JURNAL ILMIAH PRODUKTIF https://ojs. id/index. php/jip p-ISSN : 2337-7585, e- ISSN 2829-5935 Vol. 14 No. Hal: 1 - 8 Pengaruh Konten Media Sosial. E-wom. Dan Product Quality Terhadap Minat Beli Konsumen Kantilan Food The Influence of Social Media Content. E-wom, and Product Quality on Consumers Purchase Intention at Kantilan Food Abrian Zelta Fernando1*. Roni Nur Triwibowo2. Fajar Nurwibowo3 1,2,3 Program Studi Bisnis Digital. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al-Irsyad Cilacap Email: abrianfernando334@gmail. Abstrak Studi ini mengeksplorasi dampak dari Konten Media Sosial. Electronic Word of Mouth, dan juga kualitas produk pada Tingkat keinginan minat beli konsumen di kantilan food. Pendekatan yang diterapkan yaitu survei kuantitatif yang melibatkan 100 responden terpilih melalui teknik purposive Pengujian ini menggunakan aplikasi SPSS 26 yang melalui pengujian kualitas data, uji asumsi klasik, hingga melalui persamaan regresi linear berganda, setelah itu dilanjutkan dengan pengujian hipotesis meliputi uji T dan uji F serta menggunakan pengujian determinasi. Hasil temuan menunjukkan secara parsial, bahwa Konten Media Sosial dan juga kualitas produk berpengaruh secara signifikan dengan nilai masing-masing 0,003 dan 0,000 yang berada di bawah standar 0,05. Akan tetapi. EWOM tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai 0,124. Namun apabila di uji secara simultan, ketiga variabel tersebut menunjukkan dapat berpengaruh terhadap minat beli konsumen dengan nilai 0,000. Kata Kunci: Konten Media Sosial. Electronic Word of Mouth, kualitas produk, minat beli. Kantilan Food Abstract This study explores the impact of social media content. Electronic Word of Mouth . WOM), and product quality on consumersAo purchase intention toward Kantilan food. A quantitative survey method was employed, involving 100 selected respondents via purposive sampling. Data analysis was conducted using SPSS 26, the research utilized various analytical technique such as data quality testing, classical assumption testing, and multiple linear regression analysis, followed by hypothesis testing through the t-test, f-test, and coefficient of determination. The findings indicate that, individually, social media content and product quality significantly influence purchase intention, with respective p-values of 0. 003 and 0. 000 both below the 0. 05 significance threshold. However, eWOM does not significantly affect purchase intention . = 0. Collectively, however, all three variables significantly influence purchase intention . = 0. Keywords: Social Media Content. Electronic Word of Mouth. Product Quality. Purchase Intention. Kantilan Food PENDAHULUAN Berkembangnya teknologi digital ini membawa pergeseran krusial pada cara masyarakat berkomunikasi dan melakukan transaksi. Akibatnya media sosial sekarang sudah menjadi alat utama untuk memasarkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, serta membentuk citra merek. Secara global. UMKM memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran utama untuk bertambahkan visibilitas merek, keterlibatan pelanggan, dan minat beli (Kemp, 2. Kantilan Food sebagai kuliner lokal yang menggunakan Instagram dengan sekitar 2. 784 pengikut dan rutin mengunggah konten setiap 2 hari sekali. Namun minat beli konsumen masih bervariasi. Kondisi ini mendorong perlunya penelitian ilmiah guna mengkaji unsur-unsur yang memicu minat beli pelanggan. dan kualitas produk terhadap dorongan konsumen dalam melakukan pembelian produk. JURNAL ILMIAH PRODUKTIF https://ojs. id/index. php/jip p-ISSN : 2337-7585, e- ISSN 2829-5935 Vol. 14 No. Hal: 1 - 8 Media sosial berperan krusial guna memperkuat brand engagement dan minat beli konsumen (Yani et al. , 2. Pada lingkup bisnis kuliner, media sosial seperti Facebook dan Instagram memainkan peran besarnya dalam menarik konsumen dengan visual, caption, dan interaksi langsung seperti yang dilakukan Kantilan Food melalui unggahan foto, produk, video, serta konten promosi berbagai produknya. Media sosial membentuk persepsi pelanggan melalui penyediaan konten yang interaktif dan visual yang bertambahkan partisipasi audiens (Appel et al. , 2. , sedangkan kualitas konten digital berpengaruh terhadap keterikatan emosional dan minat beli konsumen (Dwivedi et al. Kualitas konten digital bisa mengoptimalkan minat beli konsumen (Puspita, 2. Seiring dengan perkembangan media sosial, konsep E-WOM Pemaparan dari (BabiN Rosario et , 2. sebagai proses komunikasi digital dimana pengalaman, informasi, dan evaluasi pelanggan ditukar, yang berdampak pada persepsi pelanggan dan keputusan pembelian. (Erkan, 2. menjelaskan bahwa ulasan online yang informatif dan kredibel mampu memengaruhi sikap dan niat beli konsumen secara signifikan. E-WOM terkonfirmasi mempunyai implikasi yang berpengaruh signifikan terhadap suatu minat beli konsumen (Nur Haliza et al. , 2. Disamping itu, kualitas produk (Product Qualit. sangat penting untuk membentuk minat beli karena persepsi rasa, tampilan, dan keandalan menentukan keputusan pembelian (Sintia Ratnaningsih & Ra Nurlinda, 2. Penelitian (Muhammad Hasbi Sir et al. , 2. mengindikasikan bahwa suatu Product Quality yang lezat, menarik, rapi, dan higienis berpengaruh signifikan terhadap niat beli melalui kepuasan konsumen. Temuan (Ismoyo Satriyo Dwi, 2. dan (Suhaily & Darmoyo, 2. menegaskan bahwa kualitas aktual tidak tergantikan meski konten dan ulasan menarik perhatian, karena konsumen nilai pengalaman nyata. Kantilan Food perlu mengintegrasikan kualitas konten media sosial, kekuatan E-WOM, dan kualitas produk umggulan untuk mengoptimalkan minat beli konsumen secara efektif. Oleh karena itu. UMKM kuliner seperti Kantilan Food harus memahami dengan baik bagaimana konten media sosial. E-WOM, serta kualitas mempengaruhi keinginan konsumen. Kantilan Food sebagai UMKM yang berfokus pada kuliner lokal memanfaatkan media sosial, terutama penggunaan Instagram dan Facebook alat media utama promosi dengan cara mengunggah konten secara rutin. Meskipun melakukan aktivitas promosi digital dilakukan secara konsisten, tingkat dalam keterlibatan suatu audiens dan minat beli konsumen masih bervariasi. Hal ini mengindikasikan adanya suatu perbedaan antara strategi pemasaran digital yang diterapkan dengan hasil yang telah diperoleh, sehingga diperlukan kajian empiris untuk mempelajari faktor-faktor yang membentuk minat beli konsumen secara lebih komprehensif. METODE Studi ini mengimplementasikan penelitian kuantitatif dengan metode yang diterapkan ialah metode deskriptif yang ditujukan guna menelaah pengaruh dari Social Media Marketing Content. Electronic Word of Mouth, dan Product Quality pada suatu minat beli konsumen Kantilan food. Metode pengumpulan data dilakukan memlaui kajian literatur serta penyebaran kuesioner kepada para responden sesuai kriteria penelitian. Metode yang diimplementasikan guna menarik sampel yakni metode purposive sampling dengan melalui pendekatan non-probability sampling. Penentuan suatu jumlah sampel dalam penelitian regresi ini mengacu pada suatu ketentuan yang dimana minimal 50 8m, yang dimana m tersebut merupakan jumlah variabel independen (Hair et al. , 2. Studi ini memuat tiga variabel independen, yang mana jumlah sampel minimum yang disarankan ialah sebanyak 74 responden. Jumlah sampel yang ditentukan berdasarkan kriteria penelitian yaitu berjumlah 100 Pengolahan data mengaplikasikan software SPSS melalui serangkaian pengujian yang meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda, serta diakhiri dengan pengujian hipotesis dan uji koefisien determinasi untuk menganalisis seberapadampak variabel independen terhadap variabel dependen. (Ghozali, 2021. Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data Uji Validitas Nilai Signifikasi sebesar 0,05 digunakan sebagai standar batas probabilitas dalam penelitian metode kuantitatif untuk menentukan apakah hasil uji pada setiap butir pertanyaan dianggap valid ataupun tidak valid (Sugiyono, 2. Instrumen dikatakan valid jika suatu korelasi Pearson Product JURNAL ILMIAH PRODUKTIF https://ojs. id/index. php/jip p-ISSN : 2337-7585, e- ISSN 2829-5935 Vol. 14 No. Hal: 1 - 8 moment dengan nilai Rhitung > Rtabel denga standar nilai signifikan sebesar 0,05 ( = 5%). Dengan . f =n-. , 100-2= 98, jadi Rtabelnya adalah 0,195. Disajikan pada tabel dibawah ini Gambar 1. Tabel Uji Validitas Merujuk hasil penelitian, didapatkan jika pada variabel Konten Media Sosial (X. E-WOM (X. Kualitas Produk (X. , dan Minat Beli (Y) dilakukan Uji Validitas yang menghasilkan bahwa nilai Rhitung > Rtabel dengan nilai signifikasinya < 0,05 yang mana hasil pengujiannya dikatakan layak. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas diimplementasikan guna menilai kestabilan internal instrument pengukuran, yang berarti seberapa stabil instrumen menghasilkan skor yang seragam setiap kali diimplementasikan pada keadan yang sama (Zakariya, 2. CronbachAos alpha dapat dinyatakan apabila nilai melampaui 0,70 (> 0,. , yang mengindikasikan adanya suatu keterkaitan dan juga konsistensi antara indikator dalam mengukur konstruk yang sama (Ghozali, 2. Disajikan dalam table berikut ini: JURNAL ILMIAH PRODUKTIF https://ojs. id/index. php/jip p-ISSN : 2337-7585, e- ISSN 2829-5935 Vol. 14 No. Hal: 1 - 8 Gambar 2. Tabel Uji Reliabilitas Merujuk temuan penelitian dari uji reliabilitas mengindikasikan jika pada variabel Konten Media Sosial (X. E-WOM (X. Kualitas Produk (X. Minat Beli (Y) dengan nilai CronbachAos Alpha (>0,. , sehingga hasil studi tersebut tergolong reliabel. Uji Asumsi Klasik Persamaan Linear Berganda Disajikan tabel hasil analisis regresi linear berganda digunakan guna memperkirakan perubahan suatu variabel dependen yang berdasarkan pada perubahan variabel independen (Sugiyono, 2. Gambar 3. Tabel Coefficients Merujuk tabel tersebut, dilakukanlah persamaan regresi linear berganda: Y = - 0,575 0,310X1 0,147X2 0,314X3 Dari hasil output data di atas menunjukkan bahwa konstanta (-0,. memgindikasikan bahwa tanpa adanya faktor-faktor dari variabel independen, maka nilai variabel dependen dapat tetap stabil di angka -0,575. Nilai koefisien regresi variabel Konten Media Sosial (X. mempunyai nilai yang positif ( ) sejumlah 0,310 yang berarti apabila variabel Konten Media Sosial (X. bertambah, sehingga variabel Y turut bertambah sejumlah 0,310, dan juga sebaliknya. Nilai besaran estimasi pada regresi variabel E-WOM (X. bernilai positif ( ) sejumlah 0,147 yang berarti bila variabel E-WOM (X. bertambah, maka variabel Y turut bertambah sejumlah 0,147, berbanding terbalik. Nilai estimasi regresi variabel Product Quality (X. yang mempunyai nilai positif ( ) sejumlah 0,314 yang mempresentasikan apabila variabel Product Quality (X. bertambah, maka variabel Y turut bertambah sejumlah 0,314, dan juga sebaliknya. Uji Normalitas Uji normalitas diimplementasikan guna menjamin jika data kajian berdistribusi normal, pengujian normalitas penting untuk memeriksa kesesuaian distribusi data dengan distribusi normal. Kolmogorov-Smirnov menilai apakah ada penyimpangan data dari distribusi normal yang signifikan. Data diasumsikan berdistribusi normal bila nilai signifikan . -valu. melampaui 0,05 (Sugiyono. JURNAL ILMIAH PRODUKTIF https://ojs. id/index. php/jip p-ISSN : 2337-7585, e- ISSN 2829-5935 Vol. 14 No. Hal: 1 - 8 Gambar 4. Tabel Uji Normalitas (Kolmogorov Ae Smirno. Berdasarkan tabel temuan studi tersebut, pada uji normalitas melalui metode Kolmogorov Ae Smirnov, menunjukkan hasil dengan nilai signifikansi sejumlah 0,053 . > 0,. , yang menjelaskan jika residual dalam suatu model regresi sudah memenuhi normalitas tersebut. Uji Hipotesis Uji T Uji T merupakan statistik parametrik yang menentukan pengaruh suatu variabel yang independen secara parsial terhadap variabel terpaut di sebuah model regresi. Untuk membuat keputusan, uji T menggunakan nilai siginfikan atau p-value yang bernilai sig. kurang dari 0,05 . = 5 %) (Ghozali, 2. Gambar 5. Tabel Uji T Merujuk output dari tabel tersebut mengindikasikan jika nilai Sig. pada variabel X1 sejumlah 0,003 (< 0,. bisa dirangkum jika variabel X1 berimplikasi signifikan terhadap variabel Y. Hal ini memperkuat penelitian dengan variabel X . onten Marketin. terhadap Y . inat bel. yang berpengaruh secara signifikan oleh temuan dari (Siti & Gumay, 2. yang menjelaskan bahwa Konten Marketing sangat ampuh guna mengoptimalkan suatu minat beli konsumen. Hal ini memperkuat bahwa Konten Marketing atau Konten Media Sosial sangat berperan krusial pada minat beli konsumen. Tetapi, nilai Sig. pada variabel X2 sejumlah 0,124 (> 0,. bisa dirangkum jika variabel X2 tak berimplikasi signifikan pada variabel Y. Hal ini memperkuat penelitian dengan variabel X . WOM) terhadap Y . inat bel. dengan hasil berpengaruh negatif oleh temuan dari (Rahmawati & Nurhadi, 2. yang menjelaskan bahwa informasi berupa ulasan yang tersebar belum tentu berpengaruh pada suatu minat beli konsumen karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebaliknya, nilai Sig. pada variabel X3 sejumlah 0,000 (<0,. bisa dirangkum jika variabel X3 berimplikasi signifikan pada variabel Y Hal ini memperkuat penelitian dengan variabel X (Kualitas Produ. pada Y . inat bel. oleh (Wijaya & Yulianthini, 2. yang mengungkapkan jika kualitas produk berimplikasi positi dan signifikan pada suatu minat beli konsumen. Output ini mencerminkan jika penambahan suatu pandangan konsumen berupa kualitas produk dilihat dari ketahanan, keandalan, dan juga fitur maupun kesesuaian ekspetasi konsumen mendorong adanya peningkatan terhadap minat beli Uji F (Simulta. Uji F digunakan sebagai parameter uji statistik untuk menunjukkan apakah model regresi secara komprehensif layak dan signifikan untuk digunakan, yaitu dengan mengkomparasikan nilai F-hitung JURNAL ILMIAH PRODUKTIF https://ojs. id/index. php/jip p-ISSN : 2337-7585, e- ISSN 2829-5935 Vol. 14 No. Hal: 1 - 8 dengan nilai F- tabel atau mencermati nilai signifikan . -valu. Variabel independen menentukan variabel dependen secara bersamaan, apabila p-value < 0,05 (Ghozali, 2. Gambar 6. Tabel Uji F Merujuk tabel diatas dijelaskan jika model regresi dikonfirmasi FIT jika nilai Sig. (<0,. Temuan studi di atas mengindikasikan nilai Sig. 0,000 (<0,. Bisa dirangkum jika variabel independen yaitu variabel Konten media sosial. E-WOM, dan kualitas produk berimplikasi signifikan secara bersamaan pada variabel dependen. Meskipun secara parsial variable EWOM tidak signifikan, variabel tersebut tetap berperan dalam model regresi ini secara simultan dengan variabel Konten Media Sosial dan variabel kualitas produk. Uji Koefisien Determinasi Nilai R2 dengan rentang antara 0-1, dengan angka yang lebih besar di sekitar 1 mengindikasikan model regresi yang mejelaskan variabel dependen dengan lebih baik. Nilai Adjusted R2 digunakan untuk mengoreksi R2 pada model yang memiliki banyak variabel independen agar tidak over-estimasi (Sugiyono, 2. Gambar 7. Tabel Uji Determinasi Merujuk pada tabel temuan dari uji determinasi diatas, nilai R Square sejumlah 0,786 mengindikasikan jika variabel independen secara simultan mampu menjabarkan 78,6% dari variasi dependen, sedangkan 21,4% sisanya dipicu oleh faktor yang ada di luar jangkauan kajian ini. Sementara untuk nilai Adjusted R Square yang bernilai sejumlah 0,779 menjabarkan jika sesudah dilakukannya penyesuaian terhadap jumlah variabel independen, model tetap akan memiliki kemampuan yang baik dalam 77,9% variasi minat beli. SIMPULAN Studi ini ditujukan guna menelaah pengaruh dari Konten Media Sosial. E-WOM, dan Product Quality pada suatu minat beli konsumen Kantilan Food. Hasil analisis mengindikasikan jika secara parsial variabel Konten Media Sosial berimplikasi secara positif pada tingkat signifikan terhadap suatu minat beli konsumen, diindikasikan dengan temuan uji T yang bernilai signifkasi 0,003 lebih kecil dari standar signifikansi sejumlah 0,05 (< 0,. Sebaliknya, pada variabel E-WOM tidak mengindikasikan pengaruh yang signifikan pada suatu minat beli konsumen, kondisi ini diindikasikan dengan temuan uji T dengan nilai signifikasi sejumlah 0,124 melampaui nilai standar signifikansi 0,05 (> 0,. Akan tetapi, pada variabel Product Quality menghasilkan dampak yang positif serta signifikan terhadap suatu minat beli konsumen. Maka dari itu, turut diindikasikan juga temuan uji T yang bernilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari yang ditetapkan yakni 0,05 (< 0,. Dalam bentuk simultan. Social Media Marketing Content. E-WOM, dan kualitas produk sangat berimplikasi secara signifikan terhadap minat beli konsumen di Kantilan Food yang ditunjukkan melalui hasil uji F dengan nilai signifikansi sejumlah 0,000 lebih kecil dari nilai standar signifikansi 0,05 (< 0,. Studi ini mengindikasikan jika kualitas produk dan strategi konten media sosial jadi faktor utama dalam mengoptimalkan suatu minat beli terhadap konsumen di Kantilan Food. JURNAL ILMIAH PRODUKTIF https://ojs. id/index. php/jip p-ISSN : 2337-7585, e- ISSN 2829-5935 Vol. 14 No. Hal: 1 - 8 DAFTAR PUSTAKA