Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Sistem Persebaran Homestay Berbasis Web Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Dan Praktik Ramah Lingkungan Dalam Pengembangan Ekowisata (Green & Blue Touris. di Destinasi Super Prioritas. Desa Marinsow. Likupang Minahasa Utara Aditya Lapu Kalua1. Maharani Margareth Massie Hihola2 . Rama Ijon Turnip3. Christian Ronaldo Henry Tampi 4. Gabriell Cristiano Agung Taroreh5. Delon Daniel Wolayan6. Kurniawan Soleman7. Sanriomi Sintaro8 1,2,3,4,5,6,7,8Sistem Informasi. Fakultas MIPA. Universitas Sam Ratulangi Email: 1adityalapu. kalua@unsrat. id, 2maharanihihola106@student. 3ramaturnip106@student. id, 4christiantampi106@student. 5delonwolayan106@student. id, 6gabrielltaroreh106@student. 7kurniawansoleman106@student. id, 8sanriomi@unsrat. (Aditya Lapu Kalua* : coressponding autho. Received 3-August-2024 Accepted 30-August-2024 Publish 15-September-2024 Abstrak- Likupang. Kabupaten Minahasa Utara. Sulawesi Utara, telah menjadi salah satu destinasi super prioritas yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Desa Marinsow, sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, menawarkan keindahan alam dan kekayaan tanaman herbal yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Masalah yang ditemui dalam pengabdian ini adalah tantangan seperti aksesibilitas dan pengelolaan akomodasi perlu diatasi secepat mungkin karena KEK Likupang memiliki potensi pariwisata yang besar. Untuk menyelesaikan masalah tersebut Tim Pelaksana PKM mengembangkan sistem persebaran homestay berbasis web untuk meningkatkan aksesibilitas, kesadaran lingkungan, dan pemanfaatan produk herbal lokal yang kemudian diberi nama "EcoStayLikupangAy. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas, kesadaran lingkungan, dan pemanfaatan produk herbal lokal, sekaligus mendukung pengembangan ekowisata (Green & Blue Touris. di daerah Kata Kunci: Likupang. Desa Marinsow. pariwisata berkelanjutan. Abstrak- Likupang, located in North Minahasa Regency. North Sulawesi, has been designated as one of the super-priority destinations by President Joko Widodo. Marinsow Village, part of the Likupang Special Economic Zone (SEZ), offers stunning natural beauty and an abundance of herbal plants utilized by the local population. The problems encountered in this community service are challenges such as accessibility and accommodation management that need to be addressed as soon as possible because the Likupang KEK has great tourism potential. To solve these problems, the PKM Implementation Team developed a web-based homestay distribution system to improve accessibility, environmental awareness, and utilization of local herbal products which was then named "EcoStayLikupang". This system is designed to improve accessibility, environmental awareness, and utilization of local herbal products, while supporting the development of ecotourism (Green & Blue Touris. in the area. Keywords: Likupang. Marinsow Village. sustainable tourism |Page 154 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. PENDAHULUAN Likupang, termasuk Desa Marinsow, telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2019 (Fikri, 2019. Rambing & Sela, 2. Daerah ini memiliki potensi ekowisata yang luar biasa, meliputi pantai berpasir putih, terumbu karang, hutan mangrove, dan kekayaan tanaman herbal lokal. Masyarakat Desa Marinsow telah merespons peningkatan minat wisatawan dengan membangun 60 homestay, di mana 53% . ekitar 30 homesta. sudah beroperasi dengan baik. Namun, pengembangan pariwisata di daerah ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal aksesibilitas informasi, pengelolaan akomodasi yang efisien, dan praktik ramah lingkungan. Desa Marinsow yang merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, banyak menawarkan keindahan alamnya yang menakjubkan seperti pantai berpasir putih, terumbu karang yang indah, benteng peninggalan Belanda, air terjun, hutan mangrove. Tanjung Patuku, dan Pulau Burung, serta berbagai spot menarik lainnya di beberapa pulau kecil. Tidak hanya menawarkan keindahan alamnya saja, di Minahasa Utara kaya akan tanaman herbal dimana luas panen pada tahun 2020 sebesar 29. 048 m 2 atau meter persegi, dan di Desa Marinsow juga terkenal akan tanaman herbal yang mana penduduk setempat masih banyak yang menggunakan pengobatan secara tradisional. Contohnya seperti daun sesewanua untuk panas dan hipertensi, daun geset untuk penderita diabetes, akar pondan untuk penderita kolesterol, sarimbata untuk maag, daun balacai dan masih banyak tanaman obat lainnya. Tanamantanaman ini tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati daerah tersebut, tetapi juga menjadi bagian penting dari warisan budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat Marinsow. Keanekaragaman ini menjadikan Likupang sebagai magnet utama bagi para Selain itu. Likupang juga dikenal sebagai salah satu lokasi penyelaman terbaik di Indonesia, dengan keanekaragaman hayati bawah laut yang luar biasa. Gambar 1. Jalan Desa Marinsow . dan Pantai Paal . Dengan akses jalan yang dapat dilihat pada Gambar 1a membuat turis banyak berdatangan ke Likupang tidak lain untuk melihat pantai yang indah seperti pada Gambar 2a yaitu pantai Paal. Homestay merupakan sebuah jenis akomodasi di mana para tamu atau pengunjung tinggal di rumah penduduk setempat, dengan durasi menginap yang bervariasi mulai dari satu malam hingga lebih dari satu hari (Rusnandi & Resmanah, 2. Sebagai respons terhadap meningkatnya minat wisatawan, penduduk Desa Marinsow telah membangun homestay sebagai sarana akomodasi yang memadukan kenyamanan dan keaslian pengalaman lokal. Konsep |Page 155 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. homestay yang dibuat juga mendukung pendekatan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Touris. , mengoperasikan, dan mendapatkan manfaat dari pengelolaan aset wisata mereka sendiri. Dari 60 pembangunan homestay di Desa marinsow, 53% homestay atau kisaran 30 homestay dapat beroperasi dengan baik. Terdapat tiga tipe bangunan homestay di Desa Marinsow yakni, bangunan satu lantai dengan dinding tembok, bangunan satu lantai dari kayu, dan bangunan dua lantai dimana lantai dua merupakan homestay dan lantai dasar sebagai hunian penduduk. Setiap jenis homestay memiliki satu kamar tidur, ruang tamu, dan satu kamar mandi/WC dengan total luas 36 meter persegi. Beberapa homestay yang ada di Desa Marisow dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Beberapa Homestay di Desa Marinsow . Melihat pada Gambar 2, meskipun homestay digabungkan dengan rumah hunian masyarakat, jalur masuknya tetap berbeda. Ruangan-ruangan dibagi sedemikian rupa, dengan kamar yang memiliki jalur masuk terpisah. Homestay ditempatkan di lantai dua sehingga lantai dasar dapat digunakan sebagai rumah hunian. Namun saat ini homestay tersebut memerlukan peningkatan dalam hal pelayanan dan promosi. Pengelolaan homestay yang efisien tidak hanya mencakup aspek kenyamanan dan kebersihan, tetapi juga promosi yang efektif untuk menarik wisatawan. Website merupakan salah satu alat promosi yang paling populer saat ini, dengan jangkauan waktu dan ruang yang tidak terbatas. Untuk menjadikan website sebagai media yang efektif dalam menyampaikan informasi, diperlukan penerapan strategi khusus agar promosi melalui website dapat mencapai hasil maksimal. Dengan memanfaatkan koneksi internet, website bisa menjangkau khalayak yang lebih luas. Seiring dengan perkembangan internet sebagai media promosi dan informasi yang semakin pesat, diperlukan adaptasi cepat dalam strategi promosi di internet. Sebuah website yang baik harus mampu beradaptasi dan siap menghadapi perkembangan internet di masa depan (Lamaluta et al. , 2023. Surentu et al. , 2. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk mengatasi tantangan dengan mengembangkan sistem persebaran homestay berbasis web. Sistem ini meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan yang mencari penginapan ramah lingkungan dan memfasilitasi pengelolaan homestay dengan produk-produk ramah lingkungan, termasuk panduan pengelolaan sampah. Kami juga menyediakan produk herbal lokal untuk bahan dapur dan minuman, serta panduan penggunaannya. Dengan demikian, ini juga dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ekowisata (Green & Blue Touris. di destinasi super prioritas. Likupang Minahasa Utara. Dengan harapan bahwa Pengembangan ekowisata dan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Touris. dapat terwujud. |Page 156 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. METODE PELAKSANAAN 1Tempat Pengabdian Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Marinsow. Kecamatan Likupang Timur. Desa Marinsow merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas oleh Presiden Joko Widodo. Desa Marinsow dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki potensi ekowisata yang besar, termasuk keindahan alam seperti pantai berpasir putih, terumbu karang, benteng peninggalan Belanda, air terjun, hutan mangrove, dan berbagai spot menarik di pulau-pulau kecil sekitarnya. Selain itu, desa ini juga kaya akan tanaman herbal yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Pemilihan Desa Marinsow sebagai tempat pengabdian juga didasarkan pada keberadaan homestay yang telah dibangun oleh penduduk setempat. Dari total 60 homestay yang ada, sekitar 30 homestay . %) sudah beroperasi dengan baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal aksesibilitas informasi dan pengelolaan akomodasi yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan potensi pariwisata di daerah ini. Dengan melaksanakan pengabdian di Desa Marinsow, diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada pengembangan ekowisata berkelanjutan, peningkatan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan di daerah tersebut. 2Metode Pendekatan Permasalahan dalam Sistem Persebaran Homestay Berbasis Web untuk Meningkatkan Aksesibilitas dan Praktik Ramah Lingkungan dalam Pengembangan Ekowisata (Green & Blue Touris. di Destinasi Super Prioritas Desa Marinsow. Likupang Timur yaitu mencakup: Kurangnya Aksesibilitas Informasi. Kurangnya informasi yang mudah diakses tentang homestay dan ekowisata di Desa Marinsow. Likupang Timur, membuat wisatawan kesulitan dalam menemukan akomodasi yang sesuai dengan preferensi mereka. Hal ini dapat menghambat potensi pengembangan pariwisata di daerah tersebut. Kurangnya Kesadaran Lingkungan. Pemilik homestay dan pengelola ekowisata mungkin kurang memiliki kesadaran tentang pentingnya praktik ramah lingkungan. Kurangnya kesadaran ini dapat mengakibatkan penggunaan sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab dan kerusakan lingkungan yang berdampak negatif pada ekosistem Kurang Maksimalnya Pemanfaatan Tanaman Potensi dari Tanaman Herbal Yang Tersedia. Selain keindahan dari sektor ekowisata yang ada dan ketersediaan homestay, begitu banyak sumber daya alam berupa tanaman herbal yang tumbuh dengan subur daerah tersebut. Selama ini tanaman herbal tersebut hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan pribadi. Namun disisi lain, tanaman herbal tersebut memiliki potensi untuk kemudian dapat diolah dan di ekspose terutama kepada para wisatawan yang datang berkunjung untuk kemudian dapat dijadikan buah tangan. Dengan beberapa permasalahan yang telah ditemukan pada lokasi pengabdian, solusi yang kami tawarkan adalah : Pengembangan Website dengan Mendukung Keberlanjutan. Mencakup rancangan website yang bertujuan untuk mempermudah akses informasi seputar homestay dan kegiatan di Desa Marinsow. Selain menyediakan informasi tentang fasilitas yang tersedia dan biaya menginap di homestay, website ini juga akan memberikan informasi terkait |Page 157 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. pengelolaan sampah daur ulang di homestay, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan praktik ramah lingkungan di Desa Marinsow. Pengalaman Homestay Ramah Lingkungan. Pengalaman Homestay Ramah Lingkungan di Desa Marinsow dirancang untuk memberikan pengalaman yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dan pemanfaatan produk herbal lokal. Para wisatawan yang menginap akan dapat menikmati kenyamanan homestay yang ramah lingkungan, seperti sistem pengelolaan air yang efisien dan pengelolaan sampah. Pemanfaatan Produk Herbal dari Pendukuk Lokal Desa Marinsow. Pengalaman homestay ini juga akan memperkenalkan wisatawan dengan beragam produk herbal lokal yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bumbu dapur, minuman, hingga obat tradisional. Produk-produk herbal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendukung ekonomi lokal dan pelestarian tanaman-tanaman Dengan demikian, pengalaman homestay ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk bersantai dan menikmati alam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung komunitas lokal. 3 Partisipasi Mitra Terhadap Kegiatan Untuk melaksanakan kegiatan pengembangan website berbasis web untuk homestay di Desa Marinsow. Likupang Timur, masyarakat setempat akan menyediakan ruangan dan fasilitas yang dibutuhkan pada tanggal yang telah disepakati. Penduduk Desa Marinsow kemudian akan menyediakan sumber daya manusia yang diperlukan untuk melaksanakan pelatihan dan sosialisasi penggunaan teknologi informasi. Desa Marinsow juga akan menyediakan staf untuk bertindak sebagai admin setelah website tersebut dibuat. Staf ini akan dilatih untuk memastikan bahwa informasi homestay selalu diperbarui dan pengelolaan website berjalan dengan lancar. 4 Langkah Setelah Kegiatan PKM Selesai Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan praktik ramah lingkungan dalam pengembangan ekowisata di Desa Marinsow. Likupang Timur, partisipasi mitra didasarkan pada tahapan yang sesuai dengan keahlian dan kebutuhan mereka. Masyarakat Desa Marinsow yang produktif secara ekonomi akan terlibat dalam tahapan sosialisasi dan pelatihan, bertujuan untuk memperkuat keterampilan dan pengetahuan mereka. Sementara itu, masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi atau sosial akan terlibat dalam semua tahapan, dengan fokus pada pendampingan dan evaluasi untuk memastikan solusi diterapkan dengan efektif. Evaluasi dan keberlanjutan program dilakukan dengan metode yang efektif. Evaluasi pelaksanaan program dilakukan melalui survei dan wawancara dengan masyarakat Desa Marinsow, yang memungkinkan untuk menilai efektivitas dan dampak solusi yang diterapkan. Keberlanjutan program dijamin melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan platform web, serta kerjasama dengan pihak terkait untuk memastikan solusi HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan website ini akan meningkatkan aksesibilitas informasi mengenai homestay di Desa Marinsow, sehingga wisatawan lebih mudah menemukan dan memesan akomodasi yang |Page 158 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. sesuai dengan preferensi mereka. Keberadaan informasi mengenai praktik ramah lingkungan di homestay juga membantu meningkatkan kesadaran lingkungan baik bagi pengelola homestay maupun wisatawan, yang mendukung keberlanjutan ekosistem lokal. Pengembangan sebuah website yang user-friendly dan informatif, yang menyediakan berbagai informasi mengenai homestay di Desa Marinsow. Website ini menampilkan detail fasilitas, biaya menginap, serta informasi mengenai praktik ramah lingkungan dan pengelolaan sampah daur ulang di homestay. Tampilan halaman website "Eco Homestay Likupang" ditunjukkan pada gambar di bawah. Gambar 3. Tampilan Halaman Website EcoStay Likupang 1Penjelasan Kegiatan Berikut ini adalah tahapan pelaksanaan sistem persebaran homestay berbasis web untuk meningkatkan aksesibilitas dan praktik ramah lingkungan dalam pengembangan ekowisata (Green & Blue Touris. di Destinasi Super Prioritas. Desa Marinsow. Likupang Minahasa Utara : Mengidentifikasi dan menganalisis potensi ekowisata di Desa Marinsow, termasuk aset alam, budaya, dan sumber daya lokal lainnya yang dapat dijadikan daya tarik wisata. Termasuk mengkaji potensi pengembangan homestay dan infrastruktur pendukung Melakukan studi kelayakan untuk menilai potensi pasar, keberlanjutan ekonomi, dan dampak lingkungan dari pengembangan homestay dan ekowisata di Desa Marinsow. Kajian ini juga harus mencakup analisis kebutuhan infrastruktur, perizinan, dan peraturan terkait. Membuat platform web bagi pemilik homestay untuk mendaftarkan akomodasi homestay, memberikan informasi tentang fasilitas dan layanan yang ditawarkan. Platform ini juga harus mencakup informasi tentang praktik ramah lingkungan dengan panduan pengelolaan sampah serta informasi terkait. Membentuk kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk mendukung pengembangan homestay dan ekowisata di Likupang. Hal ini mencakup penyesuaian infrastruktur, keamanan, periklanan, dan pemantauan dampak Melakukan evaluasi berkala terhadap penerapan praktik homestay dan ekowisata berbasis web di Likupang. Kami menggunakan masukan dari wisatawan, pemilik homestay, dan komunitas lokal untuk terus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan layanan kami, sehingga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan komunitas lokal. |Page 159 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Metode tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat mencakup beberapa langkah penting yang perlu dilakukan dengan terstruktur dan sistematis. Berikut adalah tahapannya : Sosialisasi Sosialisasi merupakan langkah awal yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengembangan informasi persebaran homestay dan ekowisata. Ini dilakukan melalui pertemuan dengan tokoh masyarakat, diskusi terbuka, dan penyampaian materi. Sosialisasi difokuskan pada: Mitra Produktif: Sosialisasi dilakukan dengan menjelaskan tujuan dan manfaat dari program pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang produksi atau Ini dapat dilakukan melalui pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan, serta melalui media sosial dan media massa lokal. Mitra Tidak Produktif: Sosialisasi juga mencakup pengenalan tentang layanan kesehatan, keamanan, konflik sosial, kepemilikan lahan, kebutuhan air bersih, dan teknologi informasi. Ini dapat dilakukan melalui kampanye sosial, workshop, dan program edukasi. Pelatihan Pelatihan diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait solusi yang diterapkan. Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang manajemen sumber daya alam dan pengelolaan sampah, dengan fokus pada: Mitra Produktif: Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang produksi atau manajemen. Pelatihan ini dapat mencakup teknik produksi yang lebih efisien, manajemen sumber daya, dan pengelolaan keuangan. Mitra Tidak Produktif: Pelatihan mencakup pendidikan dasar, keterampilan kerja, dan pengelolaan sumber daya. Ini juga mencakup pelatihan tentang kesehatan, keamanan, dan kepemilikan lahan. Penerapan Teknologi Selanjutnya, langkah penerapan teknologi dilakukan untuk memfasilitasi akses informasi dan pengelolaan solusi secara lebih efisien dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi pengembangan platform web atau aplikasi mobile yang memudahkan akses informasi dan pengelolaan solusi, seperti sistem manajemen sampah, dan platform online. Mitra Produktif: Penerapan teknologi dapat mencakup penggunaan sistem informasi manajemen dan teknologi lainnya yang dapat meningkatkan efisiensi produksi. Mitra Tidak Produktif: Penerapan teknologi mencakup akses media sosial dan pembuatan akun. Pendampingan dan Evaluasi Langkah ini melibatkan pendampingan dalam implementasi solusi yang diberikan kepada Tujuan dari pendampingan adalah membantu masyarakat dalam menerapkan solusi yang diperoleh dan melakukan evaluasi terhadap efektivitas solusi tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi dampak solusi terhadap permasalahan yang Mitra Produktif: Pendampingan dapat dilakukan melalui mentoring program atau konsultasi dengan ahli di bidang produksi atau manajemen. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program dan kemajuan yang dicapai oleh mitra. Mitra Tidak Produktif: Pendampingan mencakup program mentoring untuk pendidikan dan keterampilan kerja, serta evaluasi untuk menilai kemajuan dalam pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan sumber daya. Keberlanjutan Program |Page 160 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Tahapan terakhir adalah memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Metode yang digunakan termasuk mendorong partisipasi dalam pengembangan dan pemeliharaan solusi, serta kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program secara menyeluruh. Mitra Produktif: Keberlanjutan program mencakup pengembangan model bisnis yang berkelanjutan dan peningkatan kapasitas produksi. Ini juga mencakup kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Mitra Tidak Produktif: Keberlanjutan program mencakup pengembangan komunitas dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ini juga mencakup kerjasama dengan pihakpihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Tingkat Pemahaman Tentang Kegiatan Yang Berlangsung Dengan mengadakan pengabdian pada desa Marinsow yang telah dilakukan, berikut adalah uraian dari peningkatan pengetahuan yang didapat oleh Masyarakat. Tabel 1. Pengingkatan Kualitas Pengetahuan Kegiatan Pengenalan Website Homestay ramah lingkungan Pengelolaan Sampah Pembuatan Produk Herbal Pengetauan Awal Hasil Melihat Tabel 1, pengetahuan yang diberikan melalui pelaksanaan pengabdian ini berdampak pada pengetahuan masyarakat. Hal ini tentunya menjadi sangat penting melihat tujuan akhir dari pengabdian ini adalah kesadaran masyarakat tentang ekowisata dan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Touris. Dokumentasi Kegiatan Dokumentasi saat tim melakukan pendekatan dan konfirmasi kegiatan yang akan dilakukan. Proses ini melibatkan diskusi dengan masyarakat Desa Marinsow untuk memastikan kebutuhan dan persetujuan mereka terhadap rencana pengembangan website berbasis web untuk homestay di desa tersebut. Gambar 4. Pertemuan Pertama dengan Ketua Sadar Wisata Desa Marinsow Pada pertemuan pertama yang dapat dilihat pada Gambar 4. Tim pelaksana melakukan kunjungan awal untuk mencari tahu masalah yang ada di Desa Marinsow. Pertemuan pertama |Page 161 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. tersebut menghasilkan beberapa poin permasalahan yang nantinya akan menjadi dasar bagi Tim pelaksana PKM untuk melaksanakan Pengabdian ini. Gambar 5. Pertemuan Kedua dengan Ketua Sadar Wisata Desa Marinsow Pada Gambar 5, pertemuan kedua dilakukan untuk memberikan informasi terhadap solusi yang akan diberikan. Pada pertemuan ini juga dilakukan kesepakatan terhadap kerjasama antara Tim Pengabdian dengan Masyarakat Lokal yang menjadi target utama pengabdian ini. Setelah kesepakatan dilakukan. Tim PKM kemudian melaksanakan pengabdian yang pada hari terakhir dilakukan sosialisasi atas kegiatan yang telah dilakukan. Gambar 6. Sosialisasi dengan Masyarakat Desa Marinsow Sosialisasi yang dilakukan adalah tentang pengenalan dan pendistribusian website yang Tim Pelaksana sudah buat sebelumnya. Pada kegiatan ini juga dilakukan tanya jawab terhadap kegiatan yang sudah dilakukan dan juga kegiatan yang ingin dilakukan oleh Tim Pengabdian dan Masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya seperti praktik ramah lingkungan juga dibahas pada sosialisasi ini. Setelah kegiatan sosialisasi dilakukan. Tim pelaksana Pengabdian tidak meninggalkan begitu saja Desa Marinsow. Tim pelaksana juga terus berkomunikasi dengan baik untuk menjaga kerjasama yang telah dilakukan. Pada pertemuan terakhir, tim pelaksana kembali mengunjungi Desa Marinsow untuk melihat perkembangan desa dilihat dari pengabdian yang telah dilakukan. |Page 162 Copyright A 2024. Aditya Lapu Kalua. Maharani Margareth Massie Hihola. Rama Ijon Turnip. Christian Ronaldo Henry Tampi. Gabriell Cristiano Agung Taroreh. Delon Daniel Wolayan. Kurniawan Soleman. Sanriomi Sintaro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 154-164 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Gambar 7. Pertemuan dengan Masyarakat Desa Marinsow KESIMPULAN Desa Marinsow di Likupang. Sulawesi Utara Merupakan destinasi wisata super prioritas dengan potensi ekowisata yang signifikan, mencakup keindahan alam yang menakjubkan dan kekayaan tanaman herbal. Meskipun memiliki potensi besar, desa ini masih menghadapi tantangan dalam hal aksesibilitas informasi dan pengelolaan akomodasi, terutama terkait homestay. Untuk mengatasi tantangan ini, proposal "EcoStayLikupang" diajukan dengan tujuan mengembangkan sistem persebaran homestay berbasis web. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas, kesadaran lingkungan, dan pemanfaatan produk herbal lokal, sekaligus mendukung pengembangan ekowisata (Green & Blue Touris. di daerah tersebut. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga melibatkan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pembelajaran dan pengabdian masyarakat, sejalan dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Implementasi proyek meliputi beberapa tahapan penting, termasuk sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan upaya untuk memastikan keberlanjutan program. Melalui pendekatan komprehensif ini, diharapkan proyek akan memberikan dampak positif yang signifikan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan di Desa Marinsow. Dengan menyediakan informasi tentang homestay ramah lingkungan, panduan pengelolaan sampah, dan produk herbal lokal, proyek ini bertujuan untuk menciptakan model pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek atas pendanaan yang telah diberikan untuk mendukung kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Rektor. Ketua LPPM, dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi atas dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan pemberdayaan kepada pelaku homestay, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, guna meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan melalui pengelolaan homestay yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA