AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Eksplorasi Nilai-Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye dan Relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam Azizah Arafah1. Firman2. Nurul Aswar3 Institut Agama Islam Negeri Palopo. Indonesia azizaharfhh@gmail. com1, firman_999@iainpalopo. nurulaswar@iainpalopo. Submitted: 16th February 2025 | Edited: 27th April 2025 | Issued: 01st May 2025 Cited on: Arafah. Firman. , & Aswar. Eksplorasi Nilai-Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye dan Relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5. , 880-893. ABSTRACT Islamic education plays a crucial role in shaping the character of young generations to become individuals with noble character and a deep understanding of Islamic values. However, the challenges of globalization demand creative approaches in delivering educational messages, one of which is through literary works such as novels. The novel Janji by Tere Liye was chosen as the object of this research because it contains religious, moral, social, cultural, and educational values that are relevant to Islamic education. This study aims to explore the values contained in the novel and analyze their relevance to Islamic education. The research method used is qualitative, with a library research approach and hermeneutic analysis. Data were collected through an in-depth reading of the novel Janji, then classified based on the values found in it. The analysis was carried out by identifying, reducing, and interpreting the text to discover connections between the novelAos values and the principles of Islamic education. The findings show that the novel Janji is rich in Islamic values, including aspects of aqidah . aith in Alla. , akhlaq . onesty, patience, responsibilit. , and sharia . evotion in worship, fulfilling promise. These values are highly relevant to the goals of Islamic education in forming students with faith and noble character. In addition, the novel strengthens students' understanding of social and cultural values from an Islamic perspective. The implication of this research encourages educators to use literary works as alternative media in Islamic education, making the learning process more engaging and contextual. Keywords: Islamic Education. Novel Values. Janji. Tere Liye. Hermeneutics PENDAHULUAN Karya sastra, khususnya novel, telah lama diakui sebagai medium yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai-nilai religius (Hamzah, 2. Dalam konteks sastra Indonesia kontemporer. Tere Liye dikenal sebagai salah satu pengarang yang karyanya sarat dengan muatan spiritual dan moral, salah satunya novel Janji karya Tere Liye. Novel ini menawarkan narasi yang kaya akan dinamika spiritual, konflik nilai, dan pencarian makna hidupAiunsur-unsur yang selaras dengan dimensi pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam tidak hanya bertujuan untuk AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 mentransmisikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai Islam (Daradjat, 1993. Nahlawi. Namun, tantangan modernitas dan globalisasi telah menciptakan kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik, di mana sastra dapat berperan sebagai alat pedagogis yang efektif (Rosenblatt, 1994. Scholes, 1. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan literatur mengenai eksplorasi sistematis nilai-nilai Islam dalam karya sastra populer Indonesia dan relevansinya dengan pendidikan agama Islam. Sejauh ini, sebagian besar studi tentang sastra dan Islam terfokus pada teks-teks klasik atau karya dengan tema eksplisit keagamaan . ihat penelitian Maulana, 2018. Fadilah, 2. , sementara potensi karya sastra populer seperti Janji karya Tere Liye belum banyak dikaji. Padahal, novel semacam ini justru memiliki daya jangkau yang luas di kalangan generasi muda, sehingga analisis terhadapnya dapat memberikan wawasan berharga tentang strategi penyampaian nilai-nilai Islam melalui medium yang lebih relatable. Tujuan penelitian ini adalah untuk: . mengidentifikasi nilai-nilai novel yang terkandung dalam novel Janji karya Tere Liye, dan . mengkaji relevansi nilai-nilai tersebut dengan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan pendekatan teologi sastra (Frye, 2. dan kritik moral (Booth, 1. , penelitian ini akan melakukan pembacaan hermeneutis terhadap teks untuk mengungkap lapisan makna religiusnya. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam dua bidang: pertama, memperkaya diskusi tentang hubungan sastra dan agama dalam konteks Indonesia. kedua, mengembangkan kerangka pedagogis untuk integrasi sastra populer dalam pembelajaran agama Islam. Implikasi penelitian ini mencakup: . Implikasi teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian interdisipliner antara sastra dan pendidikan agama Islam dan . Implikasi praktis sebagai rekomendasi untuk pendidik dalam memanfaatkan karya sastra sebagai bahan ajar pendidikan agama Islam. LANDASAN TEORI Teori Sastra Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi bahan refleksi dan AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Menurut Abrams dan Harpham . , sastra merupakan cerminan realitas sosial yang diolah melalui imajinasi pengarang, sehingga karya sastra seperti novel dapat menjadi medium penyampaian pesan moral, spiritual, dan edukatif. Dalam konteks ini, novel Janji karya Tere Liye dapat dikaji melalui pendekatan hermeneutika, yaitu metode interpretasi teks untuk mengungkap makna tersirat di balik narasi dan dialog antar tokoh (Ricoeur, 1. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi nilai-nilai intrinsik yang relevan dengan pendidikan agama Islam, seperti akidah, akhlak, dan Teori Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Syaibany . , tidak hanya terbatas pada pengajaran doktrin keagamaan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter . dan penguatan hubungan manusia dengan Tuhan . ablum minalla. serta sesama . ablum minanna. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan melalui media sastra, termasuk novel, karena sastra memiliki kekuatan naratif yang mampu menyentuh emosi dan kesadaran pembaca (Nada & Listiana, 2. Novel Janji yang sarat dengan konflik batin, perjuangan hidup, dan refleksi ketuhanan dapat menjadi bahan analisis untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam. Teori Relevansi Teori relevansi (Sperber & Wilson, 1. juga digunakan untuk menganalisis sejauh mana nilai-nilai dalam novel Janji selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan agama Islam. Relevansi tersebut dapat dilihat dari bagaimana tokoh-tokoh dalam novel menghadapi ujian hidup dengan pendekatan spiritual, atau bagaimana dialog-dialog dalam novel mengajarkan konsep akidah, akhlak dan syariat. sesuai ajaran Islam. Selain itu, teori sastra religius (Teeuw, 1. menegaskan bahwa karya sastra dapat menjadi alat dakwah jika mengandung pesan-pesan ketuhanan dan kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai agama. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (Library Researc. dan hermeneutika untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam dalam novel Janji karya Tere Liye. Penelitian kualitatif dipilih karena sesuai untuk mengeksplorasi makna mendalam yang terkandung dalam teks sastra melalui interpretasi AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 sistematis (Adlini et al. , 2. Metode hermeneutika diterapkan untuk memahami pesanpesan religius dalam novel secara holistik, dengan memperhatikan konteks sosial-budaya dan relasinya dengan ajaran Islam (Hadi, 2. Objek penelitian ini adalah teks novel Janji karya Tere Liye yang diterbitkan tahun 2021, dengan fokus analisis pada unsurunsur intrinsik seperti dialog, narasi, dan karakterisasi tokoh yang merepresentasikan nilai-nilai Islam. Teknik analisis data mengikuti model interpretatif Miles dan Huberman . melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian hasil analisis disajikan secara deskriptif-analitis dengan menyertakan kutipan teks sebagai bukti empiris. HASIL PENELITIAN Temuan Nilai-Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye Dalam novel Janji karya Tere Liye, terkandung lima nilai utama. Nilai agama, nilai moral, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai pendidikan yang saling melengkapi dan berkaitan dalam menggambarkan struktur kehidupan individu dan masyarakat secara Nilai Agama Nilai agama tampak melalui keyakinan, doa, dan tindakan tokoh yang mencerminkan moralitas serta ketakwaan. Talcott Parsons mengemukakan teori tentang bagaimana nilai agama berperan dalam sistem tindakan sosial (Nasution, 2. Menurutnya, nilai agama adalah salah satu sub sistem yang membentuk masyarakat dan hal ini dapat membantu membimbing individu dalam bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma agama yang dianut masyarakat. Data 1. AuBaso tertawa. Mereka bertiga berjongkok di teras masjid kampung. Habis shalat. Senakal-nakalnya mereka, mereka tetap shalat jugaAimeski dijamaAo qashar, ekstra ngebut pula. Ay (Tere Liye, 2020, hlm. Dalam data 1. 1, digambarkan bahwa meskipun tokoh-tokoh seperti Baso dan teman-temannya dikenal nakal, mereka tetap melaksanakan shalat, bahkan dengan cara jamaAo qashar . enggabungkan dan meringkas shala. Hal ini menunjukkan bahwa shalat adalah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan, sekalipun dalam keadaan sulit atau sibuk. Ini mencerminkan nilai agama yang menekankan pentingnya shalat sebagai bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah, sesuai dengan rukun Islam yang kedua. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Data 1. AuBuya pernah menasihati, bukan? Di dalam Al-QurAoan telah ditulis, mintalah tolong dengan sabar dan shalat. Baso. Kahar, kita akan shalat Ashar. Sambil berdoa, sungguh-sungguh meminta dengan lemah lembut agar petunjuk berikutnya diberikan oleh Allah. Ay Wajah Hasan bagai bercahaya saat mengatakan kalimat itu. Penuh keyakinan. (Tere Liye, 2020, hlm. Pada Data 1. Hasan menasihati untuk meminta pertolongan melalui sabar dan shalat, yang merupakan bentuk ibadah dan penyerahan diri kepada Allah. Ini menunjukkan keyakinan bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya tempat meminta pertolongan, sesuai dengan rukun iman pertama. Kedua data tersebut selaras dengan teori Talcott Parsons yang menyatakan bahwa agama merupakan salah satu sub-sistem penting dalam sistem tindakan sosial. Dalam konteks ini, tokoh-tokoh dalam novel tetap menjalankan ibadah dan menjadikan agama sebagai pedoman hidup mereka, meskipun dalam keadaan sulit atau pribadi mereka belum sepenuhnya ideal. Artinya, agama berfungsi sebagai kontrol internal yang mengarahkan perilaku dan memberikan makna dalam kehidupan sosial mereka. Nilai Moral Nilai moral yang terkandung dalam novel terlihat pada pesan-pesan atau prinsipprinsip baik yang ingin disampaikan penulis melalui cerita, tokoh, dan konflik yang Muplihun berpendapat bahwa nilai moral adalah pedoman hidup yang digunakan oleh individu untuk menilai dan membedakan antara perilaku yang dianggap baik atau buruk (Yustikasari, 2. Nilai ini mencakup prinsip-prinsip dasar yang membimbing manusia dalam bertindak, berinteraksi dengan sesama, serta dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab Data 2. AuSaudagar itu menatap punggung Bahar yang keluar dari pagar rumahnya. AuAnak muda itu jujur sekali. Dia ringan saja mengembalikan emas batangan 20 kilogram. Padahal jika dia mau mengambilnya, aku tidak akan tahu sama sekali. Dia membuatku malu. Ay (Tere Liye, 2020, hlm. Data 2. 1 memperlihatkan tindakan Bahar yang memilih untuk mengembalikan emas batangan seberat 20 kilogram, meskipun tidak ada seorang pun yang akan mengetahui jika ia mengambilnya. Tindakan ini mencerminkan sikap jujur yang murni, dilakukan tanpa adanya tekanan, pengawasan, atau harapan akan imbalan. Hal ini selaras dengan pendapat Muplihun, yang menyatakan bahwa nilai moral adalah pedoman hidup AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 yang digunakan individu untuk menilai dan membedakan perilaku yang baik dan buruk. Dalam konteks ini. Bahar menjadikan kejujuran sebagai prinsip moral yang ia pegang, bahkan ketika tidak ada orang lain yang akan menilai atau menyaksikannya. Nilai Sosial Nilai sosial yang terkandung dalam novel merujuk pada pesan, prinsip, atau normanorma yang berkaitan dengan interaksi, hubungan, dan dinamika antar individu dalam Menurut Zubaedi, nilai sosial adalah ukuran atau pedoman yang menjadi acuan dalam berperilaku dan berinteraksi di masyarakat (Zubaedi, 2. Data 3. AuMalam itu hujan deras kembali turun. Kontrakan itu kembali bocor. Bahar yang baru pulang dari pasar induk, melihat ibu-ibu hamil itu kesusahan bersama anak SD-nya, diam-diam memutuskan membantu. Tidak bilang-bilang, dia memanjat atap kontrakan dari belakang, lantas memperbaiki bocornya, mengganti seng yang rusak dengan seng lain. Ay (Tere Liye, 2020, hlm. Data 3. 2 menggambarkan sikap Bahar yang dengan tulus membantu tetangganya memperbaiki atap kontrakan mereka yang bocor akibat hujan deras. Tindakan tersebut dilakukan secara diam-diam, ini menunjukkan kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial terhadap sesama. Perilaku ini sejalan dengan pandangan Zubaedi yang menyatakan bahwa nilai sosial adalah ukuran atau pedoman yang menjadi acuan dalam berperilaku di Dalam hal ini. Bahar bertindak berdasarkan nilai sosial yang tertanam kuat dalam dirinya, di mana ia merasa bertanggung jawab untuk membantu sesama, meskipun tidak diminta. Nilai Budaya Nilai budaya dalam sebuah novel ada pada pandangan hidup, tradisi, norma, serta kebiasaan yang dianut oleh masyarakat dan tercermin dalam cerita. Menurut Koentjaraningrat nilai budaya merupakan lapisan pertama dalam kebudayaan yang bersifat ideal serta berkaitan dengan adat (Tjahyadi et al. , 2. Nilai ini berbentuk gagasan yang menggambarkan hal-hal yang dianggap paling berharga dalam tatanan kehidupan masyarakat. Data 4. AuDan terbangun persis pukul empat pagi. Beranjak turun dari tempat tidur masingmasing. Selelah apa pun mereka, seberat apa pun kantuk menyerang, karena bioritme alias AujamAy di tubuh mereka telah terbentuk oleh sistem waktu di pesantren, mereka refleks bangun. Ay (Tere Liye, 2020, hlm. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Data 4. 1 menggambarkan kebiasaan tokoh-tokoh yang bangun secara refleks pukul empat pagi, terlepas dari rasa lelah atau kantuk yang dirasakan. Kebiasaan ini terbentuk karena pengaruh sistem waktu di pesantren, yang secara konsisten menanamkan kedisiplinan dan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas tersebut tidak hanya menjadi kebiasaan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai yang tertanam kuat dalam budaya lingkungan pesantren. Hal ini sejalan dengan pendapat Koentjaraningrat. Dalam konteks ini, kebiasaan bangun dini hari mencerminkan nilai budaya pesantren yang menjunjung tinggi kedisiplinan, spiritualitas, dan tanggung jawab pribadiAisemua itu merupakan bagian dari pandangan hidup yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai Pendidikan Nilai pendidikan adalah hal yang berkaitan dengan ajaran yang membentuk karakter, kecerdasan, dan keterampilan individu. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah upaya untuk membimbing segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan serta kebahagiaan setinggi-tingginya (Pristiwanti et al. , 2. Data 5. AuPadahal itu juga yang membuat keahlian Bahar terus meningkat, dia tetap rajin belajar, meminjam buku-buku tersebut dari perpustakaan kota. Atau mencari bukubuku itu di lapak penjual buku bekas. Dia haus sekali pengetahuan tentang reparasi. Setiap kali istirahat memperbaiki barang, dia habiskan dengan membaca. Ay (Tere Liye, 2020, hlm. Data 5. 1 menunjukkan semangat Bahar dalam memperdalam pengetahuan dan keterampilannya di bidang reparasi. Ia rajin membaca buku dari perpustakaan kota dan lapak buku bekas, bahkan memanfaatkan waktu istirahat untuk belajar. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran diri akan pentingnya belajar sepanjang hayat sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan memperbaiki kualitas hidup. Perilaku ini mencerminkan nilai pendidikan, karena menggambarkan proses pembentukan kecerdasan, keterampilan, dan karakter secara mandiri. Hal ini selaras dengan pandangan Ki Hajar Dewantara, dalam konteks ini. Bahar menggunakan pendidikan sebagai jalan untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Relevansi Nilai-Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye dengan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam mencakup tiga aspek utama, yaitu akidah, akhlak, dan Akidah berhubungan dengan keyakinan terhadap Allah dan rukun iman, akhlak mencerminkan perilaku dan budi pekerti yang mulia, sedangkan syariat mengatur tata cara ibadah dan aturan kehidupan sehari-hari sesuai ajaran Islam. Akidah Hasbi Ash Shiddiqi mendefinisikan akidah sebagai sesuatu yang dipegang teguh dan tertanam mendalam dalam jiwa, yang tidak mudah digoyahkan (Subandi et al. , 2. Sebagai objek kajian akademik, akidah meliputi berbagai pembahasan, seperti aspek ketuhanan, kenabian, dan spiritualitas yang berkaitan dengan rukun iman. Setelah di melakukan penelitian lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa data 1. 2 dalam novel Janji karya Tere Liye selaras dengan konsep akidah dalam pendidikan agama Islam. Data 1. menunjukkan keyakinan bahwa Allah Swt. adalah sumber pertolongan dan petunjuk. Hal ini tergambar melalui ajakan Hasan untuk shalat dan berdoa dengan sungguh-sungguh serta penuh kelembutan, sesuai dengan ajaran dalam Al-QurAoan yang menganjurkan umat Muslim untuk memohon pertolongan dengan sabar dan shalat. Wajah Hasan yang "bagai bercahaya" mencerminkan ketenangan dan keyakinan yang lahir dari iman bahwa Allah Swt. Maha Mendengar doa hamba-Nya. Perilaku tersebut memperlihatkan keyakinan terhadap rukun iman yang pertama. Akhlak Ibnu Miskawaih . dalam karyanya Tahdzb al-AkhlAq wa Thathr al-AAorAq mendefinisikan akhlak sebagai kondisi jiwa yang mendorong seseorang melakukan suatu tindakan tanpa memerlukan pertimbangan atau pemikiran terlebih dahulu . Setelah meneliti lebih lanjut, peneliti menemukan empat data dalam novel Janji karya Tere liye yang merujuk kepada konsep akhlak sebagai pembelajaran agama Islam, yaitu data 2. 1, data 4. 1, dan data 5. Data 2. 1 menggambarkan kejujuran dan integritas Bahar. Bahar memilih untuk mengembalikan emas batangan yang ditemukannya meskipun ia bisa saja mengambilnya tanpa diketahui. Perilaku ini dilakukan secara tulus dan konsisten, menunjukkan bahwa kejujuran telah menjadi bagian dari karakter Bahar. Sikap ini tidak hanya mencerminkan akhlak yang baik, tetapi juga membuat orang lain merasa malu karena kebaikannya. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Sedangkan data 3. 1 menggambarkan perilaku Bahar yang dengan tulus membantu seorang ibu hamil yang kesulitan tanpa mengharapkan imbalan menunjukkan sikap empati dan menunjukkan kepedulian. Keputusannya untuk bertindak diam-diam tanpa mencari pengakuan juga mencerminkan sifat ikhlas dalam berbuat baik. Sikap ini sesuai dengan ajaran akhlak Islam yang mendorong umatnya untuk saling membantu, peduli terhadap sesama, dan berbuat baik secara tulus tanpa pamrih. Lalu data 4. menggambarkan kebiasaan tokoh-tokoh untuk bangun tepat waktu guna melaksanakan shalat Subuh. Shalat Subuh adalah salah satu kewajiban dalam Islam yang harus dilaksanakan pada waktu fajar. Kebiasaan bangun pagi ini telah menjadi bagian dari rutinitas mereka di pesantren, yang mencerminkan disiplin dan ketaatan terhadap syariat Islam. Meskipun merasa lelah atau mengantuk, mereka tetap bangun dan melaksanakan shalat, menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalankan ibadah dan ini membentuk akhlak mulia para tokoh. Data 5. 1 mencerminkan sikap kerja keras dan ketekunan dalam menuntut ilmu. Bahar memiliki semangat yang tinggi dalam belajar dan terus mengembangkan keahliannya dalam reparasi. Ia tidak hanya belajar dari pengalaman, tetapi juga memanfaatkan berbagai sumber seperti perpustakaan dan penjual buku bekas untuk memperdalam ilmunya. Sikap ini menunjukkan bahwa ia memiliki akhlak rajin, gigih, dan tidak mudah menyerah dalam meningkatkan keterampilan serta pengetahuannya. Dalam perspektif nilai akhlak, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari karakter yang baik dan dihargai dalam berbagai ajaran moral. Syariat Mohammad Idris SyafiAoi dalam kitab Ar-Risalah mendefinisikan syariat sebagai aturan-aturan lahiriah yang bersumber dari wahyu, serta kesimpulan-kesimpulan yang diambil dari wahyu tersebut mengenai perilaku manusia (Ilyas, 2. Syariat merupakan jalan hidup yang ditetapkan Allah Swt. sebagai panduan dalam menjalani kehidupan dunia menuju kebahagiaan di akhirat. Setelah meneliti lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa data 1. 1 dalam novel Janji karya Tere Liye yang selaras dengan konsep syariat sebagai pembelajaran agama Islam. Data 1. 1 menggambarkan ketaatan tokoh-tokoh dalam melaksanakan shalat meskipun dalam keadaan sibuk atau terburu-buru. Mereka menggunakan jamaAo . enggabungkan dua shalat dalam satu wakt. dan qashar . emendekkan shala. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 sebagai bentuk rukhsah . yang diperbolehkan dalam syariat Islam. Hal ini mencerminkan bahwa mereka tetap memprioritaskan ibadah shalat meskipun dalam kondisi yang tidak ideal, sesuai dengan ajaran Islam yang memberikan kemudahan bagi umatnya dalam beribadah, shalat boleh dipendekkan saat safar sebagai bentuk keringanan (Al-QurAoan, 4:. Implikasi Nilai-Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye Terhadap Pendidikan Agama Islam Implikasi Teoritis Nilai-Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye Terhadap Pendidikan Agama Islam Novel Janji karya Tere Liye memiliki implikasi teoritis yang signifikan terhadap pendidikan agama Islam, khususnya dalam penguatan konsep akidah, akhlak, dan syariat. Berdasarkan teori Talcott Parsons, nilai agama berfungsi sebagai subsistem yang mengarahkan tindakan sosial, sebagaimana tercermin dalam perilaku tokoh-tokoh novel yang tetap menjalankan shalat meski dalam kesulitan data 1. Hal ini menunjukkan bahwa agama bukan hanya sekadar keyakinan abstrak, melainkan pedoman praktis yang membentuk keputusan dan sikap hidup. Dalam konteks pendidikan Islam, hal ini menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran akidah, di mana nilai-nilai keimanan tidak hanya diajarkan secara doktrinal, tetapi juga melalui keteladanan dan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif akhlak, novel ini memperkuat teori Ibnu Maskawaih tentang akhlak sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa. Perilaku tokoh seperti kejujuran Bahar data 2. dan kepedulian sosialnya data 3. 1 menunjukkan bahwa pembentukan karakter memerlukan internalisasi nilai melalui kebiasaan dan keteladanan. Implikasinya, pendidikan agama Islam perlu mengintegrasikan metode pembelajaran yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga praktik langsung, refleksi, dan penanaman nilai melalui kisah-kisah inspiratif. Selain itu, kebiasaan disiplin tokoh dalam bangun pagi data 4. sejalan dengan konsep akhlak mulia dalam Islam, yang menekankan konsistensi antara ibadah dan tanggung jawab sosial. Sementara itu, dalam aspek syariat, novel ini mengilustrasikan fleksibilitas hukum Islam melalui praktik jamaAo qashar data 1. 1, yang sesuai dengan teori Mohammad Idris SyafiAoi tentang syariat sebagai panduan dinamis. Implikasi teoritisnya adalah perlunya pendidikan agama Islam untuk menekankan pemahaman bahwa syariat bukan aturan AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 kaku, tetapi solutif dan adaptif terhadap kondisi manusia. Pendekatan ini dapat membantu peserta didik menghubungkan teori fikih dengan realitas kehidupan, misalnya dengan mempelajari rukhsah . dalam ibadah atau prinsip muamalah dalam interaksi Secara keseluruhan, nilai-nilai dalam Janji memberikan dasar teoretis untuk mengembangkan model pendidikan agama Islam yang holistik, integratif, dan berbasis Novel ini menawarkan perspektif bahwa pembelajaran agama harus mengombinasikan dimensi spiritual, moral, dan praktis, sehingga peserta didik tidak hanya memahami ajaran Islam secara kognitif, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, pendekatan sastra seperti ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk memperkaya metodologi pembelajaran agama yang lebih efektif dan berdampak jangka panjang. Implikasi praktis Nilai-Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye Terhadap Pendidikan Agama Islam Novel Janji karya Tere Liye menawarkan implikasi praktis yang signifikan bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, terutama dalam mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan berdampak. Pertama, novel ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran kontekstual yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan kehidupan nyata. Guru dapat menggunakan contoh konkret dari tokoh-tokoh novel, seperti kejujuran Bahar atau kedisiplinan dalam beribadah, untuk mendorong diskusi kritis tentang penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini tidak hanya membuat materi lebih menarik, tetapi juga membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai agama secara lebih mendalam. Kedua, nilai-nilai dalam novel ini dapat memperkaya materi ajar pendidikan agama Islam, khususnya pada aspek akidah, akhlak, dan syariat. Misalnya, kisah keteguhan tokoh dalam menjalankan shalat meski dalam kesulitan data 1. 1 dapat digunakan untuk mengajarkan konsep istiqamah . onsistensi dalam ibada. dan fleksibilitas syariat . eperti jamaAo qasha. Sementara itu, kepedulian sosial tokoh data 3. 1 dapat menjadi contoh nyata dari penerapan nilai ukhuwah islamiyah . dan tanggung jawab sosial dalam Islam. Dengan memadukan kisah-kisah inspiratif ini, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih dinamis dan aplikatif. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Ketiga, novel ini juga dapat mendorong pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Sekolah dapat mengadopsi nilai-nilai seperti disiplin waktu data 4. 1 atau kejujuran data 1 ke dalam program pembinaan karakter, misalnya melalui kegiatan literasi agama, proyek sosial, atau budaya muhasabah . valuasi dir. Selain itu, guru dapat menugaskan siswa untuk merefleksikan nilai-nilai dalam novel dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga Terakhir, novel Janji dapat menjadi jembatan antara pendidikan formal dan informal. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat dalam mendiskusikan nilai-nilai novel ini di rumah atau di majelis taklim, sehingga terjadi sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam menanamkan akhlak Islami. Dengan demikian, nilainilai agama tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi juga dipraktikkan dalam interaksi sosial yang lebih luas. Secara keseluruhan, novel Janji tidak hanya menyajikan kisah yang menghibur, tetapi juga menjadi alat pendidikan yang powerful untuk membentuk karakter dan pemahaman agama siswa. Implikasi praktisnya adalah perlunya integrasi karya sastra semacam ini ke dalam kurikulum pendidikan agama Islam, baik sebagai bahan ajar, sumber refleksi, maupun inspirasi untuk kegiatan pembiasaan positif di sekolah dan KESIMPULAN Nilai-Nilai dalam Novel Janji Karya Tere Liye Novel Janji mengandung lima nilai utama yang saling terkait, yaitu: Nilai agama yang terlihat melalui keteguhan tokoh dalam beribadah . halat, doa, dan tawaka. meski dalam kesulitan, mencerminkan keyakinan akan pertolongan Allah Swt. Nilai moral diwakili oleh kejujuran, integritas, dan tanggung jawab tokoh seperti Bahar yang mengembalikan emas batangan tanpa pamrih. Nilai sosial tercermin dalam kepedulian tokoh terhadap sesama, seperti membantu tetangga tanpa diminta. Nilai budaya terlihat dari kebiasaan disiplin bangun pagi dan penghormatan terhadap tradisi pesantren. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. Mei 2025 E-ISSN 2774-8863 Nilai pendidikan ditunjukkan melalui semangat belajar sepanjang hayat dan pengembangan keterampilan. Relevansi Nilai Novel dalam Novel Janji Karya Tere Liye terhadap Pendidikan Agama Islam Nilai-nilai dalam novel Janji memiliki relevansi kuat dengan tiga aspek Pendidikan Agama Islam: Akidah berkaitan dengan keyakinan tokoh terhadap Allah dan ketergantungan pada-Nya, sejalan dengan konsep iman dalam pendidikan agama Islam, memperkuat pemahaman siswa tentang makna hakiki dari tauhid. Akhlak ditunjukkan melalui perilaku tokoh yang jujur, peduli, dan disiplin menjadi contoh konkret penerapan akhlak mulia, sesuai tujuan pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa. Syariat merujuk kepada fleksibilitas ibadah seperti jamaAo qashar menunjukkan bagaimana syariat Islam adaptif terhadap kondisi manusia, relevan untuk pembelajaran fikih yang kontekstual. Implikasi pada temuan ini menegaskan bahwa novel Janji karya Tere Liye tidak hanya sarat dengan nilai-nilai Islam, tetapi juga dapat menjadi media efektif dalam pendidikan agama Islam. Integrasi karya sastra seperti ini ke dalam kurikulum dapat membuat pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan transformatif, baik melalui diskusi kelas, proyek karakter, atau kolaborasi dengan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat perlunya pendekatan kreatif dalam pendidikan agama Islam yang memanfaatkan sastra sebagai alat pedagogis. DAFTAR PUSTAKA