JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipiner Vol. No. Agustus 2022, pp. http://journal. id/index. php/jipsi || ISSN 2962-9187 Konstribusi Pemikiran Abu Nida` dalam Pengembangan Pendidikan Islam Pondok Pesantren di Indonesia Qiyadah Robbaniyah a,1,*. Roidah Lina b,2. *a STIT Madani Yogyakarta. Indonesia. b STIT Madani Yogyakarta. Indonesia. 1qrobbaniyah@gmail. 2lienaroidah@gmail. *Correspondent Author A R T I C L E I NF O Article history Received: 03 Mei 2022 Revised: 12 Juni 2022 Accepted: 21 Juli 2022 Keywords Contributions. Educational Thinking. Salafi Islamic Boarding School. A BS T R A C T Pondok Pesantrean is the oldest Islamic educational institution in Indonesia. Ustazd Abu Nida` is one of the founders of salafi Islamic boarding schools in Indonesia who has a high da'wah spirit, so this study aims to determine the profile of Usatdz Abu Nida` and his role in the development of Salafi Islamic Boarding Schools in Indonesia. Indonesia. This research is a qualitative research with interview and questionnaire data collection. The results obtained from this study are Ustadz Abu Nida` named Chomsaha Sofwan. LC who has a da'wah spirit from Mr. Nasir who is the chairman of DDII, the motivation and spirit of Ustadz Abu Nida` in developing da'wah through Islamic boarding schools is his dream to establish a boarding school throughout Indonesia and his concern for the Islamic Ummah, the concept developed by Ustadz Abu Nida is to use management patterns such as kemuhamadiyahan . idy order and strong human Cadre such as pesantren Gontor in preparing human Like Hidayatullah in the spirit of work. Meanwhile, the preparation of cadres is in Yogyakarta as the center. In 2022 the AtTurots Assembly Foundation has 25 branches spread throughout Indonesia and 2 high schools and the establishment of universities and branch openings will continue to be carried out. Ustadz Abu Nida's work guidelines are sincerity, night prayer, dhikr, keeping the tongue, and trusting. A BS TRA K Pondok Pesantrean merupakan lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia. Ustazd Abu Nida` merupakan salah satu tokoh pendiri pondok pesantrean salafi di Indonesia yang memiliki semangat dakwah yang tinggi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Usatdz Abu Nida` dan peranya dalam perkembangan Pesantrean Salafi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengambilan data wawancara dan Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah Ustadz Abu Nida` bernama Chomsaha Sofwan. LC yang memiliki jiwa dakwah dari Bapak Nasir yang merupakan ketua DDII, motivasi dan semangat ustadz Abu Nida` dalam mengambangkan dakwah melalui pondok pesantrean adalah cita-cita beliau mendirikan pondok pesantrean di seluruh Indonesia dan kepedulian beliau terhadap Ummat Islam. Konsep yang dibangun oleh Ustadz Abu Nida adalah mengunakan pola manajemen seperti kemuhamadiyahan (Tertib rapi dan kuat SDM). Pengkaderan seperti pesantren gontor dalam menyiapkan SDM. Seperti Hidayatullah dalam semangat kerja. Sementara penyiapan kader ada di Yogyakarta sebagai Tahun 2022 yayasan Majelis At-Turots memiliki 25 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan 2 sekolah Tinggi dan pendirian Universitas serta pembukaan cabang https://journal. id/index. php/JIPSI husna@gmail. JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. ISSN 2962-9187 akan terus dilakukan. Pedoman kerja Ustadz Abu Nida` adalah ikhlas, sholat malam, dzikir, menjaga lisan, dan tawakal. Kata Kunci: Kontribusi. Pemikiran Pendidikan. Pondok Pesantren Salafi. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Dalam disertasinya. Prof Noorhaidi Hasan dari UIN Sunan kalijaga, menyebut tiga orang tokoh daAoi Salafi paling menonjol yang mempengaruhi perkembangan awal dakwah salafi di Indonesia. Mereka memulai dakwah aktif pada sekitar awal dekade 1980. Ketiganya adalah Ustadz Abu Nida Chomsaha Sofwan. Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, dan Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin (Dsy, 2. Ketiga tokoh tersebut dalam perkembangan dakwahnya mengukir sejarahnya sendirisendiri. Ustadz Abu Nida mendirikan Yayasan Majelis at Turots Al Islami yang membawahi beberapa bidang kerja, seperti Pondok Pesantren Jamilurrahman dan Islamic Center Ibnu Baz di Bantul. Sedangkan Ustadz Aunur Rofiq, memilih berdakwah di kampung sendiri di Sidayu. Gresik. Di sana Beliau mendirikan Pondok Pesantren Al Furqan Al Islami, serta Ustadz Ahmas Faiz berhasil mendirikan pesantren Salafi modern, yakni Pondok Pesantren Imam Bukhari (Dsy, 2. Yogyakarta adalah sebuah daerah di Pulau Jawa yang masih memegang teguh tradisi Kesultanan Yogyakarta sendiri adalah Kesultanan yang bercorak islam dan turut andil dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa (Kholish et al. , 2. Karenanya tak heran jika di Yogyakarta terdapat banyak pesantren. 9 Pesantren di Yogyakarta yang recommended. Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak. Pondok Pesantren Ali Maksum. Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Pondok Pesantren Taruna QurAoan. Pondok Pesantren Modern Biasabdul aziz Muhammadiyah. Pondok Pesantren Islamic Centre bin Baz. Pondok Pesantren Bina Umat. Pondok Pesantren Nurul Ummah. Pondok Pesantren An Nur Bantul . esantrenterbaik, 2. Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex konsisten mendukung pendirian pondok pesantren di Muba. Hal ini selaras dengan upaya Pemkab Muba membangun umat berbasis agama (SEKAYU, 2. Diketahui Islamic Centre Bin Baz ini salah satu Ponpes yang sudah mengakar dan terpuji dalam pendidikan umat Islam. Ketua Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Cabang Sekayu. Bapak Ruslan menyampaikan bahwa Islamic Centre Bin Baz adalah salah satu Pondok Pesantren di Jogja (Yogyakart. Menyelenggarakan program pendidikan terpadu dari PAUD. SD. SMP. SMA dan Perguruan Tinggi. AuKami berkeinginan untuk mendirikan Cabang Ponpes Bin Baz Yogyakarta. Alhamdulillah sudah mendapatkan tanah hibah seluas 7 ha berlokasi di Desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan. Selain itu kami juga sudah melakukan pengkaderan, sebanyak 10 pelajar dari Muba sudah dikirim untuk belajar kesana, gunanya nanti selesai pendidikan bisa pulang dan mengabdi di Ponpes Bin Baz Kabupaten Muba,Aybebernya. (Billy Irawan Noranza, 2. Adapun Salafi yang berkembang saat ini, diartikan sebagai orang yang mengembalikan semua keputusan kepada al-Quran dan as-Sunnah, dan mengikuti pendapat-pendapat Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) ISSN 2962-9187 JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. para ulama salaf al- shalih mulai dari sahabat, tabiin, tabiut tabin, para imama-imam yaitu Imam Abu Hanifah. Imam Malik. Imam Syafi`I. Imam Ahmad Bin Hambal, dan seterunya. Sedangkan ajaran yang dikembangkannya yaitu mengenai tauhid, aqidah ahlussunnah wal jamaAoah dengan fiqih diajarkan empat madzhab dan diambil yang paling kuat karena semua pendapat dapat diambil dan dapat ditolak kecuali Rasululloh. Sebagaimana diketahui bahwa dakwah memiliki beberapa tujuan (Husna Nashihin, 2. , yaitu: . mengajak untuk bertakwa dan beribadah hanya kepada Allah. mengajak untuk berbuat baik dan meninggalkan perbuatan tercela. mempererat tali silaturrahmi antara daAoi . rang yang menyampaikan pesan dakwa. dan madAou . rang yang menerima pesan dakwa. sebagai tempat dalam menyebarkan, mencari, dan memperdalam ilmu-ilmu keislaman. sebagai tempat mengutarakan dan mencari solusi atas permasalahan di dunia sekaligus sebagai bekal amal ibadah di akhirat kelak. sebagai media dalam menyebarkan sebuah keyakinan, dan memperluas jaringan (Ali Chozin, 2. Dewasa ini Perkembangan pondok pesantrean yang mempunyai ideologi manhaj salafi semakin menjamur dan maju, maka peneliti ingin meneliti secara mendalam salah satu tokoh senior yaitu Ustadz Abu Nida CS. Lc. Peneliti berharap hasil penelitian ini bisa menjadi wawasan dan tambahan ilmu bagi penurus berikutnya dan ummat Islam secara Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (Sugiyono, 2. yaitu menarasikan dan mendiskripsikan secara mendalam dari data-data yang di dapat di lapangan baik biografi, opini, berita dan pemikiran serta pendapat. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan topik yang diangkat adalah penelitian studi tokoh yaitu tokoh yang diangkat adalah Ustadz Abu Nida` terkait profil, sejarah dakwahnya, prestasiprestasinya, pemikiran-pemikiranya serta kontribusinya dalam pengembangan Pondok Pesantrean Salafi di Indonesia. Pengambilan data yang digunakan adalah pertama: wawancara (Sukardi, 2. yaitu wawancara secara mendalam dengan tokoh yaitu Ustadz Abu Nida`, keluarganya beserta ustadz-ustadz yang menjadi saksi sejarah perjuangan beliau terkait profil Ustadz Abu Nida`, kegiatan dakwah Ustadz Abu Nida, prinsip hidup Ustadz Abu Nida, prestasiprestasi Ustadz Abu Nida baik dari pondok-pondok pesantrean, literasi baik ofline maupun online dan kontribusi pemikiran Ustadz Abu Nida dalam pengembangan pondok Kedua: dokumentasi yaitu dokumentasi (Santosa, 2. yang didapat dari literasi-literasi baik jurnal, skripsi, tesis, maupun disertasi, serta media-media massa yang meliput ofline maupun online. Analisis yang digunakan adalah memaparkaan data-data penting dan yang umum kemudian mengkatagorikan sesuai dengan klasifikasi subjudul serta memberikan kesimpulan secara detail dari setiap point-point Hasil dan Pembahasan Biografi Abu NidaAo Nama lengkapnya adalah Chomsaha Sofwan, beliau lebih dikenal dengan nama kunyah Ustadz Abu NidaAo. Beliau dilahirkan di Gresik. Jawa Timur pada tahun 1954, beliau merupakan anak pertama dari pasangan Sofwan dan Karep. Lahir di Banyutengah. Panceng. Gresik. Jawa Timur. Keluarga Chamsaha adalah sebuah keluarga Muslim pada umumnya, dengan latar belakang keanggotaan organisasi keislaman Muhammadiyah Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. ISSN 2962-9187 (Fatkhi, 2. Ustadz Abu Nida` mempunyai istri yang bernama Noviawati yang di kenal dengan kunyah Ummu Nida yang merupakan berdarah minang padang. Riwayat pendidikan Ustadz Abu NidaAo terdiri dari pendidikan formal dan non dormal, . Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-MaAoarif NU . Pendidikan Guru Agama (PGA) Pertama Muhammadiyah . Pendidikan Guru Agama (PGA) Atas Muhammadiyah . Pondok Pesantren Karangasem. Paciran. Lamongan . Pelatihan DaAoi di Pondok Pesantren Darul Falah. Bogor . Fakultas Ushuluddin. Universitas Muhammad bin SuAoud. Riyadh . Dauroh-dauroh Ulama Timur Tengah baik ketika di Riyadh m=aupun setelah di Indonesia. Ustadz Abu Nida beliau juga menimba ilmu langsung dari KH. Abdurrahman Syamsuri . pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah di Karangasem. Paciran. Lamongan . com, 2. Usai menyelesaikan pendidikannya di PGA Muhamadiyah Karangasem, beliau melibatkan diri mengikuti kursus dakwah di DDII yang diselenggarakan di Pesantren Darul Falah Bogor, sebagai bagian dari program yang dirancang untuk mengirim para dai ke daerah-daerah. Kemudian beliau dikirim ke pedalaman Kalimantan Barat. Setelah merampungkan pengabdiannya di Kalimantan, beliau mendapat rekomendasi dari bapak Muhammad Natsir . etua dewan dakwah Islamiya. untuk belajar di Universitas Imam Muhammad Ibnu SaAoud Riyadh Saudi Arabia . id, 2. Ustadz Abu NidaAo merupakan kader Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), yang atas rekomendasi dari Buya Muhammad Natsir . 8 Ae 1. , beliau berkesempatan mendapatkan beasiswa untuk belajar ke Saudi, tepatnya di Universitas Imam Muhammad bin SuAoud Riyadh. Sebelum belajar ke Saudi, sebenarnya beliau sudah mempunyai nasab keilmuan lokal, yang berhubungan erat dengan organisasi-organisasi lokal pengusung dakwah Aukembali kepada Al QurAoan dan SunnahAy, seperti Ormas Muhammadiyah (Dsy. Ustadz Abu NidaAo memiliki pengalaman organisasi, baik nasional maupun internasisonal, yaitu. Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) di Paciran . Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dan WAMI di Riyadh . Simpatisan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di Jakarta . Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Riyadh dan Jakarta Setelah lulus dari Pondok Pesantren Karangasem. Paciran. Lamongan. Jawa Timur, diutus Kyai Abdurrahman Samsuri untuk mengikuti program dai-dai transmigran yang diselenggarakan oleh DDII. Sebelum dikirim ke daerah transmigrasi, mengikuti pelatihan sosiologi pendesaan, penyuluhan pertanian, manajemen di Pondok Pesantren Darul Falah. Bogor selama tujuh bulan. Dikirim untuk berdakwah di daerah Buluh Merindu. Dedai. Kabupaten Sintang. Kalimantan Barat, selama 2,5 tahun. Mendapat tawaran untuk melanjutkan studi di Arab Saudi dan atas rekomendasi Bapak Mohammad Natsir, diterima di Fakultas Ushuluddin. Universitas Muhammad bin SuAoud. Riyadh. Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) ISSN 2962-9187 JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. Selama kuliah, banyak menghabiskan waktunya di kantor DDII cabang Riyadh untuk mengurus segala macam pekerjaan sampai menyelesaikan studinya kurang lebih 6 tahun dan ikut membantu mencari dana di Riyadh . Pada 1985 pulang ke tanah air dan ditugaskan di DDII Solo. Pada tahun 1987 ditugaskan ke DDII Yogyakarta dan ditugaskan mengajar di Pondok Pesantren Ibnul Qayyim yang ada di dusun Gandu. Sendangtirto. Berbah. Sleman. Diasuh K. Hisyim SyafiAoI . Dengan dukungan Bapak Saifullah Mahyuddin (Ketua Kantor Cabang DDII Yogyakart. kemudian mengajar di forum-forum kajian Islam di sekitar kampus UGM dan IKIP Yogyakarta . ekarang UNY), termasuk di Gelanggang UGM. Membuka halaqah-halaqah dan daurah-daurah di sejumlah masjid kampus. Masjid-masjid tersebut seperti Masjid Mardiyah di dekat Fakultas Kedokteran UGM. Masjid Mujahidin dekat IKIP Yogyakarta. Masjid Siswa Graha di Pogung. Masjid STM di Kentungan. Bersama para mahasiswa, mengadakan dauroh mahasiswa setiap liburan bertempat di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim. Gandu . suhan Bapak KH. Hisyam SyafiAoi -rahimahulla. Daurah Mahasiswa satu bulan ini sering diadakan sampai beberapa angkatan sehingga dikenal dengan sebutan Daurah Ibnul Qayyim. Setelah selesai dauroh para peserta membuat halaqahhalaqah kajian. Ada beberapa alasan yang mendorong Ustadz Abu Nida mengembangkan dakwah Pertama, kondisi umat Islam, khususnya di Yogyakarta, karena Yogyakarta adalah kota pelajar. Maka untuk merubah Indonesia yang lebih baik dimulai dari Yogyakarta dengan menanamkan aqidah yang benar dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Kedua, banyak generasi muda yang semakin terseret jauh ke dalam efek negatif arus modernisasi, sementara tidak memiliki bekal aqidah yang benar sehingga akhlak (Husna Nashihin, 2. mereka semakin jauh dari akhlak Islam. Ketiga, organisasi Islam yang ada menurutnya terkesan kurang serius dalam menangani persoalan aqidah dan akhlak umat (Sabarudin et al. , 2. Melalui kegiatan pendidikan dan ceramah keagamaan, ustadz Abu Nida` memberi penguatan dan pemurnian ajaran Islam melalui kegiatan pendidikan (Arif. Pedoman kerja yang dikembangkan oleh Ustadz Abu NidaAo, yaitu. Ikhlash . Sholat tahajud . Dzikir . Menjaga lisan . Tawakal Dalam kehidupan sehari dan aktivitas harian selalu mengajak kepada seluruh jamaah dan santri serta para asatidz untuk selalu ikhlas dalam setiap apapun yang dilakukan, selalu dekat kepada Allah dengan sholat tahajud, setiap memulai sesuatu hal yang berkaitan dengan hal-hal yang susah dimulai dengan sholat malam dan berdoa kepada Allah meminta petunjuk yang terbaik dan diberi kemudahan dan kelancaran. Berdoa setip baru bangun dan mengangkat tangan meminta kebutuhan/hajat yang diinginkan dan dibutuhkan, setiap ceramah maupun tulisan beliau selalu mengingatkan tentang menjaga lisan yang merupakan akhlak muslim. Hidupnya di curahkan untuk memikirkan dakwah Islam dengan selalu bergerak maju. Hati dan pikiran agar selalu tenang beliau selalu mengajak dan mengingatkan seluruh para asatidz dan santri untuk memperbanyak dzikir, ketika sedang kosong waktu, sedang perjalanan, ketika gelisah dan lain sebagainya. Semangat dakwahnya dicontohkan dengan visi misi yang jelas kedepan, melakukan Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. ISSN 2962-9187 pembaharuan dan inovasi (H Nashihin, 2. untuk perkembangan dakwah, memiliki pandangan kedepan untuk dakwah Islam, tawakal kepada Allah secara penuh dalam setiap langkah nya dalam penyebaran dakwah Islam, berani mengambil risiko dengan menyandarkan semua kepada Allah untuk hasilnya. Banyak mendengar dan bekerja untuk lebih mengerti apa yang dibutuhkan oleh dakwah Islam. Prestasi Abu NidaAo dalam Pengembangan Pendidikan Islam Pondok Pesantren di Indonesia . Mendirikan yayasan Majelis At-Turots Filosofi nama Majelis At-Turots Al-Islami adalah dengan tujuan dalam gerakangerakan dakwah dan pendidikan selalu kembali kepada kitab-kitab Turots (Kitab-kitab ulama sala. Ustadz Abu Nida` Bercita-cita mendirikan pondok pesantrean di seluruh Indonesia. Konsep yang dibangun oleh Ustadz Abu Nida adalah mengunakan pola manajemen seperti kemuhamadiyahan (Tertib rapi dan kuat SDM). Pengkaderan seperti pesantren gontor dalam menyiapkan SDM. Seperti Hidayatullah dalam semangat kerja dengan istilah menyatukan manajemen kultur dan modern agar meninggalnya pendiri lembaga tetap jalan. Sementara penyiapan kader ada di Yogyakarta sebagai pusatnya. Cabang-cabang yang sudah berjalan sudah 25 cabang dan terus akan berkembang terus di seluruh Indonesia. Dalam tahun ini Insyallah akan . edang prose. mendirikan universitas Madani dengan mencabangambah Fakultas yang sudah ada diberi nama Madani yang maksudnya Universitas yang maju akademik dan islami tidak keluar dari Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah. Bercita-cita besarnya seperti Universitas Muhammadiyah dengan pola pesantren dan menyiapkan kader untuk cabang-cabang. Rencana tempat yang akan menjadi pusat seperti Jogja. Cisieng Bogor. Gresik. Musi Rawas Sumatra Selatan, dan Pontianak. Dakwah Salafiyah merupakan dakwah yang mengajak umat kepada tauhid yang benar, yakni tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun dan hanya beribadah kepada-Nya sesuai dengan yang diamalkan dan dicontohkan Rasulullah shalallahu Aoalaihi wassalam. Dakwah ini juga merupakan dakwah seluruh rasul yang diutus oleh Allah kepada umat Oleh karena itu, dakwah Salafiyah ini tidak berpijak pada suatu golongan tertentu, etnis, aliran politik, status sosial, dan lainnya, tetapi merupakan dakwah yang ditujukan kepada dan untuk seluruh umat manusia agar aqidah umat menjadi lurus, baik dalam tataran ilmiah. Luasnya dakwah ini berkait dengan berbagai sisi kehidupan, maka kemudian dipandang perlu adanya usaha yang lebih terarah dan teratur untuk merealisasikan tujuan mulia tersebut. Sehingga pada tahun 1994 didirikan sebuah yayasan dakwah yang diberi nama Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy. Keberadaan yayasan ini diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul bagi siapapun yang memiliki komitmen untuk ikut menyebarkan dakwah Salafiyah dalam segala sisinya. Perlu diketahui, meskipun secara formal yayasan ini baru didirikan pada tahun 1994, namun aktifitas dakwah Salafiyah ini sebenarnya sudah lama dirintis, yaitu sejak tahun 1987 meskipun hanya terbatas di lingkungan kampus atau sekolah melalui daurah-daurah mahasiswa dan Sejarah perjalanan Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Yogyakarta, di antaranya sebagai berikut: 1986 -Diawali dengan kegiatan majelis taAolim yang dibina oleh ustadz Abu Nida Chomsaha Sofwan di sekitar kampus UGM dan UNY . IKIP Yogyakart. Dauroh tahunan selama 1 bulan pada masa liburan semester, 99 % peserta kegiatan tersebut adalah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Para alumnus daurah tersebut diharapkan kelak menjadi Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) ISSN 2962-9187 JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. penyambung dakwah Salafiyah di daerahnya masing-masing. Dan. Alhamdulillah, saat ini mulai terlihat hasilnya. 1993 -Mulai merintis lembaga pendidikan setingkat ibtidaiyah dengan nama MaAohad Tahfizhul Quran, atas bantuan Bapak Ali Bawazir dan Ustadz Abu Zaki (Abdul Wahid Alw. yang merupakan senior Ustadz Abu Nida`. Ustadz dan ustadzah yang ikut mengawali yaitu (Ustadz Syamsuri. Ustadz Mujahid. Ustadzah Khuzaimah. Ustadzah Ihdal. Ustadzah Ismiyati. Ustadzah asma. Ummu Nida`, ds. Dimulai dengan menyewa sebuah rumah di Dusun Sedan. Desa Sariharjo. Kecamatan Ngaglik. Kabupaten saudara Widiyanto. SPd. (Ustadz Dzakwa. Jumlah santri angkatan pertama adalah 19 anak. 1995 - Membangun MaAohad Jamilurrohman As-SalafiAiatas bantuan Muhsinin dari Riyadh seorang donatur dari Saudi ArabiaAiyang berlokasi di Banguntapan. Bantul. Mudir pertama yang memimpin lembaga tersebut adalah saudara Dr. Supriyanto (Abu Kholi. Santri angkatan pertamua berjumlah 15 anak. Pendidikan maAohad pada awalnya khusus untuk kelas putra Tadribud DuAoat . elatihan daAoi putr. dan kelas putri Tarbiyatun NisaAo (LPKJ putr. Sekarang, alhamdulillah, di sekitar MaAohad Jamilurrahman telah berdiri pemukiman ikhwah salafiyin. 1996 -MaAohad Tahfizhul QurAoan di Sleman dipindahkan ke MaAohad Jamilurrohman di Bantul. 2000 -Mulailah dibangun Markaz Syaikh Bin Baz (Islamic Centre Bin Ba. pada lahan seluas 2 Ha. Pada tahun itu pula MaAohad Tahfizhul Quran pindah ke Markaz Syaikh Bin Baz (Islamic Centre Bin Baz disingkat ICBB) dengan jumlah Mudir pertama ICBB adalah Ust. Syamsuri. Alhamdulillah ICBB menampung santri putra dan putri dari dalam dan luar negeri mulai jenjang Raudhatul Atfal s/d AoAliyah. Tertantang untuk ikut berperan dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi kalangan masyarakat kebanyakan, pada tahun yang sama, mulai membangun BPRB At-Turots Al-Islami I Bin Baz atas lahan seluas 2500 m2Aiatas wakaf Bapak MarsudiAiyang berlokasi di Margoluwih. Seyegan. Sleman. 2009 -Membuka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani yang berlokasi di Kecamatan Piyungan. Kabupaten Bantul. STIKes Madani mempunyai 3 Program Studi: S1 Keperawatan. D3 Kebidanan dan D3 Farmasi . ekretariat yayasan. Setelah sekitar 13 tahun memiliki pengalaman mengelola pendidikan formal maupun non-formal. Yayasan Majlis Atturots Al-Islamy (YMAI) ingin melangkah ke tahap berikutnya dengan mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam. Jurusan/program studi. STITMA Yogyakarta membuka program pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Nasional (Husna Nashihin, 2. titma, n. Secara jelas visi lembaga ICBB ini termaktub dalam lingkungan pesantren dan dapat diketahui oleh umum melalui websitenya, dimana lembaga ICBB ini memiliki visi menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional yang bermanhaj salaf dalam berakidah, bermuamalah dan berakhlak. Dari visi tersebut kemudian dijabarkan dalam beberapa poin misi, yaitu: 1. Mencetak generasi rabbani yang berpegang teguh kepada Al-Quran dan AsSunnah sesuai pemahaman Salafus Shalih. Mendidik generasi yang mampu menghadapi tantangan global dan mampu memberikan kontribusi penyelesaian masalah umat dengan dilandasi akhlak mulia. Mendidik generasi penghafal Al-Quran yang memahami pokokpokok agama dan beradap kepada Allah. Rasul-Nya, orang tua, sesama manusia dan Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. ISSN 2962-9187 makhluk secara umum, serta mampu berbahasa Arab baik tulisan, bacaan, maupun Menyelenggarakan pendidikan resmi dengan kurikulum diniyah dari Timur Tengah dan kurikulum umum nasional dan kepondokkan yang mendapatkan 2 ijazah yang diakui baik oleh Pemerintah maupun lembaga pendidikan di Timur Tengah. Menciptakan suasana dan lingkungan yang berbahasa Arab dan Islami di lingkungan ICBB (Rachman Assegaf, 2. Ustadz Abu Nida juga melakukan pengembangan pesantren Islamic Center Bin Baz melalui penguatan imej . keunggulan prestasi santri dalam mencapai kelulusan maupun dalam memenangkan kompetisi (Arif, 2. Table 1. Cabang Islamic center Bin Baz Yogyakarta tahun 2022 Cabang ke Nama PP Islamic Center Bin BAZ Pusat Yogyakarta Jamilurrohman AuPP Al-MukminAy PP ICBB Wangon. Banyumas PP Al-Khoir PP Al-Fattah ICBB 7 Lampung PP IhyaAo As-Sunnah PP Darussalam PP Ibadurrahman ICBB 11 Sintang. Kalimantan Barat ICBB 12 Curup. Bengkulu PP Muhibus Sunnah PP Al-Kautsar PP As-Salam PP Habib Abdul Aziz PP Miswaty Al IslamiyahAy PP Al-Mukarromah ICBB 19 di Gresik. Jawa Timur ICBB 20 di Megangsakti. Musi Rawas ICBB 21 di Tebo. Jambi ICBB 22 Pemalang. Jawa Tengah ICBB 23 di Sekayu Sumatera Selatan ICBB 24 di Manna. Bengkulu Selatan ICBB 25 di Kabupaten Muaro Jambi Alamat Sitimulyo. Piyungan. Bantul Wirokerten. Banguntapan. Bantul AuPP Al-MukminAy di Ponjong. Gunung Kidul di Jambu. Wangon. Banyumas di Cikande. Serang Sekampung. Lampung Timur. Lampung Pamenang. Pagelaran. Pringsewu. Lampung Singkut. Sarolangun. Jambi Muara Beliti. Musirawas. Sumatera Selatan Halmahera Timur. Maluku Utara Ketungau Hilir. Sintang. Kalimantan Barat Talang Benih. Curup. Rejang Lebong. Bengkulu Dusun Bangko. Bangko. Merangin. Jambi Weskust. Kepahiang. Bengkulu Kuripan. Ciseeng. Bogor. Jawa Barat Pagaralam. Sumatera Selatan Wonosobo. Srono. Banyuwangi. Jawa Timur Pontianak. Kalimantan Barat Gresik. Jawa Timur Megangsakti. Musi Rawas. Sumatera Selatan Tebo. Jambi Moga. Pemalang. Jawa Tengah Sekayu. Musi Banyuasin. Sumatera Selatan Manna. Bengkulu Selatan Kabupaten Muaro Jambi Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) ISSN 2962-9187 JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. ICBB 26 di Sungailiat. Bangka Belitung Sungailiat. Bangka Belitung Pondok Pesantrean Islamic Center Bin Baz mempunyai target ungulan yaitu AuABATAAy, ciri khas dan target unggulan memiliki akidah yang benar berbahasa arab aktif dan mampu memahami kitab gundul mempunyai akhlak yang karimah tahfizh al-qurAoan dengan tahsin yang baik berprestasi secara akademik . ttps://binbaz. id/, 2. Pembelajaran tahsin Al-Quran sudah memiliki metode sendiri yaitu Metode Bin Baz (MBB) dan sudah digunakan pondok pesantrean Islamic Center Bin Baz yogykarta dan di seluruh cabangcabang pondok pesantrean di bawah Yayasan Majelis At-Turots Al-Islami. Cabang-cabang yang tersebar seluruh Indonesia, secara umum sebagian SDM yang digunakan di kirim dari ICBB pusat Yogyakarta dari alumni Santri ICBB, kurikulum yang digunakan dari buku-buku dan sistem pembelajaran semua serta lainya menginduk dari ICBB Pusat Yogyakarta. Pembukaan cabang-cabang berikutnya akan terus di jalankan untuk penyebaran dakwah Islam yang berlandasan dari cita-cita Ustad Abu Nida, anakanak santri yang di wilayah-wilayah mempunyai kesempatan yang sama dan kualitas pendidikan yang sama dengan santri yang berada di pondok ICBB Yogyakarta. Semangat Ustadz Abu Nida dalam meniti dakwah atau pembangunan pondok pesantrean adalah di mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat. Pola yang dibangun dalam pembangunan dan pengembangan pondok pesantrean dengan sistem perintis, yaitu membangun pondok pesantren bekerjasama dengan masyarakat setempat, yaitu mendirikan pondok pesantren dari perizinan, bangunan, konsep dan lain sebagainya kemudian pengelolaan dipegang oleh warga setempat yaitu orang yang terlibat dalam perintisan pesantrean ditempat tersebut atau menunjuk ustadz yang berkompoten. Setiap lulusan dari Pondok pesantrean Islamic Center harapanya mempunyai semangat yang sama dalam berdakwah baik dimanapun dan profesi apapun. Untuk itu di pondok pesantrean Islamic Center Bin Baz mewajibkan untuk menjadi santri yang serba bisa, yaitu mampu menjadi tukang bangunan, tukang listrik, kru pembuangan sampah dll harapanya mempunyai mental dan pengalaman yang nyata sebagai bekal untuk masa depan. Ustadz Abu Nida juga bercita-cita menjadikan Pondok Islamic Center Bin Baz merupakan sumber dari ilmu pengetahuan ilmu agama maupun tahfidzul Quran, untuk merealisasikan tersebut mendatangkan pakar ilmu baik dari dalam negeri maupun luar negeri, harapanya tanpa keluar negeri santri bisa mendapatkan ilmu syari langsung dari pengajar-pengajar para masyaikh. Pada semua yang ikut menangani yayasan/pondok adalah menjadi keluarga besar Yayasan Majelis At-Turots Al-Islami. Tarbiyah islamiyah selalu menjadi landasan dalam mendampingi santri, asas yang digunakan adalah pembinaan sehinga secara kontinu melakukan evaluasi dan perbaikan diri baik dari sistem, program dan kemampuan para asatidz dalam mendampingi santri. Pengkaderan dilakukan dimulai dari keluarga inti yaitu anak-anak ustadz Abu Nida`, dengan memberikan doktrik-doktrin kepemimpinan dari usia dini dan memberikan bekal pendidikan agama maupun pengetahuan umum, menjadi hafidz dan hafidzhah adalah seluruh anak-anak perintis dan pengurus diberikan beasiswa untuk melanjutkan sekolah maupun kuliah sesuai dengan minat dan bakatnya. Dan dilibatkan di ranah-ranah sesuai dengan keahliannya. Harapanya semua yang menjadi penurus mempunyai jiwa yang sama, semangat yang sama, dan mempunyai daya juang yang sama untuk terus berkembang. Cita-cita beliau adalah menjadikan amal jariyah setelah meningal untuk keluarganya secara khusus dan untuk seluruh keluarga besar yayasan Majelis AtTurots dan Pesantrean Islamic Center Bin Baz. Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. ISSN 2962-9187 Pemikiran Ustadz Abu NidaAo melalui Aktivitas Literasi Ustadz Abu NidaAo menuangkan pemikiran tentang dakwah dan pengembangan pondok pesantren salafi melalui aktivitas literasi, antara lain: Tahun 1985 penulis makalah di majalah Al-Muslimun secara berkala. Tahun 1994 penulis makalah di buletin At-Turots dan sebagai staf ahli. Tahun 1994 penulis makalah di majalah As-Sunnah dan sebagai staf ahli. Tahun 2002 penulis di di Majalah Fatawa dan sebagai dewan pembina. Narasumber dalam berbagai kegiatan seminar yang diadakan di lingkungan kampus ranahnya radikalisme dalam pesantren. Menjadi narasumber dalam sebuah acara talkshow tentang radikalisme yang ditayangkan di TVRI Yogyakarta Menyusun makalah-makalah bisa dilihat di website At-Turots atau Bin Baz Mengisi di TV Bin Baz setiap hari khusu BaAoda Maghrib dan bisa di lihat di Youtube Bin Baz Channel. Sampai hari ini tetap mengembangkan pondok cabang di seluruh Indonesia. Untuk mengetahui kegiatan-kegiatan Yayasan dan Pondok Pesantren bisa diakses melalui https://atturots. id dan https://binbaz. Channel Youtube https://w. com/c/BINBAZCHANNEL . Tidak rutin mengisi majalah Muslimin Persis Bangi . Awal-awal rutin mengisi majalah dari As-Sunnah Salaf, mengisi majalah fatwa At-Turots. Yogyakarta. Pemateri /Narasumber tentang menolak radikal dan intoleransi setiap tahun di UIN Kalijaga. Yogyakarta, di kalangan Muhammadiyah dan di TV RI Yogyakarta. Kontribusi Pemikiran Abu NidaAo dalam Pengembangan Pondok Pesantren Salafi di Indonesia Kontribusi pemikiran Ustadz abu Nida` dalam pengembangan pondok Pesantren Salafi di Indonesia nampak dalam budaya (Husna Nashihin, 2. di pondok-pondok pesantren di bawah Yayasan Majelis At-Turots yaitu: Pondok Pesantrean Islamic Center Bin Baz Yogyakarta menjadi salah satu kiblat atau menjadi acuan dari pondok-pondok salafi lain dari seluruh Indonesia dari segi sistem pendidikan, kurikulum, tahfidz, sistem asrama dan lain sebagainya. Tidak ada kata menolak santri yang ingin belajar di pondok pesantrean karena tidak mampu. Asas yang dibangun adalah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat dan memberikan manfaat untuk orang lain. Menerima santri dari berbagai kalangan baik dari kalangan kurang mampu sampai mampu dari segi finansial. Wali santriwati yang memasukkan anaknya di pesantrean tidak semua dari kalangan sunnah/dari semua kalangan. Membuka kerjasama seluas-luasnya dengan masyarakat yang ingin memberikan wakaf untuk pembangunan pesantrean atau sekolah maupun Tidak mudah berpuas diri dalam hal pencapaian yang sudah diperoleh, agar terus melakukan inovasi, berbenah diri dan terus berkembang serta bermanfaat seluas-luasnya. Qiyadah Robbaniyah, et. al (Kontribusi Pemikiran Abu NidaAoA) ISSN 2962-9187 JIPSI: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. No. Agustus 2022, pp. Membangun relasi dari semua kalangan baik nasional dan internasional untuk perkembangan dakwah Islam dan perkembangan Pondok Pesantren. Memberikan Qudwah yang nyata dari pemikiran yang visioner, syahsiyah yang kuat, religi, serta keihlasan, dan tawakalnya. Tidak ada pelit ilmu/tidak mau membagikan ilmu, menyebarkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan seluas-luasnya. Membuka diri dari perkembangan zaman dan asas yang dibangun Islam adalah agama rahmatullilalamin. Mengadakan kegiatan dakwah ke masyarakat yang dilakukan rutin baik minguan atau setiap ramadhan dengan menyebarkan santri-santri yang diterjunkan di masjid-masjid baik masjid binaan maupun masjid yang bukan Membuka diri dengan pemerintah dengan bekerjasama dengan pemerintah dan ormas-ormas lain dalam mensukseskan pengembangan pondok pesantrean. Kunjungan dari ustadz yang terkenal atau tokoh yang mempunyai pengaruh, selau dibagikan ke santri yaitu adanya taujihad dari tokoh yang berkunjung dengan harapan bisa belajar dari orang-orang yang sukses dan berilmu. Simpulan Ustadz Abu Nida` bernama Chomsaha Sofwan. Lc, istri Ustadz Abu Nida` bernama Noviawati yang dikenal dengan kunyah Ummu Nida`, mendapatkan pendidikan dari bapak Muhammad Nasir (Ketua DDI) dan melanjutkan kuliah di Riyadh Arab Saudi. Dakwah di Yogyakarta dimulai dari halaqoh dan dauroh di Mahasiswa di Yogyakarta dan terus berkembang dan mendirikan Yayasan Majelis At-Turots. Ustadz Abu Nida` bernama Chomsaha Sofwan. LC yang memiliki jiwa dakwah dari Bapak Nasir yang merupakan ketua DDII, motivasi dan semangat ustadz Abu Nida` dalam mengambangkan dakwah melalui pondok pesantrean adalah cita-cita beliau mendirikan pondok pesantrean di seluruh Indonesia dan kepedulian beliau terhadap Ummat Islam. Konsep yang dibangun oleh Ustadz Abu Nida adalah mengunakan pola manajemen seperti kemuhamadiyahan (Tertib rapi dan kuat SDM). Pengkaderan seperti pesantren gontor dalam menyiapkan SDM. Seperti Hidayatullah dalam semangat kerja. Sementara penyiapan kader ada di Yogyakarta sebagai pusatnya. Tahun 2022 yayasan Majelis At-Turots memiliki 25 . ua puluh lim. cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan 2 . sekolah Tinggi dan pendirian Universitas serta pembukaan cabang akan terus dilakukan. pedoman kerja Ustadz Abu Nida` adalah ikhlas, sholat malam, dzikir, menjaga lisan, dan tawakal. Daftar Pustaka