E-ISSN : 2722-3612 Hal: 161-166 This article is licensed under Vol. 6 No. 2, 2025 https://doi. org/10. 46838/jbic. Article Dampak Paparan Konten Digital Ultra-Cepat Terhadap Regulasi Emosi Dan Fungsi Eksekutif Remaja Mutia Mawardah1. Tiara Khairunnisa2A 1,2 Program Studi Psikologi. Fakultas Sosial Humaniora. Universitas Bina Darma Palembang 1 mutia_mawardah@binadarma. id 2 tiarakhairunissa0403@gmail. Coresponding Author: tiarakhairunissa0403@gmail. ABSTRACT The rapid development of digital technology has increased adolescentsAo exposure to ultra-fast digital content, such as short-form videos on social media platforms. This study aims to examine the impact of exposure to ultra-fast digital content on emotion regulation and executive functions among adolescents. Using a positivistic quantitative approach with a descriptive-correlational design, data were collected from 36 adolescent respondents through questionnaires employing a five-point Likert scale, supported by interviews and observations. The results indicate that the level of exposure to ultra-fast digital content among adolescents is in the moderate to high Emotion regulation and executive functions are generally at a moderate level, with notable difficulties in attention control and impulse control. Statistical analysis reveals that higher exposure to ultra-fast digital content is associated with lower levels of emotion regulation and executive functions. These findings suggest that ultra-fast digital content may affect adolescentsAo emotional and cognitive control processes, particularly during a critical developmental period. The study highlights the importance of digital literacy and balanced media use to support healthy emotional and cognitive development among adolescents. Keywords: Ultra-Fast Digital Content. Emotion Regulation. Executive Function. Adolescents Artikel Info Masuk Desember 07, 2025 Revisi Desember 20, 2025 Diterima Desember 31, 2025 Terbit Januari 26, 2026 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah pola konsumsi informasi dan hiburan, khususnya di kalangan remaja (Rahmi. , & Irwanto. Kehadiran konten digital ultra-cepat, seperti video pendek pada platform TikTok. Instagram Reels, dan YouTube Shorts, menawarkan stimulasi visual dan auditori yang intens, berdurasi singkat, serta disajikan secara berulang melalui mekanisme algoritmik. Fenomena ini mendorong kebiasaan scrolling cepat yang membuat remaja terpapar rangsangan instan dalam durasi yang panjang setiap Kondisi tersebut menimbulkan gejala baru dalam kehidupan remaja, seperti mudah terdistraksi, kesulitan mempertahankan fokus, serta fluktuasi emosi yang relatif cepat (Rianti. Secara psikologis, masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan belum matangnya fungsi pengendalian diri dan pengambilan keputusan (Kholifah. , & Rusmawati. Regulasi emosi dan fungsi eksekutif menjadi dua aspek penting dalam proses ini. A 2025 The Authors Published by MAN Insan Cendekia Jambi Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Regulasi emosi berkaitan dengan kemampuan individu mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif, sedangkan fungsi eksekutif mencakup kemampuan kognitif tingkat tinggi seperti perhatian berkelanjutan, kontrol impuls, perencanaan, dan fleksibilitas berpikir. Berdasarkan teori perkembangan neuropsikologis, fungsi eksekutif yang berpusat pada prefrontal cortex masih berkembang pada masa remaja, sehingga individu pada fase ini lebih rentan terhadap rangsangan eksternal yang bersifat cepat dan impulsif (Elnina. Paparan konten digital ultra-cepat yang menekankan kecepatan, novelty, dan kepuasan instan berpotensi mengganggu proses tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media digital berkaitan dengan meningkatnya impulsivitas (Narwastu. , & Ramadhani. gangguan perhatian (Lestari. Zikrinawati. , & Ikhrom. , serta kesulitan dalam pengelolaan emosi pada remaja (Simanjuntak. Sitompul. Nadapdap. Raja. , & Naibaho. Namun demikian, sebagian besar penelitian masih membahas penggunaan media digital secara umum, tanpa secara spesifik menyoroti karakteristik konten ultra-cepat yang memiliki pola stimulasi berbeda dibandingkan media digital konvensional. Hal ini menunjukkan adanya celah penelitian . , khususnya terkait bagaimana paparan konten digital ultracepat berhubungan dengan regulasi emosi dan fungsi eksekutif remaja. Secara teoretis, hubungan antara paparan rangsangan cepat dan fungsi regulasi diri dapat dijelaskan melalui teori regulasi diri dan teori beban kognitif, yang menyatakan bahwa paparan rangsangan berlebih dapat mengurangi kapasitas individu dalam mengelola perhatian dan emosi secara optimal. Temuan empiris sebelumnya juga mengindikasikan bahwa konsumsi media digital berdurasi pendek dan berulang dapat memperkuat kecenderungan pemrosesan informasi secara dangkal serta melemahkan kontrol impuls. Berdasarkan kajian teoritis dan temuan empiris tersebut, secara logis dapat diasumsikan bahwa semakin tinggi paparan konten digital ultra-cepat, maka semakin besar potensi gangguan pada regulasi emosi dan fungsi eksekutif remaja. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan konten digital ultra-cepat terhadap regulasi emosi dan fungsi eksekutif pada remaja. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis berupa dasar empiris bagi sekolah, orang tua, dan praktisi pendidikan dalam menyusun strategi literasi digital serta pendampingan psikologis yang lebih adaptif terhadap karakteristik media digital kontemporer. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dengan desain kuantitatif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan menguji secara empiris dampak paparan konten digital ultra-cepat terhadap regulasi emosi dan fungsi eksekutif remaja berdasarkan landasan teori dan temuan penelitian terdahulu (Baumeister. , & Vohs. Desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptifkorelasional, yang memungkinkan peneliti memperoleh gambaran serta hubungan antarvariabel secara objektif. Objek penelitian adalah remaja pengguna aktif konten digital ultra-cepat. Populasi penelitian mencakup remaja di lingkungan sekolah tempat penelitian Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article dilaksanakan (Diamond. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden merupakan remaja yang secara rutin mengakses konten digital berdurasi pendek seperti TikTok. Instagram Reels, atau YouTube Shorts. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. Variabel penelitian terdiri dari paparan konten digital ultra-cepat, regulasi emosi, dan fungsi eksekutif. Paparan konten digital ultra-cepat diukur berdasarkan frekuensi dan intensitas konsumsi konten berdurasi singkat (Gross. Regulasi emosi didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam mengendalikan dan mengekspresikan emosi secara adaptif (Kuss. , & Griffiths. sedangkan fungsi eksekutif mencakup kontrol perhatian, kontrol impuls, perencanaan, fleksibilitas kognitif, serta adaptasi akademik dan sosial. Seluruh variabel diukur menggunakan instrumen kuesioner berbasis skala Likert lima poin yang disusun berdasarkan indikator teoritis masing-masing variabel (Montag. Lachmann. Herrlich. , & Zweig. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebagai sumber data utama, serta didukung oleh wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan untuk memperkuat hasil kuantitatif (Oberle. Schonert-Reichl. Lawlor. , & Thomson. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, meliputi frekuensi dan persentase, untuk menggambarkan kecenderungan paparan konten digital, regulasi emosi, dan fungsi eksekutif remaja. Data kualitatif dari wawancara dan observasi dianalisis secara deskriptif sebagai data pendukung. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat paparan konten digital ultracepat pada remaja berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang mengindikasikan bahwa konsumsi konten berdurasi pendek telah menjadi bagian dari aktivitas harian responden. Regulasi emosi remaja berada pada kategori cukup, namun masih ditemukan kecenderungan kesulitan dalam mengendalikan emosi negatif. Sementara itu, fungsi eksekutif juga berada pada kategori cukup, dengan hambatan utama pada aspek kontrol perhatian dan kontrol impuls. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara paparan konten digital ultra-cepat dengan regulasi emosi dan fungsi eksekutif remaja. Semakin tinggi intensitas paparan konten digital ultra-cepat, semakin rendah kemampuan regulasi emosi dan fungsi eksekutif yang ditunjukkan responden. Pola hubungan tersebut divisualisasikan pada Gambar 1, yang memperlihatkan kecenderungan penurunan skor regulasi emosi dan fungsi eksekutif seiring meningkatnya tingkat paparan konten digital ultra-cepat. Gambar 1. Item Kuesioner paparan konten digital ultra-cepat Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Temuan ini sejalan dengan teori regulasi diri yang menekankan pentingnya kemampuan kontrol kognitif dan emosional dalam merespons rangsangan eksternal. Konten digital ultra-cepat yang bersifat singkat, intens, dan berulang berpotensi mengurangi kapasitas individu dalam mempertahankan fokus perhatian serta mengendalikan impuls (Rideout. , & Robb. Dari perspektif fungsi eksekutif, paparan rangsangan cepat dapat mendorong pemrosesan informasi secara dangkal, sehingga melemahkan kemampuan perencanaan dan pengambilan keputusan yang bersifat reflektif. Gambar 2. Item kuesioner regulasi emosi Secara empiris, hasil penelitian ini mendukung temuan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa penggunaan media digital berdurasi pendek berkaitan dengan meningkatnya distraksi dan impulsivitas pada remaja. Dalam konteks regulasi emosi, paparan konten digital ultra-cepat cenderung memperkuat orientasi pada kepuasan instan, sehingga remaja menjadi kurang terlatih dalam mengelola emosi negatif secara adaptif (Steinberg. Hal ini dapat dijelaskan melalui pendekatan neuropsikologis yang menyatakan bahwa perkembangan prefrontal cortex pada masa remaja belum sepenuhnya matang, sehingga lebih rentan terhadap stimulasi cepat dan berulang (Twenge, . Martin. , & Campbell. Gambar 3. Eksekutif Remaja Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan konten digital ultra-cepat tidak hanya berkaitan dengan perilaku penggunaan media, tetapi juga memiliki implikasi terhadap aspek kognitif dan emosional remaja (Zelazo. , & Carlson. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital serta pengelolaan penggunaan media digital secara bijak sebagai upaya preventif dalam mendukung perkembangan psikologis remaja. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article KESIMPULAN Bagian ini berisi simpulan tentang inti temuan dalam penelitian, kelemahan penelitian yang merupakan kekurangan yang dijumpai peneliti pada saat pelaksanaan riset. Menjelaskan bagaimana tujuan penelitian dapat tercapai. Ditulis dengan ringkas dan jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan konten digital ultra-cepat memiliki keterkaitan dengan regulasi emosi dan fungsi eksekutif pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas paparan konten digital ultra -cepat, semakin rendah kemampuan remaja dalam mengelola emosi dan mengontrol fungsi kognitif tingkat tinggi, khususnya pada aspek kontrol perhatian dan kontrol impuls. Temuan ini menunjukkan bahwa tujuan penelitian untuk menganalisis dampak paparan konten digital ultra-cepat terhadap regulasi emosi dan fungsi eksekutif remaja telah tercapai. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Jumlah responden yang relatif terbatas serta penggunaan desain survei menyebabkan hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, pengukuran variabel masih mengandalkan data laporan diri . elf-repor. yang berpotensi dipengaruhi oleh subjektivitas responden. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan literasi digital dan pendampingan penggunaan media digital pada Diperlukan peran aktif orang tua, pendidik, dan institusi pendidikan dalam membantu remaja mengelola penggunaan konten digital ultra-cepat secara lebih sehat dan seimbang guna mendukung perkembangan emosional dan kognitif mereka. UCAPATAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada institusi perguruan tinggi tempat penulis menempuh pendidikan atas dukungan akademik dan fasilitasi selama pelaksanaan penelitian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada instansi tempat magang yang telah memberikan izin, dukungan, serta kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kegiatan penelitian. Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran dan penyelesaian penelitian ini. REFERENSI