Vol. No. November 2024, hal, 198-202 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss2. Upaya Peningkatan Minat Belajar Bahasa Arab di SDIT AL- IAotishom Gunung Kidul Melalui Pelatihan Drill Muhammad Rizki Ananda Fajri . Abdul Aziz. Slamet Muliono Redjosari . 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Bahasa Arab Drill Metode Pembelajaran Email Koresponden : fajririzki780@gmail. Abdulazizalkhudry585@gmail. smuliono@uinsby. ABSTRAK Pembelajaran Bahasa Arab telah terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah dasar Islam. Bahasa Arab merupakan bahasa asing yang berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Arab ini harus dimulai terhadap peningkatkan minat siswa. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode participatory action research dalam bentuk presentasi dan pelatihan melalui eksperimen menghafalkan mufrodat menggunakan metode drill. Mindset tentang sulitnya Bahasa arab itu sudah tertanam sejak dini pada diri siswa. Akan tetapi melalui kegiatan pengabdian ini, peserta jadi tertarik dan menyenangi pembelajaran Bahasa arab. Berdasarkan hasil sosialisasi dan penerapan pembelajaran kosa kata Bahasa arab di SDIT AlIAotishom Gunung Kidul menggunakan metode Drill, penulis memperoleh kesimpulan bahwa sosialisasi pembelajaran berhasil dilaksanakan, peserta berhasil memahami cara penggunaan kosa kata melalui praktik langsung terhadap kosa kata yang diberikan, dan minat belajar Bahasa arab menjadi PENDAHULUAN Upaya peningkatkan minat siswa terhadap Bahasa arab harus dimulai dari usia dini baik di tingkat taman kanak-kanak maupun sekolah dasar . Walaupun sebenarnya Bahasa Arab ini telah terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah dasar islam yang sifatnya tematik. Pembelajaran Bahasa arab merupakan bidang penting karena pembelajaran Bahasa arab berkembang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pembelajaran Bahasa arab dapat menumbuhkan kemampuan untuk berpikir kritis bagi siswa dalam memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari yang berkaitan dengan masalah yang ada dalam agama . Pada umumnya siswa di madrasah dan sekolah di Indonesia yang mengambil mata pelajaran bahasa Arab sangat kesulitan dalam memahami dan mencerna pelajaran karena bahasa Arab merupakan bahasa asing sehingga memerlukan banyak terjemahan dan hafalan kata. Walaupun hafalan mempunyai beberapa fungsi, namun fungsi pembelajaran bahasa Arab yang dimaksud adalah fungsi personal dan fungsi sosial(Fauzi & Darmawan, 2. Secara umum fungsi bahasa adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dan tulisan siswa serta sebagai alat atau media komunikasi antar manusia sehari-hari di rumah, sekolah, dan tempat umum. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Upaya Peningkatan Minat Belajar Bahasa ArabA Pembelajaran Bahasa arab diberikan kepada siswa untuk membantu menguatkan hafalan dalam pengembangan otak mereka serta terampil mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari maupun keagamaan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat mampu memberikan pengaruh positif dan negatif yang masuk ke semua sisi kehidupan kita, termasuk di bidang pendidikan. Pada aspek ini, ada beberapa faktor yang membuat penggunaan internet semakin banyak, di antaranya adalah aspek kemudahan, mengarahkan siswa agar belajar mandiri, dan menghemat penggunaan Di era digital sekarang akses pembelajaran Bahasa arab sangatlah mudah dan cepat melalui berbagai media pembelajaran yang bisa diakses melalui internet . Perkembangan Teknologi dan Informasi di era 4. 0 sangat berpengaruh terhadap sistem Akan tetapi ini dikhususkan bagi sekolah-sekolah yang memiliki jaringan internet yang memadai. Bagi sekolah yang belum terjangkau internet tentu masih mengalami kendala dalam hal akses informasi pembelajaran Bahasa Arab. Sebuah sekolah dasar yaitu SDIT Al IAotishom Gunung Kidul yang tidak terjangkau jaringan yang kurang bagus komunikasi dan internet. Tenaga pendidik lebih banyak yang honorer yaitu kurang lebih 70%. Walaupun belum terjangkau jaringan internet namun listrik PLN telah tersedia 24 jam. Dalam melaksanakan pendidikan di sekolah, salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar adalah faktor antara guru dan siswa, serta keputusan metode pengajaran. Metode pengajaran merupakan bagian dari kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pengajaran dan tujuan pendidikan(Fauzi & Darmawan, 2. Dalam hal ini, lingkungan pendidikan menyarankan berbagai metode pengajaran yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Metode pembelajaran yang baik adalah yang dapat meningkatkan minat belajar siswa. Tujuan pengabdian ini adalah mensosialisasikan pembelajaran Bahasa arab eksperimen penerapan metode drill sehingga dapat memberikanpengalaman belajar yang mudah difahami dan dihafalkan serta meningkatkan minat belajar Bahasa arab bagi siswa SDIT Al-IAotishom, dan juga memfasilitasi bentuk pembelajaran Bahasa arab yang tidak bisa diakses melalui jaringan METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode participatory action research dalam bentuk presentasi dan pelatihan melalui eksperimen menghafalkan mufrodat menggunakan metode drill(Rahmat & Mirnawati, 2. Beberapa persiapan pengabdian yang dilalui diantaranya mulai dari pengajuan usulan kerjasama antara mahasiswa Kukerta AL MUNAWWIR dengan sekolah SDIT Al-IAotishom Gunung Kidul hingga pelaksanaan pengabdian yang dibagi dalam tiga tahapan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Rizki Ananda Fajri. Abdul Aziz. Slamet Muliono Redjosari Tahapan pertama diawali dengan penulisan Kosa kata bahasa Arab yang dilakukan oleh Mahasiswa Kukerta. Kosa kata ini berkaitan dengan tema anggota tubuh. Pada tahapan kedua, mahasiswa melakukan metode ceramah yaitu berupa pemaparan singkat tentang pentingnya pembelajaran Bahasa Arab karena banyak membawa manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari maupun agama. Melalui metode ini mahasiswa Kukerta memberikan berbagai contoh kata dalam Bahasa Arab di sekitar kita yang dilanjutkan juga dengan sesi tanya jawab mengetahui aktivitas belajar siswa sebelum dan sesudah proses menggunakan metode ceramah plus diskusi. Pada tahapan ketiga mahasiswa Kukerta mengajk siswa siswi menghafalkan kosa kata berbahsa arab dengan cara mahasiswa membacakan dan siswa mengikuti. Selanjutnya mahasiswa Kukerta membagikan beberapa contoh kata bahasa arab kepada siswa untuk dijadikan kaliamat sempurna . Pada kegiatan ini siswa yang melakukannya dengan sangat antusias mempraktekkan cara penyusunan kata Bahasa arab menjadi kalimat. Pengalaman belajar siswa dengan berinteraksi langsung dengan kosa kata melalui praktek penyusunan kosa kata yang ada di sekitarnya yang akan memberikan pemahaman yang melekat pada diri siswa. Pengenalan kosa kata dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dapat memberikan pengalaman belajar bagi mereka melalui kegiatan melihat, mengamati dan membaca langsung kosa kata yang di berikan . Metode ini dikenal sebagai pembelajaran dalam pengertian kualitatif dimana kegiatan pembelajaran tidak sekedar memberi pengetahuan kepada siswa, tetapi juga melibatkan siswa dalam aktivitas belajar yang efektif dan Pada tahap akhir, dibagikan kembali kusioner untuk mengobservasi keterampilan dan ketertarikan siswa terhadap kosa kata dalam Bahasa arab . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini disambut baik oleh pihak sekolah sebagai mitra dalam mewujudkan visi misi yang dimiliki oleh SDIT al-IAotisham yaitu "Terwujudnya Generasi Yang Ceria ( Cerdas. Islami, dan Mulia )"(AuProfil - SD IT AL ITISHAM SAPTOSARI,Ay t. Peserta kegiatan berjumlah 12 orang siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2021. Tahapan kegiatan dilaksanakan di ruang kelas, mahasiswa Kukerta mendemonstrasikan Kosa kata Bahasa arab usai memberikan ceramah singkat pengenalan kosa kata. siswa antusias memperhatikan penjelasan dari mahasiswa Kukerta. Selama kegiatan ini dilaksanakan beberapa kendala yang dialami oleh peserta terkait pengetahuan pembelajaran kosa kata diantaranya. siswa tidak aktif belajar setiap hari karena sering terjadi hujan, . Siswa jarang sekali menggunakan kosa kata baha arab karena keterbatasal alat praktek. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Upaya Peningkatan Minat Belajar Bahasa ArabA Dalam meningkatkan minat terhadap pembelajaran Bahasa arab dan ketrampilan penggunaan kosa kata bahasa arab. SDIT Al. IAotisham menghadapi beberapa problem di antaranya. Sekolah tidak memiliki alat dan perpustakaan. Guru tidak memiliki kemampuan penggunaan kosa kata Bahasa arab secara mahir. Sekolah dan Lembaga pendidikan belum memiliki rencana pengadaan perpustakaan, alat lab dan pelatihan. Di penghujung kegiatan ini tampak ekspresi bahagia pun ditunjukkan oleh seluruh siswa. Hal ini juga sesuai dengan hasil kusioner menunjukkan bahwa 95% dari mereka merasa senang mengikuti kegiatan ini. Mereka memberi tanggapan terhadap pertanyaan kusioner pasca kegiatan. Peserta sudah bisa menggunakan kosa kata, merasa mudah dalam pembelajaran Bahasa arab . enghafalkan kosa kata Bahasa ara. , menarik mengikuti pembelajaran Bahasa arab. Mindset tentang sulitnya Bahasa arab itu sudah tertanam sejak dini pada diri siswa. Akan tetapi melalui kegiatan pengabdian ini, peserta jadi berminat dan menyenangi pembelajaran Bahasa arab. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil sosialisasi dan penerapan pembelajaran kosa kata Bahasa arab di SDIT AlI. tishom Gunung Kidul menggunakan metode Drill, penulis memperoleh kesimpulan bahwa sosialisasi pembelajaran berhasil dilaksanakan, peserta berhasil memahami cara penggunaan kosa kata melalui praktek langsung terhadap kosa kata yang diberikan, dan minat pembelajaran Bahasa arab menjadi meningkat. Hal ini merupakan buah atau hasil dari penerapan mtode pembelajaran yang cocok bagi siswa, karena berhasil atau tidaknya sebuah pembelajaran tidak hanya dilihat dari keterampilan seorang guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik, namun juga dapat dilihat dari metode atau media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan suka ria penuh semangat. Besar harapan mereka untuk dilakukan kegiatan ini secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA