Davar: Jurnal Teologi ISSN 2722-905X . , 2722-9041 . Vol. No. : 106-119 http://e-journalsangkakala. id/index. php/DJT EKSEGETIS YUDAS 1:20-21: MEMBANGUN DIRI DALAM IMAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP AGAINST HERESIES Imanuel Umbu Zawila Deke Institut Injil Indonesia imandeke8@gmail. ABSTRACT This paper explains the importance of strong faith as a foundation for defending oneself and resisting false teachings. Jude advises believers to build themselves on the foundation of their most holy faith. This study uses a library research method by combining various journal and book sources and a hermeneutic system to discover the meaning of Jude 1:20-21. The results of the study show that Jude 1:20-21 is relevant in the lives of believers today. First, believers must build themselves in a solid faith in Christ as a foundation for opposing and resisting false teachings. Second, believers in building faith must be under the guidance of the Holy Spirit as the nurse of their faith. Third, believers must maintain their faith in God's love and not distance themselves from God's love. The identity of a believer is seen from a strong faith so that it is not influenced by false teachings that threaten the believer's life. Believers must continuously build faith in Christ. Keywords: Jude 1:20-23, faith, believer. Againts Heresies. ABSTRAK Tulisan ini menjelaskan pentingnya iman yang kuat sebagai fondasi dalam mempertahankan diri serta melawan pengajaran sesat. Yudas menasehati orang percaya untuk membangun diri di atas dasar iman yang paling suci. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan memadukan berbagai sumber jurnal dan buku serta sistem hermeneutik untuk menemukan makna dari Yudas 1:20-21. Hasil penelitian menunjukkan Yudas 1:20-21 relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini. Pertama, orang percaya harus membangun diri dalam iman yang kokoh di dalam Kristus sebagai fondasi untuk menentang dan melawan pengajaran sesat. Kedua, orang percaya dalam membangun iman harus di bawah pimpinan Roh Kudus sebagai perawat iman dari orang percaya. Ketiga, orang percaya harus memihara imannya dalam kasih Allah dan tidak menjauhkan diri dari kasih Allah. Identitas orang percaya adalah dilihat dari iman yang kuat sehingga tidak dipengaruhi oleh pengajaran sesat yang mengancam kehidupan orang percaya. Orang percaya harus membangun iman kepada Kristus secara terus-menerus. Kata Kunci: Yudas 1:20-23, iman, orang percaya. Against Heresies. PENDAHULUAN Kehidupan kekristenan di era zaman postmodernisme penuh dengan tantangan, godaan, ancaman akan penyesatan yang membahayakan bagi iman Kristen. Orang percaya yang tidak berakar dalam kebenaran terang firman Tuhan dapat mengalami penyimpangan spiritualitas rohani. Penyimpangan spiritualitas rohani membuat orang percaya engalami degradasi iman. Letak kekuatan rohani orang percaya adalah imannya, pengajaran sesat dapat mempengaruhi orang percaya yang memiliki iman lemah sehingga menjadi ateisme atau bahkan meninggalkan kepercayaan sebagai orang Kristen. Pengajaran sesat bukan berasal dari kebenaran, tetapi muncul karena menolak pengajaran Kristus yang berinkarnasi sehingga menyebabkan penyangkalan terhadap adanya inkarnasi tersebut. 1 Para penyesat-penyesat kebenaran bermunculan di seluruh dunia, hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam. Hal ini sama seperti yang digambarkan oleh Rasul Petrus bahwa iblis itu berjalan dan berkeliling mencari orang yang dapat ditelannya (I Petrus 5:. Para penyesat kebenaran disebut juga sebagai AuAnti KristusAy (I Yohanes 2:18-. Penyangkalan terhadap Kristus adalah sebagai bentuk penolakan terhadap Allah yang datang dalam rupa manusia. Mereka tidak hanya menolak Kristus melainkan juga memberikan kepada para pengikut mereka seorang AuPengganti KristusAy yang bukan Kristus yang diajarkan dalam iman Kristen. Pengajaran sesat merupakan ajaran atau ide gagasan yang berada di luar atau yang menyimpang dari ajaran Gereja Tuhan atau arus utama. Dengan kata lain ajaran-ajaran yang juga menyatakan tentang kebenaran tetapi isi atau ide gagasan ajaran tersebut menyimpang dan menyesatkan setiap orang yang mendengarkan, terlebih bagi mereka orang-orang Kristen di gereja-gereja lokal tertentu. Hal ini sangat berbahaya bagi iman orang percaya masa kini jika tidak membangun diri dalam iman yang kuat sehingga mudah dipengaruhi oleh para penyesat-penyesat kebenaran yang menolak keilahian Kristus. Sebab itu orang Kristen masa kini yang hidup dalam zaman postmodernisme harus waspada terhadap pengajaran-pengajaran yang tidak membangun iman dan menyesatkan. Watness Lee mengatakan: jika ingin ditemukan di dalam Kristus, maka perlu berjaga-jaga saat demi saat, dan secara terus-menerus waspada untuk hidup dalam Kristus, sehingga tidak dikesampingkan dari Kristus dan hidup dalam sesuatu selain Kristus. Orang percaya harus secara terus-menerus mengalami dan menikmati Kristus yang hidup dalam diri, dan memperhidupkan Dia agar menjadi orang-orang benar-benar dalam Kristus. 4 Hal ini menyatakan dengan tegas bahwa orang percaya harus benar-benar menghidupi Kristus melalui Firman-Nya yang hidup, sebagai senjata yang relevan dalam Pdt. Dr. Jonar Situmorang. Teguh Dalam Pengajaran. Dewasa Dalam Iman (Penerbit Andi, 2. , hal, 329 . Ibid. J S Aritonang. Berbagai Aliran Di Dalam Dan Di Sekitar Gereja (BPK Gunung Mulia, 1. , . W Lee and Y P Injil. Pelajaran Kebenaran Tingkat 2 : Volume 4 (Yayasan Perpustakaan Injil Indonesia (Yasperi. , 2. mempertahankan iman yang sejati, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh pengajaranpengajaran sesat. Isu-isu yang berkembang mengenai ajaran sesat yang membahayakan iman Kristen di zaman sekarang ini sering bermunculan khususnya konteks di Indonesia. Beberapa tahun belakangan muncul pengajaran-pengajaran yang menguncang iman Kekristenan di Indonesia. Ajaran-ajaran sesat yang mulai menguncang iman Kristen atau Gereja Tuhan dengan berkedok sebagai kebenaran Firman Tuhan yang sebenarnya adalah diselewengkan kebenaran-Nya karena pengaruh penafsiran dan kepentingan pribadi. Melihat kemajuan teknologi yang semakin berkembang sekarang ini, dimana penyebaran pengajaran sesat berafiliasi dengan menggunakan teknologi dalam mempengaruhi iman orang percaya. Pengajaran-pengajaran sesat menolak hal-hal yang bersifat substansi maupun esensi dari kebenaran yang sesungguhnya. Pengajaran sesat mengatakan bahwa Yesus bukanlah satu-satunya sumber keselamatan. Orang percaya masa kini yang hidup di era perkembangan teknologi yang semakin berkembang harus waspada dan berhati-hati untuk melihat, mendengar, mencerna setiap hal-hal yang bersifat menyimpang. Dibutuhkan sikap iman yang kokoh, teguh, serta berakar dalam kebenaran yang sesungguhnya. Yudas dalam suratnya menekankan supaya orang percaya membangun diri dalam iman sebagai hal yang fundamental untuk menentang dan melawan pengajaran sesat yang mengancam. Sebagai salah contohnya adalah pada tahun 2024 muncul pengajaran Kristen progresif dimana pengajaran ini menyuarakan ide gagasannya adalah bahwa seseorang memperoleh keselamatan tidak lagi bersifat ekslusif tetapi bersifat inklusif. Pandangan pengajaran ini menyatakan keselamatan bukanlah lagi sesuatu yang diperoleh berdasarkan kasih karunia Allah yang terima melalui iman seseorang kepada Tuhan Yesus Kristus, melainkan menyatakan keselamatan bisa diperoleh melalui perbuatan Pengajaran ini bukanlah hal yang baru muncul tetapi sudah muncul pada tahun Pengajaran Kristen progresif sangat menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan seperti yang tertulis dalam Efesus 2:8, bahwa keselamatan diberikan berdasarkan kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus sebagai Putra Allah yang mulia dan diterima oleh seseorang berdasarkan imannya kepada Yesus Kristus itu sendiri. Fakta yang mempengaruhi munculnya pengajaran sesat adalah mengenai sistem hidup lama, pengaruh sinkrestisme ajaran-ajaran agama dunia dengan pengaruhi filsafat sekuler, ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap praktek kerohanian gereja resmi yang Stefanus Padan. AoKritik Terhadap Pemahaman Kristen Progresif Tentang Keselamatan: Perspektif Alkitabiah Yang TerpinggirkanAo. THEOLOGIA INSANI (Jurnal Theologia. Pendidikan. Dan Misiologia Integrati. , 3. , 176Ae93. . Gusti Sihombing et al. AuMeneguhkan Iman Dalam Konteks Yudas 1: 20-21,Ay Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 2, no. : 11928Ae11933. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kepustakaan sebagai model penelitian dengan memadukan sumber media artikel, buku-buku dan dokumen penting lainnya dengan tujuan untuk menguraikan pemahaman yang benar berkenaan dengan membangun diri dalam iman dalam kehidupan orang percaya masa kini sebagai landasan yang kuat untuk melawan pengajaran sesat. Penelitian kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang berkaitan erat dengan pengumpulan data dengan cara menganalisis data atau informasi untuk mendapatkan hasil pencarian yang akurat. Penulis menjelaskan makna dari Yudas 1:20-21 dengan menggunakan metode hermeneutik sebagai sistem penafsiran dengan menggunakan pola eksegese. Metode hermeneutik yang digunakan dalam bagian penulisan ini adalah menggunakan metode hermeneutik teologi biblika yang bertujuan untuk memahami makna yang sebenarnya dari teks Alkitab, menafsirkan pesan teks yang ada di dalamnya secara tepat, dan akurat untuk menerapkan dalam kehidupan orang percaya yang didukung oleh berbagai sumber tafsiran yang berkaitan dengan Yudas 1:20-21. HASIL DAN PEMBAHASAN Historis Kitab Yudas Surat Yudas yang singkat ini ditulis untuk menentang para guru palsu yang terang-terangan berhaluan antinomisme, yaitu pengajaran tentang keselamatan melalui kasih karunia mengizinkan untuk berdosa tanpa dijatuhi hukuman, dan menghina pernyertaan rasuli tentang pribadi dan tabiat Yesus Kristus . Tujuan penulisan surat ini adalah supaya mengingatkan orang-orang Kudus tentang bahaya percampuran penyusup ke dalam gereja, sehingga dapat berhati-hati menjaga hati dari berbagai jerat musuh, terus maju dalam iman kepercayaan. 11 Tulisan ini muncul sebagai perlawanan kepada kemurtadan pada gereja mula-mula yang mulai mengancam akibat para guru-guru palsu. 12 Juga menentang orang percaya yang sejati dengan keras supaya bangkit dan berjuang untuk mempertahankan iman yang ditelah disampaikan kepada orang-orang kudus . Yang menjadi tema utama dari penulisan surat ini adalah berjuang untuk mempertahankan iman. 14 Pengarang dari surat ini adalah Yudas saudara Yakobus . Zakharia Suparyadi et al. AuDoes One Secure Their Own Salvation? Analysis on Continue to Work Out Your Salvation,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 8, no. 2 (July 31, 2. : 220Ae235, https://journal. id/index. php/EJTI/article/view/724. AoALKITAB PENUNTUN Hidup BerkelimpahanAo (Malang: Gandum Mas dan Lembaga Alkitab Indonesia, 2. , 2137. N Holmes. Surat Yudas (Zion Christian Publishers, 2. H Lark. AoSurat-Surat Buku Tiga: Ibrani. Yakobus. Petrus. Yohanes. Dan Yudas: Pelajaran Alkitab Dengan Tulisan Suci Dan Komentar (E3-In. Ao (Word to the World Ministries, 2. , 94. AuALKITAB PENUNTUN Hidup Berkelimpahan. Ay Ibid. Baik Alkitab maupun sejarah Gereja meneguhkan bahwa pribadi yang menulis surat ini adalah Yudas yang diceritakan dalam Matius 13:55 dan Markus 6:3. Waktu penulisan surat ini sendiri sekitar tahun 60-70 M di Yerusalem. Yudas 1:48 sangat mirip dengan II Petrus 2:1-3:4 dan Yudas 1:18 mengulangi peringatan yang ditulis oleh Petrus dalam II Petrus 3:3. Hal ini menegaskan bahwa Yudas mengenal penulisan surat Petrus yang kedua atau mengetahui ajaran-ajaran dari Petrus dengan sangat baik. Sebab ketika Petrus berbicara adanya guru-guru palsu yang menyelusup Yudas juga mengatakan hal yang demikian, penulisan surat Petrus sendiri kisaran tahun 60 M. Ciri khas yang menjadi historis Kitab Yudas ini adalah dibagi menjadi empat bagian. Pertama: surat ini berisikan celaan yang paling blak-blakan terhadap ancam guruguru palsu yang mengancam iman sejati dan hidup kudus bagi segala angkatan. Kedua: menjelaskan tiga serangkaian misalnya tiga contoh penghukuman dalam PL . , tiga ciri-ciri guru palsu . , dan tiga contoh orang tidak kudus dalam PL . Ketiga: di bawah pengaruh penuh Roh Kudus. Analisa konteks Konteks dekat Kontek sebelumnya. Yudas 1:3-16 Yudas memberikan nasihat penting bahwa ada guru-guru palsu atau ajaran sesat yang membahaya iman orang percaya atau mengancam Gereja. Yudas memberikan nasihat pada ay. 3 agar orang percaya berjuang dalam menjaga dan mempertahakan iman mereka. Sebab pada pasal 1:4 Yudas mengatakan Aubahwa ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup ditengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya penguasa dan Tuhan kita. Yesus KristusAy. Yudas menasehati untuk berjuang dalam iman . yang paling utama dan yang dikehendaki oleh Allah. Iman menyatakan hal subjektf . al-hal menyangkut tindakan kepercayaan seseoran. dan obyektif . al-hal yang kita percay. Dalam bagian ini Yudas berbicara tentang iman yang subyektif sebagai tindakan untuk berjuang dalam 18 Ayat 3-4 Yudas memperingatkan orang-orang Kudus mengenai penyesatan yang terjadi dalam gereja. Yudas menulis suratnya untuk para pembacanya mengenai keselamatan mereka. Yudas melihat adanya bahaya yang terjadi dalam gereja sehingga memberikan peringatan. Holmes. Surat Yudas. Ibid. AuALKITAB PENUNTUN Hidup Berkelimpahan. Ay W Lee and Y P I Indonesia. Pelajaran-Hayat Surat 1-3 Yohanes & Yudas (Yayasan Perpustakaan Injil Indonesia (Yasperi. , 2. Holmes. Surat Yudas. Melihat pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa baik dari ayat 3-4 yang menjadi konteks dekat dari Yudas 1:20-21, menekankan pentingnya seseorang untuk membangun dirinya dalam iman yang kokoh, tangguh di dalam Kristus. Yudas melihat dengan kasat mata akan bahayanya guru-guru palsu yang telah menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk menyatakan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran di dalam Yesus Kristus. Bagi Yudas sendiri eksistensi orang percaya yang membangun dirinya dalam iman kepada Yesus Kristus akan menjadi kekuatan untuk melawan pengajaran sesat yang telah muncul saat itu. Konteks jauh Menjadi konteks jauh dari surat Yudas 1:20-21 merujuk kepada surat II Petrus. Yang menentang guru-guru palsu dengan memberi kesan bahwa keduanya berasal dari keadaan yang mirip dengan keadaan yang ditemukan dalam kitab Wahyu. 20 Walaupun surat Yudas dan II Petrus saling berhubungan, tetapi keduanya adalah dua buah surat yang Namun dalam konteks pemikiran yang khusus, pemikiran kosa kata diantara keduanya sulit untuk dianggap sebagai suatu yang kebetulan. Surat II Petrus dengan surat Yudas menyakinkan siapapun yang membaca bahwa ada suatu hubungan diantara keduanya. 21 Yudas memperingatkan bahwa orang-orang yang menentang kebenaran seperti orang-orang Israel yang dibebaskan dari Mesir tetapi tidak diijinkan masuk negeri yang dijanjikan oleh-Nya karena ketidaktaatan kepada Allah. Yang menjadi acuannya adalah Bilangan 13:26-14:29 dimana walaupun seseorang menerima anugerah Allah, ia bisa kehilangan kehidupan yang kekal jikalau masih memanipulasi kebenaran dan ketidaktaatan serta ketidakpercayaan. Berdasarkan penjelasan tentang konteks jauh dari Yudas 1:20-21 dengan menghubungkan surat II Petrus memiliki kesamaan pendapat dan saling keterkaitan, bahwa saat itu pengajaran sesat sangat merajalela dikalangan orang Yahudi Kristen. Oleh sebab itu baik Yudas maupun surat II Petrus sama-sama menekankan pentingnya sebuah fondasi iman yang kuat di dalam Kristus sebagai landasan yang kuat untuk dapat mempertahankan iman mereka dari serangan guru-guru palsu yang berupaya menyebarkan pengajaran yang bertentangan dengan kebenaran firman Allah yang hidup. Terjemahan teks Yudas 1:20 TL: Tetapi kamu ini, hai kekasihku, dirikanlah dirimu di atas alasan imanmu yang amat kudus, sambil berdoa di dalam Rohulkudus. Pdt. Dr. Jonar T. Situmorang. AoTAFSIRAN SURAT YUDAS: Berpegang Teguh Pada Pengajaran Yang SehatAo (Penerbit Andi, 2. , p. Ibid. W Barclay. AuPash Surat-Surat Yohanes YudasAy (Jakarta: BPK Gunung Mulia, n. ), 335. TB: Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. NIV: But you, dear friends, by building yourselves up in your most holy faith and praying in the Holy Spirit. KJV: But ye, beloved, building up yourselves on your most holy faith, praying in the Holy Ghost. BIS: Tetapi kalian. Saudara-saudaraku, binalah terus hidupmu berdasarkan percayamu kepada Yesus Kristus. Imanmu itu sangat suci. Sementara itu berdoalah dengan kuasa Roh Allah. Yudas 1:21 TL: Peliharakanlah dirimu di dalam kasih Allah, sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus membawa kepada hidup yang kekal. TB: Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita. Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. NIV: keep yourselves in GodAos love as you wait for the mercy of our Lord Jesus Christ to bring you to eternal life. KJV: keep yourselves in GodAos love as you wait for the mercy of our Lord Jesus Christ to bring you to eternal life. BIS: dan hiduplah selalu di dalam naungan kasih Allah selama kalian menantikan rahmat Yesus Kristus Tuhan kita, yang akan memberikan kepadamu hidup sejati dan kekal. Uraian eksegesis Yudas 1:20-21 Bangunlah dirimu di atas dasar iman yang paling suci Kata AubangunlahAy berasal dari bahasa Yunani "AAIAaEACAy . yang dalam bentuk verb participle present active nominative masculine plural from yang diartikan sebagai AumembangunAy. Kata ini menggunakan kata dasar Auay . diartikan Aubangunlah di atas, dibangun di atas, ia harus membangun, membangunAy. Dalam konteks ini lebih tepatnya menggunakan membangun. Kata ini merupakan bentuk kalimat perintah yang ditegaskan oleh Yudas untuk membangun diri di atas dasar iman, seperti dikatakan oleh surat kolose 2:7. 23 Dalam Kolose 2:7 menyebutkan Audibangun di atas DiaAy juga menggunakan istilah yang sama yaitu Au"AAIAaEACAy . yang berarti AudibangunAy juga berasal dari kata kerja yang sama yaitu AuAuay . yang memiliki makna Aumembangunan atau mendiri sesuatu diatas sesuatu yang sudah adaAy. Kemudian kata Audalam DiaAy diterjemahkan sebagai Aua aE . n aut. Ay dengan menggunakan preposisi a . dan pronomina persona AuAaEUC . , mengandung makna membangun atau AuBible Works 7. Ay berakar secara erat itu terjadi dalam Yesus Kristus secara terus-menerus sebagai dasar serta pusat kehidupan orang percaya. Kata AuImanAy sendiri dalam Yunani menggunakan istilah AuAEEAsAAy . menggunakan bentuk noun dative feminine singular common. Kata ini berasal dari kata dasar AuAEECAy . yang diartikan sebagai Auiman, kepercayaan, kesetian, keyakinanAy. 24 Dapat diartikan bahwa Yudas memberikan perintah secara tegas supaya orang percaya membangun dirinya di atas dasar iman, iman menyangkut kepercayaan yang teguh kepada Yesus Kristus. Kehidupan orang percaya atau orang Kristen membutuhkan dasar yang kuat atau fondasi yang kuat yaitu iman kepada Yesus Kristus. Iman yang ada dalam diri orang percaya kemudian dipelihara secara terus-menerus dalam kehidupan orang percaya. Yudas menjelaskan bagian perintah membangun diri atas iman, bukan sekedar membangun saja, tetapi dikatakan yang paling suci. AuPaling SuciAy dalam bahasa Yunaninya menggunakan istilah AuAIEUCAy dalam bentuk djective normal dative feminine singular superlative. Kata ini berasal kata dasar AuIAy . yang memiliki arti AuKudusAy. 26 Secara harafiah Yudas menyampaikan pesan dalam suratnya bahwa untuk membangun diri dalam iman bukan saja asal-asalan tetapi seseorang harus membangun iman kepercayaan kepada Yesus Kristus dalam kekudusan . aling suc. Iman yang paling suci yang Yudas jelaskan juga adalah bagaimana orang percaya dituntut untuk belajar lebih banyak lagi dalam keyakinannya dan bertumbuh didalam anugerah pengenalan akan Kristus yang benar. 27 Membangun diri dalam iman yang paling suci . bukanlah secara perorangan tetapi secara korporat. Orang percaya harus melakukannya secara korporat, yaitu dilakukan di dalam tubuh, dalam gereja, di luar gereja tidak dapat membangun iman. sesungguhnya membangun diri dalam iman yang paling suci berarti orang percaya harus membangun tubuh Kristus. 28 Hal demikian menegaskan bahwa orang percaya harus membangun dirinya dalam iman paling suci yang mutlak yaitu iman kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai dasar yang kuat, yang kokoh untuk menghadapi penyesatan-penyesatan atau ajaran nabi-nabi palsu yang berusaha mengancam dan melemahkan orang percaya. Berdoalah dalam Roh Kudus Kata AuberdoalahAy menggunakan istilah AuAAEAIAu . dengan kasus verb participle present active nominative masculine plura. Kata ini berasal dari kata dasar AuAAEAIaEAy . yang berarti Auberdoalah, kamu berdoa. Ibid. Pdt. Dr. Jonar T. Situmorang. AuTAFSIRAN SURAT YUDAS: Berpegang Teguh Pada Pengajaran Yang Sehat. Ay 104 AuBible Works 7. Ay Pdt. Dr. Jonar T. Situmorang. AuTAFSIRAN SURAT YUDAS: Berpegang Teguh Pada Pengajaran Yang Sehat. Ay Lee and Indonesia. Pelajaran-Hayat Surat 1-3 Yohanes & Yudas. berdoalah kamuAy. Dalam konteks ini lebih tepatnya menggunakan berdoalah kamu. Kata AuRoh KudusAy menggunakan istilah AuAAIEUCAy . dengan kasus noun dative neuter singular common. Kata ini berasal dari kata dasar AuAAsAy . yang berarti AuRoh Kudus. Roh-NyaAy. 29 Yudas ingin menjelaskan dalam bagian ini bahwa orang percaya yang membagun dirinya dalam iman yang paling suci, harus berdasarkan pada pimpinan Roh Kudus. Berdoa dalam Roh Kudus tujuannya adalah orang percaya harus bergantung kepada kehendak-Nya. Roh Kudus mengilhami, menuntun, membimbing, menguasai, dan menolong orang percaya untuk berjuang dalam mempertahankan iman kepercayaan kepada Yesus Kristus. Berdoalah dalam Roh Kudus sebagai perawat iman orang percaya. Sebab untuk membangun iman yang paling suci harus bertekun dalam doa (Roma 12:. Doa-doa yang dipanjatkan dapat berhasil ketika dalam bimbingan Roh Kudus. 30 Membangun diri dalam iman yang paling suci orang percaya dituntut untuk berdoa dalam Roh Kudus, sebab Roh Kudus yang memberikan kemampuan bagi orang percaya agar menjaga kehidupannya dari pengaruh penyesatan-penyesatan atau guru-guru palsu. Berdoa dalam Roh Kudus juga ditemukan dalam Efesus 6:18 berhubungan dengan peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Klyne Snodgrass menjelaskan . AuIt . rase didalam Roh Kudu. should be seen in conection with other passages on the Spirit in Ephesians, especially 3:16. Dalam Efesus 3:16 Paulus berkata AuAku berdoa supaya Ia, menurut kemulian-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam hatimuAy. Teks tersebut secara eksplisit menjelaskan maksud dari Paulus bahwa tujuan pemberian Roh Kudus kepada orang percaya adalah agar memperoleh kekuatan dan keteguhan didalam menghadapi situasi yang menantang iman. 31 Apa yang menjadi maksud Paulus dalam Efesus 6:16 demikian dengan maksud dari Yudas 20. Yudas menyampaikan pesan yang jelas bagi orang percaya untuk menyerahkan kehidupan di bawah pimpinan Roh Kudus sebab bagi Yudas ajaran para guru-guru palsu . yang dapat mempengaruhi iman dan moralitas hidup orang percaya di dalam Yesus Kristus hanya dapat dilawan dengan iman yang kokoh di dalam Yesus Kristus dan di bawah pimpinan Roh Kudus. Dalam tafsiran Carles Spurgeon mengatakan: The context for the apostleAos word in this passage is a contrasting of the ungodly and godly. The ungodly are mocking, speaking great swelling words, and walking after their ungodly lusts, while the righteous are building up themselves in their most holy faith and keeping themselves in the love of AuBible Works 7. Ay Pdt. Dr. Jonar T. Situmorang. AuTAFSIRAN SURAT YUDAS: Berpegang Teguh Pada Pengajaran Yang Sehat. Ay Sien-Liong Liem. AoStudi Teologis Tentang AuBerdoa Di Dalam Roh KudusAy Menurut Perjanjian Baru Dan Penerapannya Bagi Kehidupan Doa Orang PercayaAo. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 9. , 172Ae89