Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin PENGARUH PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP AKHLAK SISWA KELAS XI SMAN 1 CIKARANG TIMUR Febby Febrian Ghany. Achmad Junaedi Sitika. Nurhasan Email: fbyghany@gmail. Achmad. junaedi@staff. nurhasan@fai. (Universitas Singaperbangsa Karawan. Abstrak: Masa Remaja adalah salah satu masa yang cukup terlihat dari perubahan sikap, fisik, bahkan pola berfikir. Usia remaja berkisar antara 11 Ae 24 tahun dan pada masa ini, keingintahuan remaja sangat tinggi sehingga pada masa ini, anak remaja sangat rentan sekali terhadap apapun. Menurut Ahmad. Pada usia remaja, siswa dengan mudah dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar, pengaruh disini dapat bersifat positif maupun Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas profesionalisme guru terhadap akhlak siswa XI di SMAN 1 Cikarang Timur, untuk mengetahui bagaimana pengaruh profesionalisme terhadap akhlak siswa kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 79 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deksriptif dan infrensial. Berdasarkan hasil 49. 218 0,484 X Maksud dari persamaan tersebut adalah ketika profesinalisme guru (X) mengalami kenaikan satu satuan, maka akhlak belajar peserta didik akan bertambah 0,484 satuan, dan apabila terjadi penurunan satu satuan profesionalisme guru maka akhlak siswa peserta didik akan berkurang sebesar 0,484. Koefisien bernilai positif berarti hubungan antara profesionalisme guru dan akhlak siswa semakin meningkat. Selanjutnya uji signifikansi regresi diperoleh nilai signifikan sebesar 000, maka nilai sig. 000 > 0. 05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan regresi Y dan X terdapat pengaruh signifikan atau kompetensi kepribadian berpengaruh terhadap minat belajar. Nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,526. Dan nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,277 Maka dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam berpengaruh akhlak siswa kelas XI SMAN 1 Cikarang Timur. Kata Kunci: Profesionalisme Guru. Akhlak Siswa Pendahuluan Pada era digital seperti saat ini, tentunya banyak sekali informasi yang dapat diakses oleh setiap individu perharinya. Seperti yang kita ketahui, teknologi menciptakan kemudahan akses keberbagai penjuru arah. Teknologi adalah sebuah alat untuk memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan, teknologi diciptakan untuk membuat kesulitan menjadi lebih mudah. Jika pada saat dahulu, kita sulit mengakses informasi penting berupa informasi pendidikan, maka pada saat ini kita bisa mengakses informasi melalui gawai kapanpun dan dimanapun kita inginkan (Dacholfany, 2. Pendidikan adalah hal yang sangat diperlukan oleh manusia, tanpa adanya pendidikan, manusia tidak mungkin bisa menentukan segala sesuatunya dengan matang. Tanpa adanya Pendidikan, manusia tidak mungkin bisa berkembang dengan sangat pesat. Pendidikan 1 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin sangat berpengaruh terhadap pola hidup para siswa, siswa yang menginjak masa remaja masih sangat rentan, oleh karena itu remaja perlu mendapatkan pendidikan yang mumpuni. Masa Remaja adalah salah satu masa yang cukup terlihat dari perubahan sikap, fisik, bahkan pola berfikir. Usia remaja berkisar antara 11 Ae 24 tahun dan pada masa ini, keingintahuan remaja sangat tinggi sehingga pada masa ini, anak remaja sangat rentan sekali terhadap apapun. Pada usia remaja, siswa dengan mudah dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar, pengaruh disini dapat bersifat positif maupun negatif. Remaja adalah gambaran tentang kehidupan yang akan datang, dikatakan demikian karena remaja saat ini akan tumbuh menjadi dewasa dan dapat memimpin dunia ini, oleh karena itu, perlu adanya didikan agar para siswa yang notabene nya remaja dapat terdidik dengan baik melalui pendidikan pada saat ini. Usia remaja adalah masa transisi dari kanak-kanak hingga menjadi dewasa, oleh karena itu di masa ini biasanya para siswa melakukan pencarian jati diri untuk mengetahui menentukan masa depannya. Dengan demikian, siswa sangat membutuhkan arahan pendidikan agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif, karena tidak dapat dipungkiri bahwa ketika menginjak usia remaja, sikap berontak dalam diri pun berkembang sehingga terkadang remaja terjerumus ke dalam hal negative. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan agar remaja dapat mengontrol yang terjadi pada dirinya di usia saat ini. Remaja yang memberontak dan salah pergaulan biasanya akan terjerumus ke hal negatif, sehingga remaja memiliki akhlak yang tidak terpuji. Pendidikan tidak akan bisa tersampaikan dengan baik tanpa adanya seorang guru. Guru adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, yang kemudian pengetahuan tersebut disalurkan kepada siswa. Dengan begitu, guru harus memiliki kemampuan yang mumpuni, karena guru adalah panutan peserta didik. Kenakalan remaja yang terjadi disekolah, banyak macamnya. Hal itu biasanya tergolong kenakalan ringan, bentuk dari kenakalan ringan yakni seperti membolos saat pelajaran sekolah, melompat tembok sekolah, berkelahi disekolah, berpakaian tidak sesuai dengan aturan, dan yang terakhir yakni tidak santun terhadap guru. Sikap seperti itu tentu saja tidak baik, dan mesti ada yang menanggulangi dengan cara seseorang harus mengetahui aturan dan berpendidikan. Pendidikan sangat berguna bagi kehidupan. Pendidikan dapat diartikan sebagai sarana individu untuk mendapatkan ilmu guna menghindari kebodohan, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula ilmu pengetahuan yang ia dapatkan. Pendidikan sangatlah penting, khususnya pendidikan agama islam. Pada prinsipnya pendidikan agama Islam membekali peserta didik dengan pengetahuan hukum Islam yang utuh dan kemampuan untuk menerapkannya dalam bentuk ibadah kepada Allah. Dengan demikian, siswa dapat mengamalkan shalat yang benar sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang 2 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin diamalkan dan diajarkan oleh Allah SWT, sehingga mencapai akhlak yang baik yang bersumber dari pelaksanaan pendidikan agama Islam. Akhlak dapat menjadi pengukur tinggi rendahnya derajat seorang manusia. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: AuOrang yang paling beriman adalah yang terbaik budi pekertinya, dan sebaik- baiknya kalian adalah yang berperilaku paling baik terhadap istri. Ay (H. Tirmidz. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengambil judul Pengaruh Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa Kelas XI SMAN 1 Cikarang Timur. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan oleh penulis di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu . Bagaimana profesionalime guru pendidikan agama islam kelas XI SMAN 1 Cikarang Timur ? . Bagaimana realitas akhlak siswa kelas XI SMAN 1 Cikarang Timur ? . Apakah terdapat pengaruh profesioalisme guru Pendidikan Agama Islam terhadap akhlak siswa kelas XI SMAN 1 Cikarang Timur ? Metode Penelitian Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif adalah penelitian yang bertujuan menggambarkan atau melakukan deskripsi terhadap angka angka yang telah diolah sesuai standar yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan dan melakukan deskripsi mengenai Profesioalisme Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa Kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur yang berjumlah 368 siswa. Agar sampel yang diambil dapat dikatakan representative . maka dalam penelitian ini menentukan sampel dengan menggunakan rumus Slovin : ycyiyn ycu = ya ycyiyn . a,y. ya n = 78,63 dibulatnya menjadi 79 sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Random Sampling yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan cara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. Kelas XI terdiri dari XI IPA 1 sampai IPA 5 dan IPS 1 sampai IPS 3, maka sampel masing-masing setiap kelas XI berjumlah 10orang. pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner . Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang pertama kuesioner dengan menggunakan skala likert. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi, yakni . sangat setuju, . setuju, . tidak setuju dan . sangat tidak setuju. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Penyusunan instrumen ini didasarkan pada indikator varibel X profesionalisme guru yaitu : Keprofesionalan yang mantap dan stabil, profesional yang dewasa, profesional yang arif, profesional yang berwibawa, berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan. indikator tersebut dijabarkan ke dalam 20 item pertanyaan. Penyusunan instrumen pada variable Y akhlak siswa yaitu : Perasaan siswa dalam menghadapi masalah. Perhatian siswa terhadap sekitar. Ketertarikan siswa terhadap tolongmenolong. Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran. Indikator tersebut dijabarkan kedalam 20 Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif adalah metode statistik yang digunakan untuk pengumpulan, penyajian, menganalisis dan penafsiran data untuk meringkas data dan memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Statistik deskriptif bertujuan memberikan gambaran atau deskripsi mengenai suatu data seperti nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum dan range. Statistik deskriptif pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian ini, akan dibahas hasil penelitian secara rinci dengan analisis statistik menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMAN 1 Cikarang Timur dengan jumlah sampel 79 peserta didik kelas XI, data yang diperoleh dari pengisian angket dengan skala profesionalisme guru dan angket akhlak siswa. Setelah data terkumpul, data diolah menggunakan analisis deskriptif untuk menjawab rumusan masalah 1 dan 2, sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menjawab rumusan masalah 3 sekaligus menjawab hipotesis yang telah ditetapkan. Berikut ini hasil penelitian yang peneliti dapatkan setelah melakukan penelitian: Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam kelas XI SMAN 1 Cikarang Timur Dalam penelitian ini yaitu profesionalisme guru PAI peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur, yang meliputi aspek profesionalisme guru yaitu profesional yang mantap dan stabil, keprofesionalan yang dewasa kepribadian yang arif, akhlak yang mulia dan keprofesionalan yang berwibawa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap peserta didik di SMAN 1 Cikarang Timur dengan jumlah sampel 79, peneliti mengumpulkan data melalui angket yang telah diisi oleh peserta didik dan terdapat skor pada masing-masing Berikut ini adalah hasil analisis deskriptif untuk kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan aplikasi SPSS, sebagai berikut: Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Profesionalisme Guru Valid N . Minimu Maximu Std. Varianc Range Mean Deviation Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai range hasil angket profesionalisme guru Nilai maksimum adalah nilai hasil angket profesionalisme guru tertinggi yaitu Sedangkan nilai minimum adalah yaitu nilai terendah profesonalisme guru sebesar Nilai rata-rata . merupakan ukuran pusat data yang paling sering digunakan, nilai mean yang diperoleh sebesar 88. Selain itu diperoleh juga standar deviasi dimana standar deviasi merupakan suatu ukuran yang mengambarkan tingkat penyebaran data dari nilai rata-rata sebesar 7. dan variance sebesar 56. Selanjutnya, untuk melihat bagaimana kategorisasi profesionalisme guru, maka peneliti membuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel 2 Kategorisasi Profesionalisme Guru Kategori Kompetensi Kepribadian Interval Frekuensi Persentase Keterangan X < 81 Rendah Sedang 95 > X Tinggi Jumlah Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh kategori profesionalisme guru yang tercantum dalam tabel diatas, dengan memperhatikan 79 peserta didik, diperoleh bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur yang kategori rendah sebesar 10%, kategori sedang sebesar 80%, dan kategori tinggi sebesar Maka dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur berada pada kategori sedang. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Realitas Akhlak Siswa Kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur Akhlak siswa dalam penelitian ini yaitu akhlak siswa yang diperoleh dari angket akhlak siswa pada yang diisi oleh peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap peserta didik di SMAN 1 Cikarang Timur dengan jumlah sampel 79, peneliti mengumpulkan data akhlak siswa dari angket akhlak siswa. Berikut ini adalah hasil analisis deskriptif untuk akhlak siswa peserta didik dengan menggunakan aplikasi SPSS, sebagai berikut: Tabel 3 Analisis Deskriptif Minat Belajar Descriptive Statistics Akhlak Minimu Maximu Std. Range Mean Deviation Variance Siswa Valid N . Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai range sebesar 48. Nilai maksimum adalah nilai akhlak siswa tertinggi sebesar 100. Sedangkan nilai minimum adalah yaitu nilai akhlak siswa terendah sebesar 52. Nilai rata-rata . merupakan ukuran pusat data yang paling sering digunakan, nilai mean yang diperoleh sebesar 88. Selain itu diperoleh juga standar deviasi dimana standar deviasi merupakan suatu ukuran yang mengambarkan tingkat penyebaran data dari nilai rata-rata sebesar 8. dan variance sebesar 65. Selanjutnya, untuk melihat bagaimana kategorisasi akhlak siswa, maka peneliti membuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel Kategorisasi Minat Belajar Kategori Minat Belajar Interval Frekuensi Persentase Keterangan Y < 80 Rendah Sedang 96 > Y Tinggi Jumlah 6 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh kategori akhlak siswa yang tercantum dalam tabel diatas, dengan memperhatikan 79 peserta didik, diperoleh bahwa akhlak siswa peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur yang kategori rendah sebesar 9%, kategori sedang sebesar 89%, dan kategori tinggi sebesar 2%. Maka dapat disimpulkan bahwa akhlak siswa peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur berada pada kategori sedang. Pengaruh Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam terhadap Akhlak Siswa Kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur Pada bagian ini dikhususkan untuk menjawab rumusan masalah ketiga yakni ada tidaknya pengaruh proesionalisme guru Pendidikan Agama Islam terhadap akhlak siswa SMAN 1 Cikarang Timur. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik inferensial dengan menggunakan aplikasi SPSS. Uji Prasyarat Uji Normalitas Pengujian normalitas kompetensi kepribadian berguna untuk mengatasi apakah penelitian yang akan dilaksanakan berdistribusi normal atau tidak. Dalam melakukan uji normalitas, digunakan pengujian normalitas One Sample Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan aplikasi SPSS. Jika angka signifikan > 0. 05 maka data berdistribusi normal, dapat dilihat di tabel sebagai berikut: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Exact Sig. -taile. Test distribution is Normal. Berdasarkan tabel di atas, dengan taraf signifikan yang ditetapkan adalah Hasil di atas menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0. 210 karena nilai 210 > 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini 7 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin terdistribusi normal Uji linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Pengujian lineeritas ditentukan berdasarkan anova table menggunakan aplikasi SPSS, dapat dilihat di tabel sebagai Table Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares Akhlak siswa * Between (Combin Profesionalism Groups e Guru Mean Square Sig. Linearity Deviatio Within Groups Total n from Linearity Berdasarkan hasil uji linearitas pada anova table di atas, diketahui bahwa nilai signifikan pada deviation from linearity sebesar 0. 71 karena nilai sig. 71 > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru memiliki hubungan linear dengan akhlak siswa. Uji Hipotesis Uji persamaan Regresi Linear Tabel Uji Persamaan Regresi Linear Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error (Constan. Profesionalisme 8 Beta Sig. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Guru Dependent Variable: Akhlak Siswa Persamaan regresi linear dituliskan dalam rumus = bX. Persamaan ini menunjukkan arah hubungan antara X dengan Y apakah bernilai positif. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan aplikasi SPSS pada tabel coefficient di atas diperoleh nilai konstanta sebesar = 49,218 dan koefisien regresi sebesar b = 0,484, sehingga persamaan regresinya yaitu: = 49,218 0,484 X Maksud dari persamaan tersebut adalah ketika Profesionalisme guru (X) mengalami kenaikan satu satuan, maka akhlak sisa peserta didik akan bertambah 0,484 satuan, dan apabila terjadi penurunan satu satuan profesioalismeguru maka minat akhlak siswa peserta didik akan berkurang sebesar 0,484. Koefisien bernilai positif berarti hubungan antara profesionalisme guru dan akhlak siswa semakin Uji signifikansi regresi Table Uji signifikansi Regresi ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total erdasarkan tabel di atas dengan menggunakan aplikasi SPSS, uji signifikansi regresi diperoleh dari baris regression kolom ke-5 yaitu nilai signifikan sebesar 0. maka nilai sig. 000 < 0. 05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan regresi Y dan X terdapat pengaruh signifikan atau profesionalisme guru berpengaruh pada akhlak siswa. Uji Koefisien Dterminasi Tabel Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model Adjusted Std. Square R Square Error of 9 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Estimate Predictors: (Constan. Profesionalime Guru Dependent Variable: Akhlak Siswa Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,526. Dan nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,277 yang mengandung arti bahwa persentase sumbangan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam terhadap akhlak siswa sebesar 27%. Maka dapat disimpulkan bahwa profesionalime guru Pendidikan Agama Islam berpengaruh akhlak siswa kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur. Kesimpulan Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur yang kategori rendah sebesar 10%, kategori sedang sebesar 80%, dan kategori tinggi sebesar 10%. Maka dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur berada pada kategori sedang. Akhlak siswa peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur yang kategori rendah sebesar 8%, kategori sedang sebesar 88%, dan kategori tinggi sebesar 2%. Maka dapat disimpulkan bahwa akhlak siswa peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur berada pada kategori sedang. Terdapat pengaruh yang signifikan profesionalisme guru terhadap akhlak siswa peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur. Hal ini dilihat dari hasil analisis regresi sederhana dengan menggunakan aplikasi SPSS, persamaan regresinya yaitu: = 49. 218 0,484 X. Dari hasil uji signifikansi regresi diperoleh nilai signifikan sebesar 0. 000, maka nilai sig. 000 < 0. yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Dan nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,277 yang mengandung arti bahwa persentase sumbangan profesionalisme guru terhadap akhlak siswa sebesar 27%. Daftar Pustaka