GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. EFEKTIVITAS SENAM HIPERTENSI DALAM MENJAGA TEKANAN DARAH PADA KOMUNITAS LANSIA THE EFFECTIVENESS OF HYPERTENSION EXERCISE IN MAINTAINING BLOOD PRESSURE AMONG THE ELDERLY COMMUNITY Richa Cahya Setyawati*1. Bachtiar Safrudin2. Naya Amalia3. Dwi Widyastuti4. Kartika Sari Purdani5. Rona Mika6. Putri Amanda Arra7. Salsabila Noor Aisyah8. Neti Nurjanah9. Miftahul Arzaaq10 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (Email: rchacahya@gmail. com, mbs143@umkt. id, nayaamaliabtg18@gmail. ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada lansia, dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Berbagai metode telah digunakan untuk mengendalikan tekanan darah, salah satunya melalui aktivitas fisik seperti senam hipertensi. Senam ini bertujuan meningkatkan elastisitas pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi darah, serta mengurangi resistensi perifer yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Selain itu, senam hipertensi juga dapat meningkatkan kapasitas aerobik, mengurangi stres, serta membantu regulasi hormon yang berperan dalam keseimbangan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah jurnal, buku, dan dokumen akademik yang membahas efektivitas senam hipertensi dalam mengontrol tekanan darah pada lansia. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melakukan senam hipertensi selama 60 menit sekali seminggu selama 4 minggu mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan. Senam hipertensi terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mengontrol tekanan darah, terutama jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam hipertensi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai, serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam ini dapat menjadi alternatif yang mudah diterapkan dalam pengelolaan hipertensi secara nonfarmakologis. Kata kunci :Aktivitas fisik. Hipertensi. Lansia. Pengelolaan nonfarmakologis. Senam hipertensi. Tekanan darah. ABSTRACT Hypertension is a common health issue, especially among the elderly, and increases the risk of cardiovascular diseases. Various methods have been used to control blood pressure, one of which is physical activity such as hypertension exercise. This exercise aims to improve blood vessel elasticity, enhance blood circulation, and reduce peripheral resistance contributing to high blood pressure. Additionally, hypertension exercise can increase aerobic capacity, reduce stress, and help regulate hormones that play a role in blood pressure balance. This study employs a literature review method by analyzing journals, books, and academic documents discussing the effectiveness of hypertension exercise JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. in controlling blood pressure in the elderly. Research shows that elderly individuals who regularly perform hypertension exercise for 60 minutes once a week for four weeks experience a significant decrease in systolic and diastolic blood pressure. Hypertension exercise has been proven as an effective non-pharmacological intervention for blood pressure control, particularly when performed with appropriate duration and intensity and supported by a healthy diet and active lifestyle. Hypertension exercise is effective in lowering blood pressure when done with proper duration and intensity, along with a healthy diet and an active lifestyle. It can serve as a practical and easily implemented alternative for non-pharmacological hypertension management. Keywords : Physical activity. Hypertension. Elderly. Non-pharmacological management. Hypertension exercises. Blood pressure. PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal jika tidak dikelola dengan baik (Tarigan, 2. Pengendalian tekanan darah menjadi sangat penting bagi individu dengan hipertensi untuk mengurangi risiko komplikasi tersebut. Salah satu metode nonfarmakologis yang semakin banyak diterapkan adalah senam hipertensi, yaitu serangkaian aktivitas fisik yang dirancang khusus untuk membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung (Komalasari et al. , 2. Peningkatan jumlah penderita hipertensi di berbagai kelompok usia, terutama lansia, menjadi tantangan dalam sistem kesehatan Lansia cenderung mengalami perubahan fisiologis yang membuat mereka lebih rentan terhadap peningkatan tekanan darah. Studi menunjukkan bahwa senam hipertensi dapat membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan pada kelompok lansia dengan mekanisme peningkatan elastisitas pembuluh darah dan penurunan stres (Yuliza. Tahlil, & Ridwan, 2. Efektivitas senam hipertensi dalam menurunkan tekanan darah juga didukung oleh penelitian yang menyoroti manfaat aktivitas fisik dalam meningkatkan fungsi jantung dan menyeimbangkan kadar hormon yang berperan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 dalam regulasi tekanan darah (Moonti & Suhartini, 2. Dalam komunitas, penerapan senam hipertensi memiliki manfaat yang lebih luas, tidak hanya untuk individu yang memiliki hipertensi, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan bagi masyarakat umum. Senam hipertensi yang dilakukan secara teratur telah masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat. Selain itu, keberadaan program-program senam yang terorganisir dalam komunitas juga memberikan dampak sosial yang positif, seperti meningkatkan interaksi sosial dan mendorong perilaku hidup sehat bersama (Multazam et al. Dalam beberapa studi, senam hipertensi dikombinasikan dengan teknik pernapasan seperti slow deep breathing untuk meningkatkan Kombinasi ini membantu meningkatkan relaksasi, mengurangi stres, serta memperbaiki kualitas tidur, yang semuanya berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah (Multazam et al. , 2. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa senam hipertensi dapat menurunkan kebutuhan akan terapi farmakologis dalam pengelolaan hipertensi jika dilakukan secara konsisten dengan pola hidup sehat lainnya (Marsito et al. , 2. Dari perspektif pelayanan kesehatan, implementasi senam hipertensi di tingkat komunitas telah diterapkan melalui berbagai program pengabdian masyarakat. Program ini GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. melibatkan edukasi kesehatan, pelatihan instruktur senam, serta pengukuran tekanan darah secara rutin sebagai bentuk pemantauan efektivitas latihan fisik tersebut (Siregar et al. Keberlanjutan program ini menjadi penting untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mencegah peningkatan angka kejadian hipertensi yang lebih tinggi di masa depan (Abdul, 2. Penerapan senam hipertensi dalam komunitas juga mendapatkan dukungan dari penelitian yang membandingkan berbagai jenis senam, seperti senam jantung sehat dan senam Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunkan tekanan darah dibandingkan beberapa jenis senam lainnya karena gerakannya yang lebih terfokus pada peningkatan fleksibilitas vaskular dan perbaikan sistem peredaran darah (Ferdlian, 2. Selain itu, keteraturan dalam melakukan senam hipertensi untuk mendapatkan hasil yang optimal, dengan durasi latihan yang direkomendasikan sekitar 30Ae45 menit per sesi, dilakukan setidaknya tiga hingga lima kali seminggu (Restawan et al. Selain sebagai bentuk intervensi nonfarmakologis, senam hipertensi juga dapat dikombinasikan dengan pendekatan gaya hidup sehat lainnya, seperti pola makan yang seimbang, manajemen stres, dan edukasi kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang rutin melakukan senam hipertensi dan menerapkan diet rendah garam mengalami penurunan tekanan darah yang lebih signifikan dibandingkan mereka yang hanya menerapkan HASIL salah satu intervensi saja (Sobarina et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik dalam pengelolaan hipertensi menjadi lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan satu metode saja. BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka sebagai pendekatan utama dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Studi pustaka merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik yang diteliti. Sumber literatur yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, serta dokumen akademik lainnya yang membahas tentang efektivitas senam hipertensi dalam menjaga tekanan darah pada komunitas. Pemilihan sumber literatur dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa data yang diperoleh berasal dari referensi yang valid dan kredibel. Dalam penelitian ini menelusuri berbagai artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional maupun internasional yang membahas pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif untuk memahami bagaimana senam hipertensi dapat memberikan efek positif dalam menurunkan dan menjaga kestabilan tekanan darah. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan berbagai temuan dari penelitian sebelumnya untuk mengidentifikasi kesamaan serta perbedaan hasil yang diperoleh oleh berbagai peneliti. Berikut adalah review dari semua jurnal yang telah Anda berikan dalam bentuk tabel untuk memudahkan analisis dan pemahaman. No Penulis Judul Metode & Tahun Penelitian 1 Tarigan. Pengaruh Senam Studi Hipertensi JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Hasil Utama Kesimpulan Senam hipertensi Senam hipertensi efektif sebagai metode nontekanan darah farmakologis dalam GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Penurunan Tekanan Darah pada Lansia di Desa Barus Julu pada lansia sistolik 120-139 mmHg. Penurunan hipertensi selama 1 kali dalam seminggu selama 1 bulan, dengan waktu 60 hari dan dipimpin oleh instruktur senam ahli terapis. mengendalikan tekanan darah pada lansia Komalas ari. Efektivitas Senam Hipertensi untuk Pengendalian Tekanan Darah Penderita Hipertensi Prolanis Desa Karangasem Studi Prolanis Yuliza. Edukasi Aktivitas et al. Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Lansia Hipertensi: Studi Kasus Moonti. Efektivitas Senam & Jantung Sehat dan Suhartini. Senam Lansia Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Wilayah Kerja Puskesmas Garawangi Multaza Kombinasi Slow m. et Deep Breathing . dan Senam Lansia Meningkatkan Kualitas Tidur Studi kasus edukasi dan Kombinasi edukasi aktivitas fisik dan senam hipertensi efektif pada lansia Edukasi dan senam hipertensi dapat saling mendukung dalam pengelolaan hipertensi Studi gkan senam sehat dan Kedua jenis senam efektivitas dalam tingkat penurunan Aktivitas fisik berbasis senam dapat membantu pengelolaan tekanan darah pada pasien hipertensi Studi dan latihan Kombinasi latihan Senam hipertensi yang dikombinasikan dengan teknik pernapasan lebih JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Program senam hipertensi efektif jika dilakukan secara rutin dalam komunitas GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. serta Menurunkan pernapasan Tekanan Darah dan Stres pada Komunitas Lansia di Kota Malang Marsito. Pemberdayaan Studi et al. Lansia Penderita pengabdian . Hipertensi melalui masyarakat Senam Sehat: Program Pengabdian Masyarakat untuk Menurunkan Tekanan Darah Siregar. Peningkatan et Kesehatan Lansia melalui Penyuluhan Hipertensi Senam Lansia di Lingkungan Kelurahan Kayu Ombun Padangsidimpuan Abdul. Penerapan Senam Hipertensi pada . Lansia Menurunkan Tekanan Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Kota Makassar Tahun 2022 Ferdlian. Implementasi Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Pasien JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Studi tekanan daran dan mengurangi stres pada lansia Penurunan sistolik 167-144 Senam hipertensi bisa menjadi bagian dari program kesehatan berbasis Program pengetahuan dan Kombinasi penyuluhan dan senam lebih efektif dibanding hanya satu Senam hipertensi tekanan darah dari 160/100 130/80 mmHg dan subjek II dari 170/100 140/80 mmHg Studi Program edukasi eksperimen mengenai senam tal dalam hipertensi efektif lingkungan meningkatkan Penerapan senam hipertensi di fasilitas kesehatan dapat membantu pengelolaan Studi Intervensi berbasis keluarga dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi hipertensi I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Hipertensi Keluarga keluarga merawat makan dan rutin melakukan senam 10 Restawan Senam Hipertensi . et dan Pemeriksaan . Tekanan Darah Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Lansia Studi observasi di 11 Sobarina. Literature Review Kajian et al. Pengaruh Senam literatur Hipertensi Penurunan Tekanan Darah Tinggi Lansia 12 Qarimah. Program Senam Studi Hipertensi untuk pengabdian . Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Penderita Hipertensi 13 Rahman. Penyuluhan et al. Fisioterapi . Wellness tentang Pemeriksaan dan Pemberian Senam Lansia Meningkatkan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Studi Edukasi pelatihan senam hipertensi mampu menurunkan ratarata tekanan darah dilakukan dengan Senam hipertensi tekanan darah pada lansia, dilakukan tiga kali seminggu selama 30-40 menit Penggabungan pemeriksaan rutin dengan senam hipertensi memberikan manfaat optimal Program hipertensi dapat pemahaman dan hipertensi, serta setelah mengikuti Dua dalam penelitian pengetahuam dam Program senam hipertensi dapat diterapkan dalam komunitas luas Senam hipertensi memiliki bukti ilmiah yang kuat sebagai intervensi nonfarmakologis Program ini dapat meningkatkan kesehatan lansia secara menyeluruh GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. pada lansia. Selain itu, senam lansia mengatasi proses Keseimbangan dan Aktivitas Fisik pada Lanjut Usia di Maleer V Kota Bandung 14 Multaza m. Utami, . Pemberian Latihan Slow Deep Breathing dan Senam Lansia Meningkatkan Kualitas Tidur serta Menurunkan Tekanan Darah dan Stres pada Komunitas Lansia di Kota Malang 15 Susaldi. Penerapan Senam et al. Hipertensi Rebusan Air Daun Salam Hipertensi Studi Kombinasi latihan tekanan daran dan mengurangi stres pada lansia Studi Penurunan eksperimen signifikan tekanan darah dan herbal dan masyarkat setelah pemberian senam rebusan daun alam Pendekatan holistik dengan manfaat lebih besar 16 Amatilla h. Mulyanin gsih. Studi Senam hipertensi merupakan metode non-farmakologis yang efektif untuk pengelolaan hipertensi Penerapan Senam Hipertensi Penurunan Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di Desa Joyotakan RT 06 RW 05 Serengan Surakarta JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Senam hipertensi pada pasien lansia dengan hipertensi. Penurunan ratarata tekanan darah yaitu >24 mmHg Kombinasi intervensi dapat memberikan hasil lebih optimal dalam menurunkan tekanan darah I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. PEMBAHASAN Tekanan darah tinggi disebut silent killer. Ini karena sebagian besar kasus tidak bergejala, mengakibatkan komplikasi harian karena Ada banyak pengobatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat terutama lansia tapi terkadang banyak batasan-batasan seperti ekonomi, sarana dan prasarana yang tidak memadahi bisa menjadikan faktor yang menyebabkan para lansia tersebut tidak bisa mendapatkan perawatan kesehatan dan juga edukasi terkait masalah kesehatan hipertensi yang mereka alami. Penelitian ini membahas mengenai efektivitas senam hipertensi dalam menjaga tekanan darah pada komunitas terutama lansia dengan cara yang relatif murah dan mudah Seiring bertambahnya usia, para lansia mengalami penurunan fungsi tubuh. Meskipun kekuatan fisik menurun, orang yang lebih tua dapat mempertahankan dan mencegah penyakit melalui gerakan dan aktivitas fisik yang Orang tua yang tidak aktif dapat diserang oleh berbagai penyakit seperti hipertensi yang terkadang tidak ada gejala gejala yang dialami oleh para lansia yang mengalaminya, terkadang mereka akan tau di saat kondisi mereka sudah sangat parah maka demikian senam hipertensi merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi di komunitas. Penelitian oleh Komalasari . menunjukkan bahwa lansia yang rutin mengikuti senam hipertensi selama 1 kali seminggu selama 1 bulan, dengan durasi 60 menit yang dilaksanakan di pagi hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, program senam hipertensi ini dilakukan secara rutin mampu mengontrol tekanan darah penderita hipertensi. Efektivitas senam ini didukung oleh mekanisme fisiologis yang terjadi dalam tubuh saat melakukan aktivitas fisik, yaitu peningkatan aliran darah, penurunan resistensi vaskular, serta peningkatan relaksasi otot dan pembuluh darah. Selain itu, keterlibatan komunitas dalam JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 program senam hipertensi dapat meningkatkan kepatuhan peserta dalam menjalankan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Yuliza . dalam penelitiannya mengatakan kombinasi pemberian edukasi mengenai aktivitas fisik dan senam hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dikarenakan para lansia terkadang kurang terpapar informasi tentang masalah kesehatan mereka. Multazam . yang juga melakukan penelitian terhadap lansia juga menemukan bahwa kombinasi latihan slow deep breathing dan senam lansia selama dua minggu mampu meningkatkan kualitas tidur, mengontrol tekanan daran dan mengurangi stres pada lansia. Hasil dari penelitian lainnya juga menunjukan lansia yang mengikuti senam hipertensi selama 4 minggu mengalami penurunan tekanan darah dari 130/80 mmHg sampai 140/80, hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang terkontrol dan sesuai dengan kondisi individu dapat membantu mengurangi beban kerja jantung serta meningkatkan elastisitas pembuluh darah. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil kajian pustaka, senam hipertensi terbukti menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan dan menjaga tekanan darah pada komunitas, terutama bagi penderita hipertensi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin melalui senam hipertensi dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah, mengurangi resistensi vaskular, serta meningkatkan sirkulasi darah, yang berkontribusi pada penurunan tekanan darah. Selain itu, kombinasi senam dengan edukasi kesehatan, latihan pernapasan seperti slow deep breathing, serta dukungan sosial dari keluarga efektivitasnya dalam pengelolaan hipertensi. Agar manfaat senam hipertensi dapat lebih optimal, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, pemerintah, dan komunitas. Program senam I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. hipertensi sebaiknya dilakukan secara rutin dengan pengawasan tenaga medis untuk memastikan latihan yang dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan peserta. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus terus digalakkan agar masyarakat lebih sadar akan manfaat jangka panjang dari pengelolaan tekanan darah. UCAPAN TERIMAKASIH