Analisis perencanaan dan pengendalian biaya operasional serta pendapatan operasional dalam meningkatkan laba pada The White House Hotel Manado Vanisa Mokorimban Corresponding author: vanisamokorimban09@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia Sintje Rondonuwu Sam Ratulangi University - Indonesia Sherly Pinatik Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords cost planning cost control operational revenue hospitality management JEL Classification M41 M21 Received 19 October 2025 Revised 1 November 2025 Accepted 4 November 2025 Published 18 November 2025 ABSTRACT This study analyzes the planning and control of operational costs and revenues to enhance profitability at The White House Hotel Manado. Employing a qualitative case study approach, data were collected in-depth documentation related to the hotelAos financial and managerial operations. The findings indicate that comprehensive cost planning and effective control mechanisms significantly contribute to maintaining operational efficiency and profit growth. However, inefficiencies remain in labor, utilities, and material costs due to limited coordination across departments. The study highlights the synergy between cost management and revenue optimization as a key determinant of This research contributes to managerial accounting literature by offering empirical insights into how cost planning and control strategies can support sustainable profitability in medium-scale hotels. The novelty of this study lies in its focus on the integrated relationship between cost control practices and revenue performance within the hospitality industry. A2025 Vanisa Mokorimban. Sintje Rondonuwu. Sherly Pinatik This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Industri perhotelan merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pariwisata dan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. perekonomian daerah. Persaingan yang semakin ketat, perubahan preferensi konsumen, serta tekanan biaya operasional menuntut setiap hotel untuk mampu mengelola sumber daya secara efektif agar profitabilitas tetap terjaga. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan hotel skala menengah untuk memperkuat efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan, terutama dalam kondisi pascapandemi yang memaksa industri untuk beradaptasi dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah ketidakpastian pasar. Perencanaan biaya operasional dan pengendalian biaya merupakan dua pilar utama dalam manajemen akuntansi yang memastikan pengalokasian sumber daya berjalan efektif. Perencanaan menuntut ketelitian agar setiap pos pengeluaran dapat mencerminkan kondisi riil tanpa menimbulkan pemborosan (Mowen et. , 2. Sementara itu, pengendalian biaya berfungsi memastikan bahwa realisasi pengeluaran sesuai dengan rencana, sehingga penyimpangan dapat diidentifikasi dan diperbaiki secara tepat waktu (Sujarweni, 2. Di sisi lain, pendapatan operasional menjadi indikator penting keberhasilan manajemen dalam mengelola layanan inti hotel, seperti kamar, restoran, dan fasilitas pendukung lainnya. Belum banyak penelitian yang menelaah secara simultan bagaimana perencanaan biaya, pengendalian biaya, dan pendapatan operasional saling memengaruhi profitabilitas, khususnya pada hotel skala menengah di kota-kota berkembang seperti Manado. Hal ini menjadi ruang penting bagi kontribusi ilmiah penelitian ini. Namun, pada banyak hotel, implementasi kedua aspek tersebut belum berjalan optimal karena perencanaan anggaran yang kurang partisipatif, koordinasi antarbagian yang lemah, serta keterbatasan data historis yang akurat. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya membahas salah satu aspek yaitu perencanaan biaya atau pengendalian biaya, secara terpisah, tanpa melihat keterkaitan langsung keduanya dengan pencapaian pendapatan operasional dan laba (Alamsyah et al. , 2024. Heryati dan Asmawati, 2020. Putri. Pratiwi et al. , 2022. Rahma dan Ruzikna, 2. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terintegrasi antara perencanaan biaya, pengendalian biaya, dan pendapatan operasional sebagai faktor sinergis penentu profitabilitas hotel. Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan penerapan perencanaan biaya operasional di The White House Hotel Manado. Menganalisis efektivitas pengendalian biaya operasional. Mengevaluasi pengelolaan pendapatan operasional. Menjelaskan kontribusi ketiga aspek tersebut terhadap peningkatan laba hotel. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tinjauan Perencanaan biaya operasional Perencanaan biaya merupakan tahapan penting dalam fungsi manajemen yang bertujuan untuk menetapkan tujuan keuangan, menentukan kebutuhan sumber daya, serta mengalokasikan dana agar kegiatan operasional berjalan efisien (Hansen dan Mowen. Dalam konteks industri perhotelan, perencanaan biaya berperan dalam mengatur pengeluaran rutin seperti biaya listrik, air, bahan baku, tenaga kerja, dan perawatan fasilitas agar tidak melebihi batas anggaran yang telah ditetapkan. Menurut Anthony dan Govindarajan . , perencanaan biaya yang baik harus melibatkan seluruh unit organisasi agar mampu mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan. Selain itu, perencanaan yang bersifat partisipatif terbukti dapat meningkatkan komitmen manajer dalam mencapai target efisiensi. Mulyadi . menyatakan bahwa tujuan perencanaan biaya operasional adalah untuk merencanakan kegiatan yang ditempuh oleh perusahaan dalam mewujudkan misi organisasi. Perencanaan mempunyai suatu tujuan yang dapat memberikan gambaran operasional sehari-hari yang merupakan petunjuk yang bisa diamati oleh setiap pemimpin guna pengambilan keputusan yang lebih tepat bagi masa depan yang ingin dicapai. Dalam penelitian ini, perencanaan biaya operasional dipahami sebagai proses penyusunan rencana anggaran tahunan di The White House Hotel Manado yang bertujuan untuk memastikan efisiensi pengeluaran dan menjaga stabilitas laba perusahaan. Pengendalian biaya operasional Pengendalian biaya operasional merupakan suatu proses penting yang dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh pengeluaran biaya selama kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan anggaran dan rencana yang telah ditetapkan. Sujarweni . menjelaskan bahwa pengendalian biaya bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola varians antara biaya aktual dan biaya yang telah dianggarkan, sehingga manajemen dapat melakukan analisis penyebab dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Pengendalian biaya yang efektif dapat mencegah pemborosan, menyempurnakan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Strategi pengendalian biaya operasional juga melibatkan penyusunan anggaran yang realistis berdasarkan data historis dan karakteristik operasional hotel. Anggaran tersebut menjadi alat perencanaan sekaligus alat pengendalian untuk memastikan pengeluaran tidak melewati batas yang telah ditentukan. Menurut Warindrani . , keberhasilan anggaran sangat bergantung pada fleksibilitas dan keterlibatan seluruh unit kerja dalam penyusunannya, sehingga anggaran dapat menjadi pedoman yang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. efektif untuk pengendalian. Dalam penelitian ini, pengendalian biaya operasional dipahami sebagai strategi pengendalian biaya operasional dan anggaran tahunan di The White House Hotel Manado yang bertujuan untuk memastikan efisiensi pengeluaran dan menjaga stabilitas laba Secara keseluruhan, pengendalian biaya operasional adalah aspek krusial yang harus dikelola secara terintegrasi dengan fungsi perencanaan dan pengawasan agar perusahaan, khususnya hotel, dapat mencapai tujuan keuangannya secara optimal tanpa mengorbankan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan. Pendapatan operasional Pendapatan operasional merupakan semua pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan. Menurut Anthony dan Govindarajan . , pendapatan operasional mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas bisnis intinya. Pendapatan operasional di hotel biasanya terdiri dari pendapatan kamar, makanan dan minuman, serta pendapatan lainlain seperti penyewaan fasilitas. Dalam penelitian ini, pendapatan operasional menjadi fokus utama dalam menilai sejauh mana kebijakan perencanaan dan pengendalian biaya berpengaruh terhadap pencapaian laba di The White House Hotel Manado. Secara keseluruhan pendapatan operasional adalah tujuan utama dalam memulai suatu bisnis. Sebagai organisasi nirlaba, pendapatan sangatlah penting karena berorientasi pada profit Pendapatan operasional merupakan faktor penting dalam berjalannya suatu usaha karena mempengaruhi tingkat keuntungan dan laba yang diharapkan juga menjamin keberlangsungan usaha dalam suatu perusahaan. Laba dan profitabilitas Laba merupakan indikator utama kinerja keuangan perusahaan dan hasil akhir dari efisiensi biaya serta optimalisasi pendapatan (Horngren & Rajan . Menurut Subramanyam dan Wild . , laba tidak hanya menjadi ukuran keberhasilan operasional, tetapi juga mencerminkan efektivitas strategi manajemen dalam mengelola sumber daya. Penelitian Nadiah et al. menunjukkan bahwa hubungan antara efisiensi biaya dan profitabilitas bersifat positif dan signifikan pada perusahaan jasa. Di sisi lain. Humaera et al, . menekankan bahwa kemampuan manajemen dalam mengendalikan biaya tetap merupakan determinan utama dalam menjaga stabilitas margin laba, terutama di sektor jasa yang berorientasi pada Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Temuan-temuan memperkuat pentingnya pengelolaan biaya dan pendapatan secara simultan untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan laba Analisis varians Dalam suatu penilaian kinerja anggaran dibutuhkannya sebuah perencanaan dan pengendalian pendapatan yang lebih teliti yaitu dengan analisis selisih . Menurut Horngren& Rajan. analisis varians adalah proses pengukuran dan evaluasi selisih antara angka aktual dan angka anggaran. Tujuan dari analisis varians adalah untuk mengetahui penyebab selisih . aik yang menguntungkan maupun merugika. agar dapat dilakukan tindakan perbaikan. Sujarweni . menjelaskan bahwa analisis varians dilakukan untuk semua komponen laporan laba rugi, baik dari sisi pendapatan maupun beban, dan menjadi alat bantu penting dalam pengambilan keputusan manajerial. Analisis BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasiona. Analisis BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasiona. merupakan indikator penting dalam mengevaluasi efisiensi biaya operasional hotel. Rasio BOPO mengukur proporsi biaya operasional terhadap pendapatan yang dihasilkan. Silitonga . menyatakan bahwa rasio BOPO yang rendah menunjukkan efisiensi operasional yang baik dan mampu mendukung profitabilitas yang Analisis BOPO ini sangat berguna dalam pengendalian biaya hotel secara komprehensif, sehingga manajemen dapat menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan laba usaha secara berkelanjutan. Kerangka konseptual penelitian Berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian terdahulu, hubungan antar variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Perencanaan biaya operasional berperan dalam menetapkan pedoman keuangan dan target efisiensi yang akan digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja. Pengendalian biaya operasional memastikan bahwa aktivitas operasional berjalan sesuai rencana dan mencegah pemborosan sumber daya. Pendapatan operasional menjadi indikator keberhasilan strategi pemasaran dan efisiensi biaya, yang secara langsung memengaruhi peningkatan laba. Secara konseptual, hubungan ketiga aspek tersebut membentuk kerangka berpikir bahwa perencanaan dan pengendalian biaya operasional yang efektif akan berdampak positif terhadap Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. peningkatan laba melalui optimalisasi pendapatan operasional. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada The White House Hotel Manado. Data dikumpulkan melalui: Wawancara mendalam dengan manajer keuangan, manajer operasional, dan staf bagian akuntansi. Observasi langsung terhadap kegiatan perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Dokumentasi laporan keuangan, laporan laba rugi, serta dokumen perencanaan anggaran hotel. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman . yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan Hasil dan Hasil Perencanaan biaya operasional Hasil penelitian menunjukkan bahwa The White House Hotel Manado telah menerapkan proses perencanaan biaya berbasis anggaran tahunan yang disusun melalui koordinasi antarbagian. Namun, penyusunan anggaran masih bersifat top-down, dengan keterlibatan staf operasional yang terbatas. Hal ini menyebabkan kurang optimalnya efisiensi pada beberapa pos biaya seperti listrik dan bahan konsumsi. Pengendalian biaya dan efisiensi Pengendalian biaya dilakukan melalui pemantauan rutin dan perbandingan antara realisasi dan anggaran. Pengawasan yang ketat terhadap pengeluaran operasional seperti utilitas dan bahan baku dapur terbukti mampu menekan pemborosan. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian laporan antarbagian akibat kurangnya koordinasi administratif. Pengelolaan pendapatan operasional Pendapatan operasional hotel sebagian besar berasal dari kamar dan restoran. Strategi peningkatan pendapatan dilakukan melalui promosi daring dan optimalisasi layanan pelanggan. Hasil berdampak langsung pada tingkat okupansi dan loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Pembahasan Analisis varians Dari hasil analisis varians yang di lakukan pada the white house hotel manado terdapat adanya selisih di beberapa biaya yaitu : Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Gaji dan tunjangan gaji dan tunjangan menunjukkan varians terbesar yang tidak menguntungkan, dengan pembengkakan biaya sebesar Rp5. 000 pada tahun 2022 dan meningkat menjadi Rp6. 000 pada tahun 2023. Pembengkakan ini terutama disebabkan oleh adanya penambahan tenaga kerja sekaligus pembayaran lembur dan insentif yang tidak diperhitungkan dalam anggaran awal. Ketidakakuratan dalam perencanaan tenaga kerja dan kurangnya pengawasan pada pemakaian sumber daya manusia mengakibatkan kenaikan beban gaji Beban kamar Pos beban kamar mengalami pembengkakan biaya masingmasing Rp3. 800 pada tahun 2022 dan Rp4. 800 pada tahun 2023, yang disebabkan oleh peningkatan jumlah kamar yang dioperasikan dan perlengkapan tambahan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Peningkatan okupansi kamar juga memberikan dampak terhadap peningkatan penggunaan perlengkapan dan perawatan kamar. Biaya makanan dan minuman Varian yang tidak menguntungkan tercatat pada pos makanan dan minuman sebesar Rp4. 000 pada tahun 2022 dan menurun menjadi Rp1. 000 pada tahun 2023. Faktor penyebabnya adalah kenaikan harga bahan baku dan kurang optimalnya pengendalian stok bahan makanan yang menyebabkan pemborosan dan pembengkakan biaya. Biaya utilitas Utilitas juga menunjukkan pembengkakan biaya, sebesar Rp4. 000 pada tahun 2022 dan Rp1. 000 pada tahun 2023. Ini mencerminkan peningkatan pemakaian listrik dan udara seiring perkembangan aktivitas hotel dan penambahan fasilitas. Faktor ketidakmampuan mengendalikan penggunaan energi juga menjadi akar penyebab varians tersebut. Pemeliharaan dan administrasi Pos menunjukkan variasi yang menguntungkan, yakni biaya aktual lebih rendah dari anggaran. Hal ini menandakan bahwa pengelolaan biaya pe meliharaan dan administrasi relatif efisien, berkat pengawasan yang baik dan pelaksanaan pemeliharaan preventif yang tepat serta pengendalian pengeluaran administrasi secara ketat. Total biaya operasional mengalami peningkatan di luar anggaran, yaitu sebesar Rp11. 400 pada tahun 2022 dan Rp14. 400 pada tahun 2023. Hal tersebut menunjukkan perlunya Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. perbaikan yang signifikan dalam perencanaan anggaran biaya operasional dan penerapan pengendalian biaya yang lebih efektif. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa manajemen The White House Hotel perlu melakukan evaluasi terhadap perencanaan biaya, khususnya pada biaya gaji dan tunjangan, kamar, makanan & minuman, dan utilitas. Penerapan sistem pengawasan yang lebih ketat dan perencanaan yang akurat berdasarkan data historis sangat mempertahankan pertumbuhan laba secara berkelanjutan. Analisis rasio BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasiona. Berdasarkan analisis BOPO tahun 2022, rasio BOPO sebesar 77,99% menunjukkan bahwa hampir 78% dari pendapatan digunakan untuk menutup biaya operasional. Hal ini menandakan bahwa efisiensi operasional hotel masih tergolong rendah. Sementara itu, pada tahun 2023, rasio BOPO menurun menjadi 76,94%. Penurunan ini mengisyaratkan adanya perbaikan dalam efisiensi, karena meskipun biaya operasional meningkat, pendapatan yang diperoleh meningkat lebih tinggi dibanding kenaikan biaya tersebut. Penurunan BOPO sebesar 1,05% menunjukkan bahwa manajemen hotel mulai berhasil mengendalikan biaya lebih baik atau mampu meningkatkan pendapatan tanpa harus menaikkan biaya secara proporsional. Tapi walaupun Analisis laba mengalami peningkatan yaitu sebesar Rp1,05%, namun itu lebih di dorong oleh kenaikan pendapatan dari pada efisiensi biaya. Hasil perhitungan BOPO menunjukkan bahwa meskipun biaya operasional meningkat dari tahun 2022 ke 2023, rasio tetap stabil karena kenaikan pendapatan lebih besar daripada kenaikan biaya. Hal ini menandakan bahwa perencanaan biaya dilakukan dengan cukup baik, terutama pada pos pengeluaran yang bersifat tetap. Namun, dari sudut pengendalian, beberapa pos biaya variabel seperti gaji, utilitas, dan beban kamar masih menunjukkan pembengkakan di luar anggaran, yang berarti pengendalian belum efektif secara penuh. Berdasarkan fakta bahwa biaya operasional tetap lebih tinggi dari anggaran . memperlihatkan bahwa pengendalian masih efisien. Hasil ini konsisten dengan penelitian Humaera et al. yang menekankan perlunya melibatkan semua bagian dalam penyusunan anggaran agar strategi pendapatan lebih akurat. Dengan demikian, hasil analisis BOPO mengindikasikan bahwa efisiensi hotel relatif baik, tetapi sistem perencanaan dan pengendalian masih perlu diperbaiki agar tidak hanya menjaga efisiensi, melainkan juga meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pengendalian biaya operasional di The White House Hotel Manado telah diterapkan, namun belum berjalan optimal. Beberapa pos biaya masih mengalami pembengkakan karena perencanaan anggaran yang kurang akurat dan koordinasi antarbagian yang belum efektif. Pengendalian biaya melalui analisis varians telah dilakukan, tetapi hasilnya menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan tidak konsisten, terutama pada biaya tenaga kerja, utilitas, dan beban kamar. Di sisi lain, peningkatan pendapatan operasional terutama dari layanan kamar dan restoran, menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba hotel. Hal ini diperkuat oleh penurunan rasio BOPO yang mencerminkan adanya perbaikan efisiensi, meskipun masih bergantung pada kenaikan pendapatan dibandingkan efektivitas pengendalian biaya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan profitabilitas hotel memerlukan integrasi yang lebih kuat antara perencanaan biaya, pengendalian biaya, dan strategi Manajemen perencanaan berbasis data historis, memperkuat koordinasi pengawasan biaya, dan mengembangkan strategi pendapatan yang selaras dengan tujuan efisiensi operasional. Daftar Alamsyah. Analisis pengendalian biaya operasional dalam meningkatan profitabilitass perusahaan. Jurnal Ilmiah Akuntansi: AkuntansiAo45, 5. , 444Ae454. DOI: https://doi. org/10. 30640/akuntansi45. Anthony. , & Govindarajan. Management control McGraw-Hill Nadiah. Hendarmin. , & Meiriasari. Effects of Production Costs and Operating Costs on Profit of PT Semen Baturaja (Perser. Tbk. International Journal of Community Service Engagement, 3. , 18Ae24. https://doi. org/10. 47747/ijcse. Mowen. Hansen. Heitger. Managerial accounting: The cornerstone of business decision-making. 7th edition. Cengage Learning. Heryati. , & Asmawati. Analisis pengendalian biaya operasional dalam meningkatkan laba pada PT. Cakra Berlian Utama Muara Enim. Jurnal Media Akuntansi (Medias. , 2. , 198213. DOI: https://doi. org/10. 31851/jmediasi. Humaera. Effendy. Nurabiah. , & Astuti. Analisis anggaran sebagai upaya dalam perencanaan dan pengendalian biaya proyek pada PT. Dabakir Putra Mandiri. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 3. , 11Ae20. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. https://doi. org/10. 29303/risma. Horngren. Datar. , & Rajan. Cost accounting: A managerial emphasis. Pearson Education Limited. Miles. Huberman. & Saldana J. Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications. Mulyadi. Akuntansi biaya. UPP STIM YKPN Putri. Dampak pengendalian biaya operasional terhadap peningkatan laba bersih pada perusahaan logistik darat di Indonesia. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, https://ipssj. com/index. php/ojs/article/view/917 Pratiwi. Hartono. Rahayu. Sari. , & Santoso. Operational cost budget as a planning and control tool to maximize profit at PT. Bank Riau Kepri Syariah. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 6. , 22-30, https://w. id/ojs32/index. BILANCIA/article/view/1748 Rahma. , & Ruzikna. Analisis biaya operasional dan pendapatan dalam meningkatkan laba pada PT. Perkebunan Nusantara Pekanbaru. Management Studies Entrepreneurship Journal (MSEJ), 4532Ae4550. https://journal. com/index. php/msej/article/view/47 Subramanyam. , & Wild. Financial statement analysis. 12th edition. McGraw-Hill Education. Silitonga. Kinerja keuangan dan profitabilitas bank. Zahira Media Publisher. Sujarweni. Akuntansi biaya teori dan penerapannya. Pustaka Baru Press. Warindrani. Akuntansi manajemen. Graha Ilmu.