Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. PELATIHAN PENGGUNAAN LIDAH BUAYA (Aloe ver. SEBAGAI FOOT CRACK CREAM PADA KADER PKK KELURAHAN BANMATI SUKOHARJO Muhammad SaAoad1*. Iwan Setiawan2 1,2Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional. Grogol. Indonesia *Korespondensi: muhammads@stikesnas. ABSTRACT Background: Sukoharjo is an area in Central Java that experiencing drought due to the recent hot weather. Meteorology. Climatology and Geophysics Agency shows the average temperature in Sukoharjo between 37-390C with air humidity around 30-50% during the This includes Banmati sub-district. Central Statistics Agency also shows rainfall between May-August: 0mm. Extreme hot weather can have a negative impact on skin health. It makes the skin scaly, itchy, dry and cracked due to dehydration. Increased production of oil and sweat due to heat can cause acne and sweat pools by clogging pores. The aim of this service is to provide skills to PKK cadres in Banmati Village. Sukoharjo District. Sukoharjo Regency in making cracked foot cream using natural ingredients, aloe vera. This is done to prevent cracked foot skin disease. Method: The activity began with counseling about skin diseases and the use of natural ingredients to make cream, then continued with practice of making cracked foot cream from Aloe vera. Cadres succeeded in producing cracked foot cream products. Evaluation of service activities is carried out through pre and post-test assessments by each participant to see the increase of cadres' knowledge of skin diseases and the use of aloe vera to make cream. Results: The average pre-test score was 80. 86 and post-test was 89. There was a significant increase in cadre knowledge after implementing the extension activities . Conclusions: With the increasing knowledge and ability to make cream, it is hoped that the cadres can provide training to their respective neighborhood circles. Keywords: foot crack, aloe vera, foot cream ABSTRAK Latar belakang: Kabupaten Sukoharjo merupakan suatu wilayah di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan dikarenakan cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini. Data oleh Badan Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika menunjukan rata-rata suhu di Sukoharjo antara 37-390C dengan kelembapan udara berkisar 30-50% pada siang hari. Termasuk kecamatan Sukoharjo. Kelurahan Banmati. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan curah hujan antara bulan Mei-Agustus: 0 mm. Cuaca panas ekstrem memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit. Antara lain menjadikan kulit bersisik, gatal, kering, dan pecahpecah akibat adanya dehidrasi. Produksi minyak dan keringat meningkat akibat panas dapat menimbulkan jerawat dan biang keringat melalui penyumbatan pori. Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan ketrampilan kepada kader PKK Kelurahan Banmati dalam membuat cream kaki pecah-pecah menggunakan bahan alam sekitar, khususnya lidah buaya (Aloe p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 88 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit kulit kaki pecah-pecah. Metode: Kegiatan dimulai dengan penyuluhan tentang penyakit kulit dan pemanfaatan bahan alam untuk pembuatan cream, kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan produk cream kaki pecah-pecah dari tanaman lidah buaya. Dalam kegiatan ini, kader berhasil memproduksi produk cream kaki pecah-pecah. Evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan melalui penilaian pre dan post-test oleh tiap peserta pengabdian untuk melihat peningkatan pengetahuan kader terhadap penyakit kulit serta penggunaan lidah buaya untuk pembuatan Hasil: Diperoleh rerata nilai pre-test 80. 86 dan post-test sebesar 89,43. Terdapat peningkatan pengetahuan kader yang signifikan setelah pelaksanaan kegiatan penyuluhan . value 0,. Simpulan: Adanya peningkatan pengetahuan serta kemampuan membuat cream yang diperoleh kader PKK, diharapkan para kader dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat Kelurahan Banmati di lingkup Rukun Tetangga (RT) masing-masing. Kata kunci: kaki pecah-pecah, krim kaki, lidah buaya PENDAHULUAN Sebagai salah satu organ yang vital dan esensial, kulit merupakan indikator cerminan Kulit juga merupakan pembatas terluar antara manusia dan lingkungan (Prakoeswa & Sari, 2. Kulit merupakan organ kompleks untuk mempertahankan hidrasi dan yang berfungsi sebagai barrier, terlibat dalam pertukaran gas, termoregulasi, dan perlindungan terhadap patogen (Wan et al. , 2. Kulit memiliki tiga lapisan struktur, antara lain epidermis, dermis, dan subkutis. Beberapa jaringan yang merupakan derivat kulit antara lain: apokrin, kelenjar keringat, kelenjar sebasea dan kuku. Kulit lapisan luar dapat berganti secara konstan dan dinamis, sel-sel lapisan dalam naik ke permukaan menggantikan lapisan luar secara terus-menerus. Ketebalan kulit bervariasi sesuai dengan usia dan anatomi individu, walaupun konsisten secara struktural di seluruh tubuh (Oltulu et , 2. Peranan kulit selain menjamin kelangsungan hidup sebagai fungsi utama, juga memiliki fungsi sebagai indikator sistemik, ras, dan estetik (Wiyanti & Agustin, 2. Profil pada kulit yang normal, memiliki kadar air pada lapisan stratum corneum minimal 10%. Kurangnya kadar air terjadi karena adanya proses evaporasi ke lingkungan yang memiliki kelembapan udara yang rendah. Berkurangnya kadar air harus dikompensasikan dengan air dari lapisan kulit dibawahnya (Wan et al. , 2. p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 89 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. Terdapat jutaan orang menderita gatal, kulit bersisik, kulit kering dan kulit kemerahan. Penyebab paling umum antara lain paparan agresif pelarut atau surfaktan dari zat-zat yang digunakan untuk kebersihan kulit sehari-hari. Xerosis cutis atau kulit kering merupakan kondisi hilang atau berkurangnya kadar kelembapan dalam lapisan stratum corneum (Yulisa & Menaldi, 2. Kulit kering merupakan kelainan kulit dimana kulit menjadi bersisik, keriput, kasar, kering ketika diraba dan berkurang elastisitasnya dibandingkan kulit normal (Andrini, 2. Angka kejadian xerosis sekitar 50%-80% di Indonesia. Pada beberapa negara lain seperti Australia. Brazil. Turki, dan lainnya sekitar 35%-70% (Kusumaningrum & Widayati, 2. Pada umumnya, dalam kulit tersedia Natural Moisturizing Factor (NMF) sebagai perlindungan alami. Akan tetapi dalam kondisi tertentu. NMF tersebut kurang mencukupi, sehingga diperlukan pemberian pelembab sebagai upaya perlindungan tambahan (Spada et , 2. Pada beberapa kondisi tertentu diperlukan penggunaan Moisturizing Cream untuk mengatasi kulit kering. Moisturizing Cream dapat menggunakan bahan berkhasiat dari bahan alam, salah satu yang dapat digunakan sebagai Moisturizing Cream adalah Lidah Buaya (Aloe ver. (Aryani et al. , 2. Kabupaten Sukoharjo merupakan suatu wilayah di Jawa Tengah yang juga mengalami kekeringan dikarenakan cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini. Data oleh Badan Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika menunjukan rata-rata suhu di Sukoharjo antara 37-390C dengan kelembapan udara berkisar 30-50% pada siang hari (Prakiraan Cuaca Kecamatan Sukoharjo (Kabupaten Sukoharjo - Provinsi Jawa Tenga. | BMKG, 2. Termasuk didalamnya kecamatan Sukoharjo. Kelurahan Banmati. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan curah hujan antara bulan Mei-Agustus: 0 mm2. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada pengurus kelurahan, didapatkan informasi bahwa masyarakat Kelurahan Banmati banyak yang mengalami kaki pecah-pecah akibat cuaca panas akhir-akhir ini. Kaki pecah-pecah dapat diatasi dengan menggunakan cream kaki sebagai pelembab. Untuk memanfaatkan potensi bahan alam yang ada di wilayah Kelurahan Banmati, digunakan tanaman lidah buaya di wilayah kelurahan untuk bahan pembuat cream kaki pecah-pecah. Penggunaan bahan alam juga dapat meminimalkan efek samping yang timbul dari penggunaan cream dengan bahan kimia. Pengabdian kepada masyarakat ini memberikan p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 90 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. pengetahuan tambahan kepada kader PKK tentang penyakit kulit dan bahan alam yang dapat digunakan sebagai cream pencegah kulit kering & pecah-pecah, serta mempraktekkan pembuatan cream tersebut sehingga masyarakat mampu memproduksi secara mandiri cream pencegah kulit kering dan pecah-pecah. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Banmati terhadap pemanfaatan bahan alam sekitar untuk bahan cream untuk mengatasi kulit kering dan pecah-pecah, sekaligus memberikan skill pembuatan cream secara mandiri. Pengabdian kepada masyarakat ini juga sesuai dengan road map pengabdian program studi Di Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional yaitu pemanfatan hasil ekstraksi, formulasi sediaan untuk pencegahan penyakit . alam hal ini penyakit kuli. serta peningkatan managemen terapi penyakit di masyarakat, melalui penyuluhan pengetahuan swamedikasi penyakit kulit, khususnya kaki pecah-pecah. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Banmati. Kecamatan Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pertama, dalam tahap persiapan, diinisiasi dengan melakukan profiling masalah kesehatan, dengan dilaksanakan survey di kelurahan Banmati untuk mengetahui situasi/permasalahan dan dilakukan analisis situasi agar kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan tepat sasaran. Tahapan kedua adalah pelaksanaan kegiatan inti pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan dilakukan pada hari Sabtu, 20 Desember 2023, bertempat di Pendopo Kelurahan Banmati dihadiri oleh sekitar 35 kader PKK Kelurahan Banmati. Tahapan pelaksanaan meliputi: Pada awal kegiatan dilakukan pre-test sebelum penyuluhan, untuk mengetahui pengetahuan dasar para kader. Penyuluhan tentang penyakit kulit dan pemanfaatan lidah buaya oleh Dosen Program Studi Di Farmasi Bidang Pengembangan Bahan Alam. Muhammad SaAoad. Farm. Penyuluhan dilakukan dengan penyampaian materi secara creative learning dan menyisipkan reward ketika diskusi interaktif. Penyuluhan pengenalan obat dan cara cerdas memilih obat swamedikasi untuk penyakit kulit serta prinsip Dagusibu oleh pengurus IAI cabang Sukoharjo apt. Sri Rejeki. Si. p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 91 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. Simulasi dan pelatihan praktik pembuatan foot crack cream lidah buaya oleh Dosen Program Studi S1 Farmasi Bidang Formulasi dan Teknologi Sediaan Farmasi. Dr. Iwan Setiawan. Sc. Praktik pembuatan dilakukan agar kader semakin paham dan mampu mengaplikasikan kembali ilmu yang didapat. Pembuatan foot crack cream lidah buaya menggunakan formula seperti pada tabel 1 . er kemasan 10 . Tabel 1. Formula Foot Crack Cream Lidah Buaya Bahan Komposisi (%) Lidah Buaya Sodium Lauril Sulfat Minyak Zaitun Lilin Lebah Minyak Sereh Secukupnya Pengukuran peningkatan pengetahuan terkait topik yang dibahas sebagai indikator efektifitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan penilaian posttest pada sebelum dan setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Banmati. Kecamatan Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan berdasarkan analisis situasi/permasalahan yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil survey menginformasikan bahwa masyarakat kelurahan Banmati banyak yang mengalami penyakit kulit khususnya kaki pecah-pecah selama musim Masyarakat cenderung tidak memperdulikan penyakit tersebut karena dianggap merupakan hal sepele dan biasa terjadi. Kegiatan inti pengabdian Masyarakat ini memberikan pemaparan materi penyuluhan/edukasi terkait penyakit dan praktik workshop pembuatan produk yang dihadiri oleh 35 kader PKK kelurahan Banmati. Pemaparan materi penyuluhan pertama oleh Muhammad SaAoad. Farm. Penyuluhan terkait penyakit kulit dan pemanfaatan bahan alam untuk mengatasi penyakit kulit dengan tujuan dapat memberikan dan meningkatkan pengetahuan kader mengenai etiologi/penyebab, tanda atau gejala klinis, p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 92 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. penatalaksanaan atau perawatan, hingga pencegahan penyakit kulit, khususnya kaki pecahpecah. Dengan meningkatnya pengetahuan, diharapkan kepedulian masyarakat juga meningkat, sehingga masyarakat akan mengupayakan adanya pencegahan terhadap penyakit kulit. Penyakit kulit kaki pecah-pecah dapat diatasi dengan penggunaan cream Cream untuk pelembab kulit termasuk dalam kategori kosmetik, dan beberapa kosmetik yang beredar di Indonesia masih mengandung bahan kimia berbahaya (Mukti et , 2. Sehingga diberikan pengetahuan penggunaan bahan alam sebagai alternatif dalam pembuatan cream. Pemaparan materi kedua tentang pengenalan obat dan cara cerdas memilih obat swamedikasi untuk penyakit kulit serta prinsip Dagusibu . apatkan, gunakan, simpan, dan buan. obat yang baik dan benar. Materi kedua diberikan oleh pengurus IAI, apt. Sri Rejeki. Si memberikan informasi tentang produk-produk krim kaki pecah-pecah yang beredar dipasaran, bagaimana menggunakan dan penyimpanannya. Dokumetasi pelaksanaan penyuluhan tersaji dalam gambar 1. Gambar 1. Pelaksanaan Pemaparan Materi Penyuluhan Penyuluhan yang dilakukan mendapatkan perhatian lebih dari kader. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta yang tinggi dengan turut aktif dalam berdiskusi dan bertanyajawab. Diberikan reward berupa doorprize kepada peserta yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, ditunjukkan pada gambar 2. p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 93 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. Gambar 2. Pemberian reward kepada peserta yang aktif berdiskusi pada kegiatan pengabdian Masyarakat Dilanjutkan dengan kegiatan ketiga yaitu simulasi dan workshop pemanfaatan lidah buaya sebagai foot crack cream pencegah/perawatan kaki pecah-pecah melalui praktik langsung/workshop bersama kader dipandu oleh Dr. Iwan Setiawan. Sc bersama mahasiswa Program Studi Di Farmasi STIKES Nasional. Dengan adanya praktik ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan bahan alam yang berpotensi sebagai pengobatan atau pencegahan penyakit kulit, khususnya kaki pecahpecah. Praktik langsung penggunaan bahan alam di lingkungan . ada kesempatan ini tanaman lidah buay. yang bisa dimanfaatkan serta diolah menjadi produk sediaan pencegah kaki pecah-pecah diharapkan dapat diaplikasikan kembali oleh masyarakat. Bahan herbal/tanaman berkhasiat dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi sediaan yang dapat digunakan sebagai pencegah/menangani kaki pecah-pecah. Tanaman herbal yang digunakan adalah lidah buaya yang mengandung senyawa mannose-6-phosphate dan polisakarida yang dapat mempercepat penyembuhan luka (Ananda & Zuhrotun, 2. Gel lidah buaya digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan produk krim untuk kaki pecah-pecah pada kegiatan ini. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi foot crack cream dengan tipe minyak dalam air. Sebanyak 50% gel lidah buaya dicampur dengan fase minyak . ilin lebah 15%, minyak zaitun 25%, dan minyak sereh secukupny. yang sebelumnya telah dicampur dalam mortir hangat. Ditambahkan Sodium Lauril Sulfat 10% sebagai emulgator p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 94 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. diaduk hingga homogen. Produk sediaan jadi foot crack cream yang telah dibuat diberi nama Aloeliv, disajikan pada gambar 3. Gambar 3. Produk Foot Crack Cream Aloeliv Pembuatan produk melalui workshop dipraktikkan langsung bersama dengan peserta agar masyarakat dapat mengaplikasikan kembali pembuatan foot crack cream di lain waktu. Produk foot crack cream yang dihasilkan juga dibagikan kepada masing-masing peserta agar dapat digunakan secara langsung untuk mencegah/mengatasi kaki pecah-pecah. Dokumentasi kegiatan workshop disajikan pada gambar 4. Gambar 4. Simulasi & Workshop Foot Crack Cream Aloeliv Pengukuran keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui penilaian pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan nilai pengetahuan tentang penyakit p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 95 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. kulit, pemanfaatan lidah buaya untuk foot crack cream dan penggunaan obat swamedikasi yang baik dan benar. Tingkat Pengetahuan Masyarakat Pre-test Post-test Nilai 80,86 89,43 Gambar 5. Rata-rata Nilai Pre-test dan Post-test Partisipan Pengabdian Rata-rata nilai pre-test dan post-test dalam pengabdian masyarakat ini tersaji pada gambar Dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan dari 80,86 menjadi 89,43 . value 0,000. CI:95%) dengan soal yang sama. Menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian dapat dikatakan efektif memberikan manfaat kepada masyarakat Banmati. SIMPULAN Terdapat peningkatan pengetahuan kader PKK kelurahan Banmati. Kecamatan Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo tentang penyakit kulit, khususnya kaki pecah-pecah, terkait penyebab, tanda/gejala klinis, penanganan dan pencegahannya. Pasca kegiatan pengabdian. Kader mampu mengaplikasikan pembuatan foot crack cream dengan pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan sekitar yang memiliki khasiat anti kaki pecah-pecah yaitu tanaman lidah Adanya peningkatan pengetahuan serta kemampuan membuat cream yang diperoleh kader PKK, diharapkan para kader dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat Kelurahan Banmati di lingkup Rukun Tetangga (RT) masing-masing. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kami sampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional atas persetujuan dan pendanaan p-ISSN 2656-6915 e-ISSN 2656-0680 | 96 http://w. id/index. php/wuj Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 Juni 2024 DOI: https://doi. org/10. 47859/wuj. pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat ini di Kelurahan Banmati. Kecamatan Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo. DAFTAR PUSTAKA