e_ISSN: 2986-7487 p_ISSN: 2548-8171 Volume 09. Issue 02. Desember 2025 Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Mengajar Guru Pada Kurikulum Merdeka Wahyu Dwi Aidil Putra1 nC. Anggy Novita Sari2. Liza Anjani3. Putri Pauziah4. Putri Nadia5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia e-mail: wahyudwiap9@gmail. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja mengajar guru pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Masalah utama dalam studi ini adalah masih beragamnya kemampuan guru dalam beradaptasi dengan perubahan kurikulum sehingga diperlukan dukungan kepemimpinan yang tepat. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk supervisi akademik, pendekatan kepemimpinan, serta praktik manajerial yang dijalankan kepala sekolah dalam memperkuat kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur yang melibatkan jurnal nasional dan internasional, dokumen kebijakan, serta publikasi akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap motivasi, kesiapan pedagogik, dan kemampuan guru menerapkan pembelajaran yang Praktik supervisi terstruktur, komunikasi kolaboratif, serta penciptaan budaya sekolah yang suportif terbukti menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan yang terarah dan berkelanjutan menjadi kunci peningkatan kualitas mengajar. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan sistem supervisi dan pengembangan profesional guru secara Kata Kunci: Budaya Sekolah. Kepemimpinan. Kinerja Guru. Supervisi Akademik Abstract This study examines the leadership strategies implemented by school principals to improve teacher performance in the implementation of the Merdeka Curriculum. The main problem addressed in this research is the variation in teachersAo readiness to adapt to curriculum changes, which requires effective leadership support. The study aims to analyze forms of academic supervision, leadership approaches, and managerial practices applied by school principals to enhance teaching quality. A descriptive qualitative method was employed through a literature review involving national and international journals, policy documents, and relevant academic publications. The findings indicate that principal leadership directly influences teachersAo motivation, pedagogical readiness, and ability to deliver adaptive Structured supervision, collaborative communication, and a supportive school culture were identified as key factors in the successful implementation of the Merdeka Curriculum. The study concludes that consistent and purposeful leadership is essential for improving teaching quality. These findings imply the need to strengthen supervision systems and continuous professional development for Keywords: Academic Supervision. Leadership. School Culture. Teacher Performance Copyright . 2025 Wahyu Dwi Aidil Putra dkk. nC Corresponding author : Wahyu Dwi Aidil Putra Email Address : wahyudwiap9@gmail. Jurnal Wahana Karya Ilmiah Pendidikan 2. 91 Pendahuluan Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah dasar melalui pendekatan yang lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta memberi ruang bagi guru untuk berinovasi. Namun perubahan kurikulum tidak serta-merta berjalan mulus, karena guru masih menghadapi berbagai kendala mulai dari pemahaman konsep, penyusunan perangkat ajar, hingga kemampuan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan belajar siswa. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa guru masih membutuhkan pendampingan intensif agar mampu menerapkan diferensiasi pembelajaran, mengelola asesmen formatif, dan merancang kegiatan belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik (Sunaryadi et al. , 2. Kondisi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan. Dalam konteks sekolah, kepala sekolah memegang peranan yang sangat strategis, tidak hanya sebagai pemimpin administratif tetapi juga sebagai agen pembelajaran. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam menciptakan budaya kerja yang kondusif, membangun komunikasi yang efektif dengan guru, serta memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung sesuai tujuan kurikulum. Roesminingsih dan Windasari . menyatakan bahwa kepala sekolah yang mampu memberikan arahan yang jelas, membangun hubungan interpersonal yang positif, dan menciptakan lingkungan kerja kolaboratif dapat meningkatkan keterlibatan guru dalam mengembangkan kompetensi profesional. Peran tersebut menjadi semakin penting ketika guru dihadapkan pada kurikulum yang menuntut kreativitas dan adaptasi tinggi seperti Kurikulum Merdeka. Salah satu strategi kepemimpinan yang terbukti efektif adalah supervisi akademik. Supervisi yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan memungkinkan guru memperoleh masukan terkait kelemahan dan kekuatan praktik mengajar mereka, sehingga dapat memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Ahmadun et al. menegaskan bahwa supervisi akademik yang dilakukan dengan pendekatan pembinaan dapat meningkatkan motivasi kerja dan kualitas kinerja mengajar guru. Hal serupa disampaikan Buaja et al. yang menemukan bahwa kepala sekolah yang konsisten melakukan supervisi dengan pendekatan kolaboratif mampu memperkuat profesionalitas guru dan mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih efektif. Selain supervisi, kepemimpinan transformasional juga memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kinerja guru. Kepala sekolah dengan gaya transformasional cenderung memberikan inspirasi, dukungan emosional, dan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan kapasitas diri. Hidayat et al. menyebutkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan motivasi intrinsik, komitmen kerja, serta kemampuan pedagogik guru. Penelitian Utami et al. juga menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan nilai-nilai transformasional mampu memperkuat budaya kerja positif yang mendorong guru untuk berkolaborasi, berbagi praktik baik, dan berinovasi dalam mengajar. Budaya sekolah memiliki peranan penting dalam memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan profesional guru akan mendorong guru lebih percaya diri dalam mencoba pendekatan baru dalam pembelajaran. Komara . menjelaskan bahwa budaya sekolah yang kolaboratif dan suportif dapat meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Sebaliknya, budaya sekolah yang kurang mendukung dapat menghambat adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum. Walaupun penelitian mengenai kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru sudah banyak dilakukan, terdapat kesenjangan penelitian dalam konteks Kurikulum Merdeka yang saat ini masih relatif baru diterapkan. Sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada kepemimpinan sekolah dalam kurikulum sebelumnya, sehingga belum menggambarkan secara detail bagaimana strategi kepemimpinan diterapkan untuk mendukung kebutuhan spesifik Kurikulum Merdeka misalnya diferensiasi pembelajaran. Jurnal Wahana Karya Ilmiah Pendidikan 2. 92 proyek penguatan profil pelajar Pancasila, dan asesmen autentik. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja mengajar guru berdasarkan tuntutan Kurikulum Merdeka. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja mengajar guru pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Selain memberikan kontribusi pada pengembangan teori mengenai kepemimpinan pendidikan, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi kepala sekolah dan guru dalam merancang program pengembangan profesional yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat mendukung tercapainya proses pembelajaran yang lebih adaptif, bermutu, dan sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi Pendekatan ini dipilih untuk menghimpun, menelaah, dan membandingkan berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja mengajar guru pada Kurikulum Merdeka. Literatur yang digunakan meliputi jurnal nasional terakreditasi, artikel ilmiah, buku referensi, dan dokumen kebijakan yang dipublikasikan antara tahun 2017Ae2025 agar kajian tetap sesuai konteks perkembangan kebijakan pendidikan. Data dikumpulkan menggunakan lembar telaah dokumen, yang berfungsi untuk mengidentifikasi variabel, konsep, serta tema utama dalam setiap literatur. Instrumen ini divalidasi secara validitas logis dengan memeriksa kesesuaian isi instrumen terhadap tujuan Setelah data terkumpul, proses analisis dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, yaitu menyeleksi informasi penting. penyajian data, yaitu mengorganisasi temuan secara dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola strategi kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru. Keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan temuan dari beberapa referensi yang memiliki fokus kajian serupa. Teknik ini digunakan untuk memastikan konsistensi informasi sekaligus meminimalkan potensi bias dalam Seluruh proses pengumpulan dan analisis data dilakukan selama kurang lebih dua minggu, menyesuaikan dengan jumlah sumber dan kedalaman materi yang ditelaah. Metodologi ini dirancang agar temuan akhir penelitian dapat memberikan gambaran yang akurat, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian mengenai AuStrategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Mengajar Guru pada Pelaksanaan Kurikulum MerdekaAy memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana kepala sekolah menerapkan supervisi akademik, kepemimpinan pembelajaran, serta berbagai dukungan profesional untuk meningkatkan kualitas mengajar guru. Kajian ini menampilkan pola praktik kepemimpinan yang muncul di lapangan dan bagaimana strategi tersebut berkontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengarahkan Pembelajaran Kajian literatur memperlihatkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan komponen utama yang memengaruhi keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran Kurikulum Merdeka. Kepala sekolah dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang membimbing, mengarahkan, dan meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi perubahan kurikulum. Temuan Agustian et al. menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional yang menekankan inspirasi, keteladanan, serta penguatan hubungan interpersonal dapat meningkatkan motivasi guru dalam merancang kegiatan belajar yang lebih kreatif. Temuan ini sejalan Jurnal Wahana Karya Ilmiah Pendidikan 2. 93 dengan Causirhom et al. yang menegaskan bahwa kemampuan kepala sekolah dalam mengorganisasi tugas, mengarahkan kinerja, dan mengelola sumber daya terbukti memperkuat rasa tanggung jawab dan konsistensi guru saat melaksanakan pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, kepala sekolah perlu memahami dinamika perubahan pembelajaran yang menuntut fleksibilitas dan keberanian dalam menggunakan pendekatan yang lebih berpusat pada peserta didik. Kepala sekolah yang mampu menyediakan dukungan profesional dan pedoman yang jelas akan membantu guru menyesuaikan diri dengan tuntutan kurikulum. Di sisi lain, mereka juga harus memastikan bahwa seluruh guru memiliki akses yang cukup terhadap sumber belajar dan bimbingan agar mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang relevan. Dengan demikian, kepemimpinan yang adaptif dan suportif menjadi penggerak utama yang menentukan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Supervisi Akademik sebagai Penguatan Mutu Mengajar Guru Supervisi akademik menjadi salah satu strategi terpenting dalam mendukung peningkatan kualitas mengajar guru. Kajian Singerin . menunjukkan bahwa supervisi berbasis kolaborasi mendorong guru terlibat dalam proses refleksi pembelajaran, sehingga mampu mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi mengajar. Supervisi yang dirancang secara bergilir memberikan ruang bagi guru untuk menginternalisasi umpan balik profesional, yang kemudian berdampak pada peningkatan kemampuan pedagogik. Temuan Piandani et al. menambahkan bahwa supervisi yang dilaksanakan secara teratur membantu menyeimbangkan rencana pembelajaran dengan praktik di kelas, sehingga pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif dan terarah. Selain itu, pendampingan yang diberikan kepala sekolah dalam konteks supervisi memberi dukungan emosional sekaligus profesional bagi guru. Temuan Hariyati et al. menunjukkan bahwa dukungan tersebut memberikan rasa percaya diri bagi guru untuk mencoba metode pembelajaran baru yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Melalui supervisi, guru memperoleh kesempatan untuk mengembangkan strategi instruksional yang lebih relevan dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Irwanto dan Maria . menegaskan bahwa kepemimpinan yang memperhatikan kebutuhan individu guru dapat meningkatkan komitmen dan keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Supervisi juga memiliki fungsi sebagai instrumen pemantauan mutu. Ketika kepala sekolah memanfaatkan supervisi untuk memeriksa konsistensi penerapan kurikulum, kualitas pembelajaran cenderung meningkat karena guru terdorong menjaga disiplin, ketepatan prosedur, serta kualitas interaksi di dalam kelas. Pada akhirnya, supervisi akademik tidak hanya memberikan kontrol, tetapi juga menciptakan pembinaan profesional Pengaruh Budaya Sekolah dan Komunikasi Kolaboratif Budaya sekolah yang positif memiliki peran strategis dalam membantu guru meningkatkan kinerja mengajar. Setiawan et al. menemukan bahwa ketika kepala sekolah mendorong komunikasi terbuka dan partisipatif, guru merasa lebih dihargai dan lebih bersemangat untuk berkontribusi dalam perbaikan pembelajaran. Lingkungan sekolah yang kolaboratif menciptakan rasa kebersamaan yang memperkuat stabilitas kerja, memudahkan guru berbagi pengalaman mengajar, dan mempercepat adaptasi terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka. Temuan Sundari et al. memperlihatkan bahwa manajemen sekolah yang mendorong kerja sama profesional, pembagian tugas yang jelas, serta dialog berbasis solusi mampu meningkatkan rasa tanggung jawab guru terhadap kualitas pembelajaran. Dalam perspektif kepemimpinan transformasional, hubungan interpersonal yang dijalin kepala sekolah menjadi unsur penting dalam meningkatkan profesionalitas guru. Tika Ardiani et al. menegaskan bahwa pengaruh ideal, dukungan emosional, serta stimulasi intelektual yang diberikan kepala sekolah mampu memperkuat komitmen guru terhadap proses Penelitian Arfian Akbar . juga memperlihatkan bahwa komunikasi yang Jurnal Wahana Karya Ilmiah Pendidikan 2. 94 sinergis antara kepala sekolah dan guru menciptakan iklim kerja yang stabil sehingga berdampak positif terhadap konsistensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran. Integrasi Temuan Nasional dan Internasional dalam Konteks Kurikulum Merdeka Hasil kajian internasional menunjukkan kecenderungan yang serupa dengan temuan Penelitian Pinghe . menyoroti bahwa pendekatan kepemimpinan berbasis coaching memperkuat kompetensi profesional guru. Yuen . menegaskan bahwa monitoring pembelajaran yang berkelanjutan membantu guru menstabilkan kualitas praktik Martinez . dan Khalid . mengungkap bahwa kepala sekolah yang aktif memberikan pendampingan dan evaluasi terarah mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran secara signifikan. Anderson . turut menekankan pentingnya budaya kolaboratif di sekolah karena terbukti berperan penting dalam peningkatan kemampuan Persamaan temuan dari dua konteks ini memperlihatkan bahwa strategi kepemimpinan dan supervisi akademik yang efektif bersifat universal dalam mendukung penguatan kinerja guru. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada kesiapan guru, tetapi juga pada kemampuan kepala sekolah dalam menciptakan struktur pembinaan yang konsisten, adaptif, dan mendukung inovasi pembelajaran. Kajian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja guru dalam Kurikulum Merdeka menuntut sinergi antara kepemimpinan kepala sekolah, supervisi akademik, dukungan budaya sekolah, dan komunikasi kolaboratif. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, inovatif, serta mampu menjawab tuntutan perubahan kurikulum. Kepala sekolah yang mampu memadukan pembinaan profesional, pemantauan mutu, dan iklim kerja positif akan lebih mudah meningkatkan motivasi, kemampuan pedagogik, serta ketepatan guru dalam melaksanakan pembelajaran adaptif. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mengandalkan analisis literatur tanpa observasi langsung. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan pendekatan empiris seperti observasi kelas, wawancara mendalam, dan studi kasus agar dapat menggambarkan praktik kepemimpinan secara lebih realistis dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya. Simpulan Temuan kajian ini menegaskan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja mengajar guru pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Pendekatan kepemimpinan yang diterapkan melalui supervisi akademik yang terarah, pendampingan profesional yang konsisten, budaya sekolah yang kolaboratif, serta komunikasi yang efektif mampu mendorong guru meningkatkan kompetensi pedagogik, motivasi kerja, dan kesiapan dalam mengelola pembelajaran yang adaptif. Hasil analisis memperlihatkan bahwa praktik kepemimpinan yang terstruktur dan responsif berkontribusi langsung terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, terutama dalam menguatkan kreativitas, kemandirian, dan kualitas instruksional guru. Kajian ini juga mengintegrasikan temuan nasional dan internasional yang menunjukkan pola konsisten: kepemimpinan yang visioner dan suportif merupakan fondasi utama peningkatan mutu pembelajaran di tingkat satuan pendidikan. Secara keseluruhan, kajian ini memberikan pemahaman bahwa penguatan kepemimpinan kepala sekolah menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung transformasi pendidikan yang diusung Kurikulum Merdeka. Namun, penelitian ini masih terbatas pada analisis literatur sehingga diperlukan penelitian lapangan untuk menggali gambaran empiris secara lebih mendalam. Jurnal Wahana Karya Ilmiah Pendidikan 2. 95 Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga artikel ini dapat diselesaikan dengan baik. Apresiasi disampaikan kepada para penulis dan peneliti terdahulu yang karya ilmiahnya menjadi rujukan utama dalam penyusunan kajian ini. Terima kasih juga diberikan kepada institusi dan pihak yang membantu menyediakan akses literatur serta fasilitas yang mendukung proses penulisan artikel ini. Semua bentuk kontribusi tersebut sangat berarti dalam kelancaran penyelesaian penelitian ini. Daftar Pustaka