Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi e-ISSN: 2461-0585 PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN SUBSEKTOR BATU BARA Aspita Eka Rosweni Sinambela eka@gmail. Sugeng Praptoyo Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya ABSTRACT This research examines the effect of financial performance on stock returns at Coal Mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2020 to 2023. The research applies quantitatively. Furthermore, the data were secondary. The data collection technique used was purposive sampling. In line with that, there were 18 samples with 72 data observations. Moreover, the data analysis technique used was multiple linear regression with SPSS (Statistical Package for Social Science. The liquidity, which was referred to as the Current Ratio (CR), has a negative significant effect on stock return at Coal Mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Likewise, solvability,that referred to as Debt to Equity Ratio (DER), has a negative significant effect on stock return. at Coal Mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Similarly, the activity referred to as Total Assets Turnover (TATO) has a negative significant effect on stock return at Coal Mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) In addition, profitability, that referred to as Net Profit Margin (NPM), has a positive significant effect on stock return at Coal Mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Keyword: liquidity, solvability, activity, profitability, and stock return ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020 sampai 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data penelitian yang digunakan adalah data sekunder. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah menggunakan metode purposive sampling, dari metode tersebut diperoleh sebanyak 18 sampel perusahaan dengan total 72 data observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan metode analisis regresi berganda, diolah dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Rasio likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, rasio solvabilitas yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, dan rasio aktivitas yang diproksikan dengan Total Assets Turn Over (TATO) berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham serta rasio profitabilitas yang diroksikan dengan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Kata kunci: likuiditas, solvabilitas, aktivitas, profitabilitas, return saham PENDAHULUAN Pada dasarnya, seorang investor melakukan investasi dengan harapan agar investasinya dapat memberikan tingkat pengembalian yang diharapkan. Investasi di bursa efek merupakan jenis investasi dengan risiko relatif tinggi meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif besar. Dalam konteks investasi, keuntungan yang diharapkan tersebut sering disebut dengan return. Tingkat keuntungan . merupakan rasio antara pendapatan investasi selama beberapa periode dengan jumlah dana yang diinvestasikan. Melihat perkembangan dari pasar modal yang terus berfluktuasi, investasi dalam bentuk saham menjanjikan keuntungan sekaligus risiko. Semakin tinggi return yang diharapkan, maka semakin tinggi pula peluang risiko yang akan terjadi . igh risk high retur. Fluktuasi return saham ini juga dialami oleh berbagai macam jenis saham , salah satunya adalah sektor Sektor ini merupakan sektor yang diunggulkan karena Indonesia merupakan Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo negara yang kaya akan tambang dan salah satu pengekspor tambang terbesar (Simorangkir. Oleh karena itu, pergerakan yang terjadi pada harga saham sangat terlihat jelas dalam fluktuasi return saham yang dipilih oleh investor . Sehingga, setiap investor harus melakukan analisis yang tepat agar risiko yang tidak diharapkan dapat diminimalisir. Analisis yang dapat dilakukan oleh investor sebelum melakukan keputusan investasi antara lain analisis teknikal dan fundamental. Analisis teknikal merupakan metode yang lebih dipengaruhi oleh faktor psikologi investor dalam menentukan pergerakan harga saham. Sedangkan pada analisis fundamental informasi mendalam terkait kinerja perusahaan menjadi dasar dalam melihat peluang dalam Analisis fundamental berfokus pada rasio keuangan dan kejadian-kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan informasi keuangan perusahaan yang berfokus pada laporan keuangan sebagai salah satu parameter yang bisa digunakan dalam memperkirakan return Diharapkan dengan semakin baiknya kinerja keuangan suatu perusahaan maka harga saham juga akan meningkat dan memberikan return yang tinggi untuk investor. Dalam menganalisis kinerja keuangan penelitian ini menggunakan beberapa rasio keuangan di antaranya rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas. Rasio Likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek yang berupa hutanghutang jangka pendek, dalam rasio likuiditas penelitian ini menggunakan Current Ratio (Rasio Lanca. sebagai variabel independen. Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan yang berupa hutang-hutang, dalam rasio solvabilitas penelitian ini menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) sebagai variabel independen. Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola aset perusahaan, dalam rasio aktivitas penelitian ini menggunakan Total Assets Turn Over (TATO) sebagai variabel Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi menghasilkan laba, dan dalam rasio profitabilitas penelitian ini menggunakan Net Profit Margin (NPM) sebagai variabel independen. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, rumusan masalah yang dapat diangkat adalah sebagai berikut: . Apakah current ratio berpengaruh terhadap return saham?, . Apakah debt to equity ratio berpengaruh terhadap return saham?, . Apakah total assets turn over berpengaruh terhadap return saham?, . Apakah net profit margin berpengaruh terhadap return saham? Berdasarkan rumusan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh current ratio terhadap nilai perusahaan, . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh debt to equity ratio terhadap return saham, . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh total assets turn over terhadap return saham, . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh net profit margin terhadap return saham TINJAUAN TEORITIS Teori Sinyal (Signalling Theor. Menurut Purba . 3 : . menjelaskan bahwa teori sinyal pertama kali dikemukakan oleh Spence . , teori sinyal menjelaskan bahwa pihak pengirim . emilik informas. memberikan suatu isyarat atau sinyal berupa informasi yang mencerminkan kondisi suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pihak penerima . Teori sinyal atau signalling theory adalah suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberi petunjuk kepada investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Sinyal yang diberikan oleh perusahaan ini akan membantu pihak eksternal untuk melihat kinerja keuangan pada suatu perusahaan, yang akan dijadikan bahan pertimbangan dalam Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 mengambil keputusan untuk berinvestasi atau tidak pada suatu perusahaan atau entitas. Informasi yang diterima oleh investor dapat berupa sinyal yang baik atau sinyal yang buruk. Opini Wajar Tanpa Pengecualian Menurut Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) opini wajar tanpa pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Opini wajar tanpa pengecualian merupakan opini yang diberikan oleh auditor eksternal yang menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pasar Modal (Capital Marke. Pasar modal . apital marke. adalah pasar yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan yang memerlukan dana jangka panjang, baik surat utang . , ekuitas . , reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain dan sebagai sarana bagi kegiatan Pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli instrumen keuangan jangka panjang dan kegiatan terkait lainnya. Pasar modal juga dapat dijadikan sebagai tempat perdagangan efek yang telah dilakukan secara terorganisir Yuliati et . Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian di Indonesia karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari investor. Kedua, pasar modal dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan. Investasi Menurut Yuliati et al. Investasi merupakan pengorbanan yang dilakukan pada saat ini guna mengharapkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi dilakukan karena didasari oleh adanya kebutuhan masa depan atau kebutuhan saat ini yang belum mampu untuk dipenuhi. Investasi merupakan kegiatan menempatkan sejumlah dana selama periode tertentu dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dan meningkatkan nilai investasi di masa yang akan Untuk melakukan investasi di pasar modal diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk menganalisis efekAeefek mana yang akan dibeli dan mana yang akan dijual serta mana yang tetap dimiliki. Sebagai investor harus rasional dalam menghadapi pasar modal dan melakukan perkiraan tentang berapa tingkat penghasilan yang diharapkan dari investasi tersebut untuk periode tertentu di masa yang akan datang (Wardani, 2. Return Saham Return adalah hasil . euntungan atau kerugia. yang diperoleh dari suatu investasi Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasian yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang Hermuningsih et al. Return saham adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor ketika menanamkan modalnya pada suatu saham di perusahaan tertentu . Adapun return saham terdiri dari capital gain dan dividen. Capital gain adalah selisih harga beli dan harga jual dari suatu saham. Sedangkan dividen adalah imbal hasil perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang sahamnya Qotimah et al. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan sebuah gambaran mengenai pencapaian dalam aktivitas perusahaan yang telah dicapai dan dilakukan. Kinerja keuangan dapat difungsikan menjadi sebuah alat analisis dalam pengukuran perkembangan suatu perusahaan dan untuk mengetahui apakah kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan telah sesuai dengan aturan Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo Rafi et al. Beaver . dalam Rahayu . menyatakan bahwa tujuan kinerja keuangan perusahaan adalah untuk melakukan perbaikan diatas kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain, untuk memperlihatkan kepada penanam modal atau masyarakat bahwa perusahaan memiliki kredibilitas yang baik. Analisis Rasio Keuangan Kinerja keuangan dapat diukur dengan salah satu cara yaitu menggunakan analisis rasio Analisis rasio keuangan adalah alat analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan perbandingan pos-pos yang terdapat pada laporan keuangan. Pada umumnya analisis rasio keuangan yang biasa digunakan yaitu: rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Jauhary et al. yang menguji dengan menggunakan variabel dependen yaitu Return Saham, variabel independen adalah Total Assets Turn Over (TATO). Current Ratio (CR). Pertumbuhan Laba, dan ukuran perusahaan (SIZE). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan Total Assets Turn Over (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Current Ratio (CR) berengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Pertumbuhan Laba berpengaruh positif dan signifikan terhada return saham dan ukuran perusahaan (SIZE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Penelitian yang dilakukan oleh Simorangkir . yang menguji dengan menggunakan variabel dependen yaitu Return Saham, variabel independen adalah Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Return On Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham dan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Penelitian yang dilakukan oleh Aditya dan Nursito . yang menguji dengan menggunakan variabel dependen yaitu Return Saham, variabel independen adalah Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham. Return on Equity (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap return saham serta Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Equity (ROE) secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Return Saham. Penelitian yang dilakukan oleh Purnama et al. yang menguji dengan menggunakan variabel dependen yaitu Return Saham, variabel independen adalah Return on Equity (ROE). Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Total Asset Turn Over (TATO). Price Earning Ratio (PER), dan Kebijakan Dividen (KD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap return saham. Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap return saham. Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap return saham. Total Asset Turn Over (TATO) berpengaruh positif terhadap return saham. Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh terhadap return saham. Kebijakan Dividen (KD) tidak berpengaruh terhadap return saham. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Rerangka Konseptual Likuiditas (Current Rati. Solvabilitas (Debt to Equity Rati. Return Saham Aktivitas (Total Assets Turn Ove. Profitabilitas (Net Profit Margi. Gambar 1 Rerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Pengaruh Current Ratio terhadap Return Saham Current Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan aset Semakin tinggi current ratio menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan mudah, yang dapat membawa rasa percaya diri kepada investor dan berdampak positif terhadap harga saham sehingga dapat meningkatkan keuntungan dan return saham. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Adytia dan Nursito . current ratio berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat dibuat adalah sebagai berikut: H1: Current Ratio berpengaruh positif terhadap return saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham Total Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh kreditur dibandingkan dengan equity. Rasio ini dapat dicari dengan membandingkan antara seluruh utang dengan seluruh ekuitas. Semakin rendah Total Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan semakin kuat keuangan perusahaan yang berarti jumlah utang lebih kecil dibandingkan ekuitas. Akan tetapi jika Total Debt to Equity Ratio (DER) tinggi akan berdampak buruk terhadap kinerja perusahaan, hal ini dikarenakan tingkat utang yang dimiliki perusahaan semakin tinggi sehingga beban bunga perusahaan akan semakin meningkat, dan dapat mengurangi keuntungan perusahaan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Rois et al. menyatakan bahwa Total Debt To Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat dibuat adalah sebagai berikut: H2: Total Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap return saham. Pengaruh Total Assets Turn Over terhadap Return Saham Total Assets Turn Over atau perputaran aset digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan secara keseluruhan dari penggunaan aset. Total Assets Turn Over merupakan dana yang tertanam dalam keseluruhan aset yang berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya. Semakin efisien dalam penggunaan aset, maka akan semakin cepat juga pengembalian dana yang berupa kas. Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo Apabila rasio Total Assets Turn Over rendah, maka bisa diindikasikan bahwa perusahaan itu tidak beroperasi pada volume yang memadai bagi investasinya. Hasil penelitian Jauhary et al. menyatakan bahwa Total Assets Turn Over berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat dibuat adalah sebagai berikut: H3: Total Assets Turn Over berpengaruh positif terhadap return saham. Pengaruh Net Profit Margin terhadap Return Saham Net Profit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak. Rasio ini menunjukkan berapa besar persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar Net Profit Margin, maka kinerja keuangan perusahaan akan semakin produktif, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Hasil penelitian Simorangkir . menyatakan bahwa Net Profit Margin berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat dibuat adalah sebagai berikut: H4: Net Profit Margin berpengaruh positif terhadap return saham. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi (Obje. Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang berupa perhitungan menggunakan angka-angka dalam memproses data yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan sumber data pada laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder sebagai sumber data yang digunakan dalam penelitian. Data sekunder tersebut diperoleh melalui website: w. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono dan Setiyawami, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode pengamatan selama empat tahun, dengan jumlah 42 perusahaan pada tahun 2020-2023 yang memiliki karakteristik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan yang akan dilakukan. Adapun kriteria yang ditentukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: . Perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan tahun 2020-2023, . Perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang laoran keuangannya tidak mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian selama periode 2020-2023, . Perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang laporan tahunannya tidak lengkap diperoleh peneliti di IDX dan GIBEI STIESIA selama periode 2020-2023, . Perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang tidak mendapatkan laba bersih berturut-turut lebih dari dua tahun selama periode 2020-2023. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan usaha untuk memperoleh data yang dibutuhkan sendiri. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Metode dokumentasi dilakukan dengan cara menyalin dan mengarsip data-data dari sumber yang Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 tersedia yaitu berupa data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekumpulan data sekunder dimana data ini tidak diperoleh langsung dari perusahaan yang akan diteliti namun melibatkan pihak lain seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) data yang diperoleh berupa laporan keuangan tahunan perusahaan pertambangan subsektor batu bara selama periode tahun 2020-2023. Variabel dan Definisi Operasional Variabel Variabel Dependen Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen. Return saham merupakan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini. Return adalah suatu hasil yang diperoleh dari Return ini dapat berupa return realisasian yang sudah terjadi atau return ekspektasian yang belum terjadi tetapi diharapkan pada masa mendatang. Return merupakan salah satu aspek yang mendorong investor untuk berinvestasi. Setiap investasi yang memiliki tingkat pengembalian yang tinggi juga akan memiliki tingkat risiko yang tinggi. Pengukuran terhadap return saham dilakukan dengan menggunakan return total, yang dimana konsepnya adalah membandingkan harga saham pada periode sekarang dengan periode tertentu. Oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan Return Saham, adapun rumus untuk menghitung return saham menurut Jogiyanto . sebagai berikut: Return Saham = Pt -(Pt-. (Pt - . Variabel Independen Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab terjadinya perubahan dan dapat memiliki arah pengaruh positif maupun negatif pada variabel dependen atau variabel terikat. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Current Ratio Current Ratio (CR) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan aset lancar. Rumus untuk menghitung current ratio (CR) menurut Kasmir . sebagai berikut: Current Ratio = Aset Lancar x 100% Liabilitas Lancar Debt to Equity Rasio Debt to Equity Ratio (DER) merupakan suatu rasio keuangan yang membandingkan antara jumlah utang dengan jumlah ekuitas. Debt to Equity Ratio (DER) adalah salah satu alat yang digunakan investor untuk menilai risiko dan keuangan perusahaan. Semakin tinggi rasio DER yang akan digunakan oleh perusahaan maka semakin tinggi nilai perusahaan dan harga saham yang dimilikinya. Tingkat hutang yang mencapai tingkat maksimal jika dikelola dengan baik oleh perusahaan dapat membuat nilai perusahaan juga akan mengalami peningkatan, dan begitupun sebaliknya. Rumus untuk menghitung Debt to Equity Ratio (DER) menurut Kasmir . sebagai berikut: Debt to Equity Ratio= Total Liabilitas x 100% Total Ekuitas Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo Total Assets Turn Over Total Assets Turn Over merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat perputaran total aset terhadap penjualan perusahaan. Rumus untuk menghitung total assets turn over (TATO) menurut Kasmir . sebagai Total Assets Turn Over = Penjualan x 100% Total Aset Net Profit Margin Net Profit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung laba bersih perusahaan dari aktivitas penjualan yang dihasilkan sesuai dengan periode yang telah Rumus untuk menghitung net profit margin (NPM) menurut Kasmir . sebagai berikut: Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) x 100% Penjualan Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan suatu cara untuk memproses data mentah menjadi Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik yang diolah menggunakan aplikasi atau program komputer yaitu SPSS. SPSS adalah kepanjangan dari Statistical Package for Social Sciences yaitu software yang berfungsi untuk menganalisis data, melakukan perhitungan statistik baik untuk statistik parametrik maupun nonparametrik dengan basis windows serta akan melakukan uji regresi untuk mengetahui dampak kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan pertambangan subsektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode tahun 2020-2023. Statistik Deskriptif Menurut Ghozali . Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness . emencengan distribus. Statistik deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik nonparametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Data dikatakan normal apabila mempunyai tingkat signifikan lebih besar atau sama dengan nilai dari toleransi kesalahan yang ditentukan, sebesar 5% atau 0,05 dan sebaliknya jika nilai signifikan < dari 5% atau 0,05 maka data dikatakan tidak berdistribusi normal. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 . Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena residual . esalahan pengangg. tidak bebas dari satu observasi ke observasi Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi (Ghozali, 2. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Untuk menguji keberadaan autokorelasi digunakan uji statistik Durbin-Waston . ji DW) dengan ketentuan yang ditunjukkan sebagai berikut: . Angka D-W dibawah negatif (-) 2, yang artinya terdapat autokorelasi positif, . Angka D-W diantara negatif (-) 2 sampai dengan posistif ( ) 2, maka tidak terdapat autokorelasi, . Angka D-W diatas posistif ( ) 2, yang artinya terdapat autokorelasi negatif. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol (Ghozali, 2. Multikolinearitas dapat dilihat dengan cara menganalisis nilai VIF (Varinace Inflation Facto. , yaitu dengan nilai VIF tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0,1 maka model tersebut dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskesdatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Kebanyakan data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran . ecil, sedang dan besa. (Ghozali, 2. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Berikut ini merupakan cara pengambilan keputusan yang digunakan dalam pengujian ini: . Jika nilai probabilitas < 0. 05, maka terdapat heteroskedastisitas, . Jika nilai probabilitas > 0. 05, maka tidak terdapat heteroskedastisitas. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda menggambarkan pengaruh antara dua atau lebih variabel independen dan variabel dependen dan untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen dan variabel dependen. Pengujian ini dilakukan terhadap hipotesis setelah memastikan bahwa model regresi yang digunakan untuk memenuhi asumsi klasik. Hal ini bertujuan agar hasil penelitian dapat diinterpretasikan dengan tepat dan efisien. Menurut Syafira dan Asyik . pada model 1 penelitian ini dapat dikembangkan model regresi berganda sebagai berikut: RI = 1CR 2DER 3TATO 4NPM e Keterangan: = Return Saham = Konstanta = Current Ratio DER = Debt to Equity Ratio TATO = Total Assets Turn Over NPM = Net Profit Margin Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo = Koefisien Regresi masing-masing Variabel = error term, yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Secara umum koefisien determinasi untuk data silang . relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtun waktu . ime serie. biasanya mempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi (Ghozali, 2. Uji Kelayakan Model (Uji F) Uji F atau yang sering disebut goodness of fit . ji kelayakan mode. bertujuan untuk menguji apakah data semua variabel independen . yang dimasukkan kedalam model regresi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen . dan dinyatakan layak untuk digunakan atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikan sebesar 0,05 (-5%). Menurut Ghozali . menyatakan untuk menguji hipotesis ini digunakan statistika F dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika hasil uji F menyatakan nilai signifikan sebesar O 0,05 maka model penelitian dapat dikatakan layak, . Apabila hasil nilai F > 0,05 maka model penelitian menunjukkan bahwa tidak layak dan tidak dapat dipergunakan dalam penelitian selanjutnya. Uji Hipotesis (Uji . Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Jika nilai signifikansi lebih besar dari maka hipotesis ditolak . oefisien regresi tidak signifika. , yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari maka hipotesis diterima . oefisien regresi signifika. , berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Cara melakukan uji t adalah sebagai berikut: . Apabila nilai t signifikan menyatakan t > 0,05 maka H0 ditolak, yang artinya bahwa variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen, . Apabila nilai t signifikan menyatakan t O 0,05 maka H0 diterima, yang artinya terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif adalah metode statistik yang digunakan untuk mendeskripsikan, menggambarkan, dan merangkum data secara ringkas. Dalam analisis ini mencakup ukuran pemusatan seperti min . ilai terenda. , max . ilai tertingg. , mean . , dan standart deviation . tandar devias. Hasil analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Analisis Statistik Deskriptif DER TATO Minimum Maximum Mean Std. Deviation Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 NPM Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Hasil output SPSS . Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji statistik non parametrik one sample kolmogorov smirnov test. Dasar keputusan dalam uji ini apabila nilai signifikansi 0,05 maka data dapat disimpulkan berdistribusi normal, sebaliknya apabila dalam uji ini nilai signifikansi < 0,05 maka data dapat disimpulkan tidak berdistribusi normal. Berikut hasil uji statistik non parametrik one sample kolmogorov smirnov test setelah outlier: Tabel 2 Hasil Uji Normalitas data sesudah outlier One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Residual Sumber: Hasil output SPSS . Analisis grafik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu grafik normal probability plot. Hasil uji normalitas dengan grafik normal probability plot sebagai berikut: Gambar 2 Grafik Probability plot Berdasarkan hasil grafik pada gambar 2 menunjukkan bahwa penyebaran data mendekati garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Maka dapat disimpulkan bahwa data telah terdistribusi dengan normal dan memenuhi asumsi uji normalitas sehingga dapat dilakukan pengujian selanjutnya. Uji Autokorelasi Untuk mengetahui apakah terjadi autokorelasi, dapat menggunakan metode uji Durbin Watson (DW tes. Uji autokorelasi adalah uji yang bertujuan untuk menentukan apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Dasar keputusan dalam uji autokorelasi yaitu apabila nilai DW berada diantara -2 sampai dengan 2 menunjukkan Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model. Hasil uji Durbin Watson (DW tes. dalam penelitian ini sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson Model Sumber: Hasil output SPSS . Berdasarkan hasil uji Durbin Watson (DW tes. pada tabel 3 menunjukkan bahwa nilai uji Durbin Watson (DW tes. sebesar 1,149 yang berarti nilai tersebut telah memenuhi kriteria uji yaitu -2 < 1,149 < 2 yang artinya dalam model tidak terjadi autokorelasi. Uji Multikolinearitas Dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Apabila nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10 maka data dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas. Sebaliknya, apabila nilai tolerance O 0,10 dan nilai VIF Ou 10 maka data dapat dikatakan terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas data pada penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 4 Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Tolerance VIF Model (Constan. DER TATO NPM Sumber: Hasil output SPSS . Dari hasil uji multikolinearitas pada tabel 4 menunjukkan nilai tolerance dari masingmasing variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 dengan rincian nilai tolerance dan VIF dari variabel CR masing-masing sebesar 0,951 dan 1,052, nilai tolerance dan VIF dari variabel DER masing-masing sebesar 0,982 dan 1,018, nilai tolerance dan VIF dari variabel TATO masing-masing sebesar 0,993 dan 1,007 dan nilai tolerance dan VIF dari variabel NPM masing-masing sebesar 0,960 dan 1,041. Dari hasil uji multikolinearitas tersebut menunjukkan bahwa dari seluruh variabel independen memiliki nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas pada model regresi. Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dengan grafik scatterplot dalam penelitian ini sebagai Gambar 3 Grafik Scatterplot Sumber: Hasil output SPSS Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Berdasarkan hasil grafik scatterplot pada gambar 3 menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model ini bebas dari masalah heteroskedastisitas. Selain grafik diatas berikut dari hasil uji harvey pada nodel penelitian ini sebagai berikut: Tabel 5 Hasil uji Heteroskedastisitas melalui Uji Harvey Heteroskedasticity Test: Harvey Null hypothesis: Homoskedasticity F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber: Hasil output SPSS . Berdasarkan hasil pengujian harvey heteroskedastisitas dalam tabel tersebut, menunjukkan bahwa nilai probabilitas chi square pada Obs R-Square yaitu sebesar 0,0716 lebih besar dari tingkat Hal tersebut menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi asumsi klasik heteroskedastisitas dan dapat digunakan untuk uji regresi. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi linier berganda merupakan analisis yang digunakan untuk menguji pengaruh antar variabel independen yang berjumlah lebih dari satu yaitu current ratio (CR), debt to equity ratio (DER), total assets turn over (TATO) dan net profit margin (NPM) terhadap variabel dependen yaitu return saham. Dari hasil regresi linier berganda ini juga untuk mengetahui apakah hipotesis penelitian dapat diterima atau ditolak. Untuk hasil regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel 6, sebagai berikut: Tabel 6 Hasil Uji Moderated Regression Analysis Model Unstandardized Coefficients (Constan. DER TATO NPM 854E-005 Sumber: Hasil output SPSS . Berdasarkan hasil pada tabel 6 dalam penelitian ini dapat dikembangkan persamaan model regresi linier berganda sebagai berikut: RI = 1CR 2DER 3TATO 4NPM e RI = 0,005 Ae 0,001 CR Ae 0,0000685 DER Ae 0,002 TATO 0,001 NPM e Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi memiliki rentang 0 dan 1. Apabila nilai R2 mendekati 0 atau lebih kecil dari 0 maka, variabel independen memiliki pengaruh yang kecil terhadap variabel dependen dan mengindikasi bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen Sebaliknya. Apabila nilai RA mendekati 1 maka, variabel independen memiliki pengaruh yang besar terhadap variabel dependen dan model regresi dianggap layak digunakan dalam Hasil uji koefisien determinasi (R. dalam penelitian ini sebagai berikut: Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Square Sumber: Hasil output SPSS . Std. Error of the Estimate Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R. pada tabel 7 menunjukkan nilai R square sebesar 0,876 yang berarti menunjukkan bahwa variabel independen current ratio (CR) debt to equity ratio (DER), total assets turn over (TATO) dan net profit margin (NPM) dapat menjelaskan variabel dependen yaitu return saham sebesar 87,6% dan sisanya 12,4% dijelaskan oleh variabel lainnya diluar model yang tidak termasuk di dalam penelitian ini. Uji Kelayakan Model (Uji F) Menurut Dewi dan Asyik . dalam melakukan uji kelayakan model dengan uji F pada tingkat sebesar 5%. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka model penelitian yang digunakan tidak layak. Sebaliknya jika nilai signifikansi O 0,05 maka model penelitian yang digunakan Hasil uji F dalam penelitian ini sebagai berikut: Tabel 8 Hasil Uji F ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Sumber: Hasil output SPSS . Berdasarkan dari hasil uji F pada tabel 8 dengan nilai F sebesar 116,044 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa penelitian ini dapat dilanjutkan dan model regresi yang digunakan layak. Uji Hipotesis (Uji . Dasar yang digunakan dalam pengambilan keputusan uji t yaitu apabila nilai signifikansi menyatakan t O 0,05 maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen yang artinya hipotesis diterima. Sedangkan apabila nilai signifikansi menyatakan t > 0,05 maka variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen yang artinya hipotesis ditolak. Hasil uji t dalam penelitian ini sebagai berikut: Tabel 9 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. DER TATO NPM 854E-005 Sig. Sumber: Hasil ouput SPSS . Berdasarkan hasil uji t pada tabel 9 dapat disimpulkan sebagai berikut: . Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap return saham dalam tabel 9 menghasilkan nilai koefisien sebesar -0,001 dan nilai t hitung sebesar -14,676 serta nilai signifikansi sebesar 0,000. Dari nilai tersebut menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, yang dimana nilai sig. 0,000 < 0,05 sehingga H1 ditolak, . Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham dalam tabel 9 menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,0000685 dan nilai t hitung sebesar 2,064 serta nilai signifikansi sebesar 0,043. Dari nilai tersebut menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, yang dimana nilai sig. 0,043 < 0,05 sehingga H2 ditolak, . Pengaruh Total Assets Turn Over (TATO) terhadap return saham dalam tabel 9 menghasilkan nilai Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 koefisien sebesar -0,002 dan nilai t hitung sebesar -15,864 serta nilai signifikansi sebesar 0,000. Dari nilai tersebut menunjukkan bahwa Total Assets Turn Over (TATO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, yang dimana nilai sig. 0,000 < 0,005 sehingga H3 ditolak, . Pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap return saham dalam tabel 9 menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,001 dan nilai t hitung sebesar 2,052 serta nilai signifikansi sebesar 0,044. Dari nilai tersebut menunjukkan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, yang dimana nilai sig. 0,044 < 0,05 sehingga H4 diterima. Pembahasan Pengaruh Current Ratio terhadap Return Saham Hasil analisis uji regresi dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa likuiditas yang diproksikan dengan curret ratio (CR) berpengaruh negatif terhadap return saham. current ratio yang terlalu tinggi bisa menjadi sinyal negatif bagi investor, karena menunjukkan kemungkinan bahwa pengelolaan aset yang tidak efisien dan kurangnya peluang investasi yang menguntungkan. Berkaitan dengan teori sinyal maka sinyal negatif ini dapat menyebabkan investor menurunkan ekspektasi terhadap kinerja saham perusahaan, sehingga return saham pun menurun. Berikut adalah grafik rata-rata dari curret ratio terhadap return saham pada perusahaan pertambangan subsektor batu bara periode tahun 2020-2023 sebagai berikut: 2,50 2,34 2,36 2,21 2,07 2,00 1,50 1,00 0,50 0,00295 0,00212 0,00155 0,00206 Gambar 4 Grafik nilai rata-rata Curret Ratio terhadap nilai perusahaan Sumber: Data Lampiran . Berdasarkan grafik pada gambar 4 di atas menunjukkan nilai rata-rata dari curret ratio pada setiap tahun mengalami gejala yang menunjukkan naik turun atau mengalami fluktuasi. Menurut Kasmir . standar industri untuk Current Ratio (CR) yang cukup baik atau memuaskan bagi suatu perusahaan adalah 200%, dimana semakin tinggi nilai CR suatu perusahaan maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut. Berdasarkan pada tabel 5 analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata . CR sebesar 2. 26323944 atau 226,323944%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata . CR masih diatas standar industri sehingga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang cukup baik yaitu memiliki lebih banyak aset lancar dibandingkan dengan kewajiban jangka pendeknya sehingga kinerja perusahaan dinilai dalam kategori yang baik. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara current ratio terhadap return saham dengan arah pengaruh yang negatif. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuniarti . yang menyatakan bahwa current ratio berpengaruh negatif terhadap return saham. Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham Rasio solvabilitas yang diproksikan dengan menggunakan debt to equity ratio (DER) merupakan ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi struktur modal perusahaan. Rasio ini akan memberikan gambaran terhadap perusahaan mengenai seberapa besar perusahaan dalam memanfaatkan hutang dibandingkan dengan ekuitas. Tingkat rasio DER yang rendah menunjukkan proporsi perusahaan yang lebih besar diperoleh dari ekuitas, sedangkan tingkat rasio DER yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan lebih banyak hutang dibandingkan dengan ekuitas. Berikut adalah grafik rata-rata dari debt to equity ratio terhadap return saham pada perusahaan pertambangan subsektor batu bara periode tahun 2020-2023 sebagai berikut: 1,30 1,40 1,13 1,20 1,12 1,00 0,80 0,60 0,40 0,20 0,00295 0,00212 0,00155 0,00206 DER Gambar 5 Grafik nilai rata-rata Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham Sumber: Data Lampiran . Selama tahun 2020 sampai dengan tahun 2023 nilai rata-rata DER mengalami peningkatan dan penurunan. Menurut Kasmir . menyatakan bahwa standar industri untuk Debt to Equity Ratio (DER) ditetapkan sebesar 90%. Semakin tinggi nilai DER suatu perusahaan yang lebih dari standar industri maka dinilai kurang baik, sehingga nilai DER yang baik yaitu kurang dari standar industri. Berdasarkan pada tabel 1 analisis statistik deskriptif, nilai ratarata . DER sebesar 0,73915493 atau 73,915493%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ratarata . DER berada di bawah standar industri yang ditetapkan sehingga menandakan bahwa kinerja perusahaan dinilai dalam kategori yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuniarti . yang menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap return saham. Pengaruh Total Assets Turn Over terhadap Return Saham Hasil analisis uji regresi dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa rasio aktivitas yang diproksikan dengan total assets turn over (TATO) berpengaruh negatif terhadap return Berikut adalah grafik rata-rata dari total assets turn over terhadap return saham pada perusahaan pertambangan subsektor bartu bara periode tahun 2020-2023 dapat dilihat pada Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 1,20 1,00 0,80 1,05 0,77 0,87 0,94 0,60 0,40 0,20 0,00295 0,00212 0,00155 0,00206 TATO Gambar 6 Grafik nilai rata-rata total assets turn over terhadap return saham Sumber: Data Lampiran . Berdasarkan grafik pada gambar 6 di atas menunjukkan nilai rata-rata dari total assets turn over pada setiap tahun mengalami gejala yang menunjukkan naik turun atau mengalami Menurut Murhadi . menyatakan bahwa standar industri untuk rasio total assets turn over adalah mendekati 1. Maka dapat disimpulkan jika rasio total assets turn over mendekati satu kali dalam satu tahun maka dapat dikatakan rasio di perusahaan telah beroperasi dengan baik atau perusahaan dapat menggunakan asetnya secara efisien. Berdasarkan pada tabel analisis statistik deskriptif, nilai rata-rata . TATO sebesar 0,89507042 kali. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata . TATO mendekati satu kali artinya rata-rata TATO dari keseluruhan tahun sudah cukup baik sehingga perusahaan telah mampu memanfaatkan asetnya sedikit mungkin untuk menghasilkan keuntungan yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Juliani et al. yang menyatakan bahwa total assets turn over berpengaruh negatif terhadap return saham. Pengaruh Net Profit Margin terhadap Return Saham Hasil analisis uji regresi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan net profit margin (NPM) berpengaruh positif terhadap return saham. Berikut adalah grafik rata-rata dari net profit margin terhadap return saham pada perusahaan pertambangan subsektor batu bara periode tahun 20220-2023 sebagai berikut: 0,24 0,25 0,21 0,20 0,15 0,16 0,13 0,10 0,05 0,00295 0,00212 0,00155 0,00206 NPM Gambar 7 Grafik nilai rata-rata net profit margin terhadap return saham Sumber: Data Lampiran . Pengaruh Kinerja Keuangan. Aspita Eka Rosweni Sinambela. Sugeng Praptoyo Berdasarkan Bank Indonesia . menyatakan bahwa standar Net Profit Margin (NPM) yang baik adalah sebesar 5%. Maka semakin tinggi Net Profit Margin (NPM) perusahaan maka semakin baik kinerja perusahaan. Berdasarkan pada tabel 1 analisis statistik deskriptif, nilai rata-rata . NPM sebesar 0,18591549 atau 18,591549%. Hal ini menunjukkan nilai rata-rata . NPM jauh diatas standar yang telah ditetapkan Bank Indonesia sehingga menunjukkan indikasi perusahaan yang efektif dalam menghasilkan laba bersih dari total penjualan sehingga kinerja perusahaan dinilai dalam kategori yang baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Simorangkir . yang menyatakan bahwa net profit margin berpengaruh positif terhadap return saham. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan dengan sebagai berikut: . Rasio likuiditas yang diproksikan dengan menggunakan current ratio (CR) menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, . Rasio solvabilitas yang diproksikan dengan menggunakan debt to equity ratio (DER) menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, . Rasio aktivitas yang diproksikan dengan menggunakan total assets turn over (TATO) menunjukkan bahwa total assets turn over berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, . menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, . Rasio profitabilitas yang diproksikan dengan menggunakan net profit margin (NPM) menunjukkan bahwa net profit margin berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Keterbatasan Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, antara lain: . Pada penelitian ini diperlukan adanya outlier sebanyak 1 data dikarenakan data yang digunakan tidak normal sehingga perlu adanya outlier 1 data agar data yang tidak normal menjadi normal, . Terdapat 24 data yang tidak dapat diperoleh peneliti di dalam penelitian ini secara berturut-turut selama periode 2020-2023 sehingga hal ini dapat mempengaruhi jumlah sampel dalam penelitian semakin berkurang. Saran Berdasarkan dari hasil pembahasan dan yang dikemukakan dalam penelitian ini, maka terdapat beberapa saran untuk peneliti selanjutnya, antara lain: . Peneliti selanjutnya diharapkan menambah variabel yang ada dalam penelitian ini yang dapat mempengaruhi return saham. Seperti contoh menggunakan variabel corporate social responsibility dan variabel good corporate governance, . Peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan objek penelitian dengan meneliti sektor lain selain perusahaan pertambangan subsektor batu bara, . Dalam penelitian berikutnya diharapkan menambah variabel moderasi atau intervening yang dapat mempengaruhi return saham. DAFTAR PUSTAKA