Barometer. Volume 7 No. Juli 2022, 69-77 ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP SALINITAS AIR TANAH DI WILAYAH PESISIR KARAWANG ANALYSIS OF THE EFFECT OF POPULATION NUMBER ON GROUNDWATER SALINITY IN KARAWANG COASTAL AREA Wida Riyanti*, 2Sata Yoshida Srie Rahayu, 3Azis Kemal Fauzie 1, 2 Pascasarjana Manajemen Lingkungan. Universitas Pakuan Bogor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang Program Studi Teknik Lingkungan. Universitas Singaperbangsa Karawang 1, 3 wiedarya@gmail. com, 2sata_rahayu@unpak. id, 3azis. kemal@ft. INFO ARTIKEL Diterima: 13 Desember 2021 Direvisi: 22 April 2022 Disetujui: 09 Mei 2022 Kata Kunci: Air tanah dangkal. Jumlah penduduk. Karawang. Salinitas. Wilayah pesisir ABSTRAK Penelitian yang dilaksanakan pada bulan April 2021 ini menggunakan pendekatan eksploratif korelasional dan bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah dangkal yang berada di kawasan pesisir Kabupaten Karawang dan untuk mengetahui pengaruh antara jumlah penduduk terhadap nilai salinitas air tanah. Pengambilan sampel air tanah dilakukan dengan metode systematic random grid sampling yaitu dengan membagi wilayah pesisir Karawang menjadi 30 grid yang berukuran sama, masing-masing 2 km y 7 Hasil pengujian sampel air tanah yang diambil dari sumur pompa milik masyarakat menunjukkan kualitas air tanah di kawasan pesisir Kabupaten Karawang yang berada pada kedalaman antara 4 sampai 15 meter memiliki nilai salinitas rata-rata 1,5 ppt dan nilai total padatan terlarut (TDS) 1491,6 mg/liter. Pengumpulan data jumlah penduduk dilakukan dengan cara observasi langsung ke masyarakat di lokasi penelitian dengan dibantu data administrasi dari setiap desa. Analisis interpretasi korelasi dan regresi yang dilakukan dengan bantuan SPSS menunjukan adanya interaksi positif yang signifikan antara jumlah penduduk dengan nilai salinitas air tanah . = 0,717. p < 0,. Hubungan positif ini menunjukkan kecenderungan nilai salinitas air tanah akan semakin besar seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. ABSTRACT Keywords: Coastal area. Karawang. Population number. Salinity. Shallow groundwater The study carried out on April 2021 used an explorative correlational approach and aimed to identify the shallow groundwater quality in Karawang coastal area and to analyze the effect of population number on the groundwater salinity. Groundwater sampling was managed using systematic random grid sampling method by dividing the Karawang coastal area into 30 grids of a uniform size of 2 km y 7 km. The analysis of groundwater samples taken from public borewells obtained a result that the quality of groundwater in Karawang coastal area at 4 to 15-meter depth has an average salinity of 1,5 ppt and total dissolved solid (TDS) of 1491,6 mg/l. The population number data were collected by direct observation to the local community at the study sites aided by administrative data collected from the village authorities. Interpretation analysis of correlation and regression using SPSS showed a significantly positive interaction between population number and groundwater salinity . = 0,717. p < 0,. This positive relationship gives the tendency that the groundwater salinity will increase as the population number grows. *Corresponding author: wiedarya@gmail. PENDAHULUAN Jumlah air di bumi dan ketersediaan air di laut sangat banyak, namun manusia mengunakan air tawar untuk keperluan hidupnya. Air tawar dapat diperoleh dari air tanah, air permukaan, air hujan dan air laut yang telah Sedangkan untuk memenuhi kebutuhannya akan air bersih manusia lebih banyak menggunakan air tanah karena air tanah bersifat lebih baik dibandingkan dengan air permukaan mengingat tidak begitu banyak terkontaminasi oleh lingkungan sekitar seperti halnya air Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah, tepatnya di bawah permukaan air tanah, sedangkan air permukaan adalah air yang berada di atas permukaan bumi seperti sungai dan danau . Air tanah dibagi DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. menjadi dua kategori, yaitu air tanah dangkal dan air tanah Air tanah dangkal yaitu air yang berada pada suatu lapisan batuan/tanah pada kedalaman hingga 15 meter, sedangkan air tanah dalam yaitu air yang berada di dalam tanah pada kedalaman lebih dari 15 meter . Seiring dengan berkembangnya industri, terjadi pula peningkatan jumlah penduduk dan pemukiman dengan segala fasilitasnya, terutama di Kabupaten Karawang yang merupakan salah satu daerah penyangga ibukota. Penyebaran pemukiman yang tidak lagi terpusat di area perkotaan namun mulai meluas hingga ke daerah-daerah yang masih dapat ditempati, termasuk daerah Utara Kabupaten Karawang. Banyaknya pemukiman, industri, dan perhotelan yang menggunakan air tanah untuk ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP SALINITAS AIR TANAH DI WILAYAH PESISIR KARAWANG kebutuhan sanitasinya juga dapat menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air tanah. Berdasarkan data dari BPS Karawang, peningkatan jumlah penduduk selama empat tahun terakhir dapat diketahui kenaikan jumlah penduduk sebesar 2,16%. Berdasarkan data jumlah penduduk tersebut dapat diperkirakan peningkatan jumlah air bersih yang dibutuhkan karena pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya. Pengambilan air tanah yang berlebihan pada akuifer yang dekat dengan pantai, dapat mengakibatkan kualitas air tanahnya menjadi menurun karena masuknya air laut dan merembesnya pencemaran limbah domestik lebih jauh pada air tanah dangkal . Hal yang perlu diperhatikan untuk daerah pantai adalah jika potensi air tanah terus menerus dimanfaatkan secara berlebihan dari hulu ke hilir dapat menyebabkan terjadinya intrusi air laut sehingga air tanah yang tawar berubah menjadi asin . Intrusi air laut adalah proses alami yang terjadi di hampir semua akuifer pantai dan terbatas pada wilayah pantai saja. Hal ini terdiri dari aliran air asin dari laut menuju akuifer air tawar dan mengalir ke pedalaman daratan . Selain itu beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya intrusi air laut yang menyebabkan air tanah tercemar air laut sehingga mengubah rasanya menjadi asin atau payau antara lain: curah hujan, kondisi sungai, topografi, oseanografi, struktur dan pori tanah, bangunan dan infrastruktur, vegetasi mangrove di sekitar pesisir, kondisi pasang dan surut air laut, dan juga eksploitasi pemompaan air tanah untuk pemanfaatan sebagai baku air bersih . Akibat dari terjadinya intrusi air laut ini adalah kualitas air tanah akan menurun jika sudah terkontaminasi garam dari air laut. Dampak dari intrusi air laut ini akan dapat mempengaruhi gangguan kesehatan jika dikonsumsi, atau jika digunakan untuk kebutuhan sanitasi dapat memicu munculnya penyakit kulit. Selain itu, dampak intrusi air laut dapat menyebabkan kerusakan dan terganggunya struktur tanah dan bangunan karena dapat mengakibatkan korosi pada bagian pondasi, dan juga jika digunakan untuk pertanian dapat menurunkan kesuburan tanah . Pada sektor industri, air yang digunakan untuk peralatan seperti ketel uap, unit penukar kalor harus bebas dari cemaran karena dapat memperbesar resistensi perpindahan panas penukar kalor . , sehingga diperlukan air bersih yang tidak mengandung cemaran yang dapat menimbulkan kerak dan mengurangi efektivitas dan efisiensi peralatan, khususnya peralatan yang menggunakan air dan kalor. Saat ini di Kabupaten Karawang untuk penyediaan air bersih dalam penggunaannya untuk memenuhi kebutuhan manusia, tidak hanya diperoleh dari air tanah, melainkan diperoleh juga melalui penyediaan air bersih oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minu. Sehingga dapat diasumsikan, orang yang tidak menggunakan air dari PDAM akan menggunakan air tanah sebagai sumber air Jumlah penduduk di Karawang pada tahun 2019 700 jiwa . Jika diasumsikan tingkat kebutuhan air untuk masyarakat kota metropolitan dengan ketentuan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa berdasarkan SNI 6728. 1:2015 adalah sebanyak 150 liter/hari/jiwa, maka kebutuhan air untuk domestik masyarakat Karawang dalam satu tahun adalah 575 m3 air bersih. Data penggunaan air dari PDAM Karawang pada tahun 2019 menunjukkan konsumsi DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. air dari PDAM sebanyak 19. 539 m3 dari 84. Sehingga dapat diketahui bahwa tidak semua masyarakat di Karawang menggunakan air bersih dari PDAM sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-harinya dan kekurangan air bersih sekitar 036 m3 diperoleh dari air tanah. Data tersebut memperlihatkan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih yang dialirkan oleh PDAM hanya memenuhi sekitar 15% saja, sedangkan sisanya masyarakat mengambil sumber air dari air tanah langsung. Hal ini dapat menyebabkan pengambilan air tanah secara besarbesaran di daerah yang jumlah penduduknya tinggi dan tidak menggunakan air dari PDAM untuk sumber air Sementara itu untuk daerah layanan PDAM belum dapat menjangkau seluruh daerah pesisir, sehingga masyarakat yang berada di area penelitian masih menggunakan air tanah sebagai sumber air bersihnya. Penelitian sebelumnya mengenai intrusi air laut di pesisir Karawang tahun 2016 yang telah dipublikasikan dalam Journal of Coastal Sciences volume 3 edisi 2 tahun 2016, mengenai nilai salinitas dan TDS di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang . Hingga saat ini belum dilakukan lagi penelitian lebih lanjut mengenai kondisi intrusi air laut pada air tanah terutama di daerah pesisir Kabupaten Karawang, sedangkan permasalahan intrusi air laut harus ditangani secara serius agar dapat dilakukan tindakan yang dapat mengurangi pencemaran air tanah yang diakibatkan intrusi air laut dan agar tetap terpenuhinya kebutuhan air bersih penduduk di Karawang. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada 9 kecamatan yang berada di pesisir Kabupaten Karawang dengan dilakukannya pengukuran kembali kualitas air tanah sehingga dapat diketahui nilai salinitas dan TDS air tanah di daerah pesisir Kabupaten Karawang sehingga tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas air tanah yang berada di kawasan pesisir Kabupaten Karawang yang terkena intrusi air laut dan menganalisis hubungannya terhadap jumlah penduduk, sehingga dapat memberikan output berupa rekomendasi terkait penggunaan lahan pesisir sebagai areal pemukiman penduduk, serta kebijakan mengenai pengambilan air tanah, khususnya di wilayah Kabupaten Karawang. II. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksploratif korelasional. Analisis korelasi dan regresi kemudian akan dilakukan terhadap data-data primer yang telah dikumpulkan. Metode Pengumpulan Data Data kualitas air tanah diperoleh melalui observasi, yaitu pengukuran secara langsung pada sampel air tanah untuk parameter TDS dan salinitasnya. Pengukuran secara insitu dengan alat water quality test yang terdiri dari salinometer dan TDS meter. Pengambilan sampel dilakukan pada sumur bor dengan pompa yang terdapat di kawasan pesisir Karawang. Pengambilan sampel air menggunakan metode SNI 6989-58:2008 tentang pengambilan contoh air tanah. Metode penentuan lokasi pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan metode Barometer. Volume 7 No. Juli 2022, 69-77 TABEL I TITIK KOORDINAT AREA LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL AIR TANAH DANGKAL DI DAERAH PESISIR KABUPATEN KARAWANG Lokasi Area Grid Lokasi Titik Sampling Air tanah Nomor Grid -5,93972A -5,95778A -5,97583A -5,98472A -5,98472A -5,98472A -5,97556A -5,96639A -5,96639A -5,95722A -5,95722A -5,95722A -5,95722A -5,96611A -5,97500A -5,99306A -6,02000A -6,04694A -6,07389A -6,10111A -6,13722A -6,14611A -6,15500A -6,16389A -6,17306A -6,17306A -6,18194A -6,19083A -6,19083A -6,19083A -6,00306A -6,02111A -6,03917A -6,04806A -6,04806A -6,04806A -6,03889A -6,02972A -6,02972A -6,02056A -6,02056A -6,02056A -6,02056A -6,02944A -6,03833A -6,05611A -6,08333A -6,11028A -6,13722A -6,16444A -6,20056A -6,20944A -6,21833A -6,22722A -6,23611A -6,23611A -6,24500A -6,25417A -6,25417A -6,25417A 107,09556A 107,11361A 107,13167A 107,14972A 107,16806A 107,18611A 107,20417A 107,22222A 107,24028A 107,25833A 107,27639A 107,29444A 107,31250A 107,33056A 107,34861A 107,36667A 107,38472A 107,40306A 107,42111A 107,43917A 107,45750A 107,47583A 107,49389A 107,51194A 107,53000A 107,54806A 107,56611A 107,58417A 107,60222A 107,62056A systematic random grid sampling dengan memanfaatkan grid-grid berukuran 2 kmx7 km dari masing-masing grid kemudian diambil satu titik pengambilan sampel air tanah dengan mempertimbangkan letak yang bisa mewakili tiap Berdasarkan grid tersebut, jarak terjauh titik pengambilan sampel air tanah dari pantai adalah sejauh 7 km dari bibir pantai. Pemilihan titik sampling menggunakan teknik random sampling, dengan kriteria air tanah yang diambil merupakan air tanah dangkal dari sumur dengan pompa yang digunakan untuk keperluan sanitasi dan higiene masyarakat dengan kedalaman antara 4 hingga 15 meter yang berada di 30 area lokasi yang telah Berdasarkan jumlah grid tersebut akan diperoleh 30 titik pengambilan sampel air tanah. Pembagian grid dan lokasi titik pengambilan sampel air tanah dapat dilihat pada Gambar 1 dengan titik koordinat seperti tercantum pada Tabel I. Wilayah Kabupaten Karawang. Jawa Barat terdiri dari 30 kecamatan di mana 9 kecamatan di antaranya berbatasan langsung dengan Laut Jawa, yaitu Kecamatan Pakisjaya. Batujaya. Tirtajaya. Cibuaya. Pedes. Cilebar. Tempuran. Cilamaya Kulon, dan Cilamaya Wetan. Lokasi penelitian ini dilakukan berada di kawasan pesisir Kabupaten Karawang yang secara administratif terbagi menjadi 9 kecamatan yang terdiri dari 100 desa. Namun pada lokasi penelitian ini ditentukan pengambilan data yang mewakili wilayah dari 42 desa yang berada di pesisir Kabupaten DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. 107,11361A 107,13167A 107,14972A 107,16806A 107,18611A 107,20417A 107,22222A 107,24028A 107,25833A 107,27639A 107,29444A 107,31250A 107,33056A 107,34861A 107,36667A 107,38472A 107,40306A 107,42111A 107,43917A 107,45750A 107,47583A 107,49389A 107,51194A 107,53000A 107,54806A 107,56611A 107,58417A 107,60222A 107,62056A 107,63861A -5,98417A -6,01250A -6,01194A -6,02278A -6,04778A -6,02944A -6,00000A -6,00667A -6,02444A -6,01972A -6,01889A -6,00611A -6,01111A -6,02056A -6,03611A -6,05472A -6,07444A -6,10889A -6,13444A -6,16444A -6,18194A -6,18944A -6,19472A -6,19861A -6,20278A -6,21694A -6,22278A -6,23111A -6,22222A -6,22333A 107,09889A 107,11972A 107,14083A 107,15306A 107,18583A 107,19111A 107,22222A 107,23444A 107,24139A 107,26639A 107,27889A 107,29944A 107,31889A 107,33861A 107,36667A 107,38361A 107,39194A 107,40333A 107,43361A 107,44250A 107,46361A 107,47833A 107,49972A 107,51250A 107,53278A 107,55722A 107,56889A 107,58556A 107,61417A 107,62778A Karawang. Penentuan jumlah penduduk dalam area pengambilan sampel dihitung sesuai dengan kondisi aktual di area lokasi setiap grid yang diambil sampel air tanah dengan cara mengumpulkan data langsung dari masyarakat setempat berdasarkan data administrasi desa dan juga data dari penduduk yang menggunakan air tanah dangkal dari sumur bor dan tidak menggunakan air dari PDAM. Gambar 1 Peta lokasi dan titik pengambilan sampel air tanah ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP SALINITAS AIR TANAH DI WILAYAH PESISIR KARAWANG Metode Analisis Data Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui deskripsi data seperti nilai rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, standar deviasi dan lain sebagainya yang dihitung berdasarkan data yang telah dikumpulkan . Analisis deskriptif pada penelitian ini hanya dilakukan pada data salinitas. TDS, dan jumlah penduduk yang berada di setiap area grid lokasi pengambilan sampel air tanah yang telah ditentukan. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel dan diagram dari distribusi frekuensi dari setiap variabel. Walaupun ada dua jenis data hasil pengukuran kualitas air tanah dangkal dari lokasi pengambilan sampel, yaitu data salinitas dan TDS, namun hanya data TDS yang dibandingkan dengan baku mutu air bersih sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017, sehingga dapat menggambarkan kondisi air tanah di wilayah pesisir Kabupaten Karawang. Analisis regresi bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan nilai variabel terikat jika variabel bebasnya berubah atau mengalami kenaikan atau penurunan . , sehingga pengaruh antara variabel jumlah penduduk (X) dan salinitas air tanah (Y) pada penelitian yang dilakukan di kawasan pesisir Kabupaten Karawang dapat diketahui. Penghitungan dan analisis data dilakukan melalui korelasi dan regresi linier dengan menggunakan perangkat lunak berupa aplikasi SPSS sehingga dapat diketahui hubungan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Analisis regresi menghasilkan persamaan regresi Y = aX b, dimana a adalah koefisien yang diperoleh dari output SPSS AoCoefficientAo pada kolom nilai AoUnstandarized Coefficients BAo pada nilai X. Sedangkan b adalah konstanta yang diperoleh dari output SPSS AoCoefficientAo pada kolom nilai AoUnstandarized Coefficients BAo pada nilai Ao(Constan. Ao. Analisis korelasi pada variabel jumlah penduduk . alam satuan jiw. terhadap nilai salinitas . air tanah dengan menggunakan SPSS dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari jumlah penduduk terhadap nilai salinitas air tanah. Analisis statistik ini menghasilkan nilai koefisien korelasi yang dapat menggambarkan kekuatan pengaruh dan juga arahnya. Metode Pearson correlation menggunakan SPSS digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antar variabel. Sebagai patokan, interpretasi untuk nilai koefisien korelasi . adalah seperti terlihat pada Tabel II. Tingkat kuatnya korelasi dari variabel jumlah penduduk terhadap nilai salinitas air tanah dapat diketahui berdasarkan nilai koefisien korelasi hasil analisis. TABEL II INTERPRETASI KOEFISIEN KORELASI Interval Koefisien Korelasi Tingkat Korelasi 0,00 Ae 0,199 Sangat rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang 0,60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,000 Sangat Kuat Sumber: . Selain analisis korelasi dan regresi, uji One Way Anova juga dilakukan dalam penelitian ini untuk melihat pengaruh dari variasi jumlah penduduk terhadap nilai salinitas air tanah. Data hasil pengukuran dalam penelitian DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. ini untuk variabel bebas dibuat ke dalam tiga ketegori sehingga dapat dilakukan uji Anova. Adapun langkahlangkah dalam melakukan uji Anova yaitu dengan melakukan uji normalitas Shapiro-Wilk, dengan ketentuan jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal, dan sebaliknya jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Kemudian dilakukan uji homogenitas untuk mengetahui varian data homogen atau tidak, dan uji One Way Anova yang dilakukan secara bersamaan . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kualitas Air Tanah Pengambilan 30 sampel air tanah dangkal dari sumur pompa warga di kawasan pesisir Kabupaten Karawang dengan menggunakan pembagian wilayah pesisir menjadi 30 grid yang masing-masing berukuran 2 km x 7 km dan setiap sampel yang diambil mewakili setiap grid tersebut. Kondisi cuaca pada saat pengambilan sampel yaitu pada siang hari cuaca cerah dengan suhu udara 32 Ae 36 AC dan kelembapan 50 Ae 65 %, sedangkan pada malam hari hujan turun dengan intensitas sedang sampai tinggi selama beberapa jam. Waktu penelitian yang sangat singkat menyebabkan hasil penelitian ini hanya bisa mewakili kondisi pada saat penelitian ini dilakukan yaitu di bulan April 2021 saat musim kemarau, walaupun masih sering terjadi hujan hampir setiap hari terutama pada waktu malam hari. Pengambilan sampel dilakukan pada saat siang hari, sehingga kondisi pasang dan surut air laut tidak dijadikan faktor yang dianggap dapat mempengaruhi nilai parameter kualitas air tanah yang diukur. Hasil pengukuran parameter salinitas dan TDS air tanah adalah sebagaimana tergambar dalam Tabel i dan Gambar 2. Gambar 2 Hasil pengukuran nilai TDS dan salinitas air tanah pada 30 lokasi pengambilan sampel air tanah Gambar 2 menunjukkan nilai dari parameter salinitas dan TDS air tanah yang berasal dari 30 lokasi di sepanjang pesisir Karawang. Air bersih harus memiliki kualitas yang baik sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Hygiene Sanitasi. Kolam Renang. Solus per Aqua, dan Pemandian Umum . Besaran standar baku mutu yang harus dipenuhi untuk media air untuk keperluan sanitasi higienis berdasarkan peraturan tersebut dapat dilihat pada Tabel IV. Barometer. Volume 7 No. Juli 2022, 69-77 TABEL i HASIL PENGUKURAN SALINITAS DAN TDS DI 30 TITIK SAMPLING TDS Salinitas Nomor Grid 0,85 0,99 1,03 0,23 1,85 0,17 0,52 0,55 3,81 2,67 3,75 1,92 Rata-rata TABEL IV PARAMETER FISIK DALAM STANDAR BAKU MUTU KESEHATAN Standar Baku Mutu Parameter Unit adar maksimu. Kekeruhan NTU Warna TCU TDS Suhu Suhu udara A 3 Rasa Ae Tidak berasa Bau Ae Tidak berbau Sumber: . Kualitas air tanah berdasarkan tingkat salinitas dan nilai TDS dapat dikategorikan menjadi beberapa kriteria yang telah sepakati oleh Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin (PAHIAA) pada tahun 1986 di Jakarta dengan kriteria sebagaimana tercantum di Tabel V. TABEL V KLASIFIKASI TINGKAT KEASINAN AIR TANAH TDSa Salinitasb Kualitas . Tawar <1. <0,5 Agak payau 000 Ae 3. 0,5 Ae 5,0 Payau 000 Ae 10. 5,0 Ae 18,0 Asin 000 Ae 35. 18,0 Ae 30,0 Brine >35. >30,0 Sumber: a . Salinitas yaitu kadar ion garam yang terkandung dalam air tanah. Garam tersebut tidak hanya NaCl yang lebih dikenal sebagai garam dapur, melainkan garam yang terbentuk dari reaksi asam-basa sehingga menghasilkan suatu senyawa tertentu yang disebut reaksi penggaraman. Senyawa yang dapat terukur dari parameter salinitas antara lain NaCl dan NaI. Semakin tinggi nilai salinitas, air akan DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. semakin berasa asin . Air tanah yang berasa asin atau payau diindikasikan sudah tercemar atau terintrusi oleh air Nilai salinitas ditunjukan dalam satuan ppt . art per thousand atau bagian per serib. , % . ersen atau bagian per seratu. , dan PSU (Practical Salinity Uni. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur salinitas secara insitu yaitu salinometer atau salinity refraktometer. Nilai TDS (Total Dissolved Solid atau total padatan terlaru. menunjukkan banyaknya padatan berupa mineral, garam, logam dan kation-anion yang terlarut di dalam air. Benda padat yang terlarut dibagi menjadi organik dan Nilai TDS memiliki satuan mg/l . iligram padatan terlarut dalam 1 liter ai. TDS dapat diukur secara in-situ dengan menggunakan alat TDS meter dengan metode elektrokimia, dan dapat juga diuji di laboratorium dengan analisis secara gravimetri. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran di lapangan menggambarkan nilai kualitas air tanah yang diambil dari sumur pompa yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Karawang. Jika dibandingkan dengan baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 untuk parameter TDS yaitu nilai ambang batasnya adalah 1000 mg/liter, sedangkan jika dilihat dari hasil pengukuran sampel air tanah di sepanjang pesisir memiliki nilai TDS antara 172 hingga 3830 mg/l dengan rata-rata TDS adalah 1491,6 mg/l. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air tanah dangkal dari sumur pompa di daerah pesisir Karawang secara umum tidak memenuhi baku mutu, dan dapat dikatakan tidak layak untuk dijadikan sebagai baku air minum dan sanitasi higienis. Sementara nilai salinitas hasil pengukuran di 30 lokasi tersebut terukur antara 0,17 sampai 3,81 ppt dengan rata-rata nilai salinitas adalah 1,5 ppt dan menurut Tabel V dapat digolongkan ke dalam kategori agak payau, dan secara organoleptik air tanah dari beberapa lokasi berasa sedikit asin sehingga tidak layak untuk dikonsumsi sebagai baku air minum. Analisis Jumlah Penduduk Penyebaran pemukiman di kawasan pesisir Karawang terlihat lebih padat di beberapa lokasi yang biasanya terdapat aliran sungai, karena biasanya di muara sungai tersebut banyak penduduk yang bermatapencaharian sebagai nelayan memanfaatkan adanya muara sungai tersebut untuk tempat menambatkan kapal nelayan, sementara di beberapa lokasi juga terdapat tambak ikan dan kolam proses pembentukan kristal garam. Berdasarkan data yang dimiliki oleh PDAM, layanan PDAM telah dapat melayani delapan dari sembilan kecamatan yang berada di wilayah pesisir . , namun pada area lokasi pengambilan sampel, pada saat survei dilakukan, belum ada masyarakat yang menggunakan PDAM sebagai sumber air bersih. Data jumlah penduduk di lokasi penelitian yang tidak menggunakan air dari PDAM terdeskripsikan dalam Tabel VI dan Gambar 3. Data tersebut memperlihatkan sebaran penduduk di setiap area lokasi pengambilan sampel yang terletak di kawasan pesisir Kabupaten Karawang. Data jumlah penduduk diperoleh dari data Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang. Terdapat sembilan grid area dengan jumlah penduduk lebih dari 5000 jiwa dari beberapa lokasi di area penelitian yang luasnya 2 km x 7 km, dan di lokasi tersebut terdapat jalur perekonomian masyarakat seperti ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP SALINITAS AIR TANAH DI WILAYAH PESISIR KARAWANG jalan umum utama, tempat pelelangan ikan (TPI), pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan desa. Hal tersebut berkaitan dengan terbentuknya pemukiman dengan lebih banyak penduduk. TABEL VI DATA JUMLAH PENDUDUK DI 30 AREA SAMPLING Jumlah Penduduk Nomor Grid . Output SPSS yang ditampilkan pada Tabel VII memperlihatkan nilai signifikansi (Sig. ), p < 0,001 yang artinya lebih kecil dari probabilitas 0,05. Hal ini menandakan bahwa variabel jumlah penduduk berpengaruh secara signifikan terhadap nilai salinitas. TABEL VII OUTPUT DATA COEFFICIENTS DARI SPSS PADA VARIABEL JUMLAH PENDUDUK DENGAN NILAI SALINITAS Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. 0,610 0,212 2,878 Jumlah Penduduk 0,0002 0,000 0,717 5,436 Dependent Variable: Salinitas Sig. 0,008 0,000 Data pada Tabel VII juga menunjukkan nilai koefisien regresi yang akan digunakan untuk membentuk persamaan garis hubungan X dan Y. Persamaan regresi dari pengaruh antara jumlah penduduk dengan nilai salinitas di mana nilai a = 0,0002 dan nilai b = 0,610, sehingga persamaanya menjadi Y = 0,0002X 0,610, dengan X adalah variabel jumlah penduduk, dan Y adalah variabel nilai salinitas air Jika digambarkan dalam grafik, hubungan nilai X dan Y akan terlihat seperti pada Gambar 4. Gambar 4 Hubungan jumlah penduduk dengan nilai salinitas air tanah Gambar 3 Data jumlah penduduk yang menggunakan air tanah Hasil Analisis Regresi Analisis regresi linier dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara jumlah penduduk dengan nilai salinitas air Sementara untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak, maka dilakukan pengujian dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig. ) dengan probabilitas 0,05. Adapun yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam analisis regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig. ) hasil output SPSS, yaitu: - Jika nilai signifikansi (Sig. ), p < 0,05 berarti bahwa jumlah penduduk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap nilai salinitas. - Jika nilai signifikansi (Sig. ), p > 0,05 berarti bahwa jumlah penduduk tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap nilai salinitas. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Grafik pada Gambar 4 sekilas memperlihatkan bahwa hubungan pengaruh yang terjadi tidak selalu membentuk titik yang presisi, namun dari kumpulan beberapa data tersebut memiliki kecenderungan bahwa variabel jumlah penduduk dapat mempengaruhi secara positif nilai salinitas air tanah, yang berarti secara umum menjelaskan semakin tinggi jumlah penduduk dapat meningkatkan nilai salinitas air tanah. Hasil Analisis Korelasi Tingkat hubungan antara variabel jumlah penduduk dengan nilai salinitas dapat diketahui dari uji Pearson correlation yang didemonstrasikan melalui program SPSS yang hasilnya seperti yang terlihat pada Tabel Vi. Hasil analisis Pearson correlation menghasilkan output nilai koefisien korelasi . yaitu sebesar 0,717 dengan nilai signifikansi (Sig. ), p < 0,001. Nilai koefisien korelasi berada di interval 0,60 Ae 7,999 yang artinya mempunyai tingkat hubungan kuat . Nilai koefisien korelasi Barometer. Volume 7 No. Juli 2022, 69-77 bernilai positif yang berarti pengaruh antara jumlah penduduk dan nilai salinitas air tanah adalah pengaruh positif yang menunjukkan kecenderungan semakin tinggi jumlah penduduk akan berdampak pada semakin tinggi pula nilai salinitas air tanah. TABEL Vi HASIL UJI HUBUNGAN PEARSON CORRELATION Correlations Salinitas Jumlah Penduduk Salinitas Pearson 0,717** Correlation Sig. -taile. 0,000 Jumlah Penduduk Pearson 0,717** Correlation Sig. -taile. 0,000 ** Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Hasil perhitungan SPSS untuk koefisien determinasi (R. dapat dilihat pada Tabel IX. Nilai R Square (R. yang didapat di penelitian ini yaitu 0,513, di mana jika nilai R2 mendekati 0 menunjukkan pengaruh yang semakin kecil dan sebaliknya jika mendekati 1 menunjukkan pengaruh yang semakin besar. Data nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,513 atau 51,3% menandakan ada pengaruh yang cukup besar antara jumlah penduduk terhadap nilai salinitas air tanah. TABEL IX OUTPUT DATA MODEL SUMMARY DENGAN SPSS PADA VARIABEL JUMLAH PENDUDUK DENGAN NILAI SALINITAS Model Summsaryb Adjusted R Model R Square Square 0,717a 0,513 0,496 Predictors: (Constan. Jumlah Penduduk Dependent Variable: Salinitas Hasil Uji One Way Anova Analisis One Way Anova dilakukan dengan cara membagi jumlah penduduk menjadi tiga kategori kelompok yaitu kelompok area dengan jumlah penduduk rendah, kelompok area dengan jumlah penduduk sedang, dan kelompok area dengan jumlah penduduk tinggi, lalu dibandingkan nilai salinitasnya dari tiap kelompok tersebut (Tabel X). Hasil uji normalitas dan uji homogenitas dari data tersebut dapat dilihat pada Tabel XI dan Tabel XII. Output SPSS untuk uji normalitas, seperti tergambar pada Tabel XI, menunjukkan bahwa ketiga kategori kelompok jumlah penduduk berdistribusi normal karena nilai signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari 0,05. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. TABEL X DATA SALINITAS DI TIAP KELOMPOK JUMLAH PENDUDUK Jumlah Penduduk . Salinitas . Kategori Mean Mean Rendah 0,860 0,635 Sedang 1,149 0,617 Tinggi 2,475 1,053 TABEL XI HASIL UJI NORMALITAS KELOMPOK JUMLAH PENDUDUK DENGAN NILAI SALINITAS Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Jumlah Penduduk Statistic Sig. Salinitas Rendah 0,159 10 0,200* Sedang 0,203 10 0,200* Tinggi 0,135 10 0,200* * This is a lower bound of the true significance Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Statistic df Sig. 0,881 10 0,132 0,880 10 0,131 0,950 10 0,669 Uji homogenitas data hasil penelitian, seperti tergambar pada Tabel XII, juga menunjukkan nilai signifikansi, p > 0,05 yang berarti data dari nilai salinitas pada ketiga kelompok kategori tersebut adalah normal, sehingga dapat dilanjutkan untuk pengujian One Way Anova untuk melihat variansi dari data tersebut. TABEL XII HASIL UJI HOMOGENITAS KELOMPOK JUMLAH PENDUDUK DENGAN NILAI SALINITAS Salinitas Std. Error of the Estimate 0,74407 Hasil analisis ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah dilihat dari nilai salinitasnya, yaitu secara umum semakin banyak jumlah penduduknya akan semakin tinggi pula nilai salinitas air tanahnya. Tingginya nilai salinitas pada air tanah menandai telah terjadinya intrusi air laut yang disebabkan oleh pengambilan dan pemanfaatan air tanah secara tidak terkendali yang dilakukan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Based on Mean 2,447 Based on Median 2,394 Based on Median 2,394 2 24,466 and with adjusted Based on trimmed 2,464 Sig. 0,106 0,110 0,112 0,104 Output One Way Anova seperti terlihat pada Tabel Xi menunjukkan nilai signifikansi, p < 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai salinitas ketiga kelompok jumlah penduduk tersebut secara signifikan berbeda dan dapat disimpulkan bahwa daerah dengan jumlah penduduk yang lebih banyak cenderung memiliki salinitas air tanah yang lebih tinggi dibanding daerah dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit. Hal ini berarti jumlah penduduk di suatu wilayah berpengaruh secara signifikan terhadap nilai salinitas air tanah di wilayah tersebut. TABEL Xi HASIL UJI ONE WAY ANOVA JUMLAH PENDUDUK DENGAN NILAI SALINITAS ANOVA Salinitas Sum of Mean Squares Square Sig. Between Groups 14,833 7,417 11,758 0,000 Within Groups 17,030 0,631 Total 31,864 Pembahasan Penelitian serupa pernah dilakukan pada tahun 2016 terhadap kualitas air tanah di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan pada penelitian tersebut adalah dengan mengukur sampel air tanah dari sumur bor di lima titik yang dipilih sebagai lokasi pengambilan sampel di ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP SALINITAS AIR TANAH DI WILAYAH PESISIR KARAWANG wilayah Karawang dengan jarak pengukuran kurang dari 15 km dari garis pantai. Nilai salinitas semua sampel air tanah diukur dalam satuan ppt, yang kemudian dikonversi menjadi nilai DHL dalam satuan AAS/cm dan TDS dalam satuan mg/l dengan menggunakan Kalkulator Konversi Salinitas dan diperoleh data nilai salinitas air tanah antara 0,5 hingga di atas 1,8 ppt, sedangkan nilai TDS antara 541 hingga 1613 mg/l dan nilai DHL di atas 2893 AAS/cm. Lokasi geografis titik pengambilan sampel air tanah dicatat menggunakan GPS dan data kemudian diplot di peta digital Karawang menggunakan software GIS (MapInf. lalu dilakukan ekstrapolasi ke seluruh wilayah kecamatan berdasarkan jarak dari garis pantai, sehingga diperoleh peta yang menggambarkan distribusi spasial nilai salinitas air tanah di wilayah Karawang . Hasil pengukuran nilai salinitas pada penelitian saat ini menunjukkan kecenderungan adanya peningkatan jika dibandingkan data pada tahun 2016, di mana nilai maksimum salinitas saat ini mencapai 3,81 ppt pada jarak kurang dari 7 km dari garis pantai, sedangkan pada tahun 2016 nilai maksimum salinitas 1,8 ppt pada jarak 15 km dari garis pantai. Perbandingan kedua data tersebut memperlihatkan adanya peningkatan nilai salinitas selama kurun waktu lima tahun di kawasan pesisir Karawang. Penelitian korelasi antara jumlah/kepadatan penduduk dengan peristiwa intrusi air laut yang ditunjukkan dengan nilai salinitasnya juga pernah dilakukan di Semarang pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa nilai salinitas dari air tanah yang diambil di sumur pantau yang berlokasi di pesisir pantai Kota Semarang dan membandingkan data dari tahun 1992 hingga 2013 mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk di sekitar area pengambilan sampel air dilakukan. Data tersebut menunjukkan perubahan nilai salinitas pada sumur pantau yang sama dalam kurun waktu 11 tahun sudah meningkat tinggi seiring dengan pertambahan jumlah penduduknya . Selain itu, penelitian mengenai pengaruh jumlah penduduk di suatu wilayah terhadap nilai salinitas air pada tahun 2012 di Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang menjelaskan pada daerah yang memiliki luas wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi di wilayah Kecamatan Rembang yaitu 466,19 ha, dan yang terkena dampak intrusi air laut seluas 397,65 ha atau sekitar 85,30%. Sedangkan kurang dari 15% tidak terdampak oleh intrusi air laut. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar wilayah yang terkena dampak intrusi air laut berada di wilayah yang terletak dekat garis pantai dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga berpengaruh terhadap kebutuhan air tanah untuk aktivitas manusia yang membutuhkan air bersih dalam jumlah yang tinggi pula di wilayah tersebut. Aktivitas manusia yang tinggi berdampak pada tingginya kebutuhan akan air bersih yang diambil dari sumber daya air tanah, sehingga air tanah tawar akan terus berkurang dan menyebabkan terjadinya intrusi air laut sehingga air tanah menjadi payau . Sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai hingga sampai berjarak kurang dari 7 km dari garis pantai saat ini menggunakan air tanah dalam untuk memenuhi kebutuhan air sehari-harinya. Keberadaan sumber air tanah dangkal masih digunakan oleh sebagian masyarakat untuk kegiatan sanitasi, keperluan memasak DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. dan sebagai baku air minum, namun sebagian masyarakat pada umumnya menggunakan air tanah dalam atau air yang dapat dibeli di depot-depot penyedia air bersih untuk digunakan sebagai baku air minum dan untuk kegiatan Air tanah dalam yang dibuat memiliki kedalaman antara 80 Ae 150 meter yang ditujukan untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas yang lebih baik, terutama secara fisik tidak lagi berasa asin ataupun payau. IV. KESIMPULAN Penelitian yang telah dilakukan pada bulan April 2021 mengenai kualitas air tanah yang diambil dari sumur pompa masyarakat di sekitar kawasan pesisir Kabupaten Karawang menghasilkan data bahwa parameter TDS air tanah telah melebihi nilai ambang batas sehingga tidak layak digunakan untuk keperluan baku air minum dan juga sanitasi sesuai dengan baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017. Air tanah di kawasan pesisir Karawang berdasarkan nilai TDS dan salinitas dapat digolongkan ke dalam kategori agak payau, yaitu memiliki rasa yang tidak lagi tawar namun mendekati sedikit asin. Analisis regresi, korelasi, dan anova menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara jumlah penduduk dengan nilai salinitas air tanah di kawasan pesisir Karawang yang artinya kecenderungan nilai salinitas akan semakin besar seiring meningkatnya jumlah penduduk. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperbaharui data kualitas air tanah dangkal di wilayah Kabupaten Karawang. Informasi berkaitan pengaruh jumlah penduduk terhadap intrusi air laut ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk membuat kebijakan mengenai pengaturan wilayah pemukiman pesisir agar tidak ada lagi penambahan jumlah penduduk yang dapat mengakibatkan meningkatnya kebutuhan air tanah untuk sumber air bersih. Bagi pihak penyedia layanan air bersih seperti PDAM akan sangat bermanfaat jika dapat melayani kebutuhan air bersih masyarakat sekitar kawasan pesisir Karawang. UCAPAN TERIMA KASIH