Motivasi HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI TERHADAP PROKRASTINASI SKRIPSI PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA The Correlation Between Self-Regulation of Scription Procratination on Student at The Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Rosita. Diana Imawati. Silvia Eka Mariskha. Didik Pudji Lastono. Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Diva Assesment Center Email: Rosita. rose1411@gmail. Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan Regulasi diri terhadap Prokrastinasi. Penelitian ini melibatkan 105 responden yang terdiri dari mahasiswa semester 2014 Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda yang saat ini sedang dalam penyelesaian penulisan skripsi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Quota sampling. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah uji korelasi sederhana pearson product moment dengan bantuan program SPSS 25. 0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang negatif antara Regulasi diri (X) dengan Prokrastinasi (Y) dengan nilai korelasi sebesar Ae 0. yang berarti semakin rendah regulasi diri maka semakin tinggi pula prokrastinasi pada Mahasiswa Kata Kunci: Regulasi diri. Prokrastoinasi. Mahasiswa Abstract: This research goal is to understand the correlation between self-regulations to This research involved 105 respondents consisting of students from 2014 semester in Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda whose now in the process to finish undergraduate thesis Sample acquisition technique used in this research is Quota Sampling. Data analysis technique in this research is simple correlation test named pearson product moment with assist of SPSS 25. 0 for windows program. Result of this research shows that there are negative correlations between self-regulations (X) to Procrastinations (Y) with correlation value as much as Ae 0. 217 , which conclude poorer self-regulations signifying the higher procrastination levels in said student. Keywords: Self-Regulation Procrastinations. Students Motivasi PENDAHULUAN Di zaman serba maju seperti sekarang ini setiap individu dituntut untuk memiliki pribadi yang kompetitif, tepat waktu dan dapat menerapkan sikap disiplin yang tinggi, sehingga dapat bersaing untuk menjadi manusia yang unggul dan berkualitas, dan untuk membentuk pribadi menjadi sesorang yang bisa bersaing sekarang ini, dibutuhkan pendidikan didalamnya. Pendidikan yang dimaksud disini adalah pendidikan yang tinggi, pendidikan tinggi sangat diperlukan untuk bersaing dalam mendapatkan kehidupan yang layak. Lulusan perguruan tinggi yang berkualitas diharapkan untuk mengimbangi persaingan mencari kerja. Dalam pendidikan tinggi salah satu Mahasiswa sebagai subjek yang menuntut ilmu di perguruan tinggi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas belajar dan diwajibkan untuk mengerjakan tugas-tugas studi termasuk tugas akhir atau skripsi. Skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana pada akhir masa studinya berdasarkan hasil penelitian, atau kajian kepustakaan, atau pengembangan terhadap suatu masalah yang dilakukan secara seksama (Aliya & Iranita. Dalam Universitas 17 agustus 1945 Samarinda tahun 2017 pasal 25 menyebutkan bahwa tugas akhir yang selanjutnya disebut dengan skripsi adalah adalah karya ilmiah dan kegiatan ilmiah yang wajib disusun oleh setiap mahasiswa sebagai syarat memperoleh gelar akademik. Jadi skripsi adalah syarat yang wajib diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk bisa lulus dan mendapatkan gelar sesuai bidang yang diampunya semasa kuliah. Umumnya menyelesaikan masa studinya dalam kurun waktu 4-5 tahun, tetapi pada kenyataanya banyak kendala yang dihadapi mahasiwa dalam menyelesaikan skripsinya, menurut Solomon dan Rothblum dalam Rumiani mengungkapkan bahwa indikasi penundaan akademik adalah masa studi 5 tahun atau (Mutakiem, 2. Tidak tertundanya kelulusan ini, pihak instansi terkaitpun juga ikut terpengaruh kelulusan yang tidak tepat waktu tidak hanya merugikan mahasiswa itu sendiri, terutama dari faktor pembiayaan yang terus berjalan, pembayaran uang SPP meski tidak sedang menempuh mata kuliah, makin sempitnya waktu pengerjaan dan juga menjadi permasalahan sendiri bagi fakultas karena bisa mempengaruhi penilaian akreditas (Zuhya & Akmal, 2. Menyelesaikan tugas akhir memang bukan sesuatu kegiatan yang menyenangkan, sehingga banyak mahasiswa cenderung untuk mencari kegiatan lain untuk menunda pengerjaan skripsi ini. Tetapi skripsi adalah tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa baik itu dari universitas negeri ataupun swasta sebagai syarat wajib mahasiswa untuk mendapatkan kelulusan dan gelar sarjana nya. Dari disimpulkan banyak mahasiswa yang masih melakukan penundaan tugas, atau didalam ilmu psikologi sendiri sering disebut dengan Prokrastinasi merupakan suatu perilaku yang tidak disiplin dalam penggunaan waktu cenderung mengulur-ulur waktu sehingga kinerja jadi terhambat. (Aliya dan Iranita, 2. Selanjutnya Ferrari, prokrastinasi akademik adalah kebiasaan atau kecenderungan untuk menunda sebuah pekerjaan ataupun tugas dan lebih memilih untuk melakukan kegiatan yang lebih menyenangkan (Rahayu, 2. Seperti yang diungkapkan oleh Ferrari bahwa prokrastinasi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal sendiri merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu sendiri meliputi kepercayaan diri, self efficacy, motivasi, regulasi diri, kesadaran diri dan self critical. Dan faktor eksternal yang merupakan faktor yang berasal dari luar yang menyebabkan terjadi prokrastinasi meliputi pola asuh orang tua dan kondisi lingkungan (Zuhya & Akmal, 2. Selain faktor internal dan eksternal yang terjadi dalam pengerjaan skripsi beberapa menyatakan lebih memilih melakukan kegiatan yang lebih menyenangkan dan menghindari pengerjaan tugas utama yang dalam hal ini adalah skripsi yang menyebabkan terbuangnya waktu dan deadline menyebabkan berkurangnya performa dalam menyelesaikan tugas. Hal diatas ini diduga menggambarkan perilaku regulasi diri yang Dan dari fenomena buruknya performa dalam pengerjaan skripsi, penelitian ini sendiri Motivasi berfokus kepada hubungan antara regulasi diri terhadap prokrastinasi, dimana Pengertian regulasi diri menurut Bandura adalah hasil proses kognitif berupa keyakinan, keputusan tentang sejauh mana seseorang memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau melakukan tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan (Ardina & Wulan, 2. Penelitian mengenai kaitan antara regulasi diri dan prokrastinasi sendiri sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti. penelitian yang dilakukan oleh Ghufron dan Risnawita (Misdarly, 2. menunjukan bahwa regulasi diri memiliki peranan yang cukup penting dalam dinamika kemunculan hal ini menunjukan adanya control diri dan harapan keberhasilan yang tinggi dalam mencapai tujuan, sehingga tingkat prokrastinasi rendah begitu pula Lalu pada penelitian Nisva dan Okfrima . juga menunjukan bahwa ada hubungan negatif prokrastinasi akademik dengan regulasi diri, bahwa tingginya regulasi didalam diri seseorang maka akan diikuti pula dengan rendahnya perilaku prokrastinasi. Lalu pada penelitian Febritama dan Sanjaya . menunjukan ada hubungan negatif antara regulasi diri yang rendah dengan tingkat prokrastinasi pada mahasiswa, yaitu dapat diartikan bahwa pembentukan regulasi diri yang baik dapat menjadi cara dan solusi yang efektif untuk mengatasi permasalahan perilaku prokrastinasi akademik seseorang, khususnya mahasiswa. Oettingen. Kappes. Guttenberg, dan Gollwitzer (Febritama & Sanjaya, 2. mengatakan bahwa regulasi diri yang baik dapat dimanfaatkan dalam hal meningkatkan fungsi hidup sehari-hari misalnya merubah perilaku atau sikap dalam hal akademik. Gollwitzer. Sheeran. Trytschel, dan Webb . ebritama & Sanjaya 2. menyatakan bahwa regulasi diri dapat menciptakan kedisiplinan pada diri seseorang dimana seseorang dapat lebih mempergunakan waktu dengan bijak dan dapat memilah hal-hal mana yang lebih penting untuk dikerjakan terlebih dahulu. Beberapa menunjukan hasil yang signifikan mengenai keterkaitan regulasi diri dan perilaku prokrastinasi skripsi. Berdasarkan prokrastinasi lebih sering dialami oleh kalangan akademisi terutama dalam hal ini adalah mahasiswa, mahasiswa cenderung untuk menunda-nunda pengerjaan skripsi karena lebih menyukai kegiatan lain ketimbang menyelesaikan skripsinya. Perilaku menunda ini muncul karena proses pengerjaan skripsi yang individual dan tanpa terikat oleh waktu yang ketat sehingga mahasiswa cenderung akan melakukan hal lain yang lebih disukainya dan juga adanya perasaan yang cenderung menyepelekan diri sendiri, merasa tidak mampu membuat mahasiswa menghindar dalam pengerjaan skripsinya. Berdasarkan fenomena yang ada penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada Auhubungan antara regulasi diri terhadap prokrastinasi skripsi pada mahasiswa di Universitas 17 agustus 1945 Samarinda. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif menurut Sugiono . yaitu digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 105 mahasiswa dari 5 fakultas yang berada di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda angkatan 2014 yang saat ini sedang menjalakankan atau mengerjakan tugas akhir skripsi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode quota sampling, quota sampling adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah . yang diinginkan, yang mana dalam penelitian ini sendiri karaktersitik responden yang akan diambil adalah mahasiswa Universitas 17 agustus Samarinda angkatan 2014 yang sedang dalam pengerjaan skripsi. Penelitin ini menggunakan dua skala yaitu skala prokrastinasi dan skala regulasi diri yang telah diadaptasi oleh Wicaksana . Motivasi HASIL DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment pada variable regulasi diri terhadap prokrastinasi. Hipotesis yang diajukan adalah apakah ada hubungan negatif antara regulasi diri dengan prokrastinasi skripsi, maka didapatkan hasil koefensi korelasi antara kedua variable sebesar -0. Yang mana hasilkorelasi menyatakan adanya hubungan negatif antara variabel regulasi diri dengan variable prokrastinasi pada mahasiswa Universitas 17 agustus 1945 Samarinda. Dimana jika semakin tinggi prokrastinasi maka semakin rendah pula regulasi diri begitu pula sebaliknya. Dari angka koefisien korelasi 0,217, dapat digunakan untuk mencari koefisien determinasi besarnya adalah kuadrat dari koefisien korelasi . sebesar 0,047 atau senilai dengan 4,7%. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa sumbangan variable regulasi diri dalam prokrastinasi skripsi sebesar 4,7%. Dengan demikian terdapat 95,3% berasal dari faktor lain yang dapat mempengaruhi prokrastinasi skripsi pada mahasiswa di Universitas 17 agustus Samarinda. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya dari Nisva dan Okfrima . dimana terdapat hubungan signifikan antara regulasi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa KSR PMI di Universitas Negeri Padang dengan arah negative, hal ini berarti semakin tinggi regulasi diri, maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Sebaliknya, semakin rendah regulasi diri, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik, dan besarnya sumbangan efektif regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik adalah sebesar 14%, sedangkan 86 % yang lain dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor yang bisa mempengaruhi prokrastinasi skripsi pada mahasiswa antara lain seperti kecemasan, self depreciation, ketidaknyamanan, pencari kesenangan, tidak teraturnya waktu, tidak teraturnya lingkungan, pendekatan yang lemah terhadap tugas, kurangnya pernyataan yang tegas, permusuhan dengan orang lain, dan stress dan kelelahan (Nisva dan Okfrima, 2. Berdasarkan hasil uji korelasi uji korelasi pearson product moment didapatkan hasil koefensi korelasi antara kedua variable sebesar -0,217. Jadi hasil dari uji korelasi menyatakan adanya hubungan negatif antara variabel regulasi diri dengan variable prokrastinasi pada mahasiswa Universitas 17 agustus 1945 Samarinda. Dimana jika semakin tinggi prokrastinasi maka semakin rendah pula regulasi diri begitu pula sebaliknya. Berdasarkan temuan dipenelitian ini dapat disimpulkan bahwa variable regulasi diri mempengaruhi prokrastinasi sebesar 4,7% dimana 95,3% lainnya dipengaruhi oleh prokrastinasi pada mahasiswa angkatan 2014 di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. DAFTAR PUSTAKA