Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Online Available at: https://journal. id/index. php/jbpai Peran Pembelajaran Sirah Nabawiyah dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Ghossan Althof1*. Adi Haironi2. Aminudin Jeri Satria3 1,2,3 STIT Madani Yogyakarta. Indonesia Alamat: Jl. Wonosari Jl. Karanggayam No. KM. Karang Gayam. Sitimulyo. Kec. Piyungan. Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta *Korespondensi penulis: ghossan. ne@email. Abstract. This study examines the role of Sirah Nabawiyah learning in shaping students' religious character. Religious character is a fundamental aspect of Islamic teachings that reflects a person's closeness to Allah through attitudes, speech, and daily actions. Sirah Nabawiyah learning not only provides historical insights into the life of Prophet Muhammad but also serves as a holistic character education tool, encompassing relationships with Allah and with fellow human beings. This study employs a qualitative approach using literature study Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using source triangulation techniques to ensure validity. The results indicate that values such as monotheism . , honesty, patience, compassion, and obedience to Allah can be instilled through a deep understanding of the life journey of Prophet Muhammad. Additionally. Sirah Nabawiyah learning helps strengthen students' Islamic identity, enabling them to practice Islamic teachings with confidence amid globalization. Thus. Sirah Nabawiyah learning significantly contributes to shaping a generation with noble character, high morality, and the ability to practice Islamic teachings with full awareness and responsibility. Therefore, integrating Sirah Nabawiyah into the Islamic education system is a strategic step in building a strong religious character in students. Keywords: Islamic Education. Religious Character. Sirah Nabawiyah. Abstrak. Penelitian ini membahas peran pembelajaran Sirah Nabawiyah dalam membentuk karakter religius peserta didik. Karakter religius merupakan aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan kedekatan seseorang kepada Allah melalui sikap, ucapan, dan perbuatan sehari-hari. Pembelajaran Sirah Nabawiyah tidak hanya memberikan wawasan historis tentang kehidupan Nabi Muhammad tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang holistik, mencakup hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik triangulasi sumber untuk memastikan validitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti ketauhidan, kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan ketaatan kepada Allah dapat ditanamkan melalui pemahaman mendalam tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad. Selain itu, pembelajaran Sirah Nabawiyah juga membantu memperkuat identitas keislaman peserta didik, sehingga mereka lebih percaya diri dalam mengamalkan ajaran Islam di tengah arus globalisasi. Dengan demikian, pembelajaran Sirah Nabawiyah memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, memiliki moralitas tinggi, dan mampu menjalankan ajaran Islam dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Oleh karena itu, integrasi Sirah Nabawiyah dalam sistem pendidikan Islam menjadi langkah strategis dalam membangun karakter religius yang kuat pada peserta didik. Kata Kunci: Karakter Religius. Pendidikan Islam. Sirah Nabawiyah. Received Januari 15, 2025. Revised Februari 05, 2025. Accepted Februari 18, 2025. Online Available Februari 21, 2025 Peran Pembelajaran Sirah Nabawiyah dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik LATAR BELAKANG Sirah Nabawiyah merupakan sebuah kajian sejarah kehidupan Nabi Muhammad yang tidak hanya menyajikan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan dakwah beliau, akan tetapi mengandung banyak nilai pendidikan, terutama dalam pembentukan karakter religius. Karakter religius merupakan salah satu aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan kedekatan seseorang kepada Allah melalui sikap, ucapan, dan perbuatan seharihari. Menurut Quraish Shihab . mendefinisikan karakter religius sebagai sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap aspek kehidupan. Karakter religius tidak hanya didapatkan melalui pembelajaran aqidah akhlaq saja akan tetapi karakter religius jiga bisa didapatkan memalaui pembelajaran sirah nabawiyah. Pembelajaran Sirah Nabawiyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik terlebih lagi karakter religius karena menyajikan keteladanan langsung dari Nabi Muhammad. Dalam setiap fase kehidupannya, beliau menunjukkan akhlak yang luhur, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan keteguhan dalam menjalankan perintah Allah. Karakter religius ini menjadi contoh nyata bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan seharihari. Dalam konteks pendidikan Islam, integrasi Sirah Nabawiyah dalam pembelajaran bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai ketauhidan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah. Hal ini sesuai dengan konsep pendidikan karakter Islam yang menekankan pada pembentukan moral serta akhlak mulia berdasarkan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah(Sandria et al. , 2. Dengan demikian, pembelajaran Sirah Nabawiyah tidak hanya bersifat historis tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun karakter religius yang kuat pada setiap individu. karakter religius yang terkandung dalam Sirah Nabawiyah menjadi pedoman bagi peserta didik dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama. Dalam konteks sosial, pembelajaran ini berperan dalam membangun moral dan etika yang baik, yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah krisis moral yang melanda berbagai lapisan masyarakat, nilai-nilai yang diajarkan dalam Sirah Nabawiyah dapat menjadi solusi dalam menciptakan generasi yang memiliki integritas dan bertanggung jawab(Rifa Luthfiyah. Selain itu, pemahaman terhadap sejarah kehidupan Nabi Muhammad juga berkontribusi dalam menguatkan identitas keislaman peserta didik, sehingga mereka memiliki rasa bangga dan percaya diri dalam mengamalkan ajaran Islam di tengah arus globalisasi. Selain itu dari pembelajaran Sirah Nabawiyah adalah sebagai sarana pendidikan karakter yang holistik. Nilai-nilai religius yang diajarkan tidak hanya mencakup hubungan individu dengan Allah . ablum minalla. , tetapi juga hubungan dengan sesama manusia . ablum minanna. Dengan memahami dan menginternalisasi nilai-nilai ini, peserta didik Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. dapat menjalani kehidupan dengan keseimbangan antara spiritualitas dan interaksi sosial yang Oleh karena itu, pembelajaran Sirah Nabawiyah harus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan Islam agar dapat melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan memiliki keteguhan iman. Pembelajaran Sirah Nabawiyah memiliki tujuan utama dalam membentuk karakter religius yang kuat pada peserta didik, sehingga mereka dapat mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tujuan utama dari pembelajaran ini adalah menanamkan nilai ketauhidan yang kokoh, di mana peserta didik diajarkan untuk memahami dan meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Dengan pemahaman ini, mereka akan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi dan menjadikan ibadah sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Pembelajaran Sirah Nabawiyah bertujuan untuk membentuk akhlak mulia dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, dan kasih sayang(Amalina & Tamimi, 2. Keteladanan ini menjadi pedoman bagi peserta didik dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami sejarah kehidupan Nabi Muhammad secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan ajarannya dalam berbagai aspek kehidupan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur (Sugiyono, 2. untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka peneliti memakai instrumen-instrumen yang dapat atau tepat dipakai saat penelitian berlangsung adalah observasi, wawancara . dan dokumentasi. Sumberdata dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan Teknik triangulasi sumber dalam pemeriksaan keabsahan Melakukan pengecekan data, membandingkan serta untuk memperkaya data dalam teknik ini peniliti lakukan. Analisis data terbagi atas empat tahapan yang peneliti lakukan, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peran Pembelajaran Sirah Nabawiyah dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Karakter Religius Secara Etimologi secara etimologi, kata "karakter" berasal dari bahasa Yunani charassein, yang berarti "mengukir" atau "membentuk dengan " Dalam perkembangan bahasa Latin, kata character merujuk pada tanda atau ciri khas yang membedakan seseorang. Dalam konteks moral dan etika, karakter menggambarkan sifatsifat atau nilai-nilai yang tertanam dalam diri seseorang. Sementara itu, kata "religius" berasal dari bahasa Latin religio, yang berarti "kewajiban suci" atau "pengikatan kembali" kepada sesuatu yang bersifat ilahi. Istilah ini juga dikaitkan dengan kata religare, yang berarti "mengikat erat," mencerminkan hubungan yang kuat antara manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, secara etimologi, karakter religius dapat diartikan sebagai sifat atau nilai yang terbentuk dan tertanam dalam diri seseorang sebagai hasil dari keterikatan yang kuat dengan ajaran agama. Karakter ini mencerminkan bagaimana seseorang menjalani hidupnya sesuai dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Menurut (M. Quraish Shihab, 2. mendefinisikan karakter religius sebagai sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap aspek kehidupan. Karakter religius adalah ciri atau sifat-sifat yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan keimanan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Karakter ini biasanya ditunjukkan melalui perilaku yang selaras dengan ajaran agama yang dianut, seperti sikap jujur, rendah hati, ikhlas, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain itu, karakter religius juga tercermin dalam hubungan seseorang dengan Tuhan, seperti melaksanakan ibadah dengan konsisten, berdoa, dan menghindari hal-hal yang dilarang dalam ajaran agama(Oktari, 2. Karakter religius adalah sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Karakter religius mencakup tiga aspek: moral knowing . engetahuan tentang nila. , moral feeling . erasaan mora. , dan moral action . indakan mora. Dalam konteks pendidikan Islam, pembentukan karakter religius bertujuan untuk membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan memiliki akhlak mulia sesuai ajaran Islam(Frianda, 2023. Karakter religius mencakup nilai-nilai seperti ketakwaan, keikhlasan, kesabaran, dan penghormatan terhadap orang lain. Karakter religius tidak hanya dapat diperoleh melalui pembelajaran akidah dan akhlak, tetapi juga melalui pembelajaran sirah nabawiyah. Dalam pembelajaran sirah nabawiyah, peserta didik dapat meneladani berbagai karakter Rasulullah, terutama karakter religius beliau. Salah satu contohnya adalah ketika orang-orang kafir Quraisy menawarkan kepada Rasulullah untuk saling bertukar sesembahan selama satu tahun, namun Rasulullah dengan tegas menolak ajakan tersebut(SaAodijah, 2. Hal ini membuktikan bahwa karakter religius tidak hanya Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. dapat diperoleh melalui pembelajaran akidah dan akhlak, tetapi juga melalui pembelajaran sirah nabawiyah. Pembelajaran sirah nabawiyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Melalui pemahaman mendalam tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad, berbagai nilai spiritual dan moral dapat ditanamkan dalam kehidupan seharihari(Alhakim, 2. Salah satu karakter religius yang dapat dikembangkan adalah tauhid, di mana peserta didik diajarkan untuk memiliki keyakinan yang kokoh akan keesaan Allah dan menjauhi segala bentuk kemusyrikan. Pembelajaran Sirah Nabawiyah juga menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan RasulNya dengan memahami bagaimana Nabi Muhammad mencintai Allah dengan sepenuh hati dan menjalankan perintah-Nya dengan penuh kesungguhan(Chaeudiana. Azizunisar & Wahyk. Sikap taubat dan takwa juga menjadi bagian penting dari karakter religius yang ditanamkan melalui kisah-kisah perjuangan Nabi, yang mengajarkan bahwa setiap manusia harus selalu berintrospeksi diri, memohon ampunan, dan berusaha meningkatkan ketakwaan. Karakter ibadah dan syukur juga ditekankan dalam pembelajaran ini, di mana peserta didik diajarkan untuk menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan serta mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah(Syaepul Bahtiar et al. , 2. Dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, peserta didik juga diajarkan untuk memiliki tawakal dan senantiasa berdoa, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi yang selalu berserah diri kepada Allah setelah berusaha sebaik mungkin. Pembelajaran Sirah Nabawiyah memiliki tujuan utama dalam membentuk karakter religius yang kuat pada peserta didik, sehingga mereka dapat mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tujuan utama dari pembelajaran ini adalah menanamkan nilai ketauhidan yang kokoh, di mana peserta didik diajarkan untuk memahami dan meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah(Frianda, 2023. Dengan pemahaman ini, mereka akan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi dan menjadikan ibadah sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Pembelajaran Sirah Nabawiyah bertujuan untuk membentuk akhlak mulia dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, dan kasih sayang. Keteladanan ini menjadi pedoman bagi peserta didik dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah(Mustakim et al. , 2. , maupun masyarakat. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami sejarah kehidupan Nabi Muhammad secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan ajarannya dalam berbagai aspek kehidupan. Tujuan lain dari pembelajaran Sirah Nabawiyah adalah menguatkan identitas keislaman pada peserta didik. Dalam era globalisasi yang penuh dengan tantangan ideologi dan budaya. Peran Pembelajaran Sirah Nabawiyah dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik pemahaman terhadap sejarah Islam menjadi penting agar mereka tetap teguh dalam menjalankan ajaran agama dan tidak mudah terpengaruh oleh nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam(SaAodijah, 2. Pembelajaran ini juga bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Rasulullah, sehingga peserta didik terdorong untuk mengikuti sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, tujuan dari pembelajaran Sirah Nabawiyah adalah untuk menciptakan generasi yang memiliki karakter religius yang kuat, berakhlak mulia, dan mampu menjalankan ajaran Islam dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab(Agus Sulistyo. Suhartono, 2. Dengan demikian, mereka dapat menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi sesuai dengan ajaran Islam. KESIMPULAN DAN SARAN Karakter religius merupakan sifat atau nilai yang terbentuk dalam diri seseorang sebagai hasil dari keterikatan yang kuat dengan ajaran agama. Karakter ini tercermin dalam sikap, perilaku, serta hubungan seseorang dengan Tuhan, yang mencerminkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Dalam pendidikan Islam, pembentukan karakter religius bertujuan untuk menciptakan individu yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Pembelajaran Sirah Nabawiyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Melalui pemahaman perjalanan hidup Nabi Muhammad, nilai-nilai spiritual dan moral seperti ketauhidan, ketakwaan, kejujuran, kesabaran, dan sikap tawakal dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran ini juga membantu memperkuat identitas keislaman dan meningkatkan kecintaan terhadap Rasulullah. Secara keseluruhan, pembelajaran Sirah Nabawiyah tidak hanya memberikan wawasan historis tentang kehidupan Nabi, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk generasi yang memiliki karakter religius yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjalankan ajaran Islam dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Maka dengan demikian pembelajaran sirah nabawiyah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter religius peserta Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DAFTAR REFERENSI Agus Sulistyo. , & Suhartono. Implementasi pembelajaran sirah di kelas V Salafiyah Ula Islamic Centre. , 318Ae326. https://doi. org/10. 51468/ijer. Alhakim. Implementasi nilai-nilai pendidikan anti bullying dalam sirah nabawiyah untuk membentuk karakter siswa di Madrasah Aliyah Tahfizhul QurAoan Isy Karima. Amalina. , & Tamimi. Pendidikan akhlak dalam sirah nabawiyah karya Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri dan Ibnu Hisyam. Mediakarya Mahasiswa Pendidikan Islam, 03(Novembe. , http://e-journal. stit-islamicvillage. id/index. php/JM2PI Chaeudiana. Azizunisar. , & Wahyk. Pendidikan karakter berbasis sirah Al-Aufa: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Keislaman, 2. , 27Ae37. https://doi. org/10. 36840/alaufa. Frianda. Implementasi penanaman nilai karakter anak melalui pembelajaran sirah nabawiyah . i Sekolah Dasar Tahfidzul QurAoan Nurun Nabi Banda Ace. Journal of Engineering Research. Frianda. Pendidikan karakter berbasis sirah nabawiyah di SDTQ Nurul Nabi Banda Aceh, 12. , 1Ae19. Mustakim. Hakim. , & Munir. Pendidikan karakter jujur perspektif sirah PANDU: Jurnal Pendidikan Anak Dan Pendidikan Umum, 1. , 19Ae27. https://doi. org/10. 59966/pandu. Oktari. Pendidikan karakter religius dan mandiri di pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 28, 42Ae52. Rahmawati. , & Nurhadi. Pengembangan pendidikan karakter dalam sirah nabawiyah untuk meningkatkan moral siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Islam, 12. , 95Ae104. https://doi. org/10. 30821/jpi. Rifa Luthfiyah. Penanaman nilai karakter religius dalam perspektif pendidikan Islam di lingkungan sekolah RA Hidayatus Shibyan Temulus. Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 513Ae526. SaAodijah. Pembentukan karakter siswa melalui pembelajaran sirah nabawiyah di SMP Boarding School Putra Harapan Purwokerto. Jurnal Pendidikan Islam dan Karakter, 5. , 75Ae88. Sandria. AsyAoari. , & Siti Fatimah. Pembentukan karakter religius melalui pembelajaran berpusat pada siswa Madrasah Aliyah Negeri. At-Tadzkir: Islamic Education Journal, 1. , 63Ae75. https://doi. org/10. 59373/attadzkir. Shihab. Al-QurAoan: Tafsir tematik. Mizan. Sugiyono. Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D. Alfabeta. Peran Pembelajaran Sirah Nabawiyah dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Syaepul Bahtiar. Amri Syafri. , & Hardiyanto. Pendidikan karakter pada pembelajaran sirah nabawiyah dalam kitab Khulashoh Nurul Yaqin. Rayah Al-Islam, 5. , 255Ae267. https://doi. org/10. 37274/rais. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025