Identifikasi Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMAN 1 Menganti IDENTIFIKASI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA PADA PEMILIHAN MATA PELAJARAN PILIHAN DI SMAN 1 MENGANTI Adibah Faiha Amiriyyah Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: adiba. 20054@mhs. Bambang Dibyo Wiyono Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: bambangdibyowiyono@unesa. Abstrak Mata pelajaran pilihan merupakan kesempatan yang diberikan dimana siswa memilih dengan mempertimbangkan kemampuan dan bakat minat yang dimiliki. Penelitian dilakukan karena banyaknya siswa yang belum mampu memilih mata pelajaran pilihan menyesuaikan bakat dan minatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi berprestasi siswa pada pemilihan mata pelajaran pilihan dan strategi Guru BK dalam meningkatkan motivasi berprestasi pada pemilihan mata pelajaran pilihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menunjukkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemilihan mata pelajaran pilihan ditemukan motivasi berprestasi siswa dimana ditunjukkan dengan keinginan siswa memilih terlibat langsung dalam identifikasi minat dan bakat serta usaha siswa yang dikerahkan untuk memilih mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan kemampuan dan bakat minatnya Kata kunci : motivasi berprestasi, mata pelajaran pilihan, guru bimbingan dan konseling. Abstract Elective subjects are opportunities provided where students can choose elective subjects by considering their abilities and talents. The research was carried out because many students have not been able to choose elective subjects based on their talents and interests. This study aims to find out the motivation of students to excel in the selection of elective subjects and the strategy of BK teachers in increasing the motivation to excel in the selection of elective subjects. The research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection uses interview, observation and documentation study techniques. Data analysis is carried out by reducing data, showing data and drawing conclusions. The results of the study show that in the selection of elective subjects, it is found that the motivation of students to achieve is shown by the desire of students to choose to be directly involved in the identification of interests and talents as well as the efforts of students who are deployed to choose elective subjects that are in accordance with their abilities and talents of interest Keywords: motivation for achievement, elective subjects, guidance and counseling teachers. pengembangan diri dalam wirausaha, dan melanjutkan ke (Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, 2. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pada kurikulum merdeka menawarkan kelebihan yaitu tidak ada program peminatan bagi jenjang sekolah menengah atas, lebih jelasnya pada kurikulum ini siswa mendapat kebebasan. Hal tersebut juga berlaku di SMAN 1 Menganti, yang menerapkan mata pelajaran pilihan. Dalam pelaksanaan mata pelajaran pilihan, sebelumnya siswa diberikan sosialisasi dan pendampingan saat memilih mata pelajaran pilihan, dimana terdapat tahap bimbingan yang dilakukan guna membantu siswa mengidentifikasi bakat, minat serta kemampuan yang dimiliki untuk pertimbangan saat mengambil keputusan mata pelajaran pilihan yang dapat meningkatkan kemampuan siswa. PENDAHULUAN Proses pembelajaran di lingkungan sekolah pembelajaran yang telah ditetapkan oleh sekolah. Dalam pembelajaran di dunia pendidikan selalu ada pembaruan sistem pembelajaran, saat ini sedang maraknya pembaruan kurikulum yaitu kurikulum merdeka yang terdapat dalam Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, bahwa mata pelajaran pilihan merupakan mata pelajaran yang dipilih oleh siswa berdasarkan rencana untuk Identifikasi Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMAN 1 Menganti 2. bahwa definisi motivasi sebagai Auproses di mana aktivitas yang terarah pada suatu tujuan tertentu didorong dan dipertahankan. Ay Ketika siswa mengalami permasalahan motivasi dalam dirinya, hal tersebut akan menyebabkan menurunnya tingkat prestasi dan minat belajar siswa (Syamsurizal & Khusumadewi, 2. Dalam hal ini penting adanya motivasi berprestasi akademik siswa dalam pemilihan mata pelajaran pilihan untuk mendorong siswa melakukan usaha semaksimal mungkin dalam menumbuhkembangkan kemampuan dan bakat minat Selain dorongan dan keinginan dalam diri siswa untuk meraih suatu prestasi pada pemilihan mata pelajaran pilihan dengan mempertimbangkan pilihannya berdasarkan kemampuan dan bakat minatnya. Guru BK juga memiliki peranan dalam pemilihan mata pelajaran pilihan dalam mendampingi dan membimbing siswa. Peran guru BK atau konselor menurut (Nursalim, 2. adalah sebagai pemberi layanan konseling atau terapi, konsultasi, serta koordinator. Selain itu guru BK berperan dalam agen perubahan, pengembang karier hingga agen Menurut Harlock, minat diartikan sumber motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Pemilihan mata pelajaranpilihan mempertimbangkan minat karir meliputi keinginan dan motivasi untuk merencanakan dan memutuskan pilihan karirnya di masa depan, serta kegiatan yang dapat mereka pertimbangkan untuk mendukung pilihan karir tersebut. Kemudian, bakat merupakan kemampuan individu yang dilakukan dengan produktif, dikuasai dengan waktu sebentar, dan melakukan dengan terbaik dari lainnya. Kemampuan berarti kekuatan seseorang dalam merampungkan berbagai tugas yang ada di suatu kegiatan atau pekerjaan. Kemampuan dikelompokkan menjadi dua jenis yakni kemampuan intelektual dan kemampuan fisik (Robbins et al. , 2. Adapun penelitian yang terkait dilakukan oleh (Thorifah & Darminto, 2. , dimana didapatkan bahwa konselor berperan menumbuhkan motivasi berprestasi siswa melalui layanan bimbingan dan konseling, seperti layanan informatif, layanan konseling perorangan, bimbingan di kelas maupun di luar kelas, dan bimbingan Dalam mendampingi siswa memilih mata pelajaran pilihan. Guru BK berperan penting guna menumbuhkan tanggungjawab dan motivasi berprestasi dalam diri siswa untuk mencegah terjadinya siswa yang tidak mampu mengikuti pembelajaran karena tidak sesuai dengan kemampuan dan bakat minat yang dimiliki. Tujuan dari penelitian mendeskripsikan profil motivasi berprestasi saat pemilihan mata pelajaran pilihan serta strategi Guru BK meningkatkan motivasi Pada tahap ini, berbagai pihak diperlukan dalam mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan. Mata pelajaran pilihan merupakan kesempatan yang diberikan dimana siswa dapat dengan bebas memilih mata pelajaran dengan mempertimbangkan berdasarkan kemampuan, minat dan bakat yang dapat memaksimalkan upaya mereka pada pemilihan karier dan studi lanjut di jenjang berikutnya. Pelaksanaan mata pelajaran pilihan dilakukan di fase F yaitu pada kelas XI dan kelas XII, sedangkan pada fase E atau kelas X dilakukan sosialisasi hingga pendampingan proses pemilihan mata pelajaran pilihan (Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, 2. Berdasarkan wawancara singkat pada seorang guru BK pada Desember 2023, bahwa dalam proses pendampingan dan bimbingan memilih mata pelajaran pilihan yang dimana dilakukan pada siswa kelas X, para guru BK melakukan identifikasi pengetahuan siswa terhadap mata pelajaran pilihan dan pemahaman mengenai minat dan bakat para siswa. Kemudian, setelah mendapat hasil identifikasi atau asesmen, guru BK menyusun rencana pelaksanaan layanan terutama layanan bimbingan karier dengan materi mengenai bakat dan Dari hasil layanan tersebut didapati bahwa masih banyak siswa yang belum yakin apa minat dan bakat yang dimiliki, bahkan banyak siswa yang meminta untuk pindah kelas karena tidak mampu mengikuti pembelajaran di kelas mata pelajaran pilihan yang dipilih. Karena minimnya dorongan yang dimiliki siswa dalam memilih mata pelajaran pilihan berdasarkan dengan kemampuan dan bakat minatnya. Motivasi menurut McClelland diartikan sebagai kekuatan yang mendorong manusia untuk melakukan suatu perbuatan atau perilaku (McClelland, 2. Indikator seseorang memiliki motivasi berprestasi terutama aspek akademik, meliputi, . Choice atau keputusan untuk berkontribusi langsung pada suatu tugas akademis daripada tugas non-akademik. Perilaku dapat dilihat dari seseorang yang lebih memilih untuk menyelesaikan tugas yang dimiliki daripada bermain gadget atau menonton tv, atau aktivitas lainnya. Persistence atau ulet yaitu mampu menghadapi kesulitan dan kelelahan dalan menghadapi kesulitan dalam mengerjakan suatu tugas. Effort atau upaya maksimal terjadi dalam bentuk upaya fisik dan kognitif, misalnya melalui penerapan strategi kognitif dan metakognitif. Adapun bentuk perilaku yang menunjukkan usaha tersebut seperti bertanya apabila terdapat kesulitan dalam suatu pelajaran, berdiskusi dengan teman terkait materi yang belum dipahami, hingga memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk berlatih soal-soal yang diujikan, membuat rencana belajar, hingga mengikuti suatu kelompok belajar. Dalam pernyataan (Schunk et al. Identifikasi Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMAN 1 Menganti berprestasi pada pemilihan mata pelajaran pilihan SMAN 1 Menganti. sebelum pemilihan mata pelajaran pilihan Dia meyakini dan menentukan pilihan tersebut setelah mendapat hasil tes bakat minat serta mencari informasi dengan bertanya langsung ke guru BK. Berikut hasil wawancara dengan siswa 1. AuSering lihat di media sosial kayak instagram tentang apa saja jurusan-jurusan di perkuliahan, biasanya tanya-tanya ke teman-teman yang lebih paham tentang mata pelajaran pilihan di sekolah, juga tanya ke guru BK. Ay (I. MB. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada Selasa, 23 April 2024 ketika jam istirahat Terlihat siswa 1 datang ke ruang BK bersama dengan temannya untuk menemui Guru BK. Saat siswa datang dan menemui Guru BK, pada saat yang sama juga dilakukan wawancara peminatan pada siswa tersebut sebagai penguat dari hasil tes minat bakat yang telah dilakukan siswa. Selain itu, ditemukan bahwa siswa seringkali kesulitan saat memilih mata pelajaran pilihan yang Seperti karena pengaruh dari teman-teman. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan keyakinan dalam dirinya agar tidak mudah terpengaruh dengan faktor luar dan mengakibatkan kekeliruan dalam memilih mata pelajaran pilihan. Seperti yang dinyatakan oleh siswa 3. AuBerusaha buat yakin sama pilihan sendiri dan nggak gampang terpengaruh sama teman Fokus Ay(I. MB. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menunjukkan keyakinannya serta mengatasai kesulitan yang dialaminya pada pemilihan mata pelajaran pilihan dengan berbagai cara yaitu meminta pendapat dan saran kepada orang yang lebih mampu serta menanamkan keyakinan dalam dirinya mengenai kemampuan yang dimiliki untuk menentukan mata pelajaran pilihan yang sesuai. Siswa juga menunjukkan adanya usaha atau effort ketika memilih mata pelajaran pilihan. Seperti pada pernyataan siswa 3 yang mengungkapkan bahwa untuk mengatasi kesulitan dan hambatan yang dialami ketika berusaha untuk menentukan minat dan bakat yang dimiliki guna memilih mata pelajaran pilihan yang seuai, seperti mencoba ikut dalam kegiatan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah hingga ia menyadari kecenderungan dan kemampuannya dari semua kegiatan tersebut. AuCoba buat ikut banyak kegiatan kak di sekolah atau di luar, nanti lama-lama tahu kira-kira kegiatan apa yang paling merasa nyaman dan suka dan bisa sampai dapat juara. Ay(I. MB. METODE Penelitian termasuk dalam penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena sosial atau penelitian yang membuahkan data deskriptif berupa katakata maupun lisan dari sumber informasi yang dapat Dengan penlitian studi kasus dimana ditemukan suatu kasus yang terjadi pada pemilihan mata pelajaran pilihan di SMAN 1 Menganti yang merupakan sekolah menengah atas di Kabupaten Gresik yang lolos PTN jalur prestasi tertinggi. Maka penelitian menggunakan jenis studi kasus. (Fitrah, 2. Sebagai pelaksana, peneliti melakukan penelitian di SMAN 1 Menganti pada siswa kelas X, dimana pada fase ini siswa akan memilih mata pelajaran pilihan di jenjang selanjutnya yaitu saat kelas XI dan XII. Peneliti juga melakukan pengamatan pada saat kegiatan pendampingan dan sosialisasi baik pada saat proses layanan bimbingan dan konseling hingga kegiatan yang dilakukan guru BK pada pemilihan mata pelajaran pilihan di SMAN 1 Menganti. Sumber data primer berdasarkan responden langsung, sedengankan data sekunder diperoleh dari sumber data yang telah ada. Penelitian menggunakan data primer yang didapatkan dari wawancara dan observasi secara langsung dengan para narasumber dan informan yang relevan serta data sekunder berupa data bentuk teks, data bentuk gambar, dan data bentuk suara (Sarwono. Pada penelitian ini, uji kesahihan data menggunakan teknik triangulasi. Dimana triangulasi merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam memeriksa kesahihan data dengan memanfaatkan hal lainnya dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek Triangulasi juga dianggap sebagai kegiatan pengecekan data melalui berbagai sumber, teknik dan (Mekarisce, 2. Triangulasi sumber merupakan teknik yang dilakukan dengan mengecek data yang didapatkan dari sumber data penelitian. HASIL Profil Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan Hasil menunjukkan bahwa siswa memillih mencari informasi mengenai rencana karier saat luang dengan melalui media sosial hingga datang ke Guru BK. Dimulai dari ketika siswa memiliki keinginan untuk masuk jurusan-jurusan di perkuliahan melalui media sosial, serta bertanya kepada Guru BK mengenai minat yang dimilikinya Identifikasi Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMAN 1 Menganti Kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan kesempatan mengatasi kesulitan yang dialami dengan berbagai cara, seperti meminta saran dari orang disekitarnya dan mencoba untuk melakukan eksplorasi diri melalui kegiatan-kegiatan non akademik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah mengerahkan usaha secara maskimal dan mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki dalam kegiatan yang diikutinya, hingga mencapai hasil terbaik bahkan mendapatkan prestasi dari kegiatan tersebut. Strategi Guru BK dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan Dalam memilih mata pelajaran pilihan, guru BK dan orientasi menggunakan berbagai metode untuk meningkatkan motivasi siswa. Dimana selain mengetahui minat dan bakat yang dimiliki, siswa juga perlu memiliki motivasi dalam dirinya dimana pada pemilihan mata pelajaran pilihan bentuk motivasi dapat dilihat dari bagaimana siswa memiliki keinginan untuk menentukan mata pelajaran yang sesuai dengan memperhatikan minat yang dimiliki serta rencana karier seperti jurusan kuliah yang ingin Berikut hasil wawancara dengan kelima guru BK mengenai strategi yang dilakukan untuk memotivasi siswa agar berusaha memilih mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan bakat dan minatnya serta mampu meningkatkan kesempatan siswa untuk menumbuhkembangkan kemampuan yang dimiliki. AuMotivasi yang kami berikan sebagai guru BK di sekolah yaitu memberikan afirmasi dan kalimat positif yang dapat membangun kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan Ay(I. SGBK. BK. Strategi dan upaya dilakukan untuk memotivasi siswa yaitu memberikan pendampingan bagi siswa, karena siswa seringkali ragu akan kemampuan yang dimiliki sehingga siswa melewatkan kesempatan yang ada untuk menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimilikinya. AuPenting bagi siswa sebuah kalimat positif yang memotivasi dan juga pendampingan dan Ay(I. SGBK. BK. Dari disimpulkan adanya strategi dan upaya yang dilakukan guna meningkatkan motivasi berprestasi siswa yang sebelumnya memang sudah dimiliki siswa namun belum mencapai hasil yang maksimal, yaitu meningkatkan kepercayaan diri siswa akan kemampuan yang dimiliki. PEMBAHASAN Profil Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan Diadapi bahwa siswa kelas X telah memiliki motivasi Dimana hal ini terlihat pada indikator choice yaitu memilih secara langsung mencari informasi mengenai mata pelajaran pilihan yang tersedia di sekolah. Kemudian siswa juga melakukan identifikasi minat dan bakat sebagai bahan pertimbangan mereka ketika memilih mata pelajaran Selain itu, siswa juga memiliki keinginan untuk berusaha dan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki dimulai dari mengikuti pembelajaran di kelas, maka diperlukan penentuan pilihan yang matang agar kelas yang akan dipilih tersebut harus sesuai dengan bakat dan minat siswa. Hal ini sesuai dengan indikator motivasi berprestasi yaitu effort atau usaha, dimana siswa tidak berhenti untuk mencari tahu bakat serta minat yang dimiliki. Hal ini ditemukan dalam penelitian (Sukada et , 2. , bahwa minat belajar serta motivasi pembelajaran siswa. Oleh karena itu, penting untuk melihat minat yang dimiliki siswa dalam menentukan mata pelajaran pilihan agar mampu mencapai hasil maksimal dari pembelajaran tersebut. Siswa yang mampu memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan keterampilannya akan mampu mengenal dirinya secara utuh melalui eksplorasi karir yang mendalam dan merencanakan karirnya dengan percaya diri (Basak & Ghosh, 2. Motivasi berprestasi siswa kelas X terutama pada saat menentukan dengan tepat dan sesuai minatnya telah lakukan. Baik itu dengan cara mencari tahu melalui media sosial hingga melakukan diskusi dengan berbagai pihak seperti teman, orang tua dan guru BK. Hal ini sesuai dengan penelitian (Wijaya & Widiasavitri, 2. , dimana didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi siswa. Siswa yang memiliki hubungan pertemanan yang baik seperti saling memberikan pengaruh baik dan memotivasi satu sama lain, akan mampu mmeiliki rasa kepercayaan diri dalam mengatasi permasalahan ataupu mencapai sebuah prestasi. Pada pemilihan mata pelajaran pilihan memang dibutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak yang mampu membantu siswa mulai dari mengidentifikasi kemampuan dan minatnya, hingga menemukan mata Identifikasi Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMAN 1 Menganti kemampuan yang dimiliki siswa. Strategi Guru BK dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan Penelitian ini, ditemukan adanya upaya guru bimbingan dan konseling diantaranya dengan memberikan rasa percaya diri pada siswa akan Selama proses observasi terlihat Guru BK memberikan kalimat-kalimat afirmasi dan positif seperti AuKamu pasti bisaAy dan AuKamu harus yakin dengan kemampuan yang kamu milikiAy yang diberikan kepada siswa dimana bertujuan meningkatkan kepercayaan diri siswa bahwa kemampuan yang dimiliki mampu mendukung siswa mencapai cita-cita di masa mendatang. Selain itu, upaya tersebut juga perlu dilakukan oleh orang tua siswa. Hal ini sesuai dalam penelitian (Amseke, 2. , bahwa dukungan sosial orang tua memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa. Siswa yang mendapatkan dukungan secara terus menerus dari orang tua mampu mendorong siswa meningktakan dan mempertahankan motivasi berprestasi dalam diri Guru BK berperan untuk menjalankan program BK untuk siswa. Hal ini juga dilakukan pada pemilihan mata pelajaran pilihan, dimana siswa dibimbing untuk mampu memiliki tanggungjawab dalam memilih mata pelajaran pilihan dengan berdasarkan kemampuan dan minat yang dimiliki (Thorifah & Darminto, 2. Selain itu, siswa juga mampu menemukan solusi dari masalah yang dialami untuk melatih kemampuannya berpikir secara kritis selama menyelesaikan masalahnya. Seperti yang didapatkan dari penelitian (Asiyah et al. , 2. , bahwa kepercayaan diri memiliki hubungan positif dengan motivasi berprestasi. Semakin tinggi tingkat rasa percaya diri yang dimiliki, maka tinggi pula motivasi berprestasi yang dimiliki siswa. Sebaliknya jika percaya dirinya rendah, maka semakin rendah juga motivasi berprestasi dalam dirinya. Strategi yang dilakukan Guru BK bertujuan agar siswa mampu menunjukkan rasa percaya diri nya dengan cara menentukan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan kemampuan dan minat yang dimiliki, sehingga siswa akan menumbuhkembangkan kemampuan yang dimiliki. Karenanya, strategi dan upaya yang dilakukan Guru BK di SMAN 1 Menganti dalam meningkatkan motivasi berprestasi siswa pada pemilihan mata pelajaran pilihah dapat mendapatkan hasil yang Dimana dari banyak siswa yang ingin pindah kelas karena tidak mampu mengikuti pembelajaran dengan baik dapat diselesaikan hingga mampu meraih prestasi yaitu peringkat pertama dari seluruh Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Gresik yang memiliki jumlah siswa lolos PTN jalur prestasi tahun 2024 dengan peningkatan signifikan setiap tahunnya. Hasil penelitian yang telah dijelaskan diatas, juga tentu tidak luput dari keterbatasan peneliti. Dimana pada penelitian ini, data didapatkan melalui wawancara mendalam pada subjek penelitian dan terdapat keterbatasan penelitian yang meliputi subyektifitas pada peneliti. Penelitian ini sangat berfokus pada hasil wawancara sehingga masih adanya bias pada penelitian. Untuk menguranginya pada penelitian maka dilakukan . PENUTUP Simpulan Siswa kelas X di SMAN 1 Menganti memiliki motivasi beprestasi dalam mata pelajaran pilihan. Hal ini terlihat ketika siswa memilih untuk terlibat langsung dalam melakukan identifikasi bakat minatnya serta mencari informasi mengenai mata pelajaran pilihan dengan datang ke ruang BK bersama teman-temannya ketika jam istirahat. Siswa juga mampu mengatasi kesulitan yang dialaminya dengan berusaha mencari bantuan dengan berdiskusi dengan pihak yang dirasa mampu membantunya seperti orang tua dan Guru BK. Guru BK berupaya dalam meningkatkan motivasi berprestasi siswa pada pemilihan mata pelajaran Upaya yang dilakukan yaitu selalu memberikan motivasi secara verbal berupa kalimat afirmasi dan positif guna meningkatkan kepercayaan diri akan kemampuan yang dimiliki, sehingga siswa mampu menentukan mata pelajaran pilihan yang sesuai dan memaksimalkan kemampuan dan bakat minat yang dimilikinnya. Saran Guru BK perlu melakukan koordinasi kepada siswa guna membantu mengawasi dan mengamati siswa yang bermasalah ketika di luar jam pelajaran BK, sehingga dapat memudahkan guru BK untuk membantu siswa tersebut meskipun siswa seringkali tertutup dan enggan bercerita ketika melakukan layanan bimbingan dan konseling serta perlu meningkatkan kompetensi yang dimiliki dengan melakukan pelatihan atau seminar-seminar mengenai perencaan karier sebagai upaya membantu siswa memiliki pengetahuan yang cukup sehingga mampu Identifikasi Motivasi Berprestasi Siswa pada Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMAN 1 Menganti Nursalim. Peran Guru BK/Konselor Dalam Mensukseskan Program Merdeka Belajar. Abkin Jatim Open Journal System, 1. , 11Ae18. memantapkan pilihannya hingga nanti ke jenjang karier yang lebih tinggi. Penelitian selanjutnya dengan variabel yang lain yang berhubungan dengan motivasi berprestasi, mengingat penelitian ini hanya berfokus pada motivasi berprestasi dalam pemilihan mata pelajaran pilihan, penelitian dapat dilakukan dengan subjek penelitian selain Guru BK seperti misalnya waka kurikulum maupun guru lainnya yang memiliki tanggungjawab dalam pemilihan mata pelajaran pilihan serta selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan subjek lain dan memperluas populasi Nursalim. Laksmiwati. Syafiq. Budiani. Savira. Khairunisa. , & Satwika. Psikologi pendidikan. Surabaya: Unesa University. Purwanto. Model motivasi trisula: sintesis baru teori motivasi berprestasi. Jurnal Psikologi, 41. , 218Ae228. POP DAFTAR PUSTAKA