ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI GENERASI MUDA DALAM USAHA SEKTOR PERTANIAN PADI SAWAH DI KECAMATAN CISAAT KABUPATEN SUKABUMI Factors Affecting The Perception of The Young Generation in The Business of The Rice Agricultural Sector in The District of Cisaat Sukabumi Regency Imanudin1*. Nawangwulan Widyastuti2. Dwiwanti Sulistyowati3 Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian Program Studi Agribisnis Hortikultura Jurusan Pertanian. Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Jln. Aria Surialaga. Bogor Barat. Kota Bogor *Email: imanudin0110@gmail. ABSTRACT Factors that can support agricultural development are human resources, natural resources and appropriate technology. The purpose of this study is to identify the characteristics of the younger generation, analyze the factors influencing the perception of the younger generation in lowland rice business, and develop strategies to strengthen the perception of the younger generation in farming in the lowland rice agricultural sector to achieve food security. The population was taken based on purposive sampling, obtained a sample of 43 respondents from 107 populations. The research method is descriptive quantitative with data collection used in the form of observation, questionnaires/questionnaires, interviews and literature studies. Analysis of the data usedusing descriptive analysis and multiple linear regression. Characteristics of the younger generation who farm 88% are male, the most age is 21-26 and 33-39 years with a percentage of 30%, the age with the most rice business is 33-39 years with 46%, the most education is high school graduates with the percentage of 65% and as much as 65% doing farming are under 5 years. Extension activities (X2. and the influence of parents (X2. are factors that affect the perception of the younger generation with a real influence . <0. Keywords: Lowland rice business, perception, young generation ABSTRAK Faktor yang dapat mendukung pembangunan pertanian adalah sumber daya manusia, sumber daya alam dan teknologi tepat guna. Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi karakteristik generasi muda, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi generasi muda dalam usaha padi sawah, dan menyusun strategi penguatan persepsi generasi muda dalam usaha tani di sektor pertanian padi sawah untuk mewujudkan ketahanan pangan. Populasi diambil berdasarkan purposive sampling sehingga didapat sampel sebanyak 43 responden dari 107 populasi. Metode penelitian merupakan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuesioner, wawancara dan studi literatur. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Karakteristik generasi muda yang tani 88% berjenis kelamin lakilaki, umur terbanyak 21-26 dan 33-39 tahun dengan persentase 30%, usia yang paling banyak usaha padi di usia 33-39 tahun dengan 46%, pendidikan paling banyak lulusan SMA dengan persentase 65% dan sebanyak 65% melakukan usaha tani berada di bawah 5 tahun. Kegiatan Penyuluhan (X 2. dan pengaruh orang tua (X2. merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi generasi muda dengan pengaruh nyata . <0,. Kata kunci: Generasi muda, persepsi, usaha padi sawah Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 PENDAHULUAN Ketahanan pangan merupakan suatu isu yang sangat komplek meliputi aspek teknis, sosial, ekonomi, lingkungan dan bahkan aspek politik. Terganggunya masalah pangan dapat memicu berbagai gejolak dan potensi membahayakan stabilitas nasional (Prasetyo & Kadir. Pertanian sektor yang penting dalam membangun ketahanan pangan. Usaha padi sawah merupakan salah satu sektor pertanian yang berpengaruh terhadap ketahan pangan. Padi merupakan komoditas yang strategis untuk diusahakan. Masyarakat sebagian besar mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok menyebabkan peningkatan permintaan besar (Prasetyo & Kadir, 2. Menurut BPS 2019, total produksi tanaman padi mencapai 54,60 juta ton, yang mengalami penurunan sebanyak 7,76% dibandingkan tahun 2018. Salah satu provinsi yang mengalami penurunan produksi padi adalah Jawa Barat. Total produksi padi sekitar 9,6 juta ton tahun 2018, turun jadi 9,08 juta ton di tahun 2019 ([BPS] Badan Pusat Statistik. Penurunan produksi padi di Jawa barat ini karena ada beberapa kabupaten yang mengalami penurunan hasil padi salah satunya kabupaten Sukabumi. Penurunan produksi padi ini akan terus berlanjut apabila tidak ada perbaikan pembangunan dan pengembangan usaha di sektor pertanian padi. Faktor yang dapat adalah sumber daya manusia, sumber daya alam dan teknologi tepat guna (Ritonga et al. Permasalahan yang paling penting untuk masa depan pertanian adalah regenerasi petani. Regenerasi petani perlu dilakukan untuk menggantikan petani yang sudah tidak produktif atau sudah lanjut usia. Menurut Badan Pusat Statistik dalam sensus pertanian tahun 2018 menunjukan dari total 27. 117 petani terdata, sebanyak 35,8 % petani berada di usia >25-44 tahun. Sekitar 968. 634 petani muda berusia atau sekitar 3,5% <25-44 tahun berada di Jawa Barat. Kecamatan Cisaat salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi memiliki potensi pertanian padi sawah cukup besar. Luas wilayah Kecamatan Cisaat sekitar 2. 162 ha dengan 1. 471 ha merupakan lahan pertanian (BPS, 2. Jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Cisaat sekitar 120. 700 jiwa, dari jumlah tersebut ada sekitar 107 jiwa generasi muda berusia 15-39 tahun yang berusaha di sektor pertanian (BPP Cisaat, 2. Potensi ini akan terus berkurang sering hilangnya generasi muda yang terjun dalam usaha pertanian padi sawah. Berkurangnya generasi muda yang berusaha di bidang pertanian padi sawah berkurangnya hasil pertanian padi sawah. Sumber daya manusia seperti generasi muda dibutuhkan untuk saat ini, karena teknologi dan inovasi pertanian padi sawah bisa diterima oleh generasi muda. Teknologi dan inovasi pertanian saat ini sudah berkembang, pandangan generasi muda terhadap usaha pertanian padi sawah masih sangat negatif. Tujuannya adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi generasi muda untuk usaha tani padi sawah di Kecamatan Cisaat. Kabupaten Sukabumi. METODE PENELITIAN Penelitian Kecamatan Cisaat. Kabupaten Sukabumi. Provinsi Jawa Barat dengan waktu dari 01 April Ae 30 Juni 2021. Metode penelitian pengumpulan data berupa . angket/kuesioner, . wawancara, dan . Populasi. diambil berdasarkan purposive sampling dengan kriteria petani melenial, generasi muda pertanian yang berusia 15-39 tahun dan terdaftar sebagai petani muda di Balai Penyuluhan Pertanian Cisaat, maka populasi yang di dapat Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Jumlah sampel yang di dapat 43 generasi muda yang di perloleh dengan perhitungan Slovin dari populasi (N) 107 dengan tingkat kesalahan . sebesar 12%. Sebelum kuesioner atau angket digunakan untuk mengumpulkan data dilakuka. pengujian denga. uji validita. dan reliabilita. Uji validitas dilakukan oleh responden yang memiliki karakteristik sama dengan responden penelitian, sedangkan uji reliabilitas bedasarkan nilai |CronbachAos . lpha, jika CronbachAos alph. > 0,. maka kuesioner dinyatakan reliabel. Hasil uji validitas dengan nilai r tabel 0,355 lebi. r hitun. Sig. -taile. ari 0,05 maka butir soal tersebut dapat dinyatakan valid, sehingga dari 57 soal yang dilakukan uji validitas terdapat 46 soal dinyatakan valid dan 11 soal dinyatakan tidak valid. Hasil uji reliabilitas dengan perhitungan Alpha cronbach maka didapat nilai 0,961. Menurut perhitungan bahwa nilai . esar dari nilai Alpha cronbach yaitu 0,60 maka intrumen tersebut dapat dinyakatan reliable . apat dipercay. Responden untuk uji validitas dan reliabilitas berjumlah 33 orang. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis . eskriptif untuk menjelaskan karakteristik individu. Uji asumsi klasik kemudian regresi berganda linier untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi generasi muda dalam usaha pertanian padi sawah dengan rumus persamaan Y = 0 1X1 2X2. Sedangkan untuk merumuskan model penguatan persepsi generasi muda untuk mewujudkan ketahanan pangan adalah dengan penggabungan hasil analisis deskriptif dan analisis regenersi berganda. |Objek yang . ipersepsikan adalah usaha . awah dan subjek yang mempersepsikan adalah generasi muda. Mengenai persepsi generasi muda ini tentang pendapatan, kenyamanan usaha dan peranan pada usaha di sektor pertanian padi sawah. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap usaha tani padi sawah yang berasal dari faktor intenal (X. adalah usia (X1. , pendidikan (X1. dan lama usaha tani (X1. Sedangkan untuk faktor ekstenal (X. berupa kegiatan penyuluhan (X2. , pengaruh orang tua (X2. dan dukungan pemerintah (X2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Generasi Muda |Responden . ni berjumlah 43 . ang mewakili seluruh generasi muda di Kecamatan Cisaat. Karakterisitik responden mencakup umur, tingkat pendidikan formal, lama berusaha tani, jenis kelamin, dan komoditas usaha. Berikut karakteristik Generasi muda yang ada di Kecamatan Cisaat pada Tabel 1. Tabel 1. Sebaran Karakteristik Generasi Muda Kecamatan Cisaat Karakteritik Generasi Muda |Kategori |Jumlah Responde. |Persentase (%) Laki-Laki Jenis kelamin Perempuan Usia <5 Tahun Lama Usaha Tani 6-10 Tahun 11-15 Tahun >16 Tahun Komoditas Usaha Padi Hortikultura Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Karakteritik Generasi Muda Pendidikan |Kategori |Jumlah Responde. Palawija Ternak Pengolahan Hasil SMP SMA Perguruan Tinggi |Persentase (%) Sumber: data diolah penulis, 2021 Tabel 1 menunjukan di Kecamatan Cisaat yang berusaha di bidang pertanian yang masih banyak adalah berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 88% sedangkan perempuan melakukan usaha sektor pertanian sekitar 12% dari jumlah responden yang ada. Perempuan biasanya terlibat dalam operasi pasca panen seperti transportasi, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (Oyesola & Obabire, 2. Generasi muda memiliki rentan waktu hidup hampir sama sejak lahir hingga mencapai kematangan . idak lebih 40 tahu. (Muzakkir, 2. Responden yang paling banyak dalam usaha pertanian adalah responden yang usia muda rentan 21-26 tahun dengan persentase 30%, responden usia tua dengan rentan umur 33-39 tahun memiliki persentase 30%, untuk responden yang terbanyak kedua adalah usia dewasa sebanyak 26% dengan rentan usia 27-32 tahun dan yang paling sedikit adalah 14% untuk usia 15-20 tahun masuk kategori usia sangat muda biasanya usia ini masih kategori pelajar atau mahasiswa yang baru mulai usaha. Menurut penelitian Effendy et al. menyebutkan generasi muda memiliki kemampuan yang kuat dalam mengambil Bertambahnya usia semakin banyak pengetahuan yang didapat dalam (Werembinan Pangemanan 2. Usaha pertanian banyak dipengaruhi oleh rantai agribisnis dari hulu sampai dengan hilir (Wulandari 2. Usaha yang paling banyak dilakukan oleh generasi muda di Kecamatan Cisaat adalah usaha padi dengan persentase 30% banyaknya generasi muda yang berusaha tani padi karena generasi muda yang terjun untuk usaha pertanian padi sudah memiliki tanggungan keluarga atau sudah menikah. Pendidikan merupakan salah satu yang dapat faktor petani untuk terjun ke usaha bidang pertanian. Generasi muda yang ada di Kecamatan Cisaat mayoritas memiliki pendidikan di tingkat pendidikan Sekolah Atas (SMA), dengan persentase sebanyak 65 %. Banyak generasi yang lulusan SMA akan tetapi sangat sedikit generasi muda yang berusaha tani sebagai lulusan sekolah vokasi pertanian, karena di Kecamatan Cisaat tidak tersedia sekolah pendidikan vokasi pertanian. Padahal Effendy et al. pengaruhi oleh pendidikan. Generasi muda yang menempuh pendidikan adalah SMP dan Perguruan Tinggi dengan Persentase 12 %. Akan tetapi, masih ada juga generasi muda yang hanya lulusan SD sekitar 11 %. Biasanya generasi muda yang lulusan SD atau SMP ini terkendala dengan biaya membantu pekerjaan orang tua di sawah. Masyarakat yang bekerja atau berusaha tani di bidang sektor pertanian merupakan orang yang pernah melakukan pendidikan formal sebanyak 80 % dan 20 % tidak memiliki pendidikan formal (Oyesola & Obabire, 2. Lama generasi muda dalam usaha tani. Menurut Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Kusumo dan Mukti . , menyebutkan faktor penunjang kegiatan pertanian adalah pengalaman usaha tani. Pengelompokan pengalaman atau lama usaha dalam empat kelompok yaitu kurang dari 5 tahun tidak berpengalaman, 6-10 . ahun kurang . ahun berpengalaman dan lebih dari 16 tahun berpengalaman (Anwarudin et al. Persentase generasi muda yang sudah berpengalaman dalam usaha tani di Kecamatan Cisaat. Hasil persentase terbanyak generasi muda yang sudah melakukan usaha tani berada dalam tidak berpengalaman dengan persentase 65%. Generasi muda yang memiliki pengalaman atau lama usaha tani 6-10 tahun sekitar 23%, yang lebih dari 16 tahun dengan persentase 7% dan yang terendah dengan persentase 5% dengan lama usaha tani 1115 tahun. Generasi muda yang ada di Kecamatan Cisaat yang telah melakukan usaha tani masuk dalam kategori tidak berpengalaman dimana generasi muda baru mulai melakukan usaha tani. Tidak berpengalaman generasi muda dalam usaha tani sehingga sangat sedikit pengetahuannya dalam usaha pertanian. sejalan dengan penelitian Meilina & Virianita . remaja yang bergerak usaha di bidang pertanian, semakin banyak pengalaman usahanya. Hosen . juga menyebutkan pengambilan keputusan dalam usaha tani dipengaruhi dari Pengalaman usaha tani sangat berpengaruh terhadap persepsi generasi muda dalam usahatani terutama usaha padi sawah. Faktor-faktor Berpengaruh Persepsi Generasi Muda Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi generasi muda dalam usaha padi adalah dengan analisis regresi linier berganda. Sebelum analisis regresi berganda ada beberapa tahapan persyaratan yang harus dilakukan yaitu uji asumsi klasik berupa Uji |Normalitas residual. Uji |Linieritas. Uji Multikolinearitas, dan Uji Homoskedastisitas (Uji Glejse. , kemudian baru . Hasil asumsi klasik untuk syarat uji regresi linier berganda pada Tabel 2. Uji Normalitas Residu Tabel 2 Uji Kolmogorov-smirnov test Unstandardized Residual Normal Parametersa Most Extreme Differences. Mean. Std. Deviation. Absolute. Positive. Negative. Test Statistic. Asymp. Sig. -taile. Sumber: data diolah penulis, 2021 Hasil |Uji Kolmogorov-smirnov test, nilai |Asymp. Sig. -taile. 0,200>0,05 maka nilai residu berdistribusi normal. ,0000000 ,28804096 ,107 ,079 -,107 ,107 ,200 Sehingga pengujian bisa dilanjutkan dengan uji berikutnya. Uji linearitas variabel terkait dengan variabel bebas di Tabel 3. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Uji Linieritas Tabel 3. Uji linieritas variabel terikat dengan variabel bebas Linieritas Sig. Deviation from Linearity Persepsi Generasi Muda* Usia 0,837 Persepsi Generasi Muda* Pendidikan 0,794 Persepsi Generasi Muda* Lama Usaha Tani 0,926 Persepsi Generasi Muda* Kegiatan Penyuluhan 0,707 Persepsi Generasi Muda* Pengaruh Orang Tua 0,937 Persepsi Generasi Muda* Dukungan Pemerintah 0,790 Sumber: data diolah penulis 2021 Hasil uji linieritas antara persepsi generasi muda dengan indiktor yang di uji terdapat hubungan linier antara persepsi generasi muda dengan setiap indikator. Dimana nilai Sig. Deviation from Linearity penelitian yaitu > 0,05. Uji |Multikolinearitas |Tabel 4. Nila. Tolerance dan |VIF Coefficients |Model |Collinearity |Statistics |Tolerance |VIF Usia ,665 1,504 Pendidikan ,821 1,218 Lama Usaha Tani ,555 1,803 Kegiatan Penyuluhan ,872 1,147 Peran Orang Tua ,667 1,500 Dukungan Pemerintah ,762 1,313 Sumber: data diolah penulis, 2021 |Tabel 4 coefficients . ariabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,100 dan nilai VIF tidak lebih 10 . erarti tidak ada korelasi antar Berdasarkan Nilai Tolerance dan VIF dapat dinyatakan tidak terjadi Uji Homoskedastisitas (Uji Glejse. Tabel 5. Uj. glejser ANOVA Model Sum of Squares Mean Square Regression ,110 ,018 Residual ,928 ,026 Total 1,038 Sumber: data diolah penulis, 2021 Sig. ,711 ,643 Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Tabel 5 uji glejser dengan residu maka didapat nilai signifikan 0,282 > 0,05, maka tidak terjadi Homoskedastisitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini memenuhi syarat untuk menjadi model yang baik karena merupakan model yang heteroskedastisitas atau tidak terjadi Berdasarkan hasil uji asumsi klasik semua asumsi sudah terpenuhi sehingga dapat dilanjutkan untuk analisis regresi Analisis memberikan hasil enam indikator yang berasal dari dua variabel bebas Hasil analisis regresi berganda menunjukkan, mempengaruhi variabel terikat, terdapat 2 indikator yang bepengaruh nyata terhadap persepsi generasi muda dalam usaha tani padi dengan nilai Sig. <0,05. Indikator yang berpengaruh nyata adalah kegiatan penyuluhan (X2. dan pengaruh orang tua (X2. Hasil analisis regresi berganda dapat di lihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil analisis regresi berganda Unstandardized Keterangan Coefficient. |Std. Error |Sig. Adjusted R Square ,530 (Constan. ,505 ,475 ,295 Usia (X1. -,041 ,056 ,468 Tidak berpengaruh nyata Pendidikan (X1. ,124 ,066 ,067 Tidak berpengaruh nyata Lama Usaha Tani (X1. ,100 ,075 ,193 Tidak berpengaruh nyata Kegiatan Penyuluhan (X2. ,183 ,072 ,016 Berpengaruh nyata Pengaruh Orang Tua (X2. ,473 ,108 ,000 Berpengaruh nyata Dukungan Pemerintah (X2. ,117 ,087 ,185 Tidak berpengaruh nyata Tabel Anova ,002 Berpengaruh secara simultan Sumber: data diolah penulis 2021 Mode. Berdasarkan persamaan tersebut mengindikasikan bahwa ketika ke enam indikator bernilai nol, maka persepsi generasi muda dalam usaha padi 0,505. Nilai koefisien b2. 1 adalah 0,183, yang menjelaskan bahwa pengaruh kegiatan penyuluhan (X2. terhadap persepsi generasi muda dalam usaha tani padi sawah (Y), yang artinya jika pengaruh orang tua (X2. tetap maka setiap kenaikan nilai peran kegiatan penyuluhan (X2. sebesar satu satuan akan meningkatkan persepsi generasi muda dalam usaha tani padi sawah (Y) . ebesar 0,183 . Nilai . oefisien b2. ebesar 0,473 . ang menunjukan pengaruh . ntara pengaruh orang tua (X2. dengan persepsi generasi muda dalam usaha tani padi sawah (Y), yang artinya jika kegiatan penyuluhan (X2. memiliki nilai yang tetap maka setiap kenaikan nilai pengaruh orang tua (X2. sebesar satu satuan akan meningkatkan persepsi generasi muda terhadap usaha tani padi sawah (Y) sebesar 0,473. Dengan begitu persepsi generasi muda terhadap usaha sektor pertanian padi sawah akan meningkat bila kegiatan penyuluhan (X2. dan pengaruh orang tua (X2. Faktor Usia terhadap Persepsi Generasi Muda Umur tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi generasi muda pada usaha tani padi karena nilai Sig. 0,468 >0,05. Hal ini disebabkan karena umur yang digunakan sebagai responden relatif sama dan tidak memiliki rentan yang jauh yaitu di umur 15-39 tahun. Penelitian Pinem et al. menyebutkan kelompok Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 pemuda umur 26-30 tahun mayoritas yang bekerja di bidang pertanian, yang kurang ikut dalam kegiatan pertanian di usia 21-25 Penelitian Werembinan et al. menunjukan generasi muda dalam penelitian ini menunjukan bahwa generasi muda yang terbanyak melakukan usaha tani di usia 21-30 tahun. Usai 21-30 memiliki perkerjaan tetap dan sampingan untuk membantu orang tua di lahan Generasi muda di Kecamatan Cisaat terbanyak usia muda rentan 21-26 tahun dengan persentase 30%, responden usia tua dengan rentan umur 33-39 tahun memiliki persentase 30%. Usia yang paling banyak melakukan usaha padi adalah usia 33-39 tahun, sedangkan usia tersebut hanya 30% jumlah responden sehingga usia tidak memiliki pengaruh nyata terhadap usaha tani padi sawah. Faktor Pendidikan terhadap Persepsi Generasi Muda Pendidikan tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi generasi muda pada usaha tani padi karena nilai sig. 0,067 >0,05. Penelitian Pinem dan Yanfika . menyatakan persepsi generasi muda tidak memiliki hubungan yang nyata terhadap tingkat pendidikan. Penelitian Meilina & Virianita . juga mengatakan tidak terdapat hubungan antara persepsi pertanian padi sawah dengan tingkat Hal ini terjadi karena mayoritas generasi muda di Kecamatan Cisaat SMA pendidikan yang tinggi akan mengubah pola pikir generasi muda terhadap pekerjaan pertanian. Generasi muda berpersepsi pekerjaan non pertanian akan lebih layak ketika memiliki pendidikan SMA sederajat (Wahyuni & Hendri, 2. Semakin menyebabkan semakin tidak berminat sehingga tingkat pendidikan tinggi makan persepsi terhadap usaha padi sawah semakin negatif. Faktor Lama Usaha Tani terhadap Persepsi Generasi Muda Lama usaha tani atau pengalaman usaha tani tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi generasi muda pada usaha tani padi karena nilai Sig. 0,193>0,05. Lama usaha tani ini tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap usaha tani padi sawah karena generasi muda yang sudah melakukan usaha tani berada dalam tidak berpengalaman dengan persentase 65% yaitu baru terjun dalam bidang pertanian kurang dari 5 Sejalan penelitian Pinem dan Yanfika . juga menyebutkan lama usaha tani tidak memiliki hubungan yang nyata terhadap pekerjaan sektor pertanian. Penunjang kegiatan pertanian adalah pengalaman usaha tani (Kusumo dan Mukti Faktor Kegiatan Penyuluhan terhadap Persepsi Generasi Muda Kegiatan pengaruh yang nyata terhadap persepsi generasi muda pada usaha tani padi karena nilai Sig. 0,016<0,05. Kegiatan penyuluhan juga dapat menarik generasi muda untuk terjun dunia pertanian, karena memberikan teknologi-teknologi tentang pertanian membuat persepsi generasi muda menjadi lebih baik. Penyuluhan bertujuan untuk memberikan layanan dan informasi berkualitas kepada para petani tentang teknologi dan praktik pertanian agar mereka tetap puas (Al-Zahrani et al. Piran et al. Faktor eksternal peran penyuluhan pertanian memiliki pengaruh signifikan dalam persepsi ketahanan pangan. Peran penyuluh memiliki penilaian yang tinggi terhadap peranan penyuluh dengan angka 70% Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 dalam lingkungan pertanian generasi muda (Anwarudin et al. Kegiatan terhadap usaha pertanian padi sawah karena di Kecamatan Cisaat menurut generasi muda penyuluh pertanian pertanian, kunjungan kelompok tani atau melakukan pelatihan dan memberikan modal usaha pertanian. Faktor Pengaruh Orang Tua terhadap Persepsi Generasi Muda Orang tua memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi generasi muda pada usaha tani padi karena nilai Sig. 0,000<0,05. Orang tua menjadi panutan para generasi muda dalam berusaha tani. (Nurlaela et al. Generasi muda yang melihat orang tua bekerja atau berusaha di bidang pertanian padi sawah akan tertarik apabila pendapatnya tinggi. Penelitian Fitriyana et al. juga menyatakan lingkungan keluarga memiliki hubungan sangat signifikan dengan persepsi generasi muda dalam bekerja sektor pertanian. Menurut |Ningsih dan Syaf . menyatakan kurangnya sosialisasi orang berkeinginan untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi dari orang tua tentang pertanian sangat penting karena dapat menimbulkan persepsi yang positif terhadap usaha pertanian padi sawah. Sosialisasi pertanian padi sawah orang tua di Kecamatan Cisaat berjalan dengan baik, yaitu dengan memperkenalkan pertanian sejak dini. Lingkungan keluarga yang dekat dengan area pertanian membuat orang tua mensosialisasikan pertanian. Membiarkan anak untuk mengelola usaha pertanian akan menyebabkan regenerasi petani (Joosse & Grubbstrym, 2. Pewarisan kepada anak atau generasi muda akan membuat ketertarikan dalam usaha pertanian padi sawah. Peran orang tua berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku wirausaha (Nurlaela et al. Faktor Dukungan Pemerintah terhadap Persepsi Generasi Muda Dukungan pemerintah tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi generasi muda pada usaha tani padi karena nilai sig. 0,193>0,05. Dukungan pemerintah dianggap oleh petani muda masih kurang karena pemerintah lebih memperhatikan kelompok tani dewasa (Anwarudin et al. Penelitian Santoso et al. menyebutkan dukungan pemerintah berupa pelatihan dan bantuan lebih banyak menyasar pada kelompok tani padi dewasa. Sebenarnya program pemerintah yang menyasar generasi muda sudah ada di Kecamatan Cisaat salah satu program YESS (Youth Enterpreneurship Employment Service. merupakan program dari kementerian pertanian untuk menciptakan pengusaha muda pertanian. Namun program tersebut tidak mewajibkan generasi muda untuk melakukan usaha pertanian padi sawah. SIMPULAN| Karakteristik generasi muda yang ada di kecamatan Cisaat mayoritas berjenis kelamin laki-laki, umur 21-26 dan 33-39 tahun yang terbanyak, jenis usaha paling dominan padi sawah, umur yang paling banyak usaha padi umur 33-39 tahun, pendidikan yang mendominasi lulusan SMA dan lama melakukan usaha tani berada di bawah 5 tahun. Kegiatan penyuluhan dan pengaruh orang tua adalah faktor yang mempengaruhi persepsi generasi muda terhadap usaha padi . awah di |Kecamatan Cisaat. DAFTAR PUSTAKA