Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 7 | No. 2 | [Jul. DOI: https://doi. org/10. 38215/jtkes. KAMISHIBAI PHBS SEBAGAI METODE STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5 Ae 6 TAHUN DI TKIT LUQMANUL HAKIM INSAN MADANI BANDUNG Neny Widyana1. Diva Adellia SyaAobani2. Sindi Melani3 1,2,3 Politeknik Al Islam Bandung Email: nenywidy. psy@gmail. ABSTRAK Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan anak usia dini yang perlu mendapatkan stimulasi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui penerapan kamishibai sebagai salah satu media yang digunakan dalam storytelling untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5 Ae 6 tahun. Penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design, mengukur kemampuan kognitif sebelum dan setelah intervensi. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa usia 5 Ae 6 tahun di TK Luqmanul Hakim Insan Madani Bandung. Hasil penelitian pada Pretest menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak 57,7 % dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Sedangkan pada Postest menunjukkan kemampuan kognitif anak meningkat menjadi 79,3% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Metode Storytelling dengan menggunakan Kamishibai dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Kata kunci: kamishibai, kemampuan kognitif, storytelling ABSTRACT Cognitive ability is one aspect of early childhood development that needs to be stimulated early. This research aims to determine the application of kamishibai as a medium used in storytelling to improve the cognitive abilities of children aged 5 - 6 This study used a one-group pretest-posttest design, measuring cognitive abilities before and after intervention. The subjects of this research were 25 students aged 5 - 6 years at Luqmanul Hakim Insan Madani Kindergarten. Bandung. The research results on the Pretest show that children's cognitive abilities 57,7 % with Developing According to Expectation criteria. Meanwhile, the post-test shows that the child's cognitive abilities have increased to 79,3% with the Very Well Developed criteria. Based on the results of this research, it can be said that the Storytelling Method using Kamishibai can improve children's cognitive abilities. Keywords: cognitive ability, kamishibai, storytelling PENDAHULUAN Masa perkembangan anak usia 0-6 tahun merupakan masa perkembangan anak yang paling penting. Hal ini dikarenakan usia dini adalah masa keemasan . olden ag. bagi perkembangan otak anak. Jurnal Teras Kesehatan Ae 27 Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 7 | No. 2 | [Jul. DOI: https://doi. org/10. 38215/jtkes. Perkembangan otak anak memiliki hubungan yang kuat dengan aspek-aspek perkembangan lainnya seperti kognitif, bahasa, sosial emosional, dan fisik motorik. Otak anak akan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya usia anak. Otak akan berkembang dengan baik jika mendapatkan stimulasi yang tepat, namun sebaliknya otak anak tidak akan berkembang secara maksimal jika tidak mendapatkan stimulasi yang baik (Sutisna & Laiya, 2. Perkembangan kognitif dalam konteks pembelajaran akan sangat berpengaruh luas, karena terkait dengan kemampuan individu mencari, menyerap dan menggunakan informasi sebagai bagian dari proses pembelajaran (Khiyarusoleh, 2. Perkembangan kognitif seorang individu berkembang melalui berbagai macam tahapan. Menurut Piaget dalam Sutisna dan Laiya . , ada 4 . tahap perkembangan kognitif yaitu tahap perkembangan sensorimotor . , praoperasional . , operasional konkrit . oncreate operationa. dan operasional formal (Formal Operationa. (Sutisna & Laiya, 2. Tahapan perkembangan kognitif pada penelitian ini yaitu tahap pra-operasional. Indikator kemampuan kognitif yang diambil adalah: . Kegiatan anak yang bersifat eksploratif, . Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, . Menerapkan pengetahuan dan pengalaman, . menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah, serta . Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (Permendikbud RI, 2. Untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini, maka anak memerlukan program dan kegiatan pendidikan melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna, berkesan dan menyenangkan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah Storytelling. Penyampaian dari guru harus menarik dan guru harus mampu bercerita dengan ekspresi yang sesuai dengan isi cerita sehingga akan tertarik untuk mendengar dan memperhatikan isi cerita yang disampaikan hingga selesai (Ulwiyah, 2. Nasional Storytelling Network (NSN) yang berbasis di Amerika mendefinisikan istilah storytelling sebagai kegiatan mendongeng, yakni seni interaktif menggunakan kata-kata dan tindakan untuk mengungkapkan elemen dan gambar cerita sambil mendorong imajinasi pendengar (Yabe, et al. Storytelling merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan aspek-aspek kognitif . , afektif . , sosial, dan aspek konatif . anak (Asfandiyar. Salah satu penelitian menjelaskan bahwa penerapan metode storytelling sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan membaca siswa (Hidayat. Muktadir. Dharmayana, 2. Penelitian lain mengungkapkan bahwa metode storytelling mampu meningkatkan theory of mind siswa prasekolah, sehingga mereka dapat berimajinasi, berpikir dan memprediksi tindakan selanjutnya dalam sebuah cerita (Solichah. & Suminar, 2. Di antara berbagai metode storytelling yang digunakan di seluruh dunia. Kamishibai merupakan metode storytelling yang menonjol karena mampu memikat anak-anak. Kamishibai menggunakan gambar yang menarik secara visual dan mudah dipahami, ditambah dengan narasi yang jelas (Ishiguro, 2. Kamishibai adalah salah satu produk budaya Jepang yang pada dasarnya adalah upaya bercerita dengan dukungan gambar sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat Kamishibai merupakan media pertunjukan mendongeng yang visual, auditori, dan sangat Pengajaran inovatif Kamishibai berkontribusi mengembangkan keterampilan interdisipliner untuk anak-anak kecil dalam penciptaan, penulisan, dan kinerja teknik bercerita. Keterampilan ini juga meluas ke pembelajaran bahasa anak-anak, ekspresi lisan, dan keterampilan artistik dan estetika (Chen & Chen, 2. Jurnal Teras Kesehatan Ae 28 Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 7 | No. 2 | [Jul. DOI: https://doi. org/10. 38215/jtkes. Kamishibai telah terbukti baik dan cocok untuk diterapkan sebagai media pembelajaran dalam berbicara (Astutik & Mulyana, 2. Penggunaannya dalam pendidikan lingkungan hidup juga telah teruji dapat meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar (Rachman et al. ,2. Selain itu antusiasme siswa terhadap pembelajaran bahasa menggunakan Kamishibai sebagai media untuk bercerita terbukti sangat tinggi, sehingga perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar (Widiandari et al. , 2. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan dan tingkat keberhasilan metode storytelling dengan menggunakan kamishibai dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5 Ae 6 tahun di TKIT Luqmanul Hakim Bandung. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian pre-eksperimental dan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan one-group-pretest-posttest design untuk mengetahui pengaruh pengunaan kamishibai PHBS sebagai metode storytelling terhadap kemampuan kognitif anak kelompok B di TKIT Luqmanul Hakim Bandung. Penelitian ini melibatkan kelompok anak berjumlah 25 anak usia 5-6 tahun. Secara sederhana, desain penelitian yang digunakan dapat digambarkan sebagaimana dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Skema one-group-pretest-posttest design Pre-test Treatment Post-test Keterangan: T1 : Tes awal (Pre Tes. dilakukan sebelum perlakuan X : Treatment . embelajaran dengan menggunakan kamishiba. T2 : Tes akhir (Posttes. dilakukan sesudah perlakuan Tabel 2. Kisi-kisi kuesioner Aspek Perkembangan Kompetensi Dasar Belajar dan Pemecahan Masalah Berpikir Logis Kognitif Indikator Anak mampu menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik Anak mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari Anak mampu menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru Menunjukkan menyelesaikan masalah Anak mampu mengenal sebab-akibat tentang Pengumpulan data dilakukan melakui kuesioner dan observasi. Kuesioner diberikan siswa melalui tanya jawab secara langsung berisi pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kartu-kartu kamishibai yang sudah dipilih. Terdapat 9 pertanyaan dan 1 paket puzzle untuk disusun berdasarkan kisi-kisi kuesioner sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 2. Adapun peningkatan kemampuan kognitif anak dianalisis dengan menggunakan rumus . dan kriteria penilaian ditentukan berdasarkan kriteria penilaian peningkatan kemampuan kognitif anak sebagaimana yang ditunjukkan Tabel 3: Jurnal Teras Kesehatan Ae 29 Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 7 | No. 2 | [Jul. DOI: https://doi. org/10. 38215/jtkes. ya yc = ycA y 100% . Keterangan: ycE : Nilai persentase ya : Frekuensi yang sedang dicari presentasenya ycA : Jumlah Individu Tabel 3. Kriteria penilaian peningkatan kemampuan kognitif anak Kategori Skor Presentasi Belum Berkembang (BB) 0 Ae 40% Mulai Berkembang (MB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Berkembang Sangat Baik (BSB) 41 Ae 55% 56 -75% 76 Ae 100% Sumber: Muthmainah . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan 25 siswa kelompok B TKIT Luqmanul Hakim Bandung yang berusia antara 5 Ae 6 tahun. Data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan hasil skor kemampuan kognitif anak sebelum . re-tes. diberikan kamishibai PHBS dan sesudah . ost-tes. diberikan kamishibai PHBS. Tabel 4 menunjukkan hasil sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan. Tabel 4. Hasil pre-test dan post-test kemampuan kognitif Nama SKA Persentase Skor Pre-test Persentase (%) Ket BSH Skor Jurnal Teras Kesehatan Ae 30 Pos-test Persentase (%) Ket BSH BSH BSH BSH BSH BSH BSH BSH BSH BSH BSB Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 7 | No. 2 | [Jul. DOI: https://doi. org/10. 38215/jtkes. Berdasarkan Tabel 4 di atas, dapat diketahui bahwa kemampuan kognitif anak sebelum diberikan perlakuan bercerita dengan kamishibai sebesar 57,7 % (Berkembang Sesuai Harapa. , sedangkan kemampuan kognitif anak setelah diberikan perlakuan bercerita dengan kamishibai meningkat menjadi 79,3% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB), maka dapat dinyatakan bahwa kamishibai sebagai metode storytelling mampu meningkatkan kemampuan kognitif. Gambar 1. Grafik Kemampuan Kognitif Pada Gambar 1. Grafik menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai skor kemampuan kognitif hasil pretest dan post-test pada 25 anak. Terlihat bahwa perkembangan kognitif anak memiliki nilai rata-rata yang berbeda, dimana nilai kemampuan kognitif anak setelah mendapatkan perlakuan bercerita dengan kamishibai lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kemampuan kognitif anak sebelum mendapatkan perlakuan bercerita dengan kamishibai. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, turut mendukung dan menguatkan penelitian serupa yang dilakukan oleh Rachman, et al . yang menggunakan kamishibai dalam pendidikan lingkungan hidup dan telah teruji dapat meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar. Penelitian ini juga menguatkan pendapat Widiandari, et al. dan Ishiguro . , bahwa metode storytelling dengan menggunakan kamishibai mampu memikat anak-anak karena menggunakan gambar yang menarik secara visual dan mudah dipahami, ditambah dengan narasi yang jelas, sehingga antusiasme siswa sangat tinggi ketika mendengarkan cerita dengan menggunakan kamishibai, sehingga perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa penggunaan media kamishibai PHBS sebagai salah satu metode storytelling mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5 Ae 6 tahun di TKIT Luqmanul Hakim Bandung. Metode mengajar sangat berperan penting dalam menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran, oleh karena itu disarankan untuk guru agar memiliki kemampuan yang optimal dalam bercerita, sehingga kemampuan anak dapat berkembang dengan Jurnal Teras Kesehatan Ae 31 Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 7 | No. 2 | [Jul. DOI: https://doi. org/10. 38215/jtkes. UCAPAN TERIMA KASIH