Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 PERANAN GEREJA DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BERIBADAH PEMUDA DAN SEKOLAH MINGGU DI JEMAAT HKBP SEI BARU (Ibrani 10:25) Nurliani Siregar1, Khatarina Napitupulu2, Tamara Yulina Gultom3, Patrick Kyrie Sihombing4, Putri Tresia Manurung5, Devi Elprida Aritonang6, Yanti Purba7, Miserikordias Domini Manurung8 Email: nurlianisiregar@uhn.ac.id1, khatarina.napitupulu@student.uhn.ac.id2 tamarayulina.gultom@student.uhn.ac.id3, patrickkyrie.sihombing@student.uhn.ac.id4, putri.tresia@student.uhn.ac.id5, devielprida.aritonang@student.uhn.ac.id6, yanti21160018@student.uhn.ac.id7, miserikordiasdomini.manurung@student.uhn.ac.id8 Universitas HKBP Nomensen ABSTRACT In development, humans living in this era of globalization no longer see the importance of living in worship. Especially for today's young men/women in their relationships or day to day life. Worship is related to what should be done. In this way, the author's aim is: To provide views to Christian young men and women about the meaning of worship, So that young people increase their enthusiasm for worship, Make every reader understand the importance of worship in everyday life. The author conducted research using: Observation method, namely the author directly observes the problems that occur at the research location. The library method is a method of collecting various sources as references for the research being researched and as a reference in the analysis of the recitation system carried out by the researcher. From the results of the research, the author can conclude that it turns out that young people have heard about worship because worship is very important, but in fact the results that the author saw show that young people are less faithful in worship and elemental activities. So that it leads to undesirable things such as lazy worship, promiscuity and so on. From the results that the author sees, young people are involved in this, and this is a manifestation of young people who, even though they have heard and understood worship, their behavior or actions in relationships and services are not realized according to what the author sees and examines. Keywords: The Role of the Church, Worship, Youth and Sunday School. ABSTRAK Dalam suatu perkembangan, manusia hidup di era globalisasi ini, sudah tidak melihat pentingnya hidup dalam peribadahan. Terlebih kepada para pemuda/pemudi zaman sekarang ini dalam pergaulan mereka atau kehidupan hari lepas hari. Ibadah berkaitan dengan apa yang seharusnya dilakukan. Dengan demikian penulis memiliki tujuan yaitu: Memberikan pandangan kepada pemuda/pemudi Kristen tentang makna ibadah, Agar pemuda-pemudi meningkatkan semangat beribadah, Membuat setiap pembaca untuk memahami akan pentingnya beribadah dalam kehidupan hari lepas hari. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan : Metode observasi, yaitu penulis mengamati secara langsun masalah-masalah yang terjadi lokasi penelitian, Metode kepustakaan ialah cara dengan mengumpulkan berbagai sumber untuk referensi untuk penelitian yang diteliti dan sebagai acuan dalam analisa sistem pengajian yang dilakukan oleh peneliti. Dari hasil penelitian dapat penulis simpulkan bahwa ternyata pemuda pernah mendengar tentang ibadah karena ibadah sangatlah penting, tetapi ternyata hasil yang penulis lihat ternyata pemuda kurang setia dalam ibadah dan kegiatan unsur. Sehingga mengarah ke hal-hal yang tidak dinginkan seperti malas beribadah, pergaulan bebas dan lain sebagainya, dari hasil yang penulis lihat pemuda terlibat dalam hal ini, dan ini adalah suatu wujud dari pada pemuda yang meskipun telah mendengar dan memahami ibadah 190 Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 namun perilaku atau tindakan dalam pergaulan dan pelayanan tidak diwujudkan sesuai dengan yang penulis lihat dan teliti. Kata Kunci: Peranan Gereja, Beribadah, Pemuda dan Sekolah Minggu. 191 PENDAHULUAN Pertumbuhan iman warga jemaat dan warga masyarakat merupakan aspek penting yang harus mendapat tempat dalam kerangka dasar pembangunan bangsa. Kesejahteraan masyarakat, kemajuan jemaat, kemakmuran bangsa tergantung atas pengaruh-pengaruh rumah tangga. Jika jemaat memiliki pemahaman yang benar tentang Firman Tuhan maka dengan sendirinya gereja tersebut sudah mengalami pertumbuhan secara rohani, dengan adanya survey yang diadakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas HKBP Nomensen Prodi Pendidikan Agama Kristen dan melihat bahwa kurangnya pertumbuhan kerohaniaan. Jemaat gereja tersebut dengan demikian dosen dan mahasiswa Universitas HKBP Nomensen Prodi Pendidikan Agama Kristen Ingin memiliki peran untuk meningkatkan pertumbuhan kerohaniaan jemaat HKBP SEI BARU yaitu dengan mengadakan Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani. Dengan adanya kegiatan ini team Pengabdian Kepada Masyarakat memiliki peran yang baik dalam pertumbuhan jemaat tersebut, khususnya pertumbuhan kerohaniaan orangorang muda. Tinggi merosotnya masa depan masyarakat akan ditentukan oleh tingkah laku dan moral orang-orang muda . Sementara orang-orang muda dididik, dan tabiat mereka itu dibentuk pada waktu mereka masih anak-anak kepada kebiasaan-kebiasaan yang baik, pengendalian diri dan pertarakan, demikianlah kelak pengaruh mereka terhadap masyarakat. Dengan rutin membaca Alkitab, Berdoa dengan rajin, kehadiran dalam setiap pertemuan ibadah, keterlibatan anggota dalam pelayanan di jemaat, dan keterlibatan dalam kegiatan penginjilan atau bersaksi dari hal-hal tersebut yang akan dilaksanakan oleh seseorang jika dia sudah bertumbuh secara rohani. Doa adalah unsur yang sangat penting bagi pertumbuhan iman. Doa berarti menyatakan dengan iman bahwa Allah mendengar, bahwa Ia peduli, dan bahwa Ia adalah ”pemberi upah bagi mereka yang dengan tekun mencari Dia” (Ibr 11: 6). "Doa adalah nafas jiwa" dan sama pentingnya bagi kehidupan rohaniseperti halnya nafas bagi kesehatan fisik. Mengabaikan doa menyebabkan anemia rohani.Setiap warga jemaat perlu menghidupkan kehidupan doa, agar iman kerohaniannya bertumbuh. Mereka harus datang kepada Tuhan melalui doa dengan hati yang tulus. Mereka harus merasakan kebutuhan mereka sendiri (Yes. 44: 3), mengaku dan meninggalkan semua dosa yang diketahui (Ams. 15:29), Mempelajari Alkitab secara pribadi sangat bagus bagi pertumbuhan iman. Setiap warga jemaat perlu membiasakanmempelajari Alkitab secara pribadi, memeditasikannya, karena melalui meditasi Alkitab seseorang mendapatkan kehidupan yang bertumbuh dan keimanan yang semakin bagus. Untuk pendidikan moral dan karakter, mempelajari Alkitab adalah lebih baik dari buku lain yang manapun. Kebesaran, kesederhanaan dan keindahan Alkitab menguatkan pikiran warga jemaat lebih dari semua buku-buku lain. Tidak ada pelajaran yang lain yang mampu memperkuat pikiran daripada memahami kebenaran firman Allah. Pikiran yang terus mempelajari pikiran Allah akan terus bertumbuh dan menjadi kuat. Kehadiran anggota jemaat dalam setiap acara ibadah sangat penting bagi pertumbuhan iman dan kualitas kerohanian. Rasul Paulus menasihatkan dalam Ibrani 10:25: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti di biasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Dalam pertemuan-pertemuan ibadah, setiap warga jemaat hendaknya hadir dan mengikuti kegiatan ibadah dengan tekun, karena dengan demikianlah keimanan bisa bertumbuh. Dedikasi orang Kristen terhadap dirinya sendiri dalam kehidupan yang murni, suci dan aktif dalam pelayanan di jemaat adalah tindakan ibadah spiritual. Dia tidak lagi mempersembahkan hewan sebagai kurban, melainkan dirinya sebagai tindakan pelayanan keagamaan yang berkaitan dengan alasannya. Petrus menggambarkan orang-orang percaya sebagai "imamat kudus, untuk mempersembahkan korban rohani, yang dapat diterima oleh Allah oleh Yesus Kristus" (1 Pet 2:5). Setiap umat percaya adalah agen Tuhan untuk 192 mencapai tujuan-Nya, yakni menyampaikan kabar Injil kepada semua bangsa, suku dan bahasa yang ada di seluruh penjuru dunia ini. (Mrk 16:15-16; Mat. 24:14). Tugas misi penginjilan adalah adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Wiersbe mengatakan bahwa setiap kali kita dipakai Tuhan untuk menolong membawa jiwa yang terhilang kepada Kristus, maka kita mengalami sukacita yang indah, dan saudara-saudara dalam keluarga Allah akan turut bersukacita sebab demikian pulalah yang sedang terjadi di Sorga. Keterlibatan dalam penginjilan merupakan unsur penting bagi pertumbuhan iman.Itu ibarat olah raga bagi kesehatan tubuh. Sebagaimana olah raga sangat penting bagi kesehatan jasmani, demikianlah keterlibatan dalam penginjilan atau bersaksi merupakan unsur penting bagi kesehatan rohani danpertumbuhan iman. Universitas HKBP Nomensen Prodi Pendidikan Agama Kristen adalah salah satu Perguruan Tinggi yang akan menamatkan para pendeta-pendeta dengan demikian mereka harus memahami peran pendeta dalam meningkatkan pertumbuhan jemaat. Dengan di adakannya pengabdian pada masyrakat ini di harapkan akan ada pertumbuhan kerohanian jemaat HKBP SEI BARU. ME TODE PE NE LITIA N Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan pendekatan kualitatif adalah menjadi suatu prosedur yang dimana penelitian ini dapat dihasilkan oleh data deskriptif menggunakan kata-kata tertulis maupun lisan serta perilaku yang didapat. Analisis dalam penelitian kualitatif sangat cenderung dilakukan secara analisis induktif dan makna makna merupakan hal yang esensial. Dalam penelitian ini kami melakukan penelitian secara langsung ke sekolah minggu dan juga remaja gereja HKBP SEI BARU untuk dapat melihat bagaimana pelaksanaan pendidikan agama Kristen dalam suatu pelayanan yang dilakukan. Lokasi tempat penelitian ini terletak di gereja HKBP SEI BARU. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada tanggal 30-31 Mei 2024. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Pelayanan Yang Dilakukan Naposobulung/Hkbp Pada sabtu tanggal 1 Juni 2024, Kami melakukan kegiatan penelitian kepada remaja naposo bulung di HKBP SEI BARU. Sebelum ibadah pemuda di mulai kami sudah mempersiapkan secara matang, yang dimana kami juga sudah memiliki tugas dan peran masing-masing dalam PA tersebut dimana peran kami disana ada yang membawa khotbah dan ada yang menjadi pembawa lagu serta doa syafaat. Sebelum kami berangkat, kami terlebih dahulu telah mendapatkan kabar terhadap pelayan gereja yang bertugas disana, bahwasanya kegiatan PA disana di lakukan pada jam 19.30 WIB. Dengan begitu kami akhirnya datang pada jam 19.00 WIB. Setelah tibanya di gereja, Kami juga disambut dengan baik oleh Remaja, Pemuda, dan Ibu Diakones Gereja. Pada malam itu, kami melakukan ibadah singkat berupa kebaktian Pemuda dan Remaja HKBP Sei Baru. Ibadah Pemuda tersebut dilakukan dengan Bahasa Batak, beserta dengan Kidung yang dinyanyikan juga dalam Bahasa Batak. Jemaat yang hadir juga kurang lebih ada 25-30 orang. Ibadah Pemuda tersebut juga dihadiri oleh Ibu Diakones. Lalu, tata ibadah dari awal mulai sampai akhir ibadah juga terlaksana dengan baik, meskipun ada sedikit kendala mengenai InFocus gereja. Kidung ibadah juga diiringi dengan musik melalui YouTube dan speaker gereja. Kami juga disambut dengan baik oleh Remaja, Pemuda, dan Ibu Diakones Gereja. 193 Pelayanan Yang Dilakukan Sekolah Minggu/Hkbp Keesokan harinya, Minggu, 2 Juni 2024, kami kembali mengunjungi gereja untuk melayani sekolah Minggu. Ibadah sekolah Minggu kami laksanakan dengan Bahasa Indonesia. Di ibadah ini, kami juga didampingi oleh guru sekolah Minggu gereja dan juga liturgis gereja. Ibadah sekolah Minggu ini berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir ibadah. Ada kira-kira 30-35 anak yang ikut menghadiri ibadah. Kami juga disambut dengan hangat oleh para guru sekolah Minggu, penatua, dan juga anak-anak sekolah Minggu. Ibadah ini juga menggunakan audio yang sama, yaitu melalui YouTube dan speaker gereja. Anak sekolah Minggu tersebut di bagi atas 2 kelompok saat Khotbah, untuk Kelas Kecil (0-7 Tahun) dan Kelas Besar (8-12 Tahun). Khotbah ibadah sekolah Minggu diambil dari kitab Bilangan 13:17-24, tentang Kedua Belas Pengintai. Meskipun ada beberapa tantangan selama ibadah, tapi ibadah ini berjalan dengan lancar. Pembahasan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) memiliki berbagai pelayanan yang ditujukan untuk remaja Kristen. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu pertumbuhan iman, karakter, dan keterampilan sosial remaja dalam konteks kehidupan gereja. Berikut adalah beberapa bentuk pelayanan yang biasanya dilakukan di HKBP untuk remaja: Ibadah Remaja: Ibadah khusus yang dirancang untuk remaja dengan format yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan serta minat mereka. Ini termasuk pujian, penyembahan, khotbah, dan kegiatan interaktif. Sekolah Minggu Remaja: Program ini biasanya mencakup pengajaran Alkitab yang disesuaikan dengan usia remaja, diskusi kelompok, dan kegiatan kreatif untuk memperdalam pemahaman mereka tentang iman Kristen. Pelayanan di gereja : Remaja didorong untuk terlibat dalam pelayanan masyarakat seperti kunjungan ke panti asuhan, pembersihan lingkungan, dan kegiatan amal lainnya yang membantu mereka memahami pentingnya melayani sesama. Acara dan kebaktian : Acara-acara retreat atau kemah rohani sering diadakan untuk memberikan pengalaman spiritual yang mendalam melalui sesi-sesi pembinaan, doa, dan refleksi bersama. Pelatihan dan Pengembangan Diri: Program pelatihan seperti kepemimpinan, keterampilan komunikasi, dan pengembangan karakter sering diadakan untuk membantu remaja menjadi pribadi yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan hidup. KESIMPULAN Dedikasi orang Kristen terhadap dirinya sendiri dalam kehidupan yang murni, suci dan aktif dalam pelayanan di jemaat adalah tindakan ibadah spiritual. Dia tidak lagi mempersembahkan hewan sebagai kurban, melainkan dirinya sebagai tindakan pelayanan keagamaan yang berkaitan dengan alasannya. Petrus menggambarkan orang-orang percaya sebagai "imamat kudus, untuk mempersembahkan korban rohani, yang dapat diterima oleh Allah oleh Yesus Kristus"(1 Pet 2:5). Setiap umat percaya adalah agen Tuhan untuk mencapai tujuan-Nya, yakni menyampaikan kabar Injil kepada semua bangsa, suku dan bahasa yang ada di seluruh penjuru dunia ini. (Mrk 16:15-16; Mat. 24:14). Tugas misi penginjilan adalah adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Wiersbe mengatakan bahwa setiap kali kita dipakai Tuhan untuk menolong membawa jiwa yang terhilang kepada Kristus, maka kita mengalami sukacita yang indah, dan saudara-saudara dalam keluarga Allah akan 194 turut bersukacita sebab demikian pulalah yang sedang terjadi di Sorga. Keterlibatan dalam penginjilan merupakan unsur penting bagi pertumbuhan iman.Itu ibarat olah raga bagi kesehatan tubuh. Sebagaimana olah raga sangat penting bagi kesehatan jasmani, demikianlah keterlibatan dalam penginjilan atau bersaksanaan merupakan unsur penting bagi kesehatan rohani dan pertumbuhan iman. Universitas HKBP Nomensen Prodi Pendidikan Agama Kristen adalah salah satu Perguruan Tinggi yang akan menamatkan para pendeta-pendeta dengan demikian mereka harus memahami peran pendeta dalam meningkatkan pertumbuhan kerohaniaan jemaat. Dengan diadakannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan bahwa akan ada pertumbuhan kerohanian Jemaat HKBP SEI BARU. Saran Dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang kami lakukan ini kami dapat melihat bahwa banyak hal yang perlu dibenahi dalam setiap kegiatan pelayanan di Gereja HKBP SEI BARU supaya senantiasa memiliki hati yang rindu dan haus akan kebenaran firman Tuhan dan memiliki kerianduan dalam berdoa juga memiliki unity dalam pelayanan. Tuhan Yesus Memberkati. DAFTAR PUSTAKA Enklaar. H.I : Pendidikan Agama Kristen. Gulo, Hisikia, and Hendi Hendi. 2021. “Peran Kotbah Gembala Sidang Dalam Pertumbuhan Marulitua, Hasiholan. (2019). Pendidikan Agama Kristen Dalam Membina Pemuda Remaja Gereja Suatu Tinjauan Etis-Teologis. Pematangsiantar. Jurnal Pondok Daud Pattinama, Yenni Anita. (2019). Peranan Sekolah Minggu Dalam Pertumbuhan Gereja. Jurnal Scripta Teologi dan Pelayanan Kontekstual Praktika 2, no. 1. https://doi.org/10.46348/car.v2i1.45. Rohani Jemaat Menurut John Chrysostom.” CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Setiawan, B. (2020). Pemuda dan Sekolah Minggu: Strategi Gereja dalam Mendorong Pertumbuhan Rohani. Surabaya: Pustaka Insan Mulia. Silalahi, E. (2016). Khotbah dan Pemuda: Meningkatkan Semangat Beribadah Pemuda di Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Simanjuntak, J. (2016). Strategi Gereja dalam Meningkatkan Partisipasi Pemuda dalam Ibadah Minggu. Medan: Pustaka Bangsa. Sudirman, H. (2018). Peran Gereja dalam Meningkatkan Semangat Beribadah Pemuda: Studi Kasus Gereja XYZ. Jakarta: Penerbit Abadi. White.F.James : Pengantar Ibadah Kristen. Jakarta:Gunung Mulia,2011 195