Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Analisis Valuasi Saham Menggunakan Metode Price Earning Ratio (PER) Untuk Pengambilan Keputusan Investasi Tio Devilishantia | Fitria Mandarairab | Yusnaidic | Nabila Hilmy Zhafirad | a,b,c,d. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisni. Universitas Teuku Umar Corresponding author:tiodevilishanti@utu. A B S T R AC T This study aims to calculate and analyze the stock valuation of LQ45 companies for five years, within the period of 2020 to 2024. There are 25 companies selected as research samples by using the purposive sampling The type of data used is secondary data, in the form of data in financial statements consisting of net profit, equity, dividends. Other data needed are stock price and the number of shares outstanding during the observation period. The results of the analysis indicate the undervalued and overvalued companies. It as well recommend several companies that can be chosen by prospective investors to invest in the future period. Keywords: Brand reputation. Visitor experience. Visitor satisfaction. Revisit ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis valuasi saham perusahaan LQ45 selama lima tahun yaitu periode 2020 sampai dengan Terdapat 25 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian setelah dilakukan seleksi menggunakan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, berupa data-data yang terdapat dalam laporan keuangan yang terdiri dari laba bersih, ekuitas, dividen. Data lainnya yang dibutuhkan adalah data harga saham dan jumlah lembar saham yang beredar selama periode pengamatan. Hasil analisis menunjukkan perusahaan mana saja yang memiliki nilai undervalued dan Hasil analisis merekomendasikan beberapa perusahaan yang dapat dijadikan pilihan bagi calon investor untuk melakukan investasi di periode mendatang. Kata kunci: valuasi saham, signaling theory, undervalued, overvalued Citation: Devilishanti. Mandaraira. Yusnaidi, & Zhafira. Analisis valuasi saham menggunakan metode Price Earning Ratio (PER) untuk pengambilan keputusan Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen, 9. , pp. 133Ae146. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. PENDAHULUAN Investasi adalah kegiatan menanamkan sejumlah uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Investasi dapat dilihat sebagai suatu bentuk pengorbanan yang dilakukan oleh seorang investor dengan tujuan memperoleh keuntungan yang lebih besar di masa mendatang dari investasi yang dilakukan pada saat ini. Ketika investor telah menentukan tujuan investasinya, maka dapat ditentukan jenis investasi apa yang akan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu jenis investasi yang populer adalah investasi saham di pasar modal. Saham adalah klaim atas aset perusahaan dan kepemilikannya. Ketika seseorang memiliki saham di suatu perusahaan, orang tersebut disebut sebagai pemegang saham atau investor dan berhak mengklaim sebagian dari aset dan laba perusahaan yang tersisa . ika perusahaan tersebut harus dibubarka. Keuntungan lain yang akan di dapat oleh investor dari investasi sahamnya adalah menerima laba, yang dibayarkan dalam bentuk dividen. Perusahaan dapat memutuskan jumlah dividen yang akan dibayarkan dalam satu periode . eperti satu kuartal atau satu tahu. , atau dapat memutuskan untuk menahan semua laba tersebut jika terdapat kesempatan investasi bagi perusahaan . engembangan bisni. yang lebih menjanjikan di masa depan. Selain dividen, pemegang saham juga dapat memperoleh capital gain . , yaitu keuntungan . yang diperoleh dari selisih antara harga jual saham dengan harga beli saham tersebut. Pada umumnya, investor akan memilih investasi yang memiliki ekspektasi imbal hasil . yang tinggi. Namun, imbal hasil yang tinggi akan sebanding dengan risiko yang akan dihadapi. Jika ekspektasi imbal hasil yang lebih tinggi dapat dicapai dengan hanya menanggung risiko yang kecil, maka akan terjadi perebutan dalam pembelian aset tersebut, hal ini akan menyebabkan terjadinya kenaikan harga. Pertukaran risiko- imbal hasil . isk-return trade of. pada pasar sekuritas menunjukkan bahwa aset yang mengandung risiko tinggi akan dihargai pada imbal hasil yang tinggi pula, sebaliknya aset dengan risiko yang lebih rendah akan dihargai pada imbal hasil yang lebih kecil. Untuk memaksimalkan keuntungan serta membantu pemegang saham memilih saham-saham potensial, diperlukan pemahaman dan kemampuan analitis yang baik dalam menilai suatu saham. Valuasi atau penilaian saham dilakukan untuk membantu investor dalam mengambil keputusan Nilai intrinsik saham yang lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar saham saat ini membuat investor mengurangi atau menunda pembelian saham karena investor menilai bahwa harga pasar saham tersebut tidak sesuai dengan harga saham yang seharusnya atau disebut dengan overvalued . arga saham terlalu tingg. Alternatif lain yang dapat dilakukan investor dalam kondisi ini adalah menjual sahamnya. Sebaliknya, jika nilai intrinsik, atau perkiraan investor itu sendiri tentang nilai saham sesungguhnya, melebihi harga pasar, maka harga saham tersebut dianggap murah dan investor disarankan untuk membeli saham tersebut. Berbagai model valuasi saham digunakan oleh pemegang saham atau para analis pasar modal untuk mencari saham yang harganya tidak tepat . Harga tersebut bisa dinilai murah . atau tinggi . Analisis yang biasa digunakan untuk melakukan valuasi atau penilaian saham adalah analisis fundamental, yaitu analisis yang menggunakan informasi mengenai tingkat laba saat ini dan harapan untuk menilai kewajaran nilai pasar suatu perusahaan. Berbagai https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian saham memiliki model yang berbeda sesuai dengan penilaian dividennya maupun nilai earnings . odel PER). Valuasi saham dapat membantu para pemegang saham untuk mempertimbangkan keputusan investasi yang akan diambil sehingga tujuan investasi dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. KAJIAN PUSTAKA Teori Sinyal Teori Sinyal atau Signaling Theory yang dikemukakan pertama kali oleh Michael Spence tahun 1973 menyatakan bahwa individu dapat memberi sinyal terhadap kualitas atau karakteristik mereka kepada orang lain ketika pihak lain tidak memungkinkan untuk melakukan pengamatan secara Teori ini berakar pada gagasan bahwa individu menggunakan tindakan atau sifat yang dapat diamati . untuk menyampaikan informasi tentang kualitas tersembunyi mereka, seperti kemampuan atau pendidikannya. Sinyal-sinyal ini kemudian dapat digunakan oleh orang lain . alam hal ini investo. untuk membuat keputusan investasi. Teori sinyal menganggap bahwa pembelian kembali saham merupakan cara yang efisien untuk meningkatkan harga saham ketika saham perusahaan dinilai terlalu rendah. Penelitian terdahulu yang dilakukan di pasar modal Tiongkok menunjukkan beberapa bukti teori sinyal terhadap pembelian kembali saham, di mana ditemukan bahwa terdapat hubungan yang era tantara harga saham yang dinilai rendah dengan pengumuman pembelian kembali saham yang dilakukan oleh manajemen perusahaan (Ma & Sui, 2020. Manconi et al. , 2. Sinyal Undervaluasi Saham Dann . dan Vermaelen . mengusulkan teori sinyal bahwa pembelian kembali saham di pasar modal menandakan undervaluasi saham. Akibatnya, ketika saham perusahaan dinilai terlalu rendah, perusahaan cenderung membeli kembali saham tersebut. Pembelian kembali saham di pasar terbuka telah dianggap sebagai cara yang baik bagi perusahaan untuk mengembalikan uang tunai kepada investor. Para manajer menggunakan pembelian kembali saham di pasar modal untuk memberi sinyal tentang nilai saham yang rendah dan prospek perusahaan yang lebih baik (Manconi et al. , 2019. Moin et al. , 2. Namun meskipun motif pembelian kembali saham memiliki nilai tambah, penelitian lainnya tidak menemukan adanya abnormal return pembelian kembali saham yang positif secara signifikan (Lee at al. , 2020. Kurt, 2. Teori lain mengaitkan pengaturan waktu pasar dengan pembelian kembali saham (Ritter, 1991. Chan et al. , 2. Pengaturan waktu pasar pembelian kembali saham mencakup pengaturan waktu pasar pada tingkat saham dan tingkat pasar (Ikenberry et al. , 1995. Brockman dan Chung, 2001. Anolick et al. , 2. Dittmar dan Field . menemukan bahwa perusahaan membayar harga pembelian kembali relatif yang lebih rendah setelah penurunan pasar, yang menunjukkan bahwa manajer mengatur waktu pasar agregat serta harga saham mereka sendiri. Jika undervalued dinilai merupakan sinyal yang baik, maka overvalued adalah kebalikannya. Overvalued/ overvaluasi saham merupakan kondisi di mana saham diperdagangkan pada harga yang tidak dibenarkan oleh kinerja keuangan perusahaan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. terjadinya overvaluasi saham antara lain apabila investor terlalu optimis terhadap pasar saham dan pengambilan keputusannya dipengaruhi oleh sentimen pasar atau jika investor memiliki informasi yang tidak ketahui oleh masyarakat luas (Seybert dan Yang 2. Selain itu, overvalued juga dapat disebabkan karena terjadinya gelembung pasar . arket bubbl. Ini adalah kondisi di mana harga aset mengalami kenaikan secara cepat dan tidak wajar, jauh di atas nilai fundamentalnya. Kemudian diikuti dengan penurunan tajam ketika antusiasme investor mulai mereda. Hal ini dapat menyebabkan overvaluasi umum harga saham (Dong et al. Penelitian lain menemukan penyebab overvaluasi saham/overvalued adalah adanya pelaku pasar yang menaikkan harga saham melalui manipulasi pasar (Fu et al. Valuasi Saham Valuasi atau penilaian saham adalah metode untuk menentukan nilai intrinsik . ilai sebenarny. suatu saham. Valuasi saham penting dilakukan karena nilai intrinsik suatu saham mungkin berbeda dari harga saham di pasar saham. Jika seorang investor mengetahui nilai intrinsik saham yang menjadi pilihan investasinya, maka ia dapat menentukan apakah saham tersebut dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah dibandingkan dengan harga saham yang tertera di pasar saham saat ini. Secara teori, terdapat beberapa nilai yang berhubungan dengan saham, yaitu nilai buku . ook valu. , nilai pasar . arket valu. dan nilai intrinsik . ntrinsic valu. Nilai buku merupakan nilai saham menurut pembukuan perusahaan atau nilai yang dicatat pada saat saham dijual oleh perusahaan. Nilai pasar merupakan nilai saham di pasar bursa yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran para pelaku pasar dan nilai intrinsik merupakan nilai sebenarnya dari suatu saham atau disebut juga dengan nilai fundamental. Ketiga konsep nilai saham ini dapat digunakan untuk membantu investor mengetahui sahamsaham mana yang bertumbuh . dan saham mana yang nilainya rendah . Pertumbuhan perusahaan menunjukkan bagaimana kesempatan investasi di masa depan. Investor dapat mengetahui bagaimana pertumbuhan suatu perusahaan dari nilai buku dan nilai pasarnya. Jika nilai pasar perusahaan lebih besar dari nilai bukunya, berarti pasar percaya bahwa perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan. Selain menilai pertumbuhan perusahaan, investor juga harus mengetahui apakah nilai suatu saham merupakan nilai yang seharusnya . , murah, atau mahal. Nilai saham tersebut dapat diketahui dari membandingkan antara nilai pasar dengan nilai intrinsik. Nilai intrinsik merupakan nilai sebenarnya dari suatu saham. Jika nilai pasar lebih kecil dari nilai intrinsiknya, menunjukkan bahwa saham tersebut dijual dengan harga yang murah . , karena investor membayar saham tersebut lebih kecil dari yang seharusnya dibayar. Sebaliknya jika nilai pasar lebih besar dari nilai intrinsik, menunjukkan bahwa saham tersebut dijual dengan harga yang mahal . Setelah mengetahui jenis-jenis nilai yang berhubungan dengan saham, selanjutnya investor dihadapkan dengan bagaimana melakukan analisis terhadap saham-saham tersebut. Terdapat dua jenis analisis yang banyak digunakan untuk menentukan nilai sebenarnya dari suatu saham, yaitu: Analisis Teknikal Analisis teknikal merupakan suatu metode yang digunakan oleh para investor untuk membantu memprediksi pergerakan harga saham. Para investor meyakini bahwa pergerakan harga saham dapat https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. mencerminkan segala informasi yang ada di pasar dan tren yang terbentuk merupakan pengulangan dari tren yang terjadi di periode sebelumnya. Analisis ini menggunakan data pasar dari suatu saham untuk menentukan nilai saham tersebut. Data yang digunakan misalnya data harga saham dan volume transaksi saham. Oleh karena itu analisis teknikal biasanya digunakan oleh para praktisi atau trader yang melakukan transaksi saham dalam jangka pendek sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasinya. Analisis Fundamental Analisis fundamental merupakan analisis yang digunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan . ata fundamenta. seperti data penjualan, laba, dividen yang dibayarkan kepada investor, dan lain-lain. Analisis ini biasanya digunakan oleh para peneliti dan akademisi untuk mempelajari dan melakukan penelitian-penelitian yang terkait dengan investasi saham di pasar modal. Terdapat dua pendekatan dalam analisis fundamental yang biasa digunakan untuk menentukan nilai intrinsik saham, yaitu pendekatan penilaian dividen dan pendekatan PER . rice earning rati. Jenis-Jenis Perhitungan Valuasi Saham Untuk menentukan nilai sebenarnya . ntrinsic valu. dari saham yang diperdagangkan, terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan, yaitu dengan pendekatan penilaian dividen dan pendekatan PER (P/E ratio approac. Model Penilaian Dividen Model Diskonto Dividen Model diskonto dividen didasarkan pada asumsi bahwa dividen perusahaan mencerminkan arus kas perusahaan yang diterima oleh investor. Model diskonto dividen menyatakan bahwa nilai intrinsik harga saham perusahaan sama dengan nilai sekarang dari dividen perusahaan di masa mendatang. Model ini hanya berlaku jika perusahaan mendistribusikan dividen secara teratur dan distribusinya dapat diprediksi. Model diskonto dividen untuk menghitung nilai intrinsik saham adalah sebagai berikut: ya yc ycE0 = OcO ycOe1 . di mana: P0 = Nilai sekarang . resent valu. perusahaan t = periode waktu ke t dari t=1 sampai dengan O Dt = dividen yang dibayarkan untuk periode ke-t k = suku bunga diskonto . iscount rat. atau tingkat pengembalian yang diinginkan . equired rate of retur. Model Pertumbuhan Dividen Konstan Model pertumbuhan dividen konstan ditemukan oleh Myron J Gordon sehingga sering disebut dengan Gordon Model. Pada umumnya perusahaan membayarkan dividen yang tumbuh kepada para investor, seperti halnya contoh pada model diskonto dividen. Namun, semakin berkembangnya suatu perusahaan, maka akan semakin meningkat pula dividen yang akan dibayarkan kepada investor. Hal https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. ini menunjukkan bahwa dividen dapat diharapkan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tertentu. Misalkan dividen diharapkan akan bertumbuh secara konstan dan diasumsikan saham dipegang untuk jangka waktu yang sangat lama, maka harga saham yang memiliki karakteristik seperti itu dapat dirumuskan sebagai berikut : ycE0 = ycEycO = ya0 . 1 ya . ycu ya . O U . )ycu . yco ) )O yc Di mana: P0 = PV = Nilai sekarang . resent valu. perusahaan D0 = dividen pada tahun ke 0 . wal tahu. g = tingkat pertumbuhan dividen ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemegang saham Model Pertumbuhan Dividen yang tidak Konstan Model pertumbuhan dividen yang tidak konstan mengasumsikan bahwa pada tahun-tahun awal saham dapat tumbuh dengan cepat, kemudian saham akan tumbuh melambat dengan konstan di tahuntahun berikutnya hingga jangka waktu yang panjang. Fenomena ini dapat terjadi pada perusahaan baru yang di awal kemunculan memiliki produk yang tumbuh pesat, atau dapat dikatakan mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi. Kemudian pada satu titik tertentu produk akan masuk dalam tahap kedewasaan dan pertumbuhan mulai melambat akibat persaingan dan kejenuhan pasar. Pada kondisi seperti ini, rumus yang dapat digunakan untuk menghitung saham perusahaan adalah sebagai berikut yc yc ycEycO = Ocycycn=1 ya0 . yci1 )ycn /. ycoyc )ycn OcO yc=yc 1 yayc . yci2 ) /. ycoyc ) . Pendekatan PER PER . rice earning rasi. merupakan alternatif lain yang dapat digunakan untuk menghitung nilai fundamental atau nilai intrinsik saham. PER . rice earning rasi. adalah pendekatan yang menggunakan nilai earnings . aba perusahaa. untuk mengestimasi nilai intrinsik. PER . rice earning rasi. menunjukkan rasio harga saham terhadap earnings. Rasio ini menunjukkan berapa besar investor menilai harga saham terhadap kelipatan earnings perusahaan tersebut. Oleh karena itu pendekatan PER sering juga disebut dengan pendekatan earnings multipier. PER dapat dihitung dengan rumus: ycEyaycI = yaycaycyciyca ycyyceyc yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco yaycaycycuycnycuyci ycEyceyc ycIEaycaycyce Di mana: Harga pasar saham = harga saham yang beredar di pasar modal Earning per share = hasil dari total laba bersih dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar METODE PENELITIAN Data dan Sampel https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data laba bersih, ekuitas dan dividen perusahaan yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Selain itu, data lain yang digunakan adalah data harga saham dan jumlah lembar saham yang beredar. Data tersebut diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian selama 5 tahun yaitu tahun 2020-2024. Penelitian ini berfokus pada perdagangan saham yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki likuiditas tertinggi dan kapitalisasi pasar terbesar. Perusahaan-perusahaan tersebut tergabung dalam indeks LQ45, yang dievaluasi per enam bulan oleh Bursa Efek Indonesia, yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Apabila terdapat saham yang tidak memenuhi kriteria, maka saham tersebut akan dikeluarkan dari indeks dan diganti dengan saham lain yang memenuhi kriteria (Jogiyanto, 2. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan anggota sampel dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu (Cooper dan Schindler, 2. Kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini antara lain: Perusahaan konsisten terdaftar pada index LQ45 selama periode 2020-2025. Perusahaan mengumumkan besaran pembagian dividen kepada investor. Perusahaan memiliki data lengkap yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu laba bersih, total ekuitas, jumlah dividen, harga saham serta jumlah lembar saham yang beredar. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan tersebut, maka sampel yang memenuhi syarat dalam penelitian ini adalah sebanyak 25 perusahaan. Penyebab terbanyak sampel tidak memenuhi kriteria dikarenakan keluar-masuknya perusahaan ke dalam indeks LQ45 dalam beberapa periode listing selama periode penelitian, sehingga laporan keuangan tahunan tidak bisa digunakan Metode Pengukuran Data Untuk mendapatkan nilai intrinsik, penelitian ini menggunakan metode analisis Price Earning Ratio (PER). Terdapat beberapa tahapan metode pengukuran yang digunakan, yaitu: Menghitung tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan yci = ycIycCya ycU . Oe yaycEycI) . Di mana : g = tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan ROE (Return On Equit. = kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan ROE dihitung dengan cara (Laba Bersih/Ekuita. x 100% DPR (Dividend Payout Rati. = Jumlah total dividen yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham relatif terhadap laba bersihnya Menentukan nilai Earning Per Share (EPS) yaycaycayca yaAyceycycycnEa yaycEycI = yaycycoycoycaEa yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco ycycaycuyci yaAyceycyceyccycayc https://jurnal. id/jbkan/ . Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Menentukan return yang diharapkan ya = ycE0 yci Di mana: k = return yang diharapkan D0 = dividen saham P0 = harga saham g = tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan Menghitung Price Earning Ratio (PER) ya /ya ycEyaycI = ycoOeyci . Atau ycEyaycI = yaycaycyciyca ycEyceyc yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco yaycEycI Menentukan nilai saham dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai intrinsik > nilai pasar, maka saham perusahaan tersebut dinilai undervalued. Jika nilai intrinsik < nilai pasar, maka saham perusahaan tersebut dinilai overvalued. Jika nilai intrinsik > nilai pasar, maka saham perusahaan tersebut dinilai correctly valued. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Price Earning Ratio (PER) untuk mendapatkan nilai intrinsik saham . ilai yang sebenarny. Hasil perhitungan dan analisis ditampilkan pada tabel Tabel 1. 1 Valuasi Saham Menggunakan PER Tahun 2020 Kode Perusahaan Nilai Intrinsik Harga Pasar Keterangan ADRO Undervalued ANTM ASII BBCA BBNI BBRI Undervalued Undervalued Overvalued Overvalued Undervalued https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. BBTN BMRI CPIN EXCL ICBP INDF INKP INTP ITMG KLBF MDKA MEDC PGAS PTBA SMGR TLKM TOWR UNTR UNVR Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Tabel 1. 1 di atas menunjukkan bahwa terdapat 19 saham perusahaan yang berada dalam kondisi undervalued, di mana nilai pasar lebih kecil dibandingkan dengan nilai intrinsiknya. Kondisi ini dapat diartikan bahwa perusahaan menjual saham dengan harga yang relatif murah. Harga saham yang undervalued dapat memberikan sinyal bahwa perusahaan memiliki prospek yang lebih baik di periode mendatang (Clarke et al. , 2. Hal ini dapat dijadikan strategi oleh perusahaan untuk menarik kembali investor. Di sisi lain, terdapat 6 perusahaan yang mengalami overvalued, yaitu BBCA. BBNI. ITMG. MDK. SMGR dan UNVR. Kondisi ini dapat terjadi karena investor yang terlalu optimis terhadap pasar saham karena adanya sentiment pasar atau mereka memiliki informasi yang tidak diketahui oleh publik (Seybert dan Yang, 2. Tabel 1. 2 Valuasi Saham Menggunakan PER Tahun 2021 Kode Perusahaan Nilai Intrinsik Harga Pasar Keterangan ADRO Undervalued ANTM ASII BBCA BBNI BBRI BBTN Undervalued Overvalued Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Kode Perusahaan BMRI CPIN EXCL ICBP INDF INKP INTP ITMG KLBF MDKA MEDC PGAS PTBA SMGR TLKM TOWR UNTR UNVR Nilai Intrinsik Harga Pasar Keterangan Overvalued Overvalued Undervalued Overvalued Overvalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Overvalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Pada tahun 2021 jumlah perusahaan yang mengalami undervalued berkurang menjadi 15 perusahaan sedangkan perusahaan yang overvalued bertambah menjadi 10 perusahaan. Namun tidak semua perusahaan yang mengalami undervalued di tahun 2020 tetap dalam kondisi undervalued di Terdapat 5 perusahaan yang mengalami perubahan kondisi dari undervalued menjadi overvalued yaitu ASII. BMRI. CPIN. ICBP. INDF. Sedangkan perusahaan yang mengalami overvalued di tahun 2020 namun menjadi undervalued di tahun 2021 adalah BBCA. PGAS. SMGR. Terdapat 12 perusahaan yang tetap berada pada kondisi undervalued, dan 4 perusahaan yang tetap Hasil ini tersaji pada tabel 1. Tabel 1. 3 Valuasi Saham Menggunakan PER Tahun Pengamatan 2022 Kode Perusahaan Nilai Intrinsik Harga Pasar Keterangan ADRO Undervalued ANTM ASII BBCA BBNI BBRI BBTN Undervalued Overvalued Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Kode Perusahaan BMRI CPIN EXCL ICBP INDF INKP INTP ITMG KLBF MDKA MEDC PGAS PTBA SMGR TLKM TOWR UNTR UNVR Harga Pasar Nilai Intrinsik Keterangan Overvalued Undervalued Undervalued Overvalued Overvalued Overvalued Overvalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Selanjutnya, pada tabel 1. 3 dapat diketahui bahwa selama 3 tahun periode pengamatan . , terdapat 10 perusahaan yang tetap dalam kondisi Undervalued, yaitu ADRO. ANTM. BBRI. BBTN. EXCL. INTP. KLBF. TLKM. TOWR. UNVR. Sedangkan perusahaan yang tetap mengalami Overvalued hanya sebanyak 3 perusahaan, yaitu BBNI. ITMG. UNTR. Tabel 1. 4 Valuasi Saham Menggunakan PER Tahun 2023 Kode Perusahaan Nilai Intrinsik Harga Pasar Keterangan ADRO Undervalued ANTM ASII BBCA BBNI BBRI BBTN BMRI CPIN EXCL ICBP Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Kode Perusahaan INDF INKP INTP ITMG KLBF MDKA MEDC PGAS PTBA SMGR TLKM TOWR UNTR UNVR Harga Pasar Nilai Intrinsik Keterangan Overvalued Overvalued Overvalued Overvalued Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Overvalued Undervalued Sama halnya seperti periode tahun sebelumnya, sebagian besar perusahaan mengalami perubahan kondisi baik dari undervalued menjadi overvalued maupun overvalued menjadi Pengamatan yang dilakukan selama 4 tahun . ahun 2020-2. seperti yang ditampilkan pada tabel 1. 4, menunjukkan bahwa terdapat 8 perusahaan yang tetap berada pada konsisi unvervalued selama 4 tahun berturut-turut, yaitu ADRO. ANTM. BBRI. BBTN. EXCL. KLBF. TOWR. UNVR. Serta terdapat pula 2 perusahaan yang overvalued selama 4 tahun berturut-turut, yaitu ITMG. UNTR. Tabel 1. 5 Valuasi Saham Menggunakan PER Tahun 2024 Kode Perusahaan Nilai Intrinsik Harga Pasar Keterangan ADRO Undervalued ANTM ASII BBCA BBNI BBRI BBTN BMRI CPIN EXCL ICBP INDF INKP Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Overvalued Overvalued https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Kode Perusahaan INTP ITMG KLBF MDKA MEDC PGAS PTBA SMGR TLKM TOWR UNTR UNVR Harga Pasar Nilai Intrinsik Keterangan Overvalued Overvalued Undervalued Overvalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Undervalued Overvalued Undervalued Pada tahun terakhir pengamatan . , perusahaan yang konsisten berada pada kondisi yang sama yaitu terus menerus undervalued selama 5 tahun adalah ADRO. ANTM. BBRI. BBTN. EXCL. KLBF. TOWR dan UNVR. Sedangkan perusahaan yang terus menerus overvalued selama 5 tahun pula adalah ITMG. UNTR. Sementara itu, perusahaan-perusahaan lainnya sebagian besar mengalami perubahan secara terus menerus baik dari undervalued menjadi overvalued dan overvalued menjadi undervalued kembali. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan penilaian saham dan analisis yang dilakukan selama 5 tahun, terdapat 8 perusahaan besar yang terus menerus berada dalam kondisi undervalued dari tahun 2020 Perusahaan tersebut adalah ADRO . ertambangan batu bar. ANTM . etal dan mineral minin. BBRI . BBTN . EXCL . KLBF . TOWR . UNVR . roduk rumah tangg. Kondisi ini memberikan sinyal positif kepada investor bahwa perusahaan sedang mengalami pertumbuhan sehingga calon investor dapat menjadikan perusahaan-perusahaan tersebut sebagai pilihan untuk berinvestasi. Selain itu, hasil pengujian dan analisis juga menemukan bahwa terdapat 2 perusahaan yang mengalami overvalued selama lima tahun berturut-turut yaitu ITMG . atu bar. dan UNTR . arang industri-mesin konstruks. Pada saat nilai saham perusahaan dinilai overvalued maka disarankan kepada calon investor untuk tidak melakukan pembelian terhadap saham perusahaan tersebut. Sementara bagi investor yang sudah memiliki saham perusahaan tersebut direkomendasikan untuk menjualnya (Tandelilin, 2. DAFTAR PUSTAKA