Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 15-22 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Efektifitas Media Booklet dan Brosur terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur tentang Program Keluarga Berencana Wira Iqbal1*. Ade Nurul Fazri2. Aria Gusti1 Universitas Andalas. Sumatera Barat. Indonesia Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Sumatera Barat. Indonesia Article Information : Received 15 April 2022. Accepted 25 June 2022. Published Online 30 June 2022 *Corresponding author : wiraiqbal@ph. ABSTRAK Media booklet dan brosur digunakan sebagai alat promosi kesehatan dalam kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi program keluarga berencana di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektivitas booklet dan brosur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasangan usia subur tentang program keluarga berencana. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasy experiment two groups pre-post test design. Populasi penelitian adalah pasangan usia subur muda paritas rendah (PUS MUPAR) di salah satu kecamatan di Kabupaten Sijunjung bukan peserta KB yang berjumlah 512 pasang. Sampel penelitian sebanyak 30 pasang diambil secara acak, dikelompokkan menjadi kelompok booklet 15 orang dan kelompok brosur 15 pasang. Analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan signifikan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diintervensi dengan media booklet . -value<0,. dan media brosur . -value<0,. Ada perbedaan signifikan sikap responden sebelum dan sesudah diintervensi dengan media booklet . -value<0,. dan media brosur . -value<0,. Tidak ada perbedaan signfiikan efektivitas dari media booklet dan brosur terhadap peningkatan pengetahuan . -value>0,. dan sikap . - value>0,. pasangan usia subur tentang program keluarga berencana. Kata kunci : efektivitas, booklet, brosur, keluarga, berencana ABSTRACT Media booklets and brochures are used as health promotion tools in strengthening IEC for the family planning program in Indonesias. This study aims to determine the differences in the effectiveness of booklets and brochures in increasing knowledge and changing attitudes of EFA towards family planning programs. This type of research is quantitative with a quasiexperimental two groups pre-post test design. The population of the study was PUS MUPAR in Sumpur Kudus District. Sijunjung Regency, not 512 pairs of family planning participants. The research sample of 30 pairs was taken randomly, grouped into a booklet group of 15 people and a brochure group of 15 pairs. Data analysis using t-test. Based on the results of the study, it was found that there were significant differences in respondents' knowledge before and after intervention with booklet media . -value <0. and brochure media . 15 A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 15-22 value <0. There are significant differences in the attitudes of respondents before and after the intervention with booklet media . -value <0. and brochure media . -value <0. There is no significant difference in the effectiveness of booklets and brochures on increasing knowledge . -value>0. and attitudes . -value>0. of couples of childbearing age about family planning programs. Keywords: effectiveness, booklets, brochures, family, planning PENDAHULUAN Program keluarga berencana (KB) di Indonesia lebih menekankan pada tujuan demografis yakni untuk mencapai target penurunan laju pertumbuhan penduduk. Untuk itu diperlukan pelayanan KB yang berkualitas yang memberikan informasi secara terbuka dan rasional yang disampaikan oleh tenaga yang profesional. Penyampaian informasi tentang program KB kepada masyarakat memerlukan bahan dan metode yang mutakhir yang mengikuti kemajuan teknologi. Upaya memandirikan, memampukan, dan memperdayakan masyarakat agar mampu meningkatkan status kesehatannya adalah melalui promosi kesehatan (Tiraihati, 2. Promosi kesehatan yang dianggap efektif adalah melalui media promosi kesehatan (Adam and Wintoni 2. Sarana dan upaya untuk menampilkan informasi atau pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada sasaran berupa pengetahuan untuk mengubah perilaku kesehatan yang lebih baik adalah media promosi kesehatan (Agustini, 2. Media yang biasa digunakan dalam promosi kesehatan dapat berupa media visual, audio, maupun audio visual. Media visual banyak digunakan karena praktis, mudah dibawa kemana saja dan bisa dipasang di tempat umum, seperti booklet dan brosur (Adam & WIntoni, 2. Seleksi media sangat diperhatikan dalam upaya peningkatan Komunikasi. Informasi dan Edukasi (KIE) Program Keluarga Berencana (KB). KIE adalah wujud dari komunikasi yang berhubungan erat dengan penggunaan media, dengan media diharapkan proses KIE bisa menjadi efektif dan efisien. KIE merupakan proses diseminasi informasi dalam penguatan pengetahuan dan sikap individu, keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN, 2. Proses komunikasi dalam Program KB menjadi efektif jika pemerintah sebagai pemberi pesan bisa merancang komunikasi yang baik, yaitu merumuskan pesan dengan jelas, dengan teknik yang bisa dipahami oleh masyarakat, menyampaikan pesan secara lengkap, disaat yang tepat serta memakai media yang sesuai. Rasio Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang ideal sebagaimana tertuang dalam UU No. 52 tahun 2009 tentang Kependudukan dan KB adalah 1 orang PKB melayani 2 desa. Sementara di Kabupaten Sijunjung rasionya 1 berbanding 3,2, artinya 1 orang PKB melayani 3 desa. Keterbatasan jumlah PKB lebih terasa lagi di Kecamatan Sumpur Kudus dimana 1 orang PKB melayani 5 hingga 6 desa. Kondisi geografis yang sulit ditambah lagi dengan keterbatasan jumlah penyuluh KB membutuhkan inovasi untuk percepatan capaian program promosi kesehatan terutama di bidang keluarga berencana. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Sijunjung memanfaatkan media booklet dan brosur sebagai inovasi dalam promosi kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap PUS dalam KIE program KB. Penelitian Pratiwi . di Desa Muktiharjo Kabupaten Pati menyatakan ada peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan promosi kesehatan dengan media brosur. Penelitian lain yang dilakukan oleh Murtiyarini . di SMAN 9 Jambi menyebutkan booklet dan leaflet pendewasaan usia perkawinan. Hasil penelitian Putri . di Kota Padang juga menyatakan bahwa media visual seperti booklet dan leaflet berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap TOSS Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah menilai efektifvitas media promosi terhadap peningkatan pengetahuan dan A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 15-22 sikap responden yang berfokus pada program keluarga berencana. Media booklet dan brosur dipilih menjadi media promosi kesehatan lantaran mempunyai nilai simpel yang gampang buat dibawa kemana saja, contohnya bisa dimasukkan ke dompet, selain itu pula bisa dibaca kapan saja apabila mereka ingin membaca kembal (Damayanti. Shaluhiyah, dan Cahyo 2. Penilaian perbedaan efektifitas dari kedua bentuk media promosi kesehatan tersebut perlu dilakukan sebagai bahan pertimbangan kebijakan untuk menentukan metode dan kebutuhan sarana promosi program KB di Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah ada perbedaan efektivitas booklet dan brosur terhadap pengetahuan dan sikap pasangan usia subur tentang program keluarga berencana. METODE PENELITIAN Penelitian experimental untuk menganalisi efektivitas booklet dan brosur dalam penguatan KIE program KB. Penguatan KIE program KB diukur dengan perubahan pengetahuan dan sikap responden sebelum dan sesudah Responden dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing diberi pretest sebelum diintervensi dengan media promosi kesehatan dan post test setelah Populasi penelitian adalah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung dengan kriteria inklusi masih berusia muda, paritas rendah dan bukan peserta KB. Dari 532 pasangan yang memenuhi kriteria dipilih 30 PUS secara acak kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu masingmasing 15 PUS untuk kelompok media booklet dan kelompok media brosur. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap responden yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk pengetahuan dan 10 pernyataan untuk sikap. Pengetahuan informasi dasar Program KB, meliputi pengertian, tujuan, manfaat dan ruang lingkup Program KB, serta pengetahuan tentang alat kontrasepsi. Sementara sikap diukur dengan pernyataan tentang sikap responden terhadap program KB. Skor pengetahuan dan sikap seluruh responden dari masing-masing kelompok diukur sebelum dan sesudah intervensi dan diambil nilai rata-ratanya. Kuesioner sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini (Murtiyarini et al. , 2019. Pratiwi & Aji, 2021. Putri et al. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan paired sampel t-test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap PUS tentang program KB sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan booklet dan brosur. Selanjutnya untuk menguji perbedaan efektivitas media booklet dan brosur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap PUS tentang program KB digunakan independen t-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Data karakteristik responden dapat dilihat pada tabel 1 Perbedaan Pengetahuan Tentang Program KB Sebelum dan Sesudah Intervensi Media Pada Tabel 2 terlihat hasil pre-test tingkat pengetahuan responden tentang alat kontrasepsi pada kelompok booklet dengan mean adalah 8,53 sedangkan pada post-test mean sebesar 9,93. Adanya peningkatan mean pre-test dan post-test tersebut artinya setelah diberikan intervensi menggunakan media booklet, terjadi tentang alat kontrasepsi yang meliputi jenis alat kontrasepsi, cara kerja, manfaat, efektifitas, cara penggunaan serta efek samping dari masing-masing jenis alat kontrasepsi tersebut. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai pvalue sebesar 0,005. Ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan PUS tentang program KB sebelum dan sesudah dilakukan intervensi mengunakan A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 15-22 Tabel 1 Karakteristik Pasangan Usia Subur Karakteristik Usia 20-25 tahun 26-30 tahun 31-35 tahun Tingkat Pendidikan Dasar Menengah Pendidikan Tinggi Pekejaan Petani Pedagang Guru Media Booklet Brosur 7 46,7 8 53,3 40,0 6 40,0 13,3 1 media booklet. Sehingga disimpulkan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan PUS tentang program KB. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan Peate et al. , yang menyatakan booklet sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif, dibuktikan dengan 91% responden merasa puas dengan informasi yang diberikan dan mereka mampu memahami materi yang merekomendasi-kan booklet kepada orang lain sebagai sarana pembelajaran (Peate et , 2. Penelitian Hartati menyatakan media visual berupa leaflet terhadap program KB (Hartati et al. , 2. Pada Tabel 2 terlihat hasil pre-test tingkat pengetahuan responden tentang alat kontrasepsi pada kelompok brosur dengan mean adalah 7,67 sedangkan pada post-test mean adalah 9,20. Adanya perbedaan nilai mean pre-test dan post-test tersebut artinya setelah diberikan intervensi tentang alat kontrasepsi yang meliputi jenis alat kontrasepsi, cara kerja, manfaat, efektifitas, cara penggunaan serta efek samping dari masing-masing jenis alat kontrasepsi tersebut. Pada uji paired t-test menghasilkan p-value 0,000. Bisa bermakna pengetahuan PUS tentang program KB sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan media brosur. Artinya media brosur bisa disebut efektif menguatkan pengetahuan PUS tentang program KB. Hasil ini sejalan dengan Pratiwi Aji, pendidikan kesehatan menggunakan brosur efektif dalam peningkatan pengetahuan Warga Desa Muktiharjo Kabupaten Pati (Pratiwi & Aji, 2. Media merupakan suatu alat atau sarana yang digunakan komunikator kepada khalayak (Habibie. Media yang sesuai dibutuhkan supaya informasi yang diberikan bisa diterima dengan efektif. Pada penelitian ini media yang digunakan adalah booklet dan Booklet dan brosur merupakan media peningkatan pengetahuan dan sikap PUS dalam program KB sebagai bahan dalam transmisi informasi tentang program KB kepada masyarakat. Booklet berisi informasi yang jelas, tegas dan mudah dimengerti dengan kombinasi tulisan dan sebahagian kecil gambar (Pralisaputri et al. , 2. Dalam memuat informasi tentang program KB, media booklet didominasi oleh tulisan isi materi program KB dibanding ilustrasi gambar, namun memuat informasi relatif dibandingkan dengan brosur. Sedangkan brosur memiliki ukuran yang lebih besar dari pada booklet dan pesan yang disampaikan menggunakan kata-kata yang singkat dengan penjelasan dilengkapi dengan ilustrasi gambar. Brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap . alam satu kali terbita. dan memiliki paling sedikit 5 halaman (Artaty Zega et al. , 2. Brosur juga menerangkan informasi yang dimuat secara detail dengan menggunakan kata-kata yang menarik dan menampilkannya dengan ilustrasi gambar, mempunyai tampilan menarik dan memiliki otoritas penuh untuk menyampaikan informasi (Mulyana, 2. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 15-22 Tabel 2. Pengaruh Penggunaan Media Terhadap Pengetahuan dan Sikap Responden Sebelum dan Sesudah Intervensi Variabel Pengetahuan Pre-test Post-test Sikap Pre-test Post-test Booklet Brosur Mean p-value Mean p-value 8,53 9,53 0,005 7,67 9,20 0,000 36,07 38,93 0,011 36,13 39,13 0,001 Peningkatan pengetahuan responden tentang program KB merupakan salah satu bentuk respon karena adanya stimulus yang disampaikan oleh media booklet maupun media brosur yang berisikan informasi tentang Program KB. Dalam penelitian ini stimulus yang disampaikan oleh media booklet dan media brosur berupa informasi mengenai program KB dengan tema Kependudukan dan Keluarga Berencana. Perbedaan Sikap Terhadap Program KB Sebelum dan Sesudah Intervensi Media Tabel 2 menunjukkan sikap responden pada saat pre-test dengan skor rata-rata 36,07 sedangkan pada post-test skor ratarata 38,93, dari perbedaan skor pre-test dan post-test tersebut artinya terjadi perubahan sikap responden setelah diberikan intervensi KIE program KB menggunakan media booklet. Pada uji paired t-test terlihat perbedaan nilai mean antara pre-test dan post-test sebesar 2,867 dan nilai p-value sebesar 0,011. Ini artinya terdapat perbedaan yang signifikan sikap PUS terhadap program KB sebelum dan sesudah diberi intervensi menggunakan media booklet. Sehingga media booklet dapat dikatakan efektif dalam membentuk sikap PUS terhadap program KB. Hasil ini sejalan dengan penelitian Hartiningsih bahwa pendidikan kesehatan dengan media audiovisual dan media booklet dapat meningkatkan sikap anggota keluarga dalam pencegahan penyakit (Hartiningsih, 2. Tabel 2 menunjukkan sikap responden pada kelompok brosur saat pre-test dengan skor rata-rata adalah 36,13 sedangkan pada post-test skor rata-rata 39,13, dari perbedaan skor pre-test dan post-test tersebut artinya terjadi perubahan sikap responden setelah diberikan intervensi KIE program KB menggunakan media brosur. Pada uji paired t-test terlihat perbedaan nilai mean antara pre-test dan post-test sebesar 3,000 dengan nilai p-value sebesar 0,001. Bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna sikap PUS terhadap program KB sebelum dan sesudah dilakukan intervensi memakai media brosur. Artinya media brosur bisa disebut efektif membentuk sikap PUS terhadap program KB. Dalam proses perubahan sikap tampak bahwa sikap dapat berubah, hanya jika stimulus yang menerpa benar-benar melebihi semula. Mengutip pendapat Hovland, yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru ada tiga variabel penting yaitu, perhatian, pengertian, dan penerimaan (Efendy, 2. Stimulus yang disampaikan media booklet dan brosur berupa informasi tentang program KB dalam penelitian ini Proses komunikasi berlangsung saat ada perhatian dari responden dan proses berikutnya responden menjadi mengerti tentang stimulus yang disampaikan oleh masingmasing media. Kemampuan responden inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah responden mengolahnya dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap terhadap program KB. Ada dua ciri penting dari sumber pesan . eahlian kepercayaa. serta daya tarik. Dalam penelitian ini sumber pesan menggunakan media yang dikeluarkan oleh BKKBN Provinsi Sumatera Barat, yang merupakan instansi yang berwenang dan memiliki keahlian dalam Program Kependudukan A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 15-22 dan Keluarga Berencana. Oleh karena itu, secara kredibilitas informasi yang tersaji didalam media merupakan informasi yang akurat dan dapat dipercaya oleh responden karena informasi yang tersaji dibuat oleh instansi yang berwenang dan menangani langsung tentang Program KB. Pesan . si pesa. yang tersaji didalam media booklet dan brosur yang dikeluarkan oleh BKKBN Provinsi Sumatera Barat jelas dan mudah dimengerti oleh responden, isi pesan terdiri dari program Kependudukan. Pengertian, tujuan dan manfaat ber-KB serta jenis-jenis alat kontrasepsi lengkap dengan keunggulan dan efek sampingnya. Adanya informasi tersebut dapat responden mengenai Program KB, setelah responden AutahuAy maka proses selanjutnya yaitu menilai atau bersikap terhadap stimulus yang diberikan sehingga merubah . Perbedaan Efektifitas Media Booklet dan Brosur Terhadap Penguatan Pengetahuan dan Sikap Responden Tabel 3 menunjukkan hasil skor pengetahuan responden pada media booklet sebesar 14,87 dan pada media brosur sebesar 15,73. Hasil t-test didapatkan nilai p-value sebesar 0,255. Bisa disimpulkan tidak ada perbedaan bermakna efektivitas kedua media promosi tersebut terhadap pengetahuan responden tentang program KB. Tabel 3. Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Responden Sesudah Penggunaan Media Variabel Booklet Brosur Pengetahuan Sikap 14,87 38,93 15,73 39,13 0,255 0,457 Selanjutnya untuk mengetahui uji beda sikap responden terhadap program KB antara kelompok media booklet dengan kelompok media brosur, dilakukan dengan cara melihat hasil post-test responden sesudah dilakukan intervensi antara kelompok media booklet dengan kelompok media brosur. Yang disajikan pada tabel 2. Tabel 3 menunjukkan hasil skor sikap responden pada media booklet sebesar 38,93 dan pada media brosur sebesar 39,13. Berdasarkan tabel diatas juga didapatkan hasil p-value sebesar 0,457. Bisa disimpulkan tidak ada perbedaan bermakna sikap responden terhadap program KB setelah diintervensi dengan media booklet dan media brosur. Artinya tidak ada perbedaan efektivitas kedua terhadap pembentukan sikap responden terhadap program KB. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian Putri . yang menyatakan ada perbedaan efektivitas perubahan sikap responden ((Putri et al. Tidak adanya perbedaan efektivitas booklet dan brosur dalam perubahan sikap disebabkan karena kedua media promosi tersebut pada dasarnya memiliki banyak persamaan sebagai jenis media lini bawah dalam memberikan KIE. Keduanya memiliki komposisi yang sama dalam hal pesan gambar dan kalimat singkat, meskipun berbeda dari ukurannya, sehingga tingkat kemaksimalan penyampaian pesan dari kedua media tersebut sangat dipengaruhi oleh kapasitas dan kualitas penyajian materi/isi dalam bentuk gambar dan tulisan. Suatu media dapat dikatakan efektif apabila media tersebut mempermudah kelancaran dalam penyampaian informasi dan pemilihan media dalam menyampaikan pesan yang dibuat oleh komunikator dapat diterima oleh komunikan dengan jelas, sehingga maksud oleh komunikator dapat tercapai (Triulandari, 2. Artinya dalam konteks KIE program KB pada penelitian ini bahwa media dikatakan efektif jika antara pre-test dan post-test terjadi tentang materi KIE yang disampaikan, peningkatan yang diukur menurut nilai skor rata-rata Booklet menstimulus penginderaan organisme. Namun media booklet dan brosur samasama ditekankan untuk peningkatan aspek kognitif, aspek afektif dan psikomotor A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 15-22 Brosur memiliki ukuran yang lebih besar dari pada booklet dan pesan yang disampaikan menggunakan kata-kata yang singkat dengan penjelasan dilengkapi dengan ilustrasi gambar secara ringkas. Berbeda dengan media booklet yang lebih dominan pada tulisan konten materi program KB daripada gambar, namun memuat informasi relatif lebih banyak dan lebih spesifik dibandingkan dengan brosur. Kedua menstimulus keingintahuan responden untuk membaca lebih lanjut isi media dan memaksimalkan peningkatan pengetahuan responden, walapun ukuran dan bentuk kedua media tersebut berbeda namun sehingga dapat efektif diterima seluruh Selanjutnya kedua kelompok media ini juga memiliki efektivitas yang sama dalam perubahan sikap responden terhadap KB. Hasil menyatakan bahwa media booklet dan brosur sama-sama efektif dalam merubah sikap responden. Hal tersebut berarti stimulus dari media booklet dan brosur yang dikeluarkan oleh BKKBN Provinsi Sumatera Barat mendapatkan perhatian yang sama dari responden dan diterima oleh responden, sehingga membuat kesediaan untuk mengubah sikap. Pengetahuan merupakan komponen kognitif yang membentuk sikap. oleh karena itu media booklet dan brosur mampu memberikan landasan kognitif yang baik, sama-sama menunjukkan arah sikap positif, sehingga membuat kesediaan untuk mengubah sikap terhadap program KB. KESIMPULAN Tidak ada perbedaan efektivitas media promosi booklet dan brosur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap PUS tentang program KB. Maka. Pemerintah Kabupaten Sijunjung dapat menjadikan keduanya sebagai alternatif lain dalam penguatan KIE program KB di Kecamatan Sumpur Kudus, sebagai implikasi dari kebutuhan masyarakat setempat, dimana tenaga penyuluh KB (PKB/PLKB) yang terbatas jumlahnya, serta kondisi geografis dan demografis masyarakat setempat yang belum memungkinkan berinteraksi dengan teknologi informasi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung melaksanakan penelitian di Kecamatan Sumpur Kudus. REFERENSI