Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 PENGARUH MODEL STORYTELLING PADA KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS i SD MUHAMMADIYAH AIMAS KABUPATEN SORONG Rahel Fugida Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Bahasa. Sosial, dan Olahraga. Universitas pendidikan muhammadiyah Sorong Rahelfugida@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunakan model storytelling pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan one group pre-post-test design. Subjek penelitian yaitu siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong tahun ajaran 2024/2025 yang berjumblah 24 siswa, dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah uji validitas intstrumen menggunakan lembar observasi yang dikonsultasikan pada professional judgment, uji reliabilitas menggunakan rumus cronbachAos alpha. Hasil uji reliabilitas pre-test pada instrumen tes diperoleh hasil cronbachAos alpha sebesar 0. 778 dan post-test sebesar Hasil statistik deskriptif dari data pre-test nilainya sebesar 60. 42 dan untuk nilai post-test nya sebesar 82. Uji normalitas diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0. taraf signifikan >0,05, nilai yang diperoleh 0,118>0,05 maka nilai didistribusikan normal karena signifikan. Uji prasyarat analisis terdiri dari uji normalitas dan uji t . ne samplet Hasil uji hipotesis nilai Thitung adalah 7. 537 dengan df = n-1 . -1= . berdasarkan hasil analisis data diperoleh Thitung >Ttabel yaitu 7. 537>0. 05 dengan nilai nilai Sig. -taile. yaitu nilai 0. 000<0. sehingga Ha diterima dan H0 Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh dari penggunakan model storytelling pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kpabupaten Sorong. KATA KUNCI: Pengaruh Storytelling Pada Keterampilan Berbicara ABSTRACT: This study aims to determine the effect of using the storytelling model on the speaking skills of grade i students of SD Muhammadiyah Aimas. Sorong Regency. This study is a quasi-experimental study with one group pre-post-test design. The subjects of the study were grade i students of SD Muhammadiyah Aimas. Sorong Regency in the 2024/2025 academic year totaling 24 students, using a saturated sampling technique. The research instrument used was an instrument validity test using an observation sheet consulted with professional judgment, a reliability test using the Cronbach's alpha formula. The results of the pre-test reliability test on the test instrument obtained a Cronbach's alpha result of 0. 778 and a post-test of 0. The results of descriptive statistics from the pre-test data 42 and for the post-test value was 82. The normality test obtained an Asymp. Sig value of 0. significant level> 0. 05, the value obtained was 0. 118> 0. 05 then the value was normally distributed because it was The prerequisite analysis test consists of a normality test and a t-test . ne sample tes. The results of the hypothesis test of the Tcount value are 7. 537 with df = n-1 . -1 = . based on the results of the data analysis obtained Tcount> Ttable which is 7. 537> 0. 05 with Sig values. -taile. which is a value of 0. 000 <0. so that Ha is accepted and H0 is rejected. So it can be concluded that there is an influence of the use of the storytelling model on the speaking skills of grade i students of SD Muhammadiyah Aimas. Sorong Regency. KEYWORDS: The Influence of Storytelling on Speaking Skills Diterima: 09-06-2025 Direvisi: 15-06-2025 Disetujui: 20-06-2025 Dipublikasi: 01-08-2025 Pustaka : Kutipan menggunakan APA : Baker. Judul Artikel. frasa : Jurnal bahasa, sastra dan pengajarannya 16. , 1-10. igunakan untuk memudahkan penulis lain mengutip artikel in. DOI : 10. 36232/frasaunimuda. PENDAHULUAN Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dan mengengemukakan ide atau gagasan kepada orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan keterlibatan orang lain, shingga manusia memiliki dorongan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 untuk berinteraksi dengan orang lain, tentunya manusia berinteraksi dengan cara berbicara untuk menyampaikan informasi. Pada era globalisasi manusia diharuskan memiliki keterampilan berbahasa yang baik, sehingga manusia tidak mengalami kesulitan ketika menyampaikan informasi kepada orang lain atau memahami informasi yang disampaikan orang lain. Bahasa indonesia merupakan bahasa kebangsaan negara republik indonesia. Bahasa indonesia memiliki peran penting dalam pendidikan sehingga telah ditetapkan sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Pembelajaran bahasa indonesia di sekolah bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar. Pada pembelajaran diberikan pengetahuan dan keterampilan berbahasa yang meliputi empat aspek yaitu: keterampilan berbicara, keterampilan mendengarkan, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Untuk itu siswa diharuskan mampu berkomunikasi secara efektif. Dan salah satu aspek yang harus dikuasai oleh siswa adalah keterampilan berbicara. Siswa di sekolah dasar harus memiliki keterampilan berbicara, karena berkaitan dengan proses belajar siswa di sekolah. Siswa yang yang memiliki keterampilan berbicara terlibat aktif dalam pembelajaran hal tersebut menunjukkan bahwa keterampilan berbicara dapat menetukan keberhasilan belajar siswa. Untuk itu guru memiliki peran penting dalam melatih keterampilan berbicara siswa sejak usia sekolah dasar. Hasil observasi yang dilakukan di kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong pada tanggal 15 Agustus 2024, diketahui bahwa dari jumblah 24 siswa terdapat 10 siswa yang keterampilan berbicaranya masih kurang, guru mengatakan bahwa siswa masih kurang terampil dalam berbicara, beberapa siswa masih terbata-bata ketika berbicara, kurang percaya diri ketika diminta guru untuk berbicara didepan kelas atau depan umum, merasa ragu dan kesulitan menyusun alur cerita saat guru menugaskan untuk berbicara di depan kelas. Faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara yaitu penggunaan model pembelajaran oleh guru. guru memiliki peran penting dalam menentukan model pembelajaran yang nantinya diterapkan pada siswa. Akan tetapi pembelajaran bahasa indonesia di sekolah guru masih sering menggunakan model pebelajaran konvensional dengan motode ceramah yang sering membuat siswa mudah bosan dan pasif saat di kelas. Penggunaan model Storytelling dapat mengatasi masalah tersebut. Storytelling . merupakan teknik dalam pembelajaran yang menggunakan cerita untuk pesan atau materi pembelajaran. Melalui model tersebut, siswa bisa menyusun alur cerita, menggunakan ekspresi dan intonasi yang tepat, serta berlatih untuk berbicara di depan pendengar dengan cara yang menyenakan dan tidak menakutkan, sehingga keterampilan berbicara siswa dapat teroptimalkan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Variabel bebeas yaitu penerapan model storytelling dan variabel terikat yaitu keterampilan berbicara. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain quasi eksperiment dengan one group pre- post-test design. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan berbicara, observasi, wawancara, kuisioner. Kemudian instrumen pennilaian yang digunakkan adalah tes berserta rubrik peniliaan keterampilan berbicara, lembar observasi aktivitas siswa, dan modul ajar. Penelitian ini dilaksankan di SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong yang terletak di Jalan Wortel Malawele Kecamatan Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini berlangsung pada 10 Februari-20 Februari 2025 dengan alokasi waktu 35 menit satu jam Dengan populasi seluruh siswa SD Muhammadiyah Aimas dan Sampel penelitian Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 yaitu 24 siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas. Dalam penelitian melakukan uji validitas, ujii reliabilitas, dan uji normalitas dengan ketentuan jika hasil >0,05, maka distribusi frekuensi tersebut normal, dan sebaliknya jika hasil <0,05 maka distribusi frekuensi tidak normal. Jika kedua variabel berdistribusi normal maka dapat dilakukan uji hipotesis. Dan uji hipotesis, uji tersebut dilakukan untuk mengetahui hubungan anatar variabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini peneliti menggunakan tes bercerita, untuk melihat ada dan tidaknya pengaruh dari penerapan model pembelajaran storytelling pada keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen tes berbicara, rubrik penilaian keterampilan berbicara, lembar observasi siswa, dan Modul Ajar. Tes berbicara di lakukan untuk mengambil data yang diteliti sebelum dan sesudah penerapan model pembelajran storytelling untuk mengukur kemampuan berbicara siswa pada materi AuAkibat Akibat Jajan SembaranganAy. Peneliti menggunakan lembar observasi untuk mengetahui bagaimana respon siswa pada proses belajar mengajar menggunakan model storytelling, sedangkan modul ajar sebagai perangkat Sebelum instrumen penelitian tersebut digunakan di sekolah, peneliti melakukan konsultasi dengan expert judgment. Instrumen berupa tes berbicara, rubrik penilaian keterampilan berbicara, lembar vobservasi siswa, dan modul ajar divalidasi oleh expert judgment Dosen Bahasa Indonesia yaitu Ibu Yeni Witdianti. Pd. dan mendapatkan hasil keseluruhan Baik dan dinyatakan valid untuk layak digunakan dalam penelitian di kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong. Tabel 4. 2 Hasil Validasi Instrumen Lembar Penilaian Keterampilan Berbicara Siswa Indikator Skor Kesesuaian dengan kisi-kisi penilaian keterapilan berbicara Kesesuaian dengan sistem penskoran Kemudahan mencerna kriteria/indikator penilaian Kebenaran pemaparan kriteria/indikator yang logis Pemaparan kriteria/indikator yang logis Pemaparan kriteria/indikator yang runtut Penggunaan bahasa Jumblah Rata-rata 3,85 Tabel 4. 1 menunjukkan rata-rata dari validasi instrumen yang diuji oleh expert judgment Dosen Bahasa Indonesia yaitu Ibu Yeni Witdianti. Pd. sebesar 3,85. Nilai rata-rata validasi 3,85>3,25 menunjukkan kategori sangat valid sehingga lembar penilaian yang digunakan untuk menilai keterampilan berbicara siswa dikatakan sangat valid dan layak diujicobakan dalam Uji reliabilitas memastikan apakah tes berbicara Pre-test dan Post-test yang digunakan reliabel atau tidak. Untuk lebih mempermudah reliabilitas instrumen, peneliti menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics. Dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4. 3 Hasil Reliabilitas Pre-Test Reliability Statistics Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Alpha Based Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items (Sumber: IBM SPSS Statistic. Berdasarkan tabel 4. 3 diperoleh hasil Cronbach's Alpha = 0,778. Pada kriteria pengujian, jika nilai reliabilitas >0,6 maka instrument penelitian reliable. Hasil uji reliabilitas 0,778>0,6 dengan begitu, instrument tersebut telah memenuhi syarat reliable. Tabel 4. 4 Hasil Reliabilitas Post-Test Reliability Statistics Alpha Based Cronbach's Standardized N of Items Alpha Items (Sumber: IBM SPSS Statistic. Berdasarkan tabel 4. 4 diperoleh hasil Cronbach's Alpha = 0,728. Pada kriteria pengujian, jika nilai reliabilitas > 0,6 maka instrument penelitian reliable. Hasil uji reliabilitas 0,728 > 0,6 dengan begitu, instrument tersebut telah memenuhi syarat reliable. Tabel 4. 5 Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pre-Test Post-Test (Sumber: IBM SPSS Statistic. Berdasarkan uji t diperlihatkan hasil ringkasan statistics descriptive dari kedua sampel atau data Pre-Test dan Post-Test. Yaitu mean adalah nilai rata-rata dari Pre-Test sebesar 60. 42 dan Post-Test nilainya 5. Kemudian N adalah jumblah sampel jumblah sample yang di pakai berjumblah 24 siswa. Perlakuan terhadap kelas i diperoleh hasil belajar awal dan hasil belajar akhir. Pada pembelajaran awal data hasil belajar diambil sebelum diberikan perlakuan sedangkan pada pembelajaran akhir, data hasil belajar diambil sesudah diberikan perlakuan model storytelling. Hasil belajar siswa diukur dengan menggunakan tes bercerita pada mata pelajaran bahasa Ketentuan penilaian dicantumkan dalam rubrik penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan data siswa, kemudian melakukan penilaian dan pemberian skor pada hasil keterampilan berbicara siswa berdasarkan aspek-aspek penilaian keterampilan berbicara. Kemudian mengoreksi dan memberikan skor hasil berbicara berdasarkan tolak ukur penlilaian. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Berikut adalah hasil dari Pre-Test dan Post-Test, diperoleh nilai frekuensi dan presentase hasil dari Pre-Test dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 8 Distribusi dan Presentase Kriteria Tes Keterampilan Berbicara Nilai KKM Keterangan Frekuensi Presentase (%) >75 <75 Tuntas Tidak Tuntas Jumblah (Sumber: Exel Presentase Kriteria Tes Keterampilan Berbicar. Berdasarkan tabel 4. 8, dapat diketahui frekuensi dan preseentase nilai Pre-Test hanya terdapat 5 . %) siswa yang mendapat nilai >75 sedangkan siswa yang mendapat nilai <75 sebanyak 19 . %) siswa. Tabel 4. 9 Rangkuman Distribusi Frekuensi Pre-Test Statistics Pretest Valid Missing Mean Median Mode Minimum Maximum (Sumber: IBM SPSS Statistic. Berdasarkan tabel 4. 9, 24 sampel dalam penelitian ini memperlihatkan nilai mean Pre-Test 42 yang cenderung rendah. Dan diperoleh nilai frekuensi dan presentase hasil dari Post-Test dapat dilihat pada tabel 12 dan 4. Tabel 4. 12 Distribusi dan Presentase Kriteria Tes Keterampilan Berbicara Nilai KKM Keterangan >75 <75 Tuntas Tidak Tuntas Frekuensi Presentase (%) Jumblah (Sumber: Exel Presentase Kriteria Tes Keterampilan Berbicar. Berdasarkan tabel 4. 12, diketahui bahwa frekuensi dan presentase dari nilai Post-Test terdapat 23 . %) hampir seluruh siswa mendapat nilai >75 sedangkan siswa yang mendapat nilai <75 sebanyak 1 siswa. Peneliti menyimpulkan bahwa 24 siswa yang dijadikan sampel telah mampu mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong yaitu >75. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tabel 4. 13 Rangkuman Distribusi Frekuensi Post-Test Statistics Posttest Valid Missing Mean Median Mode Minimum Maximum (Sumber: IBM SPSS Statistic. Berdasarkan tabel 4. 13, 24 siswa yang dijadikan sampel penelitian menunjukkan nilai mean Post-Test sebesar 82. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai mean dari Post-Test lebih tinggi dibandingkan nilai mean dari Pre-Test. Pre-Test Post-Test 9 11 13 15 17 19 21 23 Gambar 4. 1 Grafik nilai Pre- Test dan Post-Test Berdasarkan gambar 4. 1, 24 siswa memperoleh nilai mean Pre-Test sebesar 60. 42 dan nilai mean Post-Test sebesar 82. maka peneliti menyimpulkan bahawa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai Pre-Test dan nilai Post-Test, yang mana nilai Post-Test lebih tinggi dibandingkan dengan nilai Pre-Test. Tabel 4. 14 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pertemuan 1 Nama Jumblah Nilai Kategori ABDL Baik Sekali ADM Baik Sekali AGGN Baik Sekali AlF Baik AXL Baik ATHLT Baik Sekali AHMD 93,75 Baik Sekali Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 ARY ANS AlFRS ADTTY ASYH NDHF MRZ KMR VRS KHRL Baik Baik Sekali 93,75 Baik Sekali Baik 93,75 Baik Sekali 93,75 Baik Sekali 93,75 Baik Sekali Baik Sekali 93,75 Baik Sekali Baik Sekali 93,75 Baik Sekali ZDN 93,75 Baik Sekali MFLY 93,75 Baik Sekali Baik RSGL Baik SCH ALD (Sumber: Data hasil observasi aktivitas siswa pertemuan . Baik Baik Berdasarkan tabel 4. 14 dapat dilihat bahwa pembelajaran menggunakan model storytelling pada pertemuan 1siswa mendapatkan nilai dengan kategori baik. Sedangkan 16 siswa lainya memperoleh nilai dengan kategori sangat baik. Sedangkan presentase keaktifan siswa secara keseluruhan sebesar 87,7%, atau dikatakan sangat baik. Berdasarkan kriteria penilaiann hasil observasi siswa 87,7% termasuk dalam presentasi 75%-100% artinya kriteria keaktifan siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model storytelling berada pada kategori baik sekali. Tabel 4. 15 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pertemuan 2 Nama Jumblah Nilai Kategori ABDL Baik sekali ADM Baik sekali AGGN Baik sekali AlF Baik sekali AXL Baik sekali ATHLT Baik sekali AHMD Baik sekali ARY Baik sekali ANS Baik sekali AlFRS Baik sekali ADTTY Baik sekali ASYH Baik sekali NDHF Baik sekali MRZ Baik sekali Baik sekali KMR Baik sekali VRS Baik sekali Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 KHRL Baik sekali ZDN Baik sekali MFLY Baik sekali Baik sekali RSGL Baik sekali SCH ALD (Sumber: Data hasil observasi aktivitas siswa pertemuan . Baik sekali Baik sekali Berdasarkan tabel 4. 15 dapat dilihat bahwa pada pembelajaran menggunakan model storytelling semua siswa pada pertemuan 2 mendapatkan nilai dengan kategori baik sekali. Presentase keaktifan siswa secara keseluruhan sebesar 100%, atau semua siswa mendapat skor di atas rata-rata dan dikatakan sangat baik. Berdasarkan kriteria penilaiann hasil observasi siswa 100% termaksuk dalam presentasi 75%-100% artinya kriteria keaktifan siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model storytelling berada pada kategori baik sekali. Berdasarkan nilai dari kedua tabel hasil observasi aktivitas siswa di atas dapat dilihat bahwa hasil observasi aktivitas pembelajaran siswa pada pertemuan 1 mendapatkan nilai 87,7% dan pada pertemuan ke 2 mendapatkan nilai 100%. Uji Normalitas dilakuan untuk menguji apakah kedua variabel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji One-Group Pre-Test dan Post-Test Design IBM SPSS Statistics. Normalitas dilakukan pada nilai Pre-Test dan Post-Test keterampilan berbicara pada siswa kelas i. Berikut adalah hasil uji normalitas dati nilai yang diperoleh dari pengolahan data keterampilan berbicara. Tabel 4. 16 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. (Sumber: IBM SPSS Statistic. Berdasarkan data tabel 4. 15 tentang uji normalitas dapat diketahui nilai Asymp. Sig sebesar taraf signifikan > 0,05 maka nilai yang diperoleh 0,118 > 0,05 maka nilai didistribusikan normal karena signifikan. Sehingga data layak digunakan untuk uji hipotesis. Uji Hopotesis dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Model Storytelling Pada Keterampilan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Berbicara Siswa Kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong. Hipotesis dalam penilitian ini yaitu: H1 diterima jika signifikan > 0. H0 diterima jika signifikan < 0. Langkah-langkah yang dipakai pada tahap deskripsi data yaitu membuat ringkasan distribbusi data Pre-test dan Post-Test dari hasil statistik deskriptif program SPSS. Tabel 4. 17 Uji Hipotesis Paired Samples Test Pair 1 Mean Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Devi Error Mean Lower Upper Sig. tailed Pretest Posttest (Sumber: IBM SPSS Statistic. Berdasarkan tabel 4. 17 Paired Samples T-Test dapat dilihat bahwa ada atau tidaknya perbedaan antara Pre-Test dan Post-Test dalam penelitian ini. Dalam pengambilan keputusan pada uji paired sample T-Test. Terlebih dahulu peneliti harus melihat dasar pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berdasarkan Sig. -taile. Berdasarkan tabel 4. 17 nilai Sig. -taile. 000 dan nilai 0. 000<0. 05, maka disimpulkan bahwa penerapan model storytelling memiliki pengaruh pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Nilai Uji-T Test Berdasarkan table 4. 17, hasil uji paired sample test menunjukkan bahwa nilai Thitung 537 selanjutnya adalah tahap mencari Ttabel, yang mana Ttabel dicari berdasarkan nilai df . egree of frredom atau derajat kebebasa. dan nilai signifikan . Dari data diatas diketahui nilai df adalah n yaitu 24-1 =23 dan nilai alpha () sebesar 5% . dibagi 2 yaitu nilai ini digunakan peneliti sebagai acuan dalam mencari T tabel pada distribusi nilai Ttabel statistic, maka ketemu nilai Ttabel sebesar 0. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat T hitung > Ttabel yaitu 7. 537 > 0. 05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh dari penggunakan model storytelling pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kpabupaten Sorong. Rangkuman penelitian ini hanya memperhitungkan skor Post-Test yang dilakukan diakhir penelitian sedangkan Pre-Test dilakukan untuk menguji kesetaraan sampel pada kelas i. Nilai Pre-Test digunakan untuk membandingkan keterampilan berbicara sebelum dan sesudah penerapan model storytelling. Jika terdapat perbedaan yang ditunjukkan setelah melakukan analisis data Pre-Test dan Post-Test hal ini berarti ada pengaruh dari penerapan model storytelling pada keterampilan berbicara siswa. Berdasarkan Pre-Test yang dilakuan pada kelas i diperoleh nilai rata-rata 60. 42 dengan nilai tertinggi adalah 83 dan nilai terendah adalah 35. Berdasarkan hasil Pre-Test keterampilan berbicara siswa dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 siswa berada pada kategori kurang. Pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian tes berbicara Pre-Test dan PostTest, rubrik penilaian keterampilan berbicara siswa, dan lembar observasi aktivitas siswa. Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas, uji bertujuan untuk mengetahui valid dan Tes yang digunakan agar hasil yang diperoleh dari uji keduanya dinyatakan valid dan reliabel atau tidak. penelitian ini dilakukan untuk melihat hasil dari Pre-Test siswa pada keterampilan berbicara sebelum penerapan model pembelajaran storytelling, dalam pemebelajaran tersebut siswa bercerita tentang sebuah dongeng Akibat Jajan Sembarangan yang Pada saat Pre-Test, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam berbicara. Selain itu ada respon siswa pada saat pembelajaran sedang berlangsung, pada saat penerapan model storytelling dalam proses pembelajaran, siswa memperhatikan penjelasan guru terkait materi serta siswa bersemangat saat proses pembelajaran berlangsung. Pada saat pembelajaran peneliti berperan sebagai fasilitator, sementara siswa lebih berperan aktif dalam pembelajaran, hal ini dikarenakan model pembelajaran storytelling melibatkan keaktifan siswa dibandingkan guru. Selama pembelajaran berlangsung peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas siswa dengan aspek yang terdiri dari 4 aspek yang memiliki 4 skor. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti dapat menyimpulkan bahwa respon siswa sangat baik pada saat berlangsungnya proses Penerapan model storytelling dilakukan selama 2 kali pertemuan. Setelah itu siswa diberikan Post-Test untuk melihat hasil belajar akhir keterampilan berbicara dengan menggunakan model pembelajaran storytelling apakah ada pengaruh setelah perlakuan atau tidak. sehingga hasil perhitungan dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh nilai mean PreTest sebesar 60. 42 dan nilai mean Post-Test sebesar 82. Artinya nilai rata-rata sebelum perlakuan lebih rendah dari nilai rata-rata sesudah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil dari pengolahan data secara berurutan yang dimulai dari uji reliabilitas cronbach alpha menggunakan SPSS dengan perolehan nilai Pre-Test Cronbach's Alpha 0. 778 dan Post-Test sebesar 0. berdasarkan kriteria bahwa tes dikatakan reliable jika nilai cronbach alpha >0. 6, maka 0. 778>0. 6 dan 0. 728>0. sehingga instrument tersebut dapat digunakan untuk Selanjutnya diperoleh nilain mean dari Pre-Test sebesar 60. 42 dan Post-Test sebesar kemudian berdasarkan uji normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test pada IBM SPSS Statistics diketahui nilai sig Pre-Test dan Post-Test sebesar 0. Taraf 118>0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal sehingga data layak digunakan untuk diuji hipotesis. Berdasarkan table 4. 17, hasil uji paired sample test menunjukkan bahwa nilai Thitung adalah 537 selanjutnya adalah tahap mencari T tabel, yang mana Ttabel dicari berdsarkan nilai df . egree of frredom atau derajat kebebasa. dan nilai signifikan . Dari data diatas diketahui nilai df adalah n yaitu 24-1 =23 dan nilai alpha () sebesar 5% . dibagi 2 yaitu 0. nilai ini digunakan peneliti sebagai acuan dalam mencari T tabel pada distribusi nilai Ttabel statistic, maka ketemu nilai Ttabel sebesar 0. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat T hitung > Ttabel yaitu 7. 537 > 0. 05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh dari penggunakan model storytelling pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kpabupaten Sorong. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 KESIMPULAN Setelah peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh model storytelling pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa, berdasarkan hasil Pre-Test keterampilan berbicara siswa diperoleh nilai rata-rata 60. 42, dengan nilai tertinggi adalah 83 dan nilai terendah adalah 35. Dari hasil Pre-Test terbukti bahwa nilai keterampilan berbicara siswa berada di rata-rata yang rendah. Kemudian setelah perlakuan, ilai rata-rata Post-Test sebesar 82. 92, dengan nilai tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 73. Dengan demikian keterampilan berbicara siswa kelas i SDMuhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong setelah menggunakan model storytelling lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dibandingkan dengan model Berdasarkan Dari hasil uji (Paired Samples Tes. diketahui nilai Sig. -taile. yaitu 000 dan nilai 0. 000<0. 05, maka disimpulkan bahwa penerapan model storytelling memiliki pengaruh pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong. Dan hasil uji paired sample test menunjukkan bahwa nilai Thitung adalah 7. 537 selanjutnya adalah tahap mencari Ttabel, yang mana Ttabel dicari berdsarkan nilai df . egree of frredom atau derajat kebebasa. dan nilai signifikan . Dari data diatas diketahui nilai df adalah n yaitu 241 =23 dan nilai alpha () sebesar 5% . dibagi 2 yaitu 0. nilai ini digunakan peneliti sebagai acuan dalam mencari Ttabel pada distribusi nilai Ttabel statistic, maka ketemu nilai Ttabel dan berdasarkan data tersebut dapat dilihat Thitung > Ttabel yaitu 7. 537> 0. 05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh dari penggunakan model storytelling pada keterampilan berbicara siswa kelas i SD Muhammadiyah Aimas Kpabupaten Sorong. DAFTAR PUSTAKA