Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Penguatan Nilai Spiritual Siswa Melalui Pendidikan ahArah Berbasis Asset-Based Community Development di SDN 2 Pehserut Sukomoro Nganjuk Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Email: fihris@gmail. Abstract Spiritual character education from an early age plays a fundamental role in shaping a morally grounded and religiously committed However, studentsAo understanding of thaharah as a prerequisite for valid worship is often fragmented and limited to theoretical This community service study aims to describe the implementation and analyze the effectiveness of a thaharah education program using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach at SD Negeri 2 Pehserut. The program, entitled AuSuci Itu IndahAy, was designed not only to transfer knowledge about impurity . and ritual states . , but also to strengthen studentsAo spiritual foundations by optimizing local assets, including teachers, school facilities, and studentsAo learning The methods employed consisted of interactive seminars and hands-on practical sessions involving 47 upper-grade elementary school students. The results indicate a studentsAo conceptual understanding and practical skills related to taharah, accompanied by increased motivation to perform daily worship correctly and consistently. These findings demonstrate that an asset-based educational model is effective in internalizing religious values among elementary school students. conclusion, the ABCD-based thaharah education program can serve as an innovative and replicable strategy for Islamic Religious Education (PAI) learning in primary schools, community-oriented educational settings. Keyword: Thaharah Education. Spiritual Foundation. ABCD Model. Character Education. PENDAHULUAN Di tengah gempuran arus modernisasi yang mengikis fondasi tradisi. Lembaga Pendidikan tetap berdiri tegak sebagai mercusuar peradaban. Dengan kurikulum yang berakar kuat pada nilai-nilai spiritual dan etika komunal. Lembaga pendidikan bukan sekadar tempat menimba ilmu, karakter dan moralitas yang dibutuhkan untuk membentengi generasi masa depan dari Namun, peran krusial Lembaga Pendidikan sebagai penjaga tradisi kini diuji oleh laju perubahan yang tak terhindarkan. Ujian terbesar itu datang di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi di abad ke-21, kehidupan beragama mengalami pergeseran yang signifikan. Teknologi telah memberikan kemudahan Syamraeni Syamraeni and Hidayatus Sholichah. AuTransformasi Nilai Religius di Era Digital: Analisis Literatur Berdasarkan Tujuan Hifz Al-AoAql,Ay Socio Religia 5, no. 1 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 akses terhadap informasi keagamaan melalui berbagai platform digital, memungkinkan setiap individu dari berbagai generasi memperoleh pemahaman agama secara cepat dan luas. 2 Namun di sisi lain, arus digitalisasi juga membawa dampak negatif berupa meningkatnya individualism, 3 tersebarnya informasi keagamaan yang tidak valid, dan berkurangnya interaksi langsung dalam komunitas ibadah. 4 Dampak negatif lainya ialah perubahan perilaku, etika, norma, aturan, dan moral yang bertentangan dengan etika, norma, aturan, dan moral kehidupan dalam suatu masyarakat. 5 Akibatnya, keberagamaan di era modern menjadi lebih dinamis namun cenderung terfragmentasi, dengan pola praktik dan pemahaman spiritual yang berbeda dibanding masa sebelumnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya memengaruhi cara manusia beragama, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku spiritual dalam masyarakat Muhammad Fatkhul Hajri. AuPendidikan Islam di Era Digital: Tantangan dan Peluang Pada Abad 21,Ay Al-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4. 4, no. : 33Ae41. Hikma Riskina Tjg et al. AuDegradasi Identitias Nasional: Munculnya Individualisme Dikalangan Generasi Z,Ay Jurnal Intelek Insan Cendikia 1, no. : 4772Ae80. Risma Neta Lestari and Yani Achdiani. AuPengaruh Globalisasi Terhadap Gaya Hidup Individualisme Masyarakat Modern,Ay Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi 14, no. : 117Ae28. Yohannes Marryono Jamun. AuDampak Teknologi Terhadap Pendidikan,Ay Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio 10, no. : 48Ae52, https://doi. org/10. 36928/jpkm. Perkembangan teknologi yang masif tidak hanya memenuhi kebutuhan akan kecepatan dan informasi, tetapi juga memengaruhi sektor keagamaan masyarakat. Keberagaman dipengaruhi oleh munculnya dua generasi utama dalam masyarakat digital: digital natives dan digital immigrants. 6 Menurut Prensky, digital natives adalah generasi yang lahir dan tumbuh di era digital, sehingga memiliki kemampuan alami dalam mengakses, mengolah, dan menyebarkan informasi berbasis teknologi. Mereka cenderung menggunakan media sosial seperti TikTok. YouTube, atau Instagram untuk berdakwah dan belajar agama secara instan. Sebaliknya, digital immigrants adalah generasi yang baru beradaptasi dengan teknologi di usia dewasa, cara-cara tradisional seperti menghadiri pengajian dan menggunakan media digital sebagai sarana 7 Perbedaan ini memperlihatkan adanya kesenjangan dalam cara memahami dan mempraktikkan nilai-nilai keagamaan di antara dua generasi, sekaligus menegaskan perlunya literasi digital keagamaan agar teknologi dapat mendukung praktik ibadah tanpa menghilangkan esensi spiritualnya. Mahfudlah Fajrie. Khoirul Muslimin, and Dwi Agung Nugroho Arianto. AuDigital Religion Practices in The Generation Native and Immigrant,Ay Jurnal Komunikasi Nusantara 6, no. : 340Ae47. Marc Prensky. AuDigital Natives. Digital Immigrants Part 2: Do They Really Think Differently?. ",Ay On the Horizon 9 . : 1Ae6, 2 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Kemudahan akses teknologi, khususnya melalui platform sosial media seperti WhatsApp. Instagram. TikTok, dan YouTube, memang membuka ruang interaksi sosial yang luas dan cepat, namun juga menyebabkan pergeseran nilai yang masif. TikTok, misalnya, telah terbukti mampu membentuk sense of self generasi muda melalui pertukaran perspektif yang konstan, sehingga menciptakan realitas identitas yang beragam dan cepat berubah. 8 Interaksi sosial yang konstan di TikTok memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan pengalaman dan nilainilai yang dianut melalui pertukaran perspektif, menciptakan realitas yang beragam dalam kehidupan mereka. Dengan demikian. TikTok bukan sekadar hiburan, tetapi juga berpotensi menjadi media edukasi dan ruang aktivisme yang membentuk identitas dan pola pikir penggunanya. Melihat penjelasan diatas menunjukan bahwa keberagaman kehidupan beragama saat ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang membagi masyarakat menjadi dua kelompok utama: digital natives dan digital Digital natives adalah generasi yang lahir di era digital, sehingga mereka terbiasa memanfaatkan teknologi untuk mendukung praktik keagamaan, seperti mengikuti kajian online, menggunakan aplikasi pengingat salat, atau berbagi konten dakwah di TikTok dan Instagram. Sebaliknya, digital immigrants adalah generasi yang baru belajar menggunakan teknologi di usia Mereka cenderung menggabungkan pendekatan tradisional, seperti menghadiri majelis taklim untuk kajian keagamaan dan menggunakan sosmed sebagai penunjang sarana keagamaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah arus digitalisasi, diperlukan landasan pendidikan yang kuat untuk menjaga integritas spiritual. Sebagaimana dijelaskan dalam literasi pendidikan, upaya membina seluruh aspek kepribadian jasmani dan rohani harus dilakukan secara bertahap demi membentuk pribadi yang berkarakter. Berdasarkan penelitian sejarah di seluruh dunia. Lickona mengatakan ada dua tujuan utama pendidikan. Ini tentang mendidik siswa menjadi cerdas dan mengajar mereka untuk menunjukkan perilaku terhormat. Tujuan pendidikan yang fokus dalam pengembangan kemampuan akal dan hati menjadi dasar utama semua lembaga pendidikan dalam menjalankan peran untuk menyiapkan generasi terpelajar terutama dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Salah satu upaya yang mendesak untuk memberdayakan generasi muda adalah dengan memberikan pendidikan moral kepada Ary Antony Putra. AuKonsep Pendidikan Agama Islam Perspektif Imam Al-Ghazali,Ay Jurnal AlThariqah 1 . Muhammad Ali Ramdhani. AuLingkungan Pendidikan dalam Implementasi Pendidikan Karakter,Ay Jurnal Pendidikan UNIGA 8, no. : 28Ae37. Fadhlizha Izzati Rinanda Firamadhina and Hetty Krisnani. AuPerilaku Generasi Z Terhadap Penggunaan Media Sosial Tiktok: TikTok Sebagai Media Edukasi dan Aktivisme,Ay Share : Social Work Journal 10, no. : 199, 3 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 peserta didik di lembaga pendidikan, yang dapat mempengaruhi pola pikir dan 11 Upaya tersebut diperlukan karena diperlukan untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. yang berbunyi: Pendidikan Nasional membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan demokratis serta bertanggung jawab. Mengingat tujuan pendidikan nasional di atas, maka pembangunan pendidikan nasional keterampilan berdasarkan landasan moral dan mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang sehat, berilmu, kompeten, kreatif, dan mandiri. Karena peradaban suatu mementingkan mendidik peserta didiknya menjadi manusia yang bermartabat. Pendidikan karakter ini mencakup beberapa nilai-nilai penting yang harus ditanamkan pada diri seseorang . alam hal ini sisw. sejak dini. Nilai-nilai tersebut termasuk nilai spiritual keagamaan dengan inti ketauhidan, serta nilai-nilai integritas, kejujuran dan kepercayaan. Semangat Tauhid inilah yang menjadikan spirit Islam dalam mengarungi kehidupan dan kehidupan di dunia ini, dan nilai-nilai spiritual seseorang tidak dapat terwujud kecuali dengan naungan ketuhanan tersebut. Pandangan Seyyed Hossein Nasr menegaskan begitu pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan alam semesta yakni mengembalikan kesakralan di alam yang melindungi hubungan manusia dengan alam dengan mengenalkan nilai-nilai spiritual. Nilai nilai yang terbentuk dalam kehidupan begitu penting dengan dasar pandang ajaran Islam yang dibawa Rasulullah, dimana beliau diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak sebagaimana dalam hadis disebutkan : AAu aIacI a a a ea aEa aaI aI aIE aa aI aEa eEa aCAsesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan Friska Anggraini. Inka Fitriyani, and Nela Rofisian. AuMengatasi Krisis Moral dalam Pendidikan Sekolah Dasar di Masa Kini,Ay Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajara. E-ISSN: 3026-6629 1, 2 . : 164Ae70. R I Departemen Agama. AuUndang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan,Ay Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI, 2006. Khairul Khalqi. AuNilai-Nilai Utama Karakter Spiritual Keagamaan Dan Integritas Dalam Kisah AlQurAoan,Ay FALASIFA: Jurnal Studi Keislaman 10, no. : 160Ae77. Husna Nashihin et al. AuKonstruksi Pendidikan Pesantren Berbasis Tasawuf-Ecospiritualism,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 11, no. 4 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 akhlakAy. 15 Dalam ajaran Islam, akhlak yang berlandaskan al QurAoan dan al hadis merupakan suatu dimensi kepribadian manusia untuk menjalankan kehidupan berinteraksi dengan tuhan maupun dengan manusia yakni H}abl Min Allah dan H}abl Min Al Na>s. Agar nilai-nilai akhlak mulia yang bersumber dari Al-QurAoan dan Al-Hadis tersebut tidak sekadar menjadi konsep teoretis, diperlukan sebuah mekanisme penanaman yang sistematis ke dalam jiwa peserta didik. Hubungan vertikal kepada Allah (Habl Min Alla. dan horizontal kepada sesama manusia (Habl Min Al-Na. hanya dapat terwujud secara konsisten apabila nilai-nilai tersebut telah menyatu dengan kepribadian individu. Di sinilah peran penting proses internalisasi pengetahuan moral menjadi karakter yang mendarah daging. Keterkaitan antara spiritualitas dan penerimaan nilai dalam diri individu. Jika spiritualitas dipandang sebagai dimensi batiniah yang menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta, maka internalisasi adalah proses metodologis yang memastikan nilai-nilai ketuhanan tersebut tidak berhenti sebagai teori semata. Proses internalisasi mengubah nilai spiritual yang bersifat abstrak menjadi keyakinan yang menghujam dalam jiwa, sehingga segala tindakan lahiriahAi seperti praktik ibadah dan etika moralAilahir dari dorongan kesadaran batin, bukan sekadar Dengan keberhasilan seseorang dalam mencapai kematangan spiritual sangat bergantung pada sejauh mana ia mampu menginternalisasi nilai-nilai tersebut melalui tahap transformasi dan penghayatan yang mendalam, hingga nilai itu menyatu dengan identitas dirinya. Terkait hal tersebut, proses penanaman nilai ini dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan metodis sebagaimana yang dijelaskan dalam pandangan berikut ini. Dalam pandangan Muhaimin, model internalisasi nilai pada peserta didik memiliki tiga tahap proses terjadinya internalisasi: . Tahap transformasi nilai, . Tahap transaksi nilai, . Tahap transinternalisasi. 16 Dalam tahap yang demikian peserta didik dapat nilai-nilai menjalankannya tanpa adanya pendampingan dari guru. Lebih lanjut proses internalisasi dapat mendorong apa yang telah dianutnya sesuai dengan keyakinan yang telah tertanam dalam jiwa untuk kemudian bersedia bersikap sesuai dengan sistem. Dalam tahap internalisasi dibutuhkan beberapa Langkahlangkah sebagai berikut: . Menyimak, . Responding, . Organisasi, . Karakterisasi. Abdul Hamid. AuMetode Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 17 Kota Palu,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam 14, no. : 195Ae206. Aminah Aminah. AuIntegrasi Ilmu dan Agama dalam Menyongsong Peradaban Bangsa,Ay Inspiratif Pendidikan 6, no. : 88Ae99. 5 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Sedangkan menurut Mulyasa, internalisasi pendalaman nilai-nilai agar tertanam dalam diri setiap manusia. 18 Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai taharah pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi krusial dalam membentuk pribadi yang bersih dan bertakwa. Melalui tahapan transformasi, transaksi, hingga transinternalisasi sebagaimana dikemukakan oleh Muhaimin, nilai-nilai bersuci tidak sekadar menjadi pengetahuan kognitif, melainkan meresap menjadi keyakinan yang tertanam kuat dalam jiwa siswa. Ketika proses internalisasi ini berhasil mencapai tahap karakterisasi, siswa akan mampu menjalankan praktik taharah secara mandiri dan konsisten tanpa perlu pengawasan terus-menerus dari guru atau orang tua. Pada akhirnya, upaya penghayatan dan pendalaman nilai ini, sebagaimana ditegaskan oleh Mulyasa, akan membentuk karakter siswa yang tidak hanya disiplin dalam kebersihan fisik, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual yang tinggi sebagai bentuk manifestasi dari keimanan yang telah terinternalisasi dengan sempurna. Keberhasilan internalisasi nilai taharah yang membentuk kemandirian spiritual siswa tersebut tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan ekosistem pendidikan yang Jika internalisasi berfokus pada penguatan kapasitas di dalam diri individu, pengembangan lingkungan yang mampu mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi tersebut secara lebih luas. Dalam konteks ini, proses internalisasi nilai dapat diperkuat melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan potensi komunitas yang ada di sekitar siswa. Oleh karena itu, relevansi penanaman nilai ini disinergikan dengan model pengembangan masyarakat yang berbasis pada kekuatan, sebagaimana yang diusung dalam pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Sekolah dasar memainkan peran penting dalam pengembangan individu yang menjadi dasar peserta didik. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan minat dalam menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Developmen. untuk Islam. Pendekatan ABCD berfokus pada kekuatan dan aset yang dimiliki oleh komunitas, daripada berfokus pada kekurangan dan Pendekatan ini percaya bahwa setiap komunitas memiliki sumber daya dan potensi untuk berkembang, dan bahwa dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan aset ini, komunitas dapat mencapai tujuannya. 19 Salah satu alasan penggunaan metode Asset Based Community Development (ABCD) ini adalah dengan memanfaatkan aset yang sudah ada. Muhammad Munif. AuStrategi Internalisasi NilaiNilai Pai Dalam Membentuk Karakter Siswa,Ay Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 1Ae12. Patrick M Green et al. AuAn Engagement of Hope: A Framework and Equity-Centered Theory of Action for Community Engagement. ,Ay Metropolitan Universities 32, no. : 129Ae57. 6 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 sehingga masyarakat pembangunan yang lebih berkelanjutan dan tidak tergantung pada bantuan eksternal. Penelitian menganalisis dan memperkuat proses internalisasi nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia dalam sekolah dasar di tengah arus digitalisasi dan modernisasi yang kian masif. Fokus utama kajian ini adalah mengkaji bagaimana lembaga pendidikan, khususnya pendidikan dasar , mampu mempertahankan perannya sebagai pusat pembentukan karakter, moralitas, dan spiritualitas peserta didik di tengah perubahan pola keberagamaan perbedaan karakter generasi digital natives dan digital immigrants, serta pergeseran nilai akibat interaksi sosial berbasis media digital. Penelitian ini juga bertujuan merumuskan model internalisasi nilai yang tidak hanya bersifat kognitif dan normatif, tetapi mampu membentuk kesadaran batiniah . piritual awarenes. melalui tahapan transformasi, sehingga nilai-nilai agama benar-benar menyatu dengan kepribadian peserta didik. Adapun signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam pengembangan paradigma sekolah dasar yang integratif antara tradisi spiritual, pendekatan pedagogis modern, dan realitas sosial masyarakat digital. Secara teoretis, kajian ini memperkaya khazanah keilmuan sekolah dasar dengan menghubungkan konsep internalisasi nilai, spiritualitas, dan pendidikan karakter dalam kerangka pendidikan berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan strategis bagi lembaga pendidikan dan komunitas Muslim dalam merancang model penanaman nilai yang kontekstual, adaptif, dan berakar pada aset lokal komunitas melalui pendekatan AssetBased Community Development (ABCD). Dengan demikian, penelitian ini memiliki relevansi strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual dan digital, tetapi juga matang secara spiritual, berakhlak mulia, dan mampu menjaga integritas nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan Program anak-anak mengenai kesucian serta memotivasi mereka untuk melaksanakan ibadah dengan semangat. Pada akhirnya, tujuan dari program ini adalah terwujudnya generasi muda yang cerdas dan memilliki spiritual yang matang berlandaskan ajaran Islam, yang didukung oleh pemahaman orang tua akan peran dan kewajiban mereka, serta terbentuknya motivasi berkelanjutan di kalangan generasi muda untuk terus belajar dan mendalami agama. METODE PENDAMPINGAN Strategi Pendampingan Strategi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Asset-Based 7 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Community Development (ABCD). Pendekatan ini menempatkan komunitas pendampingan dengan menitikberatkan pada pemanfaatan aset yang telah dimiliki oleh SD Negeri 2 Pehserut. Strategi memperkuat pemahaman dan praktik thaharah siswa sebagai fondasi spiritual dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari. Pemilihan ABCD didasarkan pada hasil survei awal, observasi lapangan, dan wawancara dengan kepala sekolah serta guru Pendidikan Agama Islam. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa siswa kelas 4, 5, dan 6 masih memiliki keterbatasan pemahaman mengenai konsep membedakan antara najis dan hadats serta dalam menerapkan praktik bersuci secara Oleh pendampingan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pemberdayaan siswa melalui pemanfaatan potensi dan lingkungan sekolah sebagai ruang pembelajaran spiritual. Identifikasi dan Pemanfaatan Aset Komunitas Identifikasi aset komunitas dilakukan melalui wawancara dan diskusi dengan guru Pendidikan Agama Islam serta observasi terhadap lingkungan sekolah. Hasil pemetaan aset menunjukkan adanya aset manusia berupa guru PAI yang kompeten dan berperan aktif dalam pembinaan keagamaan siswa. Selain itu, aset fisik berupa ruang kelas dan sarana pendukung pembelajaran dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kondusif dan kontekstual. Aset sosial berupa antusiasme dan partisipasi aktif siswa kelas 4, 5, dan 6 menjadi modal utama dalam pelaksanaan Seluruh aset tersebut diintegrasikan secara optimal untuk menciptakan ekosistem pembelajaran thaharah yang partisipatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai spiritual peserta didik. Tahapan Implementasi Program Tahapan implementasi program dilaksanakan secara sistematis melalui langkah-langkah berikut: Koordinasi Awal, dilakukan dengan guru Pendidikan Agama Islam untuk pemahaman awal siswa terkait thaharah. Sinkronisasi Institusional, dilakukan menyusun desain kegiatan, serta menyiapkan sarana dan prasarana Penyusunan dan Validasi Materi, dilakukan melalui kolaborasi dengan narasumber ahli guna memastikan ketepatan substansi fiqh dan kesesuaian 8 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 materi dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Pelaksanaan Pendampingan, dilaksanakan melalui metode seminar interaktif dan praktik langsung yang melibatkan siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan pendampingan aktif guru PAI. Refleksi dan Evaluasi, dilakukan melalui observasi keterlibatan siswa dan diskusi bersama guru untuk menilai efektivitas kegiatan serta merumuskan tindak lanjut pembelajaran. HASIL DAN DAMPAK Implementasi Program Pendampingan Pendidikan Thaharah Implementasi pendampingan pendidikan thaharah, yang dirancang sebagai upaya sistematis dalam membangun fondasi spiritual siswa, tahapan yang terstruktur dan kolaboratif. Proses ini tidak sekadar berupa merupakan intervensi berbasis kemitraan perencanaan hingga evaluasi. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip pendampingan partisipatif yang disepakati bersama para pemangku kepentingan. Secara pendampingan ini terbagi ke dalam tiga fase utama. Fase pertama adalah komitmen, yang diwujudkan melalui kegiatan penyerahan proposal pada Kamis, 28 Agustus 2025. Tahap ini melibatkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pehserut sebagai dasar formal untuk memperoleh legitimasi institusional sekaligus menyelaraskan visi program antara tim pelaksana dan pihak Fase kedua adalah sinkronisasi persepsi dan pemberdayaan guru mitra, yang dilaksanakan pada Jumat, 29 Agustus Melalui Tim PKM melibatkan guru Pendidikan Agama Islam sebagai mitra strategis dengan tujuan membangun pemahaman yang seragam serta menumbuhkan rasa memiliki . ense of ownershi. terhadap keberhasilan program. Fase ketiga merupakan tahap inti dilaksanakan pada Senin, 1 September Kegiatan ini dirancang dengan alur pembelajaran yang sistematis untuk Pelaksanaan pembukaan untuk membangun suasana dan konteks spiritual, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber ahli. Bapak Nur Aula Yazid, yang menyajikan landasan teoretis dan praktis mengenai najis, hadas, serta tata cara Sesi tanya jawab difasilitasi 9 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 sebagai sarana klarifikasi dan penguatan kegiatan yang diakhiri dengan doa bersama berfungsi sebagai refleksi spiritual atas materi yang telah Secara keseluruhan, rangkaian proses pendampingan ini menunjukkan bahwa program tidak bersifat satu arah sebagai transfer pengetahuan semata, melainkan membentuk ekosistem pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak secara aktif. Melalui struktur implementasi yang mampu membangun fondasi spiritual siswa secara berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman dan praktik bersuci dalam kehidupan sehari-hari. Pengendalian Program Peningkatan Pengetahuan dan Praktik Siswa Pasca implementasi program, tim pelaksana bersama mitra strategis di SD Negeri 2 Pehserut melaksanakan kegiatan evaluasi sebagai bagian penting dari siklus pengabdian kepada masyarakat. Tahap ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban formal, tetapi juga sebagai forum refleksi untuk menilai efektivitas program, mengidentifikasi dampak yang telah dicapai, serta mengantisipasi tantangan yang berpotensi muncul dalam proses internalisasi nilai keagamaan jangka Sesi evaluasi dilaksanakan pada Selasa, 2 September 2025, dengan melibatkan Tim PKM. Kepala Sekolah, dan guru Pendidikan Agama Islam. Kegiatan evaluasi berlangsung secara partisipatif dan menitikberatkan pada pendalaman pemahaman siswa serta tantangan praktis dalam penerapan Fokus utama diskusi diarahkan pada upaya menjembatani kesenjangan antara pemahaman konseptual dan penerapan perilaku bersuci secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Hasil mekanisme pendampingan berkelanjutan. Pertama, disepakati komitmen kolaboratif antara Tim PKM dan pihak sekolah untuk memberikan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan. Kedua, dibentuk saluran komunikasi dan konsultasi yang terbuka sebagai sistem pendukung bagi guru dalam memperkuat pemahaman dan Melalui mekanisme ini, program pendampingan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi proses mendukung penguatan fondasi spiritual siswa secara konsisten dan terintegrasi dalam kehidupan sekolah. 10 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 DISKUSI KEILMUAN Konsep taharah . dalam Islam merupakan syarat utama sahnya ibadah, khususnya shalat. Kesucian jasmani maupun rohani menjadi simbol kedekatan seorang hamba dengan Allah. Dalam literatur fiqh, najis dan hadast adalah dua kondisi yang dapat menghalangi sahnya ibadah apabila tidak disucikan terlebih dahulu. Oleh karena itu, pengenalan najis, hadast, dan cara mensucikannya memiliki urgensi besar dalam membina kualitas ibadah masyarakat. Taharah dalam bahasa Arab berasal dari a ) yang berarti bersih atau kata ahura (A a aA Secara istilah, thaharah merujuk pada proses penyucian diri dari hadas Ae baik hadas kecil maupun besar Ae serta dari najis. Proses penyucian ini tidak hanya melibatkan tubuh, tetapi juga mencakup pakaian, tempat, dan benda-benda yang bersentuhan dengan 21 Semua unsur ini harus disucikan agar ibadah yang dilakukan menjadi sah. Dalam praktik sehari-hari, seorang Muslim diwajibkan menjaga kebersihan sebelum melaksanakan ibadah seperti shalat, karena kebersihan merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:22 Amir Syarifuddin. Fiqh Ibadah (Jakarta: Kencana, 2. , 45. Daryanto Daryanto et al. AuPengabdian Masyarakat: Implementasi Thaharah (Bersuc. Dalam Kehidupan Sehari-Hari Di Pondok Pesantren Lailatul Qodar,Ay Jurnal Peduli Masyarakat 4, no. : 53Ae Muslim. Sahih Muslim Hadis No. Bersuci https://sunnah. com/muslim:223 e AOA AIA a AE aA a Aa a e aeEU aIA AuKebersihan adalah sebagian dari iman. Ay (HR. Musli. Hadis ini menegaskan bahwa thaharah merupakan bagian penting dari Tanpa taharah yang benar, ibadah menjadi tidak sah, yang menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat menekankan kebersihan fisik dan spiritual. Taharah tidak hanya terbatas pada wudhu, tetapi juga mencakup mandi wajib, tayamum, dan penghilangan najis dari tubuh, pakaian, serta tempat ibadah. Selain menjadi syarat sahnya shalat, taharah juga diperlukan dalam ibadah lain seperti membaca Al-QurAoan, . awaf di KaAobah, dan Lebih dari itu, taharah juga mengandung makna menjaga kesehatan fisik dan spiritual. Allah SWT mencintai orang-orang yang senantiasa menjaga kesucian. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 222:23 a a AcEEa U ac E ac acOaOeIa aOU ac eE aIA aA a aUeIA A acaI NA AuSesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri. Ay (QS. Al-Baqarah: Ayat ini menjadi dasar bahwa bersuci bukan hanya kewajiban fisik, tetapi juga mendatangkan kecintaan Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seseorang agar taharah menjadi sah. Syarat-syarat tersebut di antaranya adalah beragama Islam, berakal Al-Quran Al-Quddus (Kudus: CV Mubarokatan Thoyyibah, 2. 11 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 sehat, telah mencapai usia baligh, serta waktu telah masuk untuk shalat fardhu. Selain itu, seseorang tidak boleh dalam keadaan lupa atau terpaksa, harus telah selesai dari masa haid atau nifas, serta memiliki air atau debu yang suci. Taharah juga harus dilakukan sesuai dengan kemampuan. Dalam keadaan tertentu seperti sakit atau dalam perjalanan, seorang Muslim dapat melakukan tayamum sebagai bentuk taharah pengganti. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah SWT:24 AEO aNOA a AAEO a aO a eI a eIA ca AUe aUac a Eac aUeIa aIIa eO aaE a eC aaO EA Aa eO sE aNOA a A a eEa aI eO aI aCa eOEa eOIa aO aaE aIaU acaaEA a AOA e A a aA e A a e a aEa eO aO eaI aE eI a eI acI eA a s a eO a a a aA a AO a eOA a AEOA A a AaEa eI aa eaO aI UA a aI eI aE eI aIIa eEa aiO a a eO E aI e a aI EIA a AA a eOUA A a eO a aO a eO aN aE eI aO a eU a eU aE eI acaIA e aAOaU AA a AIA a aOa acI aI eOA a a UcOA a eO UA ANA a aAcEEa aEIA AuWahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula . amu hampiri masjid ketika kam. dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi . andi junu. Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik . usaplah wajahmu dan tanganmu dengan . Sungguh. Allah Maha Pemaaf. Maha Pengampun. Ay (QS. An-Nisa: . Ayat ini menjelaskan bahwa tayamum merupakan solusi syarAoi ketika air tidak tersedia, selama dilakukan dengan debu yang suci dan mengikuti tata cara yang benar. Hukum thaharah adalah wajib bagi setiap mukallaf, baik laki-laki maupun perempuan. Ibid Banyak ayat Al-QurAoan dan hadis Nabi SAW yang menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lahir dan batin dalam kehidupan seorang Muslim. Taharah berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam perspektif tasawuf, proses bersuci dipandang sebagai salah satu bentuk dzikir dan ibadah yang dapat meningkatkan kualitas hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Setiap gerakan dan doa yang dibaca dalam proses bersuci memiliki makna spiritual yang mendalam dan dapat menjadi wasilah untuk memperoleh ridha Allah SWT. 25 Dalam implementasinya, kedudukan thaharah juga terkait erat dengan konsep kemudahan . dalam Islam. Syariat Islam kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan dalam bersuci, seperti kebolehan bertayammum ketika tidak ada air atau takut Hal Islam memperhatikan kondisi dan kemampuan umatnya dalam menjalankan perintah 26 Lebih lanjut, fungsi thaharah dalam konteks sosial juga tidak dapat diabaikan. Menjaga kebersihan dan kesucian tidak hanya bermanfaat bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga berdampak positif A R Clodia Cindi. AuKonsep Pendidikan Ibadah Thaharah Menurut Al-Ghazali Dalam Kitab IhyaAoUlumuddinAy (IAIN BENGKULU, 2. Ephraim Nissan. AuAn Emblematic Case in the Kingdom of Iraq: The Jewish Commander in Charge of the Baghdad Arsenal. Yamen Yousef, from Integration in Nation-Building to Exclusion,Ay Oriente Moderno 101, no. : 321Ae70. 12 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 bagi masyarakat secara keseluruhan. Dalam era modern ini, pemahaman tentang thaharah dalam Islam sangat sejalan dengan prinsipprinsip pencegahan penyakit. Dalam fikih Islam, fungsi taharah sangat Ia diposisikan sebagai syarat sah ibadah tertentu, seperti shalat, thawaf, dan menyentuh mushaf Al-QurAoan. Tanpa kondisi suci, ibadah-ibadah tersebut tidak dianggap 28 Lebih dari itu, taharah juga menjadi media penyucian jiwa dan hati. Setiap kali seorang Muslim berwudhu atau mandi junub, ia bukan hanya membersihkan tubuh dari kotoran, tetapi juga menyiapkan diri secara psikologis dan spiritual untuk berhadapan dengan Allah SWT. Sejalan dengan pandangan Khofifah dan Sofa yang menjelaskan di dalam artikelnya bahwa kebersihan lahiriah yang terjaga akan membawa pengaruh pada kebersihan kekhusyukan dalam beribadah. Dari perspektif fiqh, taharah tidak hanya bermakna kebersihan fisik, melainkan juga sebagai tanda kesiapan spiritual. Ulama SyafiAoiyah menjelaskan bahwa taharah mencakup mengangkat hadast dengan wudhu, mandi janabah, serta menghilangkan najis melalui istinjaAo atau mencuci dengan air yang suci. 30 Dalam praktik pengabdian, penyampaian materi mengenai najis dan hadast membantu ibu-ibu Muslimat untuk lebih memahami syarat sah ibadah seharihari, sehingga terhindar dari kelalaian yang dapat membatalkan shalat. Dari perspektif pendidikan agama, pengajaran fiqh taharah kepada masyarakat awam perlu dilakukan dengan metode yang sederhana dan praktis. 31 Edukasi yang dikemas dalam suasana kekeluargaan, seperti yang dilaksanakan pada program ini, terbukti lebih mudah diterima. Hal ini sesuai dengan prinsip dakwah bil menyampaikan ajaran agama dengan penuh kebijaksanaan sesuai kondisi masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak masyarakat terkait hukum najis dan hadast, tetapi juga membentuk kesadaran bahwa menjaga kesucian adalah bagian integral dari ibadah dan kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah. Eti Robiatul Adawiah. Ima Muslimatul Amanah, and Yurna Yurna. AuImplementasi Thaharah Dalam Mengelola Hidup Bersih Dan Berbudaya,Ay Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter 1, no. : 123Ae41. Ade Dedi Rohayana and Taufiqur Rohman. Fiqh Ibadah: Suatu Pengantar (Penerbit NEM, 2. Nurul Khofifah and Ainur Rofiq Sofa. AuUpaya Pemeliharaan Kesehatan Dan Kebersihan Di Pondok Puteri Pusat Pesantren Zainul Hasan Genggong Berdasarkan Ajaran Al-QurAoan Dan Hadits,Ay Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2, no. 164Ae91. KESIMPULAN Wahbah Az-Zuhaili. AuFiqih Islam Wa Adillatuhu. Terj,Ay Abdul Hayyie Al-Kattani. Dkk. Jakarta: Gema Insani, 2011. Abdul Majid and Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004 (Remaja Rosdakarya, 13 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Implementasi kepada masyarakat yang dirancang dalam bentuk seminar edukatif dengan tema Suci Itu Indah telah terlaksana secara efektif dan sesuai dengan protokol yang telah dirancang. Intervensi ini melibatkan partisipasi aktif dari 47 orang peserta didik yang terdiri dari siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 2 Pehserut. Tingkat antusiasme yang tinggi dari para siswa menjadi indikator awal relevansi topik terhadap kebutuhan mereka. Transfer pengetahuan dilaksanakan oleh narasumber dengan fokus pada kerangka konseptual najis dan hadats, tipologi, serta tata cara pensucian yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Untuk memfasilitasi internalisasi secara lebih mendalam, pendekatan eksplorasi praktis melalui demonstrasi tata cara berwudhu dan menjaga kebersihan diri juga diintegrasikan. Hasil evaluasi awal menunjukkan adanya augmentasi signifikan pada kapasitas kognitif siswa mengenai esensi dan implementasi . aha>rah sebagai komponen integral dari Berdasarkan analisis mendalam terhadap pelaksanaan program, beberapa temuan empiris krusial dapat diidentifikasi. Pertama, ditemukan adanya kesenjangan pemahaman . nowledge ga. di kalangan siswa sebelum intervensi, khususnya dalam membedakan secara esensial antara konsep najis dan Dalam konteks ini, pendekatan demonstrasi praktis langsung terbukti efektif dalam mengkonstruksi pemahaman yang lebih utuh dan aplikatif. Kedua, program ini menerima respons afirmatif dari para guru Pendidikan Agama Islam, mengindikasikan bahwa kegiatan berfungsi sebagai suplemen kurikuler yang pembelajaran fiqih ibadah di dalam kelas. Ketiga, mengidentifikasi kebutuhan kritis akan pendukung yang bersifat permanen, seperti poster atau infografis tata cara wudhu, untuk memfasilitasi proses rekapitulasi dan penguatan mandiri bagi siswa di luar sesi seminar, sehingga dampak pembelajaran dapat berkelanjutan. DAFTAR RUJUKAN Adawiah. Eti Robiatul. Ima Muslimatul Amanah. Yurna Yurna. AuImplementasi Thaharah Dalam Mengelola Hidup Bersih Dan Berbudaya. Ay Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter 1, no. 123Ae41. Al-Quran Al-Quddus. Kudus: Mubarokatan Thoyyibah, 2021. Aminah. Aminah. AuIntegrasi Ilmu Dan Agama Dalam Menyongsong Peradaban Bangsa. Ay Inspiratif Pendidikan 6, no. : 88Ae99. An. Ran. Guanghui Qian. Ayesha Mumtaz. Khalid Abdullah Alotaibi, and Xiu Wang. AuDigital Fatigue Academic Resilience among University Students with Grit and Flexibility as Mediators,Ay 2025, 1Ae12. Anggraini. Friska. Inka Fitriyani, and Nela Rofisian. AuMengatasi Krisis Moral Dalam Pendidikan Sekolah Dasar Di Masa Kini. Ay Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajara. E-ISSN: 3026-6629 1, no. 14 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 2 . : 164Ae70. ARY ANTONY PUTRA. AuKonsep Pendidikan Agama Islam Perspektif Imam Al-Ghazali. Ay JURNAL ALTHARIQAH https://journal. id/index. php/althariq ah/article/view/617/319. Az-Zuhaili. Wahbah. AuFiqih Islam Wa Adillatuhu. Terj. Ay Abdul Hayyie AlKattani. Dkk. Jakarta: Gema Insani. Cindi. A R Clodia. AuKonsep Pendidikan Ibadah Thaharah Menurut Al-Ghazali Dalam Kitab IhyaAoUlumuddin. Ay IAIN BENGKULU, 2021. Daryanto. Daryanto. Joko Tri Atmojo. Artha Budi Susila Duarsa. Budi Setiawan Manarung. Santi Yuliani. AuPengabdian Masyarakat: Implementasi Thaharah (Bersuc. Dalam Kehidupan Sehari-Hari Di Pondok Pesantren Lailatul Qodar. Ay Jurnal Peduli Masyarakat 4, no. : 53Ae56. Departemen Agama. R I. AuUndang-Undang Dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan. Ay Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI, 2006. Fajrie. Mahfudlah. Khoirul Muslimin, and Dwi Agung Nugroho Arianto. AuDigital Religion Practices in The Generation Native Immigrant. Ay Jurnal Komunikasi Nusantara 6, no. 340Ae47. Firamadhina. Fadhlizha Izzati Rinanda, and Hetty Krisnani. AuPERILAKU GENERASI TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK: TikTok Sebagai Media Edukasi Dan Aktivisme. Ay Share : Social Work Journal 10, no. : 199. https://doi. org/10. 24198/share. Green. Patrick M. Daniel J Bergen. Cynthia P Stewart, and Christopher Nayve. AuAn Engagement of Hope: A Framework and Equity-Centered Theory of Action for Community Engagement. Ay Metropolitan Universities 32, no. : 129Ae57. Hajri. Muhammad Fatkhul. AuPendidikan Islam Di Era Digital: Tantangan Dan Peluang Pada Abad 21. Ay Al-Mikraj Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (EISSN 2745-4. 4, no. : 33Ae41. Hamid. Abdul. AuMetode Internalisasi NilaiNilai Akhlak Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 17 Kota Palu. Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam 14, no. : 195Ae206. Ismail. Roni. AuHakikat Monoteisme Islam (Kajian Atas Konsep Tauhid AoLaa Ilaaha IllallahA. Ay Religi: Jurnal Studi AgamaAgama 10, no. : 172Ae83. Jamun. Yohannes Marryono. AuDampak Teknologi Terhadap Pendidikan. Ay Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio 10, . 48Ae52. https://doi. org/10. 36928/jpkm. KBBI. AuTabiat. Dalam Kbbi. Web Merupakan Karakter Sifat-Sifat Kejiwaan. Akhlak Atau Budi Pekerti Yang Membedakan Seseorang Dengan Yang Lain. Watak,Ay Khalqi. Khairul. AuNilai-Nilai Utama Karakter Spiritual Keagamaan Dan Integritas Dalam Kisah Al-QurAoan. Ay FALASIFA: Jurnal Studi Keislaman 10, no. 160Ae77. Khofifah. Nurul, and Ainur Rofiq Sofa. AuUpaya Pemeliharaan Kesehatan Dan 15 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Kebersihan Di Pondok Puteri Pusat Pesantren Zainul Hasan Genggong Berdasarkan Ajaran Al-QurAoan Dan Hadits. Ay Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2, no. : 164Ae Lestari. Risma Neta, and Yani Achdiani. AuPengaruh Globalisasi Terhadap Gaya Hidup Individualisme Masyarakat Modern. Ay Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi 14, no. : 117Ae28. Majid. Abdul, and Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004. Remaja Rosdakarya. MarAoati. Rela. AuPesantren Sebagai Basis Pendidikan Karakter. Tinjauan Psikologis. Ay Al-Murabbi: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman 1, no. : 1Ae15. Munif. Muhammad. AuStrategi Internalisasi Nilai-Nilai Pai Dalam Membentuk Karakter Siswa. Ay EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 1Ae12. Nashihin. Husna. Noor Aziz. Ida Zahara Adibah. Neni Triana, and Qiyadah Robbaniyah. AuKonstruksi Pendidikan Pesantren Berbasis TasawufEcospiritualism. Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 11, no. Nissan. Ephraim. AuAn Emblematic Case in the Kingdom of Iraq: The Jewish Commander in Charge of the Baghdad Arsenal. Yamen Yousef, from Integration in Nation-Building to Exclusion. Ay Oriente Moderno 101, no. : 321Ae Prensky. Marc. AuDigital Natives. Digital Immigrants Part 2: Do They Really Think Differently?. Ay On the Horizon 9 . 1Ae6. https://doi. org/10. 15187/adr. Ramdhani. Muhammad Ali. AuLingkungan Pendidikan Dalam Implementasi Pendidikan Karakter. Ay Jurnal Pendidikan UNIGA 8, no. : 28Ae37. Rohayana. Ade Dedi, and Taufiqur Rohman. Fiqh Ibadah: Suatu Pengantar. Penerbit NEM, 2022. Syamraeni. Syamraeni, and Hidayatus Sholichah. AuTransformasi Nilai Religius Di Era Digital: Analisis Literatur Berdasarkan Tujuan Hifz Al-AoAql. Ay Socio Religia 5, no. Tjg. Hikma Riskina. Ilham Fauzy Harahap. Khusnul Amanda. Irwan Jebua. Sonang Pandapotan, and Oksari Anastasya Sihaloho. AuDegradasi Identitias Nasional: Munculnya Individualisme Dikalangan Generasi Z. Ay Jurnal Intelek Insan Cendikia 1, no. : 4772Ae80. 16 | | Fihris Kholifatul Alam. Yusuf. Asichul InAoam. Mahrus