Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Pengelola: Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Penerbit: Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Website: https://ejournal. id/ojs/index. php/at-tarbiyah Email: at-tarbiyah@uinmybatusangkar. P-ISSN: 2775-7099 E-ISSN: 2775-7498 Pengembangan LKPD SKI Berbasis Project Based Learning di Kelas Vi MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan Ainun Adilah Dly*) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal ainundly27112002@gmail. Suryadi Nasution Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal suryadinst@stain-madina. Irma Suryani Siregar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal irmasuryani@stain-madina. *)Corresponding Author Received: 18-12-2025 Revised: 22-12-2025 Approved: 26-12-2025 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan memahami mekanisme proses pembelajaran sebelum dan sesudah penerapan LKPD SKI berbasis Project Based Learning (PjBL), serta menilai tingkat validitas dan kepraktisan pengembangan LKPD tersebut pada materi Perkembangan Peradaban Islam pada Masa Daulah Abbasiyah di Kelas Vi MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. Kegiatan penelitian dilakukan di MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. yang merujuk pada model 4D, yaitu tahap Define. Design. Develop, dan Disseminate. Subjek pengujian awal atau eksperimen penelitian ini ialah anak didik kelas Vi at-Tahrim MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan yang berjumlah 30 orang pada tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa instrumen, yaitu analisis kebutuhan, penilaian validitas, dan uji Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode analisis kebutuhan, analisis validitas, dan analisis praktikalitas. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa proses pembelajaran setelah penerapan LKPD berbasis Project Based Learning menjadi lebih aktif, terarah, serta berpusat pada anak didik. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa LKPD berada pada kategori sangat valid dengan rata-rata persentase 93%, sedangkan modul ajar memperoleh nilai rata-rata 91% yang juga termasuk dalam kategori sangat valid. Dari aspek kepraktisan, hasil penilaian guru mata pelajaran SKI memperoleh nilai 93%, yang dikategorikan sangat praktis. Adapun respon dari 30 anak didik kelas Vi at-Tahrim terhadap penggunaan LKPD menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 90%, juga berada pada kategori sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, ada kesimpulan bahwa LKPD SKI berbasis proyek yang dikembangkan adalah valid Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 . dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kualitas proses Kata Kunci: LKPD. SKI. Project Based Learninng. Validitas. Praktikalitas Abstract This study aims to analyze the learning process before and after the implementation of the Islamic Cultural History (SKI) Student Worksheet (LKPD) based on Project-Based Learning (PjBL), as well as to assess the validity and practicality levels of the developed worksheet for the topic The Development of Islamic Civilization during the Abbasid Dynasty in grade Vi at MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. The research was conducted at MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan using the Research and Development (R&D) method, which refers to the 4D model (Define. Design. Develop, and Disseminat. The subjects of this study were 30 students from class Vi atTahrim at MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through several instruments, including a needs analysis, validity assessment, and practicality test. The collected data were analyzed using needs analysis, validity analysis, and practicality analysis techniques. The findings revealed that the learning process after the implementation of the Project-Based Learning-based LKPD became more active, structured, and student-centered. The validity test results indicated that the LKPD was categorized as highly valid with an average percentage score of 93%, while the teaching module obtained an average score of 91%, also classified as highly valid. In terms of practicality, the SKI subject teacherAos assessment yielded a score of 93%, which falls into the highly practical category. Meanwhile, responses from 30 grade Vi at-Tahrim students regarding the use of the LKPD showed a practicality level of 90%, also categorized as highly practical. Based on these results, it can be concluded that the Project-Based Learning-based SKI LKPD developed in this study is valid . and practical to be used as instructional material to enhance the quality of the learning process. Keywords: LKPD. SKI. Project Based Learning. Validity. Practicality PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia karena melalui pendidikanlah seseorang dapat mencapai arah dan tujuan hidupnya. Pentingnya pendidikan juga terletak pada perannya dalam menyiapkan generasi unggul di masa depan. Oleh sebab itu, kualitas pendidikan yang diberikan kepada manusia, khususnya anak didik, menjadi hal yang sangat krusial. Pendidikan adalah proses yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian dan karakter seseorang. Suatu proses pembelajaran dapat dikatakan baik apabila memperhatikan berbagai komponen penting dalam pendidikan, seperti perumusan tujuan pembelajaran serta pemilihan media pembelajaran yang tepat, sehingga dapat menghasilkan siswa yang sesuai dengan tujuan dan prinsip pendidikan itu sendiri (Haris, 2. Menurut Praudi Atmosudirdjo, keberhasilan suatu proses pendidikan sangat ditentukan oleh peran seorang guru. Sebab itu, guru diwajibkan untuk terus mengembangkan kemampuan diri melalui peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan apa yang Allah SWT katakan dalam Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 ayat 11 dari surah Al-Mujadalah, yang menyatakan pentingnya peningkatan ilmu a A NEEa Ea aE oe eI aOaa aC eO aE eOA A a eOA ca aOaOac aN Eac aOeNa aIOa eO aa aC eO aE Ea aE eI a a A a eO aO eAA a A a eO aAO eE aI aE a Aa eAA a AA a a eOA A a eO Oa ea NEEa Eac aOeNa aIOa eO aI eO aE oe eI aOEac aOeNa a eOaO eE a eE aI a a s aONEEa a aI a e aIEa eOIa a aO Ue yyA Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu AuBerilah kelapangan di dalam majelis-majelis,Ay lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan. AuBerdirilahAy . berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu Penafsiran ayat tersebut mengandung ajaran agar seseorang bersikap lapang dada dan memberi ruang kepada sesamanya dalam majelis ilmu, sehingga semua dapat bersamasama menuntut ilmu. Allah pun memberikan status lebih tinggi kepada mereka yang tekun menimba ilmu dan memiliki pengetahuan (Ismail, 2. Bagian dari pendidikan agama Islam adalah mata pelajaran tentang sejarah kebudayaan Islam yang bertujuan untuk membantu siswa mengenal, memahami, dan menghayati sejarah peradaban Islam (Rasyid. Pentingnya topik ini di tingkat Madrasah Tsanawiyah berperan dalam menumbuhkan daya ingat serta kreativitas anak didik, khususnya dalam memahami kisahkisah sejarah, mengumpulkan informasi, dan menyampaikan fakta-fakta yang terdapat dalam materi pembelajaran. Selain manfaat tersebut, keberhasilan proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam juga sangat dipengaruhi oleh peran guru. Guru memiliki kontribusi penting dalam menyampaikan materi secara efektif agar anak didik mampu memahami dan menerima informasi dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional (Nusantara, 2. Salah kemampuannya dalam pembentukan perangkat pengetahuan yang menarik serta sebanding dengan kebutuhan anak didik. Dengan ini sejalan melalui ketentuan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Pasal 39 Ayat 2, yang menegaskan bahwa Pengajar merupakan personel berpengalaman (Nusantara, 2. Selaras dengan hal tersebut. Yamin dan Maisah . menjelaskan bahwa pendidik adalah tenaga profesional yang menjunjung tinggi prinsip profesionalitas dalam rangka memenuhi hak setiap warga negara atas pendidikan tinggi. Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Menurut (Praswoto, 2. Bahan terbuka adalah semua bahan yang dapat digunakan guru untuk mendukung proses pembelajaran. Contohnya meliputi buku teks, model. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), modul, atau handout, media audio, serta sumber pembelajaran interaktif lainnya. Keberadaan bahan ajar memiliki peranan penting dalam aktivitas pembelajaran karena dapat memperlancar komunikasi antara pendidik dan siswa secara lebih efektif. Dengan penggunaan bahan ajar yang tepat, anak didik juga menjadi lebih antusias dalam belajar sehingga mempermudah mereka memahami informasi yang diajarkan. Oleh karena itu, materi pelajaran harus dikembangkan secara inovatif, kreatif, menarik, dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk tujuan pendidikan dapat tercapai. Namun, masih ada banyak guru yang hanya berfokus pada buku teks dari Kemendikbud, sehingga penyampaian materi belum maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, kreativitas guru menjadi faktor utama yang harus dikembangkan (Annisa , 2. Proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional, di mana metode ceramah mendominasi dan Dianggap sebagai satu-satunya sumber pembelajaran, buku teks menyebabkan rendahnya keterlibatan anak didik serta berkurangnya minat mereka terhadap mata pelajaran tersebut. Oleh karena itu, pembuatan materi pelajaran yang inovatif menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Salah satu bentuk inovasi yang dapat diterapkan adalah mengembangkan lembar kerja Peserta Didik (LKPD). (Darman, 2. menjelaskan bahwa LKPD merupakan bahan ajar berupa lembaran yang dibuat oleh instruktur untuk memandu alumnus selama proses belajar, baik secara individu maupun berkelompok, agar mereka dapat belajar secara terarah dan berkelanjutan. Sementara itu, (Istiqomah, 2. mengklaim bahwa LKPD Disusun berdasarkan bidang studi dan kurikulum yang relevan, sehingga harus selaras dengan kurikulum yang berlaku serta memperhatikan karakteristik mata pelajaran tersebut. Dengan demikian. LKPD dapat dipahami sebagai sumber pendidikan yang tidak hanya memuat ringkasan materi, namun juga dirancang untuk mendorong keaktifan anak didik melalui latihan, kegiatan reflektif, dan tugas-tugas Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal metode serta bahan ajar yang digunakan. Sebagai hasil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru yang mengajar Sejarah Kebudayaan Islam di MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan bahwa sumber pembelajaran yang digunakan Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 dalam kegiatan pembelajaran, terutama saat pemberian tugas, masih terbatas pada buku paket (Husein, 2. Selain itu, kesimpulan dari wawancara dengan siswa kelas Vi menunjukkan bahwa proses pembelajaran juga hanya berfokus pada penggunaan buku paket, di mana guru membuka dan menjelaskan materi dari buku tersebut, kemudian memberikan latihan soal yang isinya bersumber dari buku paket tanpa adanya variasi bahan ajar lain (Nisah, 2. Padahal, dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka, anak didik diharapkan mampu berpikir kritis, logis, kreatif, dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya, diperlukan bahan ajar lebih mudah dipahami, diserap, dan diingat, serta dikemas secara menarik dengan dukungan ilustrasi atau gambar yang relevan agar anak didik lebih aktif dan mampu mengembangkan keterampilan berpikir dalam menyelesaikan permasalahan. Pemanfaatan LKPD sebagai bahan ajar dianggap sesuai dengan kepribadian siswa kelas Vi umumnya aktif dan membutuhkan variasi dalam proses belajar. Sumber pembelajaran ini mungkin merupakan salah satu alternatif yang berguna. meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, karena memberi kesempatan kepada anak didik untuk belajar secara mandiri maupun berkelompok melalui pendekatan yang lebih menarik dan interaktif. Salah satu dari penelitian memiliki keterkaitan ialah karya skripsi oleh Rinjani Aulia Firdausi berjudul AuPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas Vi di MTs Muhammadiyah 1 Natar. Ay Penelitian tersebut bermaksud untuk mengembangkan LKPD berbasis proyek yang sah dan layak digunakan pada berbagai aspek pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian dari spesialis materi mencapai 92%, spesialis bahasa 86%, spesialis media 90%, serta respon anak didik terhadap penggunaan LKPD memperoleh persentase sebesar 91% (Firdausi, 2. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, peneliti merasa perlu untuk membuat bahan pelajaran yang terdiri dari Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang bersifat kreatif dan efisien, sehingga dapat menarik minat siswa, meningkatkan keaktifan mereka dalam proses pendidikan, serta membantu dalam kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di semester ganjil kelas Vi. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu yang telah dipaparkan, sebagian besar hanya mencapai tahap ini validasi. Sebab itu, penelitian ini akan dilanjutkan hingga tahap uji praktikalitas. Mengingat bahwa di wilayah Panyabungan belum pernah dilakukan, peneliti tertarik untuk Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 melakukan penelitian ini dengan judul AuPengembangan LKPD SKI Berbasis Project Based Learning di Kelas Vi MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. METODE PENELITIAN Penelitian pengembangan (R&D). Tujuan dari jenis penelitian ini adalah untuk membuat produk lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Fokus utama studi ini adalah proses pengembangan produk yang melibatkan tahap validasi dan uji praktis, jadi produk yang dihasilkan memenuhi standar prosedural maupun konseptual dan layak digunakan dalam Model pengembangan yang diterapkan dalam studi ini ialah model 4D, yang terdiri atas empat tahapan, yaitu define . , design . , develop . , dan disseminate . (Sunarya, 2. Model ini dirancang agar proses pengembangan dapat dilakukan secara sistematis dan terarah. Adapun produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah LKPD Sejarah Kebudayaan Islam model Project Based Learning untuk anak didik kelas Vi di MTsS Mardiyah Islamiyah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendefenisian . Pada tahap deskripsi, beberapa pekerjaan yang dilakukan analisis termasuk awal dan akhir, evaluasi karakteristik anak didik, evaluasi kurikulum, analisis kebutuhan, serta evaluasi konsep. Adapun hasil dari masing-masing jenis analisis dilakukan pada tahap deskripsi atau pendefenisian tersebut dijelaskan sebagai berikut: Analisis Awal-Akhir Tahap dilaksanakan melalui wawancara dengan guru dan anak didik untuk memperoleh informasi tentang masalah yang timbul selama proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Menurut temuan dari wawancara dengan guru SKI di MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan, diketahui bahwa guru belum memiliki maupun mengembangkan sendiri LKPD pembelajaran berbasis proyek sebagai sumber pembelajaran pendukung dalam kegiatan pembelajaran. Hasil wawancara dengan siswa di kelas Vi At-Tahrim menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kesulitan memahami materi karena selama proses belajar mengajar mereka hanya mencatat penjelasan dari guru tanpa keterlibatan aktif. Pembelajaran yang tetap terpusat pada guru juga menyebabkan partisipasi anak didik menjadi rendah. Berdasarkan temuan dengan Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar yang lebih menarik dan interaktif, yaitu LKPD SKI pembelajaran berbasis proyek, untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan anak didik dalam pembelajaran. Analisis Peserta Didik Subjek utama dalam pengembangan LKPD ini ialah anak didik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, diketahui bahwa minat dan rasanya ingin tahu anak didik terhadap mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam tergolong tinggi. Namun demikian, kurangnya dukungan dari bahan ajar yang menarik menyebabkan anak didik menjadi kurang bersemangat dan pasif selama proses pembelajaran di kelas. Selain itu, keterbatasan sarana dalam penyampaian media pembelajaran oleh guru turut menjadi hambatan dalam proses pengajaran. Sebab itu, peneliti memandang perlu untuk mengembangkan LKPD SKI lebih inovatif dan menarik guna mendukung anak didik supaya lebih aktif serta terlibat secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Analisis Kurikulum Evaluasi terhadap program disusun menggunakan menitikberatkan pada aspek kurikulum yang diterapkan di lembaga pendidikan. Langkahnya bertujuan untuk menjamin pengembangan LKPD yang berbasis Project Based Learning selaras dengan ketentuan dan standar kurikulum yang berlaku. Kurikulum yang digunakan menuntut adanya pembelajaran yang bersifat fleksibel, di mana guru dan anak didik diberikan ruang untuk mengembangkan proyek sesuai dengan kebutuhan lokal, minat siswa, serta kondisi kelas. Pembelajaran tidak boleh terlalu kaku atau terbatas pada materi tekstual semata, melainkan harus berorientasi pada penguasaan kompetensi, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, bukan sekadar mengandalkan hafalan. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan suatu langkah yang dimaksudkan untuk memperoleh pemberitahuan terkait apa yang dibutuhkan oleh anak didik (Cahyati. Berdasarkan hasil observasi dan percakapan, diketahui bahwa LKPD berbasis sangat penting bagi sekolah. Project Based Learning, sebab hingga saat ini belum tersedia LKPD yang mengintegrasikan model pembelajaran tersebut untuk mendukung proses mengajar, terutama dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan sejarah Kebudayaan Islam. Selain itu, guru juga dapat memadukan LKPD dengan bermacam bahan ajar lain agar proses pembelajaran menjadi lebih mudah, interaktif, dan efektif, baik antara siswa dan pendidik. Oleh sebab itu, dikembangkanlah bahan ajar LKPD Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 sesuai dengan tingkat perkembangan serta karakteristik anak didik, yang cenderung lebih termotivasi belajar apabila disajikan dengan kombinasi gambar dan teks yang menarik di dalam LKPD. Analisis Konsep Tahap mengidentifikasi serta menelaah konsep-konsep utama yang perlu diajarkan. Menurut temuan dari wawancara dengan guru, diketahui bahwa pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di sekolah telah menggunakan Kurikulum Merdeka, sehingga pelaksanaannya berpedoman pada ketentuan yang berlaku dalam kurikulum tersebut. Analisis konsep ini bertujuan untuk menelaah bagian-bagian penting dari materi yang akan dipelajari, kemudian menyusun submateri yang saling berkaitan dan tersusun secara sistematis dalam bahan ajar berdasarkan hasil analisis kondisi awal dan akhir. Perancangan . Langkah tersebut memiliki tujuan supaya menyusun konsep awal . mulai bahan ajar yang akan dikembangkan. Pada proses ini, peneliti mulai merancang LKPD Sejarah Kebudayaan Islam berbasis Project Based Learning dengan menyesuaikan setiap komponennya agar selaras dengan materi Bab 7 Semester Ganjil kelas Vi MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. Pengembangan . Tahap ini dimulai dengan peneliti memperlihatkan rancangan LKPD kepada dosen pembimbing, lalu mengajukan permohonan validasi kepada para validator. Selanjutnya peneliti melaksanakan perbaikan terhadap LKPD berdasarkan saran, kritik, dan penilaian yang diberikan oleh para validator. Untuk pengembangan ini, validator yang terlibat adalah Bapak Dr. Muhammad Ikbal. Pd. I sebagai ahli materi, dan Ibu Rahmi Seri Hanida. Pd. Hasil validasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa bagian dalam LKPD yang perlu direvisi. Tabel 1. Bahan Ajar Sebelum dan Sesudah Revisi Saran dan Masukan Validator Sebelum Revisi Sesudah Revisi Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Perluas pembahasannya Pindahkan dan satukan poin yang berkaitan Tambahkan materi dengan aktivitas lain, selain Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Ubah pertanyaan mendasar multiple choise menjadi soal Setelah melewati seluruh tahapan pengembangan bahan ajar, diperoleh hasil dari angket validasi dan uji praktikalitas sebagai berikut: Hasil Validasi LKPD Hasil validasi terhadap inisiatif LKPD SKI dengan model proyek yang dikembangkan mencakup evaluasi terhadap kelayakan isi, aspek kebahasaan, konstruk LKPD, kelayakan grafis, serta kesesuaian dengan pendekatan Project Based Learning. Peninjauan dilakukan oleh tiga validator, seorang guru mata pelajaran dan dua dosen. SKI. Rinciannya terhadap hasil validasi disajikan dalam tabel berikut: Tabel 2. Hasil Validasi LKPD No. Indikator Validator Kriteria Umum Kriteria Khusus Aspek Praktis Aspek Teknis Rata-rata Jml Skor Max (%) Ket. 93% Sangat Valid 92% Sangat Valid 95% Sangat Valid 93% Sangat Valid 93% Sangat Valid Didasarkan pada Tabel 2, terlihat bahwa penilaian ahli mendapatkan 93%, yang menandakan bahwa LKPD yang dibuat termasuk dalam kategori yang sangat layak . angat vali. sehingga dapat digunakan untuk uji coba pada anak didik. Hasil Praktikalitas Angket Respon Guru SKI Uji praktikalitas melalui angket respon guru dilaksanakan oleh satu praktisi, yakni guru mata pelajaran SKI di MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. Hasil angket respon guru terhadap inisiatif LKPD yang dikembangkan disediakan pada tabel di bawah ini: Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Tabel 3. Hasil Praktikalitas Angket Respon Guru No. Indikator Pemahaman Penggunaan Bahasa Rata-rata Jumlah Skor Max (%) Ket. Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Berdasarkan tabel 3, hasil penilaian dari angket respon guru mata pelajaran SKI menunjukkan rata-rata sebesar 93%. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa LKPD yang dikembangkan termasuk dalam kategori yang sangat praktis dan layak, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran. Hasil Praktikalitas Angket Respon Peserta Didik Uji praktikalitas melalui angket respon anak didik yang dilaksanakan melibatkan 30 siswa kelas Vi at-Tahrim di MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. Hasil angket yang menggambarkan tanggapan anak didik terhadap tabel berikut menunjukkan LKPD SKI berbasis proyek yang telah dikembangkan : Tabel 4. Hasil Praktikalitas Angket Respon Peserta Didik Skor No. Indikator (%) Ket. Pemahaman Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Penggunaan Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Bahasa Sangat Praktis Rata-rata Sangat Praktis Berdasarkan tabel 4, hasil penilaian angket dari tiga puluh siswa menunjukkan ratarata sebesar 90%. Hasil ini menunjukkan bahwa LKPD yang dibuat sangat praktis dan dapat digunakan sebagai materi pelajaran dalam kegiatan pembelajaran. Produk LKPD SKI berbasis proyek pada materi Bab 2 semester ganjil, yaitu Perkembangan Peradaban Islam pada Masa Daulah Abbasiyah, dinyatakan telah memenuhi kriteria valid berdasarkan hasil uji validasi dari hasil yang divalidasi oleh ahli materi dan media Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 menunjukkan persentase sebesar 93% ahli media memberikan nilai, sedangkan yang termasuk dalam kategori sangat valid 92% dengan kategori yang sama. Selain itu, validator dari guru mata pelajaran SKI memberikan hasil 95%, juga dengan kategori sangat valid, sehingga secara keseluruhan diperoleh rata-rata 93% dan sangat valid. Selanjutnya, hasil angket respon guru menunjukkan nilai 93% yang juga tergolong sangat valid. Sementara itu, penilaian dari 30 anak didik terhadap inisiatif LKPD SKI berbasis proyek menunjukkan persentase 90%, mengindikasikan bahwa produk ini sangat praktis dan layak digunakan dalam proses pembelajaran, sebagaimana tercantum dalam tabel 4. Berdasarkan temuan, uji validitas serta praktikalitas yang telah dipaparkan, temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Rinjani Aulia Firdausi, yang mengembangkan LKPD berbasis model pembelajaran yang didasarkan pada proyek di MTs Muhammadiyah 1 Natar. Dalam penelitiannya, diperoleh hasil validasi untuk ahli materi sebesar 92 %, ahli media sebesar 90 %, dan ahli bahasa sebesar 86 %, masingmasing berada dalam kategori sangat layak. Tambahan pula, angket respon pengguna LKPD menunjukkan hasil 91%, yang juga dikategorikan sangat layak. Dengan demikian, karena LKPD yang dikembangkan dalam penelitian ini memenuhi kriteria yang terbukti valid dan praktis, sehingga dapat digunakan sebagai bahan terbuka yang efektif untuk guru dan anak didik dalam proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Sebelum penerapan LKPD berbasis proyek, proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) masih bergantung pada buku cetak yang disediakan sekolah, termasuk buku yang terdapat di perpustakaan. Dalam kegiatan belajar, guru hanya memberikan tugas membaca serta latihan yang terdapat di dalam buku Buku cetak yang digunakan umumnya berisi teks panjang dengan minimnya unsur visual seperti gambar pendukung, sehingga pembelajaran terasa Namun, setelah dilakukan uji coba penggunaan LKPD pembelajaran berbasis proyek yang dikembangkan oleh peneliti, baik guru maupun anak didik menunjukkan tingkat semangat yang tinggi. Anak didik sebelumnya cenderung pasif mulai lebih aktif berpartisipasi, baik dalam berdiskusi dengan guru maupun berinteraksi dengan teman sekelas. Selain itu, kegiatan belajar menjadi lebih kooperatif, karena anak didik mampu bekerja sama dalam kelompok dan Ainun, dkk DOI:https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 menunjukkan kemampuan individu sesuai dengan pembagian peran yang telah LKPD SKI berbasis Project Based Learning dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil penilaian dari para validator. Persentase yang diperoleh masing-masing adalah 93% dari ahli materi, 92% dari ahli media, dan 95%. Jika dirata-ratakan, keseluruhan hasil validasi menunjukkan nilai 93%, nilai ini termasuk dalam kategori sangat valid. Berdasarkan hasil analisis angket respon guru, diperoleh bahwa LKPD SKI pembelajaran berbasis proyek tergolong sangat praktis digunakan selama pembelajaran dengan persentase 93%. Sementara itu, hasil dari analisis angket respon dari 30 siswa menunjukkan persentase keseluruhan sebesar 90%, yang juga termasuk dalam kategori sangat praktis. DAFTAR PUSTAKA