Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Peran Lembaga Keuangan Dalam Mendorong Pertumbuhan Usaha Mikro Dan Kecil Di Sektor Perikanan Aceh The Role of Financial Institutions in Driving the Growth of Micro and Small Enterprises in the Fisheries Sector in Aceh Yasrizal1*. Yayuk Eko Wahyuningsih1. Harmaini1. Said Madani2 1 Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar. Meulaboh 2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar. Meulaboh *Korespondensi: yasrizal@utu. Riwayat artikel Diterima: Mei 2023 Dipublikasi: Juni 2023 Keywords: Lembaga Keuangan Usaha Mikro dan Kecil Sektor perikanan Aceh Abstrak Penelitian ini mengulas peran krusial lembaga keuangan dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil (UMK) di sektor perikanan di wilayah Aceh. Indonesia. Perikanan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan menciptakan lapangan kerja di wilayah pesisir. Namun. UMK di sektor perikanan menghadapi tantangan, seperti akses terbatas ke sumber daya finansial, manajemen keuangan yang kurang efektif, dan rendahnya akses ke layanan keuangan formal. Lembaga keuangan memiliki peran strategis dalam memberikan akses yang mudah terhadap sumber daya finansial, seperti kredit dan modal kerja, untuk membantu UMK meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk perikanan. Analisis regresi linier menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pembiayaan dari lembaga keuangan dengan pertumbuhan UMK di sektor perikanan di berbagai wilayah di Aceh. Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan UMK di sektor perikanan. Upaya lebih lanjut, termasuk stimulus ekonomi berfokus pada sektor perikanan dan dukungan keuangan untuk kewirausahaan, akan membantu meningkatkan akses pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah tersebut. Abstract This research discusses the crucial role of financial institutions in promoting the growth of micro and small enterprises (MSE. in the fisheries sector in Aceh. Indonesia. Fisheries play a significant role in meeting food needs and creating employment opportunities in coastal areas. However. MSEs in the fisheries sector face challenges such as limited access to financial resources, ineffective financial management, and low access to formal financial services. Financial institutions play a strategic role in providing easy access to financial resources, such as credit and working capital, to support MSEs in enhancing production capacity, expanding markets, and improving the competitiveness of fisheries products. Linear regression analysis shows a positive and significant relationship between financing from financial institutions and the growth of MSEs in the fisheries sector in various regions in Aceh. Collaboration between the government, private sector, and financial institutions is key to creating an environment that supports the growth of MSEs in the fisheries sector. Further efforts, including economic stimuli focused on the fisheries sector and financial support for entrepreneurship, will help increase access to financing and support inclusive economic growth in the region. Cara sitasi : Yasrizal. Wahyuningsih. Harmaini. , & Madani. Peran lembaga keuangan dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan Aceh. Jurnal Perikanan Terpadu, 4. , 14-19. PENDAHULUAN Perikanan merupakan sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir(Listriani & Roesa, 2. Di Indonesia, khususnya di wilayah Aceh, sektor perikanan menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi masyarakat pesisir(Juniarsih. Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di sektor perikanan berperan sebagai tulang punggung perekonomian lokal, menyediakan lapangan kerja, serta mendorong perkembangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir (Nurlina, 2. Aceh, yang terletak di provinsi Aceh. Indonesia, memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, meliputi laut lepas, pesisir, dan ekosistem mangrove yang kaya(Listriani & Roesa, 2. Aktivitas perikanan, baik tangkap maupun budidaya, telah menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat di wilayah ini. Selain itu, sektor perikanan juga Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X menyediakan bahan baku bagi industri pengolahan ikan, serta menjadi andalan dalam peningkatan ekspor nonmigas di Aceh(Ilmi, 2021. Juniarsih, 2021. Nurlina. Safrida et al. , 2. Namun, meskipun memiliki potensi yang besar. UMK di sektor perikanan di Aceh menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utamanya adalah keterbatasan akses terhadap sumber daya finansial yang diperlukan untuk mengembangkan dan memperluas usaha mereka(Riyadi, 2. Keterbatasan modal sering menghambat inovasi teknologi, diversifikasi usaha, dan pengembangan infrastruktur, yang berdampak pada rendahnya daya saing dan pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan(Indriana et al. , 2. Selain itu. UMK di sektor perikanan juga menghadapi tantangan dalam manajemen keuangan dan Mayoritas pelaku usaha di wilayah ini memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen keuangan yang efektif, termasuk perencanaan anggaran, pengelolaan arus kas, dan manajemen risiko keuangan(Meidiyustiani et al. , 2. Akibatnya. UMK cenderung mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan mereka dengan baik, menghadapi tantangan dalam pengambilan keputusan bisnis, dan berisiko menghadapi krisis keuangan yang mereka(Hamdani et al. , 2. Tantangan lain yang dihadapi oleh UMK di sektor perikanan di Aceh adalah rendahnya akses terhadap layanan keuangan formal (Hamdani & Farmiati, 2. Keterpencilan dan infrastruktur yang terbatas di wilayah pesisir sering menjadi kendala dalam akses ke lembaga keuangan seperti bank atau koperasi kredit. Akibatnya. UMK cenderung mengandalkan sumber pembiayaan yang tidak resmi, seperti rentenir atau pinjaman dari keluarga dan teman, yang sering kali memiliki tingkat bunga yang tinggi dan berisiko tinggi(Hamdani & Farmiati, 2021. Riyadi, 2. Permasalahan di atas menunjukkan bahwa peran lembaga keuangan menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan di Aceh(Hamdani & Farmiati, 2. Lembaga keuangan memiliki peran strategis dalam menyediakan akses yang lebih mudah terhadap sumber daya finansial, termasuk kredit dan modal kerja, yang dapat membantu UMK meningkatkan kapasitas produksi mereka, memperluas jangkauan pasar, dan perikanan(Syamsulbahri, 2. Melalui penyediaan layanan keuangan yang sesuai dan terjangkau, lembaga keuangan dapat membantu mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan di Aceh(Riyadi, 2. Program pembiayaan yang tepat sasaran dapat membantu UMK untuk memperoleh modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka, seperti membeli peralatan modern, meningkatkan teknologi, atau mengembangkan infrastruktur(Hamdani et al. , 2. Selain itu, lembaga keuangan juga dapat berperan dalam memberikan pendidikan keuangan dan pelatihan manajemen bisnis kepada pelaku usaha di sektor perikanan(Ukhty & Yasrizal, 2020. Yasrizal, 2. Dengan meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan manajerial. UMK akan lebih mampu mengelola keuangan mereka dengan bijaksana, membuat keputusan investasi yang tepat, dan efektif(Meidiyustiani et al. , 2. Dengan demikian. UMK dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Aceh. Pentingnya peran lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan di Aceh telah diakui oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga internasional, dan organisasi masyarakat sipil(Mukhlis et al. , 2. Upaya untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan bagi UMK di sektor perikanan telah dilakukan melalui berbagai program dan kebijakan, baik di tingkat nasional maupun internasional(Janrosl, 2017. Oktavianti & Hakim, 2. Dalam konteks inisiatif global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , khususnya SDG 8 tentang "Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif," peran lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan di Aceh sangat relevan(International Labour Organization, 2018. Nabiel, 2021. Wardoyo, 2020a, 2020. Peningkatan akses terhadap layanan keuangan akan membantu menciptakan peluang kerja yang lebih baik, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan inklusi ekonomi bagi masyarakat pesisir(Husna Afriani, 2021. Jannah & Kaluge, 2020. Khoiruman & Satriyo, 2022. Kusumaningtyas et al. , 2. Dalam hal ini, kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor perikanan di Aceh. Pemerintah daerah dapat memberikan Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X dukungan kebijakan dan regulasi yang mendukung akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara itu, sektor swasta dan lembaga keuangan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam menyediakan layanan keuangan yangah diambil untuk METODOLOGI Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data diperoleh pada satu titik waktu tertentu untuk menganalisis hubungan antara akses lembaga keuangan dan pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, dan Bank Indonesiauntuk mengumpulkan informasi tentang produk pembiayaan yang disediakan dan persyaratan yang diberlakukan. Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengidentifikasi profil usaha mikro dan kecil serta akses pembiayaan yang mereka Selanjutnya, analisis regresi linier digunakan untuk menganalisis hubungan antara akses pembiayaan dan pertumbuhan usaha mikro dan kecil. Model Analisis Data Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model regresi linier sederhana digunakan karena memungkinkan untuk memprediksi hubungan linear antara variabel independen . kses pembiayaa. dengan variabel dependen . ertumbuhan usah. Model regresi linier yang digunakan dalam penelitian ini dapat dinyatakan sebagai berikut: UMKMP = 0 1ALK A Keterangan: - UMKMP adalah Pertumbuhan Usaha Mikro Dan Kecil Di Sektor Perikanan - ALK Adalah Akses dengan Lembaga Keuangan - 0 adalah konstanta . dari garis regresi, yaitu nilai dari variabel Y ketika semua variabel independen (X) bernilai 0. - 1adalah koefisien regresi, yang mengukur perubahan rata-rata dalam variabel Y yang terjadi akibat perubahan satu unit dalam variabel independen X - A adalah kesalahan atau deviasi dari nilai sebenarnya dan nilai yang diprediksi oleh model. Hasil analisis regresi linier akan memberikan informasi tentang signifikansi dan arah hubungan antara akses pembiayaan dari lembaga keuangan dengan pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor Selain itu, koefisien regresi juga akan membantu mengidentifikasi kontribusi relatif dari masing-masing pertumbuhan usaha HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pembiayaan dan perkembangan usaha mikro kecil di sektor perikanan di berbagai wilayah di Aceh. Wilayah-wilayah dengan tingkat pembiayaan tinggi, seperti Banda Aceh. Pidie. Aceh Tengah. Langsa, perkembangan Pembiayaan dari lembaga keuanganyang lebih tinggi. Hal ini dapat dijelaskan oleh akses yang lebih baik terhadap modal dan dukungan keuangan dari lembaga keuangan di wilayah tersebut. Kemampuan untuk mendapatkan pembiayaan memungkinkan UMKM di sektor perikanan untuk mengembangkan usaha mereka, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menghadapi tantangan dalam industri perikanan. Di sisi lain, wilayah-wilayah dengan tingkat pembiayaan rendah, seperti Bener Meriah. Aceh Jaya, dan Gayo Lues, menunjukkan jumlah Pembiayaan dari lembaga keuanganyang juga rendah. Keterbatasan akses pembiayaan mungkin menjadi salah satu faktor yang membatasi pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro kecil di wilayah ini. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya akses pembiayaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir di sektor Pemerintah dan lembaga keuangan perlu bekerja sama untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM di sektor perikanan, terutama di wilayahwilayah dengan tingkat pembiayaan yang rendah. Langkah-langkah seperti penyediaan kredit dengan suku bunga rendah, pendekatan pembiayaan syariah, dan pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas UMKM dapat membantu mengurangi kesenjangan akses pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sektor perikanan di Aceh. Untuk lebih lanjut dapat dilihat di grafik perkembangan kredit dan pertumbuhan UMKM dibawah ini. Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X . dikaitkan dengan peningkatan sekitar 4. 340324 dalam jumlah UMKM. 10,000 8,000 6,000 4,000 2,000 eh sa idie en we ara u ing iah ah es ara ya ra lue ya gk tan ya sa am ng ya Ac Be P ireu ma Ut Tim am er eng o Lu gg h Ja Ba eu t Da Sin ela Ra ang sal aba e Ja B e e eh T r T ay e ce e i ra S n L lus S idi nd ce h ga s c c h e h T A Ac S a ce Na ok A A Ace Ben Ace G eh Ba A UMKM ALK Gambar 1. Perkembangan UMKM Perikanan dan Pembiayaan Lembaga Keuangan Regresi Linier Hasil Regresi linier dalam penelitian ini dapat dilihat pada table di bawah ini Tabel 1. Hasil regresi Variable ALK Coefficient R-squared Adjusted R-squared 0. of regression 1723. Sum squared resid 62410076 Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Std. Error t-Statistic Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Prob. Hasil regresi tersebut menunjukkan model regresi linear antara variabel dependen "UMKM" (Usaha Mikro. Kecil. Menenga. dengan variabel independen "ALK" (UMKM Sektor Perikana. Berikut adalah interpretasi hasil regresi: UMKM = 1178. 340324 ALK Konstanta (C): 1178. 297 Koefisien konstanta menunjukkan nilai perkiraan dari variabel dependen (UMKM) ketika nilai variabel independen (ALK) Dalam konteks ini, ketika tidak ada Pembiayaan dari lembaga keuangan(ALK=. , maka rata-rata UMKM yang ada sekitar 1178. ALK (UMKM Sektor Perikana. : 4. Koefisien ALK menunjukkan perubahan rata-rata yang diharapkan dalam variabel dependen (UMKM) ketika variabel independen (ALK) bertambah sebesar satu Dalam konteks ini, setiap kenaikan satu unit dalam Pembiayaan dari lembaga keuangan. isalnya dari 0 ke R-squared (R-kuadra. : 0. 447194 R-kuadrat menggambarkan proporsi variabilitas dalam variabel dependen (UMKM) yang dapat dijelaskan oleh variabel independen (ALK). Dalam konteks ini, sekitar 44. variasi dalam jumlah UMKM dapat dijelaskan oleh UMKM Sektor Perikanan. Nilai R-kuadrat yang tinggi menunjukkan model regresi yang lebih baik dalam menjelaskan data. Prob(F-statisti. : 0. 000486 Probabilitas F-statistik menunjukkan signifikansi keseluruhan model regresi. Dalam konteks ini, probabilitas yang sangat kecil . menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan adalah signifikan secara statistik, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Pembiayaan dari lembaga keuangan(ALK) dengan UMKM. Durbin-Watson stat: 2. 004469 Statistik DurbinWatson digunakan untuk menguji keberadaan autokorelasi dalam residual model. Nilai antara 2 dan 0 menunjukkan bahwa tidak ada autokorelasi positif dalam residual model. Dalam kasus ini, nilai sekitar 2 menunjukkan bahwa tidak ada autokorelasi positif yang signifikan dalam sisa model. Dari hasil analisis regresi, kita dapat menginterpretasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pembiayaan dari Lembaga keuangan dengan jumlah UMKM di wilayah tersebut. Koefisien regresi positif . menunjukkan bahwa kenaikan dalam Pembiayaan dari Lembaga keuangan berhubungan positif dengan peningkatan jumlah UMKM secara keseluruhan di wilayah tersebut. Artinya, ketika ada pertumbuhan atau ekspansi UMKM di sektor perikanan, hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan dan peningkatan jumlah UMKM di wilayah tersebut. Hubungan ini sesuai dengan teori ekonomi dan pengembangan UMKM. Sebagai contoh, teori pengembangan ekonomi menyatakan bahwa sektor perikanan dapat berperan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi di wilayah yang memiliki potensi perikanan yang besar. Ketika sektor perikanan berkembang, akan tercipta lapangan kerja baru dan kesempatan bisnis yang beragam untuk UMKM terkait, seperti bisnis pengepakan ikan, distribusi, peralatan perikanan, dan lain sebagainya. Hal ini akan mendorong lahirnya dan bertumbuhnya UMKM di wilayah Selain itu, hubungan positif antara Pembiayaan dari lembaga keuangan dan jumlah UMKM juga sejalan Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X dengan teori kewirausahaan. UMKM di sektor perikanan cenderung didorong oleh kewirausahaan dan inovasi, yang mendorong mereka untuk menciptakan peluang bisnis baru dan mengatasi tantangan dalam industri perikanan. Kewirausahaan dapat memacu pertumbuhan dan diversifikasi usaha di wilayah tersebut, sehingga berkontribusi pada peningkatan jumlah UMKM secara keseluruhan. akses ke pasar, diperlukan untuk mendorong pertumbuhan UMK dan ekonomi wilayah secara Semua langkah ini akan membantu menciptakan peluang kerja yang lebih baik, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan inklusi ekonomi bagi masyarakat pesisir di Aceh Namun, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, perlu diingat bahwa regresi ini merupakan analisis statistik asosiatif dan tidak menunjukkan hubungan sebabakibat secara langsung. Variabel lain, seperti faktor eksternal, kebijakan pemerintah, infrastruktur, dan faktor sosial, juga dapat berpengaruh pada jumlah UMKM di wilayah tersebut. DAFTAR PUSTAKA