a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 PEMBINAAN AKHLAK MULIA MAHASISWA DALAM LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) AL-IZZAH IAIN AMBON Nur Khozin, Abdullah Pelupessy, Saddam Husein Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Ambon Email: nurkhozin07@yahoo.co.id Abstrak: Pembinaan akhlak mulia menjadi prioritas utama dalam pembangunan manusia Indonesia terutama membentuk pribadi-pribadi muslim kamil, kehadiran lembaga dakwah kampus (LDK AL-‘Izzah IAIN Ambon memberikan angin sejuk bagi kampus sebagai akternatif pembinaan dalam organisasi intra kampus. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan LDK dalam pembinaan akhlak mulia mahasiswa IAIN Ambon. Data-data didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data-data yang telah didapatkan kemudian di reduksi, diverifikasi dan diambil kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa bentuk kegiatan dalam pembentukan akhlak mulia yaitu: kajian rutin mingguan (liqo’at), tadabbur alam/outbond, bedah buku, ta’lim rutin ba’da dzuhur, memperingati hari-hari besar islam, MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa), dan kegiatan sosial/peduli saudara muslim. Aktifitas LDK yang bersifat keislaman mampu memberikan penyadaran akhlak mulia dan dapat memberi pengaruh terhadap perilaku mahasiswa dalam aktifitas kehidupannya Kata Kunci: Pembinaan Akhlak Mulia, LDK Al-‘Izzah IAIN Ambon PENDAHULUAN Pembangunan bangsa Indonesia berorientasi pada pembangunan manusia, salah satu aspek yang memegang peran penting adalah bidang pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan selalu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat Indonesia karena pendidikan selalu berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan dan perkembangan masyarakat setempat. Pendidikan merupakan suatu usaha untuk menambah kecakapan, keterampilan, pengetahuan dan sikap melalui belajar dan pengalaman yang diperlukan untuk memungkinkan manusia mempertahankan dan melangsungkan hidup serta untuk mencapai tujuan hidupnya. (Mappanganro, 20010: 2). Hal ini juga senada dengan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak 52 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Abdul Majid, 2004: 130). Pendidikan menjadi hal penting bagi pengembangan sumber daya manusia, tetapi pendidikan tidak akan lengkap apabila hanya mencetak lulusan yang hanya memiliki kecerdasan intelektual saja tanpa diimbangi dengan jiwa religius yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa. Pendidikan diartikan sebagai bimbingan secara sadar terhadap perkembangan jasmani dan rohani mahasiswa guna menuju terbentuknya pribadi yang mulia, sehingga pendidikan juga dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda agar menjadi pribadi utama. Zuhairi, 1993: 9). Pendidikan membantu mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengembangan diri terhadap potensi yang dimiliki dan menjadi pribadi yang berkarakter baik bagi dirinya, keluarga dan masyarakat. Karakter merupakan sifat kepribadian yang khas pada tiap individu dan tampak dalam kehidupan sehari-hari dalam bertindak. Nilai karakter yaitu mandiri, kreatif, disiplin, kerja keras, dan masih banyak lagi sehingga dapat membedakan seseorang dengan orang lain karena karakter yang dimiliki orang perorang berbeda-beda. Karakter terbentuk sejak lahir maupun dengan melalui proses sejak ia mengenal lingkungan. Kehidupan di kampus ternyata masih banyak yang belum paham tentang akhlak mulia, masih rendah etika antar sesama, ada juga beberapa etika yang kurang terpuji yang disebabkan rendahnya akhlak mulia yang dimiliki mahasiswa sehingga suasana keislaman di kampus masih sangat kurang. Keadaan seperti ini semakin menambah potret pendidikan semakin tidak menarik dan tidak sedap lagi dipandang yang pada gilirannya kepercayaan masyarakat terhadap wibawa dunia pendidikan semakin menurun. Jika keadaan yang demikian tidak dicarikan solusi, maka akan sulit mencari alternatif lain yang paling efektif untuk membina moralitas mahasiswa. Upaya untuk mencari solusi untuk memperbaiki dunia 53 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 pendidikan dan mengetahui sebab-sebabnya merupakan hal yang tidak dapat ditunda lagi. (Abudin Nata, 2017: 45-46). Mahasiswa harus memiliki akhlak mulia yang terpuji karena mahasiswa merupakan generasi penerus yang nantinya akan melanjutkan pembangunan bangsa. Untuk mendapatkan lulusan yang berkualitas mahasiswa harus memiliki akhlak mulia, sehingga kedepan dapat memimpin bangsa menjadi lebih baik yang diharapkan dapat mengubah keadaan mahasiswa menjadi lebih baik. Sesuai dengan yang ditulis oleh Abdul Rahman Saleh bahwa bangsa Indonesia telah berketetapan melalui proses pendidikan itulah setiap warga negara Indonesia dibina dan tingkatkan keimanan dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (Abdul Rahman Saleh, 2006: 68). Maka untuk mendapatkan mahasiswa yang berkualitas, berkarakter, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, tidak ada jalan lain selain pembinaan atau pendidikan. Untuk melakukan perubahan terhadap akhlak mahasiswa yang dapat merubah karakter menjadi lebih baik sesuai dengan bimbingan Islam, maka mahasiswa dapat mengikuti pembinaan di organisasi intra kampus yakni organisasi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Izzah IAIN Ambon. LDK memiliki kegiatan keislaman berupa kajian-kajian rutin setiap minggu, kultum ba’dah dzuhur, dan beberapa kegiatan lainnya. LDK memiliki peran dalam membimbing mahasiswa agar menghasilkan krakter terpuji dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan islami kepada anggotaanggotanya, sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. LDK adalah organisasi yang berdakwah di lingkungan kampus. (Lukis Alam, 2006: 112). LDK merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai sarana pembinaan mahasiswa dalam pengembangan spiritual dan ilmu keagamaan termasuk didalamnya sebagai tempat pembinaan akhlak mahasiswa di perguruan tinggi, juga merupakan lembaga organisasi intra yang memiliki keunggulan moral. Oleh karena itu berbagai perguruan tinggi berusaha untuk membangun LDK sebagai salah satu alternatif penempaan akhlak mahasiswa. 54 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 Organisasi LDK adalah organisasi intra kampus yang terdapat di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi LDK adalah oranisasi dakwah dengan syariat Islam sebagai asasnya. Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia pasti mempunyai LDK. Tiap-tiap perguruan tinggi memiliki nama LDK berbeda-beda. Kadang mereka menyebut dirinya sebagai Sie Kerohanian Islam, Forum Studi Islam, Lembaga Dakwah Kampus, Badan Kerohanian Islam, dan sebagainya. LDK ini merupakan lembaga yang mempunyai visi dan misi yang berkaitan dengan kaidah Islam. Bentuk-bentuk kegiatannyapun didominasi dengan kegiatan yang berjiwa Islam. Dalam berpakaian sering dijumpai anggotaanggotanya/pengurus-pengurusnya memakai pakaian yang menutup aurat. Terkadang hal semacam ini terkadang dinilai sebagai sesuatu yang berlebihan, padahal bila dilihat lebih mendalam ternyata memiliki nilai positif bagi mahasiswa maupun civitas akademica IAIN Ambon. Dakwah kampus adalah dakwah dalam lingkup perguruan tinggi untuk menyeru civitas akademika ke jalan ajaran agama Islam dengan memanfaatkan berbagai sarana formal maupun informal yang ada dalam kampus. Dakwah kampus bergerak dilingkup masyarakat ilmiah yang mengedepankan intelektualitas dan profesionalitas. Dengan demikian dikatakan bahwa aktifitas dakwah kampus merupakan salah satu tiang dari dakwah secara keseluruhan yang intinya adalah aktifitas mahasiswa, karena kampus adalah medan dakwah yang banyak pengaruhnya terhadap masyarakat. (Muhammad Nuh, 2004: 15) Kampus adalah sebuah lembaga pendidikan yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat karena kampus memiliki keistimewaan-keistimewaan tersendiri diantaranya: 1. Kampus adalah tempat berkumpulnya pemuda dalam jangka waktu lama. 2. Masyarakatnya adalah kelompok pilihan di tengah masyarakat. 3. Dakwah kampus merupakan wadah yang paling strategis bagi pencetakan kader dan melahirkan pemimpin. 55 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 4. Kampus merupakan kingkungan yang berbuka dan bebas dari berbeda bentuk pengembangan pemikiran. 5. Mahasiswa memiliki ruang interaksi dan mobilitas yang cukup luas baik secara vertikal (kaum profesional dan elit birokrasi) maupun horisontal (pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum). 6. Mahasiswa adalah calon orang tua untuk masa depan bagi generasi berikut. METODE Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menghasilkan berupa narasi tertulis dari orang-orang dan perilaku dengan pengamatan. (Imam Suprayogo dan Tabrani, 2001: 137). Penelitian kualitatif digunakan untuk menemukan dan menjelaskan yang akan diarahkan kepada kesimpulankesimpulan. wawancara, Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, dokumentasi memecahkan masalah yang bertujuan untuk menemukan dan yang didapatkan dari lapangan penelitian. (Sugiyono, 2010: 309). Setelah data-data didapatkan maka akan dilakukan anakisis data dengan teknik analisis data yaitu 1) data reduction (reduksi data), 2) data disply (penyajian), 3) conclusion drawing (verifikasi data). Data-data tersebut kemudian direduksi yaitu dengan merangkum, memilih hal-hal pokok, menfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya dan membuang hal hal yang tidak perlu. Kemudian verifikasi data yaitu data disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, atau diraikan dengan teks yang bersifat naratif dan kemudian diambil sebagai sebuah kesimpulan. HASIL 56 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 Ditemukan beberapa bentuk pembinaan akhlak mulia LDK, merupakan program yang dilakukan menjadi rutinitas organisasi bagi seluruh anggota LDK. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk membentuk akhlak mulia mahasiswa sebagai perpanjangan tangan kampus melalui organisasi intra kampus diantaranya: adalah 1. Kajian Rutin Mingguan (liqo’at); 2. Tadabbur Alam/Outbond; 3. Bedah Buku; 4. Ta’lim Rutin Ba’da Dzuhur; 5. Memperingati hari-hari besar Islam; 6. MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa); dan 7. Kegiatan Sosial/Peduli Saudara Muslim. Akhlak mahasiswa yang masih rendah rendah menjadi perhatian khusus bagi pihak kampus IAIN Ambon. Hal ini tidak mungkin akan berubah jika pihak kampus tidak melakukan langkah-langkah yang dapat mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu lahirnya LDK menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan mahasiswa yang memilii akhlak mulia, dan mampu mewarnai masyarakat kampus khususnya mahasiswa IAIN Ambon maupun masyarakat luar kampus karena mahasiswa pasti akan kembali ke kampung halaman untuk mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan selama belajar di kampus. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh LDK sebagai bentuk komitmen dalam membentuk mahasiswa yang berakhlak mulia diantaranya sebagai berikut: 1. Kajian rutin mingguan (liqo’at) Kajian rutin perminggu (liqo’at) adalah kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh seluruh anggota LDK yang dibagi menjadi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok akan didampingi oleh seorang murabbi yang ditentukan oleh pengurus LDK. Adapun materimateri liqo’at secara garis besar adalah bab aqidah, tazkiyatun nafs, alqur’an, siroh nabawi, keahwatan dan masing-msing bab memiliki subbab tersendiri. Dalam kegiatan liqo’ tidak selalu ansih membahas materi tersebut namun beragam, seperti membaca alqur’an satu lembar secara bergantian, kultum singkat oleh salah satu peserta liqo’, tadabbur ayat, 57 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 saling bercerita masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, serta evaluasi ibadah mingguan seluruh peserta liqo’ (seperti shalat berjamaah, shalat tahajud, shalat dhuha, beramal, berdoa untuk orang tua). Inilah yang membedakan kegiatan liqo dengan kegiatan ta’lim yang tidak melulu membahas kitab tertentu, sehingga banyak pelajar atau pelajar tertarik mengikuti pembinaan di LDK. Di bawah ini adalah modul tarbiyah lembaga dakwah kampus IAIN Ambon: Bagian Pertama I. AQIDAH 1. Madlulusy Syahadah 2. Syuruthu Qabulisy Syahadatain 3. Nawaqidusy Syahadatain 4. Makni La Ilaaha Illallah 5. Ma’rifatullah 6. Ilmu Allah 7. Ma’rifatu Dinil Islam, Syumuliyatul Islam 8. Ta’rifur Rasul 9. Kebutuhan Manusia terhadap Rasul 10. Makanatur Rasul 11. Shifatur Rasul 12. Wadziftur Rasul 13. Wajibuna Nahwar Rasul 14. Khasha’isur Risalah 15. Keumuman Risalah Muhammad SAW 16. Makna Muhammad SAW sebagai Penutup Para Nabi 17. Nata’iju Ittiba’ur Rasul 18. Beriman kepada Qadha dan Qadr 19. Ihsan II. TAZKIYATUN NAFS 1. Keutamaan Tilawah Alquran dan Mengkhatamkannya 2. Ikhlash 3. Tobat dan Istighfar 4. Sabar 5. Ash-Shidq 6. Menjauhi Tempat yang Haram 58 Bagian Kedua I. AQIDAH 1. Ilmu Tauhid 2. Pengaruh Tauhid dalam Kehidupan 3. Kedudukan Tauhid Dalam Islam 4. Ahammiyah Syahadatain 5. Beriman kepada Malaikat 6. Larangan Berhubungan dengan Jin 7. Kewajiban Beriman kepada semua rasul ‘Alaihimus Salam 8. Setiap Umat Diutus Rasul 9. Hikmah Diutusnya Para Rasul Alaihis Salam 10. Mukjizat dan Tanda Kenabian Muhammad SAW 11. Beriman kepada Hari Akhir 12. Rukun Islam dan Prinsipprinsip Akhlak 13. Tafakur tentang Awan 14. Tafakur tentang Laut dan Kecukupan Udara II. AL-QURAN Tafsir Surat Al-Kautsar sampai Al-A’la a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 7. Menundukkan Pandangan 8. Khusyu dalam Shalat 9. Tabarruj dan Ikhtilath 10. Afatul Lisan (Bahaya Lidah) 11. Zikir dan Keutamaannya 12. Menutup Aurat 13. Menjaga Kehalalan Harta 14. Al Birr wa Ash-Shilah 15. Berjihad dengan Izin dari Kedua orang Tua 16. Mencela Orang tua Orang Lain berarti Mencela Orang Tua Sendiri 17. Wilayah Akhlak Mencakup Seluruh Manusia 18. Muraqabah dan Muhasabah 19. Tawadhu III. AL-QURAN III. KEAKHWATAN 1. Tafsir Surat An-Nas dan AlIkhlash 2. Tafsir Surat Al-Kafrun, Al-Maun dan Al’Ashr 3. Tafsir Surat Al-Qari’ah, AlZalzalah dan Al-‘Alaq 4. Ta’riful Qur’an 5. Al-Quran Mendahului Ilmu Pengetahuan 1. Wanita-wanita pengukir sejarah 2. Urgensi Mempelajari Fiqh Wanita IV. KEAKHWATAN 1. Urgensi tarbiyah Bagi Wanita Muslimah 2. membangun Kepribadian Islami 3. Tanggung Jawab Wanita Muslimah IV. SIRAH NABI 1. Mukadimah Sirah 2. Kelahiran Nabi SW sampai menjelang Kenabian 3. Sejak Bi’tsah hingga Hijrah ke Habasyah 4. Hijrah ke Habasyah hingga madinah 5. Hijrah ke Madinah, kemapanan di Madinah, Piagam Madinah 6. Pasca futuh Makkah hingga Wafatnya Nabi Muhammad SAW V. KISAH NABI 1. Kisah Nabi Adam 59 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 2. Kisah Nabi Nuh 2. Tadabbur Alam/Outbond Tadabbur alam adalah kegiatan yang digagas oleh pengurus dengan mengadakan kegiatan di alam terbuka, yang biasanya dilakukan dilapangan, mendaki gunung atau di pantai. Dalam kegiatan tersebut akan diisi dengan ceramah atau kajian-kajian Islam dan dilanjutkan dengan game, sehingga akan terbangun rasa kebersamaan, membangun keakraban, juga sebagai ajang silaturahim seluruh anggota. 3. Bedah Buku Bedah buku adalah kegiatan yang dilakukan setahun sekali, atau dua tahun sekali. Kegiatan ini dilakukan bila ada buku-buku yang terbaru dan menarik, maka akan dilakukan kegiatan bedah buku. Dengan memilih buku-buku terbaru, buku yang memiliki spirit baru yang ditulis oleh orang yang sudah berpengalaman. Pembicara dalam kegiatan ini biasanya penulisnya langsung atau orang-orang yang memiliki penguasaan yang bagus terhadap buku tersebut. Peserta dalam kegiatan ini bersifat umum, seperti mahasiswa yang bukan anggota LDK, Dosen, atau perwakilan dari UKM-UKM yang ada di lingkup IAIN Ambon. 4. Ta’lim Rutin Ba’da Dzuhur Ta’lim rutin ba’da dzuhur adalah kegiatan yang digagas oleh pengurus LDK dengan membuat jadwal setiap ba’da dzuhur di masjid kampus IAIN Ambon dengan meminta kepada dosen-dosen IAIN Ambon. Dosen-dosen yang sering mengisi ta’lim ba’da dzuhur seperti Husen Maswara, M.Th.I., Baco Sarluf, M.Th.I., Ye Husen As-Sagaf, M.Th.I., Dr. Yusuf Abd. Rahman Luhulima, M.Ag., Yusuf Laisouw, M.Ag., Dr. Syarifuddin, M.Sos.I., Mu’allim, MH. M.HI., Dr. La Jamaa, MH. Materi yang disampaikan adalah materi bebas tergantung dari kemauan para pemateri. Kegiatan ini terusat di masjid, sehingga pesertanya bukan khusus anggota LDK saja tetapi seluruh jamaah yang ada di masjid tersebut, kegiatan bersiat umum, LDK hanya sebagai penggagas dan penanggung jawab pelaksana agar ta’lim bisa berjalan. 60 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 5. Peringatan Hari-Hari Besar Islam Memperingati hari-hari besar Islam adalah kegiatan yang dilakukan pengurus LDK dengan menyesuaikan kondisi yang ada. Memperingati hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad saw. tanggal 12 rabi’ul awwal, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. pada tanggal 27 Rajab, Nuzul Al-qur’an 17 Ramadhan, pengajian 1 Muharram. LDK Al-‘Izzah IAIN Ambon bersama LDK Al-Ikhwan UNPATTI pernah menggelar shalat ‘Iedul Adha di Masjid Kampus UNPATTI dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban. Namun kegiatan shalat ‘Ieadul Adha ini jarang sekali dilakukan. 6. MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) adalah kegiatan yang dilakukan oleh seluruh anggota LDK baik ikhwan maupun akhwat dengan bermalam di masjid atau mushalla tertentu dilaksanakan mulai ba’da ‘Isya sampai pagi. Dalam kegiatan MABIT ini akan diisi dengan kajian Islam, tilawah Al-Qur’an, Istirahat (tidur), Qiyamul Lail (shalat sunnah taubah, shalat sunnah tahajut, dan ditutup dengan witir) secara berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan renungan malam, shalat subuh secara berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir, membaca al-ma’sturat (yaitu dzikir dan doa yang biasa menjadi dzkir wajib bagi anggota LDK), dan menjelang siang seluruh peserta MABIT akan mengikuti olah raga sebagai penutup seluruh kegiatan MABIT. 7. Kegiatan Sosial/Peduli Saudara Muslim. Kegiatan sosial/peduli Islam adalah kegiatan insidental seperti peduli muslim palestina, peduli muslim rohingya, peduli gempa/banjir. Seluruh LDK se-Maluku akan bersama-sama menggalang dana untuk disumbangkan sebagai rasa peduli terhadap sesama saudara muslim atau peduli sosial yang mereka tertimpa musibah. Kehadiran Lembaga Dakwah Kampus di kampus IAIN Ambon bagaikan angin segar bagi IAIN Ambon sebagai perpanjangan tangan untuk mensukseskan tujuan IAIN Ambon yaitu dalam menghasilkan 61 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 lulusan yang memiliki wawasan keislaman, keilmuan, teknologi, kemanusiaan dan keindonesiaan. Materi-materi yang ada dalam modul tarbiyah lembaga dakwah kampus merupakan materi-materi wawasan keislaman sebagai penanaman nilai-nilai akhlak mulia sesuai dengan alQur’an dan Al-Hadits. Kegiatan-kegiatan organisasi yang dilakukan sangat syarat dengan pengembangan keilmuan serta penanaman nilai-nilai kemanusiaan, sehingga mahasiswa IAIN Ambon pemahaman keislaman, keilmuan, teknologi, dapat memiliki kemanusiaan dan keindonesiaan yang mantap. Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi LDK diharapkan dapat terbina sikap mental spitual sehingga bertambah pemahaman keislaman dan dapat mewarnai mahasiswa lain yang tidak tergabung dalam organasisasi. KESIMPULAN Lembaga Dakwah Kampus Al-‘Izzah IAIN Ambon adalah organisasi intra kampus yang menjadi tumpuan dan harapan bagi kampus dalam membantu pembentukan akhlak mahasiswa. Bentuk pembinaan yang tidak monoton menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi program unggulan organisasi dalam penanaman nilai-nilai keislaman, keilmuan serta sosial kemunusiaan. Aktifitas LDK yang bersifat keislaman mampu memberikan penyadaran akhlak mulia dan dapat memberi pengaruh terhadap perilaku mahasiswa dalam aktifitas kehidupannya. Walaupun belum mampu mewarnai seluruh mahasiswa IAIN Ambon namun kehadirannya dapat menjadi oase sejuk bagi mahasiswa IAIN Ambon. 62 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 DAFTAR PUSTAKA [1] Alam, Lukis. Internalisasi Niai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Perguruan Tinggi Umum Melalui Lembaga Dakwah Kampus (Artikel, Volume 1, Nomor 2, Januari-Juni 2016 [2] Majid, Abdul. Pendidikan Islam Berbasis Kompetensi, Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004. [3] Mappanganro, Pemilikan Kompetensi Guru. Makassar, Alauddin Press Makassar, 2010. [4] Nata, Abudin. Manajemen Pendidikan: Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2017. [5] Nuh, Muhammad Sayid. Dakwah Fardliyah Pendekatan personal 2004. [6] Shaleh, Abdul Rachman. Pendidikan Agama dan Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006. [7] Suprayogo, Imam dan Tabrani, Metode Penelitian Riset. Cet. I, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001. [8] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Cet. 11, Bandung: Alfabeta, 2010. [9] Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional RI No. 20 Tahun 2003 Pasal 3. Jakarta: Sinar Grafika, Cet. IV, 2011. [10] Zuhairini dkk, Metode Penelitian Pendidikan. Solo, Ramadhani, 1993. 63