LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya0itri1. Divia Inge Salsabila2. Irfan Aqil Ramadhan3. Nur Wa0iq Azizah4. Ri0ky Bas Praptama Sembiring5. Bagus Ramadi6 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email : cicieldirah@gmail. com, 2diviainge22@gmail. com, 3irfanaqil870@gmail. 4nurwaBiqazizah736@gmail. com, 5riBkysembiring04@gmail. 6bagusramadi@uinsu. ABSTRACT: This community engagement program focuses on the socialization of Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a strategy to enhance >inancial literacy and income among Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in the ex-localization area of Bandar Baru. Sibolangit. The program was conducted as part of the Community Service (KKN) of Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. The methods applied include observation, structured interviews, and direct mentoring to MSMEs, particularly in introducing QRIS as a digital payment system. The socialization activities emphasized the importance of digital >inancial literacy, practical training on QRIS usage, and awareness of consumer protection through the PEKA (Peduli. Kenali. Aduka. The >indings revealed that prior to the program, only 13. 3% of MSMEs had used QRIS, while after the intervention, 50% expressed interest and began registering for QRIS. Furthermore, participants demonstrated increased understanding of QRIS functions, technical skills in digital transactions, and more positive attitudes toward cashless payments. Although challenges remained, such as limited access to digital devices and weak internet connectivity, the program successfully promoted behavioral changes and provided new insights into digital >inance. The results indicate that socialization through KKN is effective in improving >inancial literacy and encouraging digital transformation for MSMEs in rural communities. Keywords: Community. Engagement. Financial Literacy. QRIS. MSMEs Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signiBikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk transaksi keuangan . Perkembangan ini mendorong masyarakat untuk beralih dari sistem pembayaran tunai ke non-tunai. Pergeseran ini didukung oleh munculnya beberapa inovasi teknologi Binansial, salah satunya adalah Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), yang dikembangkan Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 oleh Bank Indonesia untuk mendukung ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan eBisien. QRIS adalah sistem pembayaran berbasis kode QR yang berlaku di seluruh negara bagian dan memungkinkan konsumen melakukan pembelian menggunakan satu kode universal, alih-alih melalui aplikasi tertentu. QRIS diharapkan dapat menyederhanakan prosedur transaksi dan menyediakan akses keuangan digital, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang telah berkontribusi signiBikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sejak diterapkan pada 17 Agustus 2019. Pemerintah terus mendorong adopsi QRIS melalui edukasi dan sosialisasi yang massif kepada masyarakat, khususnya sektor informal dan UMKM. UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian negara-negara berkembang. UMKM menyumbang hingga 45% dari total lapangan kerja dan 33% dari PDB di pasar negara berkembang. Di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia. UMKM menghadapi kendala signiBikan dalam hal pembiayaan, pemasaran, dan dukungan pemerintah. UMKM di Indonesia memegang peranan strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Data menunjukkan bahwa sekitar 99% dari total unit usaha di Indonesia merupakan UMKM yang mampu menyerap lebih dari 80% tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun demikian, tidak semua pelaku UMKM memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan Keterbatasan dalam hal pemahaman teknologi, literasi keuangan, dan minimnya akses informasi menjadi hambatan yang cukup signiBikan dalam proses adopsi teknologi keuangan digital, termasuk QRIS. Salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah rendahnya literasi Literasi keuangan mengacu pada kemampuan untuk memahami dan mengelola hal-hal keuangan, seperti penganggaran, pengelolaan arus kas, dan keputusan investasi. Rendahnya literasi keuangan menyebabkan bisnis tidak mampu mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi keuangan. 1 Heri Yanto and others. AoOptimalisasi Literasi Keuangan Digital Melalui Peningkatan Penggunaan QRIS Pada UMKMAo. Surya Abdimas, 8. , pp. 386Ae94. 2 Khairina Natsir and others. AoPenggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Digital Untuk Meningkatkan Produktivitas UMKMAo. Jurnal Serina Abdimas, 1. , pp. 1154Ae63. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal L O Y APengabdian L I T A S Kepada Masyarkat Volume Vi Nomor 2 November 2025 Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 ISSN : 2621 -4679 . rint ISSN : 2621-4687 . Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Akibatnya. UMKM bergantung pada transaksi keuangan tradisional meskipun akses ke layanan keuangan digital sudah mudah. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa terpilih sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat. KKN merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara mencerdaskan kehidupan bangsa. Kegiatan ini diwujudkan melalui berbagai aktivitas, seperti penyuluhan, pelatihan, seminar, serta bentuk pendampingan lainnya yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, maupun karakter masyarakat sasaran. Selain itu. KKN juga merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa, yang dirancang untuk menumbuhkan profesionalisme sekaligus mengasah kepedulian sosial di bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendapat kesempatan untuk mengabdi di Desa Bandar Baru. Kecamatan Sibolangit. Kabupaten Deli Serdang. Desa ini menjadi salah satu lokasi yang dipilih sebagai tempat pengabdian masyarakat karena memiliki potensi sekaligus tantangan dalam pengembangan ekonomi dan sosial. Pada periode KKN ini, kelompok Gatra Adiwangsa menurunkan sebanyak 30 mahasiswa, yang terdiri dari 21 mahasiswi dan 9 mahasiswa dengan latar belakang program studi yang Keberagaman disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Bandar Baru melalui kegiatan penyuluhan, pendampingan, serta berbagai program kerja yang dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. 3 Larasati Azzahra Pratiwi and others. AoAnalisis Pengaruh Penggunaan Pembayaran Digital QRIS Terhadap Kenaikan Omset Penjualan Pada UMKMAo. Jurnal Bisnis Kolega, 10. , pp. 12Ae23. 4 Nia Monica Putri. Idham Lakoni, and Sintia Safrianti. AoPengaruh Literasi Keuangan. Kemudahan Dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Bertransaksi Menggunakan QRIS Pada UMKM Di Kota BengkuluAo. E-Bisnis: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 16. , pp. 356Ae64. 5 Lailatul Mustag-iroh and Ahmad Supriyadi. AoEfektivitas Penggunaan Qris Sebagai Media Pembayaran Dalam Meningkatkan Perkembangan Umkm Di JeparaAo. JEBISKU: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Kudus, 2. , pp. 204Ae18. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Artikel ini secara khusus membahas peran mahasiswa KKN dalam melaksanakan salah satu program utama yang telah direncanakan, yakni digitalisasi ekonomi. Kelompok KKN Gatra Adiwangsa menyelenggarakan seminar dengan topik pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat dalam penggunaan sistem pembayaran Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan para pelaku UMKM di Desa Bandar Baru. Literasi keuangan merupakan aspek yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan usaha. Pelaku UMKM yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu mengelola keuangan, mengambil keputusan usaha yang tepat, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penerapan digitalisasi pembayaran melalui QRIS menjadi salah satu instrumen strategis yang dapat membantu pelaku UMKM menjaga keberlangsungan usaha mereka dalam jangka panjang. Oleh karena itu. QRIS hadir sebagai solusi pembayaran non-tunai yang praktis, aman, dan terstandarisasi sehingga memudahkan transaksi baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. Kehadirannya juga sejalan dengan upaya pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperluas inklusi keuangan di masyarakat. Melalui sosialisasi QRIS yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Gatra Adiwangsa, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Bandar Baru semakin memahami manfaat penggunaan pembayaran Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku keuangan masyarakat menuju pola transaksi yang lebih modern, eBisien, serta berdaya Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengambil judul AuEfektivitas Sosialisasi QRIS terhadap Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar BaruAy. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sosialisasi QRIS berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan serta pendapatan UMKM, khususnya di kawasan eks 6 Dewi Hanggraeni. Strategi Bisnis Dan Manajemen Risiko Dalam Pengembangan UMKM Di Indonesia [Sumber Elektroni. (Pt Penerbit Ipb Press, 2. 7 Nadhifa Ali-ia. Erwin Permana, and Harnovinsah Harnovinsah. AoAnalisis Penggunaan QRIS Terhadap Peningkatan Pendapatan UMKMAo. Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi, 9. , pp. 102Ae15. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 lokalisasi Bandar Baru yang memiliki karakteristik sosial-ekonomi berbeda dengan daerah lain. Literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Strategi Nasional. Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021Ae2025, literasi keuangan dideBinisikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan. Konsep ini menekankan bahwa literasi keuangan tidak hanya sekadar pemahaman teoretis, tetapi juga mencakup keterampilan praktis dan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan Binansial yang Sebagai pedoman nasional. SNLKI 2021Ae2025 memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan tinggi sehingga mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan. Visi ini kemudian diterjemahkan ke dalam tiga misi utama, yaitu: Memanfaatkan teknologi digital dalam peningkatan literasi keuangan. Membangun aliansi strategis dalam pelaksanaan program literasi keuangan. Memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang inklusif (OJK, 2. Dengan demikian, literasi keuangan diposisikan sebagai instrumen penting dalam memperkuat inklusi keuangan masyarakat. OJK membagi literasi keuangan ke dalam tiga pilar strategis, yakni cakap keuangan . engetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuanga. , sikap dan perilaku keuangan yang bijak . ebiasaan dalam mengatur pengeluaran, menabung, dan perencanaan jangka panjan. , serta akses keuangan . emudahan masyarakat 8 Rohmini Indah Lestari. Djoko Santoso, and Indarto Indarto. AoMeningkatkan Literasi Keuangan Digital Pada Pelaku UMKM Melalui Sosialisasi Gerakan Nasional Non-TunaiAo. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 4. , pp. 378Ae90. 9 Peran Bank. Indonesia Dalam, and Stabilitas Keuangan. AoPeran OJKAo. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 dalam mengakses produk dan layanan keuangan forma. Ketiga pilar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan Binansial masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik untuk menjaga keberlanjutan usahanya. Sejumlah peneliti juga memberikan deBinisi terkait literasi keuangan. Remund . menjelaskan bahwa literasi keuangan mencakup pemahaman konsep keuangan, kemampuan berkomunikasi mengenai keuangan, keterampilan mengelola keuangan pribadi, hingga keyakinan dalam pengambilan keputusan keuangan. Lusardi dan Mitchell . menekankan literasi keuangan sebagai kemampuan memahami konsep keuangan dasar dan keterampilan dalam pengelolaan tabungan, investasi, serta perencanaan masa depan. Sementara itu. OECD . mendeBinisikan literasi keuangan sebagai kombinasi antara pengetahuan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan untuk membuat keputusan Binansial yang tepat. Ketiga pandangan ini sejalan dengan konsep OJK yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga praktik pengelolaan dan perilaku keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013, indeks literasi keuangan masyarakat baru mencapai 21,84% dan inklusi 59,74%. Angka tersebut meningkat pada 2016 dengan literasi 29,70% dan inklusi 67,80%, serta kembali naik pada 2019 menjadi literasi 38,03% dan inklusi 76,19%. Pemerintah melalui OJK menargetkan pada tahun 2024 tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia minimal mencapai 50% dan inklusi keuangan 90%. OJK. AoStandar Produk Perbankan Syariah MurabahahAo, 2016, pp. 1Ae166 . Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 menjadi salah satu instrumen penting. QRIS memudahkan UMKM dalam menerima pembayaran secara cepat, aman, dan tercatat, sehingga dapat meningkatkan eBisiensi usaha serta transparansi arus kas. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wardani & Lestari . menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan UMKM, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan. Penelitian lain oleh Putri dan Santoso . juga menegaskan bahwa UMKM dengan tingkat literasi keuangan yang baik lebih cepat beradaptasi terhadap digitalisasi, termasuk dalam penggunaan layanan pembayaran elektronik. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM dalam menghadapi perubahan pasar. Selain itu, survei OJK . menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan pemahaman produk keuangan di kalangan UMKM, khususnya dalam penggunaan produk non-perbankan dan keuangan syariah. Kondisi ini mengindikasikan perlunya sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif, terutama di kawasan yang sebelumnya kurang tersentuh layanan keuangan formal, seperti eks lokalisasi Bandar Baru. Kehadiran QRIS sebagai standar pembayaran digital dapat menjadi jembatan dalam meningkatkan literasi keuangan UMKM, sebab penggunaannya secara langsung memperkenalkan pelaku usaha pada sistem keuangan formal dan mendorong transparansi transaksi. Dengan demikian, literasi keuangan yang baik bagi UMKM bukan hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengelola keuangan usaha. Hal ini relevan dengan tujuan SNLKI 2021Ae2025, yakni memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan dan meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan teknologi digital. Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan inovasi dalam sistem pembayaran, salah satunya adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia 14 Badan Pusat Statistik. AoBadan Pusat StatistikAo, 2017, pp. 335Ae58, doi:10. 1055/s-2008-1040325. 15 SNKI. AoKode Respon Cepat Standar Indonesia (Qri. 17Ao, 2022. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume Vi Nomor 2 November 2025 ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume I. Nomor 1. Mei 2018 pada tahun 2019. QRIS merupakan standar nasional kode QR pembayaran untuk memfasilitasi transaksi non-tunai dengan menggunakan berbagai aplikasi dompet digital atau mobile banking. Kehadiran QRIS ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi, sekaligus meningkatkan eBisiensi dan transparansi sistem pembayaran nasional. Bagi pelaku UMKM, penerapan QRIS memberikan berbagai manfaat. Pertama. QRIS memudahkan pencatatan transaksi karena setiap pembayaran tercatat secara Hal ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan, sebab UMKM dapat belajar mengelola laporan arus kas secara lebih sistematis. Kedua. QRIS memperluas akses pasar karena memfasilitasi pembayaran tanpa kontak Bisik . ontactless paymen. , yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di era digital. Ketiga, penggunaan QRIS berpotensi meningkatkan pendapatan UMKM karena konsumen memiliki lebih banyak pilihan metode pembayaran yang praktis, sehingga mendorong peningkatan volume transaksi. Penelitian oleh Sari dan Nugroho . menemukan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh positif terhadap peningkatan omzet UMKM, terutama di wilayah Hal serupa juga ditegaskan oleh Astuti . yang menyebutkan bahwa QRIS tidak hanya mempercepat proses transaksi, tetapi juga membiasakan pelaku UMKM dengan sistem keuangan formal. Dengan demikian. QRIS berperan ganda: sebagai sarana transaksi sekaligus instrumen edukasi Binansial. Selain itu, sosialisasi QRIS yang dilakukan oleh pemerintah. Bank Indonesia, maupun OJK turut memperkuat agenda Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021Ae2025, khususnya dalam misi memanfaatkan teknologi digital untuk peningkatan literasi keuangan masyarakat. Melalui sosialisasi yang tepat sasaran, pelaku UMKM dapat memahami tidak hanya cara menggunakan QRIS, tetapi juga implikasinya bagi pengelolaan usaha, seperti keamanan transaksi, transparansi pencatatan, dan peluang memperoleh akses pembiayaan formal. 16 Santoso. Hartono, and Dkk. AoSurvei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan (SNLIK)Ao. 17 Mohammad Basid Al Haris. Denny Rakhmad Widi Ashari, and Akhmad RifaAoi. AoStrategi Manajemen Pemasaran Syariah Pada BPR Arsindo Kediri Di Era DisrupsiAo. SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies, 3. , pp. 59Ae68, doi:10. 28926/sinda. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Hal ini sangat relevan bagi UMKM yang berada di kawasan eks lokalisasi Bandar Baru, di mana tingkat literasi keuangan relatif masih rendah dan akses terhadap lembaga keuangan formal terbatas. Dengan memanfaatkan QRIS, para pelaku usaha dapat terdorong untuk lebih mengenal sistem keuangan formal, belajar mengelola transaksi secara digital, serta pada akhirnya meningkatkan pendapatan usaha. Menurut Bank Indonesia. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standar kode QR pembayaran nasional yang diluncurkan untuk menyatukan berbagai macam QR dari Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) sehingga cukup menggunakan satu QR untuk semua aplikasi pembayaran. QRIS hadir dengan prinsip Cepat. Mudah. Murah. Aman, dan Andal (CEMUAH) untuk mewujudkan sistem pembayaran yang inklusif, eBisien, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam praktiknya. QRIS berfungsi sebagai instrumen pembayaran nontunai yang memberikan manfaat signiBikan baik bagi merchant maupun konsumen. Bagi pelaku UMKM. QRIS mempermudah pencatatan transaksi, mengurangi risiko penggunaan uang tunai, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka peluang peningkatan omzet. Sementara bagi konsumen. QRIS menghadirkan kenyamanan. Bleksibilitas, dan keamanan dalam bertransaksi tanpa harus terbatas pada satu aplikasi Secara regulatif. Bank Indonesia menetapkan ketentuan penggunaan QRIS, antara lain batas maksimum nominal transaksi sebesar Rp10. 000 per transaksi, skema biaya Merchant Discount Rate (MDR) yang disesuaikan dengan kategori usaha, serta kewajiban bagi penyelenggara untuk berizin dan berada di bawah pengawasan Bank Indonesia. Kebijakan ini bertujuan melindungi kepentingan konsumen dan merchant serta menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional. Selain itu. Bank Indonesia juga melakukan inovasi melalui pengembangan QRIS Tuntas (Tarik Tunai. Transfer, dan Setor Tuna. dan QRIS Antarnegara, yang 18 Jannah Miftahul. AoPENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN KEPERCAYAAN MAHASISWA TERHADAP MINAT MENABUNG DI BANK SYARIAH (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakart. Ao. Skripsi, 2022, p. Bank Indonesia, 2024 Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 memperluas akses layanan keuangan digital lintas wilayah. Hal ini sejalan dengan agenda nasional inklusi keuangan, di mana QRIS bukan hanya sekadar alat transaksi, melainkan juga sarana edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan digital Tabel 2. Manfaat QRIS Menurut Bank Indonesia Pihak Pengguna Manfaat QRIS . Pencatatan transaksi lebih rapi dan digital . Mengurangi risiko kehilangan uang tunai . Meningkatkan kepercayaan konsumen UMKM/Merchant . Biaya operasional lebih eBisien . Berpotensi meningkatkan omzet dan memperluas . Transaksi lebih cepat dan mudah . Tidak perlu membawa uang tunai Konsumen . Bisa menggunakan aplikasi pembayaran apapun . Transaksi lebih aman dan andal . Fleksibel untuk berbagai kebutuhan pembayaran Sumber: Bank Indonesia . Kanal Layanan QRIS. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tujuan memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman pelaku UMKM setelah mengikuti sosialisasi QRIS, khususnya dalam menggali makna, persepsi, dan dinamika subjektif dari sudut pandang pelaku. Lokasi penelitian berada di kawasan ekslokalisasi Bandar Baru. Kec. Sibolangit. Kab. Deli Serdang dengan subjek penelitian para pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mengikuti sosialisasi serta menerapkan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung untuk melihat proses sosialisasi dan implementasi QRIS di lapangan serta wawancara mendalam dengan pelaku UMKM untuk menggali pemahaman mereka terkait literasi keuangan, manfaat, kendala, dan dampak QRIS. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan, yaitu reduksi data dengan memilah dan menyaring informasi relevan, penyajian data dalam bentuk narasi, tabel, kutipan, maupun diagram untuk Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat Volume Vi Nomor 2 November 2025 memudahkan identiBikasi pola, serta penarikan kesimpulan secara induktif dengan memeriksa konsistensi, kontradiksi, dan makna yang muncul. Hasil Dan Diskusi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru. Sibolangit, difokuskan pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui literasi keuangan digital. Fokus utama kegiatan adalah sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang relevan dengan perkembangan sistem pembayaran nasional sekaligus mendukung transformasi digital di sektor UMKM. Pemilihan tema ini didasari oleh kondisi masyarakat setempat yang masih minim pengetahuan mengenai transaksi digital, meskipun potensi usaha mikro di kawasan tersebut cukup besar. Langkah awal yang dilakukan mahasiswa adalah melakukan pendataan untuk memetakan kondisi UMKM secara faktual. Data yang dikumpulkan mencakup identitas pemilik usaha, nama usaha, lama usaha berdiri, serta status penggunaan QRIS. Hasil pendataan menunjukkan bahwa dari 30 UMKM yang berhasil dihimpun, hanya 4 pelaku usaha yang telah menggunakan QRIS, sedangkan sisanya masih sepenuhnya mengandalkan transaksi tunai. Temuan ini memperlihatkan rendahnya tingkat adopsi digitalisasi keuangan, sekaligus menjadi dasar penting perlunya sosialisasi secara Kegiatan sosialisasi kemudian dilaksanakan dengan mengusung tema AuSharia Digital JourneyAy. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya literasi keuangan berbasis nilai syariah yang inklusif dan modern. Materi utama yang disampaikan mencakup pengenalan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang mudah, cepat, dan aman, serta edukasi mengenai program PEKA (Peduli. Kenali. Aduka. yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan konsumen di era digital. 20 Nur Fazri Tsakila and others. AoAnalisis Dampak Fintech Terhadap Kinerja Dan Inovasi Perbankan Di Era Ekonomi DigitalAo, doi:10. 47134/ijlj. Indonesian Journal Law Justice, . Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Kegiatan sosialisasi berhasil menarik perhatian masyarakat dengan jumlah peserta sebanyak 55 orang, terdiri dari pelaku UMKM maupun warga Desa Bandar Baru secara umum. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, mayoritas peserta sebelumnya belum mengenal secara detail sistem pembayaran berbasis QRIS. Hal ini mengindikasikan bahwa literasi keuangan digital masyarakat setempat masih berada pada tahap awal, sehingga penyampaian informasi dasar menjadi aspek yang sangat penting dalam kegiatan ini. Selama sosialisasi, mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan penjelasan teknis mengenai cara penggunaan QRIS, mulai dari pendaftaran, instalasi aplikasi, hingga proses transaksi. Penyampaian dilakukan secara interaktif dengan melibatkan peserta melalui simulasi penggunaan, sehingga masyarakat lebih mudah memahami manfaat praktis QRIS dalam kehidupan seharihari. Pendekatan ini terbukti efektif karena sebagian besar peserta memberikan respon positif dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba. Dari sisi manfaat, pemahaman mengenai QRIS diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Bagi pelaku UMKM, penggunaan QRIS dapat mempermudah pencatatan transaksi, mengurangi risiko kehilangan uang tunai, serta memperluas akses pasar dengan melayani konsumen yang terbiasa menggunakan metode pembayaran digital. Sementara itu, bagi masyarakat umum, pemahaman tentang QRIS menambah wawasan mengenai teknologi keuangan yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan sosialisasi. Keterbatasan akses perangkat digital, seperti telepon pintar dan jaringan internet, menjadi kendala utama bagi sebagian pelaku UMKM untuk segera mengadopsi QRIS. Selain itu, faktor kebiasaan masyarakat yang masih nyaman menggunakan uang tunai menimbulkan resistensi terhadap perubahan. Tantangan lain adalah keterbatasan waktu sosialisasi, yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi pendampingan secara berkelanjutan. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam melaksanakan pengabdian masyarakat. Mereka memperoleh kesempatan untuk Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat Volume Vi Nomor 2 November 2025 terlibat langsung dalam pemetaan masalah, penyusunan strategi, hingga pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Proses ini tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi dan manajerial, tetapi juga memperkuat pemahaman teoretis mereka mengenai literasi keuangan syariah dan implementasinya di lapangan. Dengan demikian, program KKN menjadi wadah nyata untuk mengasah kompetensi akademik dan sosial mahasiswa. Sementara itu, bagi masyarakat dan UMKM, kegiatan sosialisasi QRIS menjadi sarana untuk memahami potensi keuntungan dari digitalisasi keuangan. Walaupun tingkat adopsi masih terbatas, adanya pengetahuan baru mengenai QRIS dan PEKA menjadi modal awal untuk membangun pola pikir yang lebih terbuka terhadap Harapannya, pemahaman ini dapat berkembang menjadi perilaku nyata dalam jangka panjang, sehingga UMKM lebih adaptif dan mampu meningkatkan daya saing di era digital. Secara keseluruhan, sosialisasi QRIS melalui program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru menunjukkan efektivitas sebagai sarana peningkatan literasi Kegiatan ini telah membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya adopsi teknologi digital dalam transaksi ekonomi, sekaligus memperlihatkan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Untuk keberlanjutan, perlu adanya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan lembaga keuangan agar program edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala dan memberikan dampak yang lebih signiBikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Tingkat literasi keuangan UMKM sebelum dan sesudah sosialisasi Tabel 3. Perbandingan Literasi Keuangan UMKM dengan Data Nasional Indikator Sebelum Sosialisasi UMKM) Sesudah Sosialisasi . UMKM & 55 Perbandingan dengan Data Nasional (SNLKI / SNLIK OJK) Penggunaan QRIS 4 UMKM . ,3%) sudah pakai QRIS 15 UMKM . tertarik/mulai mendaftar QRIS Secara nasional, inklusi keuangan mencapai 85,10% (SNLIK 2. dan 75,02% (SNLIK 2. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat Volume Vi Nomor 2 November 2025 Indikator Sebelum Sosialisasi UMKM) Pengetahuan tentang QRIS Mayoritas (A80%) belum tahu detail QRIS Sesudah Sosialisasi . UMKM & 55 70% peserta paham fungsi & cara pakai QRIS Keterampilan teknis . imulasi Hampir tidak ada yang bisa 60% peserta berhasil praktik transaksi QRIS Perbandingan dengan Data Nasional (SNLKI / SNLIK OJK) Indeks literasi keuangan nasional 49,68% . naik ke 65,43% . Sejalan dengan target SNLKI 2021-2025: penguatan aspek keterampilan, dan keyakinan dalam literasi Sebagian besar Sikap/kepercayaan Lebih nyaman Pilar SNLKI: membentuk terhadap transaksi dengan tunai, ada perilaku keuangan yang bijak & inklusif untuk mencoba QRIS A50% peserta Sesuai arah SNLKI: Kesadaran Belum ada konsep PEKA perlindungan konsumen konsumen (PEKA) (Peduli. Kenali, di era digital Aduka. Hambatan masih Terbatas perangkat ada, tapi ada Tantangan SNLKI: digital, jaringan upaya solusi ketimpangan akses Hambatan utama internet lemah, . haring HP digital, khususnya di kebiasaan tunai keluarga, bantuan mahasiswa untuk Mulai mengenal Hampir tidak ada istilah AuSharia Indeks literasi keuangan Tingkat literasi yang paham aspek Digital JourneyAy syariah nasional hanya keuangan syariah syariah transaksi dan manfaat 39,11%, inklusi syariah . erkiraan loka. 12,88% (SNLIK 2. Sumber : Data UMKM: Hasil Pendataan Mahasiswa KKN UIN Sumatera Utara . OJK . 9, 2022, 2. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). OJK . Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021Ae2025. Sebelum pelaksanaan sosialisasi, tingkat literasi keuangan UMKM di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru masih tergolong rendah. Dari 30 UMKM yang didata, hanya 4 pelaku usaha atau sekitar 13,3% yang telah menggunakan QRIS, sementara mayoritas Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 masih sepenuhnya bergantung pada transaksi tunai. Minimnya pemahaman tentang QRIS, keterampilan teknis dalam penggunaannya, serta sikap yang cenderung lebih nyaman dengan uang tunai menjadi gambaran bahwa literasi keuangan digital di wilayah ini masih berada pada tahap awal. Kondisi ini sejalan dengan hasil survei OJK melalui SNLIK 2019 yang menunjukkan indeks literasi keuangan nasional baru mencapai 38,03% dengan inklusi keuangan 76,19% Setelah kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, terjadi peningkatan yang cukup signiBikan. Sebanyak 15 UMKM atau 50% dari total yang ada mulai tertarik mendaftar dan menggunakan QRIS. Selain itu, sekitar 70% peserta sosialisasi mengaku lebih memahami fungsi QRIS dan 60% berhasil mempraktikkan simulasi transaksi digital secara langsung. Hal ini memperlihatkan bahwa pemberian informasi yang interaktif disertai praktik langsung mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan instrumen keuangan digital. Perubahan juga tampak pada sikap dan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital. Jika sebelumnya terdapat resistensi dan kecenderungan untuk tetap menggunakan uang tunai, setelah sosialisasi banyak peserta yang menunjukkan minat dan keyakinan untuk mencoba QRIS. Edukasi tentang program PEKA (Peduli. Kenali. Aduka. juga memperluas wawasan masyarakat terkait pentingnya perlindungan konsumen di era digital, di mana sekitar 50% peserta mulai memahami konsep ini. Hal tersebut sejalan dengan pilar SNLKI 2021Ae2025 yang menekankan pada pembentukan sikap dan perilaku keuangan yang bijak. Meski terjadi peningkatan, sejumlah tantangan masih dihadapi, khususnya keterbatasan perangkat digital dan jaringan internet yang kurang stabil. Faktor kebiasaan menggunakan uang tunai juga masih cukup kuat, sehingga membutuhkan waktu dan pendampingan berkelanjutan agar transformasi digital benar-benar dapat Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pencapaian literasi keuangan nasional dengan kondisi aktual di masyarakat pedesaan. Menurut data SNLIK 2022, indeks literasi keuangan nasional sudah meningkat menjadi 49,68% dengan inklusi keuangan 85,10%, bahkan pada 2024 mencapai 65,43%. Namun, indeks literasi keuangan syariah masih relatif rendah, yaitu 39,11% dengan inklusi 12,88%. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Hasil di lapangan ini menunjukkan bahwa kegiatan KKN berbasis literasi keuangan digital, khususnya sosialisasi QRIS, mampu menjadi instrumen efektif untuk mendekatkan UMKM pada pencapaian target nasional yang ditetapkan dalam SNLKI. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat terhadap transaksi digital, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman syariah melalui tema AuSharia Digital Journey. Ay Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya literasi keuangan yang lebih inklusif, sesuai dengan arah kebijakan OJK dalam memperkuat daya saing UMKM di era digital. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi QRIS yang dilakukan melalui program KKN mahasiswa UIN Sumatera Utara memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong digitalisasi UMKM di kawasan eks-lokalisasi Bandar Baru. Data awal menunjukkan rendahnya tingkat pemahaman dan adopsi QRIS, di mana hanya sebagian kecil pelaku UMKM yang telah menggunakan layanan tersebut. Namun setelah dilakukan sosialisasi, terlihat adanya peningkatan minat dan pemahaman yang signiBikan, ditandai dengan bertambahnya jumlah UMKM yang mulai mendaftarkan usahanya ke layanan QRIS. Selain itu, kegiatan ini juga membantu pelaku UMKM memahami manfaat transaksi digital, terutama dari segi eBisiensi, keamanan, dan akses pasar yang lebih Program sosialisasi tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya literasi keuangan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. Dengan demikian, program KKN berbasis literasi keuangan ini efektif dalam menciptakan perubahan sikap dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi UMKM, serta sejalan dengan tujuan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021Ae2025 yang dicanangkan oleh OJK. Aplikasi Pelaporan and others. AoLaporan Posisi Keuangan Triwulanan Koran Atau Media Elektronik LainAo, 2021. Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM Melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Cici El Dirrah Sya-itri. Divia Inge Salsabila. Irfan Aqil Ramadhan. Nur Wa-iq Azizah. Ri-ky Bas Praptama Sembiring. Bagus Ramadi LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarkat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Referensi