AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. PENDEKATAN TEORI BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Herman Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh Email : hermanmsc14@gmail. Abstract This study tested the approach of moral aqidahs teacher in the learning process at MAN Jeuram. Nagan Raya. The results of the study concluded that the more role of aqidah teacher is as the facilitator to increasing the activeness and creativity the students are in constructing their own knowledge, finding meaning from what is being studied, finding new ideas, thoughts and ideas and concepts when constructing learning in their class . This study aims to determine the learning theory approach used by moral aqidah teachers in the learning process. This study uses a descriptive method with a qualitative Then using data collection techniques through observation, interviews and documentation studies. Furthermore, the data analysis process includes: data reduction, data presentation, and data verification or conclusion drawing. Keywords: Learning Theory. Learning. Aqidah Abstrak Penelitian ini menguji pendekatan guru mata pelajaran akidah akhlak dalam proses pembelajaran di MAN Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin berperan guru akidah akhlah sebagai falisisator semakin aktif dan kreatif peserta didik dalam mengkonstruksikan pengetahuan diri sendiri, mencari arti dari apa yang HERMAN Al-Mabhats with CC BY-SA license. Copyright A 2019, the author. AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. sedang dipelajari, menemukan ide-ide, pemikiran dan gagasan serta konsep baru pada saat menkonstruksikan belajar di kelasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan teori belajar yang digunakan oleh guru akidah akhlak dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifdengan pendekatan kualitatif. Kemudian menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya prosudur analisis datameliputi: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Kata Kunci: Teori Pembelajaran. Pembelajaran. Aqidah Akhlak PENDAHULUAN Teori belajar merupakan integrasi dari berbagai prinsip dan aliran psikologis pendidikan dalam merancang dan menuntun kondisi prses belajar supaya dapat memberikan hasil . oal fre. dari belajarnya. Teori belajar menjadi landasan proses belajar dalam menuntun dan terbentuknya kondisi belajar. Teori belajar seperangkat pengetahuan pengkondisian situasi belajar dalam usaha pencapaian perubahan tingkah laku yang diharapkan. Teori belajar menjadi sumber utama terhadap teori-teori pembelajaran (Husamah, 2018: . Kajian teori belajar hanya untuk mendapatkan landasan teoritis yang variatif, cocok dan berdayaguna dalam proses pembelajaran. Teori belajar hanya menjelaskan tentang bagaimana individu dapat belajar dengan baik dan mengapa terjadi perobahan pada tingkah laku individu melalui belajar. Teori belajar tidak ikut menjelaskan tentang bagaimana teknik dan cara membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan berdasarkan kaedah-kaedah yang terdapat dalam teori belajar (Husamah, 2018: . Teori belajar Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. merupakan upaya untuk mendiskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga dapat membantu individu dalam memahami proses inheren yang kompleks dari belajar (Fajar. S, 2010: . Belajar sebagai sebuah sistem yang di dalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku individu dalam Dalam proses pembelajaran ada tiga perspektif utama teori belajar, yaitu teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme ( Fajar. S, 2010 : . Kharakteristik belajar behaviorisme, lebih menekankan proses belajar melibatkan pemahaman terhadap kejadian-kejadian di lingkungan untuk memprediksi perilaku seseorang. Kemudian kharakteristik melibatkan proses mental yang kompleks, termasuk memori, perhatian, bahasa, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah. Terakhir teori belajar kontruktivisme, lebih menekankan proses belajar didasarkan atas pengetahuan yang telah dimiliki di masa lalu atau ada pada saat itu untuk mengkontruksi atau membangun konsep-konsep Dalam penerapannya masing-masing teori belajar tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan pada saat guru mengaplikasikan dalam proses pembelajaran di madrasah. Masing-masing teori belajar tersebut dijadikan sebagai pedoman dalam merancang, menetapkan menentukan langkah-langkah pengembangan materi pelajaran dan mendesain hal-hal yang dapat memberikan kemudahan kepada HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. peserta didik dalam memahami segala sesuatu dalam belajar (Novi Irwan Nahar, 2016: 60-. Sebagian besar manusia memperoleh kemampuan adalah melalui belajar, baik belajar melalui jalur formal, informal, dan Belajar adalah suatu peristiwa yang terjadi di dalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati, diubah dan dikontrol (Novi Irwan Nahar, 2016: 60-. Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam Kemampuan berubah karena belajar, maka manusia berkembang lebih jauh dari pada makhluk-makhluk lainnya (Muhibudin Syah, 2009:. Belajar membutuhkan interaksi satu sama lainnya, maka peserta didik akan lebih cepat memiliki pengetahuan karena adanya bantuan dari guru, sehingga seorang guru harus memiliki kemampuan dalam bidang yang diajarkannya. Kedudukan guru menempati posisi yang sangat strategis dan sentral, sebab kedudukan serta peranannya tidak dapat diganti dengan mesin dan robot, maka dari itu menyangkut dengan kualitas guru dalam proses pembelajaran betul-betul harus dioptimalkan. harus mampu menerjemahkan dan menjabarkan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum, kemudian mentransformasikan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik melalui proses pembelajaran di madrasah (Nana Sudjana, 2009:. Guru harus mengenal, mengetahui dan harus mampu menerapkan teori-teori belajar dalam proses pembelajaran sesuai dengan kondisi peserta didik. Berdasarkan studi pendahuluan di MAN Jeuran Kabupaten Nagan Raya, bahwa pendekatan teori belajar yang diterapkan oleh Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. kognitivisme dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru lebih dominan bertindak sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar (PBM), dan peserta didik berperan sebagai subyek, bukan sebagai objek dalam proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan fakta di atas, penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian terkait dengan pendekatan teori belajar yang digunakan oleh guru akidah akhlak dalam proses pembelajaran. Guru memiliki peranan penting dan penentu kualitas pembelajaran di Ia harus mampu menerjemahkan dan menjabarkan nilainilai yang terdapat dalam kurikulum, dan mentransformasikan nilainilai tersebut kepada peserta didik melalui proses pembelajaran yang berkualitas di kelasnya. Atas berbagai pertimbangan tersebut penulis menetapkan judul: AuPendekatan Teori Belajar dalam Proses Pembelajaran Aqidah Akhlak MAN Jeuram Kabupaten Nagan Raya. KAJIAN TEORITIS Pengertian Teori Belajar Istilah teori dalam ilmu-ilmu dasar diartikan sebagai perangkat proposisi yang tergabung secara sistematis sebagai alat untuk menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan gejala yang dapat diamati (Nana Sudjana, 1999: . Sedangkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. lingkungannya (Slameto, 1995:. Selajutnya diperkuat oleh pendapat Sumiati dan Asra bahwa belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku akibat interaksi individu dengan lingkungan (Sumiati dan Asra, 2008:. Dari pendapat pakar tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang relatif permanen pada diri seseorang baik dalam bentuk ilmu pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap kearah yang lebih baik sebagai akibat dari pengalaman individu dan interaksi dengan lingkungan. Menurut Nana Sudjana dalam teori psikologi disebutkan teori belajar merupakan seperangkat proposisi, kaidah-kaidah yang dapat menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan sebab-sebab terjadinya perubahan tingkah laku individu (Nana Sudjana, 1999:. Lebih sederhana lagi Muhibuddin Syah memberikan penjelasan bahwa secara pragmatis teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar (Muhibudin Syah, 2009:. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teori belajar merupakan seperangkat proposisi atau kumpulan prinsipprinsip yang saling berhubungan dan dapat menjelaskan sejumlah fakta yang terjadi terhadap perubahan tingkah laku individu yang relatif permanen, baik berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai akibat pengalaman yang berkaitan dengan peristiwa belajar. Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Pengertian Pembelajaran Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lainnya. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan didalam kelas (Nurochim, 2013:. Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu peserta didik sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator (Rudi Susilana, 2008:. Selanjutnya Asrori menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui (Muhammad Asrori, 2008:. Pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan cara, seperti yang diungkapkan oleh Gagne dalam Made Wena bahwa pembelajaran yang efektif harus dilakukan dengan berbagai cara dan menggunakan berbagai macam media pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, guru harus memiliki kiat maupun seni untuk memadukan antara bentuk pembelajaran dan media yang digunakan sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang harmonis (Made Wena, 2011:. HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru dalam membelajarkan peserta didik secara efektif dan produktif agar peserta didik dapat memperoleh perubahan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan sikap dengan menggunakan berbagai sumber daya yang ada dalam proses pembelajaran. Urgensi Teori Belajar dalam Pembelajaran Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan diperlukan berbagai langkah, diantaranya bagaimana penerapan teori belajar Sebab meningkatkan hasil belajar, tentunya diperlukan proses pembelajaran yang berkualitas. Guru yang selalu berpikir kritis, dan kreatis serta inovatif dalam menyelesaikan permasalahan dan mencari solusi agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, menyenangkan dan Dalam proses pembelajaran, terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik, diantaranya dalam rangka menstimuli, menstanfer, dan mendemontrasikan. Interaksi ini sangat perlu dipahami dan dijadikan rambu-rambu oleh guru dalam menerapkan teori belajar. Pengetahuan tentang teori belajar betul-betul harus dapat dipahami oleh seorang guru di madrasah, bahkan juga harus dapat dipahami para orang tua perserta didik itu sendiri. Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Macam-macam Teori Belajar Diantara banyak teori belajar yang berkebang, ada tiga katogori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme. Teori belajar behavior hanya berfokus pada aspek objektif yang diamati pembelajaran. Teori belajar kognitivisme melihat melampau perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis Selanjutnya dalam pandangan teori belajar konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun ideide baru atau konsep (Harianto, 2. Teori belajar Behaviorisme Teori belajar behaviorisme merupakan teori belajar yang berdasarkan atas perilaku. Teori belajar ini dikembangkan atas dasar perubahan perilaku individu yang diberikan stimulus tertentu. Riset pada teori ini umumnya dilakukan pada binatang. Binatang percobaan diberikan stimulus dan kemudian memperhatikan respon yang dihasilkan dari stimulus tersebut (Syahruddin Usman, 2014:. Penerapan teori behaviorisme dalam proses pembelajaran, memandang pengetahuan adalah objektif, pasti, tetap dan tidak Pengetahuan disusun dengan rapi sehingga belajar dapat dikatakan sebagai perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan . ransfer of knowladg. kepada orang yang belajar. Fungsi pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yang sudah ada melalui proses berfikir yang dapat dianalisis dan dipilih, sehingga makna yang dihasilkan dari proses HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. berfikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan Secara umum langkah-langkah pembelajaran yang berpijak pada teori behavioristik seperti yang dikemukakan oleh Sociati dan Prasetya Irawan . , diantara lain: a. Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran, b. Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidentifikasi pengetahuan awal siswa, c. Menentukan materi pembelajaran, d. Memecah materi pembelajaran menjadi bagian kecil-kecil, meliputi pokok bahasan, sub pokok bahasan, topik dan sebagainya, e. Menyajikan materi pembelajaran, f. Memberikan stimulus, dapat berupa, pertanyaan baik lisan maupu tertulis, tes atau kuis, latihan atau tugas-tugas, g. Mengamati dan mengkaji respon yang diberikan siswa, h. Memberikan penguatan atau reinforcement . ungkin penguatan positif ataupun penguatan negati. , ataupun hukuman, i. Memberikan stimulus baru, y. Memberikan penguatan lanjutan atau hukuman, dan Evaluasi belajar (Riyanto. Yatim, 2009:. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, pembelajar . erserta didi. dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Oleh karena itu, para pendidik menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pembelajar. Teori Belajar Kognitivisme Teori belajar kognitif bertujuan untuk mengkontruksi prinsipprinsip belajar secara ilmiah yang diterapkan ke situasi kelas dengan Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. menghasilkan prosedur untuk mendapatkan hasil yang paling baik. Teori belajar kognitif menjelaskan belajar bukan sebatas stimulus dan respon, melainkan bagaimana pengetahuan itu dipahami, dan bagaimana orang belajar mencapai pemahaman atas diri dan lingkungan (Margaret E. Gredler, 2011:. Hakekat belajar menurut teori kognitif dijelaskan sebagai suatu aktivitas belajar yang berkaitan dengan penataan informasi. Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi Kebebasan dan keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agar belajar lebih bermakana bagi peserta didik (Silvia Agustin, 2. Penerapan dalam proses pembelajaran harus mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Siswa bukan sebagai orang dewasa yang muda dalam proses berpikirnya, b. Anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar harus menggunakan benda-benda kongkrit, c. Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman, d. Untuk menarik minat dan retensi belajar melalui pengalaman baru dengan struktur kognitif yang telah dimilikinya, e. Pemahaman dan retensi akan meningkat jika materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola dari yang sederhana ke kompleks, f. Belajar memahami akan lebih bermakna dari pada belajar menghafal, g. Adanya perbedaan individual pada diri peserta didik HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. keberhasilan belajar peserta didik (Silvia Agustin, 2. Teori Belajar Konstruktivisme Kontruktivisme berdasarkan pengalaman. Pengetahuan itu terbentuk bukan dari objek semata, akan tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek Menurut konstruktivisme, pengetahuan itu memang berasal dari luar akan tetapi dikontruksi dalam diri seseorang. Oleh sebab itu tidak bersifat statis akan tetapi bersifat dinamis. Tergantung individu yang melihat dan mengkontruksinya (Winasanjaya, 2005:. Pada dasarnya pendekatan teori konstruktivisme lebih menekankan peserta didik secara individual menemukan dan menstransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada dan merevisinya bila perlu (Rusman, 2012:. Teori konstruktivisme merupakan pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Teori belajar konstruktivisme lebih menekankan pengetahuannya sesuai dengan pengalamanya. Penerapan proses pembelajaran harus didasarkan pada metode konstruktivisme dengan memperhatikan beberapa prinsip, yaitu: . menyediakan pengalaman belajar yang menjadikan peserta didik dapat melakukan konstruksi pengetahuan. pembelajaran Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. dilaksanakan dengan mengkaitkan kepada kehidupan nyata. pembelajaran dilakukan dengan mengkaitkan kepada kenyataan yang . memotivasi peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. kehidupan social peserta didik. pembelajaran menggunakan barbagia sarana. melibatkan peringkat emosional peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuan peserta didik (Knuth & Cunningham, 1. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada MAN Jeuram Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, dengan objek penelitian Pendekatan teori belajar dalam proses pembelajaran akidah akhlak, dan subjek penelitian adalah guru akidah akhlak MAN Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan tujuan ingin menguji jenis pendekatan teori belajar apa yang digunakan oleh guru akidah akhlak dalam proses pembelajaran mata pelajaran akidah akhlah. Kemudian sumber data primer didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan guru akidah akhlak, sedangkan data skunder diperoleh melalui studi Selanjutnya penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari tiga alur kegiatan secara bersamaan, yaitu: reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan studi pendahuluan pendekatan teori belajar yang digunakan oleh guru akidah akhlak MAN Jeuram adalah teori belajar HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. konstruktivisme dalam proses pembelajaran, maka desain pendekatan teori belajar konstruktivisme dapat digambarkan sebagai berikut: Desain Pendekatan Teori Belajar dalam Proses Pembelajaran : Kemandirian dan inisiatif Terbuka dan hak yang sama Berpikir tingkat tinggi Pendekatan Konstruktivistik Terlibat dalam kelompok diskusi Mengungkap pengalaman yang Data mentah dan sumber utama Gambar: Desain Pendekatan Teori Belajar Pembelajaran HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan wawancara dengan guru mata pelajaran akidah akhlak MAN Jeuram, dapat disimpulkan bahwa, pendekatan teori belajar yang digunakan oleh guru akidah akhlak MAN Jeuram adalah pendekatan teori belajar konstruktivisme dalam proses pembelajaran, dengan data dan informasi yang diperoleh sebagai berikut: Kegiatan Pendahuluan Dalam proses pembelajaran di awali dengan mengucapkan kemudian dilanjutkan dengan mengecek absen kehadiran Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. siswa (Keumala Iman, 12-2-2. Setelah itu guru menanyakan materi sebelumnya tentang memahami tasawuf dalam Islam. Semua siswa berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Kemudian guru menjelaskan tentangKompetensi Dasar (KD) materi tentang Akhlak Pergaulan Remaja, dengan indikator kompetensi dasar : 1. Perilaku terpuji dalam pergaulan remaja, dan 2. Akhlak tercela dalam pergaulan remaja. (Keumala Iman, 12-2-2. Kegiatan Inti Guru Akidah Akhlak menanyakan kepada siswa apa yang diketahui menyangkut: AuPrilaku terpuji dan tercelaAy. Mulai dari pengertian prilaku terpuji dan tercela sampai kepada pergaulan Sebagian siswa menjawab dengan semangat dan antusias terhadap pertanyaan tersebut. Guru memberi pujian kepada siswa yang menjawab pertanyaan dan memotivasi siswa yang tidak menjawab pertanyaan (Keumala Iman, 12-2-2. Setelah itu guru memerintahkan siswa untuk melihatdan membaca buku paket Akidah Akhlak serta menganalisis isi tentang Akhlak Pergaulan Remaja. Selanjutnya guru memerintahkan siswa untuk membuat 3 kelompok Kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan masingmasing kelompok mengajukan 3 . pertanyaan untuk dijawab oleh kepada kelompok lainnya. Setelah itu guru mengarahkan dan menilai tingkat kreativitas siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, mengemukakan ide, atau menanggapi pertanyaan temannya (Keumala Iman, 12-2-2. Metode yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran adalah metode diskusi dan tanya jawab. Anggota kelompok diskusi HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Kegiatan Penutup Setelah diskusi berlangsung guru memerintahkan kepada siswa untuk mengeksplor jawaban dari kelompok masing-masing dan mengembangkan jawaban tersebut dan guru memberitahukan kepada siswa untuk mencatat hasil analisisnya ke dalam buku catatan pribadi masing-masing. Kemudian guru memberikan perhargaan kepada siswa terhadap hasil diskusi yang telah didiskusikan dan kedepan bagaimana harus lebih berkualitas lagi. Selanjutnya guru menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca doa dan memberikan salam pada saat mengakhiri proses pembelajaran. Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan proses pembelajaran akidah akhlak pada MAN Jeuram jelas sekali menggunakan pendekatan teori belajar kontruktivisme, dengan karakteristik proses pembelajaran sebagai berikut: . menghargai sepenuhnya keanekaragaman siwa dalam proses belajar, . memberi kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk kesepatan kepada siswa untuk membaca, menganalisis, dan mendiskusikan materi pelajaran, . mendorong siswa supaya mampu memanfaatkan sumber belajar yang ada, . tanggung jawab terhadap pembelajaran di kelas berada dipundak siswa, . sumber belajar, informasi dan data, bukan satu-satunya pada guru, . siswa berfikir aktif dan kritis setelah mendapat tugas dan pertanyaan dari guru, . siswa melakukan analisis dan diskusi satu sama lain terhadap tugas Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. yang diberikan oleh guru, . guru menggunakan istilah-istilah kognitif ketika merancang tugas, . guru memotivasi kemandirian mencari tahu/ belajar pada anggota lain, dan . guru membawa siswa masuk ke ranah pengalaman pribadi yang dimilikinya. Pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran akidah akhlak Guru akidah akhlak sebagai fasilitator di kelas sangat berperan aktif dalam mendorong peserta didik dalam berbagai aktivitas belajar pengtahuannya, mencari arti dari apa yang mereka pelajari dan merancang konsep dan mengeluarkan ide-ide baru dengan kerangka berfikir yang telah dimilikinya. Berdasarkan hasil analisis temuan tersebut di atas bahwa dilaksanakan oleh guru akidah akhlah MAN Jeuram sejalan dengan pendapat Ormrod. Jeanne . adalah sebagai berikut: Mendorong kemandirian dan inisiatif peserta didik Guru akidah akhlak secara aktif mendorong siswa untuk mengungkapkan ide-ide, gagasan dan menemukan konsep baru dalam belajar. Kemudian sangat menghargai gagasan anak didik yang berpikir mandiri. Hal yang sangat esensial bagi anak didik adalah mareka dapat menemukan identitas intelektual mereka. Guru memberi hak sepenuh kepada peserta didik untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan, memecahkan persoalan tersebut. HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Terbuka dan memberikan kesempatan kepada anak didik Guru akidah akhlak sangat terbuka dan memberi kesempatan ide-ide, menyampaikan gagasan-gagasan dan mengomentari pendapat orang Guru diberikan hak mengajukan pertanyaan kepada anak didik dan anak didik berhak merespon atau menjawabnya sesuai dengan kemampuan yang ada pada mareka. Mendorong peserta didik berpikir tingkat tinggi Guru akidah akhlak dalam menerapkan proses pembelajaran konstruktivisme akan menantang para peserta didik untuk mampu menjangkau hal-hal yang berada di balik respon-respon faktual yang Kemudian guru terus mendorong peserta didik untuk menghubungkan dan merangkum konsep-konsep melalui analisis, prediksi, justifikasi, dan mempertahankan gagasan-gagasan atau Saling terlibat dalam kelompok diskusi secara aktif dan kreatif Guru akidah akhlak sebagai fasilitator dalam diskusi dapat menkonstruksikan belajar sebagai interaksi sosial di dalam kelas yang intensif, untuk saling mengubah atau menguatkan gagasangagasannya. Mereka diberi kesempatan untuk megemukakan apa yang mereka pikirkan dan mendengarkan gagasan orang lain, untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri yang didasarkan atas pemahaman mereka sendiri. Pendekatan Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Jeuram Kabupaten Nagan Raya AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Terbuka terjadinya diskusi yang kritis Guru memberikan kesempatan kepada anak didik untuk membuat berbagai macam prediksi, supaya mareka menghasilkan berbagai hipotesis tentang fenomena sosoal ini. Guru memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada mareka untuk menguji hipotesis yang mereka buat, terutama melalui diskusi kelompok dan pengalaman nyata. Guru memberikan data mentah, sumber-sumber utama, dan materi-materi interaktif Guru akidah akhlak melibatkan anak didik dalam mengamati dan menganalisis fenomena sosial dalam dunia nyata. Kemudian guru membantu para anak didik untuk menghasilkan abstraksi atau pemikiran-pemikiran tentang fenomena-fenomena sosial tersebut secara bersama-sama. Berdasarkan pendekatan teori belajar konstruktivisme seperti hasil analisis temuan di atas dapat dijelaskan bahwa guru akidah akhlak bukan menstranfer ilmu kepada anak didik, akan tetapi hanya membangun pengetahuan didalam benak hatinya sendirinya, dan ia bertindak sebagai fasilitator di dalam kelas, bukan sebagai pengajar menceramahi peserta didik. Guru akidah akhlak sebagai mitra belajar peserta didik, bukan sebagai atasan dengan bawahan dan bukan pula sebagai sumber belajar segala-segalanya bagi anak didik. Guru akidah akhlak juga bukan sebagai raja di dalam kelas, yang mengatur serba tidak bisa dilakukan oleh anak didik dengan alasan ingin menegakkan HERMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. disiplin kelas, tetapi guru akidah akhlak sebagai penganyom dan pelindung anak didik di kelasnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pendekatan teori belajar yang digunakan oleh guru akkidah akhlak MAN Jeuram Kabupaten Nagan adalah pendekatan teori belajar konstruktivisme diaplikasikan oleh guru akidah akhlak dapat mendorong peserta didik melakukan aktivitas belajar secara aktif dan kerampilannya, dengan cara mencari arti dari apa yang mereka pelajari dan menyelesaikan sendiri apa yang sedang dipelajari, dan menemukan sendiri ide-ide dan konsep baru, membuat hipotesis dan mengujinya, mengekspresikan ide dan gagasan terhahap hal yang sedang dipelajarinya. DAFTAR PUSTAKA