P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 KONSEP SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Edi Susanto STIT Misbahul Ulum Gumawang. Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Email : edisusanto@stitmugu.ac.id ABSTRAK Sumber daya manusia merupakan kekuatan terbesar dalam pengolahan seluruh sumber daya yang ada di muka bumi. Oleh Karena itu, sumber daya yang ada ini harus dikelola dengan benar. Karena merupakan amanah yang diemban manusia yang akan dimintai pertanggung jawabannya di khirat kelak. Untuk mendapatkan pengelolaan yang baik, manusia dituntut untuk mengusai ilmu pengetahuan. Tujuan dari kajian diantaranya untuk mengetahui dasar-dasar sumber daya manusia dalam al quran dan hadist, untuk mengetahui karakteristik sumber daya manusia pendidikan Islam dalam al qur’an dan hadist, dan untuk mengetahui komponen manajemen sumber daya manusia dalam al qur’an dan hadist. Hasil pengelolaan sumber daya manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kompensasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan baik individu maupun organisasi. konsep pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan. Adapun karakteristik sumber daya manusia dalam pendidikan Islam tujuan manusia dalam melakukan pekerjaan adalah beribadah kepada Allah dan memakmurkan kehidupan dengan mengelola bumi, jujur, bekerja keras. Sedangkan upaya membangun SDM yang unggul serta Qur’ani yaitu pendidikan. Pendidikan merupakan wadah untuk mendidik, membina, membimbing, melatih, mengembangkan, mengolah, mengelola serta mendayagunakan sumber daya manusia. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan akhlak, pendidikan intelektual, dan pendidikan budaya, yang dilandasi oleh sumber ajaran Islam. Kata Kunci: Sumber Daya Manusia, Pendidikan Islam Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 287 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 A. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan kekuatan terbesar dalam pengolahan seluruh sumber daya yang ada di muka bumi. Manusia diciptakan oleh Allah swt. sebagai khalifah di bumi untuk mengelola bumi dan sumber daya yang ada di dalamnya demi kesejahteraan manusia sendiri, makhluk dan seluruh alam semesta, karena pada dasarnya seluruh ciptaan Allah yang ada di muka bumi ini sengaja diciptakan oleh Allah untuk kemaslahatan umat manusia. Hal ini sangat jelas ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran surat AlJatsiyah ayat 13: ‫أ‬ ٓ َ َ‫ض َج ًُِؼٗ ب ِّي أُ ُۚهُ إِ ٌَّ فٍِ َٰ َرنِك‬ ٌَ‫ذ نِّمَ أى ٖو ََزَفَ َّكشُو‬ ِ ‫َو َع َّخ َش نَ ُكى َّيب فٍِ ٱن َّغ َٰ ًَ َٰ َى‬ ٖ َ َٰ ‫ۡل‬ ِ ‫د َو َيب فٍِ ٱۡلَ أس‬ ٖٔ Artinya: Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.1 Oleh Karena itu, sumber daya yang ada ini harus dikelola dengan benar. Untuk mendapatkan pengelolaan yang baik, manusia dituntut untuk mengusai ilmu pengetahuan. Maka dalam hal ini, Allah menganugerahkan manusia berupa akal dan hati agar dimanfaatkan untuk mempelajari serta mengkaji pesan-pesan Allah dan Rasulullah dalam mengelola alam semesta ini agar selamat dunia dan akhirat. Dalam tulisan ini, penulis berusaha mengangkat pembahasan tentang konsep sumber daya manusia dalam Al-Qur’an serta al-Hadits, karakteristik SDM menurut Al-Qur’an dan al-Hadits, komponen atau proses manajemen SDM menurut Al-Qur’an dan al-Hadits, serta upaya yang perlu dilakukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang Qur’ani. 1 Al Qu;an Surat Al Jatsiyah Ayat 13 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 288 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana sumber daya manusia dalam al qur’an dan hadist? 2. Bagaimana Karakteristik sumber daya manusia pendidikan Islam dalam al qur’an dan hadist? 3. Bagaimana komponen manajemen sumber daya manusia dalam al qur’an dan hadist? C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui dasar-dasar sumber daya manusia dalam al qur’an dan hadist. 2. Untuk mengetahui Karakteristik sumber daya manusia pendidikan Islam dalam al qur’an dan hadist. 3. Untuk mengetahui komponen manajemen sumber daya manusia dalam al qur’an dan hadits. D. Pengelolaan Sumber Daya Manusia 1. Pengertian Pengelolaan sumber daya manusia dalam istilah lain sering disebut: “personal management / personal administration / resources administration”. Beberapa istilah tersebut dalam bidang pendidikan merupakan salah satu substansi dari manajemen pendidikan. Untuk memperjelas konsep pengelolaan sumberdaya manusia, perlu kiranya penulis menampilkan beberapa pandangan dari para pakar sebagai berikut.2 Edwin B.Flippo menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya manusia merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dari pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan atau sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat. 2 Umi Sukamti, Manajemen Pegawai: Studi dan Pengajaran (Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, 1989), h. 4 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 289 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 Jadi dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kompensasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan baik individu maupun organisasi. Dari beberapa definisi dan konsep pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan. 2. Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Al Qur’an dan Hadist Salah satu unsur yang cukup menentukan dalam upaya manajemen sumber daya manusia pada suatu organisasi adalah manusianya . Manusia merupakan mahluk ciptaan Allah swt yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk ciptaan Allah swt yang lainnya. Karakteristik dan juga potensi manusia banyak dituliskan dalam Al-Qur’an. Dengan seperangkat organ tubuh yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia, manusia mempunyai daya atau potensi yang apabila dikembangkan akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, dan akan menjadikan manusia yang sadar akan tanggung jawabnya baik tanggung jawabnya sebagai hamba Allah swt dan sebagai khalifah Allah swt. Sehingga dapat dipahami bahwa sumber daya manusia menurut AlQur’an adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk melaksanakan tugasnya baik sebagai hamba Allah swt ataupun sebagai khalifah Allah swt. Dalam mengemban tugas tersebut, manusia diberikan potensi oleh Allah swt. yang berupa naluri beragama sejak manusia itu dilahirkan. Ayat-ayat Al-Qur’an telah menerangkan penciptaan manusia dengan berbagai kemampuan, antara lain manusia diberi kemampuan untuk berbicara, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar Rahman Ayat 3-4: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 290 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 ٗ ٌَ‫ٱۡلَ َٰ َغٍَ ٖ َػهَّ ًَهُ أٱنجََُب‬ َ َ‫خَ ه‬ ِ‫ك أ‬ Artinya: (3) Dia menciptakan manusia. (4) Mengajarnya pandai berbicara. Dalam suatu lembaga pendidikan Islam, aset paling penting yang harus dimiliki dan harus diperhatikan dalam manajemen adalah manusia (SDM). 3. Karakteristik Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Islam Manusia sebagai sumber daya penggerak suatu lembaga pendidikan, terutama pendidikan Islam, harus mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang diilhami dari shifat al-anbiyaa’ atau sifat-sifat para nabi dan Rasul. Sifat-sifat tersebut yaitu: shiddiq, benar, jujur), manah (bertanggung jawab, dapat dipercaya dankredibilitas), tabligh 3 (komunikatif), dan fathanah(cerdas dan bijaksana) . Kualitas sumber daya manusia yang baik adalah manusia yang memiliki etos kerja, seperti yang telah dijabarkan oleh Faisal Badroen, antara lain sebagai berikut:4 a. Tujuan manusia dalam melakukan pekerjaan adalah beribadah kepada Allah dan memakmurkan kehidupan dengan mengelola bumi beserta isinya: Firman Allah dalam Al Qur’an Surat Adh Dzariyat Ayat 56-57. ٌَ‫٘ َيبٓ أُ ِسَ ُذ ِي أُهُى ِّيٍ سِّ أص ٖق َو َيبٓ أُ ِسَ ُذ أ‬ٙ ُ ‫َو َيب خَ هَ أم‬ ٌ‫و‬ َ ‫ٱۡل‬ ِ ‫َظ إِ ََّّل نَُِ أؼجُ ُذ‬ ِ ‫ذ أٱن ِج ٍَّ َو أ‬ ٘٧ ٌ‫ى‬ ِ ًُ ‫َ أُط ِؼ‬ Artinya: (56) Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (57). Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.5 b. Kerja adalah usaha untuk mewujudkan keseimbangan antar pemenuhan jiwa dan jasmani 3 Ismail Nawawi, Islam dan Bisnis, (Jakarta: Vivpress, t.th.), h. 746 Faisal Badroen, Etika Bisnis dalam Islam (Jakarta: Kencana, 2006), h. 145-157 5 QS. Adh Dzariyat Ayat 56-57 4 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 291 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 ٓ ‫اس أ‬ َّ ٍَ‫َصُجَكَ ِيٍَ ٱن ُّذ أََُ َۖب َوأَ أح ِغٍ َك ًَبٓ أَ أح َغ‬ ُ‫ٱَّلل‬ َ ‫ٱۡل ِخ َش َۖحَ َوَّل ر‬ َ ‫َو أٱثز َِغ فُِ ًَبٓ َءارَ َٰىكَ ٱنهَّهُٱن َّذ‬ ِ َ ‫َُظ‬ ‫أ‬ َۖ ‫أ‬ َّ ٌَّ ِ‫ض إ‬ ٧٧ ٍََ‫ٱَّللَ َّل َ ُِحتُّ أٱن ًُ أف ِغ ِذ‬ ِ َۖ ‫إِنَ أُكَ َوَّل ر أَج ِغ ٱنفَ َغب َد فٍِ ٱۡلَ أس‬ Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan6. c. Bekerja keras untuk mendapatkan rizki diserta tawakal dan takwa kepada Allah ْ ُ‫ىا فٍِ َيَُب ِكجِهَب َو ُكه‬ ْ ‫ىَّل فَٱيأ ُش‬ ٗ ُ‫ض َرن‬ ‫ىا ِيٍ سِّ أصلِ َۖ ِهۦ َوإِنَ أُ ِه ٱن ُّ ُشى ُس‬ َ ‫هُ َىٱنَّ ِزٌ َج َؼ َم نَ ُك ُى أٱۡلَ أس‬ ٔ٘ Artinya: Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan7 d. Usaha yang halal dan menghindari usaha yang haram ْ ُ‫ث فَٱرَّم‬ َّ ‫ىا‬ ُ ِ‫لُم ََّّل ََ أغز َِىٌ أٱنخَ ج‬ ‫ت نَ َؼهَّ ُكىأ‬ ِ َ‫ٱَّللَ َٰ َٓأُوْ نٍِ أٱۡلَ أن َٰج‬ ِ ُۚ ُِ‫ُث َوٱنطَُِّّتُ َونَ أى أَ أػ َججَكَ َك أث َشحُ أٱنخَ ج‬ ٔٓٓ ٌَ‫رُ أفهِحُى‬ Artinya: Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan" 8(QS. Al Maidah: 100) e. Keimanan bahwa seluruh materi di dunia ini hanya milik Allah, sedangkan manusia bertugas sebagai khalifah. 6 QS. Al Qasas Ayat 77 QS. Al Mulk Ayat 15 8 QS. Al Maidah Ayat 100 7 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 292 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 ْ ُ‫ىا ِيُ ُكىأ َوأََفَم‬ ْ ُُ‫ىا ِي ًَّب َج َؼهَ ُكى ُّي أغز أَخهَفٍَُِ فُِ َۖ ِه فَٱنَّ ِزٍََ َءا َي‬ ْ ُ‫ٱَّللِ َو َسعُىنِ ِهۦ َوأََفِم‬ ْ ُُ‫َءا ِي‬ َّ ِ‫ىا ث‬ ‫ىا نَهُىأ‬ ٞ ِ‫ش َكج‬ٞ ‫أَ أج‬ ٧ ‫ُش‬ Artinya: Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (QS. Al Hadid: 7) f. Menjaga kepemilikian materi ْ ُ‫ىا ثِهَبٓ إِنًَ أٱن ُح َّك ِبو نِز أَأ ُكه‬ ْ ُ‫َوَّل ر أَأ ُكهُ ٓى ْا أَيأ َٰ َىنَ ُكى ثَ أَُُ ُكى ثِ أٱن َٰجَ ِط ِم َورُ أذن‬ ‫بط‬ ِ َُّ‫ىا فَ ِش َٗمب ِّي أٍ أَيأ َٰ َى ِل ٱن‬ ٔ٨٨ ٌَ‫ٱۡل أث ِى َوأََزُىأ ر أَؼهَ ًُى‬ ِ ‫ثِ أ‬ Artinya: Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS. Al Baqarah: 188) g. Jujur dan amanah ‫أ‬ ْ ُّ‫ظ أٱنجِ َّش أٌَ رُ َىن‬ َّ ِ‫ة َو َٰنَ ِك ٍَّ أٱنجِ َّش َي أٍ َءا َيٍَ ث‬ َ ُ‫۞نَّ أ‬ ِ‫ٱَّلل‬ ِ ‫ق َو أٱن ًَ أغ ِش‬ ِ ‫ىا ُوجُىهَ ُكىأ لِجَ َم ٱن ًَ أش ِش‬ ٓ ٓ ‫َو أٱنَُ أى ِي أ‬ ًَٰ ًَ َ‫بل َػهَ ًَٰ ُحجِّ ِهۦ َر ِوٌ أٱنمُ أشثَ ًَٰ َو أٱنَُ َٰز‬ َ ًَ ‫ت َوٱنَُّجٍَُِِّۧ َو َءارًَ أٱن‬ ِ َ‫ٱۡل ِخ ِش َو أٱن ًَ َٰهَئِ َك ِخ َو أٱن ِك َٰز‬ َّ ‫ة َوأَلَب َو ٱن‬ ٌَ‫صهَ َٰىحَ َو َءارًَ ٱن َّض َك َٰىحَ َو أٱن ًُىفُى‬ ِ ‫ُم َوٱن َّغبٓئِهٍَُِ َوفٍِ ٱنشِّ لَب‬ ِ ِ‫َو أٱن ًَ َٰ َغ ِكٍَُ َو أٱثَُٱن َّغج‬ ٓ ِۗ ‫أ أ‬ ْ َۖ ُ‫ص َذل‬ ْ َۖ ‫ثِ َؼ أه ِذ ِهىأ إِ َرا َٰ َػهَ ُذ‬ ‫ىا‬ َّ ‫صجِ ِشٍََ فٍِ أٱنجَ أأ َعبٓ ِء َوٱن‬ َّ َٰ ‫وا َوٱن‬ َ ٍََ‫ط أُوْ َٰنَئِكَ ٱنَّ ِز‬ ِ ‫ع َّش ٓا ِء َو ِحٍَُ ٱنجَأ‬ ٓ ٔ٧٧ ٌَ‫َوأُوْ َٰنَئِكَ هُ ُى أٱن ًُزَّمُى‬ Artinya: Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 293 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orangorang yang bertakwa9. (QS. Al Baqarah: 177) SDM pendidikan Islam yang berkualitas adalah SDM yang memiliki keluasan ilmu pengetahuan, fleksibel serta responsif terhadap perkembangan di berbagai bidang, terutama pendidikan. Dalam QS. Mujadalah Ayat 11 Allah Berfirman: ‫ْ أ‬ ‫ُىا فٍِ أٱن ًَ َٰ َجهِ ِ أ‬ ْ ‫ُم نَ ُكىأ رَفَ َّغح‬ َّ ‫ح‬ ‫ٱَّللُ نَ ُكىأَۖ َوإِ َرا‬ َ ِ‫ٌََ َََٰٓ أََُّهَبٱنَّ ِزٍََ َءا َيُُ ٓى ْا إِ َرا ل‬ ِ ‫ظ فَٱف َغحُىا ََف َغ‬ ْ ُ‫ىا ِيُ ُكىأ َوٱنَّ ِزٍََ أُور‬ ْ ُُ‫وا ََ أشفَغ ٱنهَّهُٱنَّ ِزٍََ َءا َي‬ ْ ‫وا فَٱَ ُش ُض‬ ْ ‫ُم ٱَ ُش ُض‬ ‫ذ َوٱنهَّهُجِ ًَب‬ َ ِ‫ل‬ ٖ ُۚ ‫ىا أٱن ِؼ أه َى د ََس َٰ َج‬ ِ ٞ ِ‫ر أَؼ ًَهُىٌَ خَ ج‬ ٔٔ ‫ُش‬ Artinya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 4. Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Al Qur’an dan Hadist Strategi pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW meliputi: a. b. c. d. e. Merencanakan dan menarik sumber daya manusia yang berkualitas, Mengembangkan sumber daya manusia agar berkualitas, Menilai kinerja sumber daya manusia, Memberikan motivasi, dan Memelihara sumber daya yang berkualitas.10 9 QS. Al Baqarah Ayat 177 M. Suyanto, Muhammad Business Strategy & Ethics: Etika dan Strategi Bisnis Nabi Muhammad SAW (Yogyakarta: Andi Offset, 2008), h. 223 10 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 294 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 Sejalan dengan langkah yang diambil Nabi Muhammad tersebut, Mujamil Qomar mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia mencakup tujuh komponen, yaitu: a. b. c. d. e. f. g. Perencanaan pegawai, Pengadaan pegawai, Pembinaan dan pengembangan pegawai, Promosi dan mutasi, Pemberhentian pegawai, Kompensasi, Penilaian pegawai.11 Komponen MSDM tersebut merupakan proses yang dilakukansuatu lembaga agar memperoleh sumber daya manusia yang unggul dan mampu mengemban tanggung jawab sesuai keahliannya. a. Perencanaan Sumber Daya Manusia ( Human Resources Planning ) Perencanaan merupakan langkah awal dari suatu tindakan yang menentukan sebuah strategi secara efektif bisa mencapai hasil yang maksimal. Sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Shaad ayat 27, bahwa Allah menciptakan semesta beserta isinya ini dengan sebaik-baik perencanaan. ْ ‫م نِّهَّ ِزٍََ َكفَش‬ٞ َ‫ُوا فَ َى أ‬ ْ ُۚ ‫ض َو َيب ثَ أَُُهُ ًَب َٰثَ ِط ٗ ُۚٗل َٰ َرنِكَ ظَ ٍُّ ٱنَّ ِزٍََ َكفَش‬ ‫ُوا‬ َ ‫َو َيب خَ هَ أمَُب ٱن َّغ ًَبٓ َء َو أٱۡلَ أس‬ ٕ٧ ‫بس‬ ِ َُّ‫ِيٍَ ٱن‬ Artinya: Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.12 b. Penyediaan Sumber Daya Manusia (Personnel Procurement) Islam memperbolehkan seseorang atau institusi untuk merekrut kemudian mengontrak tenaga kerja atau sumber daya manusia, agar 11 Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam (Jakarta: Erlangga, 2009), h. 131 12 QS. Shad Ayat 27 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 295 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 mereka bekerja untuk orang atau institusi tersebut. Allah SWT berfirman: ‫أََ هُىأ ََ أم ِغ ًُىٌَ َس أح ًَذَ َسث ُِّۚكَ َ أَح ٍُ لَ َغًأ َُب ثَ أَُُهُى َّي ِؼُ َشزَهُىأ فٍِ أٱن َحَُ َٰى ِحٱن ُّذ أََُ ُۚب َو َسفَ أؼَُب‬ ُ ًَ ‫عب ع أُخ ِش َّٗ ِۗب َو َس أح‬ ٗ ‫عهُى ثَ أؼ‬ ‫ش ِّي ًَّب‬ٞ ُ‫ذ َسثِّكَ خَ أ‬ ُ ‫ذ نَُِّزَّ ِخ َز ثَ أؼ‬ َ ‫عهُىأ فَ أى‬ َ ‫ثَ أؼ‬ ٖ ‫ط د ََس َٰ َج‬ ٖ ‫ق ثَ أؼ‬ ٖٕ ٌَ‫ََ أج ًَؼُى‬ Artinya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.13 c. Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Tranning and development) Allah menjelaskan bahwa dalam melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap pegawai atau SDM, hendaknya melalui hikmah, sebagaimana firman-Nya: ُ ‫أٱد‬ َ‫ُم َسثِّكَ ثِ أٱن ِح أك ًَ ِخ َو أٱن ًَ أى ِػظَ ِخ أٱن َح َغَُ َۖ ِخ َو َٰ َج ِذ أنهُى ثِٱنَّزٍِ ِه ٍَ أَ أح َغ ُۚ ٍُ إِ ٌَّ َسثَّك‬ ِ ِ‫ع إِنَ ًَٰ َعج‬ ٕٔ٘ ٍََ‫ظ َّم ػٍَ َعجُِهِ ِهۦ َوهُ َى أَ أػهَ ُى ثِ أٱن ًُ أهزَ ِذ‬ َ ًٍَ ِ‫هُ َى أَ أػهَ ُى ث‬ Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.14 d. Penilaian Prestasi Kerja Mengapa kita harus melakukan penilaian prestasi kerja? Karena Allah menyuruh kita untuk melakukan hal itu. Allah berfirman dalam QS . At Taubah 105: 13 QS. Az Zukruf ayat 32 QS. An Nahl Ayat 125 14 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 296 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 َۖ ُُ‫ٱَّللُ َػ ًَهَ ُكىأ َو َسعُىنُهۥُ َو أٱن ًُ أؤ ِي‬ ْ ُ‫َولُِل أِػ ًَه‬ َّ ‫ىا فَ َغَُ َشي‬ ‫ىٌَ َو َعزُ َش ُّدوٌَ إِنَ ًَٰ َٰ َػهِ ِى‬ ٔٓ٘ ٌَ‫ت َوٱن َّش َٰهَ َذ ِح فََُُُجِّئُ ُكى ثِ ًَب ُكُزُىأ ر أَؼ ًَهُى‬ ِ َُ‫أٱنغ أ‬ Artimya: Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.15 e. Kompensasi Werther & Davis dalam Wibowo mendefinisikan kompensasi sebagai apa yang diterima SDM sebagai tukaran atas kontribusinya kepada lembaga.16Penentuan upah bagi para pegawai sebelum mereka mulai menjalankan pekerjaannya, telah dijelaskan dalam hadis Nabi SAW yang berbunyi: “Barangsiapa mempekerjakan seorang pekerja, maka harus disebutkan upahnya.” Upah ditentukan berdasarkan jenis pekerjaan. Hal ini merupakan asas pemberian upah sebagaimana ketentuan yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya surat al-Ahqaf ayat 19: ْ َۖ ُ‫ذ ِّي ًَّب َػ ًِه‬ٞ ‫َونِ ُك ٖ ّم د ََس َٰ َج‬ ٔ٩ ٌَ‫ىا َونُِ َُىفَُِّهُىأ أَ أػ َٰ ًَهَهُىأ َوهُىأ َّل َ أُظهَ ًُى‬ Artinya: Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.17 Selain itu, cara pemberian gaji kepada pegawai dalam Islam telah digariskan sesuai dengan sabda Nabi SAW: “Berikan upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering” 15 QS At Taubah Ayat 105 Wibowo, Manajemen Kinerja, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), h. 348 17 QS al-Ahqaf ayat 19 16 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 297 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 f. Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (Personnel Utilization ) Pada dasarnya, langkah ini merupakan upaya untuk memelihara pegawai agar senantiasa sejalan dengan perencanaan strategis suatu lembaga. Lembaga biasanya melakukan melakukan beberapa program untuk tetap memastikan tenaga kerjanya senantiasa sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan lembaga. Di antara program tersebut adalah promosi, demosi, transfer, dan separasi18. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt. ٓ َٰ َ‫َيٍ َجبٓ َء ثِ أٱن َح َغَُ ِخ فَهَهۥُ ػ أَش ُش أَيأ ثَبنِهَ َۖب َو َيٍ َجبٓ َء ثِٱن َّغُِّئَ ِخ فَ َٗل َ أُجض‬ ‫ي إِ ََّّل ِي أثهَهَب‬ ٔٙٓ ٌَ‫َوهُىأ َّل َ أُظهَ ًُى‬ Artinya: Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).19 g. Keselamatan Kerja Allah berfirman dalam Surah Al - Qasas Ayat 77 ; ٓ ‫اس أ‬ ٓ‫َصُجَكَ ِيٍَ ٱن ُّذ أََُ َۖب َوأَ أح ِغٍ َك ًَب‬ َ ‫ٱۡل ِخ َش َۖحَ َو ََّل ر‬ َ ‫َو أٱثز َِغ فُِ ًَبٓ َءارَ َٰىكَ ٱنهَّهُٱن َّذ‬ ِ َ ‫َُظ‬ ‫أ‬ َۖ ‫أ‬ َّ ٌَّ ِ‫ض إ‬ َّ ٍَ‫أَ أح َغ‬ ٧٧ ٍََ‫ٱَّللَ ََّل َ ُِحتُّ أٱن ًُ أف ِغ ِذ‬ ِ َۖ ‫ٱَّللُ إِنَ أُكَ َو ََّل ر أَج ِغ ٱنفَ َغب َد فٍِ ٱۡلَ أس‬ Artinya ; “ Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi.Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan20. 18 Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen, (Jakarta: Kencana, 2010), h. 208 19 QS. Al An’an Ayat 160 20 QS. Al Qasas Ayat 77 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 298 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 Dari ayat di atas Islam memerintahkan kita melakukan sesuatu kerja dengan cara yang sebaik-baiknya dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan demi menjaga keselamatan dalam bekerja: 1) Mengamalkan sikap yang baik dan menjauhi serta menghindari dari segala malapetaka. Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al An’am ayat 17 َّ َ‫َوإٌِ ًََأ َغ أغك‬ ًَٰ َ‫بشفَ نَ ٓهۥُ إِ ََّّل هُ َۖ َى َوإٌِ ًََأ َغ أغكَ ثِخَ أُ ٖش فَه َُى َػه‬ ُ ِ‫ٱَّللُ ث‬ ِ ‫ع ٖ ّش فَ َٗل َك‬ ٞ ‫ُكمِّ َش أٍ ٖء لَ ِذ‬ ٔ٧ ‫َش‬ Artinya: Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. 21 2) Berpikir sebelum bertindak Islam mengingatkan umat manusia agar senantiasa berperilaku (berpikir dan bertindak) yang aman dan sehat dalam setiap bekerja baik ditempat kerja (dikantor, dipabrik, ditambang, dan dimana tempat anda bekerja). Dengan berperilaku aman dan sehat akan tercipta suatu kondisi atau lingkungan yang aman dan sehat. 3) Utamakan Keselamatan dalam bekerja. Banyak ayat dalam Alquran untuk kita dianjurkan tuk senatiasa bekerja dengan menjaga keselamatan diri sendiri, keluarga, harta benda dan lingkungan hidup ini. Menjaga perilaku dalam suatu kondisi yang aman, sehat dan nyaman bukan hanya individu yang merasakan kondisi tersebut tapi semua mahluk hidup ciptaan-Nya yang ingin merasakan lingkungan tersebut. 21 QS Al An’am Ayat 17 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 299 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 Menjaga perilaku yang sehat ini tentu bukan hanya ditempat kerja, namun perilaku tersebut selayaknya dibawa dan diawali dari Rumah tangga, dijalan raya maupun dilingkungan rumah anda. Atau dilingkungan hidup lainnya. 5. Upaya Membangun SDM yang Qur’ani dalam Pendidikan Islam Dalam upaya membangun sumber daya manusia yang Qur’ani dan unggul, diperlukan adanya aktualisasi nilai-nilai Al Qur’an. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Said Agil Husin al-Munawar bahwa secara normatif, proses aktualisasi nilai-nilai Al Qur’an dalam pendidikan meliputi tiga dimensi atau aspek kehidupan yang harus dibina dan dikembangkan oleh pendidikan yaitu:22 a. Dimensi Spiritual, yakni iman, takwa, dan akhlak yang mulia., Dimensi ini ditekankan kepada akhlak. Akhlak merupakan alat kontrol psikis dan sosial bagi individu dan masyarakat. Pendidikan akhlak dalam Islamtersimpul dalam prinsip “berpegang teguh pada kebaikan dan kebajikan serta menjauhi keburukan dankemungkaran” berhubungan erat dalam upaya mewujudkan tujuan dasar pendidikan Islam, yaitu ketakwaan, ketundukan, dan beribadah kepada Allah SWT. Terbinanya akhlak yang baik dapat menjadikan terbentuknya individu dan masyarakat dalam kumpulan suatu masyarakat yang beradab. b. Dimensi Budaya, Yakni kepribadian yang mantap dan mandiri, tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dimensi ini menitikberatkan pembentukan kepribadian muslim sebagai individu yang diarahkan kepada peningkatan dan pengembangan faktor dasar dan faktor ajar (lingkungan) dengan berpedoman pada nilai-nilai keIslaman. Faktor dasar dikembangkan dan ditingkatkan kemampuan melalui bimbingan dan kebiasaan berpikir, bersikap, dan bertingkah laku menurut norma Islam. Sedangkan faktor ajar dilakukan dengan cara mempengaruhi individu melalui proses dan usaha membentuk kondisi yang mencerminkan pola kehidupan yang sejalan dengan polapola kehidupan Islam. c. Dimensi Kecerdasan. Dimensi ini merupakan dimensi yang dapat membawa kemajuan, yaitu cerdas, kreatif, terampil, disiplin, dan lainlain. Dimensi kecerdasan dalam pandangan psikologi merupakan suatu proses yang mencakup tiga proses yaitu analisis, kreativitas, dan 22 Said Agil Husin Al-Munawar, Aktualisasi Nilai-nilai Qur’ani dalam Sistem Pendidikan Islam (Ciputat: Ciputat Press, 2005), h. 8. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 300 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 praktis. Tegasnya dimensi kecerdasan ini berimplikasi bagi pemahaman nilai-nilai Al Qur’an dalam pendidikan. Dari uraian di atas, hemat penulis, kunci dari segala upaya membangun SDM yang unggul serta Qur’ani yaitu pendidikan. Pendidikan merupakan wadah untuk mendidik, membina, membimbing, melatih, mengembangkan, mengolah, mengelola serta mendayagunakan sumber daya manusia. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan akhlak, pendidikan intelektual, dan pendidikan budaya, yang dilandasi oleh sumber ajaran Islam. E. PENUTUP Pengelolaan sumber daya manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kompensasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan baik individu maupun organisasi. konsep pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan. Adapun karakteristik sumber daya manusia dalam pendidikan Islam tujuan manusia dalam melakukan pekerjaan adalah beribadah kepada Allah dan memakmurkan kehidupan dengan mengelola bumi, jujur, bekerja keras. Sedangkan upaya membangun SDM yang unggul serta Qur’ani yaitu pendidikan. Pendidikan merupakan wadah untuk mendidik, membina, membimbing, melatih, mengembangkan, mengolah, mengelola serta mendayagunakan sumber daya manusia. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan akhlak, pendidikan intelektual, dan pendidikan budaya, yang dilandasi oleh sumber ajaran Islam. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 301 P-ISSN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) Volume XIII,No.2, Desember 2020,hlm.287-302 F. DAFTAR PUSTAKA Al-Munawar, Said Agil Husin. Aktualisasi Nilai-nilai Qur’ani dalam Sistem Pendidikan Islam. Ciputat: Ciputat Press, 2005. Arsyad, Azhar. Pokok-Pokok Manajemen: Pengetahuan Praktis Bagi Pimpinan dan Eksekutif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003. Badroen, Faisal. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta: Kencana, 2006. Baginda, Mardiah. “Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Diklat MenurutPandangan Al-Qur’an”. Jurnal Ilmiah, t.th. Gustiawan, Willson & Fahruna, Yulyanti. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Pelatihan sebagai Pengembangan Sumber Daya Manusia Suatu Perspektif Syariah. Bandung: t.p., 2009. Nawawi, Ismail. Islam dan Bisnis. Jakarta: Vivpress, t.th. Qomar, Mujamil Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga, 2009. Rivai, Veitzal & Sagala, Ella Jauvani. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Lembaga: dari Teori ke Praktek. Jakarta: Rajawali Pers, 2011. Samsudin, Sadili. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka Setia, 2006. Sinn, Ahmad Ibrahim Abu, Manajemen Syariah: Sebuah Kajian Historis dan Kontemporer. Terj. Dimyauddin Djuwaini. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008. Sule, Ernie Tisnawati & Saefullah, Kurniawan. Pengantar Manajemen. Jakarta: Kencana, 2010. Suyanto, M. Muhammad Business Strategy & Ethics: Etika dan Strategi Bisnis Nabi Muhammad SAW. Yogyakarta: Andi Offset, 2008. Ula, S. Shoimatul. Buku Pintar Teori-Teori Manajemen Pendidikan Efektif. Yogyakarta: Berlian, 2013. Wibowo. Manajemen Kinerja.Jakarta: Rajawali Pers, 2013. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah) V o l u m e X I I I , N o . 2 , D e s e m b e r 2 0 2 0 , h l m . 2 8 7 - 3 0 2 | 302