responden maka dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalam karyawan usia produktif dengan usia antara 28 - 37 tahun. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan Tabel 4. 3 Responden Berdasarkan Status Pernikahan Status Pernikahan Jumlah Responden Prosentase % Menikah 80,3% Belum Menikah Total 100,0% Sumber: Data diolah oleh peneliti Berdasarkan pada jenis kelamin responden, diketahui bahwa jumlah karyawan dengan status pernikahan, yang sudah menikah sebesar 80,3% dan responden belum menikah sebesar 19. Berdasarkan pada distribusi JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 status pernikahan maka dapat dijelaskan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri sudah menikah. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikkan Tabel 4. 4 Profil Responden Berdasarkan Pendidikkan Pendidikan Jumlah Responden Prosentase % 1,5% SMP SMA/SMK 12,1% 80,3% 4,5% Total 100,0% Sumber: Data diolah oleh Peneliti Berdasarkan distribusi tingkat pendidikan, proporsi terbesar dengantingkat pendidikan S1 sebesar 80. Proporsi kedua dengan tingat pendidikan SMA/SMK sebesar 12. Proposi ketiga dengan tingkat pendidikan S2 Sedangkan proposi terakhir yaitu SD dan SMP sebesar 1. Berdasarkan pada distribusi tingkat pendidikan maka dapat dijelaskan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri adalah berpendidikan S1. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kekaryawanan Tabel 4. 5 Profil Responden Berdasarkan Status Kekaryawanan Status Kekaryawanan Jumlah Responden Prosentase % Tetap 39,4% Tidak Tetap Total 100,0% Sumber: Data diolah oleh peneliti Berdasarkan pada status kekaryawanan responden, diketahui bahwa jumlah karyawan dengan status tetap sebesar 39,4% dan responden tidak tetap sebesar 60,6%. Berdasarkan pada distribusi status kekaryawanan maka dapat dijelaskan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri Karyawan Tidak Tetap. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Waktu Bekerja Tabel 4. 6 Profil Responden Berdasarkan Lama Waktu Bekerja Usia Jumlah Responden Prosentase % < 5 Tahun 37,9% 06-10 Tahun 11-15 Tahun 21,2% 16-20 Tahun 13,6% Ao> 21 Tahun 10,6% Total 100,0% Sumber: Data diolah oleh peneliti Berdasarkan distribusi Lama Waktu Bekerja, sebagian besar Rerponden dengan lama bekerja antara Kurang dari 5 tahun dengan nilai presntase Jumlah terbanyak kedua yaitu 21. 2% dengan lama bekerja antara 11 - 15 tahun. Presentase terbesar ketiga yaitu 16. 7% dengan lama bekerja antara 06 Ae 10 tahun. Presentase terbesar keempat yaitu 13. dengan lama bekerja antara 16 Ae 20 tahun. Dan presentase keempat dengan lama bekerja antara > 21 tahun yaitu sebesar 10. Analisis Deskriptif Penilaian Responden Berdasarkan Variabel Dalam penelitian terdapat 2 variabel independen yang meliputi variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional dengan 10 butir pertanyaan. Gaya Kepemimpinan Transformasional dengan 6 butir pertanyaan dan variabel dependen yaitu Komitmen Organisasional dengan 12 butir pernyataan Persepsi responden terdapat butir pernyataan dibedakan kedalam tingkatan interval yaitu: Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 1. Tidak Setuju (ST), dengan skor 2. Netral (N), dengan skor 4. Sangat Setuju (SS), dengan skor 5. Persepsi responden terhadap butiran pernyataan dapat dijabarkan pada tabel berikut ini: Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional Frekuensi Responden Terhadap Butir Pernyataan Pada Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Tabel 4. 7 Persepsi terhadap Variabel Gaya Kepemimpinan Tranformasional Indikator Skor Total Karismatik Inspiratif Individualizer Intelektual Sumber: Data diolah Peneliti Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel 4. 5 diatas menunjukkan bahwa jawaban terbanyak dari variabel gaya kepemimpinan transformasional pada pernyataan Indikator Inspirasi X2 dimana responden menjawab setuju berjumlah 43 responden dengan nilai sebesar 65%. Kemudian jawaban kedua terbanyak pada pernyataan indikator Individualizer X3 dengan jumlah responden yang menjawab sebanyak 40 responden dengan nilai sebesar 60. Pada pernyataan indikator Intelektual X3 terdapat 39 responden dengan nilai sebesar 59. 1% yang menjawab setuju dan pada pernyataan indikator Kharismatik X1 terdapat 38 responden dengan nilai sebesar 57. 6% yang menjawab setuju. Dari keempat pernyataandiatas terdapat tidak ada satupun responden yang menjawab sangat tidak setuju pada pernyataan kuesioner yang telah dibagikan oleh peneliti. Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional Frekuensi Responden Terhadap Butir Pernyataan Pada Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional (X. Tabel 4. 8 Persepsi terhadap Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional Indikator Skor Total Kontingen Aksektif Ak. Aksektif Paf Sumber: Data diolah oleh peneliti Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel diatas menunjukkan bahwa jawaban terbanyak dari variabel gaya kepemimpinan transaksional (X. pada JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 pernyataan Indikator Asektif Pasif X2 dimana responden menjawab setuju berjumlah 47 responden dengan nilai sebesar 71. Kemudian jawaban kedua terbanyak pada pernyataan indikator Aksektif Aktif X2 dengan jumlah responden yang menjawab sebanyak 42 responden dengan nilai sebesar 63. Pada pernyataan indikator Kontingen X1 terdapat 37 responden dengan nilai sebesar 1% yang menjawab setuju. Dari keempat pernyataan diatas terdapat tidak ada satupun responden yang menjawab sangat tidak setuju pada pernyataan kuesioner yang telah dibagikan oleh peneliti. Variabel Komitmen Organisasi Frekuensi Responden Terhadap Butir Pernyataan Pada Variabel Komitmen Organisasi (Y) Tabel 4. 9 Persepsi terhadap Variabel Komitmen Organisasi Indikator Skor Logis Lingkunga Harapan Emosional Total Sumber: Data diolah oleh peneliti Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel diatas menunjukkan bahwa jawaban terbanyak dari variabel Komitmen Organisasi (Y) pada pernyataan Indikator Logis Y1 dimana responden menjawab setuju berjumlah 39 responden dengan nilai sebesar 59. Kemudian jawaban kedua terbanyak pada pernyataan indikator Emosional Y3 dengan jumlah responden yang menjawab sebanyak 37 responden dengan nilai sebesar 56. Pada pernyataan indikator Lingkungan Y2 terdapat 35 responden dengan nilai sebesar 53. 0% yang menjawab setuju dan indikator Harapan Y3 terdapat 37 responden dengan nilai sebesar 41. 6% yang menjawab setuju. Dari keempat pernyataan diatas terdapat tidak ada satupun responden yang menjawab sangat tidak setuju pada pernyataan kuesioner yang telah dibagikan oleh peneliti. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Analisis Deskriptif Tingkat Capaian Responden Gaya Kepemimpinan Tranformasional Tabel 4. 10 Deskriptif Tingkat Capaian Responden GK. Tranformasional Variabel Mean GK. Tranformasional 4,17 Mean Tertinggi TCR 83,45 Saya selalu memberikan rasa hormat atas apa Kategori Sangat Baik 47 (Sangat Bai. yang sudah diperbuat oleh Pemimpin Untuk kemajuan Organisasi (X1. Mean Terendah Pemimpin selalu menjadi pendengar yang 89 ( Baik ) baik atas masalah-masalah yang saya hadapi dalam pekerjaan. (X1. Sumber: Data diolah Peneliti Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel diatas menunjukkan bahwa mean Variable Gaya Kepemimpinan Tranformasional 4. 17 dengan tertinggi pada pertanyaan Saya selalu memberikan rasa hormat atas apa yang sudah diperbuat oleh Pemimpin Untuk kemajuan Organisasi (X1. 47 (Sangat Bai. dan mean terendah pada pertanyaan Pemimpin selalu menjadi pendengar yang baik atas masalah-masalah yang saya hadapi dalam pekerjaan. (X1. 89 (Bai. dengan nilai TCP 83. 45 dengan kategori Sangat Baik. Gaya Kepemimpinan Transaksional Tabel 4. 11 Deskriptif Tingkat Capaian Responden GK. Transaksional Variabel Mean GK. Transaksional 4,05 Mean Tertinggi TCR 80,91 Pemimpin Pimpinan memberikan peringatan Kategori Sangat Baik 14 (Sangat Bai. dan sanksi apabila terjadi kesalahan dalam proses kerja yang saya lakukan. (X2. Mean Terendah Pimpinan memberikan imbalan jika saya 92 (Bai. mampu melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan dengan baik. (X2. Sumber: Data diolah oleh peneliti JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel diatas menunjukkan bahwa mean Variable Gaya Kepemimpinan Transaksional 4. 05 dengan tertinggi pada pertanyaan Pemimpin Pimpinan memberikan peringatan dan sanksi apabila terjadi kesalahan dalam proses kerja yang saya lakukan. (X2. 14 (Sangat Bai. dan mean terendah pada pertanyaan Pimpinan memberikan imbalan jikasaya mampu melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan dengan baik. (X2. nilai 92 (Bai. dengan nilai TCP 80. 91 dengan kategori Sangat Baik. Komitmen Organisasi Tabel 4. 12 Deskriptif Tingkat Capaian Responden Komitmen Organisasi Variabel Mean TCR 4,15 Komitmen Kategori 82,98 Sangat Baik Organisasi Mean Tertinggi Saya akan bertahan diperusahaan/ organisasi 52 (Sangat Bai. ini karena kita dibimbing untuk berkarier yang lebih baik (Y. Mean Terendah Saya merasa bahwa tempat bekerja sudah baik 09 (Bai. dan nyaman, sehingga saya betah dan sulit untuk pindah ke perusahaan atau organisasi lain (Y. Sumber: Data diolah Peneliti Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel diatas menunjukkan bahwa mean Variable Budaya Organisasi 3. 34 dengan tertinggi pada pertanyaan Saya berusaha melakukan untuk mengembangkan diri dan kemampuan saya (Z. nilai 52 (Sangat Bai. dan mean terendah pada pertanyaan Dalam melaksanakansetiap pekerjaan, saya selalu berinisiatif dan tidak selalu bergantung pada petunjuk pimpinan (Z. 09 (Bai. dengan nilai TCP 80. 91 dengan kategori Sangat Baik. Analisis Regresi Linier Berganda Hasil transformasional dan gaya kepempinan transaksional terhadap komitmen adalah sebagai berikut: JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Analisis Regresi Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. dan Gaya Kepemimpinan Transaksional (X. Terhadap Komitmen Organisasi (Y) Berdasarkan hasil pengelolahan data menggunakan bantuan SPSS, maka dapat diperoleh regresi antara gaya kepemimpinan transformasional dan Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap komitmen organisasi sebagai Tabel 4. 13 Hasil Analisis Regresi X terhadap Y Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Beta Std. Error gaya kepemimpinan Dependent Variable: Komitmen Organisasi Sumber: Data diolah oleh peneliti Pada tabel diatas, mengenai hasil pengolahan data dalam SPSS, maka dapat dibuat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Dimana: Y = komitmen organisasi a = konstanta b = koefesien korelasi variabel bebas X1 = gaya kepemimpinan transformasional X2 = gaya kepemimpinan transaksional Y = 22. 448X1 0. 356X2 e Dari hasil persamaan tersebut diatas, maka dapat diartikan bahwa: Konstanta sebesar 22. 473 berarti menunjukkan jika gaya kepemimpinan transformasional (X. dan Kepemimpinan Transaksional (X. adalah 0 . ,maka nilai komitmen organisasi (Y) sebesar 22. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Koefesien regresi variabel gaya kepemimpinan transformasional (X. 448 atau 44. 8%, artinya jika gaya kepemimpinan transformasional (X. meningkat satu persen, maka komitmen organisasi (Y) akan meningkat sebesar 0,448 satuan dengan anggapan variabel yang lain konstan. Koefesien regresi variabel Kepemimpinan Transaksional (X. sebesar 356 atau 35. 6%, artinya jika komunikasi organisasi (X. meningkat satu persen, maka komitmen organisasi (Y) akan meningkat sebesar 0,356 satuan dengan anggapan variabel yang lain konstan. Uji Simultan (Uji F) Pada uji hipotesis ini menggunakan uji F untuk mengetahui apakah variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat komitmen organisasi. Adapun pengujian Uji F sebagai berikut: Tabel 4. 14 Uji Simultan (F) X terhadap Y ANOVAa Sum of Model Squares Regression Mean Sig. Square Residual Total Dependent Variable: Komitmen Organisasi Predictors: (Constan. Gaya kepemimpinan transformasional. Gaya kepemimpinan transaksional Sumber: Data diolah Peneliti Berdasarkan hasil pengolahan data dengan SPSS seuai dengan tabel diatas dapat ditunjukkan bahwa Fhitung sebesar 19. 679, sedangkan Ftabel . dari tabel distribusi adalah sebesar 3. 145 dan nilai signifikan yang diperoleh 0. ini berarti Fhitung > Ftabel . 679 > 3. dan nilai signifikan lebih kecil dari nilai yaitu 0. 05, signifikan < . 000 > 0. Maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh secara simultan mempunyai JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 pengaruh terhadap variabel komitmen organisasi, dengan demikian maka hipotesis pertama dapat diterima. Uji Parsial (Uji T) Pada uji hipotesis ini menggunakan uji t yang digunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikansi secara parsial antara variabel bebas yang meliputi variabel gaya kepemimpinan transformasional (X. dan Gaya Kepemimpinan Transaksional (X. terhadap variabel terikat komitmen organisasi (Y). Dengan df = n Ae k -1 = 66-2-1 = 63. Sehingga diperoleh ttabel 1. 998 nilai thitung yang diperoleh dari hasil pengelolahan SPSS disajikan pada tabel dibawah ini: Tabel 4. 15 Hasil Analisis Jalur Uji t (Parsia. Untuk Hipotesis Kedua Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Beta Std. Sig. Error (Constan. Gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan Dependent Variable: Komitmen organisasi Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan uji hipotesis secara parsial atau individu sebagai berikut: Variabel gaya kepemimpinan transformasional (X. Berdasarkan hasil analisis jalur pengujian H1 yang ditunjukkan pada tabel diatas menyatakan bahwa nilai koefesien standardized beta gaya kepemimpinan transformasional (X. pada regresi ini sebesar 0. 437, artinya gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh sebesar 43. 7% terhadap komitmen organisasi (Y). Nilai standardized coefficients beta (S. C bet. , merupakan nilai path atau jalur. Sedangkan () transformasional berpengaruh terhadap komitmen organisasi sebesar 44. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Sedangkan nilai . -test sebesar 2. 754 > 1. 998 ttabe. serta nilai . nilai koefesien regresi () dan t-test tersebut menggunakan tingkat signifikan sebesar 0. maka H1 diterima H0 diterima, sehingga dapatdisimpulkan bahwa hasil variabel gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap variabel komitmen organiasasi. Variabel gaya kepemimpinan transaksional (X. Berdasarkan hasil analisis jalur pengujian H1 yang ditunjukkan pada tabel diatas menyatakan bahwa nilai koefesien standardized beta gaya kepemimpinan transaksional (X. pada regresi ini sebesar 0. 215, artinya komunikasi organisasi berpengaruh sebesar 21. 5% terhadap komitmen organisasi (Y). Nilai standardized coefficients beta (S. C bet. , merupakan nilai path atau jalur. Sedangkan nilai koefesien regresi () variabel komunikasi organisasi sebesar 0. 356, bahwa variabel budaya organisasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi sebesar 35. Sedangkan nilai . -test sebesar 1. 356 < 1. 998 ttabe. serta nilai . ignifikan 181 > 0. nilai koefesien regresi () dan t-test tersebut menggunakan tingkat signifikan sebesar 0. maka H0 diterima H1 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil variabel gaya kepemimpinan transaksional tidakterhadap variabel komitmen organiasasi. Koefisien Kolerasi Berganda (R) Korelasi berganda digunakan untuk menghitung tingkat keeratan hubungan antara variabel bebas gaya kepemimpinan transformasion dan gayakepemimpinan transaksional terhadap variabel terikat komitmen organisasi. Tabel 4. 16 Koefesien Korelasi Berganda Simultan X terhadap Y Model Summa ryb Model Adjust Std. Change Statistics Squa Error Sig. Square Squa Chan Wats Estima Chan Chan Dur Predictors: (Constan. Gaya Kepemimpinan Transformasional. Gaya Kepemimpinan Transaksional JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Dependent Variable: Komitmen Organisasi Sumber: Data diolah Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai koefesien korelasi (R) adalah 620 atau mendekat 1. Artinya terdapat hubungan yang kuat dan searahantara variabel bebas yang meliputi gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional terhadap variabel terikat meliputi komitmen Koefisien Determinasi Berganda (R. Determinasi berganda bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional terhadap variabel terikat komitmen organisasi. Hasil perhitungan SPSS mengenai analisis determinasi berganda ditunjukkan oleh tabel dibawah ini. Tabel 4. 17 Koefesien Determinasi Berganda (R. X terhadp Z Model Summa ryb Model Adjust Std. Change Statistics Squa Error Sig. Square Squa Chan Wats Estima Chan Chan Dur Predictors: (Constan. Gaya Kepemimpinan Transformasional. Gaya Kepemimpinan Transaksional Dependent Variable: KOmitmen Organisasi Sumber: Data diolah oleh peneliti (Lampiran . Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa koefesien determinasi dalam penelitian ini sebesar 0. 385 atau 38%, sehingga variabel gaya kepemimpinan transformasional dan komunikasi organisasi dapat menjelaskan komitmen organisasi 38% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain 62%. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 PEMBAHASAN Hasil dari penelitian di atas dapat diketahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional terhadap komitmen organisasi dengan menggunakan aplikasi pengolahan data Analysispath melalui SPSS Statistic 24. Pengaruh secara simultan Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap Komitmen Organisasi Berdasarakan kajian analisis data mengenai uji simultan (Uji F) secara spesifik dapat dijelaskan bahwa nilai F-hitung sebesar 19. 679 lebih besar dari Ftabel 3,145 nilai Sig F sebesar 0. 000 lebih kecil dari 0. 005 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh secara simultan Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap Komitmen Organisasi. Menurut Dunn et al. , . gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif terhadap komitmen afektif dan komitmen normatif. Gaya kepemimpinan traksasional lebih dominan dibanding gaya kepemimpinan transaksional terhadap komitmen organisasi. Dan Avolio et. , 2004. Pemimpin transformasional mempengaruhi komitmen organisasional bawahannya dengan mendorong bawahannya untuk berpikir kritis dengan menggunakan pendekatan dalam proses pengambilan keputusan . ecision-makin. , mengilhami loyalitas, sementara pemimpin mengakui dan menghargai kebutuhan yang berbeda dari masing-masing bawahan untuk mengembangkan potensi mereka. Gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan dengan gaya kepemimpinan transaksional. Dalam menerapkan kepemimpinan transformasional, seorang pemimpin harus didasarkan pada analisis terhadap situasi yang dihadapi pada suatu saat tertentu dan mengidentifikasikan kondisi anggota atau anak buah yang dipimpinnya. Kondisi bawahan merupakan faktor yang penting, karena selain sebagai individu bawahan juga sebagai kekuatan kelompok yang kenyataannya dapat menentukan kekuatan pribadi yang dimiliki pemimpin (Rivai, 2016:. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Artinya gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan salah satu fungsi manajemen yang stretegis, dengan kata lain kepemimpinan dapat menggerakkan, memperdayakan, serta mengarahkan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif yang dapat menuju kearah pencapainan tujuan organisasi (Soekarso, 2. Dan juga didukung didalam penelitian yang diteliti oleh Fendy . gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh langsung terhadap komitmen Hal ini dapat dijelaskan bahwa gaya kepemimpinan transformasional mempengaruhi komitmen organisasional dengan menggerakkan inisiatif dan dorongan bawahan untuk mencapai tujuan. Pengaruh secara parsial Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap Komitmen Organisasi Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi Hasil uji parsial (Uji . Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi nilai T-hitung sebesar 2. 754 lebih besar dari T- tabel 998 dengan nilai Sig T sebesar 0. 008 lebih kecil dari 0. 005 yang artinyaHo ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh secara parsial Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi Avolio Bj. Zhu W. Koh W. Bhatia P . , kepemimpinan meliputi pengembangan hubungan yang lebih dekat antara pemimpin dan pengikutnya, bukan sekedar sebuah perjanjian, tetapi lebih didasarkan pada kepercayaan dan Yukl. Gary A . kepemimpinan yang mempengaruhi pegawai sehingga pegawai merasakan kepercayaan, kebanggaan, loyalitas dan rasa hormat terhadap pimpinan serta termotivasi untuk melakukan lebih dari apa yang Tingkat kepercayaan dan rasa hormat yang tinggi karyawan SMKPawyatan Daha 3 Kediri terhadap pimpinan atas apa yang telah diperbuat pimpinan untuk kemajuan Lembaga dan Pemimpin selalu menjadi pendengar yang baik atas masalah-masalah yang saya hadapi dalam pekerjaan meruapakan penilai tertinggi bagai Karyawan SMK Pawyaan Daha 3 Kediri denganberdasarakan Data Mean tertinggi dan TCR. Menurut Rivai . gaya JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 kepemimpinan transformasional adalah tipe dari kepemimpinan yang memadu atau memotivasi pengikut mereka dengan arah tujuan yang ditegakkan dengan memperjelas peran dan tuntutan tugas. salah satu cara yang diterapkan di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri yaitu memberikan sarana dan prasarana yang memadai untuk kelangsungan organisasi dalam mencapai suatu tujuan yang diinginkan, dengan memberikan kepercayaan yang dapat meningkatkan kualitas komitmen Hasilnya menunjukkan berpengaruh dan membawa perubahan terhadap komitmen organisasi. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap Komitmen Organisasi Hasil uji parsial (Uji . Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap Komitmen Organisasi nilai T-hitung sebesar 1. 354 lebih kecil dari T- tabel 998 dengan nilai Sig T sebesar 0. 181 lebih besar dari 0. 005 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak, maka dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh secara parsial Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi. Emron Edison . pemimpin yang mengubah, mengikutkan sertakan anggota dalam merumuskan tujuan melalui sebuah transaksional yang lebih jelas dan terukur, transaksi ini meliputi imbalan yang menarik bagi keberhasilan anggota, dan sebaliknya jika gagal dalam mencapai tujuan, akan mendapatkan Daft . menjelaskan peran dan persyaratan tugas bawahaan, memelopori stuktur, memberikan imbalan yang sesuai, serta memahami dan memenuhi kebutuhan social bawahan. Pelaksanaan Kepemimpinanan di SMK Pawyatan Daha 3 Kediri memberikan peringatan dan sanksi apabila terjadi kesalahan dalam proses kerja yang dilakukan dan pimpinan memberikan imbalan jika karyawan mampu melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan dengan baik sesuai dengan data mean tertinggi dan TCP variabel gaya kepemimpinan trasaksional. Menujukkan bahwa kepemimpinan transaksional hanya memberikan intruksi dan imbalan atas pekerjaan yang diberikan kepada karyawan, sehingga karyawan bekerja bukan berdasarkan pada visi dan misi lembaga bersifat JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 prakmatis, hal tersebut yang menunjukkan gaya kepemimpinan transaksional tidak berpengaruh pada komitmen organisasi yang dimaknai sebagai tekat yang kuat untuk mencapi tujuan organisasi yang telah ditentukan. Emron Edison . 8: . KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: Responden . terbanyak adalah: laki-laki yaitu 39 orang 59,. 1% usia berkisar antara 28-37 tahun yaitu 23 orang dan berpendidikan sarjana 53 orang . ,3%). Tanggapan . Gaya Kepemimpinan Transformasional. Gaya Kepemimpinan Transaksional. Komitmen Organisasi dan Kinerja Karyawan sebagai berikut: Implementasi Gaya Kepemimpinan Transformasional oleh pimpinan sangat baik Implementasi Gaya Kepemimpinan Transaksional oleh pimpinan sanagat Implementasi Komitmen Organisasi oleh karyawan sanagt baik Dari hasil uji hipotesis 1 dan hipotesis 2 ini terbukti bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. dan Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional (X. terhadap Komitrmen Organisasi Karyawan (Y). Pengaruhnya Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional pengaruhnya lebih dominan daripada Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 DAFTAR PUSTAKA JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 (Edisi Revis. Jakarta: Rineka Cipta. 2502-5449 p-ISSN: 2085-2266 Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Astutik. Wahyuni Sri. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Jumba (Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntans. Vol. 1 No. Astutik. Wahyuni. Masalah Agensi Pada Perusahaan Konsumsi Yang Telah Go Publik Di Bei Tahun 2009 Sampai Tahun 2013. Media Bina Ilmiah, 14 , 2799-2806 Astutik. Wahyuni. Penguatan Investor Muda Di Pasar Modal. MEDIA BINA ILMIAH, 14 . , 3297-3206 Astutik. Wahyuni. Pengaruh Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2012-2014. Seminar Nasional Manajemen. Ekonomi dan Akuntans, 6. , 1682-1690 Azhariman. Hanif. Keadilan Organisasi sebagai Variabel Mediasi antara Komunikasi Organisasi dengan Kepuasan Kerja Karyawan Pt. Telkom Surabaya. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol. No. ISSN: 1679-1690. Dina N. Nio SR. Kontribusi Adversity Quotient Terhadap Stres Kerja Pada Driver PT. Gojek Indonesia. Jurnal Riset Psikologi. , 2019. Dina. Nur & Indriyana. Dina. Pengaruh Kualitas Pelayanan Bpjs Terhadap Kepuasan Kerja. Jumba: Jumba Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi. Vol. 01 N0. 01 Tahun 2022. E-ISSN:2828-8815 Edison Emron. Anwar Yohny. Komariyah Imas. Manajemen Sumber Daya Manusia Stategi dan Perubahan dalam Rangka Peningkatan Kinerja Pegawai dan Organisasi. (Cetaan Ketig. Bandung: Alfabeta. ISBN: 978602-289-216-8. Febryantahanuji. Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komunikasi Terhadap Komitmen Organisasi dengan Kepemimpinan sebagai Variabel Moderasi pada Stekom Semarang. Jurnal Nusamba. Vol. No. Hanggondosari. Sri Utami & Dina. Nur. Implementasi Analisa System Dan Prosedur Pemberian Kredit Usaha Kecil Untuk Miminimilkan Kredit Macet. Jumba: Jumba Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi. Vol. 01 N0. Tahun 2022. E-ISSN:2828-8815 JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 Tahun 2023 e-ISSN: 2828-8815 Heminingsih. Anik. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Budaya Organisasi. Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen dan Kewirausahaan "Optimal". Vol. No. Jakarta: Mediakom. Juliandrastuti. Dijah dan Karyadi. Iman. Peran Status Kepegawaian dalam Moderasi Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasional Karyawan. Jurnal Rebranding Keunggulan Kompetitif Berbasis Kearifan Lokal. ISBN: 978-602-60569-2-4. Kusuma. Hendra Dan Asmoro. Wiwiek Kusumaning. Perkembangan Financial Technologi (Fintec. Berdasarkan Perspektif Ekonomi Islam. Istithmar : Jurnal Studi Ekonomi Syariah. Vol. 4 No. Kusuma. Hendra. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa: Studi Pada Pt. 33 Putra Kediri. Jumba (Jurnal Manajemen. Bisnis. Dan Akuntans. Vol 1 No 1 Kusuma. Hendra. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa. Jumba: Jumba Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi. Vol. N0. 01 Tahun 2022. E-ISSN:2828-8815 Mubarak,Ahmad & Darmanto. Susetyo. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening (Studi pada NS di Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Nugroho. Dwekti Agung. Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasi dan Kinerja Pegawai pada Pusat Pembangunan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Jurnal Manajemen Bisnis. Vol. No. Priyatno. Mandiri Belajar Analisis Data Dengan SPSS. Edisi pertama. Purnomo Eko, 2018 Pengaruh Kepemimpinanterhadap Komitmen Organisasi Jurnal Sosio e-kons Volume 10. No. April 2018, pp. 28-38 e-ISSN: Pustaka.