S I P A R S TIKA Volume 05 Nomor 01, 2025 https://ojs-untikaluwuk. id/index. php/siparstika https://doi. org/10. 55114/siparstika. p-ISSN : 2809-0969 e-ISSN : 2809-0977 ANALISIS KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN DI KOTA LUWUK (Studi Kasus : Jl. Pulau Sulawesi dan Jalan Ahmad Yani Ae Jl. Sultan Hasanuddi. ANALISIS OF TRAFIFIC PERFORMANCE ON ROADS IN LUWUK CITY (Case Study : Jl. Pulau Sulawesi and Jl. Ahmad Yani Ae Jl. Sultan Hasanuddi. 1,2,3 Diah Hariyami1. Sri Susilawati2*. Nurhayati Sakka3. Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Tompotika Luwuk email : diahhariyamiamik68@gmail. email : sri. wati979@gmail. email : nurhayatisakka. 3009@gmail. Abstarak Kinerja lalu lintas yaitu menyatakan kualitas pelayanan suatu segmen jalan terhadap arus lalu lintas yang dilayaninya dinyatakan berdasarkan nilai Ae nilai Derajat Kejenuhan (DJ) dan Kecepatan Tempuh (VT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kinerja Lalu Lintas pada Ruas Jalan Pulau Sulawesi dan Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin di Kota Luwuk. Metode yang digunakan dalam menganalisis Kinerja Ruas Jalan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2. khususnya Jalan Perkotaan. Dari hasil survei selama 3 . hari dalam seminggu, maka diperoleh Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan Pulau Sulawesi dan Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin dengan kondisi jalan Dua Lajur Satu Arah . di lokasi penelitian dapat di kategorikan memiliki kinerja yang baik dikarenakan nilai Derajat kejenuhan (DJ) tidak sampai melebihi batasan kinerja lalu lintas jalan yang ditetapkan yaitu sebesar 0,85. Dimana pada Ruas Jalan Pulau Sulawesi diperoleh nilai Derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,36 dan pada Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanudiin sebesar 0,32. Maka diperoleh kualitas tingkat pelayanan berada pada tingkat B yang berkisar antara 0,21 Ae 0,44. Serta diperoleh Kecepatan Tempuh (VT) rata Ae rata Mobil Penumpang (MP) yang di tetapkan sebagai kriteria untuk menetapkan kinerja segmen jalan sebesar 23,89 Km/Jam Ruas Jalan Pulau Sulawesi, dan Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin sebesar 25,38 Km/Jam. Kata Kunci : Kinerja. Lalu Lintas. Jalan. Abstract Treffic performance refers to the quality of service of a road segment in relation to the traffic flow it serves, expressed based on the values of Dagre of Saturation (DJ) and Travel Speed (VT). This study aims to analize the Traffic Performance on the roads of Pulau Sulawesi Street and Ahmad Yani Street Ae Sultan Hasanuddin Street in Luwuk City. The method used to analize the performance of the road segment is based on the Indonesia Road Capacity Gidulines (PKJI 2. , specifically for urban roads. From The results of a survey conducted over 3 . days in a week, it was found that the Treffic Performance of the Pulau Sulawesi road section and the Ahmad Yani Ae Sultan Hasanuddin Road section with a Two Lanes One Way . road condition at the research locatioan can be categorized as having good performance due to the Degree of Saturation (DJ) value exceeding the traffic performance threshold set at 0,85. The Degree of Saturation (DJ) value obtained for the Pulau Sulawesi road section is 0,36 and for the Ahmda Yani Ae Sultan Hasanuddin road section, it is 0,32. Therefore, the quality of the service level is at level B, which rages from 0,21 Ae 0,44 Smp/Hour. Additionally, the average Travel Speed (V T) for Passeger Cars (MP), set as a criterion to determine the performance of the road segment, is 23,89 Km/Hour for the Pulau Sulawesi road section, and Ahmad Yani Ae Sultan Hasanuddin road section. Keywords : Performance. Traffic. Road. PENDAHULUAN Jalan raya merupakan fasilitas transportasi yang paling sering digunakan sebagian besar masyarakat sehingga mempengaruhi aktivitas sehari Ae hari. Transportasi dapat di definisikan sebagai usaha dan kegiatan mengangkut atau membawa barang dan/atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya (Kamaludin, 2003, dalam Fitria Pangestika, 2019 : . Permasalahan transportasi lalu lintas merupakan permasalahan yang sering di hadapi di kota Ae kota, yang berawal dari penurunan kinerja jalan hingga pada akhirnya menimbulkan kemacetan lalu lintas. Sedangkan pada Undang Ae Undang Republik Indonesia No 30 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang lalu lintas dan angkutan jalan pada pasal 1 ayat 17 yang berbunyi AuKelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu keadaan berlalu lintas dan penggunaan angkutan yang bebas dari hambatan dan kemacetan di jalanAy. Namun kini yang terlihat pada ruas jalan lalu lintas perkotaan tidaklah berjalan lancar melainkan sebaliknya sering terjadi hambatan dan kemacetan. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan kemacetan lalu lintas, yaitu adanya ketidak seimbangan antara kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan prasarana jalan. Kota Luwuk adalah sebuah kota dan sekaligus Ibu Kota Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Indonesia. Kota Luwuk di kenal juga dengan nama Kota Ber-Air, dan kota ini juga menjadi bagian dari wilayah yang masih menghadapi berbagai persoalan transportasi yang umum terjadi diwilayah perkotaan. Dimana dalam perkotaan dengan jumlah penduduk yang padat dan tempat parkir kendaraan yang terbatas menyebabkan seringkali fungsi jalan sudah tidak digunakan sebagaimana mestinya, seperti yang terjadi pada ruas jalan Pulau Sulawesi dan Jalan Ahmad Yani serta Jalan Sultan Hasanuddin. Dari banyaknya jalan raya di kota luwuk yang sering mengalami permasalahan transportasi. Jalan Pulau Sulawesi dan Jalan Ahmad Yani, serta Jalan Sultan Hasanuddin merupakan salah satunya. Dikarenakan pada ruas Jalan Pulau Sulawesi terdapatnya aktivitas sekolah, tempat ibadah, dan juga toko Ae toko, dan pada ruas Jalan Ahmad Yani serta Jalan Sultan Hasanuddin merupakan kawasan pertokoan, sehingga di kedua ruas jalan tersebut sering di jumpai permasalahan transportasi seperti kendaraan yang memanfaatkan badan jalan sebagai area parkir, hal itu dikarenakan ketersediaan tempat parkir yang terbatas. Sementara dengan tingginya jumlah kendaraan yang parkir di badan jalan di tambah dengan volume lalu lintas yang padat berpotensi menimbulkan kemacetan yang berdampak pada kinerja lalu Oleh sebab itu, agar dapat mengetahui Kinerja lalu lintas di kedua ruas jalan tersebut diperlukan penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang akan digunakan Penulis merupakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan data konkrit, yaitu data penelitian berupa angka Ae angka yang dapat di ukur menggunakan statistik sebagai alat uji penghitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan (Sugiyono 2018 : . Jenis Data Penelitian Dalam penelitian ini data yang di perlukan ada dua jenis data yaitu data Primer dan data Sekunder. Adapun penjelasannya sebagai berikut : Data Primer Data primer adalah data yang di peroleh secara langsung melalui survei di lokasi Dalam proses survei pengumpulan data primer dilakukan dengan metode manual di tempat penelitian. Berikut data primer pada penelitian ini : Data Ruas Jalan Volume Lalu Lintas Data Hambatan Samping Waktu Tempuh Kendaraan Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang di peroleh dari instansi Ae instansi terkait yang berwenang memberikan informasi. Adapun yang termasuk data sekunder dalam penelitian ini adalah : Studi Pustaka Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2. , dan c. Data penduduk. Teknik Pengumpulan Data Permasalahan Jalan di lokasi penelitian agar dapat terpecahkan maka memerlukan analisis yang teliti terhadap data yang akan di kumpulkan dari setiap parameter yang kemudian digunakan sebagai solusi penyelesaian permasalahan. Pengumpulan data dan didukung teori yang lengkap akan memberikan hasil pelaksanaan yang baik. Adapun teknik pengumpulan data penyelesaian tugas akhir ini dapat dilakukan dengan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala Ae gejala yang di teliti (Nana Sudjana : . Pengumpulan data dilakukan selama 3 . hari dalam seminggu dengan hanya mengabil hari Ae hari tertentu saja yaitu hari senin, jumat, dan sabtu dimana hari senin mewakilkan untuk hari sibuk, jumat mewakilkan hari pendek, dan sabtu mewakilkan hari Adapun tahap Ae tahap pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut : Survei Geometrik Jalan Pengambilan data dilakukan pada saat kondisi ruas jalan sepi agar tidak menganggu arus lalu lintas yang melewati jalan tersebut. Survei ini bertujuan untuk mendapatkan data Ae data sebagai berikut : Tipe jalan ( jalan terbagi atau jalan tak terbag. Panjang segmen yang diamati Lebar jalur jalan, dan Lebar bahu/kereb jalan. Survei Volume Kendaraan Survei volume kendaraan dilakukan dengan cara manual yaitu mencatat langsung kendaraan yang melewati titik pengamatan penelitian dengan menggunakan lembar formulir pencatatan yang telah disediakan untuk setiap periode perhitungan. Lembar Ae lembar hasil pengamatan kemudian di jumlahkan setiap sejam, hal ini dilakukan guna untuk mencari puncak arus lalu lintas maksimum kendaraan. Perhitungan volume kendaraan lalu lintas untuk jenis kendaraan Bus Besar (BB), dan kendaraan Truk Besar (TB) berdasarkan Pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2. di anggap sebagai kendaraan sedang (KS). Perhitungan volume kendaraan lalu lintas di bagi menjadi tiga jenis kendaraan, yaitu sebagai berikut : Kendaraan bermotor (SM) Kendaraan mobil penumpang (MP) Kendaraan sedang (KS) Survei Waktu Tempuh Kendaraan Lalu Lintas Survei waktu tempuh kendaraan dilakukan guna untuk mengamati dan menghitung kecepatan tempuh rata Ae rata sejumlah kendaraan. Survei Hambatan Samping Survei hambatan samping mulai dihitung nanti bersamaan dengan survei perhitungan volume kendaraan lalu lintas. Survei hambatan samping ini dilakukan guna untuk mendapatkan data Ae data tentang aktivitas saping jalan yaitu : Pejalan kaki di badan jalan dan yang menyebrang sepanjang segmen jalan yang di Kendaraan berhenti dan parkir di badan jalan. Kendaraan keluar/masuk sisi lahan samping jalan. Arus kendaraan lambat yaitu sepeda, becak, gerobak, delman dan sebagainya. Setelah mendapatkan data tentang aktivitas saping jalan kemudian menentukan Kelas Hambatan Samping (KHS) yang terjadi. Adapun tahapan pengambilan data sebagai Dalam pengambilan data hambatan samping pada ruas Jalan Pulau Sulawesi di lakukan oleh 2 . orang pengamat dan pada Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin di lakukan oleh 3 . orang pengamat. Pengamat berada dilokasi survei penelitian yang telah di tentukan. Pandangan pengamat selalu tertuju pada daerah setiap samping jalan yang di amati. Pengamat mencatat hambatan samping yang terjadi dengan Interval pencatatan 1 . Hasil servei pengamat di catat pada formulir yang telah di sediakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Geometrik Ruas Jalan Jalan Pulau Sulawesi Jalan Pulau Sulawesi memiliki panjang jalan 0,28 Kilometer yaitu mulai depan SD Inpres Simpong sampai depan Laundry Kiloan. Namun Lokasi penelitian di Jalan Pulau Sulawesi hanya dilakukan sepanjang A 215 Meter atau 0,215 Kilometer dari Panjang Jalan 0,28 Kilometer yang ada. Lokasi penelitian Jalan Pulau Sulawesi dimulai dari depan SD Inpres Simpong sampai dengan Masjid Dharul Ikhlas Kompi. Data Geometrik Ruas Jalan yaitu : Tabel 16. Data Geometrik Lokasi Penelitian Ruas Jalan Pulau Sulawesi Kondisi Geometrik Jalan Keterangan Tipe Jalan Perkotaan 2 Lajur, 1 Arah . Panjang Jalan Yang Diamati 215 Meter atau 0,215 Km Lebar Jalur 6,50 Meter Lebar Perlajur 3,25 Meter Lebar Bahu Jalan 1,50 Meter Lebar Trotoar 1,30 Meter (Sumber : Hasil Penelitiaa. Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin Jalan Ahmad Yani memiliki panjang jalan 1,23 Kilometer, yaitu tepatnya mulai depan Taman Aktivitas sampai depan Pelabuhan Rakyat, dan Jalan Sultan Hasanuddin memiliki panjang jalan 0,54 Kilometer, yaitu mulai depan Toko Bintang Jaya sampai depan Penjualan Gorengan G. Klabat. Dan untuk lokasi penelitian yang dilakukan berada di kedua ruas jalan tersebut dimana panjang penelitian dilakukan sepanjang A 330 Meter atau 0,33 Kilometer. Lokasi penelitian tepatnya mulai dari samping Toko Mini Market Maju atau depan BAoGYM (Jalan Ahmad Yan. sampai depan Apotek Al-Karomah (Jalan Sulan Hasanuddi. Dimana penelitian pada Ruas Jalan Ahmad Yani A 100 Meter dan Ruas Jalan Sultan Hasanuddin A 230 Meter dari Panjang jalan penelitian yang A 330 Meter. Data Geometrik Ruas Jalan yaitu : Tabel 17. Data Geometrik Lokasi Penelitian Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin. Kondisi Geometrik Jalan Keterangan Tipe Jalan Perkotaan 2 Lajur, 1 Arah . Panjang Jalan Yang Diamati 330 Meter atau 0,33 Km Lebar Jalur 7,00 Meter Lebar Perlajur 3,50 Meter Lebar Bahu Jalan 1,50 Meter (Sumber : Hasil Penelitia. ANALISIS DATA Data Volume Lalu Lintas (Q) Jalan Pulau Sulawesi Tabel 18. Data Analisi Hasil Survei Volume Lalu Lintas Jalan Pulau Sulawesi Mobil Penumpang Kendaraan Sedang Sepeda Motor Arus Total Volume (MP) (KS) (SM) Lalu Lintas EMP = 1 EMP = 1,2 EMP = 0,25 (Q) Waktu Penelitian Kend/Jam Smp/Jam Kend/Jam Smp/Jam Kend/Jam Smp/Jam Kend/Jam . Smp/Jam . 07 : 30 - 08 : 30 478,75 851,95 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 441,25 995,45 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 393,75 936,15 15 : 30 - 16 : 30 476,25 988,45 16 : 30 - 17 : 30 551,25 1054,05 Senin, 21 . Oktober, 2024 Jumlah 3532,75 7215,55 Rata - Rata 418,50 418,50 34,88 41,85 1766,38 441,59 2194,88 901,94 07 : 30 - 08 : 30 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 486,25 940,85 12 : 30 - 13 : 30 436,25 942,65 13 : 30 - 14 : 30 433,75 818,95 15 : 30 - 16 : 30 468,75 880,95 16 : 30 - 17 : 30 496,25 871,85 Jumlah 3543,75 6849,55 Rata - Rata 375,13 375,13 31,75 38,10 1771,88 442,97 2178,75 856,19 07 : 30 - 08 : 30 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 356,25 769,05 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 338,75 761,15 15 : 30 - 16 : 30 373,75 803,35 16 : 30 - 17 : 30 Jumlah 3051,25 6201,45 Rata - Rata 359,88 359,88 28,25 33,90 1525,63 381,41 1913,75 775,18 Jum'at, 25 . Oktober, 2024 Sabtu, 26 . Oktober, 2024 (Sumber : Hasil analisi. Dari tabel 18, telah diketahui nilai arus total, nilai rata- rata, dan nilai maksimum, serta nilai minimum volume arus lalu lintas yang terjadi pada Jalan Pulau Sulawesi, agar lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikiut : Tabel 19. Nilai Arus Total. Nilai Rata- Rata. Dan Nilai Maksimum. Serta Nilai Minimum Volume Arus Lalu Lintas Jalan Pulau Sulawesi (Smp/Ja. Waktu Penelitian Senin Oktober, 2024 Jum'at 25. Oktober, 2024 Sabtu Oktober, 2024 Rata - Rata Volume Arus Lalu Lintas (Smp/Ja. Nilai Arus Nilai Nilai Nilai Total Rata - Rata Maksimum Minimum 7215,55 901,94 1054,05 6849,55 856,19 942,65 6201,45 6755,52 775,18 844,44 990,27 678,57 (Sumber : Hasil Analisis Dat. Berdasarkan Tabel 19 di atas, diperoleh arus puncak maksimum volume lalu lintas rata Ae rata Jalan Pulau Sulawesi sebesar 990,27 Smp/Jam, dan dari nilai maksimum volume lalu lintas rata Ae rata yang diperoleh akan dipergunakan untuk mendapatkan besar Derajat Kejenuhan (DJ) yang terjadi pada Jalan Pulau Sulawesi. Tabel 21. Nilai Arus Total. Nilai Rata- Rata. Dan Nilai Maksimum. Serta Nilai Minimum Volume Arus Lalu Lintas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin (Smp/Ja. Waktu Penelitian Senin Oktober, 2024 Jum'at 01. November, 2024 Sabtu November, 2024 Rata - Rata Volume Arus Lalu Lintas (Smp/Ja. Nilai Arus Nilai Nilai Nilai Total Rata - Rata Maksimum Minimum 843,81 978,55 456,95 766,66 990,25 519,55 5335,25 6073,02 666,91 759,13 911,10 519,35 498,62 (Sumber : Hasil Analisis Dat. Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin Tabel 20. Data Analisi Hasil Survei Volume Lalu Lintas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin Mobil Penumpang Kendaraan Sedang Sepeda Motor Arus Total Volume (MP) (KS) (SM) Lalu Lintas EMP = 1 EMP = 1,2 EMP = 0,25 Waktu Penelitian (Q) Kend/Jam Smp/Jam Kend/Jam Smp/Jam Kend/Jam Smp/Jam Kend/Jam Smp/Jam . 07 : 30 - 08 : 30 226,75 456,95 08 : 30 - 09 : 30 373,25 826,45 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 321,25 882,85 13 : 30 - 14 : 30 15 : 30 - 16 : 30 402,75 978,55 Senin, 28 . Oktober, 2024 16 : 30 - 17 : 30 Jumlah Rata - Rata 447,38 447,38 35,00 42,00 1417,75 354,44 1900,13 843,81 07 : 30 - 08 : 30 230,75 519,55 08 : 30 - 09 : 30 241,75 561,15 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 400,25 986,85 12 : 30 - 13 : 30 306,25 698,65 13 : 30 - 14 : 30 329,25 792,25 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 484,25 990,25 Jum'at, 01. November, 2024 Jumlah Rata - Rata 395,75 395,75 33,63 40,35 1322,25 330,56 1751,63 766,66 07 : 30 - 08 : 30 208,75 519,35 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 288,25 692,65 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 272,25 722,45 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 Jumlah 2214,25 5335,25 Rata - Rata 360,13 360,13 25,00 30,00 1107,13 276,78 1492,25 666,91 Sabtu, 02. November, 2024 (Sumber : Hasil Analisi. Dari tabel 20, telah diketahui nilai arus total, nilai rata- rata, dan nilai maksimum, serta nilai minimum volume arus lalu lintas yang terjadi pada Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin, agar lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikiut : Berdasarkan Tabel 21, diperoleh arus puncak maksimum volume lalu lintas rata Ae rata Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin sebesar 911,10 Smp/Jam, dan dari nilai maksimum volume lalu lintas rata Ae rata yang di peroleh akan dipergunakan untuk mendapatkan besar Derajat Kejenuhan (DJ) yang terjadi pada Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin. Data Hambatan Samping (HS) Jalan Pulau Sulawesi Tabel 22. Data Analisi Hasil Survei Hambatan Samping Jalan Pulau Sulawesi Waktu Penelitian Pejalan Kaki Parkir. Kendaraan Berhenti Kendaraan Keluar Kaki Berhenti Masuk (PED) (PSV) (EEV) JMLH Bobot JMLH Bobot JMLH Bobot Kendaraan Jumlah Frekuensi Lambat Frekuensi Bobot (SMV) Kejadian Jumlah JMLH Bobot Kejadian 0,4 (M/Ja. (M/Ja. Senin, 21. Oktober, 2024 07 : 30 - 08 : 30 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 Jumlah Rata - Rata 5,38 2,69 9,38 9,38 27,25 19,08 0,50 0,20 42,50 31,34 Jum'at, 25. Oktober, 2024 07 : 30 - 08 : 30 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 Jumlah Rata - Rata 5,750 2,875 8,750 8,750 25,125 17,588 0,625 0,250 40,250 29,463 Sabtu, 26. Oktober, 2024 07 : 30 - 08 : 30 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 Jumlah Rata - Rata 6,375 3,188 8,375 8,375 25,000 17,500 1,125 0,450 40,875 29,513 (Sumber : Hasil Analisi. Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin Tabel 23. Data Analisi Hasil Survei Hambatan Samping Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin. Waktu Penelitian Pejalan Kaki Parkir. Kendaraan Kendaraan Keluar Kendaraan Jumlah Frekuensi Kaki Berhenti Masuk Lambat Frekuensi Bobot (PED) (PSV) (EEV) (SMV) Kejadian Jumlah JMLH Bobot JMLH Bobot JMLH Bobot JMLH Bobot Kejadian (M/Ja. (M/Ja. 07 : 30 - 08 : 30 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 Senin, 28. Oktober, 2024 Jumlah Rata - Rata 21,13 10,56 64,88 64,88 44,75 31,33 0,75 0,30 131,50 107,06 07 : 30 - 08 : 30 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 Jum'at, 01. November, 2024 Jumlah Rata - Rata 15,50 7,75 57,25 57,25 47,13 32,99 0,25 0,10 120,13 98,09 08 : 30 - 09 : 30 09 : 30 - 10 : 30 10 : 30 - 11 : 30 12 : 30 - 13 : 30 13 : 30 - 14 : 30 15 : 30 - 16 : 30 16 : 30 - 17 : 30 Jumlah Rata - Rata 10,38 5,19 62,75 62,75 51,00 35,70 1,38 0,55 125,50 104,19 Sabtu, 02. November, 2024 07 : 30 - 08 : 30 (Sumber : Hasil Analisi. Dari table 22 hasil analisis survei hambatan samping, berikut rekapan hasil jumlah bobot kejadian hambatan samping pada Lokasi Penelitian Ruas Jalan Pulau Sulawesi : Tabel 24. Rekapan Nilai Jumlah Frekuensi Bobot Kejadian Hambatan Samping Jalan Pulau Sulawesi. Waktu Penelitian Senin 21 Oktober 2024 Jum'at 25 Oktober 2024 Sabtu 26 Oktober 2024 Rata - Rata Jumlah Frekuensi Bobot Hambatan Samping (M/Ja. Nilai Nilai Nilai Nilai Total Rata - Rata Maksimum Minimum 31,34 29,463 240,83 29,513 30,11 37,10 23,13 (Sumber : Hasil Analisis Dat. Tabel 23 di atas, memperlihatkan hasil analisis yang diperoleh untuk puncak maksimum rata Ae rata kejadian Hambatan Samping (HS) dilokasi penelitian Ruas Jalan Pulau Sulawesi sebesar 37,10 M/Jam jumlah frekuensi bobot kejadian, dan berdasarkan ketentuan Kelas Hambatan Samping (KHS) jalan perkotaan jumlah nilai frekuensi kejadian < 100 termasuk kategori kelas Sangat Rendah (SR). Untuk menentukan kategori Kelas Hambatan Samping (KHS) dapat dilihat pada tabel 3 Kecepatan Arus Bebas (VB) Catatan : Dihitung menggunakan persamaan 2. VBD = Tabel 4 VBL = Tabel 5 FVBHS = Tabel 6 (Berbah. dan 8 (Berkere. FVBUK = Tabel 7 Jalan Pulau Sulawesi Perhitungan Jalan Berbahu VB = (VBD VBL) x FVBHS x FVBUK VB = . (- 2,. } x 1,03 x 0,90 VB = 54,693 Km/Jam. Dari table 23 hasil analisis survei hambatan samping, berikut rekapan hasil nilai total bobot kejadian hambatan hambatan samping pada Lokasi Penelitian Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin : Tabel 25. Rekapan Nilai Jumlah Frekuensi Bobot Kejadian Hambatan Samping Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin. Waktu Penelitian Senin 28 Oktober 2024 Jum'at 01 November 2024 Sabtu 02 November 2024 Rata - Rata Jumlah Frekuensi Bobot Hambatan Samping (M/Ja. Nilai Nilai Nilai Nilai Total Rata - Rata Maksimum Minimum 107,06 98,09 104,19 103,11 130,63 87,60 (Sumber : Hasil Analisis Dat. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 26 di atas, diperoleh puncak maksimum rata Ae rata Hambatan Samping (HS) yang terjadi pada ruas jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin sebanyak 130,63 M/Jam jumlah frekuensi bobot kejadian, dan berdasarkan ketentuan Kelas Hambatan Samping (KHS) jalan perkotaan jumlah nilai frekuensi bobot kejadian 100 Ae 299 M/Jam termasuk kategori kelas Rendah (R). Untuk menentukan kategori Kelas Hambatan Samping (KHS) dapat dilihat pada tabel 3. Perhitungan Jalan Berkereb/trotoar VB = (VBD VBL) x FVBHS x FVBUK VB = . (- 2,. } x 101 x 0,90 VB = 53,63 Km/Jam. Menghitung Rata Ae Rata Nilai Kecepatan Arus Bebas (VB) Karena kondisi jalan yang memiliki keadaan berbeda yaitu sebelah jalan berbahu dan sebalahnya berkereb/trotoar, maka di carilah Rata Ae Ratanya Nilai Kecepatan Arus Bebas (VB), berikut perhitungannya : VB = . / 2 VB = . ,69 53,. / 2 VB = 54,16 Km/Jam. Dari hasil perhitungan maka diperoleh Kecepatan Arus Bebas (V B) yang terjadi pada ruas Jalan Pulau Sulawesi adalah 54,16 Km/Jam. Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin Karena kondisi jalan yang memiliki keadaan berbahu berikut perhitungannya : VB = (VBD VBL) x FVBHS x FVBUK VB = . x 1,02 x 0,90 VB = 55,99 Km/Jam. Dari hasil perhitungan maka diperoleh Kecepatan Arus Bebas (VB) yang terjadi pada Ruas Jalan Lokasi Penelitian Jalan Ahmad Yani - Jalan Sultan Hasanuddin adalah 55,99 Km/Jam. Data Waktu Tempuh (WT) Dan Kecepatan Tempuh (VT) Jalan Pulau Sulawesi Tabel 24. Waktu Tempuh Rata Ae Rata Kendaraan Per Hari Ruas Jalan Pulau Sulawesi. Waktu Penelitian Senin, 21. Oktober, 2024 Jum'at, 25. Oktober, 2024 Sabtu, 26. Oktober, 2024 Rata - rata Waktu Tempuh (WT) Rata - Rata Kendaraan Per Hari (Ja. Mobil Kendaraan Sepeda Penumpang Sedang Motor (MP) (KS) (SM) 0,009 0,009 0,008 0,009 0,008 0,008 0,008 0,008 0,007 0,009 0,008 0,008 (Sumber : Hasil Analisis Dat. Setelah mendapatkan nilai Waktu Tempuh (WT) rata - rata per hari dalam satuan Jam, selanjutnya menghitung Kecepatan Tempuh (VT) rata - rata ruang yang terjadi pada Lokasi Penelitian Ruas Jalan Pulau Sulawesi. Kecepatan Tempuh (VT) Mobil Penumpang (MP) Catatan : Dihitung menggunakan persamaan 3. Diketahui : = 0,215 Km WT MP = 0,009 Jam Ditanyakan : VT MP = ? Sehingga : VT MP = VT MP = VT MP = 23,89 Km/Jam. Kecepatan kendaraan jenis Mobil Penumpang (MP) di tetapkan sebagai kriteria untuk menetapkan kinerja segmen jalan (PKJI 2. Oleh karena itu berdasarkan hasil analisis maka diperoleh nilai Kecepatan Tempuh (VT) rata - rata yang terjadi di Lokasi Penelitian Ruas Jalan Pulau Sulawesi adalah 23,89 Km/Jam Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin Tabel 25. Waktu Tempuh Rata Ae Rata Kendaraan Per Hari Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin. Waktu Penelitian Senin, 28. Oktober, 2024 Jum'at, 01. November, 2024 Sabtu, 02. November, 2024 Rata - Rata Waktu Tempuh (WT) Rata - Rata Kendaraan Per Hari (Ja. Mobil Kendaraan Sepeda Penumpang Sedang Motor (MP) (KS) (SM) 0,014 0,014 0,013 0,013 0,014 0,012 0,012 0,013 0,011 0,013 0,013 0,012 (Sumber : Hasil Analisis Dat. Setelah mendapatkan nilai Waktu Tempuh (WT) rata - rata per hari untuk setiap jenis kendaraan, maka selanjutnya menghitung Kecepatan Tempuh (VT) rata - rata ruang yang Lokasi Penelitian Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin. Perhitungannya Kecepatan Tempuh (VT) Mobil Penumpang (MP) Diketahui : = 0,33 Km WT MP = 0,013 Jam Ditanyakan : VT MP = ? Sehingga : VT MP = VT MP = VT MP = 25,38 Km/Jam. Kecepatan kendaraan jenis Mobil Penumpang (MP) di tetapkan sebagai kriteria untuk menetapkan kinerja segmen jalan . Oleh karena itu berdasarkan hasil analisis perhitungan maka diperoleh nilai Kecepatan Tempuh (V T) rata - rata yang terjadi pada Lokasi Penelitian Jalan Ahmad Yani - Jalan Sultan Hasanuddin adalah 25,38 Km/Jam. Kapasitas (C) Catatan : Dihitung menggunakan persamaan 5. Co = Tabel 9 FCLJ = Tabel 10 FCPA = Tabel 11 FCHS = Tabel 12 (Berbaha. dan 13 (Berkere. FCUK = Tabel 14 Jalan Pulau Sulawesi Perhitungan Jalan Berbahu C = Co x FCLJ x FCPA x FCHS x FCUK C = 3400 x 0,96 x 1,00 x 0,99 x 0,86 C = 2778,97 Smp/Jam Perhitungan Jalan Berkereb/trotoar C = Co x FCLJ x FCPA x FCHS x FCUK C = 3400 x 0,96 x 1,00 x 0,95 x 0,86 C = 2666,69 Smp/Jam Menghitung Rata Ae Rata Kapasitas (C) Karena kondisi jalan yang memiliki keadaan berbeda yaitu sebelah jalan berbahu dan sebalahnya berkereb/trotoar, maka di cari Nilai Kapasitas (C) rata -rata, berikut C = . / 2 C = . 8,97 2666,. / 2 C = 2722,83 Smp/Jam. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Kapasitas (C) yang terjadi pada ruas Jalan Pulau Sulawesi adalah 2722,83 Smp/Jam. Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin C = Co x FCLJ x FCPA x FCHS x FCUK C = 3400 x 1,00 x 1,00 x 0,97 x 0,86 C = 2836,28 Smp/Jam Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Kapasitas (C) yang terjadi pada ruas jalan lokasi penelitian Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin adalah 2836,28 Smp/Jam. Derajat Kejenuhan (DJ) Jalan Pulau Sulawesi Perhitungaan Derajat kejenuhan (DJ) dihitung berdasarkan persamaan 6. sebagai berikut : DJ = DJ = DJ = 0,36 Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa besarnya Nilai Derajat Kejenuhan (DJ) pada Ruas Jalan Pulau Sulawesi yaitu sebesar 0,36. Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin Perhitungaan Derajat kejenuhan (DJ) dihitung berdasarkan persamaan 6. sebagai berikut : DJ = DJ = DJ = 0,32 Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa besarnya Nilai Derajat Kejenuhan (DJ) pada lokasi penelitian Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanudiin yaitu sebesar 0,32. Tingkat Pelayanan(TP) Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan Pulau Sulawesi Dan Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Sultan Hasanuddin. Menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2. , kinerja lalu lintas yaitu menyatakan kualitas pelayanan suatu segmen jalan terhadap arus lalu lintas yang dilayaninya yang di nyatakan oleh nilai Ae nilai Derajat Kejenuhan (DJ) dan Kecepatan Tempuh (VT). Maka kualitas tingkat pelayanan jalan dapat di lihat pada tabel 15. Oleh karena itu berdasarkan hasil analisis Ruas Jalan Pulau Sulawesi dan pada Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanudiin di peroleh tingkat kinerja lalu lintas berada pada kualitas tingkat pelayanan B yang berkisar antara 0,21 Ae 0,44, dimana nilai Derajat Kejenuhan (DJ) Ruas Jalan Pulau Sulawesi sebesar 0,36 dan pada Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin sebesar 0,32. Maka diperoleh kinerja lalu lintas Ruas Jalan Pulau Sulawesi dan Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanudiin di lokasi penelitian dianggap memiliki kinerja yang baik dikarenakan Nilai Derajat kejenuhan (DJ) tidak melebihi nilai yang digunakan sebagai batasan kinerja lalu lintas ruas jalan yaitu sebesar 0,85 serta diperoleh Kecepatan Tempuh (VT) Mobil Penumpang (MP) yang di tetapkan sebagai kriteria untuk menetapkan kinerja segmen jalan, pada Ruas Jalan Pulau Sulawesi sebesar 23,89 Km/Jam, dan Ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanudiin sebesar 25,38 Km/Jam. Untuk hasil analisis data penelitian Kenerja Lalu Lintas berdasarkan Kualitas Tingkat Pelayanan agar lebih jelas dapat di lihat pada tabel dibawah ini : Tabel 26. Kinerja Lalu Lintas Jl. Pulau Sulawesi Dan Jl. Ahmad Yani Ae Jl. Sultan Hasanuddin Berdasarkan Kualitas Tingkat Pelayanan (Q/C). Nama Jalan Jl. Pulau Sulawesi dan Jl. Ahmad Yani Ae Jl. Sultan Hasanuddin Kualitas Karakteristik Tingkat Pelayanan (Q/C) ue Arus stabil, 0,21 Ae 0,44 ue Kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, ue Dengan Volume lalu lintas sedang sekitar 50% dari Kapasitas . 0 smp/jam/laju. , dan (Sumber : Hasil Analisis Dat. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil survei yang telah di analisis, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa Kinerja Lalu Lintas pada ruas Jalan Pulau Sulawesi dan ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin dengan kondisi jalan Dua Lajur Satu Arah . dilokasi penelitian dapat dikategorikan memiliki Kinerja yang baik, dikarenakan nilai Derajat Kejenuhan (D J) di kedua ruas jalan tidak sampai melebihi batasan kinerja lalu intas jalan yang di tetapkan yaitu sebesar 0,85. Dimana pada ruas Jalan Pulau Sulawesi diperoleh nilai Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,36 dan pada ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin diperoleh nilai Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,32. Maka diperoleh kualitas Tingkat Pelayanan pada kedua ruas jalan berada pada tingkat B dimana nilai Derajat Kejenuhan (DJ) berkisar antara 0,21 Ae 0,44 serta Kecepatan Tempuh (VT) rata Ae rata Mobil Penumpang (MP) yang di tetapkan sebagai kriteria untuk menetapkan kinerja segmen jalan sebesar 23,89 Km/Jam pada ruas Jalan Pulau Sulawesi, dan pada ruas Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin sebesar 25,38 Km/Jam. Diperoleh Kecepatan Tempuh (VT) kendaraan rendah yaitu mulai dibatasi, yang disebabkan adanya aktivitas hambatan samping dan banyaknya arus lalu lintas yang melewati ruas jalan lokasi penelitian Jalan Pulau Sulawesi, dan Jalan Ahmad Yani Ae Jalan Sultan Hasanuddin. Saran Dari kesimpulan yang telah dibahas, terdapat beberapa saran yang penulis usulkan. Perlu memberlakukan adanya larangan parkir pada badan jalan atau tepi jalan bagi pengemudi Kendaraan Lalu lintas, hal ini dilakukan untuk mengurangi besarnya kejadian Hambatan Samping (HS) Parkir, atau Kendaraan Berhenti (PSV) pada badan jalan yang dapat mengganggu sistem pergerakan lalu lintas yang ada. Perlu dilakukan penertiban untuk pedagang yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan, sehingga Hambatan Samping (HS) Pejalan Kaki (PED) dapat menggunakan trotoar sebagaimana mestinya dan tidak berjalan pada sisi jalan. Untuk Kegiatan aktivitas Pertokoan seperti Bongkar Muat Barang ada baiknya dilakukan dengan tidak sampai aktivitas tersebut pada penggunaan badan jalan. DAFTAR PUSTAKA