PENELITIAN ASLI EDUKASI KESEHATAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN YANG MENGALAMI TERSEDAK Lasma Rina Efrina Sinurat1. Henny Syapitri2. Agnes Silvina Marbun3. Lastri4. Listi5 Program Pendidikan Profesi Ners. Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia 3,4,5 Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Diterima: 16 Juni 2025 Direvisi: 19 Juni 2025 Diterima: 29 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Tersedak merupakan suatu kondisi terjadinya sumbatan atau hambatan respirasi oleh benda asing yang menyempit pada saluran napas internal, termasuk faring, hipofaring, dan trakea. Penyempitan jalan napas bisa berakibat fatal jika Kata kunci: Pengetahuan. Bantuan itu mengarah pada gangguan serius oksigenasi dan Hidup Dasar Kondisi tersedak pada anak dapat menimbulkan situasi kegawatdaruratan respirasi Penulis Korespondensi: yang jika tidak ditangani dengan segera dapat Lasma Rina Sinurat mengancam jiwa ataupun kecacatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk Email: lasma. sinurat13@gmail. com meningkatkan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan sasaran pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat awam. Permasalahan mitra kegiatan ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada orang yang mengalami tersedak. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2025 dengan metode ceramah dan praktik pertolongan pada orang yang mengalami tersedak. Evaluasi dengan memberikan kuesioner pada saat pretest dan post Jurnal Abdimas Mutiara e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. Juli, 2025 (P347-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan 1 Analisis Situasi Tersedak adalah masuknya benda asing ke dalam tenggorokan atau saluran. Ini merupakan kondisi berbahaya yang dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Karena adanya benda asing di saluran pernapasan, orang yang tersedak dapat mengalami kesulitan bernapas dan berpotensi menimbulkan kematian jika tidak segera dilakukan pertolongan awal. Benda asing ini dapat berupa apa pun, seperti makanan, mainan, atau benda-benda kecil lainnya seperti koin, baterai, peniti, hingga jarum pentul (Umar et al. Tersedak bisa dialami oleh semua usia. Akibat kondisi ini seseorang akan mengalami gangguan atau penyumbatan pada saluran pernafasan dan bila dibiarkan terlalu lama tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen . dan dapat mengakibatkan kematian. Tersedak merupakan kegawatdaruratan yang harus memperoleh penanganan segera dan tersedak terjadi akibat benda kecil, mainan atau sepotong makanan yang menghalangi jalan napas (Karim et , 2. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) dalam kejadian tersedak mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu mencapai 17. 537 jiwa. Jumlah kasus tersedak berdasarkan penyebabnya paling tinggi disebabkan akibat makanan dimana mencapai 59,5%, tersedak karena benda asing sebesar 31,4%, dan tersedak yang belum diketahui penyebabnya mencapai 9,1%. Kasus tersedak di Indonesia sudah banyak terjadi tetapi belum ada data statistik tentang angka kejadian tersedak (Hafizhah Nur Istiqomah et al. , 2. Faktor penyebab kegagalan penanganan kegawatdaruratan oleh masyarakat awam yaitu rendahnya pengetahuan tentang teknik back blow dan hemlich manuever sehingga perlu Pengetahuan yang rendah tentang penanganan orang tersedak menyebabkan seseorang tidak mengetahui carapenanganan korban kegawatdaruratan. Masyarakat tentunya harus mengetahui teknik dasar dalam melakukan penganan pada orang tersedak seperti meminta bantuan dan menguasai teknik (Karim et al. , 2. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat awam tentang Pertolongan Pertama Pada Pasien Tersedak efektif yaitu pemberian penyuluhan kesehatan seperti pendidikan kesehatan dengan langsung demontrasi sehingga masyarakat dengan mudah mengingat tindakan Pertolongan Pertama Pada Pasien Tersedak efektif dan memperagakannya apabila terjadi kegawatdaruratan, metode lain yang bisa diberikan juga seperti pemberian brosur dan memutar video tentang Pertolongan Pertama Pada Pasien Tersedak efektif. Pentingnya pemberian demontrasi karena adanya perpaduan teori dan praktek sehingga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat awam tentang Pertolongan Pertama Pada Pasien Tersedak efektif. Penelitian Windrawati Ismaildkk . membuktikan bahwa pemberian simulasi tentang Pertolongan Pertama Pada Pasien Tersedak efektif mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan (Windrawati Ismail et al. Hasil wawancara dengan kepala sekolah ditemukan masalah kesehatan bahwa siswa SMA Ar-Rahman pernah mengalami tersedak dan sampai pingsan saat makan. SMA Swasta Ar348 Rahman telah memiliki Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang membantu siswa yang yang mengalami masalah kesehatan saat melakukan aktivitas di sekolah, mereka terbuka untuk menerima pelatihan dan pendidikan kesehatan mengenai pertolongan pertama pada siswa yang tersedak atau pingsan. Oleh karena itu, maka tim pengabdian masyarakat ingin melakukan edukasi kesehatan dan praktik pertolongan pertama pada siswa/i SMA ArRahman di sekolah tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan upaya pertolongan pertama pada siswa yang tersedak dengan sasaran pelatihanyang ditujukan kepada guru dan siswa. 2 Permasalahan Mitra Berdasarkan uraian diatas, maka masalah kesehatan yang pernah terjadi di SMA Swasta ArRahman adalah siswa/i yang mengakami tersedak saat makan. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat melaksanakan edukasi kesehatan dan praktik pertolongan pertama pada siswa/i yang mengalami tersedak untuk guru dan siswa/i kelas XII. Metode Pelaksanaan 1 Metode Pemberian edukasi kesehatan ini memiliki capaian yang ditekankan pada kemampuan siswa dan guru untuk mengenali masalah tersedak meliputi penyebab, tanda dan gejala, prinsip utama penangulangan dan pencegahan terjadinya tersedak. Edukasi diberikan dalam bentuk ceramah dan diskusi melalui media powerpoint presentation. Untuk praktik ataupun demonstrasi pertolongan pertama pada orang yang mengalami tersedak, diberikan kepada siswa/I SMA Ar-Rahman. Kegiatan dimulai dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Penyampaian informasi kesehatan tersebut dilengkapi dengan media leaflet. Dengan harapan informasi yang telah diberikan melalui pengabdian masyarakat ini akan terus melekat meskipun kegiatan ini telah selesai dilaksanakan. 2 Partisipasi Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan dan praktik demonstrasi bagi siswa kelas XII SMA Swasta Ar-Rahman JL. Manaf Lubis Gaperta Ujung Kota Medan dengan jumlah peserta yang hadir. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Mei 3 Evaluasi dan Rencana Keberlanjutan Program Evaluasi dilakukan dalam bentuk pemberian kuesioner kepada seluruh peserta yang hadir dengan memberikan gambaran pengetahuan peserta antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan. Hasil dan Pembahasan 1 Pelaksanaan Kegiatan edukasi dan pelatihan praktik pertolongan pertama pada siswa tersedak, yang diberikan n kepada guru dan siswa kelas XII SMA Swasta Ar-Rahman JL. Manaf Lubis Gaperta Ujung Kota Medan telah dilaksanakan dalam satu hari, yaitu Selasa pada tanggal 27 Mei 2025. Kegiatan pertama dilaksanakan dengan pemberian informasi edukasi pertolongan pertama pada orang tersedak, selanjutnya dilakukan demontrasi oleh tim pengabdian masyarakat dan selanjutnya dipraktikkan masing-masing oleh peserta. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 15 orang siswa dan guru. Sebelum pemberian materi edukasi, setiap peserta diminta untuk mengisi kuesioner pretest, kemudian di akhir penyampaian materi, peserta juga diminta untuk mengisi kuesioner posttest. Hal tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pemahaman materi sebelum dan sesudah edukasi. 2 Hasil Kegiatan Kegiatan edukasi kesehatan dan pelatihan praktik pertolongan pertama pada siswa yang mengalami tersedak , yang diberikan kepada guru dan siswa kelas XII SMA Swasta ArRahman JL. Manaf Lubis Gaperta Ujung Kota Medan berjalan dengan baik, yang dihadiri oleh 15 peserta yang terdiri dari siswa dan guru . Data peserta kegiatan terlampir dalam Tabel. Tabel 1 Data Peserta Edukasi Kesehatan Dan Pelatihan Praktik Pertolongan Pertama Yang Mengalami Tersedak Pada Siswa SMA Kelas XII Swasta Ar-Rahman Karateristik Jumlah Laki-laki 5 siswa Perempuan 10 siswi Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa jumlah peserta seluruhnya terdiri dari 15 siswa. Siswa laki-laki terdiri dari 5 siswa dan Siswi perempuan terdiri dari 10 siswi. Tabel 2 Data Skor Nilai Pengetahuan Sebelum Edukasi Kesehatan Dan Pelatihan Praktik Pertolongan Pertama Yang Mengalami Tersedak Pada Siswa SMA Kelas XII Swasta Ar-Rahman Siswa Score Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa skor nilai pengetahuan sebelum didberikan edukasi kesehatan dan pelatihan tentang pertolongan pertama yang mengalami tersedak pada siswa SMA kelas XII sebelum diberikan edukasi adalah 2 siswa dengan skor nilai 4, 3 siswa dengan skor 5, 5 siswa dengan skor 6, 5 siswa dengan skor 7. Tabel 3 Data Skor Nilai Pengetahuan Setelah Edukasi Kesehatan Dan Pelatihan Praktik Pertolongan Pertama Yang Mengalami Tersedak Pada Siswa SMA Kelas XII Swasta Ar-Rahman Siswa Score Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa skor nilai pengetahuan setelah didberikan edukasi kesehatan dan pelatihan tentang pertolongan pertama yang mengalami tersedak pada siswa SMA kelas XII sebelum diberikan edukasi adalah 1 siswa dengan skor nilai 7, 8 siswa dengan skor 8, 4 siswa dengan skor 9, 2 siswa dengan skor 10. 3 Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan. Berdasarkan hasil pretest kuesioner yang diberikan tim pengabdian masyarakat kepada peserta sebelum dilaksanakan kegiatan edukasi kesehatan dan pelatihan praktik pertolongan pertama pada siswa yang mengalami tersedak di SMA Swasta Ar-Rahman JL. Manaf Lubis Gaperta Ujung Kota Medan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum didberikan edukasi kesehatan dan pelatihan pertolongan pertama yang mengalami tersedak nilai skor 4-7. Hal ini dibuktikan dengan hasil pilihan jawaban benar pada pernyataan Gejala tersedak adalah batuk- batuk, sulit bicara, sesak napas, tidak ada suara atau serak, wajah membiru kemudian pingsan. Penyebab tersedak yaitu benda benda asing ke mulut. makanan yang keras seperti bakso, aktivitas saat sedang makan seperti berjalan, berlari, berbicara, tertawa. (Karim et al. , 2. Pertolongan pertama pada orang yang tersedak yaitu Tepukan di Punggung (Back Blo. dan Manuver Hentakan pada Perut (Abdominal Thrus. /Manuver Heimlich Berdasarkan hasil posttest kuesioner yang diberikan tim pengabdian masyarakat kepada peserta setelah dilaksanakan kegiatan edukasi kesehatan dan pelatihan praktik pertolongan pertama pada siswa yang mengalami tersedak nilai skor 7-10 meningkat. Pengetahuan pertolongan pertama adalah hasil tahu yang terjadi setelah seseorang mengamati suatu informasi. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk suatu tindakan/keterampilan pertolongan pertama. Semakin baik pengetahuan seseorang tentang pertolongan pertama maka akan semakin baik seseorang dalam melakukan tindakan pertolongan pertama di lapangan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan pertolongan pertama adalah dengan melakukan pendidikan Berdasarkan hasil kuesioner setelah posttest dapat dilihat pada pilihan jawaban benar pada pernyataan kuesioner pada saat korban tersedak yaitu dengan Tepukan di Punggung (Back Blo. dan Manuver Hentakan pada Perut (Abdominal Thrus. /Manuver Heimlich. melakukan tepukan di punggung: Berdiri di belakang korban dan sedikit bergeser ke samping. Miringkan korban sedikit ke depan dan sangga dada korban dengan salah satu tangan. Berikan lima kali tepukan di punggung bagian atas di antara tulang belikat menggunakan tangan bagian bawah (Windrawati Ismail et al. , 2. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat edukasi kesehatan dan pelatihan praktik pertolongan pertama pada siswa yang mengalami tersedak , yang diberikan kepada guru dan siswa kelas XII SMA Swasta Ar-Rahman JL. Manaf Lubis Gaperta Ujung Kota Medan berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang direncanakan. Koordinasi dan kerjasama antara tim pengabdian masyarakat dengan pihak sekolah terlaksana dengan baik. Pihak sekolah berharap dengan kegiatan yang telah dilakukan ini akan berkelanjutan khususnya edukasi dan pelatihan bagi siswa serta guru mengenai pentingnya bantuan hidup dasar didalam masyarakat agar dapat memberikan penanganan kegawatdaruratan untuk mencegah kondisi yang lebih parah dan mempermudah kesembuhan. Referensi