Ahmad Syaifulloh PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Ahmad Syaifulloh Ahmadsyaifulloh1988@gmail. IAI Khozinatul Ulum Blora DOI: Abstract Teachers have a crucial role in curriculum development. Because teachers are professionals, teachers are the gateway to innovation as well as the gateway to integrated development. This is because development can be carried out if it starts from developing people first. Without people who are capable, skilled, knowledgeable, intelligent, creative and responsible, integrated development will not be able to be implemented well. Therefore, every teacher and other education personnel must be able to understand the curriculum as well as possible. So that they can design, implement, control and evaluate curriculum development, because teachers are the main implementers of learning activities and directly interact with students who are expected to achieve competencies that can be a benchmark for the success of curriculum development. Through qualitative research methods and library research, this article tries to explain the role of teachers in developing the PAI curriculum. The results of this research show that there are four roles that teachers must play in developing the curriculum, namely: As a curriculum implementer. As a curriculum developer. As a curriculum adapter . and as a curriculum researcher. Keywords: Role of Teachers. Curriculum. PAI Abstrak Guru memiliki peran yang krusial dalam pengembangan kurikulum. Dikarenakan guru sebagai tenaga professional, guru merupakan pintu gerbang inovasi sekaligus gerbang menuju pembangunan yang terintegrasi. Hal ini dikarenakan pembangunan dapat terlaksana jika dimulai dari membangun manusianya terlebih dahulu. Tanpa manusia yang cakap, terampil, berpengetahuan, cerdas, kreatif dan bertanggung jawab, maka pembangunan yang terintegrasi tidak akan P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, setiap guru dan tenaga kependidikan lain harus mampu memahami kurikulum dengan sebaik- baiknya. Sehingga mereka bisa merancang, melaksanakan, mengontrol, dan mengevaluasi tentang pengembangan kurikulum tersebut, karena gurulah yang sebagai pelaksana utama kegiatan pembelajran dan langsung berinteraksi dengan peserta didik yang diharapkan dapat mencapai kompetensi yang dapat menjadi tolok ukur suksesnya pengembangan kurikulum tersebut. Melalui metode penelitian kualitatif, dan jenis penelitian library research, artikel ini mencoba untuk menjelaskan peran guru dalam pengembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat peran yang harus dijalankan oleh guru dalam mengembangkan kurikulum, yaitu: Sebagai implementer . Sebagai developer . Sebagai adapter . dan Sebagai researcher . Kata kunci: Peran Guru. Kurikulum. PAI Pendahuluan Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan dari masyarakat, maka dunia pendidikan harus melakukan inovasi dalam pendidikan. Inovasi pendidikan akan berjalan dan mencapai sasarannya jika progam pendidikan tersebut dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman. Untuk mewujudkan inovasi dalam pendidikan dapat melalui pengembangan kurikulum. Hal itu dikarenakan kurikulum memegang peranan penting dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum yang begitu penting, sehingga menuntut kesadaran tentang peranan guru. Dikarenakan guru sebagai tenaga professional, guru merupakan pintu gerbang inovasi sekaligus gerbang menuju pembangunan yang terintegrasi. Hal ini dikarenakan pembangunan dapat terlaksana jika dimulai dari membangun manusianya terlebih dahulu. Tanpa manusia yang cakap, terampil, berpengetahuan, cerdas, kreatif dan bertanggung jawab, maka pembangunan yang terintegrasi tidak akan dapat terlaksana dengan Oleh karena itu, setiap guru dan tenaga kependidikan lain harus mampu memahami kurikulum dengan sebaik- baiknya. Sehingga mereka bisa merancang, melaksanakan, mengontrol, dan mengevaluasi tentang pengembangan kurikulum tersebut, karena gurulah IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh yang sebagai pelaksana utama kegiatan pembelajran dan langsung berinteraksi dengan peserta didik yang diharapkan dapat mencapai kompetensi yang dapat menjadi tolok ukur suksesnya pengembangan kurikulum tersebut. Hal itu dikarenakan kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat Sebagai suatu rencana atau program, kurikulum tidak akan bermakna manakala tidak diimplementasikan dalam bentuk pembelajaran. Demikian juga sebaliknya, tanpa kurikulum yang jelas sebagai acuan, maka pembelajaran tidak akan berlangsung secara efektif. Persoalan tentang bagaimana mengembangkan suatu kurikulum, ternyata bukanlah hal yang mudah, serta tidak sesederhana yang kita bayangkan. Dalam skala makro, kurikulum berfungsi sebagai suatu alat dan pedoman untuk mengantar peserta didik sesuai dengan harapan dan citacita masyarakat. Oleh karena itu, proses mendesain dan merancang suatu kurikulum mesti memerhatikan sistem nilai . alue syste. yang berlaku beserta perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat itu. kurikulum berfungsi mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya. Oleh karena itu, proses pengembangannya juga harus memperhatikan segala aspek yang terdapat pada peserta didik. Persoalan-persoalan tersebut yang mendorong begitu kompleksnya proses pengembangan Kurikulum harus secara terus menerus dievaluasi dan dikembangkan agar isi dan muatannya selalu relevan dengan tuntutan masyarakat yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kurikulum pendidikan Islam, hal tersebut harus bisa direalisasikan dengan baik, karena pendidikan Agama, khususnya pendidikan Islam, telah dianggap sebagai terobosan untuk memenuhi kebutuhan tentang terwujudnya perbaikan moral dalam era krisis moral yang melanda di berbagai negara sekarang ini. Sehingga Guru yang memunyai peranan penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam ini harus dapat melaksanakannya dengan baik, tidak hanya Guru PAI saja, tetapi semuanya harus bekerjasama untuk mewujudkan hal Sehubungan dengan hal terebut dalam kesempatan ini, kita akan membahas tentang bagaimana peranan guru dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam. P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan jenis penelitian ini adalah penelitian library research. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis Hasil dan Pembahasan Peranan Guru Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Pada dasarnya pengembangan kurikulum adalah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karana adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik. Definisi lain menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar antara lain penetapan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan, sumber, dan alat pengukur pengembanagn kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber unit, rencana unit, dan garis pelajaran kurikulum lainnya untuk memudahkan proses belajar mengajar. Kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya yakni kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai implementasinya. Sebagai sebuah dokumen kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan kurikulum sebagai implementasi adalah realisasi dari pedoman tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Guru merupakan salah satu faktor penting dalam implementasi kurikulum. Bagaimanapun idealnya suatu kurikulum tanpa ditunjang oleh kemampuan guru untuk mengimplementasikannya, maka kurikulum itu tidak akan bermakna sebagai suatu alat pendidikan, dan sebaliknya pembelajaran tanpa kurikulum sebagai pedoman Hamalik. Oemar. Dasar Ae Dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , hal. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh tidak akan efektif. Dengan demikian peran guru dalam hal ini adalah sebagai posisi kunci dan dalam pengembangnnya guru lebih berperan banyak dalam tataran kelas. Dalam diskursus dunia kependidikan, setidaknya terdapat unsur-unsur yang tidak bisa dipisahkan dan dicerai beraikan satu dengan yang lain yang erat kaitannya dalam pengejawantahan kurikulum guna mencapai tujuan adiluhung pendidikan nasional. Diantaranya guru atau pendidik, siswa atau peserta didik, dan kurikulum itu sendiri. Secara simplistik atau dalam pengertian yang sederhana, guru adalah transmitter atau orang yang memberikan dan mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. 2 Dalam bahasa lain, guru merupakan manusia yang menjalani tugas profetik . ugas-tugas kenabian . erujuk pada kata prophe. ) dalam mendidik anak bangsa. Tidak kalah penting, posisi peserta didik atau siswa adalah subyek utama dalam interaksinya dengan pendidik dalam pembelajaran. Menurut Murray Print . , sebagai mana dikutip oleh Wina Sanjaya, dalam konteks hubungan guru dan kurikulum, pengembangan kurikulum menjadi tugas penting yang harus dilaksanakan oleh semua pengembang kurikulum, termasuk guru, di setiap tingkat Setidaknya ada empat peran yang harus dijalankan oleh guru dalam mengembangkan kurikulum, yaitu: Sebagai implementer . Sebagai developer . Sebagai adapter . dan Sebagai researcher . Guru dalam prespektif pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, di surau atau mushalla, di rumah dan sebagainya. Guru menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat karena kewibawaannya sehingga masyarakat tidak meragukan figur seorang guru. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anakanak mereka . enerasi penerus bangs. agar menjadi orang yang berkepribadian mulia. Karena kepercayaan yang diberikan masyarakat, maka guru diberikan tugas dan tanggung jawab yang berat sebab tanggung jawab guru tidak hanya sebatas di sekolah, tapi juga di luar sekolah yaitu membina yang diberikan tidak hanya berkelompok tetapi juga secara individual seperti memperhatikan sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didiknya di sekolah dan di luar sekolah. Menurut Amatembun dalam Saipul Bahri, bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid baik secara individual maupun klasikal di sekolah maupun di luar sekolah. Syaiful Bahri Djamarah. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 32. Wina Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta: Kencana Prenada, 2. , hlm. P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. Tidak hanya itu, dalam tulisan ini juga dijelaskan peranan guru dalam pengembangan kurikulum ditilik dari segi pengelolaannya, sebagaimana dipaparkan oleh Nana Syaodih Sukmadinata. Dilihat dari segi pengelolaannya, pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi dan desentralisasi. 4 Dan pada pembahasan ini, terdapat pula peranan peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentral-desentral sebagai upaya pengkompromian atas keduanya. Peran Guru sebagai Implementer atau Pelaksana Kurikulum Sebagai implementer atau pelaksana kurikulum, guru berperan untuk menjalankan kurikulum yang telah disusun, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah dirancang secara terpusat dalam bentuk GarisAaGaris Besar Program Pengajaran (GBPP). Kurikulum ini harus diaplikasikan oleh guru dalam setiap proses pembelajaran di sekolah, khususnya di kelas. Dengan demikian, ruang peran guru sebagai implementer kurikulum tidak sampai kepada penentuan isi dan target kurikulum, tetapi hanya terbatas pada penentuan kegiatanAakegiatan pembelajaran, mulai dari perencanaannya sampai kepada pelaksanaannya. Dalam peran ini, kedudukan guru adalah sebagai tenaga teknis yang hanya bertanggung jawab dalam mengimplementasikan berbagai ketentuan yang Adapun peran dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan kurikulum PAI adalah seperti Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran. Menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran dan lingkungan sekolah. Memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan kondisi sekolah. Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Mengembangkan interaksi pembelajaran . trategi, metode dan tehnik yang tepa. Mengelola kelas dengan baik dan sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Merefleksikan pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan. Berkonsultasi dengan kepala Madrasah/ Pengawas untuk mengatasi kendala. Membantu kesulitan siswa dalam proses belajar. Nana Syaodih Sukamdinata. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek (Bandung: Remaja Rosda karya, 2. , hlm. Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran , 28. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh Proses implementasi kurikulum untuk semua bidang studi atau mata pelajaran, khususnya PAI selalu menggambarkan keterkaiatan proses dengan tujuan dan konten, kejelasan teori belajar, keterkaitan dengan sosial, budaya, teknologi, ketersediaan fasilitas alat, alokasi waktu, fleksibilitas, peran guru dan peserta didik, peran evalusi dan perlunya feedback. Sebagaimana dijelaskan Fulan dan Park . yang dikutip oleh Syaiful Sagala mengemukakan perencanaan untuk implementasi kurikulum selalu gagal karena beberapa alasan antara lain . perencana pengambil keputusan, sementara ia tidak memahami dan situasi yang sedang dihadai para pelaku implementasi. perencana memperkenalkan perubahan tanpa menjelaskan cara untuk mengidentifikasi dan cara melakukan perubahan itu. perencana tidak berusaha memahami nilai-nilai ide, dan pengalaman-pengalaman yang penting bagi pelaku implementasi, dan lain sebagainya. Peran Guru sebagai Developer atau Pengembang Kurikulum Sebagai developer . kurikulum, guru diberi kewenangan untuk mendesain kurikulum madrasah. Peran pengembangan kurikulum ini terkait erat dengan karakteristik, visi dan misi sekolah atau madrasah, serta pengalaman belajar yang dibutuhkan oleh siswa. Pelaksanaan peran ini dapat dilihat dalam pembuatan dokumen kurikulum, pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan muatan lokal (Mulo. sebagai bagian dari struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pembuatan dan pengembangan kurikulum muatan lokal sepenuhnya diserahkan kepada tiapAatiap satuan pendidikan. Kurikulum ini dikembangkan sesuai dengan kebutuhan tiapAatiap sekolah sesuai dengan character distingtif-nya. Karena setiap sekolah memiliki kurikulum mulok tersendiri, maka ada kemungkinan terjadi perbedaan kurikulum mulok antar sekolah atau madrasah. Dalam kaitannya posisi guru sebagai developer atau pengembang kurikulum. Guru dituntut aktif, kreatif, dan komitmen tinggi dalam penyusunan dokumen kurikulum PAI, seperti: Mengikuti in house training tentang konsep dasar dan pengembangan kurikulum. Berperan aktif dalam tim perekayasa dan pengembang kurikulum sesuai dengan kelompok bidang Berperan aktif dalam penyusunan standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Berperan aktif dalam menyusun Standar Kompetensi (SK) dan Kopetensi Dasar (KD) serta Syaiful Sagala. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan (Bandung: Alfabeta, 2. , hlm. P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. Mengembangkan silabus pembelajaran. Menyusun RPP dan perangkat operasional yang mendukung RPP, seperti Lembar Kerja Siswa dan bahan ajar . eperti modul pembelajara. Peran Guru sebagai Adapter atau Penyelaras Kurikulum Sebagai adapter, guru memiliki kewenangan untuk menyesuaikan kurikulum dengan karakteristik sekolah dan kebutuhan lokal . ebutuhan siswa dan daera. Dalam fase ini, tugas pertama seorang guru adalah memahami dengan baik karakteristik sekolahnya, tugas kedua adalah mengakomodir kebutuhanAakebutuhan masyarakat dan daerahnya, dan tugas ketiga adalah membuat desain kurikulum sekolah sesuai kebutuhan madrasah dan masyarakat lokal. Berikut ini adalah langkah-langkah memahami karakteristik dan kebutuhan masyarakat di sekitar madrasah atau sekolah, yaitu:7 Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan masyarakat terhadap madrasah atau sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai keadaan dan kebutuhan sekitar madrasah yang bersangkutan. Data tersebut dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait di daerah sekitar madrasah yang bersangkutan seperti masyarakat sekitar madrasah. Pemda/ Bappeda. Instansi vertikal terkait. Perguruan Tinggi, dunia usaha/ industri, dan potensi daerah yang bersangkutan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kekayaan alam. Keadaan daerah seperti telah disebutkan dapat diketahui antara lain dari: Rencana pembangunan daerah bersangkutan termasuk prioritas pembangunan daerah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pengembangan ketenagakerjaan termasuk jenis kemampuan dan keterampilan yang . Aspirasi masyarakat mengenai pelestarian alam dan pengembangan daerahnya. Menentukan fungsi dan susunan atau komponen muatan yang sesaui dengan kebutuhan madrasah dan masyarakat sekitar Berdasarkan kajian dari beberapa sumber seperti di atas dapat diperoleh berbagai jenis kebutuhan. Berbagai jenis kebutuhan ini dapat mencerminkan fungsi muatan kurikulum lembaga, antara lain Tim MEDP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh . Melestarikan dan mengembangkan kajian kitab kuning. Meningkatan amaliah salafiah. Meningkatkan kemampuan berwirausaha. Berdasarkan fungsi muatan dan kebutuhan lembaga tersebut dapat ditentukan kajian kebutuhan Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai kemungkinan muatan lokal yang dapat diangkat sebagai bahan kajian sesuai dengan dengan keadaan dan kebutuhan madrasah. Penentuan bahan kajian kebutuhan lokal didasarkan pada kriteria berikut: Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik. Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan. Tersedianya sarana dan prasarana. Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan. Kelayakan berkaitan dengan pelaksanaan di madrasah. Lain-lain yang dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi daerah. Menentukan Mata Pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan madrasah dan masyarakat Berdasarkan bahan kajian kebutuhan lembaga tersebut dapat ditentukan mata pelajaran dan kegiatan pembelajarannya. Kegiatan pembelajaran ini pada dasarnya dirancang agar bahan kajian kebutuhan lokal dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap perilaku yang sesuai dengan harapan lembaga dan masyarakat sekitar sesuai dengan nilai-nilai atau aturan yang berlaku di lingkungan madrasah dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus. Korelasinya dengan pendidik atau guru sebagai adapter atau penyelaras kurikulum PAI, seorang guru dituntut untuk memahami situasi, kondisi dan momentum karakteristik miilieu yang ada di sekolahnya, sehingga dapat melaksanakan tugas guru sebagai adapter dalam penerapan kurikulum PAI di institusinya sendiri. Peran Guru sebagai Researcher atau Peneliti Kurikulum Pada fase ini guru mempunyai peranan sebagai peneliti kurikulum . urriculum researche. Peran ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas profesional guru yang memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kinerjanya sebagai guru. Dalam melaksanakan perannya sebagai peneliti, guru memiliki P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. tanggung jawab untuk menguji berbagai komponen kurikulum, misalnya menguji bahan-bahan kurikulum, menguji efektifitas program, menguji strategi dan model pembelajaran dan lain sebagainya termasuk mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai target kurikulum. Metode yang digunakan oleh guru dalam meneliti kurikulum adalah PTK dan Lesson Study. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah metode penelitian yang berangkat dari masalah yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum. Melalui PTK, guru berinisiatif melakukan penelitian sekaligus melaksanakan tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan demikian, dengan PTK bukan saja dapat menambah wawasan guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya, akan tetapi secara terus menerus guru dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. Sedangkan lesson study adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru/ sekelompok guru yang bekerja sama dengan orang lain . osen, guru mata pelajaran yang sama/ guru satu tingkat kelas yang sama, atau guru lainy. , merancang kegiatan untuk meningkatkan mutu belajar siswa dari pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru dari perencanaan pembelajaran yang dirancang bersama/ sendiri, kemudian di observasi oleh teman guru yang lain dan setelah itu mereka melakukan refleksi bersama atas hasil pengamatan yang baru saja dilakukan. Dunia pendidikan di Indonesia sudah mengalami beberapa perubahan kurikulum. Hal ini bukan berarti ganti menteri pendidikan ganti kurikulum, seperti pendapat sebagian guru, melainkan kurikulum harus selalu berubah sesuai dengan tuntutan jaman. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum, dan standar kompetensi, dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan setempat. Dengan adanya otonomi sekolah memotivasi guru untuk mengubah paradigma sebagai Aucurriculum userAy menjadi Aucurriculum developerAy. Guru mampu keluar dari kultur kerja konvensional menjadi kultur kerja kontemporer yang dinamis, dan guru mampu memainkan peran sebagai Auagent of changeAy. Hendaknya guru mengajar anak-anak kita sesuai dengan Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW. Pada era globalisasi seperti ini, madrasah dengan melibatkan guru, harus melakukan reformasi dan inovasi dalam proses belajar mengajar dan kurikulum secara terus menerus. Untuk dapat melakukan reformasi dan inovasi pendidikan, diperlukan dukungan empirik yang dihasilkan melalui kegiatan Jika tidak, guru akan terisolasi dari pengetahuan dan informasi mutakhir. Tanpa ada dukungan penelitian, proses pendidikan akan mandek dan reformasi serta inovasi mustahil dapat IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh Hasil penelitian dapat membantu guru untuk mengambil keputusan yang tepat dan akurat untuk kepentingan proses belajar mengajar dan pembenahan kurikulum. Jika keputusan tersebut dibantu dengan hasil penelitian, proses belajar mengajar dan kurikulum dapat dicapai dengan optimal dan efektif. Pembelajaran yang efektif merupakan hal yang kompleks dan rumit untuk dapat dikonsepsikan dan dibentuk paradigmanya secara tunggal dan universal. Peserta didik adalah insan manusia yang unik. Mereka tidak dapat diperlakukan seperti benda mati yang dapat dikendalikan semaunya oleh semua pihak. Mereka memiliki minat, bakat, keinginan, motivasi, dan latar belakang social ekonomi yang berbeda. Perbedaan ini membuat sulitnya merumuskan proses belajar dan mengajar serta penyusunan kurikulum yang ideal. Tanpa dukungan hasil penelitian, guru dapat terjebak pada paktik pembelajaran dan perumusan kurikulum yang menyesatkan dan menjerumuskan peserta didik dan mematikan kreativitas mereka. Tanpa dukungan penelitian, guru bisa jadi menggunakan cara pembelajaran dan mengajarkan hal yang sama dari tahun ke tahun. Sementara itu, zaman di mana peserta didik dibesarkan telah berubah amat cepat sehingga pada gilirannya akan berpengaruh pada sikap dan reaksi terhadap berbagai tuntutan zaman. Disinilah peran vital guru PAI untuk selalu terus haus sebagai peneliti kurikulum (PAI) yang mampu memahami kondisi zaman. Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum PAI Dilihat dari segi Pengelolaan Kurikulum Menurut Nana Syaodih Sukmadinata dilihat dari segi pengelolaannya, pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi dan desentralisasi. 9 Untuk mengkompromikan antara keduanya disini penulis paparkan pula peranan peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentral-desentral. Dalam membedakan antara pengembangan kurikulum yang bersifat sentral maupun desentral, maka harus dipahami bahwa hal-hal tersebut telah diatur dalam berbagai kebijakan-kebijakan yang telah diatur oleh pemerintah, seperti batasan-batasan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, dalam Bab II pasal 2 terdapat 8 hal yang harus dilaksanakan oleh lembaga pendidikan di tingkatan daerah,adapun lingkup standar Suyanto dan Djihad Hisyam. Pendidikan di Indonesia Memasuki Milenium i (Jakarta: Adicita Karya Nusa, 2. , hlm. Sukamdinata. Pengembangan Kurikulum, 198. P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. Nasional Pendidikan tersebut meliputi. Standar Isi, 2. Proses, 3. Kompetensi Lulusan, 4. Pendidik dan tenaga Kependidikan, 5. Sarana dan Prasarana, 6. Pengelolaan atau Managemen, 7. Pembiayaan Penilaian Pendidikan. [Lihat PP No. 19 Tahun 2. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Menurut Nana S. Sukmadinata dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. Guru tidak mempunyai peranan dalam perancangan, dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro disusun leh tim atau komisi khusus, yang terdiri atas para ahli, guru menyusun kurikulum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun, satu semester, satu catur wulan, beberapa minggu atau berberapa teori saja, hal ini juga disebut dengan satuan pelajaran. Program tahunan, semesteran, satu catur wulan, ataupun satuan pelajaran, metode dan media pembelajaran, dan evaluasi, hanya keluasan dan kedalamanya berbeda-beda. Dengan adanya penjelasan di atas jelaslah menjadi tugas gurulah menyusun dan memutuskan tujuan yang tepat, memilih dan menyusun tahap pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan tahap perkembangan anak memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi, serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. Suatu kurikulum tersusun secara sistematis akan memudahkan dalam pengimplementasiannya, implementasi kurikulum hampir seluruhnya tergantung pada kreativitas, kecakapan, kesungguhan dan ketekunan seorang guru. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik, kebutuhan, perkembangan daerah serta kemampuan. Sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. 11 Kurikulum desentralisasi mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan-kelebihannya meliputi: Kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah baik kemampuan profesional, finansial, maupun managerial. Disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. Ibid, 200. Ibid, 201. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh . Ada motivasi kepada sekolah . epala sekolah, gur. untuk mengembangkan diri, mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya, dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini, adalah: Tidak adanya keseragaman, untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan nasional, bentuk ini kurang tepat. Tidak adanya standar penilaian yang sama. Adanya kesulitan bila terjadinya siswa pindahan siswa kesekolah. Sukar untuk mengelola dan penilaian secara nasional. Belum semua sekolah . mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. Peranan Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut, bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan yaitu bentuk sentral-desentral. Dalam kurikulum yang dikelola secara sentralisasi-desentralisasi mempunyai batas-batas tertentu juga, peranan guru dalam dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. Guruguru turut berpartisipasi, bukan hanya dalam penjabaraban kurikulum induk ke dalam program tahunan/ semester/ atau rencana pembelajaran, tetapi juga di dalam menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. Guru-guru turut memberi andil dalm merumuskan dalam setiap komponen dan unsur dari kurikulum. Dalam kegiatan yang seperti itu, mereka mempunyai perasaan turut memilki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirinya dalam pengembangan kurikulum. Karena itulah guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutsertakan, mereka memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya, dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kelas akan lebih tepat dan lancar. Guru bukan hanya berperan sebagi pengguna, tetapi perencana, pemikir, penyusun, pengembang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. Dalam konteks pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), merupakan tuntutan peran yang harus diperankan oleh pendidik adalah untuk menumbuhkan nilai-nilai Illahiah yang P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. selaras dengan relegiusitas Islam terhadap mental peserta didik, nilai Illahiah tersebut berkaitan dengan konsep tentang ke-Tuhanan dan segala sesuatu bersumber dari Tuhan. Nilai Illahiah berkaitan dengan nilai Imaniah. Ubudiyah dan Mualamah, dalam hal ini pendidik mesti berusaha sekuat kemampuannya untuk mengembangkan diri peserta didik terhadap nilai-nilai tersebut. Peranan pendidik dalam penumbuhan nilai-nilai Illahiah akan lebih meningkat bila disertai dengan berbagai perubahan, penghayatan, dan penerapan strategi dengan perkembangan jiwa peserta didik yang disesuaikan dengan jiwa peserta didik. Dan sebagai penutup dalam pembahasan ini perlu untuk dipahami bersama bahwa pendidik atau guru PAI haruslah melakukan berbagai upaya dalam pengambangan kurikulum PAI dengan berbagai cara yang bersifat adoptif, adaptif, kreatif dan inovatif. Peran Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Dalam Proses Pembelajaran Bagaimanapun Guru merupakan bagian yang penting dalam pengembangan kurikulum. Hal itu dikarenakan guru memiliki peran yang sangat penting yaitu mengimplementasikan kurikulum yang telah dirancang dan dikembangkan tersebut dalam proses pembelajaran. Dahulu ketika sarana dan prasarana masih terbatas dan teknologi belum begitu maju seperti sekarang, guru merupakan sumber ilmu, karena guru menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan. 12 Tetapi ketika teknologi telah maju, ilmu pengetahuan telah berkembang pesat dan sarana prasarana semakin memadai, menjadikan sumber belajara tidak hanya guru, siswa dapat belajar lewat buku, internet, dan sumber yang lain, maka dalam kondisi seperti ini peran guru telah berubah, tidak hanya sebagai sumber belajar, tetapi memiliki peran lain yang tidak kalah pentingnya sebagaimana akan kita bahas dalam penjelasan berikut ini. Guru Sebagai Sumber Belajar Guru merupakan sosok tokoh yang sangat berperan dalam pembelajaran, karena semua perilaku yang dilakukan oleh guru akan menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk menirunya, bahkan juga apa yang diketahui dan disampaikan oleh guru serta metode atau gaya mengajanya akan sangat diperhatikan oleh peserta didik. Oleh karena itu peran guru sebagai sumber belajar erat sekali hubungannya dengan penguasaan materi pelajaran dan metode pembelajarannya. Maka guru yang baik hendaklah memiliki kemampuan dalam pengusaan materi pelajaran dan pandai dalam memilih metode yang cocok bagi Wina Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Perdna Media Group, 2. , hlm. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh proses pembelajarannya yang dapat menghantarkan peserta didiknya dalam kompetensi yang Hal-hal yang perlu diperhatikan guru sebagai sumber belajar adalah sebagai berikut : Hendaknya guru selalu meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang diajarkannya dan memiliki referensi yang lebih banyak, sehingga dapat memenuhi atau melengkapi pemahaman siswa terhadap materi pembeljarannya serta mampu menyelesaikan permasalahan atau pertanyaan yang muncul dalam proses pembelajaran. Guru hendaknya menunjukkan sumber belajar yang lebih banyak kepada peserta didik agar mereka dapat mempelajarinya, sehingga memilki kemampuan dan pengetahuan yang lebih Guru hendaknya memetakkan atara materi pelajaran yang inti, yang merupakan materi pokok dan materi yang harus dikuasai oleh peserta didik, dipetakkan dengan materi pelajaran tambahan atau pengayaan bagi peserta didik. Guru Sebagai Fasilitator Guru sebagai fasilitator berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran, mampu mengarahkan dan menjembatani mereka agar dapat dengan mudah faham tentang materi pelajaran dan mampu menggunakan dan menggali sumber pelajaran terebut dengan kemampuan dan usahanya sendiri agar lebih mandiri dan cepat berkembang. Dalam hal ini guru hendaknya memahami dan dapat mengoprasikan jenis media dan sumber belajar, dapat merancang media yang menarik dan cocok terhadap metri pelajarannya, memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa dengan baik dan menyenangkan14, yang pada intinya guru mampu memfasilitasi kebutuhan dan mampu menyelesaikan permasalahan serta membantu peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru Sebagai Pengelola Pengelola yang dimaksud dalam hal ini adalah guru sebagai pengelola pembelajaran dalam arti guru mampu mengelola kelas dengan menciptakan ilkim belajar yang kondusif dan nyaman sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Banyak sekali guru yang telah menemui kesulitan di Ibid, hlm. Ibid, hlm. P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. kelasnya dengan masalah dia belum mampu untuk menguasai kelas, karena dia tidak mampu mengelola kelas dengan baik, sehingga pembelajaran tidak kondusif dan membosankan, siswa tidak terkontrol bahkan terjadinya salah faham antara guru dengan siswa yang mengakibatkan adanya konflik diantara keduanya, sungguh hal ini sangat tidak diinginkan. Dengan pengelolaan kelas yang baik permasalahan tersubut akan teratasi, oleh karena itu pengelolaan guru dalam pembelajaran sangatlah penting dan harus memilki kemampuan dan setrategi yang jitu. Dalam hal ini guru memili 4 fungsi umum, yaitu : Merencanakan tujuan belajar. Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar. Memimpin, yang meliputi memotivasi dan menstimulasi peserta didik. Mengawasi dan mengontrol segala sesuatu agar sesuai dengan tujuan. Guru Sebagai Demonstrator Maksud dari peran guru sebgai demonstrator di sini adalah guru mampu mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan dan nilai yang telah disampaikan. Dalam hal ini terdapat dua konteks guru sebagai demonstrator : Sebagai demonstrator guru hendaknya menunjukkan sikap-sikap yang terpuji sehingga guru menjadi teladan bagi peserta didiknya, karena semu apa yang dilakukan dan dikatakan oleh guru sangat diperhatikan oleh peserta didiknya. Sebagai demonstrator guru hendaknya menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran dapat lebih dipahami dan dihayati oleh setiap siswa dan juga membimbing siswanya untuk bersama-sama mendemonstrasikan pelajrannya dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Guru Sebagai Pembimbing Sebagai pembimbing guru memiliki peran untuk mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang terdapat dalam diri mereka, membimbing agar mereka menemukan cara belajar yang tepat, materi pelajaran yang sesuai dengan potensinya, sehingg mereka mampu berkembang sebagai manusia yang ideal dan mudah untuk meraih cita-cita mereka dan Ibid, hlm. Ibid, hlm. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh menjadi manusia yang sukses dalam hidup. Hal ini tidaklah mudah untuk dilaksanakan, karena masingmasing peserta didik memiliki karakteristik dan potensi atau bakat yang beraneka ragam, oleh karena itu hal-hal yang hendaknya diperhatikan oleh guru dala hal pembimbingan ini adalah Guru hendaknya memiliki pemahaman tentang anak yang dibimbingnya, meliputi psikologi, karakteristik, inteligensi, dan bakat yang dimilki mereka, sehingga guru mudah untuk mengarahkan tentang jalan yang semestinya ditempuh oleh mereka, termasuk metode belajar, strategi, dan jurusan serta profesi apa yang tepat bagi mereka. Guru hendaknya terampil dan memahami dalam merencanakan proses pembelajaran, meliputi tujuan, isi, metode, dan evaluasi yang disusun secara rapi dan terstruktur sehingga pembelajaran dapat berjaan dengan baik dan terkontrol. Guru Sebagai Motivator Motevasi merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran, karena dengan motivasi peserta didik akan memilki rasa semangat dan cinta terhadap pelajarannya, selalu ingin terus mempelajarinya, giat dan bergairah untuk selalu mengikuti pelajaran bahkan tidak rela untuk tidak mengikuti pelajaran tersebut walaupun dia sedang sakit, sehingga peserta didik akan sengan sendirinya belajar dan terus belajar sehingga mampu mencapai kompetensi yang diinginkan. Banyak sekali terdapat siswa yang pestasinya rendah, tidak dapat mencapai kompetensi yang diinginkan, padahal dia tergolong siswa yang pintar, hal ini dikarenakan kurangnya motivasi terhadap siswa tersebut, sehingga ia tidak memliki minat atau malas untuk mempelajari pelajaran tersebut. Oleh karena itu guru diharapkan mampu untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didiknya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : Memperjelas tujuan yang ingin dicapai dan manfaat dari pelajaran yang disampaikan, sehingga peserta didik memilki gambaran yang jelas tentang tujuan dan manfaatnya dan termotivasi untuk mempelajarinya. Membangkitkan minat siswa, karena dengan memilaki minat belajar peserta didik akan merasa terdorong untuk belajar. Hal ini dapat ditempuh dengan menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa, menyesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa, menggunakan berbagai model dan Ibid, hlm. P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. strategi pembelajaran secara bervariasi, sehingga siswa tidak bosan dan senang dalam Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, dngan menghilangkan rasa tegang, was-was, dan rasa takut yang akan mengganggu dalam proses pembelajaran. Memberikan pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan peserta didik. Memberikan penilaian yang baik secara oobyektiv sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. Memberikan tanggapan dan komentar terhadap hasil pekerjaan peserta didik. Menciptakan persaingan ysng sehat dan kerjsama yang baik di antara peserta didik, sehingga siswa bersungguh-sungguh dan berloma-lomba untuk menjadi yang lebih baik serta mampu menjalin social kerjasama yang baik untuk meraih tujuan bersama. Guru Sebagai Evaluator19 Evaluasi merupakan hal yang penting dalam pembelajaran, karena dengan evaluasi guru mampu menilai seberapa tingkat keberhasilan yang telah diraih oleh peserta didiknya, tingkat keberhasilan kurikulum yang dilaksanakannya, serta tingakat keberhasilan guru itu sendiri dalam melaksanakan segala program atau kurikulum yang telah direncanakan. Oleh karena itu guru sebagai evaluator diharapkan mampu untuk melakukan evaluai tersebut secara obyektiv dan terencana secara teratur serta tepat waktu, sehingga hal itu dapat meningkatkan kemampuan dan motivasi peserta didik, sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum, serta sebagai bahan acuan guru dalam kemampuan mengajarnya agar menjadi lebih baik dan lebih mendapatkan hasil yang lebih optimal. Hal-hal yang perlu diperhatikan guru sebagai evaluator adalah : Guru melakukan penilaian secara obyektiv dan tepat waktu. Guru membuat instrument dan metode yang cocok untuk melakukan evaluasi. guru dalam mengevaluasi keberhasilan peserta didik hendaknya jangan terpaku pada segi kognitif saja, tetapi menggabungkan antara segi kognitif, afektif, serta psikomotorik, hal ini dikarenakan peserta didik memilki kemampuan dan kecerdasan yang bermacam-macam dan Ibid, hlm. Ibid. , hlm. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahmad Syaifulloh juga tidak mengesampingkan proses yang telah dilakukan oleh peserta didik dalam Guru hendaknya bersikap professional sehingga tidak memiliki rasa malu atau marah ketika mendapatkan kritikan dan masukan, serta mau untuk selalu menginstropeksi diri. Guru hendaknya selalu meningkatkan kemampuannya, baik dengan mengikuti pelatihan. KKG/MGMP, leoson study, workshop, dan alin-lain, agar guru lebih kompeten dan mampu meberikan evaluasi yang baik terhadap proses pembelajarannya. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan, khususnya dalam kurikulum pendidikan Islam. karena guru merupakan perencana, pelakasana, pengkontrol, dan pengevaluasi kurikulum yang langsung berinteraksi dengan peserta didik dlam proses Terdapat empat peran yang harus dijalankan oleh guru dalam mengembangkan kurikulum, yaitu: Sebagai implementer . Sebagai developer . Sebagai adapter . dan Sebagai researcher . Tidak hanya itu, dalam tulisan ini juga dijelaskan peranan guru dalam pengembangan kurikulum ditilik dari segi pengelolaannya, sebagaimana dipaparkan oleh Nana Syaodih Sukmadinata. Dilihat dari segi pengelolaannya, pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi, desentralisasi dan sentral-desentral. Peran guru dalam mengimplementasikan kurikulum dalam proses pembelajaran akan lebih optimal dengan memperhatikan berbagai fungsinya, di antaranya : guru sebagai sumber belajar, sebagai fasilitator, pengelola, demonstrator, motivator, pembimbing, dan evaluator. Dengan demikian, jika guru mampu memahami dan malaksanakan perannya tersebut, maka peserta didik akan lebih cepat untuk terbantu daalm proses belajarnya dan mencapai tujuan pendidikan yang elah diinginkan. Serta guru akan menjadi sosok guru yang profesional dan memiliki kredibilitas yang mumpuni serta disenangi dan menjadi teladan bagi peserta P-ISSN : 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. April 2022, pp. Peran Guru dalam A. Dimana guru dapat memanusiakan manusia dan mampu memberikan solusi dan menyelesaikan segala permasalahan pendidikan di Indonesia ini, sehingga pendidikan di Indonesia ini menjadi semakin lebih maju dan lebih baik. Daftar Pustaka