Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. June 2025 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Konsep Pendidikan Islam dan Barat (Analisis Komparatif Ibnu Khaldun dan Paulo Freire Serta Relevansinya dengan Pendidikan Moder. Icha Rezyika1. Qolbi Khoiri2. Iwan Sitorus Ramadhan3 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu icharezyika99@gmail. qolbi@mail. iwanramadhan@mail. Abstract This study uses a qualitative method with a type of library research, while the data collection technique used is a documentation technique, namely collecting data from sources of notes, transcripts, books and so on. The results of the concept of Islamic and Western education with a focus on a comparative analysis between the thoughts of Ibn Khaldun and Paulo Freire, and their relevance to modern education, namely. Ibn Khaldun, a 14th-century Muslim scholar, is known for his deep thoughts on education rooted in moral, social and cultural values. He emphasized the importance of the environment in shaping the character and morals of individuals and understanding the relationship between education and the development of society. On the other hand. Paulo Freire, a 20th-century Brazilian educator, developed a critical education theory that emphasized the active participation of students in the learning process, as well as the importance of education for social empowerment and justice. By examining these two thoughts, this thesis aims to see the similarities and differences in their approaches to education, and how both concepts can contribute to modern education. The relevance of Ibn Khaldun and Paulo Freire's thoughts in the context of education today is very important, considering the global challenges faced by the world of education, such as inequality of access and quality of education. Therefore, this study is expected to provide new insights into the importance of integrating universal values in education to form individuals who are not only intelligent, but also have noble character and are critical of the social reality around them. Keywords: Education. Islam. West. Ibn Khaldun. Paulo Freire. Modern. How to cite this article: Rezyika. Khoiri. Ramadhan. Konsep Pendidikan Islam dan Barat (Analisis Komparatif Ibnu Khaldun dan Paulo Freire Serta Relevansinya dengan Pendidikan Moder. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10. , 44-57. Received: 1/23/2025 Revised: 4/23/2025 Accepted: 5/13/2025 Vol. No. June 2025 | Pages. 44-57 | 45 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia, dimana unsur ini secara umum bertujuan untuk membantu manusia menemukan dirinya dan hakikat kemanusiaannya. Dengan adanya pendidikan, diharapkan manusia mampu menyadari potensi yang dimiliki sebagai makhluk yang berpikir. Potensi yang dimaksud adalah potensi ruhaniah . , nafsiyah . , aqliyah . , dan jasmaniah . Dengan potensi tersebut, pendidikan hadir sebagai wadah untuk mematangkan prosesnya menuju individu yang aktif sekaligus masyarakat tempat dimana ia menuangkan hubungan, gagasan, dan kreatifitasannya. Dewasa ini pendidikan diyakini dapat melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu memegangi nilai luhur budaya bangsa. Namun, realitas objektif di lapangan berkata lain. Barat dan Islam di mata para pemerhati pendidikan adalah dua entitas peradaban yang secara spesifik memiliki ruang budaya sendiri-sendiri, baik dalam tataran sikap, cara pandang maupun pola hidup yang menjadi pilihannya. Lebih riil, perbedaan ruang budaya itu terutama terlihat dalam semua sikap, cara pandang maupun model paradigmatik pendidikan yang dikembangkannya Indonesia, negara dengan jumlah muslim terbesar dan lembaga pendidikan berbasis Islam yang hampir ada di setiap daerah mestinya dapat menjadikannya berbeda dengan pendidikan sekuler yang diusung negara Barat pada umumnya. Pendidikan Islam dengan orientasi dunia-akhirat, yakni mencakup dimensi teosentris . , antroposentris . , dan kosmosentris . mestinya dapat melahirkan individuindividu yang cakap secara utuh, yang dalam aktivitas sosial kesehariannya selalu berada dalam bingkai nilai-nilai moral-spiritual sebagai manifestasi dari nilai-nilai agama Islam yang menjadi referensi utama dalam menjalankan efektivitas pendidikan. Sementara pendidikan Barat pada umumnya hanya berorientasi pada murni antroposentris atau antroposentris-kosmosentris wajar jika produk dari pendidikannya adalah individu-individu yang mapan secara duniawi, namun tidak diimbangi dengan kemapanan aspek moral-spiritual yang memang menjadi ciri khas pendidikan Islam. sinilah yang mestinya menjadi kegelisahan sekaligus pekerjaan rumah pendidikan Islam sekarang ini. Sistem pendidikan dengan konsep dan orientasi yang jelas berbeda (Islam dan Barat pada umumny. , tapi kenapa out put pendidikan Islam di Indonesia dengan Barat pada umumnya seakan sangat tipis perbedaannya. Salah satu unsur pembangun peradaban bangsa adalah melalui pendidikan. Sedangkan hasil akhir sebuah pendidikan tergantung pada tujuan awal pendidikan itu Islam dan Barat memiliki pandangan berbeda mengenai hal tersebut. Paham rasionalisme yang berkembang di Barat dijadikan dasar pijakan bagi konsep-konsep pendidikan yang ada di Barat. Hal ini dapat dilihat dari adanya pemikiran falsafah yang ada di dunia Barat yang bercirikan materialisme, idialisme, sekulerisme dan rasionalisme. Al-Syaibany mengatakan bahwa perlunya pembahasan tentang manusia di dalam pendidikan bertujuan mencari konsep-konsep yang mengarahkan manusia di antara gejala-gejala proses pendidikan dalam rancangan yang berpadu dan menyeluruh. Sehingga nantinya terjadi hubungan antara pendidikan dengan bidang-bidang lain yang menjadi kebutuhan manusia. Tanpa tanggapan dan sikap yang jelas tentang manusia. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 46 | Icha Rezyika1. Qolbi Khoiri2. Iwan Sitorus Ramadhan3 proses pendidikan akan meraba-raba dan tidak jelas. Manusia merupakan makhluk yang multi-dimensi. Mengkaji manusia hanya dari satu dimensi, akan membawa stagnasi pemikiran tentang kapabilitas manusia, serta menjadikannya sebagai subjek-objek yang Hakikat manusia tidak akan pernah ditemukan secara utuh karena setiap kali seseorang selesai memahami satu dimensi manusia, maka kemudian akan muncul dimensi lain yang belum dibahas. Alexis Carrel mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang misterius, karena derajat keterpisahan manusia dari dirinya berbanding terbalik dengan perhatiannya yang demikian tinggi terhadap dunia yang ada di luar dirinya. Pada masa Renaissance, unsur yang paling utama diambil dalam keterkaitannya dengan manusia adalah tuntutan pendidikan dan pembebasan dari berbagai ikatan dan halangan agar perkembangan manusia serta bakatnya dapat terwujud secara leluasa. Pendidikan bisa mempunyai banyak arti, tergantung dari perspektif mana ia Jika salah dalam memandang, maka pendidikan justru dapat dijadikan legitimasi untuk berbuat sesuatu yang tidak benar. Dengan kata lain, manusia mempergunakan pendidikannya untuk menciptakan dan memainkan peranan sendiri tanpa ditentukan oleh faktor di luar manusia. Adapun definisi pendidikan Islam berarti sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita dan nilainilai Islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya. Tapi melihat fenomena sekarang, sistem pendidikan nasional yang sedang berjalan sekarang ini merupakan adopsi dari teori-teori pendidikan Barat. Sementara teori-teori pendidikan Islam terkadang sering ditinggalkan atau diabaikan bahkan tidak tahu sama sekali membedakan mana teori pendidikan yang berasal Barat dan mana pula yang berasal dari dunia Islam. Pada hal antara teori pendidikan Barat dan Islam terdapat perbedaan yang cukup mendasar. Dalam hal ini. Tohari Musnawar sebagaimana yang dikutip oleh Warul Walidin Ak mengomentari tentang perbedaan tersebut, terdapat perbedaan yang mendasar, baikmengenai dasar, tujuan, kualisifikasi pendidikan, sistem evaluasi bahkansampai- sampai kepada out-put yang dihasilkannya. Ironisnya, karena kitatidak mengetahui secara persis perbedaan tersebut, maka secara tidak sadarjusteru kita sering menggunakan konsep pendidikan Barat, sehingga out-put yang dihasilkan adalah menjadi manusia-manusia yang bermental Barat. Salah satu tokoh pendidikan islam adalah Ibnu Khaldun ia seorang ilmuwan muslim pada abad pertengahan yang mengemukakan konsep pendidikan. Dalam konsep pendidikannya. Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk berpikir sehingga dengan potensi kemampuannya dia dapat memahami hal-hal yang berada di luar dirinya. Ditambahkannya pula, pendidikan bertujuan menjadikan individu bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Dari hal ini mengindikasikan bahwa konsep kurikulum dan guru mengarah pada tuntutan masyarakat. Menurut Soeitoe mengungkapkan bahwa Ibnu Khaldun adalah salah seorang tokoh Islam yang menjadikan dasar-dasar dan kaidahIslam dalam pendidikan. Sehingga muncullah pemikiran Ibnu Khaldun tentang pendidikan. Ibnu Khaldun juga seorang yang memberikan banyak kontribusi terhadap peradaban Islam. Konsep dan teori mengenai peradaban Islam dari Ibnu Khaldun tertuang pada magnum opusnya dan Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. June 2025 | Pages. 44-57 | 47 muqaddimah yang banyak memberikan pandangan kepada intelektual Barat dan Islam tentunya. Melihat apa yang disampaikan oleh Falah bahwa zaman sekarang merupakan zaman globlalisasi yang mana manusia sangat dimudahkan dengan berbagai fasilitas namun sedikit yang bisa mamemanfaatkannya sehingga yang terjadi akhlak dan moral anak juga tergeser. Relevansi pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun terhadap pemikiran modern sekarang ini sangatlah dapat dikembangkan dan diadopsi, karena konsep yang ia tawarkan merupakan konsep yang brilliant dimana manusia sebagai subjek dari pendidikan tersebut,perlu dikembangkan agar menjadi manusia yang bermanfaat. Dan agar dapat mengembangkan manusia, tentulah dengan melalui proses pendidikan. Ia juga menjelaskan bagaimana manusia sebagai subjek dalam pendidikan sangat membutuhkan ilmu di dalam kehidupannya. Ia pun juga menjelaskan di dalam konsep pemikirannya tentang pendidikan, bahwa terdapat teori di dalam belajar yang memudahkan dalam menerima ilmu yang diberikan. Sedangkan konsep pendidikan yang di usung oleh Paulo Freire secara umum dapat digambarkan bahwasannya pendidikan tidak hanya mencakup kegiatan di ruang kelas saja akan tetapi ia menginginkan keterlibatan dari kegiatan masyarakat itu sendiri. Sehingga pendidikan dapat membantu memahami dunia yang ditepati dan menjadikan masyarakat yang baru. Konsep pendidikan Paulo Freire menekankan pada pembebasan pendidikan di sekolah dan lebih-lebih bagi masyarakat itu sendiri, sehingga tidak aneh jika ia mempunyai gagasan untuk mendorong masyarakat di sana (Brazi. untuk bisa membaca dengan tujuan pemberantasan buta huruf. Karena metodologi yang dikembangkannya adalah fakta bahwa ia memilih untuk mendahulukan kebudayaan, pengetahuan dan kondisi kelompok masyarakat maupun golongan tertentu yang mendapat kerugian, pengucilan dan penindasan baik secara struktural maupun kultural. Prakteknya Freire menuntut bahwa pendidikan harus mengedepankan kepentingankepentingan siswa secara terus menerus dengan mengembangkan potensi-potensi dan pengetahuan-pengetahuan mereka, dengan cara guru melihat bahwa ia adalah siswa yang sebenarnya perlu dididik secara manusiawi dan tanpa hukuman yang berlebihan. Bagi freire, pendidikan haruslah berorientasi kepada pengenalan diri manusia dan dirinya sendiri, pendidikan sudah semestinya menjadikan pembebasan manusia sebagai hakikat tujuan. Dengan begitu, dalam prosesnya akan tercipta suatu proses untuk memproduksi AukesadaranAy agar manusia mampu memahami kondisi dan kontradiksi yang ada disekitarnya, baik sosial, ekonomi, maupun politik, kemudian mengambil tindakan atas apa yang ia pahami Selain menjelaskan lebih jauh menyangkut kesadaran kritis, hal yang tidak kalah penting dalam konsep pendidikan Paulo Freire adalah konsep pendidikan Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan dan keterbukaan pada peserta didik ataupun masyarakat luas pada umumnya untuk mengaktualisasikan diri sebaik mungkin. Sebab, dengan tanpa dibukanya ruang-ruang dialog yang partisipatif, keleluasaan tersebut takkan pernah termanifestasi secara nyata. Inti dari pendidikan yang diajukan oleh Paulo Freire yaitu pendidikan sebagai praktik pembebasan yang berkarakter. Pendidikan yang memberikan tekanan khusus pada pentingnya pemunculan kesadaran kritis sebagai penggerak emansipasi kultural. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 48 | Icha Rezyika1. Qolbi Khoiri2. Iwan Sitorus Ramadhan3 Sebagai suatu komponen pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi penting diantara komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat di katakan bahwa segenap komponen dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada atau ditujukan untuk pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan tersebut di anggap menyimpang, tidak fungsional, bahkan salah, sehingga harus dicegah terjadinya. Di sini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa, tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik dapat menerima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik. Pendidikan modern adalah pendidikan yang sejalan dengan usaha manusia sejak dilahirkan hingga meninggal, dengan sadar membimbing dan menuntun kondisi jiwa khususnya agar dapat menumbuhkan akhlak dan kebiasaan yang baik sejak awal pertumbuhan dan perkembangannya, hingga mencapai masa pubertas, agar terbentuk kepribadian yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Sejalan dengan itu, maka pendidikan mengalami perubahan . , sebab proses pendidikan yang tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman hanya akan membuat manusia Stagnan. Teori Pendidikan Modern adalah sekumpulan pandangan, pemikiran, dan konsep yang berkembang dalam konteks pendidikan di era modern. Teori-teori ini berfokus pada perubahan dalam sistem pendidikan, baik dari segi tujuan, metode, maupun tujuan akhir dari pendidikan itu sendiri. METODE Penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan naratif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian Naratif menurut James Schreiber dan Kimberly Asner-Self adalah studi tentang kehidupan individu seperti yang diceritakan melalui kisah-kisah pengalaman mereka, termasuk diskusi tentang makna pengalaman-pengalaman bagi individu. Sedangkan menurut Webster dan Metrova, narasi . adalah suatu metode penelitian di dalam ilmu-ilmu sosial. Inti dari metode ini adalah kemampuannya untuk memahami identitas dan pandangan dunia seseorang dengan mengacu pada cerita-cerita . yang ia dengarkan ataupun tuturkan di dalam aktivitasnya sehari-hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Hidup Ibnu Khaldun dan Paulo Freire Ibnu Khaldun termasuk salah seorang ulama keturunan Andalusia yang hijrah ke Tunisia pada pertengahan abad ke-7 H. Nama lengkap Ibnu Khaldun adalah Waliyuddin Abdurrahman Ibnu Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu al-Hasan Ibnu Jabir Ibnu Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Abdurrahman Ibnu Khaldun. Nama kecilnya adalah Abdurrahman, sedangkan Zaid adalah nama panggilan dari keluarga, karena dihubungkan dengan anaknya yang sulung. Nama Waliyuddin adalah gelar kehormatan dan kebesaran yang dianugerahkan oleh raja Mesir sewaktu ia diangkat menjadi ketua pengadilan di Kairo Mesir. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. June 2025 | Pages. 44-57 | 49 Ibnu Khaldun memiliki banyak julukan, antara lain sejarawan, ahli filsafat sejarah, sosiolog, ekonom, geographer, cendekiawan, agamawan, politikus dan sebagainya yang memiliki perhatian yang besar terhadap bidang pendidikan. Hal ini antara lain terlihat dari pengalamannya sebagai guru yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya Sebagai seorang ilmuwan. Ibnu Khaldun berhasil menulis seluruh ilmu dalam bentuk Berikut ini nama kitab yang menjadi karyanya: Muqaddimah, pengantar dari kitab al-Ibar dan merupakan karya monumental sehingga membuat namanya diagungagungkan dalam dunia intelektualisme. kitab al-AoIbar, wa Diwan al-MubtadaAo wa al-Khabar fi Ayyam al-AoArabi wa al-AoAjami wa al-Barbar, wa man AoAsaruhum min dhawi as-Sulthani alAoAkbar . itab pelajaran dan arsip sejarah zaman permulaan dan zaman akhir yang mencakup peristiwa politik orang-orang Arab, non-Arab dan Barbar serta raja-raja besar yang semasa dengan merek. yang terdiri dari tujuh jilid. kitab at-TaAorif bi Ibnu Khaldun wa al-Rihlatuhu Sharqan wa al-Gharban . itab autobiografi Ibnu Khladu. uraian tentang kitab Burdah jarya al- Bushiri, ringkasan karya Ibnu Rusyd dan ringkasan kitab al-Muhassal karya Fachruddin al-Razi dan kitab al-ShifaAo al-SaAoil li Tahdhib al-MasaAoil dan kitab alMuhassal fi Ushul al-Din Paulo Regulus Neves Freire lahir pada tanggal 19 September 1921 di Recife. Pernamboco, sebuah kota pelabuhan di timur laut Brazil. Recife saat itu termasuk salah satu daerah paling miskin dan terbelakang di Dunia Ketiga. Freire merupakan buah cinta dari pasangan suami istri Joachim Themistocles Freire dan Edieltrus Neves Freire. Karir Freire sebagai pendidik sesungguhnya berawal dari kesulitan ekonomi keluarga yang memaksanya untuk menjadi pendidik Bahasa Portugal ketika ia berusia 19 tahun. Namun seiring berjalannya waktu. Freire bertekad untuk menjadi guru yang baik, guru yang mencintai kegiatan mengajar-belajarnya. Freire sempat berpikir berkali-kali untuk meyakinkan diri bahwa mengajar memang pilihan hidupnya. Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun Pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun pada tiga sudut pandang, yaitu: Dari aspek kepribadiannya, pendidikan Islam bertujuan untuk mengembangkan potensi jasmani dan rohani . kal, nafs, dan ru. secara optimal sehingga eksistensi kemanusiaannya menjadi sempurna. Dari aspektabiatnya sebagai makhluk sosial, pendidikan Islam bertujuan untuk mendidik manusia agar mampu hidup bermasyarakat dengan baik sehingga dengan ilmu dan kemampuan yang dimilikinya, ia mampu membangun masyarakat yang berperadaban maju. Dari aspek fungsidan perannya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya di muka bumi, pendidikan Islam bertujuan untuk mendidik manusia agar mampu melakukan kegiatan yang bernilai ibadah sekaligus mampu menjalankan tugas sebagai khalifah fi al-ardhi dalam memelihara jagad raya ini. Ibnu Khaldun membagi ilmu mejadi tiga kelompok, yaitu: Al-Ulum al-Naqliyyah . engetahuan-pengetahuan penukila. Ilmu-ilmu yang ada pada kelompok ini, menurut Ibnu Khaldun adalah ilmu-ilmu tradisional, konvensional . l-Aoulum an-naqliyyah alwadhAoiyya. yang semuanya bersandar kepada informasi berdasarkan autoritas syariah yang diberikan. Misalnya. Ilmu-ilmu tafsir QurAoan dan qiraat QurAoan. Ilmu-ilmu hadis. IlmuThis Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 50 | Icha Rezyika1. Qolbi Khoiri2. Iwan Sitorus Ramadhan3 ilmu fiqh dan cabang-cabangnya, hukumhukum waris Fiqh. Ilmu Faraidh. Ilmu ushul fiqh dan cabang-cabangnya, dialektika dan soal-soal yang controversial. Ilmu Kalam. Ilmu Tasawuf, dan mutaAobir mimpi. Al-Ulum al-Aqliyah . engetahuan-pengetahuan rasiona. Kelompok ilmu yang kedua ini juga disebut dengan ulum al-fasafah wa al-hikmah atau ilmu-ilmu filsafat dan hikmah. Secara garis besar, ilmu-ilmu aqliyah ini dikelompokkan lagi oleh Ibnu Khaldun ke dalam 4 macam, yaitu: Ilmu logika . Ilmu alam, atau disebut juga AufisikaAy. Ilmu AumetafisikaAy, dan Ilmu matematika (Geometri. Aritmetika. Musika. Astronom. Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Bahasa Arab . lmu ala. Bagi Ibnu Khaldun, sendi bahasa Arab itu ada empat, yaitu: Ilmu Nahwu. Ilmu Leksikografi. Ilmu Bayan, dan Ilmu Sastra (Ada. Pendidikan Barat Menurut Paulo Freire Pendidikan Freire memiliki sifat yang kontekstual, yang berarti itu mencakup aspekaspek dari kehidupan sosial masyarakat. Pendidikan yang kontekstual adalah suatu pandangan dan pendekatan dalam dunia pendidikan yang berusaha untuk membantu para peserta didik menjadi aktor utama dalam menangani berbagai tantangan yang muncul dalam konteks kehidupan sosial. Pendidikan yang mencakup materi pengajaran yang bersifat kontekstual, mendorong peserta didik untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, karena tujuan pendidikan adalah mengubah realitas sosial menjadi bagian integral dari perkembangan manusia sebagai peserta didik. Pedagogi Freire, terdapat tiga langkah dalam merancang pendidikan kontekstual. Pertama, proses investigasi, yang melibatkan pengujian serta penemuan kesadaran manusia yang awalnya mungkin dipengaruhi oleh kepercayaan yang naif dan kritis. Kedua tahap tematisasi, di mana konsep- konsep tematis diuji dan dipilah secara komprehensif. menghasilkan identifikasi tema-tema generatif baru yang tersirat dalam tema-tema Ketiga, langkah problematisasi. di mana situasisituasi kompleks dan tindakan-tindakan terbatas diidentifikasi untuk mengarahkan menuju tindakan kultural otentik yang berkelanjutan, bertujuan untuk pembebasan. Paulo Freire merupakan seorang tokoh pendidikan. Paulo Freire menawarkan suatu konsep pendidikan alternative atas konsep pendidikan dominan yang diterapkan dinegerinya yang menurutnya monoton, searah dan tak dialogis. Konsep seperti ini sangat menafikkan beragam potensi yang dimiliki manusia. Terlebih lagi dengan menempatkan manusia . eserta didi. sebagai objek pasif yang hanya dituntut untuk menerima pengetahuan yang diberikan orang lain . padanya Atas dasar tersebut. Paulo Freire pada akhirnya menawarkan suatu konsep pendidikan yaitu konsep manusia, konsep pendidikan pembebasan, konsep pendidikan penyadaran, pendidikan hadap masalah dan pendidikan dialogis. Analisis Komperatif Pendidikan Islam Ibnu Khaldun dan Pendidikan Barat Paulo Freire Zaman modern seperti saat ini, semua hal dituntut cepat dan canggih. Semua hal dituntut berkembang mengikuti perkembangan zaman, begitu juga dengan pendidikan di Indonesia yang dianggap harus segera berbenah agar tidak tertinggal dari negara-negara tetangga di asia tenggara lainnya. Sekolah-sekolah di Indonesia harus menggunakan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar karena sistem konvensional dianggap terlalu Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. June 2025 | Pages. 44-57 | 51 membosankan dan tidak sesuai dengan perkembangan peserta didik pada saat ini. Guru dituntut untuk terus berinovasi agar peserta didik tidak jenuh dalam belajar. Namun, guru juga dibebankan pada administrasi sekolah demi menunjang kegiatan belajar mengajar. Konsep pendidikan Ibnu Khaldun secara umum adalah bagaimana pendidikan tersebut dapat menghasilkan nilai-nilai yang menunjukkan eksistensi manusia itu sendiri, artinya pendidikan merupakan upaya untuk melestarikan sekaligus mewariskan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pemikiran beliau tentang pembentukan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, lingkungan alam dan adat istiadat Ibnu Khaldun tidak setuju dengan yang mengatakan bahwa manusia adalah produk nenek moyangnya Karena itulah menurutnya lingkungan memegang tanggung jawab yang penting terhadap pembentukan kepribadian seseorang. Terkait dengan tujuan pendidikan. Ibnu Khaldun memiliki tiga tujuan yang ingin dicapai, pertama kemahiran anak didik dalam bidang tertentu, kedua anak didik dapat menguasai keteramplan professional dan yang ketiga pembinaan pemikiran yang baik. Selain itu tujuan pendidikan Ibnu Khaldun adalah "untuk membuat kaum Muslimin percaya dan meyakini Tuhan melalui mempelajari Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan keagamaan Ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan keyaknan dan hukum Islam akan membuat kaum Muslimin mengetahui realitas yang diarahkan pada upaya mendapatkan akhlak yang baik. Menurut Paulo Freire, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan kesadaran akan potensi dan eksistensi individu . , membebaskan manusia dari penindasan dan keterbatasan . , serta mempromosikan sikap kemanusiaan dalam hubungan antarmanusia . Paulo Freire lebih mengedepankan metode dialog dengan pendekatan kritis sekaligus solusi terhadap metode pendidikan yang ada di brasil pada saat itu yang dimana pendidikan ia ibaratkan sebagai alat penindasan dan tindakan Ia mengkritik dengan tajam bahwa pendidikan yang ada di brasil adalah penindasan yang dibungkus dengan pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan yang berkembang selama ini hanya proses menjinakkan manusia dan menghalangi proses perkembangan intelektual dan daya cipta. Hal tersebut dikarenakan pendidikan di brasil pada saat itu hanya terjadi dalam satu arah, dimana guru menyampaikan dan murid menerima tanpa dibiarkan melakukan kritisasi, metode tersebut ia namakan dengan pendidikan Augaya bankAy dimana guru menyimpan ilmunya pada siswa, semakin banyak ilmu yang disimpan pada siswa maka akan semakin bagus reputasi guru tersebut. Relevansi Konsep Pendidikan Ibnu Khaldun dan Paulo Freire pada Pendidikan Modern Sekalipun Ibnu Khaldun tidak hidup di Era Modern akan tetapi pemikiran pendidikan yang ia kemukakan masi relevan dengan Pendidikan Era Modern saat ini, dibawah ini akan peneliti jabarakan beberapa pemikiran Ibnu Khaldun yang masih relevan dengan Pendidikan saat ini. Pendidikan modern sekarang memperkuat pandangan Ibnu Khaldun tentang perlunya widyawisata sebagai sarana yang besar artinya dalam upaya mendapatkan pengetahuan secara langsung di lapangan. dan pengaruhnya kuat sekali dalam hati anak. Sehingga beliau mengatakan: "Sesungguhnya melakukan perlawatan untuk menuntut ilmu dan menjumpai para ahli ilmu pengetahuan dan tokoh-tokoh ilmu dan tokoh pendidikan, menambah kesempurnaan ilmu mereka, sebab banyak orang menimba This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 52 | Icha Rezyika1. Qolbi Khoiri2. Iwan Sitorus Ramadhan3 pengetahuan dan akhlak serta aliran pahamyang dianut serta keutamaan-keutamaan kadangkala dengan cara menukil ilmu, mempelajari atau menerima kuliah, dan kadang kala dengan cara meniru dan belajar melalui pergaulan dengan mereka. Ibnu Khaldun menekankan bahwa pendidikan harus disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat. Dalam konteks teknologi pendidikan saat ini, ini sangat relevan dengan pentingnya adaptasi teknologi untuk berbagai kelompok sosial. Contohnya Platform Pembelajaran Online yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Sosial: Platform seperti Ruangguru di Indonesia atau Khan Academy yang menyediakan kursus dalam berbagai bahasa dan menyesuaikan materi dengan budaya lokal adalah contoh bagaimana teknologi pendidikan disesuaikan dengan konteks sosial. Misalnya. Ruangguru memiliki materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan Indonesia dan bisa diakses oleh siswa dari daerah terpencil yang mungkin tidak memiliki akses ke pendidikan formal berkualitas. Pendidikan era modern menuntut guru memiliki metode yang kreatif, apabila dianalisis Metode yang dikemukakan Ibnu Khaldun masih sangat signifikan bila diterapkan pada pendidikan modern karena metode yang dikemukakan Ibnu Khaldun tidak hanya berorientasi pada teori tetapi juga pada praktek, sehingga pendidikan idealnya bila teori dan disandingkan dengan praktek. Selain itu, metode yang disampaikan Ibnu Khaldun menjadikan siswa lebih kritis ketika mempelajari sesuatu. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa metode pengajaran Ibnu Khaldun terkait dengan pendidikan Sedangkan Paulo Freire merupakan seorang tokoh pendidikan dan teoritikus pendidikan yang berasal dari Brazil. Ia memiliki konsep pendidikan kebebasan dimana ia merasa bahwa konsep pendidikan kebebasan relevan dengan kondisi masyarakat yang ada pada saat itu, dimana konsep pendidikan yang diterapkan pada saat itu dinilai sebagai pendukung dari adanya tindakan penindasan, sehingga Paulo menciptakan konsep pemikiran pendidikannya sendiri dimana yang menjadi aspek utamanya adalah kebebasan untuk berpendapat disertai dengan adanya kesadaran serta penyadaran dalam pendidikan agar dapat membentuk manusia yang seutuhnya. Sesuai dengan teori Seymour Papert pencetus constructionism, yang merupakan pengembangan dari konstruktivisme. Ia percaya bahwa teknologi, seperti komputer, dapat digunakan untuk mendorong eksplorasi dan kreativitas anak-anak. Sumbersumber pengetahuan bisa dipelajari melalui internet, seperti ebook, e-journal, video, film, hasil riset, artikel, dan lain-lain. Di samping itu, saat ini di Indonesia ada juga macammacam cara belajar digital seperti online learning, blended learning. MOOC, dan lain-lain. Oleh karena itu. Freire menganjurkan sebuah alternatif supaya pendidikan Indonesia dapat menjadi lebih baik di era digital ini, yaitu pendidikan yang membebaskan yang memiliki elemen proses humanisasi, pendidikan hadap-masalah, dialog, dan upaya Melalui beberapa elemen itu, pendidikan yang membebaskan mengusahakan pendidik dan peserta didik yang aktif, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan proses Pada titik ini, pendidikan yang membebaskan mampu menggeser pendidikan gaya bank yang sudah tidak relevan lagi dengan situasi pendidikan era digital. Dengan demikian, pendidikan yang membebaskan relevan untuk membantu pendidikan Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. June 2025 | Pages. 44-57 | 53 era digital di Indonesia guna meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia menjadi lebih baik ke depannya. Paulo Freire menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang partisipatif, di mana siswa aktif terlibat dalam proses belajar dan mengajar. Dalam konteks teknologi, ini relevan dengan penerapan platform teknologi yang memungkinkan kolaborasi dan interaksi aktif antara guru dan siswa. Contoh relevansinya Penggunaan Platform Kolaboratif: Teknologi seperti Google Classroom atau Moodle memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan guru dan teman sekelas mereka dalam ruang belajar Di platform ini, siswa dapat berdiskusi, berkolaborasi dalam proyek, serta memberikan dan menerima umpan balik dalam waktu nyata. Konsep ini menciptakan ruang dialog yang sangat mirip dengan konsep pembelajaran dialogis Freire, di mana siswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi aktif membangun pengetahuan KESIMPULAN Konsep pendidikan Ibnu khaldun memiliki corak intelektual dan religius. Yang menggunakan sumber Al-QurAoan, hadist, atsar dan dilengkapi dengan logika. Tujuan pendidikannya memberikan kesempatan kepada pikiran untuk bekerja. Beliau memandang pendidik sebagai orang profesional . engetahui perkembangan psikologis peserta didik, kemampuan dan daya serap peserta didi. Sedangkan peserta didik dipandang sebagai makhluk Allah dan makhluk sosial yang memiliki potensi sesuai fitrahnya, dengan harus tidak menggantungkan pada teks atau diktat, berdiskusi dan berdebat serta belajar sendiri. Metode yang digunakan ada tiga: metode pentahapan dan pengulangan . adaruj wat tiraar. , metode peragaan dan metode diskusi. Paulo Freire dalam pemikiran konsepnya juga berangkat dari pandangannya terhadap manusia. Konsepsinya bersifat antroposentris, tanpa dikaitkan dengan keMahakuasaan. Hal itu terlihat dari perjuangannya melawan berbagai bentuk dominasi. Dasar pendidikanny berlandaskan pada agama Katolik kitab suci Injil, serta beberapa pemikiran teolog dari para tokoh yang seagama pada saat itu. Tujuan pendidikannya adalah kesadaran kritis melalui pembebasan menuju humanisasi. Baginya pendidik dianggap sebagai fasilitator sekaligus partner bagi siswa. sedangkan peserta didik, dianggap sebagai subyek yang aktif. adapun metode yang digunakan adalah: metode hadap masalah, dan metode dialog, dan prakxis. berdasarkan pokok-pokok pikiran di atas, bisa disimpulkan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun memiliki relevansi dengan pendidikan Islam di Indonesia saat ini. Relevansi tersebut dapat dilihat dari dua hal, pertama, pemikiran Ibnu Khaldun memiliki relevansi dengan pelaksanaan pendidikan Islam yang telah ada dan sedang dilaksanakan. kedua, pemikiran Ibnu Khaldun akan tetap relevan untuk diaktualisasikan dalam pelaksanaan pendidikan Islam dewasa ini. Artinya, relevansi dalam bentuk pertama ada kesesuaian antara konsep pendidikan Ibnu Khaldun dengan hal-hal yang telah diterapkan. Namun ada pula teorinya yang belum atau malah tidak dilaksanakan padahal pemikiran tersebut masih relevan dan diperlukan saat ini, seperti perlunya belajar bahasa Arab sebagai alat untuk memahami al-QurAoan dan hendaknya mengajarkan ilmu serinci mungkin dengan sistematis dan kontiniu, bukan bercampur, seperti bidang studi PAI di This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 54 | Icha Rezyika1. Qolbi Khoiri2. Iwan Sitorus Ramadhan3 sekolah umum dengan mencakup berbagai bidang ilmu di dalamnya. Relevansi bentuk kedua inilah yang harus didiskusikan lebih lanjut untuk ditindaklanjuti dalam rangka pembenahan dan peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Konsep pendidikan Paulo Freire masih sangat relevan pada pendidikan modern pada aspek. Fokus pada Kemampuan Kritis, meningatkan potensi siswa,integrasi nilai-nilai demokratik, problema posit method, dan peran guru yang dinamis. DAFTAR PUSTAKA