The Influence Of Financial Inclusion. Consumptive Lifestyle And Promotion On The Level Of Impulse Shopping In Management Students Of Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Pengaruh Inklusi Keuangan. Gaya Hidup Konsumtif Dan Promosi Terhadap Tingkat Belanja Impulsif Pada Mahasiswa Manajemen Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Ica Delina Manullang . Hernawaty . ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . Februari 2. Accepted . Februari 2. KEYWORDS Financial Inclusion. Consumptive Lifestyle. Promotions And Impulsive Shopping. This is an open access article under the CCAeBY-SA Universitas Pembangunan Panca Budi Email: . icadelina27@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui pengaruh inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promosi terhadap belanja impulsif pada mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan bantuan aplikasi SPSS. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel dalam penelitian ini ada sebanyak 82 responden. Pengambilan data primer menggunakan kuesioner. Dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promosi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja impulsif pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. ABSTRACT This research aims to test and determine the influence of financial inclusion, consumer lifestyle and promotion on impulsive shopping among students at the Pancabudi Development University. Medan. The method used is a quantitative approach with the help of the SPSS application. This research uses multiple linear regression analysis. The sample in this study was 82 respondents. Primary data collection uses a questionnaire. And the results of this research show that financial inclusion, consumer lifestyle and promotion simultaneously have a positive and significant effect on impulsive shopping among students at the Pancabudi Development University. Medan. PENDAHULUAN Di era digital saat ini inklusi keuangan menjadi semakin penting, terutama di kalangan generasi muda termasuk mahasiswa. Akses terhadap layanan keuangan, seperti rekening bank dan aplikasi pembayaran digital, berperan besar dalam meningkatkan pemahaman dan pengelolaan keuangan Salah satu aplikasi yang populer di kalangan mahasiswa adalah ShoppePay, yang menawarkan kemudahan transaksi dan berbagai promosi menarik. Peningkatan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan diharapkan dapat membantu mahasiswa mengelola keuangan mereka dengan lebih Namun, akses yang mudah ini juga dapat berpotensi meningkatkan resiko pengeluaran yang tidak Inklusi keuangan semakin penting di era digital, terutama bagi mahasiswa. Akses layanan keuangan seperti rekening bank dan aplikasi pembayaran digital, termasuk ShopeePay, mempermudah transaksi dan mendukung pengelolaan keuangan. Namun, kemudahan ini juga meningkatkan risiko belanja impulsif. Inklusi keuangan yang memberikan akses luas ke layanan digital mendorong transaksi cepat tanpa uang tunai, sehingga memengaruhi perilaku konsumtif dan potensi pengeluaran Untuk lebih memastikan sejauh mana perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa terutama mahasiswa jurusan manajemen yang ada di Universitas Pembangunan Panca Budi peneliti melakukan prasurvei terhadap 20 orang responden mengenai penggunaan e-wallet shopeepay dan perilaku Tabel 1 Hasil Prasurvei Penggunaan E-Wallet Shopeepay Indikator Pengguna Aktif Shopee Pay Pernah melakukan belanja impulsif Terpengaruh promosi saat belanja Menganggap diri konsumtif Sumber : Peneliti . Jumlah Responden Persentase Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 1 2025 page: 65Ae72 | 65 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Survei terhadap 20 mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan menunjukkan mayoritas aktif menggunakan ShopeePay dan terpengaruh promosi, yang memicu belanja impulsif. Penelitian Lusardi et al. menyebut inklusi keuangan dapat mengurangi belanja impulsif jika disertai pengetahuan finansial, tetapi tanpa itu, justru meningkatkan risiko belanja impulsif. Studi Wanjiru dan Muturi . juga mengungkap bahwa aplikasi pembayaran digital mempermudah dan meningkatkan frekuensi belanja impulsif. Selain teknologi, faktor psikologis seperti emosi negatif atau rendahnya pengendalian diri turut mendorong perilaku konsumtif. Gaya hidup konsumtif terkait erat dengan perilaku belanja impulsif, di mana individu membeli barang tanpa mempertimbangkan kebutuhan nyata, sering terpengaruh oleh trend atau ekspektasi sosial. Penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri, tekanan sosial, dan pengaruh media sosial berperan penting dalam mendorong perilaku ini. Faktor sosial, seperti pengaruh teman, keluarga, atau influencer, juga mempengaruhi keputusan belanja impulsif, dengan tekanan untuk mengikuti trend menjadi faktor signifikan. Tabel 2 Hasil Penggunaan Shopeepay Oleh Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Juli-Des Tahun 2024 Aspek yang Disurvei Kategori Jawaban Presentase (%) Frekuensi Penggunaan Setiap Hari Beberapa Kali dalam Seminggu Jarang Tujuan Penggunaan Belanja Online Pembayaran Tagihan Transfer Uang Faktor Pemilihan Promo dan Cashback Kemudahan Penggunaan Popularitas Tingkat Kepuasan Puas Tidak Puas Kendala Penggunaan Saldo Tidak Cukup Sulit Menghubungkan ke Bank Tidak Mengalami Kendala Sumber : Peneliti . Sangat Puas Gangguan Sistem Mayoritas mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan menggunakan ShopeePay beberapa kali seminggu . %) atau setiap hari . %), terutama untuk belanja online . %). Promo dan cashback adalah daya tarik utama . %), dengan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi . % puas, 40% sangat pua. Kendala utama meliputi gangguan sistem . %) dan saldo tidak mencukupi . %). Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup konsumtif, promosi diskon, dan trend sosial mendorong belanja impulsif, terutama di kalangan konsumen muda yang terpapar iklan dan media sosial. Strategi pemasaran seperti diskon atau penawaran terbatas memanfaatkan dorongan emosional konsumen untuk membeli barang yang sering kali tidak direncanakan. LANDASAN TEORI Iklusi Keuangan Menurut Yanti . , inklusi keuangan merupakan kajian yang menyeluruh guna menghilangkan berbagai macam hambatan terkait penggunaan dan pemanfaatan layanan jasa lembaga keuangan oleh Adapun indikator inklusi keuangan menurut Yanti . yaitu, . ketersediaan akses, . penggunaan, . kualitas, . Gaya Hidup Konsumtif Menurut Kotler dan Keller . , gaya hidup konsumtif merupakan studi bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih, membeli, menggunakan dan menempatkan barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan mereka. Adapun indikator gaya hidup konsumtif Menurut Kotler dan Keller . , . pencarian status sosial, . keinginan mengikuti trend, . kecenderungan terhadap merek, . pengeluaran berlebihan. 66 | Ica Delina Manullan. Hernawaty. Pengaruh Inklusi Keuangan. Gaya Hidup Konsumtif . Promosi Menurut Wangsa et al . , promosi merupakan kegiatan terpenting yang berperan aktif dalam memperkenalkan, memberitahukan dan mengingatkan kembali manfaat suatu produk yang dipromosikan Adapun indikator promosi Menruut Wangsa et al . yaitu, . Periklanan, . Promosi Penjualan, . Penjualan pribadi, . Hubungan masyarakat, . Pemasaran langsung. Belanja Impulsif Menurut Lestari . , pembelian impulsif mengarah pada spontanitas transaksi yang dilangsungkan konsumen tanpa adanya sebuah rencan sebelumnya, akan tetapi lebih mengarah pada ambisi untuk secepatnya mendapatkan produk tersebut. Ada pun indikator belanja impulsif Menurut Lestari . , . Spontan . melihat langsung membeli, . bertindak tanpa berpikir . beli sekarang. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan yaitu penelitian asosiatif, penelitian asosiatif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara tiga variabel independen yaitu . nklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promos. serta variabel dependen . elanja impulsi. Adapun yang menjadi sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 82 responden pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Dengan teknik pengumpulan data dilakukan penyebaran kuesioner, wawancara dan observasi secara langsung terahadap sampel penelitian. Dengan pengolahan data menggunakan SPSS versi 26. Pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa analisis data yang diantaranya uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis dan uji determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Table 3 Uji Validitas Iklusi Keuangan (X. Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Item Corrected Item-Total Cronbach's Alpha if Item Deleted Deleted Correlation Deleted X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 26 Dari tabel 3 di atas dapat dilihat nilai validitas yang terdapat di kolom Corrected Item-Total Correlation yang artinya nilai korelasi antara skor setiap butir jawaban responden pada variable inklusi keuangan dapat dikatakan valid karena semua nilai koefisien lebih dari 0,30. Table 4 Uji Validitas Gaya Hidup Konsumtif (X. Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Item Corrected Item-Total Cronbach's Alpha if Item Deleted Deleted Correlation Deleted X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 1 2025 page: 65Ae72 | 67 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Dari tabel 4 di atas dapat dilihat nilai validitas yang terdapat di kolom Corrected Item-Total Correlation yang artinya nilai korelasi antara skor setiap butir jawaban responden pada variable gaya hidup konsumtif dapat dikatakan valid karena semua nilai koefisien lebih dari 0,30. Table 5 Uji Validitas Promosi (X. Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Item Corrected Item-Total Cronbach's Alpha if Item Deleted Deleted Correlation Deleted X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 26 Dari tabel 5 di atas dapat dilihat nilai validitas yang terdapat di kolom Corrected Item-Total Correlation yang artinya nilai korelasi antara skor setiap butir jawaban responden pada variabel promosi dapat dikatakan valid karena semua nilai koefisien lebih dari 0,30. Table 6 Uji Validitas Belanja Impulsif (Y) Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Item Corrected Item-Total Cronbach's Alpha if Item Deleted Deleted Correlation Deleted Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 26 Dari tabel 6 di atas dapat dilihat nilai validitas yang terdapat di kolom Corrected Item-Total Correlation yang artinya nilai korelasi antara skor setiap butir jawaban responden pada variabel belanja impulsif dapat dikatakan valid karena semua nilai koefisien lebih dari 0,30. Table 7 Uji Reliabilitas Inklusi Keuangan (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan dari tabel 7 di atas dapat dilihat hasil CroncobachAos Alpha sebesar 0,883 > 0. 60, sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang telah diberikan kepada setiap responden yang terdiri dari delapan pernyataan pada variabel inklusi keuangan adalah reliabel. Table 8 Uji Reliabilitas Gaya Hidup Konsumtif (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 68 | Ica Delina Manullan. Hernawaty. Pengaruh Inklusi Keuangan. Gaya Hidup Konsumtif . Berdasarkan dari tabel 8 di atas dapat dilihat hasil CroncobachAos Alpha sebesar 0,878 > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang telah diberikan kepada setiap responden yang terdiri dari delapan pernyataan pada variabel gaya hidup konsumtif adalah reliabel. Table 9 Uji Reliabilitas Promosi (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan dari tabel 9 di atas dapat dilihat hasil CroncobachAos Alpha sebesar 0,900 > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang telah diberikan kepada setiap responden yang terdiri dari sepuluh pernyataan pada variabel promosi adalah reliabel. Table 10 Uji Reliabilitas Belanja Impulsif (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan dari tabel 10 di atas dapat dilihat hasil CroncobachAos Alpha sebesar 0,880 > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang telah diberikan kepada setiap responden yang terdiri dari delapan pernyataan pada variabel belanja impulsif adalah reliabel. pulsif dapat dikatakan valid karena semua nilai koefisien lebih dari 0,30. Tabel 11 Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. Inklusi_Keuangan Gaya_Hidup_Konsumtif Promosi Dependent Variable: Belanja_Implusif Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 11 di atas diperoleh regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 2. 312 0,310 (X. 0,393(X. 0,195(X. Maka dari persamaan regresi linier berganda adalah : Jika segala sesuatu pada variabel-variabel bebas dianggap nol maka nilai belanja impulsif (Y) sebesar . Jika terjadi peningkatan inklusi keuangan sebesar 1 satuan, maka belanja impulsif akan naik sebesar . Jika terjadi peningkatan gaya hidup konsumtif sebesar 1 satuan, maka belanja impulsif akan naik . Jika terjadi peningkatan promosi sebesar 1 satuan, maka belanja impulsif akan naik sebesar 0. Tabel 12 Uji Parsial . Model 1 (Constan. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Inklusi_Keuangan Gaya_Hidup_Konsumtif Promosi Dependent Variable: Belanja_Implusif Sig. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 1 2025 page: 65Ae72 | 69 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Berdasarkan tabel 12 di atas dapat dilihat bahwa pengaruh inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promosi terhadap belanja impulsif. Pengujian signifikan dengan kriteria belanja impulsif : Ha diterima dan Ho ditolak, apabila thitung > ttabel. Ha ditolah dan Ho diterima, apabila thitung < ttabel. Hasil menunjukkan bahwa thiutng 3. 360 > ttabel 1,991 dan signifikan 0,001 < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak yang menyatakan inklusi keuangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja impulsif pada mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Hasil menunjukkan bahwa thiutng 4. 233 > ttabel 1,991 dan signifikan 0,000 < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak yang menyatakan gaya hidup konsumtif secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja impulsif pada mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Hasil menunjukkan bahwa thiutng 2. 935 > ttabel 1,991 dan signifikan 0,004 < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak yang menyatakan promosi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja impulsif pada mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Tabel 13 uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Belanja_Implusif Predictors: (Constan. Promosi. Gaya_Hidup_Konsumtif. Inklusi_Keuangan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 26 Sig. Berdasarkan tabel 13 di atas dapat dilihat bahwa Fhitung sebesar 36. 088 sedangkan Ftabel 2. yang dapat di lihat pada a = 0. ihat lampiran pada Ftabe. Probabilitas signifikan jauh lebih kecil dari 05 yaitu 0. 000 < 0. 05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap belanja impulsif. Maka hipotesis penelitian ini H3 dapat diterima. Tabel 14 Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Promosi. Gaya_Hidup_Konsumtif. Inklusi_Keuangan Dependent Variable: Belanja_Implusif Sumber : Hasil Pengolahan SPSS Versi 26 Berdasarkan tabel 14 di atas dapat dilihat bahwa angka Adjusted R Square 0,565 yang dapat disebut koefisien determinasi yang dalam hal ini berarti 56,5% belanja impulsif dapat diperoleh dan dijelaskan oleh inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promosi sedangkan sisanya 100% - 56,5%= 43,5% dijelaskan oleh faktor lain atau variabel di luar model penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Belanja Impulsif Berdasarkan hasil penelitian ini inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikasn terhadap belanja impulsif. Temuan ini sejalan dengan Penelitian oleh Chen & Li . menunjukkan bahwa kemajuan dalam teknologi pembayaran digital, yang memudahkan transaksi tanpa uang tunai, meningkatkan kecenderungan individu untuk melakukan pembelian impulsif. Dengan adanya akses ke aplikasi pembayaran, kartu kredit, atau sistem pembayaran digital lainnya, konsumen merasa lebih mudah untuk membeli barang secara spontan. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa inklusi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat belanja impulsif. Akses yang lebih besar terhadap produk keuangan, seperti kartu kredit, pinjaman, dan pembayaran digital, memudahkan konsumen untuk berbelanja tanpa mempertimbangkan anggaran mereka dengan matang. 70 | Ica Delina Manullan. Hernawaty. Pengaruh Inklusi Keuangan. Gaya Hidup Konsumtif . Pengaruh Gaya Hidup konsumtif Terhadap Belanja Impulsif Berdasarkan hasil penelitian ini gaya hidup konsumtif berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja impulsif. Temuan ini sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Tamara Virsa Putri dan Sri Setyo Iriani . Gaya hidup konsumtif berpengaruh terhadap pembelian impulsif terhadap makanan kekinian di Surabaya. Menurut penelitian gaya hidup berbelanja berpengaruh singnifikan terhadap pembelian impulsif karena semakin banyak seseorang menghabiskan waktu dan uang untuk berbelanja, maka kecenderungan pembelian produk secara impulsif akan semakin tinggi. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif adalah suatu tindakan atau perilaku membeli serta menggunakan barang maupun jasa secara berlebihan tanpa pertimbangan yang matang dengan tujuan untuk memenuhi keinginan pribadi semata dan bukan lagi atas tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang dijadikan pemenuhan gaya hidup untuk bisa tampil Pengaruh Promosi Terhadap Belanja Impulsif Berdasarkan hasil penelitian ini promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja Temuan ini juga sejalan degan penelitian yang dilakukan Wahyuni & Setyawati . diketahui bahwa promosi berpegaruh signifikan terhadap pembelian impulsif pada e-commerce Shopee. Konsumen lebih memilih produk dengan kualitas yang sama tetapi terdapat perbedaan harga disebabkan oleh promosi dari pada produk dengan harga normal. Strategi promosi penjualan e-commerce Shopee meliputi potongan harga, gratis ongkos pengiriman, voucher diskon dan lain sebagainya, hal ini dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian. Dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan bahwa promosi berperan penting dalam meningkatkan tingkat belanja impulsif. Promosi, baik dalam bentuk diskon, hadiah langsung, atau penawaran terbatas, menciptakan kondisi yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian yang tidak direncanakan. Hal ini terjadi karena faktor emosional dan psikologis, seperti rasa urgensi, nilai yang dirasakan, dan keinginan untuk mengikuti trand, yang semuanya meningkatkan kecenderungan konsumen untuk membeli secara impulsif. Pengaruh Inklusi Keuangan. Gaya Hidup Konsumtif Dan Promosi Terhadap Belanja Impulsif Pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan pengujian uji F inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja impulsif. Temuan ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Chen & Li . menunjukkan bahwa kemajuan dalam teknologi pembayaran digital, yang memudahkan transaksi tanpa uang tunai, meningkatkan kecenderungan individu untuk melakukan pembelian impulsif. Tamara Virsa Putri dan Sri Setyo Iriani . Gaya hidup konsumtif berpengaruh terhadap pembelian impulsif terhadap makanan kekinian di Surabaya. Wahyuni & Setyawati . diketahui bahwa promosi berpegaruh signifikan terhadap pembelian impulsif pada e-commerce Shopee. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif, dan promosi merupakan faktor-faktor yang saling mendukung dalam meningkatkan kecenderungan individu untuk berbelanja impulsif. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pelaku bisnis untuk merancang strategi pemasaran yang efektif dan relevan dalam memanfaatkan perilaku konsumen. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah di jelaskan di atas maka dapat disimpulkan bahwa : Inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap belanja implusif Pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Gaya hidup konsumtif berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap belanja implusif Pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Promosi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap belanja implusif Pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Inklusi keuangan, gaya hidup konsumtif dan promosi berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap belanja implusif Pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Saran Inklusi keuangan memudahkan akses layanan keuangan bagi mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, namun meningkatkan risiko belanja impulsif. Solusinya adalah edukasi literasi Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 1 2025 page: 65Ae72 | 71 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 keuangan, penggunaan aplikasi manajemen keuangan, pengaturan batas transaksi, dan program tabungan khusus mahasiswa untuk membantu pengendalian pengeluaran secara bijak. Gaya hidup konsumtif dalam penggunaan ShopeePay pada mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan dapat diatasi dengan meningkatkan literasi keuangan, mengelola anggaran bulanan, dan memprioritaskan kebutuhan. Edukasi melalui seminar atau workshop serta pembatasan penggunaan ShopeePay untuk kebutuhan penting disarankan agar mahasiswa terhindar dari kebiasaan konsumtif berlebihan. Saran terkait promosi terhadap belanja impulsif pada mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan mencakup promosi yang edukatif, penyertaan literasi keuangan, serta workshop pengelolaan keuangan pribadi. Langkah ini membantu mahasiswa memanfaatkan promosi secara bijak tanpa merugikan keuangan mereka. Mengurangi belanja impulsif pada mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan memerlukan peningkatan literasi keuangan melalui seminar, workshop, dan kampanye hidup hemat. Mahasiswa perlu menyadari dampak gaya hidup konsumtif, sementara perusahaan diharapkan mengadakan promosi yang edukatif. Pendekatan holistik ini diharapkan membantu mahasiswa lebih bijak mengelola keuangan. DAFTAR PUSTAKA