ANALISIS PENGARUH TOTAL ASSET TURNOVER. CURRENT RATIO, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAANTERHADAP RETURN ON ASSET PADA SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Helina Neli Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak email: ellenptk8@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untu mengetahui apakah terdapat pengaruh total asset turnove, current ratio, dan pertumbuhan perusahaan terhadap return on asset. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan dari tahun 2014 sampai tahun 2018. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling dengan criteria perusahaan yang melakuka Initial Public Offering (IPO) dibawah tahun 2014 dan memiliki laporan keuangan audit dari tahun 2014 sampai tahun 2018 dan dari 18 perusahaan yang diperoleh dari tiga belas perusahaan yang memenuhi criteria untuk dijadikan sampel penelitia. Hasil pengujian ini diketahui total asset turnover dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap return on asset, sedangkan current ratio terdapat pengaruh negatif terhadap return on asset, saran yang dapat dikemukakan penulis agar investor lebih memperhatikan total asset turnover, current ratio dan pertumbuhan perusahaan setiap perusahaan dalam pengelolaan perusahaan serta bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan nilai pengukuran lainnya terkait profitabilitas perusahaan. KATA KUNCI: Total Asset Turnover. Current Ratio, dan Pertumbuhan Perusahaan Return on Asset. PENDAHULUAN Setiap perusahaan didirikan dengan tujuan untuk mendapatkan laba yang makasimal dari aktivitas operasionalnya. Bagi perusahaan laba sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup. Analisis pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat diukur dengan profitabilitas perusahaan. Alat ukur yang dapat digunakan dalam mengkur profitabilitas yaitu return on asset (ROA). Semakin besar ROA, berarti semkain efesiensi penggnaan total aktiva perusahaan atau dengan kata lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar, dan sebaliknya. Aktvitas perusahaan menunjukkan efisiensi atau efektivitas perusahaan dalam dan pemanfaatan semua sumber daya atau aset yang dimiliki oleh Semakin tinggi tingkat aktivitas yang ada pada perusahaan semakin besar aliran kas yang diterima perusahaan berarti semakin efektif dalam mengelola aktivitas transaksi yang ada pada perusahaan. Pengukuran aktivitas perusahaan dapat dilakukan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 dengan rasio total asset turnover (TATO). TATO mengukur seberapa besar aktiva perusahaan mampu menghasilkan tingkat penjualan tertentu, apabila perusahaan dapat menghasilkan penjualan yang tinggi dengan aktiva yang sedikit maka penggunaan aktiva semakin efisien dan akan meningkatkan laba yang dihasilkan perusahan. Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar. Analisis pada likuiditas suatu perusahaan dapat diukur dengan current ratio (CR). Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan kewajiban jangka pendek maka semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendek serta menunjukan posisi keuangan perusahaan dalam kondisi sehat. Pertumbuahan perusahaan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor Perusahaan yang baik apabila aset yang dimiliki perusahaan setiap tahun bertambah dan semakin besar. Semakin bertambahnya aset yang dimilki perusahaan maka laba perusahaan akan meningkat dan sebaliknya apabila aset yang dimiliki perusahaan setiap tahunnya tidak mengalami peningkatan maka hal tersebut akan berpengaruh pada laba yang didapatkan perusahaan. KAJIAN TEORITIS Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan meggunakan suber-sumber yang dimiliki perusahaan, seperti aktiva, modal, atau penjualan perusahaan. Oleh karena itu, rasio ini sering digunakan sebagai tolak ukur dalam menentukan kebijakan-kebijakan perusahaan. Menurut Kasmir . 7: . Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Menurut Sudana . 1: . AuROA menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak. Rasio ini penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan. Semakin besar ROA, berarti semkain efesiensi penggnaan total aktiva perusahaan atau dengan kata Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar, dan Menurut Fahmi . 5: . AuRasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio ini makan semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. Menurut Harahap . 0: . : Au Return on Asset menunjukan berapa besar laba bersih yang diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktivanya. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ROA yang dihitung dengan menggunakan laba setelah pajak dengan meggunakan selutuh aktiva yang dimiliki oleh perusahaan akan mempengaruhi kinerja perusahaan, karena semakin tinggi ROA akan menghasilkan laba yang semakin besar. Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa profitabilitas merupakan alat ukur untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan menilai apakah perusahaan telah efisien dalam menggunakan aktivanya. Profitabilitas perusahaan dapat diukur dengan return on assets (ROA). ROA bertujuan untuk membandingkan laba setelah bunga dan pajak dengan jumlah aset. Menurut Pratowo dan Juliaty . 8: . : Aureturn on assets (ROA) mengukur kemampuan perusahan dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba. Raiso ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan denggan menggunakan keseluruhan dana . yang dimilikinya. Aktivitas memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya. Aktivitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi dengan berbagai jenis aktiva,sebaiknya terdapat keseimbangan antara penjualan dengan aktiva. Menurut Samryn . : Aktivitas menjadi dasar untuk menilai keefektifan perusahaan menggunakan sumber-sumber daya yang dimilikinya. Menurut Sawir . 5: . Rasio aktivitas adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumberdaya yang dimilikinya guna menunjang aktivitas perusahaan, dimana penggunaan aaktivitas ini dilakukan secara maksimal dengan maksud memperoleh hasil yang maksimal. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Menurut Fahmi . 5: . Rasio Total Asset Turover menunjukan efektivitas penggunaan seluruh harta perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan atau menggambarkan berapa rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan. Menurut Kasmir . 1: . : tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan dalam menganalisis rasio aktivitas yaitu: Untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu Untuk menghitung hari rata-rata penagihan piutang, di mana hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih. Untuk menghitung berapa hari persediaan tersimpan dalam gudang. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. Untuk mengukur penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan. Menurut Kasmir . 7: . : rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam penggunaan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan. Menurut Fahmi . 5: . : Total Asset Turnover disebut juga perputaran total aset. Melihat sejauh mana perputaran keseluruhan aset yang dimiliki perusahaan terjadi perputaran secara efektif. Total Asset Turnover (TATO) merupakan rasio yang menggambarkan perputaran aktiva diukur melalui volume penjualan. Menurut Sumarsan . 0: . Rasio Total Asset Turnover (TATO) menggambarkan tingkat efisiensi perusahaan menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan. Menurut Sudana . 1: . : TATO digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan. Semakin tinggi perputaran total aktiva berarti semakin efisien perusahaan menggunakan aktiva untuk menghasilkan dalam hasil penjualan. Argumen tersebut sejalan dengan Supardi. Suratno, dan Suyanto . : Total asset turn over berpengaruh positif terhadap return on asset. Hasil serupa juga diungkapkan oleh Tarmizi dan Regina . Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Kemampuan perusahaan mengelola utang jangka pendek dapat digambarkan melalui rasio likuiditas. Menurut Harahap . 1: . : AuRasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk meyelesaikan kewajiban jangka Ay Menurut Sawir . 5: . Current Ratio merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena mmenunjukan seberapa jauh tuntutan dari kreditur jangka pendek dipenuhi oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo utang. Menurut Kasmir . 1: . Tujuan dan manfaat likuditas yaitu: Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan. Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar Sebagai alat perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang. Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkan beberapa periode. Menjadi tolok ukur bagi manajemen untuk memperbaiki kinerjanya. Current Ratio (CR) menunjukkan dimana aktiva lancar mampu menutupi kewajiban-kewajiban lancarnya. CR juga dapat mempengaruhi kepercayaan kreditor jangka pendek dalam memberikan pinjamannya kepada perusahaan yang digunakan untuk membiayai kegiatan usahanya untuk menghasilkan laba. Menurut Sumarsan . : Rasio lancar atau current ratio yaitu kekampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang Menurut Kasmir . 1: . Current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Menurut Fahmi . 5: . AuCurrent ratio adalah ukuran yang umum digunakan atas solvensi jangka pendek, kemampuan suatu perusahaan memenuhi utang ketika jatuh tempo. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Dengan kata lain harus dipahami bahwa penggunaan Current ratio dalam menganalisis laporan keuangan hanya mampu memberi analisa secara kasar. Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa current ratio merupakan alat ukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya yang akan atau telah jatuh tempo. Apabila current ratio perusahaan tinggi, maka perusahaan akan dapat memenuhi kewajiban finansialnya. Current ratio yang mengalami peningkatan hingga level tertentu menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola keuangan dengan baik, sehingga profitabilitas perusahaan juga cenderung mengalami peningkatan. Widodo . : dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa CR berpengaruh positif terhadap return on asset (ROA). Pertumbuhan perusahaan juga dapat menigkatkan return on asset suatu Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang asetnya setiap tahun bertambah atau semakin besar. Pertumbuhan ditandai dengan adanya pertambahan aset perusahaan dari waktu ke waktu. Menurut Kasmir . : AuRasio pertumbuhan merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mempertahakan posisi ekonominya ditengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahannyaAy. Menurut Sudana . 1: . AuPertumbuhan adalah sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang baik, tetapi bukan merupakn tujuan akhir dari keputusanAy. Dengan kata lain adanya pertambahan aset menunjukan bahwa manajemen perusahaan bisa mengoptimalkan sumber dana yang tersedia untuk perkembangan perusahaan. Menurut Fahmi . 5: . Rasio pertumbuha yaitu rasio yang megukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisinya di dalam industri dan dalam perkembangan ekonomi secara umum. Berdasarkan urian tersebut pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan laba perusahaan. Semakin besar aktiva yang diharapkan , semakin besar juga hasil operasional yang dihasilkan perusahaan sehinga perusahaan tersebut akan mengalami peningkatan yang mengakibatkan bertambahan laba Sebaliknya apabila aset yang dimiliki perusahaan setiap tahunya tidak mengalami peningkatan maka hal tersebut akan berpengaruh pada laba yang didapatkan perusahaan. Sunarto dan Budi . Pertumbuhan perusahaan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 dinyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana total aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang akan datang, pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap return on asset. Berdasarkan uraian kerangka pemikiran maka dirumuskan paradigma mengenai analisis pengaruh Total Asset Turn Over. Current Ratio, dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Return On Asset (ROA) yang terlihat dalam diagram kerangka pemikiran sebagai berikut: GAMBAR 1. KERANGKA PEMIKIRAN Total Asset Turnover (X. Current Ratio (X. Return On Asset (Y) Pertumbuhan Perusahaan (X. Sumber:Tinjauan kerangka pemikiran 2019 Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H1: Terdapat pengaruh positif total asset turnover terhadap return on asset. H2: Terdapat pengaruh positif current ratio terhadap return on asset. H3: Terdapat pengaruh positif pertumbuhan perusahaan terhadap return on asset. METODE PENELITIAN Bentuk penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Dalam penelitian asosiatif terdapat variabel independen . ariabel yang memengaruh. dan variabel dependen . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan Total Asset Turnover (TATO). Current Ratio (CR), dan pertumbuhan perusahaan terhadap Return on Asset (ROA). Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang diambil dari w. Data yang diambil berupa laporan keuangan tahun 2014 Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 22. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia yaitu berjumlah 18 perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu purposive sampling. Langkah pengujian yang Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 dilakukan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik meliputi uji normalitas residual, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Pengujian hipotesis dengan uji F dan uji t. PEMBAHASAN Data Penelitian Hasil analisis statistik dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut: TABEL 1 PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF TAHUN 2014-2018 Descriptive Statistics Total Asset Turnover Current Ratio Pertumbuhan Perusahaan Return on Asset Valid N . Minimum ,2363 ,5139 -,1751 -,0687 Maximum 3,1048 8,6378 ,6203 ,5262 Mean 1,256814 2,308631 ,113726 ,099878 Std. Deviation ,6434546 1,7512217 ,1419504 ,1141979 Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Analisis Regresi Linear Berganda Hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut: TABEL 2 PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA TAHUN 2014-2018 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 1,092 ,211 LN_TATO -,440 ,221 LN_CR -,523 ,130 LN_PPERS ,043 ,087 Dependent Variable: Abs_RES Standardized Coefficients Beta -,293 -,598 ,064 5,167 -1,992 -4,020 ,500 Sig, ,000 ,052 ,000 ,619 Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Berdasarkan Tabel 3. 11 dapat diketahui persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: ROA = 1,092 - 0,440TATO - 0,523CR 0,043Growth A Berdasarkan persamaan regresi berganda, nilai konstanta sebesar 1,082 menyatakan bahwa apabila variable TATO. CR, dan P. Pers masing-masing bernilai nol, maka nilai ROA adalah sebesar 1,092persen. Pada nilai koefisien regresi variable TATO sebesar -0,440, artinya jika TATO mengalami peningkatan satu satuan maka Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 akan sebesar-0,440. Sebaliknya. TATO mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka akan menyebabkan ROA menurun sebesar -0,440 satuan. Hal menyatakan hubungan negatifTATOterhadap ROA. Nilai koefisien regresi CRsebesar -0,532 ini menunjukkan bahwa apabila setiap peningkatan sebesar satu satuan CR, maka akan diikuti ROA yang mengalami peningkatan sebesar -0,532 satuan. Sebaliknya, apabila CR mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka akan menyebabkan ROA menurun sebesar -0,532 satuan. Hal menyatakan hubungan negative CR terhadap ROA. Pada nilai koefisien regresi pertumbuhan perusahaan sebesar 0,043ini menunjukkan bahwa apabila setiap peningkatan sebesar satu satuan pertumbuhan perusahaan, maka akan diikuti ROA yang mengalami peningkatan sebesar 0,043 Sebaliknya, apabila pertumbuhan perusahaan mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka akan menyebabkan ROA menurun sebesar 0,043 satuan. Hal menyatakan hubungan positif pertumbuhan perusahaan terhadap ROA. Hasil pengujian koefisien korelasi berganda dan koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut: TABEL 3 PENGUJIAN KORELASI BERGANDA DAN KOEFISIEN DETERMINASI TAHUN 2014-2018 Model Summaryb Adjusted R Model R Square Square ,524a ,275 ,227 a. Predictors: (Constan. LN_PPERS. LN_TATO. LN_CR b. Dependent Variable: Abs_RES Std. Error of the Estimate ,49287 Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Pada Tabel 3 diperoleh nilai R menunjukkan korelasi antara dua atau lebih variabel bebas serta variabel terikat. Nilai R yang didapat adalah sebesar 0,227 artinya korelasi antara variabel TATO. CR, pertumbuhan perusahaan dan ROA menunjukkan tingkat hubungan linear yang hubungan searah. Uji Signifikansi Kelayakan Model (Uji F). Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui koefisien determinasi yang diperoleh dari nilai R Square yaitu sebesar 0,227 atau sebesar 22,7 persen. Nilai R Square tersebut menunjukkan bahwa kemampuan total asset turnover, current ratio dan pertumbuhan perusahaan dalam menjelaskan perubahan terhadap return on asset yaitu sebesar 22,7 Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 persen, sedangkan sisanya sebesar 77,3 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil pengujian signifikansi kelayakan model dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai TABEL 4 PENGUJIAN SIGNIFIKANSI KELAYAKAN MODEL UJI F TAHUN 2014-2018 ANOVAa Model Regression Residual Sum of Squares 4,229 Total Mean Square 1,410 11,174 ,243 15,403 5,803 Sig, ,002b a. Dependent Variable: Abs_RES b. Predictors: (Constan. LN_PPERS. LN_TATO. LN_CR Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Pada Tabel 4 diketahui nilai thitung dan nilai signifikansi masing-masing variabel bebas dalam penelitian. Nilai thitung variabel TATO yaitu sebesar . lebih kecil daripada t tabel yaitu sebesar 2,0117 serta nilai signifikansi sebesar 0,052 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, maka dapat diketahui bahwa TATO tidak berpengaruh terhadap ROA pada Perusahaan subsektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Pada tabel tersebut diketahui bahwa nilai thitung variabel CR yaitu sebesar . lebih besar daripada t tabel yaitu sebesar 2,0117 serta nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, maka dapat diketahui bahwa CR berpengaruh terhadap ROA pada perusahaan subsektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Nilai t hitung variabel pertumbuhan perusahaan yaitu sebesar 0,500 lebih kecil dari pada t tabel yaitu sebesar 2,0117 serta nilai signifikansi 0,500 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, maka dapat diketahui bahwa pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap ROA pada Perusahaan subsektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Berikut merupakan pembahasan hipotesis yang diujikan pada penelitian ini, sebagai berikut : Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Return on Asset H1: Total asset turnover berpengaruh positif terhadap return on asset pada subsektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Berdasarkan Tabel 4, variabel menunjukkan nilai signifikansi total asset turnover yaitu sebesar 0,052. Nilai signifikansi sebesar 0,052 lebih besar dari 0,05 sehingga TATO memiliki berpengaruh terhadap ROA. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan aset dalam menjalankan aktivitas operasional perusahaan belum efisien. Perusahaan yang memiliki aktiva yang tinggi namun tidak mampu mengelola penjualannya akan menimbulkan biaya modal yang besar dalam perawatan aktiva dan biaya penyusutan aktiva. Pengaruh Current Ratio terhadap Return on Asset H2: Current ratio bergaruh negatif terhadap return on asset pada subsektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan Tabel 3. 14, variabel current ratio menunjukkan nilai signifikansi current ratio yaitu sebesar 0,000. Nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga CR memiliki berpengaruh terhadap ROA. Hasil pengujian menunjukkan perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan modal kerja. Rasio lancar yang tinggi mengambarkan modal kerja yang dimiliki perusahaan juga tinggi, perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kesulitan keuangan. Artinya current ratio mengalami kenaikan maka return on asset mengalami penurunan. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa CR memiliki pengaruh negatif terhadap return on asset. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaanterhadap Return on Asset H3: Pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap return on asset pada subsektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan Tabel 3. 14, variabel pertumbuan perusahaan menunjukkan nilai signifikansi pertumbuan perusahaan yaitu sebesar 0,619. Nilai signifikansi sebesar 0,619 lebih besar dari 0,05 sehingga pertumbuan perusahaan memiliki berpengaruh terhadap ROA. Hasil pengujian menunjukan bahwa pertumbuhan perusahaan pada penelitian ini berpengaruh positif terhadap return on asset (ROA). Hal ini berarti apa bila pertumbuhan perusahaan mengalami kenaikan maka return on asset perusahakan meningkat juga. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 PENUTUPAN Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa Total Asset Turnover dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap Return on Asset. Sedangkan Current Ratio terdapat pengaruh negatif terhadap Return on Asset. Peningkatan maupun penurunan Total Asset Turnover dan pertumbuhan perusahaan tidak menjadi faktor yang berpengaruh terhadap Return on Asset, peningkatan current ratio cenderung diikuti dengan penurunan Return on Asset. Adapun saran yang dapai disampikan dari hasil penelitian ini adalah: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar menggunakan variabel independen yang lebih variatif karena masih banyak variabelvariabel lain diluar penelitian ini seperti ukuran perusahaan . Debt to Ratio (DER). Long to Asset Ratio (LAR) dan menggunakan variabel dependen yang lainnyan dan diharapkan untuk memperhatikan dan mempertimbangkan kriteria dalam pemilihan sampel sehingga data dalam jumlah dapat membentuk model peneitian yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA