E-ISSN 2798-3846 Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 OPTIMALISASI KOMPETENSI GURU SEJARAH MELALUI PENDAMPINGAN PENERAPAN INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK Khoirul Huda1* Universitas PGRI Madiun *khoirulhuda@unipma. ABSTRAK Mata pelajaran sejarah hingga saat ini dianggap kurang menyenangkan. Salah satu penyebabnya guru belum banyak menampilkan kreasi mengelola pembelajaran yang berdampak pada siswa. Hal ini mengindikasikan belum optimalnya kreativitas mendesain pengajaran sejarah yang Pada saat mengajar dominan menampilkan metode lama yakni ceramah bervariasi dan media belum kekinian seperti power point atau peta kertas. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan cara mengajar dengan menggunakan inovasi model pembelajaran berbantuan teknologi bersifat aplikatif. Metode pendampingan dengan pendekatan pemberian pengetahuan dan layanan asuh melalui sistem amatan ketika guru mengajar. Lokasi di kelas sejarah program studi pendidikan profesi guru Universitas PGRI Madiun. Hasilnya menunjukkan ada perubahan terhadap keterampilan mengajar menjadi makin inovasi. Dari sepuluh guru sejarah yang menjadi mitra sebanyak sembilan orang menerapkan inovasi model pembelajaran berbasis masalah dan discovery learning. Kemudian sebanyak lima orang juga telah memadukan aspek TPACK pada implementasi media canva maupun wakelet. Pada saat mengajar media ini mengintegrasikan materi sejarah melalui model pembelajaran. Perubahan cara mengajar tersebut direspons positif siswa dengan selalu aktif dan bersemangat selama kelas sejarah. Kata Kunci: Guru. Inovasi. Pendampingan. Sejarah ABSTRACT The subject of history until now is considered less fun. One of the reasons is that teachers have not displayed many creations in managing learning that have an impact on students. This indicates that creativity in designing memorable history teaching has not been optimized. When teaching dominantly displays the old method, namely varied lectures and not current media such as power point or paper maps. The purpose of the service is to improve teaching methods by using technology-assisted learning model innovations that are applicable. The method of assistance with the approach of providing knowledge and fostering services through an observation system when teachers teach. The location is in the history class of the PGRI Madiun University teacher professional education study program. The results show that there is a change in teaching skills to become more innovative. Of the ten history teachers who became partners, nine people applied innovative problem-based learning models and discovery Then as many as five people have also integrated TPACK aspects in the implementation of canva and wakelet media. When teaching, this media integrates historical material through learning models. The change in teaching methods was responded positively by students who were always active and excited during history class. Keywords: Teachers. Innovation. Mentoring. History Tanggal Masuk: 12 September 2024 Tanggal Diterima: 28 November 2024 Halaman: 89-103 Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 PENDAHULUAN Mengajar adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh guru Fakhruddin et al. Makin menguasai, maka dapat memengaruhi kualitas dalam proses Guru berkualitas mampu menunjukkan kompetensi pada saat praktik Makna kualitas mengajar juga berdampak pada siswa dalam ketercapaian tujuan pembelajaran. Sehingga guru perlu terampil mengajar di kelas yang sasarannya tidak hanya pengetahuan, melainkan ada konektivitas sikap dan keterampilan. Hal tersebut karena kurikulum merdeka menawarkan alternatif kemandirian dan kolaborasi belajar yang menghubungkan kegiatan refleksi dan transformasi. Pada saat kegiatan refleksi guru akan melakukan evaluasi terhadap gaya mengajarnya untuk keperluan perencanaan pengajaran selanjutnya. Mengevaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kekurangan terkait respons siswa sebagaimana target tujuan Selain itu, memastikan apakah gaya mengajar sudah merepresentasikan situasi belajar. Situasi belajar mempresentasikan capaian pola mengajar yang dipakai sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga materi mudah di mengerti. Sebuah studi menemukan kegiatan reflektif bisa menunjukkan tingkat keberhasilan pada saat proses merencanakan dan pengajaran guna membangun budaya saling belajar antar guru termasuk mengenal dengan siswa sehingga akan diketahui permasalahan baik segi pengembangan bahan ajar, model, metode dan pendekatan . Kegiatan ini mendorong peningkatan potensi mengambil keputusan guna merumuskan strategi terbaik ketika mengajar menyesuaikan keragaman siswa. Mengajar memerlukan keahlian supaya mencapai tujuan pembelajaran dan hasil belajar secara Kegiatan reflektif membantu memperoleh informasi hasil belajar berdasarkan level pengetahuan khususnya dalam mengeksplorasi kemampuan berpikir. Level kompetensi mengajar tidak hanya menerapkan domain pengetahuan, namun juga sikap dan keterampilan. Kadang proses ini menjadi kendala dalam praktiknya karena berbagai perubahan secara ekstrem khusunya kompetensi global (Hartono et al. , 2. Mengajar perlu menghubungkan pada penghayatan proses pendidikan yang mana di dalamnya memberikan bentuk pengalaman membelajarkan. Mengevaluasi sebanding dengan konsep menghayati sebab ada aktivitas merenung terutama saat melakukan ketepatan mengolah belajar. Menemukan kelebihan dan kekurangan ketika mengajar di waktu Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 sebelumnya adalah bagian keahlian profesional guru. Sebagaimana pendapat Damanik et . mengajar bermakna perbuatan rumpil menuntut penguasaan pengetahuan dan keterampilan menghayati nilai dengan konsekuensi perubahan sikap secara periodik Berwawasan pengembangan materi adaptif, sedangkan terpadu tidak memutuskan pengetahuan awal sampai akhir sehingga pengajaran dengan komprehensif. Mengajar yang kompeten memberikan dampak pula terhadap pelayanan terbentuknya kepribadian adaptif. Jadi pada saat mengajar menempatkan secara pribadi kemampuan memahami siswa dengan baik dibuktikan dalam menyampaikan materi berdasarkan kurikulum setiap sekolah masing-masing (Wardhani & Pujiono, 2. Dengan mudah paham pada materi sebab ada semangat kebebasan untuk mempelajari. Konsep ini mendukung pembelajaran yang memberikan banyak manfaat bagi siswa (Styaningrum et al. , 2. Lebih lanjut guru harus siap terhadap perubahan mengajar. Transformasi ini menuntut penyesuaian terhadap isu-isu pendidikan khususnya pendekatan belajar berdasarkan relevansi zaman. Supaya menghilangkan masalah belajar menjenuhkan selama ini sering melanda yang tampak fokus menuntaskan materi dan kurang memperhatikan pemahaman. Situasi tersebut berdampak massif terciptanya motivasi Kurangnya motivasi sebagai dampak pendekatan mengajar tidak disesuaikan level pertumbuhan siswa berorientasi masa depan dan sezaman (Juwan et al. , 2. Akibatnya mengajar membuat kurang ada keterlibatan saat pembelajaran karena hanya menstimulus ranah pengetahuan. Prinsip tranformasi mengajar mengupayakan terjadi adaptasi dan menginovasi agar ranah kognitif tidak selalu dominan. Berbagai studi menunjukkan apbila mengajar kurang memperhatikan inovasi dan hanya fokus pada pengetahuan menghambat pengembangan keterampilan berpikir siswa. Rafli . menjelaskan pengetahuan terlalu dominan dianggap mematikan sikap keberanian siswa karena memosisikan pendengar dan pencatat sehingga menghasilkan sikap negatif terhadap perjalanan akademis. Suasana akademik tersebut membuat frustrasi dan rasa cemas karena mengukur pengetahuan hafalan. Prinsip utama sasaran mengajar efektif tidak memihak satu domain. Merujuk pendapat Sari and Azmi . bahwa apa pun bentuk perubahan kurikulum guru tetap pada pendirian dalam mengajar sedapat mungkin tidak berdasarkan pendapat satu pihak baik guru atau siswa semata- Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 mata mengedepankan ranah pengetahuan. Begitu juga dengan pembelajaran sejarah sampai sekarang ada stigma tidak baik-baik saja. Salah satu latar masalahnya adalah cara mengajar guru sering berorientasi pada pengetahuan materi melalui metode ceramah. Keadaan ini sebagaimana temuan pada guru sejarah mulai tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah sederajat yang mengikuti pendidikan profesi guru dalam jabatan angkatan dua tahun 2023. Hasil eksplorasi terhadap guru sejarah tersebut menemukan pada aspek mengajar dominan menerapkan metode ceramah bervariasi dan diskusi Meskipun terdapat kegiatan diskusi namun menyajikan beberapa soal untuk diselesaikan ketepatan jawaban. Kemudian, media sering muncul menggunakan power point dan buku bacaan seperti LKS. Sehingga informasi ini tampak lemah memberikan inovasi cara mengajar sebagaimana tuntutan kurikulum saat ini, yakni pembelajaran aktif dengan dibantu pendekatan teknologi supaya berkesan dan menyenangkan. Pendampingan guru sejarah pada saat mengajar melalui pemberian pengetahuan mendesain inovasi pembelajaran berbasis TPACK adalah salah satu solusi dengan kemampuan potensial dalam merngubah keterampilan mengajar guna mencapai domain kognitif, afektif dan psikomotorik bagi siswa. Hal ini karena sinergi inovasi model berbantu teknologi bisa menghadirkan belajar yang bermakna. Pada kurun tiga tahun terakhir di Indonesia studi tentang cara mengajar seorang guru melakukan kolaborasi antara pembelajaran kooperatif serta mengintegrasikan inovasi teknologi berhasil meningkatkan pengalaman belajar berkesan sehingga ilmu pengetahuan secara holistic dapat diraih. Widaningsih et al. menghasilkan temuan bahwa pembelajaran yang menerapkan TPACK meningkatkan kemampuan numerasi dan prestasi siswa. Siswa juga terdorong bernalar kritis ditunjukkan dengan sering bertanya dan berpendapat serta ada tanggung jawab ketika diberi tugas. Kegiatan ini juga mengintegrasikan model pembelajaran masalah yang mana siswa termotivasi mengikuti proses pengetahuan. Adriani and Mulyani . menemukan guru yang menerapkan model pembelajaran flipped classroom berbasis TPACK mempunyai dampak positif untuk memberikan stimulasi berpikir kritis khususnya mempertautkan kemandirian belajar. Guru dapat memberikan langsung pengalaman nyata karena konektivitas keingintahuan siswa terhadap sumber pengetahuan dijalankan dengan senang serta tidak ada tekanan. Sehingga menawarkan belajar secara merdeka ketika bereksplorasi konten dengan Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Hasil studi Nurmiati . menyajikan temuan bahwa pengajaran dengan bantuan media TPACK mampu direspons siswa sebab hasil belajar mengalami Dibuktikan nilai belajar siswa di kelas XI SMA Negeri 2 Kesemu Bangsa Muara Batu sebelumnya berkisar 43% menjadi 86%. Media difungsikan dengan discovery learning yang mana model ini melatih bereksperimen baik mandiri dan Guru bertugas memberikan motivasi ketika siswa mencari solusi yang ingin Model pendampingan ini menciptakan pengajaran tidak kaku berdiskusi untuk informasi yang dituntaskan. Oleh karena terdapat contoh ilustrasi melalui pengalaman nyata sehingga menyelesaikan makin ada tantangan dan mengasyikkan. Berdasarkan beberapa studi sebelumnya terdapat relevansi dengan solusi yang ditawarkan, yaitu mendampingi mitra dalam mengajar dengan menghadirkan inovasi model belajar dikolaborasi dengan teknologi. Kegiatan akan dirancang dengan memberikan pengetahuan dan mendampingi selama praktik mengajar. Tujuan pengabdian masyarakat adalah terdapat peningkatan cara mengajar yang berorientasi pada terampil mengaplikasikan sintaks inovasi model dan media yang dipilih sesuai kebutuhan lingkungan belajar secara konsisten. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan mulai tanggal 11-22 Desember tahun 2023 secara virtual dengan subjek mitra sebanyak sepuluh guru sejarah yang menempuh pendidikan profesi guru dalam jabatan angkatan dua tahun 2023 terdiri dari dua guru sekolah dasar, yakni SD Negeri Kresek 02 dan SD Negeri Tambran 1, dua guru SMK, yakni SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi dan SMK PGRI 6 Ngawi serta enam guru SMA, yaitu SMA Negeri 1 Siberut Utara. SMA Negeri 1 Kepulauan Aru. SMA Negeri 1 Kedunggalar. SMA Negeri 1 Mukomuko. SMA Negeri 1 Gondang dan SMA Negeri 1 Jogorogo. Pelaksanaan kegiatan pengabdian melalui metode pendampingan yang dirancang sebanyak tiga kali pertemuan yang mana pengabdi di pertemuan pertama memfasilitasi pemberian pengetahuan mendesain pembelajaran kooperatif dan media bermuatan aplikasi teknologi, pertemuan kedua adalah praktik mengajar siklus satu dan merefleksi, serta pertemuan ketiga adalah praktik mengajar siklus dua sekaligus tindak lanjut. Pendampingan dilaksanakan melalui prinsip Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 layanan asuh. Prinsip tersebut mengutamakan interaksi saling bekerja sama berlandaskan saling ingin memberi, meluruskan dan membantu yang paling baik (Mulyati et al. , 2. Pendamping memosisikan sebagai pengamat terhadap guru yang mengajar secara individual (Saila et al. , 2. Selama pendampingan diamati perkembangan mengajar dengan memastikan implementasi secara detail. Selain itu dibalik ada keterbatasan mengajar tetap dengan konsisten mendorong terus menerus supaya bisa memberikan penampilan yang baik berdasarkan pola inovasi model berbasis pendekatan teknologi. HASIL DAN PEMBAHASAN Waktu pelaksanaan tanggal 11-21 Desember 2023 bertempat di kelas sejarah PPG Universitas PGRI Madiun dilaksanakan secara online. Hasil pendampingan yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai berikut. Persiapan Keterlaksanaan persiapan pada 11 Desember 2023 pukul 09. 00 WIB melalui google meet dengan memberikan pengetahuan tentang konsep merumuskan metode dan model pembelajaran aktif seperti berbasis masalah supaya tidak salah saat merancang Inisiasi tersebut diberikan sebab ditemukan salah paham melakukan interpretasi sintaks model. Lalu diberikan informasi sintaks model harus diterapkan dengan konsisten saat pembelajaran. Misalnya metode yang diterapkan problem based learning namun pembelajarannya tidak menyajikan masalah sebab hanya menyampaikan video penjelasan materi. Inovasi model problem based learning sasaran tidak mengukur pengetahuan, melainkan ranah sikap dan keterampilan dalam menganalisis. Pada prinsipnya capaian indikator diberikan pengetahuan apabila menetapkan model juga wajib diterapkan saat mengajar bagi mata pelajaran sejarah. Pendamping juga memberikan pengetahuan tentang beberapa aplikasi bermuatan teknologi yang bisa digunakan selama pembelajaran seperti canva sebagai media presentasi materi dan menampilkan hasil tugas siswa, worldwall untuk media kuis dan pertanyaan pemantik, dan wakelet guna membuat dan menampilkan bahan ajar. Pemberian pengetahuan adalah persiapan sebelum melakukan pendampingan praktik ngajar, yakni kesiapan teknis dan substansi supaya penampilan optimal. Keterlaksanaan teknis memastikan produk perangkat ajar, peralatan merekam dan koordinasi pihak sekolah. Kelengkapan perangkat Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 merupakan pengembangan modul ajar dengan inovasi model pembelajaran berbasis masalah dan bermuatan media pembelajaran dengan konsep aplikatif. Kegiatan tersebut juga mengondisikan setting rekaman kelas yang mana memenuhi indikator mengajar tampak dari berbagai sudut. Termasuk ketersediaan video conference premium yang semua menunjukkan compatible. Kemudian, memastikan komunikasi dengan kepala sekolah untuk tidak dibebankan tugas lain selama pendampingan agar fokus menerapkan sintaks inovasi model. Pelaksanaan Pendampingan praktik mengajar pada siklus satu Pelaksanaan kegiatan selama empat hari mulai tanggal 12-15 Desember 2023 melalui video conference google meeting. Keterlaksanaan oleh 10 guru sejarah dibagi tiga kelompok masing-masing 3-4 secara bergantian. Pelaksanaan juga ada observer, yakni guru lain yang tidak mendapat jadwal praktik hari yang sama untuk memenuhi unsur keterlibatan penilaian rekan sejawat. Tema kegiatan ini mengajar dengan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasikan teknologi pedagogi dan konten. Pendamping dan observer melaksanakan pengamatan guna mengoreksi kesesuaian indikator, yaitu relevansi sintaks pembelajaran masalah dengan media teknologi. Pada selasa 12 Desember 2023 yang melaksanakan praktik adalah ANH (SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjud. dan INS (SMA Negeri 1 Siberut Utar. WIB dengan tiga observer AYP. HDO. DRT. Secara keseluruhan ketika diamati belum konsisten menginovasi pembelajaran berbasis masalah dan teknologi. ANH melalui materi penjajahan kolonialisme tidak sesuai indikator, yakni sintaks problem based learning khususnya memunculkan masalah dan pemecahan. Begitu pun media menggunakan power point dengan menampilkan materi kolonialisme secara teoretis dan tidak ada bentuk masalah sebagai bahan PBL. Pada saat mengajar terpantau kurang memberikan contoh cara eksplorasi sumber ajar seperti google scholar sehingga ada kendala minim pemahaman. ILN juga tampak bingung dengan sintaks mengajar menggunakan pembelajaran masalah. Terlihat saat mengajar sandaran inovasi yang dipilih adalah PBL, tetapi terlaksana discovery learning. Media belum ada unsur teknologi hanya menjelaskan melalui power poin dan ceramah. Pada hari rabu 13 Desember 2023 terlaksana praktik mengajar oleh HDO (SMA Negeri Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 1 Kepulauan Ar. AYP (SMA Negeri 1 Kedunggala. dan DRT (SMK PGRI 6 Ngaw. 29 dengan observer ANH. INS dan BSY. Selama dua jam pelajaran HDO menginovasi model discovery learning melalui pendekatan inkuiri. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa menjadi sejarawan melalui pembelajaran penemuan terbimbing (Simamora & Saragih, 2. Namun, sintaksnya tidak diimplementasikan saat mengajar sebab dominan ceramah dan video berkonten materi yang mengharuskan siswa mengerjakan lembar kerja untuk menemukan jawaban dari buku panduan. Tidak tampak aktivitas mencari tahu secara mandiri sebagaimana langkah discovery dengan pemberian pengalaman menggali data sesuai sumber pengetahuan Media hanya power point dengan tampilan video materi. ADY dan DWR belum memenuhi unsur inovasi model pembelajaran masalah saat Gaya mengajar ADY masih membingungkan sebab tidak pakem dengan satu Tampak sintaks mengajar campur aduk dengan menggabungkan antara discovery learning, pembelajaran masalah dan ceramah. Siswa diposisikan sebagai pendengar meskipun di akhir pembelajaran diberikan perintah membuat laporan. DWR juga belum memberikan tampilan contoh masalah konkret berdasarkan fakta sebagai pemantik Lalu media video youtube tidak diintegrasikan pada sintaks pembelajaran sebagai konten pemecahan masalah. Berbeda dengan ADY bahwa secara media sudah ada unsur aplikasi teknologi, yaitu worldwall. DWR tidak terdapat muatan TPACK karena menampilkan video youtube melalui layar proyektor. Pada hari kamis tanggal 14 Desember 2023 dilaksanakan praktik mengajar oleh RHK (SMA Negeri 1 Mukomuk. BSY (SMA Negeri 1 Gondan. dan AWM (SMA Negeri 1 Jogorogo mulai jam 08. 30 WIB dengan observer AMS. WSR dan HDO. Selama pendampingan mengajar. RHM menggunakan model ceramah sehingga tidak menginovasi pembelajaran masalah dalam sintaks, termasuk media hanya power point. Demikian BY terpantau tidak menerapkan sintaks model pembelajaran masalah dan bertahan pada pendekatan ceramah, serta media berbantuan video youtube. AMT juga saat menghadirkan masalah belum sesuai dengan langkah model pembelajaran masalah dan hanya menyampaikan materi umum dari youtube. Padahal materinya tentang kontroversi pemeberontakan Madiun 1948 memiliki potensi multi tafsir sehingga mengajarnya harus berhati-hati. Pada Jum`at tanggal 15 Desember 2023 dilaksanakan Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 oleh AMS (SD Negeri Kresek . dan WSR (SD Negeri Tambran . dimulai jam 08. 00 dengan observer RHK dan AWM. Penampilan mengajar AMQ belum tampak menginovasi model dan media up to date. Model mengajar cenderung campur-campur seperti gabungan diskusi dan ceramah sehingga mengabaikan sintaks PBL sebab sering memaparkan tahun tanpa peristiwa. Begitu juga media menggunakan power point namun saat mengajar tempak membaca. WS juga tidak relevan menerapkan sintaks model pembelajaran berbasis masalah yang mana memberikan ceramah dari power point. Pembelajaran hanya diskusi kelompok, penugasan merangkum dan meresume materi. Bahkan, tidak ada sama sekali memasukkan pembelajaran bermuatan unsur teknologi karena mengajar dengan memberikan materi dari bahan bacaan LKS. Peningkatan menerapkan inovasi pada praktik mengajar Pelaksanaan kegiatan ini selama empat hari mulai tanggal 18-21 Desember 2023 dan hanya pendamping yang memantau. Kegiatan berfokus pada pendampingan peningkatan keterampilan mengonsistenkan keberterapan inovasi model dan media pembelajaran berbantuan teknologi aplikatif. WSN. AWP. ADY melaksanakan pada senin tanggal 18 Desember 2023 jam 07. 00 WIB. Kemudian, selasa tanggal 19 Desember 2023 oleh ANH dan ILN jam 11. 00 WIB. HDO. DWR dan BY pada hari rabu, dilanjutkan Kamis tanggal 21 Desember 2023 oleh ARM dan RHM mulai jam 00 WIB. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan yang mana makin terampil dan rapi menyajikan model dan media berbasis teknologi terkini. Peningkatan tersebut ditunjukkan pada tabel 1. Tabel 1. Ketercapaian peningkatan guru menerapkan inovasi pembelajaran Guru praktik Bentuk inovasi pembelajaran ANH Sudah menerapkan sintak model PBL dalam mengajar dengan rinci dan konsisten mulai mengorientasi masalah, mengorganisasi belajar, membimbing kelompok, mengembangkan dan menyajikan diskusi serta menganalisis pemecahan masalah. Tampilan unsur teknologi sudah ada dengan memberikan materi kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia melalui aplikasi canva integrasi video dokumenter AYP Sudah menerapkan sintak model PBL dalam mengajar melalui Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 pendekatan saintifik dengan rinci dan konsisten. Tampilan unsur teknologi sudah ada dengan memberikan materi konsep dasar ilmu sejarah melalui website Wordwall . ttps://wordwall. AWM Sudah menerapkan sintak model PBL dalam mengajar dengan rinci dan konsisten melalui pendekatan saintifik. Tampilan unsur teknologi sudah ada melalui aplikasi canva terintegrasi materi perjuangan menghadapi ancaman disintegrasi bangsa BSY Sudah menerapkan sintak model PBL dalam mengajar dengan rinci dan konsisten melalui pendekatan saintifik. Tampilan unsur teknologi sudah ada melalui wakelet terintegrasi materi dan video dokumenter tradisi masa prasejarah serta QR untuk LKPD DRT Sudah menerapkan sintak model PBL dalam mengajar dengan rinci dan konsisten melalui pendekatan eksplorasi. Tampilan unsur teknologi sudah ada melalui aplikasi canva saat mengidentifikasi masalah tentang materi dan video dokumenter penyebaran nenek moyang dan kebudayaan sekarang AMS Menerapkan sintak model pembelajaran kooperatif tipe simulasi, namun masih menampilkan diskusi kelompok. Media menampilkan gambar peta dan amplop paket dari kertas karton untuk materi keberadaan monumen kresek HDO Menerapkan sintak model pembelajaran berbasis inkuiri . iscovery learnin. dalam mengajar dengan rinci dan relevan melalui Tampilan media menggunakan video youtube, slide PPT, foto dan gambar tokoh serta worksheet LKPD pada materi manusia dan sejarah INS Menerapkan sintak model PBL dalam mengajar dengan rinci dan relevan melalui metode NHT dan reading guide. Tampilan media menggunakan slide PPT dan gambar pada materi apartheid di Afrika Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 RHK Menerapkan sintak model PBL dalam mengajar dengan rinci dan relevan melalui pendekatan saintifik. Tampilan media menggunakan slide PPT, gambar dan video materi respons bangsa terhadap imperialisme dan kolonialisme bidang sosial budaya WSR Menerapkan sintak model PBL dalam mengajar dengan rinci dan relevan melalui pendekatan saintifik. Tampilan media menggunakan video youtube dan gambar contoh warisan budaya pada materi daerahku kebanggaanku Tabel 1 membuktikan terdapat perubahan keterampilan guru sejarah telah menerapkan model pembelajaran inovatif rata-rata sebanyak 80% menggunakan model problem based learning dan sebanyak 1% memakai discovery learning. Terdapat satu guru konsisten dengan desain diskusi. Gambar 1. Keterlaksanaan Analisis Pemecahan Masalah Langkah Problem Based Learning Keadaan ini dilatar belakangi sudah lama mengalami pembiasaan memakai cara mengajar konvensional serta perkembangan kebutuhan siswa kurang terkendali apabila melakukan terapan inovasi pembelajaran. Latar lingkungan sekolah jauh dari kota juga menjadi faktor lain mengingat untuk diarahkan berpikir tingkat tinggi terkendala sehingga bertahan pada bentuk pengajaran materi pengetahuan. Pada integrasi teknologi informasi terjadi perkembangan yang mana sebagian menampilkan kolaborasi materi dengan aplikasi teknologi. Sebanyak lima dari sepuluh atau 50% peserta pendampingan Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 menampilkan canva, wakelet dan barcode. Sebagian masih menyajikan tayangan video dokumenter dari youtube, slide power point dan media gambar dari kertas. Gambar 2. Siswa Menyajikan Temuan Masalah Dibantu Teka-Teki Silang Dari Media Worldwall Hal ini dipengaruhi beberapa latar belakang seperti waktu kurang bagi guru sehingga terpaksa menampilkan media sederhana, lalu kondisi fisik yang disebabkan usia juga memengaruhi sajian media. Rata-rata usia guru yang menampilkan aplikasi teknologi di bawah 40 tahun dengan kemampuan fisik dan daya konsentrasi stabil. Gambar 3. Link QR Untuk Menampilkan Media Wakelet Materi Tradisi Masa Prasejarah Evaluasi Evaluasi dilaksanakan dua kali, yakni pada 16 Desember 2023 untuk mengoreksi kelemahan tentang tidak konsisten menampilkan inovasi mengajar. Hasilnya pembelajaran sejarah belum muncul inovasi karena rata-rata menerapkan pertanyaan kognitif dari metode ceramah dan diskusi. Semua mitra, yakni guru tidak melaksanakan dengan komprehensif langkah model pengajaran yang dipilih seperti pembelajaran berbasis masalah dan discovery learning. Pada aspek media pembelajaran berbantuan Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 aplikasi teknologi sebanyak 1 dari 10 guru, selebihnya hanya power point dan audio visual . Pendamping memberikan tindak lanjut agar kompetensi mengajar meningkat. Pertama perlu mempelajari ulang sintaks dari teori model PBL dan discovery learning. Kedua, semua sintaks harus dimunculkan berdasarkan teori model yang dipilih saat impelementasi mengajar. Ketiga diberikan dorongan memasukkan teknologi informasi misalnya aplikasi canva, kahoot dan sejenisnya saat dibagian pendahuluan hingga inti. Berikutnya, pada 22 Desember 2023 memberikan sajian data berupa tabel capaian inovasi dan mendiskusikan guna tindak lanjut penyempurnaan mendatang. Meskipun media pembelajaran sebagian guru belum maksimal tetap diberikan semangat supaya mengintegrasikan aplikasi teknologi di pembelajaran sejarah. SIMPULAN DAN SARAN Pendampingan ini memberikan dampak positif bagi guru sejarah dalam meningkatkan keterampilan mengajar berdasarkan relevansi pembelajaran terkini. Pemberian pengetahuan mengenai karakteristik pendekatan model serta media ajar berbasis TPACK makin menumbuhkan kreativitas guru sejarah pada saat mengajar. Pada kategori model pembelajaran mencapai 80% menerapkan inovasi pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran menemukan pengetahuan baru dengan pendekatan saintifik. Bahkan, ada yang mengolaborasikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Begitu pun dengan kategori media pembelajaran meskipun tidak semua guru menampilkan muatan teknologi, namun sudah mencapai 50% menampilkan inovasi digital selama pengajaran sejarah. Tindak lanjut dari kegiatan ini tetap konsisten mengimplementasikan mengajar dengan gagasan inovasi berbasis keaktifan serta perlu keberanian menciptakan digitalisasi media dalam pengajaran sejarah. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih disampaikan kepada guru sejarah dalam peserta pendidikan profesi guru dalam jabatan tahun 2023 atas kolaborasi pada pendampingan peningkatan inovasi mengajar berbasis kooperatif dengan integrasi teknologi. Huda Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 DAFTAR PUSTAKA