TASAMUH: JURNAL STUDI ISLAM Volume 8. Nomor 1. April 2016, 121-141. ISSN 2086-6291 . 2461-0542 . http://ejournal. id/indeks. php/tasamuh KERAJAAN SAFAWI DI PERSIA DAN MUGHAL DI INDIA Asal Usul. Kemajuan dan Kehancuran Harjoni Desky Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Malaikussaleh Aceh Abstract: Before becoming a great empire, the Safavid empire is just a movement of the congregation founded by Safi al-Din al-Ardabily Isaac . 2-1334 AD) in Ardabil. Azerbijan. The congregation is called Safavid taken from the name of its founder. The name survived until the movement is turning into a political movement, even to successfully establish the kingdom. Safi al-Din is a Shiite Sufi wing. Some historians say that he was a descendant of the seventh Shiite imam Ithna AoAsyariah. Musa al-Qasim. While the origin of the establishment of the Mughal empire in India, through such a long process. Historical background, it can be seen after the fragility of the Delhi Sultanate . 2-1525 AD), precisely in the period Khalji and Tughluq, followed by family Sayyid . 4-1451 AD), as well as family Lodi . 1-1512 AD). At that time, the condition of Muslim rule in India suffered a setback and showed a very complicated thing, namely the rise of the old mind who believe that every independent kingdom was caliph in the middle of their own This article speaks of the two Islamic kingdoms. Keywords: Two Kingdoms. Progress. Setbacks and Destruction. Pendahuluan Dalam sejarah perjalanan kerajaan Islam, kondisi politik pemerintahan- nya mengalami pasang surut, kadang mengalami kemajuan dan kadang pula TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 1 Terutama pada masa pertengahan, yakni antara 1250-1800 kemajuan-kemajuan yang dicapai pada periode klasik telah dihancurkan oleh tentara Mughal dan mengakibatkan runtuhnya Khilafah Abbasiyah di Baghdad. Runtuhnya kekhalifahan ini mengakibatkan pemerintahan politik Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah kekuasaan Islam terpecah-pecah dalam beberapa kerajaan-kerajaan kecil yang satu dengan lainnya saling memerangi. Kondisi politik yang disebutkan di atas, terus berlangsung hingga muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, yakni Turki Ustmani, dan dua lainnya adalah kerajaan Safawi di Persia, dan Mughal atau yang biasa juga disebut Kerajaan Mongol di India. Dua kerajaan yang disebutkan terakhir ini pada saat itu, berhasil memajukan dan telah membangkitkan kembali semangat masyarakat Muslim Persia dan India, meskipun kemajuan-kemajuan tersebut tidaklah secemerlang dengan apa yang telah dicapai pada masa sebelumnya, masa klasik. 2 Kerajaan Safawi dan Mughal, tidak saja mengakhiri kekhilafahan Abbasiah, tetapi juga mewarnai corak perkembangan politik dunia Islam secara keseluruhan yang semula bersatu di bawah naungannya. Kerajaan Safawi berkuasa antara tahun 1501-1722 M, dan disusul ber-dirinya Kerajaan Mughal yang eksis terutama antara tahun 1526-1748 M. Kerajaan Safawi merupakan peletak dasar terbentuknya Iran, dan Mughal sendiri sebagai kerajaan peletak dasar terbentuknya kesultanan Delhi. India. Berdasar pada uraian di atas, sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut tentang sejarah asal usul, dan kemajuaan, serta kehancuran Kerajaan Safawi Ada tiga periode sejarah perjalanan Islam: 1. periode klasik . 2 ,]1250-. Periode pertengahan . 01800- M] dan 3. Periode modern . 0-sekaran. Untuk penjelasan lebih lanjut lihat Harun Nasution. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jilid I, (Jakarta: UI-Press, 1. , h. Kemajuan pada masa klasik jauh lebih kompleks. Terutama di bidang intelektual, kemajuan pada masa Kerajaan Safawi dan Mughal tidak sebanding dengan kemajuan di zaman klasik. Di sisi lain, umat Islam sudah mulai bertaklid kepada imam-imam besar yang lahir pada masa klasik. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . di Persia dan Mughal di India. Sejalan dengan uraian latar belakang yang telah dikemukakan, maka masalah pokok yang dikaji dalam pembahasan ini, adalah eksistensi dua kerajaan besar abad pertengahan, yakni Safawi di Persia dan Mughal di India. Untuk sistematika pembahasan maka rumusan masalahnya adalah: Bagaimana asal usul, kemajuan, dan kehancuran Kerajaan Safawi di Persia? Bagaimana asal usul, kemajuan, dan kehancuran Kerajaan Mughal di India? Kerajaan Safawi di Persia Asal Usul Berdirinya. Sebelum menjadi sebuah kerajaan besar, pada awalnya kerajaan Safawi hanya merupakan gerakan atau aliran tarekat yang didirikan oleh Safi al-Din Ishak al-Ardabily . 2-1334 M) di Ardabil. Azerbijan. Tarekat ini dinamakan Safawi yang diambil dari nama pendirinya. Nama tersebut bertahan hingga aliran ini beralih menjadi gerakan politik, bahkan hingga berhasil mendirikan kerajaan. Safi al-Din adalah seorang sufi yang beraliran SyiAoah. Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa ia adalah keturunan imam ketujuh SyiAoah Itsna AoAsyariah. Musa al-Qasim. Gurunya bernama Syaikh Taj al-Din Ibrahim Zahid sekaligus sebagai Sebelum gurunya wafat,. Safi al-Din ditunjuk sebagai penggantinya untuk memimpin tarekat Zahidiyah yang didirikan oleh 5 Di bawah kepemimpinannya Zahidiyah beralih menjadi Safawiyah. Para pengikutnya sangat teguh memegang ajaran agama. K . Ali. Study Of Islamic History. Terj. Gufran A. MasAoadi. Sejarah Islam Tarikh Pra Modern, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1. , h. Philip K. Hitti. Histori of the Arab, (London : The Mc Millan Press Ltd, 1. Ahmad Syalaby. MausyAoah al-Tarikh al-Islam Wa al-Hadarah al-Islamiyah, jilid VII, (Kairo: al-Sunnah al-Muhammadiyah, 1. , h. Lihat juga M. TH. Houstma . Encyclopaedia of Islam, jilid VII (Leiden: E. BrillAos, 1. , h. Bosworth . The Encyclopaedia of Islam, jilid Vi (Leiden: E. Brill, 1. , h. Pada umumnya pemberian nama suatu tarekat dilakukan oleh para pengikut tarekat tersebut yang diambil dari nama guru setiap tarekat. Jadi apabila TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Dalam tarekat ini, apabila terjadi pergantian pemimpin maka dilakukan dengan sistem penunjukan langsung, yaitu apabila seorang ayah wafat, pimpinan tarekat yang dipimpinnya diambil alih oleh Hal ini menjadi tradisi turuntemurun dalam tubuh tarekat. Setelah Safi al-Din wafat, ia digantikan oleh putranya Sadr al-Din . 4- 1399 M) lalu Khawaja Ali . M), lalu Ibrahim . 7-1447 M). 6 Rupanya mereka terpengaruh oleh konsep imamah syiAoah bahwa imam itu ditunjuk langsung dan secara turun temurun. Dalam perjalanannya, tarekat Safawi ini perlahan-lahan berubah dari gerakan tarekat murni yang bersifat lokal menjadi gerakan keagamaan yang besar pengaruhnya di Persia. Syria dan Anatolia (Asia keci. 7 dan pengikutnya pun semakin bertambah. Fanatisme terhadap tarekat ini yang menentang sikap orang yang tidak mengikuti faham mereka, memotivasi gerakan ini memasuki dunia politik. Kecendrungan ini terwujud pada masa kepemimpinan Junaid . Safawi mulai terlibat dalam konflik-konflik dengan kekuatan-kekuatan politik yang ada di Persia ketika itu, misalnya komflik dengan Kara Konyunlu yang bermazhab SyiAoah. 8 Karena kegiatan politiknya, ia mendapat tekanan dari Kara Konyunlu dan berhasil diusir, sehingga dia diasingkan di Diyar Bakr. Di daerah tersebut ia meminta suaka politik kepada AK Konyunlu dan tinggal di Istana Uzun Hasan, seorang amir di daerah tersebut. Di istana tersebut Junaid tidak tinggal diam, ia mengumpulkan dan memperbanyak pengikutnya. Dan untuk memperkuat kedudukannya ia berusaha merebut Ardabil . 9 M), tetapi gagal pada tahun 1460 M, terjadi pengalihan kepemimpinan otomatis nama tarekat pun berubah. Hasan MuAonis. Alam al-Islam (Kairo: Dar al-MaAoarif, t. ), h. Ali. Study Of Islamic HistoryA, h. Walaupun Kara Koyunlu bermazhab SyiAoah, tetapi kerajaan ini menganggap kerajaan Safawi sebagai rival politiknya untuk berkuasa di Persia. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . ia mencoba merebut Siscassia, tetapi dihadang oleh tentara Syirwan. sendiri terbunuh dalam pertempuran tersebut. M). Ketika Junaid wafat ia digantikan oleh putranya. Haedar . 0 Ketika itu usia Haidar baru berumur 10 tahun, ia di didik oleh Uzun Hasan sampai ia dewasa dan sanggup memegang tampuk pemerintahan pusaka ayah dan nenek moyangnya. Untuk mempererat hubungannya dengan Uzun Hasan, ia juga menikahi putrinya. Dari hasil perkawinannya itu lahir tiga orang putera yaitu Ali. Ismail dan Ibrahim. Pada masa pemerintahannya, ia membuat lambang baru untuk para pengikutnya, yaitu serban merah dengan 12 jambul,11 yang pasukannya itu dikenal dengan nama AuQizilbasyAy . asukan baret mera. Pada masa pemerintahan Haidar, ia melanjutkan persekutuan ayahnya dengan AK. Koyunlu untuk melawan Kara Koyunlu. Dan Ia berhasil mengalahkan Kara Konyunlu. Akan tetapi persekutuannya dengan AK. Koyunlu berantakan dan berakhir bahkan sampai AK. Koyunlu menganggap Safawi sebagai rival politiknya dalam meraih kekuasaan. Oleh karena itu AK. Koyunlu berusaha melenyapkan kekuatan militer dan kekuasaan Safawi. Dan pada tahun 1488, ketika pasukan Haidar menyerang wilayah Sircasia dan pasukan AK. Koyunlu memberikan bantuan militer kepada pasukan Syirwan, sehingga pasukan Haidar kalah dan Haidar sendiri terbunuh dalam pertempuran tersebut. Karl Brockelman. Tarikh al-SyuAoub al-Islamiyah (Beirut: Dar al-AoIlmi Li alMalayin, 1. , h. Ketika Junaid wafat. Haidar masih bayi, diasuh oleh Uzun Hasan. Oleh karena itu kepemimpinan gerakan Safawi secara resmi diserahkan kepadanya oleh Uzun Hasan. Pada tahun 1470. Kedua belas jambul bermakna 12 Imam yang diagungkan dalam mazhab syiAoah Itsna Aoasyariah. Lihat Hasan MuAonis. Alam al-IslamA, h. Holt . The Camrigde History of Islam. Vol. A (London: Camridge University Press, 1. , h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Kekalahan dan kematian Haidar, tidak membuat pasukannya putus Mereka berkumpul di Ardabil dan membaiat Ali, putra sulung Haidar, sebagai pemimpin mereka. Akan tetapi, karena ketidak senangan AK. Koyunlu, dibawah kepemimpinan YaAokub. Ali beserta ibu dan kedua adiknya ditangkap dan dipenjarakan selama 4,5 tahun . 9-1493 M). Pada tahun 1493 M, mereka dibebaskan dengan syarat Ali harus membantu Rustam, putra mahkota AK. Koyunlu untuk menyingkirkan rival politiknya . epupunya sendir. dalam menduduki tahta kekuasaan. Setelah itu Ali kembali ke Ardabil. Karena khawatir akan pengaruh Ali semakin meluas. Rustam menyerang Ali . dan dalam serangan tersebut Ali terbunuh. Kekuatan gerakan Safawi bangkit kembali setelah dipimpin oleh Ismail bin Haidar . 1-1524 M), yang sebelumnya ditunjuk oleh Ali. 13 Pada saat tentara AK. Koyunlu menyerang Safawi . Ismail meloloskan dirinya dan lari ke Ghilan. Ditempat persembunyiannya ia menghimpun kekuatan dan memelihara hubungan baik dengan para pengikutnya di Azerbijan. Syria dan Anatolia selama lima tahun ia bersiap siaga dengan pasukan Qizilbasy nya yang bermarkas di Gilan. Pada tahun 1501, pasukannya berhasil mengalahkan pasukan AK. Koyunlu, dengan menaklukkan Tybriz, pusat kekuasaan AK. Koyunlu. Di kota inilah Ismail memproklamirkan dirinya sebagai Syah Ismail I, penguasa I kerajaan Safawi. 14 Dan sepuluh tahun kemudian, kerajaan Safawi menguasai seluruh Persia. 15 Dengan demikian semakin tegaklah Bosworth . The Encyclopaedia of Islam. , h. Ali. Study Of Islamic HistoryA, h. Dalam masa 10 tahun tersebut. Ismail I melakukan ekspansi ke berbagai daerah. Pada tahun 1503 M. , sisa-sisa kekuatan AK. Koyunlu di Hamadan dihancurkannya, propinsi Kaspia di daerah barat daya Persia . 8 M). Syirwan . dan Khurasan . 0 M). bahkan Safawi harus berhadapan dengan Turki Usmani, karena ambisi politik Ismail I yang ingin menguasai daerah kekuasaan Turki Usmani. Lihat P. Holt. The Camrigde History of IslamA, h. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . kerajaan Safawi dengan sistem pemerintahan teokrat, dan menjadikan SyiAoah Itsna Asyariah sebagai mazhab resmi Negara. Demikianlah sejarah asal usul pembentukan kerajaan Safawi, yang dengan eksistensinya sangat penting dalam sejarah Persia. Hal tersebut disebabkan oleh konsolidasi SyiAoah Ae Persia mendapatkan cita baru solidaritas dan kebanggaan yang membuat dunia dapat memasuki zaman modern dengan keutuhan integritas teritorial dan semangat Kemajuan. Sama halnya dengan kerajaan-kerajaan lainnya, dalam sejarah perjalanan Safawi telah dicapai kemajuan-kemajuan dalam berbagai bidang antara lain, politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa awal, kerajaan Safawi berbentuk suatu pemerintahan teokratik, pejabat tertinggi negara dipegang oleh wakil Syah, baik dalam urusan politik maupun keagamaan. Jabatan ini pertama kali dipegang oleh seorang Qizilbasy dari suku Syamlu. Demikian juga panglima perang dipegang oleh Qizalbasy. Sedangkan wazir, pemimpin birokrasi pe-merintahan dan sadr, pemimpin lembaga keagamaan di pegang oleh orang-orang Persia. 16 Kondisi perpolitikan ini berlangsung hingga wafatnya Ismail I. Kebijaksanaan-kebijaksanaan Ismail tersebut, pada akhir pemerintahannya menimbulkan dampak negatif bagi kerajaan Safawi. Hal ini ditandai dengan adanya persaingan tidak sehat dalam tubuh kerajaan antar suku-suku Turki, pejabat-pejabat keturunan Persia dan Qizilbasy dalam merebut pengaruh untuk memimpin kerajaan. Pada masa Abbas I17 . , kondisi politik Safawi yang menurun bangkit kembali. Abbas I mampu mengatasi situasi Tim Penyusun. Sejarah Kebudayaan Islam, jilid i (Ujung Pandang: Depatemen Agama. Direktoral Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam 1982-1. , h. Pada masa tiga raja sebelumnya Tahmasap I . 4-1576 M). Ismail II . 6- TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 politik kerajaan. Adapun langkah-langkah pemilihan kerajaan yang ditempuhnya pertama, menghilangkan dominasi pasukan Qizilbasy atau kerajaan Safawi dangan cara membentuk pasukan baru yang anggotanya terdiri dari budak-budak yang berasal dari tawanan perang bangsa Georgia. Armenia dan Sircassia yang telah ada sejak masa Tahmasap , kedua, mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani. Dengan perjanjian tersebut Abbas I harus melepaskan wilayah Azerbijan. Georgia dan sebagian wilayah Luristan. 18 Di sisi lain Abbas juga berjanji tidak menghina tiga khulafah al-Rasyidin setiap hari jumat. Usaha-usaha Abbas I berhasil memperkokoh kekuatan Safawi. Setelah itu Abbas I berusaha merebut kembali daerah kekuasaannya yang telah direbut oleh pasukan Turki Usmani. Pada tahun 1598, ia menaklukkan Herat. Mard dan Balkh. Setelah itu menyerang wilayah kekuasaan Turki Usmani dipimpin oleh Sultan Mahommad i . 2 M). Pasukan Abbas I berhasil menguasai Tibris. Syirwan. Baghdad. Demikian pula daerah-daerah lainnya satu persatu ditaklukkan, dan pada tahun 1622 M pasukan Abbas I berhasil merebut kepulauan Hurmuz dan mengubah pelabuhan Gumrun menjadi pelabuhan bandar Abbas. Masa kekuasaan Abbas I merupakan puncak kejayaan Safawi secara politik ia mampu mengatasi berbagai kemelut di dalam negeri yang meng-ganggu stabilitas negara dan sekaligus berhasil merebut kembali wilayah kekuasaannya yang pernah direbut oleh Turki Usmani. Adapun kemajuan dalam bidang ini pasca Abbas I, tidaklah terlalu menonjol sebagaimana dilakukan oleh Abbas I. Kondisi politik yang stabil pada 1. dan Muhammad Khudabanda . peperangan antara kerajaan Turki Usman dengan Safawi beberapa kali terjadi, juga terjadinya pertentangan antar kelompok melemahkan kerajaan Safawi. Lihat Badri Yatim. Sejarah dan Peradaban Islam (Jakarta: Rajawali Pres, 1. , h. Ali. Study Of Islamic HistoryA, h. Lihat juga Karl Brockleman, op. Karl Brockelman. Tarikh al-SyuAoub al-IslamiyahA, h. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . masa Abbas I, sangat mempengaruhi kondisi perekonomian kerajaan Safawi, apalagi setelah direbutnya kepulauan Hurmuz dan diubahnya Gumrun menjadi Bandar Abbas. Jalur perdagangan laut antara timur dan barat dikuasainya, otomatis dapat memperbaiki perekonomian 20 Hasil pertanian dari daerah bulan sabit yang sangat subur . ertil cresen. pun menambah pendapatan kerajaan. Selanjutnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan juga mengalami kemajuan. Tradisi keilmuan bangsa Persia terus berlanjut hingga kerajaan Safawi. Ada beberapa ilmuan yang selalu hadir di istana, seperti Baha al-Din al-Syirazi . eneralis ilmu pengetahua. Sadr al-Din al-Syirazi . Muhammad Baqir ibn Muhammad Damad . ejarahwan, teolog dan ilmua. Dalam bidang pengkajian keislaman kaum SyiAoah gemar melakukan ijtihad dan bagi mereka pintu ijtihad tidak pernah tertutup. 21 Dalam bidang kebudayaan, kota Isfahan sebagai ibu kota kerajaan Safawi dan merupakan kota yang sangat indah. kota ini berdiri bangunan-bangunan yang megah lagi indah seperti mesjid, rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan raksasa dan istana Chihil Sutun,22 dari segi arsitekturnya nampak jelas keindahannya. Kota ini diperindah oleh taman wisata yang ditata secara apik. Dan ketika Abbas I wafat, di Isfahan terdapat 162 mesjid, 48 akademi 1802 penginapan dan 273 permandian umum. 23 Unsur seni lain terdapat pula dalam bentuk kerajinan tangan, keramik, karpet permadani, pakainan tenunan, tembikar dan lain-lain. Demikian pula Bidang militer ini sangat mewarnai sejarah per- kembangan kerajaan Safawi. Mulai dari Safi al-Din sampai Abbas Ibid. Ibid. Bahkan dikatakan oleh Karl Brockelman bahwa Muhammad Baqir telah melakukan eksprimen-eksrimen mengenai lebah. Marshal G. Hodgon. The Venture of Islam, vol i (Chicago: The University of Chicago Press, 1. , h. Badri Yatim. Sejarah dan PeradabanA, h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 i. Pada masa Ismail I tentara-tentara tersebut terbentuk dalam satu pasukan Qizilbasy yang bermaskas di Ghilan. Pada masa Abbas I, dua orang Inggris. Sir Antony dan saudaranya Sir Robert Shearley, datang di kerajaan safawi untuk bekerja sama dalam bidang ini. Keduanya mengajarkan tentang ilmu perang supaya kerajaan dapat melawan musuh, terutama cara membuat meriam. 24 Rupanya kedua orang Inggris tersebut memperalat kerajaan Safawi untuk memerangi Turki, karena Turki adalah musuh nomor wahid Inggris pada saat itu. Dengan bekal persenjataan ini Abbas I menyusun tentara baru sebagai pengawal pribadinya yang terdiri dari orang-orang Turki yang tidak menyukai orang-orang Usmani. 25 Tentara tersebut dipersiapkan untuk menandingi tentara Inkisyariah, tentara utama Turki Usmani. Kehancuran Setelah wafatnya Abbas I . 8 M). Kerajaan Safawi diperintah oleh enam orang raja, yaitu Syafi Mirza . 8-1742 M). Abbas II . 2- 1667 M). Sulaeman . 9-1694 M). Husain . 4-1722 M). Tahmasab II . 2-1732 M) dan Abbas i . 2-1736 M). Kejayaan pada masa Abbas I tidak dapat berkembang, yang akhirnya membawa kepada kemunduran dan mengakibatkan runtuhnya kerajaan Safawi. Faktorfaktor intern mundur dan kehancuran kerajaan Safawi adalah sebagai Pada masa Safi Mirza dan Shah Abbas II, administrasi pemerintahan dirubah beberapa propinsi kaya dibawahi oleh pemerintahan pusat, di-perintah langsung oleh Shah. Kebijaksanaan ini membawa akibat negatif bagi kerajaan yaitu. melemahkan kelompok Qizilbasy yang menguasai daerah Dengan meriam inilah tentara Turki dapat melumpuhkan kekuatan kerajaan Safawi. Lihat ibid. , h. Karl Bokckelman, op. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . propinsi-propinsi sehingga kerajaan kehilangan kekuatan, karena kelemahan tersebut tidak segera ditanggulangi dan kekuatan yang Ghulam . udak-buda. yang tidak memiliki mutu tempur seperti kelompok Qizilbasy. Terjadinya perebutan kekuasaan dalam kerajaan yang disebabkan oleh tradisi penunjukan raja. Dekadensi moral para raja-raja dan watal mereka yang kejam, seperti Safi Mirza yang tidak segan-segan membunuh pembesarpembesar kerajaan. Abbas dan Sulaiman yang pemabuk dan tidak terlalu memperhatikan kondisi kerajaan, akibatnya rakyat bersikap apatis terhadap pemerintah. Selanjutnya, faktor ekstern menyebabkan kemuduran, bahkan menjadi faktor kehancuran Kerajaan Safawi adalah : Konflik berkepanjangan dengan Turki Usmani dengan Safawi yang tidak pernah berhenti, mengakibatkan lemahnya kekuasaan Safawi . Kelemahan-kelemahan tersebut mengundang keberanian musuh untuk merampas daerah-daerah kekuasaannya, ditambah lagi dengan banyaknya daerah dalam wilayah kekuasaan Safawi melepaskan diri dan melakukan pemberontakan- pemberontakan daerah-daerah yang melepaskan diri ter-hadap Dari faktor intern dan ekstern di atas, kerajaan Safawi akhirnya mengalami kehancuran dan berakhirlah kekuasaan Dinasti Safawi di Persia, pada tahun 1736 M yang dijatuhkan oleh Nadir Syah, seorang kepala salah satu suku bangsa Turki yang ada di Persia ketika itu. Pasukan Gulam tersebut tidak disiapkan secara terlatih dan tidak melalui proses pendidikan rohani, lagi pula pasukan ini tidak memiliki semangat dan militasi sebagai mana pasukan Qizilbasy. Lihat Badri Yatim, op. , h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Kerajaan Mughal di India Asal Usul Asal usul berdirinya Kerajaan Mughal di India, melalui proses yang demikian panjang. Latar belakang sejarahnya, dapat dilihat setelah rapuhnya kesultanan Delhi . 2-1525 M), tepatnya pada periode Khalji dan Tughluq, kemudian dilanjutkan oleh keluarga Sayyid . 41451 M),27 serta keluarga Lodi . 1-1512 M). 28 Pada saat itu, kondisi kekuasaan Islam di India mengalami kemunduran dan menunjukkan hal yang sangat rumit, yakni bangkitnya pikiran lama yang percaya bahwa setiap kerajaan yang merdeka adalah khalifah di tengah-tengah lingkungannya sendiri. Sebagai akibatnya, muncul tokoh-tokoh sentral kerajaan dari berbagai daerah yang ada di India. Tokoh-tokoh yang dimaksud adalah Fakhruddin Mubaraq di Begal. Syamsuddin Syah Mirza Swati di Kashmir. Zafar Khan Muzaffar di Guzarat. Malik Sarvar di Jawanfur. Dhilavar Khan Huesin Ghuri di Malwa. dan yang terakhir adalah Ibrahim Lodi sebagai pewaris kesultanan Delhi. 29 Tokoh sekaligus raja yang disebutkan terakhir ini, adalah bahlul dan giat atau suka ber-perang, serta bertekad untuk menegakkan kewibawaan kerajaan nya dengan cara. dia tidak mau menjadi Auboneka siapa punAy. Salah satu tindakan kurang simpatik yang telah dilakukan Dinasti Lodi adalah memenjarakan Hami Khan, seorang menteri tua yang telah membantunya naik tahta. Dia juga menumpas kepala-kepala provinsi . yang bergolak. 30 Atas dasar itu. Alam Khan . ang masih Pada periode ini. Islam mulai dimunculkan yang memindahkan kekuasaan dari India Utara ke India Tengah sebagai upaya pengontrolan wilayah Selatan. Keluarga Sayyid ini masih dari keluarga Turki yang diberi kekuasaan dan kepercayaan oleh sultan-sultan sebelumnya. Adjib Thahir. Perkembangan Peradaban Islam di Kawasan Dunia Islam (Cet. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2. , h. Uraian lebih lanjut, lihat Syed Mahmudunnasir. Islam. Its Concepts and History diterjemahkan oleh Adang Affandi dengan judul Islam. Konsepsi dan Sejarahnya (Cet. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . keluarga Lod. mencoba menggulingkan-nya dengan meminta bantuan Zahiruddin Babur . 2-1530 M), salah seorang cucu Timur Lenk dan Ferghana. 31 Permintaan itu, diterima dan bersama pasukannya menyerang Delhi pada tanggal 21 April 1526 M. 32 terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat. Ibrahim Lodi beserta ribuan pasukannya terbunuh, kemudian Zahiruddin Babur mengikrarkan kemenangannya, kemudian menegakkan pemerintahan-nya yang disebut Kerajaan Mughal. Dengan berdirinya Kerajaan Mughal, maka Dinasti Delhi dan atau Imperium Turki telah berakhir. Namun, tidaklah berarti bahwa pemerintahan Babur sebagai raja pertama Mughal langsung eksis begitu saja. Sejarah mencatat bahwa pada masa pemerintahan Babur, masih ditandai dua persoalan besar, yakni bangkitnya kerajaan-kerajaan Hindu dan munculnya penguasa Muslim yang tidak mengakui kepemerintahan Babur. Singkat sejarah, pada tahun 1530 M. Babur meninggal dunia dengan mewariskan wilayah kekuasaan yang begitu luas dan karier politiknya kepada putra sulungnya. Humayun. Humayun memerintah antara 1530-1539 dan 1555-1556 M yang dalam periode pemerintahannya banyak diwarnai kerusuhan dan berbagai pemberontakan. 34 Hal ini dimungkinkan karena usia pemerintahan yang diwariskan ayahnya masih relatif mudah dan belum stabil, seperti ini jugalah yang terjadi sebelumnya. Berdasar dari latar belakang sejarah Kerajaan Mughal yang telah diuraikan, kelihatan bahwa sejak berdirinya kerajaan ini di tahun 1526 sampai pada pemerintahan Humayun, belumlah mengalami perkembangan yang begitu signifikan. Namun ketika Akbar . ucu IV. Bandung: Rosdakarya, 1. , h. Lihat Badri Yatim. Sejarah dan Peradaban IslamA, h. Ibid. , lihat juga Adjib Thahir, op. , h. Badiri Yatim. Sejarah dan Peradaban IslamA, h. Adjib Thahir. Perkembangan Peradaban IslamA, h. Syed Mahmudunnasir, op. , h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Babu. naik tahta menggantikan Humayun pada tahun 1556, barulah kerajaan ini dapat dilihat pertumbuhan dan perkembangannya. Kemajuan Pada masa pemerintahan Akbar . Kerjaraan Mughal pada mulanya mengalami kemerosotan. Ketika itu, kerajaan ini mengalami krisis ekonomi yang ditandai dengan masyrakatnya mengalami kelaparan, dan imperiumnya mengalami tekanan dari berbagai luar. 35 Akbar lalu membentuk landasan institusional juga landasan geografis bagi kekuatan imperiumnya. Corak pemerintahan Mughal yang dijalankan Akbar, adalah sebuah elite militer politik yang pada umumnya terdiri dari pembesarpembesar Afghan. Iran, dan Turki, dan Muslim asli India. Meskipun elite pemerintahannya secara resmi adalah warga Muslim, namun terdapat sekitar 29% warga Hindu sebagai aristokrasi Mughal, yang kebanyakan mereka adalah Hindus Rajput dan Marathas. 36 Atas kebijakan Akbar ini, maka elite pemerintah didukung secara sama oleh loyalitas dan pengabdian beberapa kelompok nasab bawahan. Kebijakan Akbar tersebut membuat Kerajaan Mughal eksis dan mampu memperluas wilayahnya di Hidusitan dan Punjab meliputi. Gujarat. Rajasthan. Bihar, dan Bengal. Ke arah utara, ia merebut Kabul. Kashmir. Sind dan Baluchistan. Deccan juga direbutnya pada tahun 1600 M, dan meluas sampai ke ujung utara Selatan. serta beberapa propinsi merdeka di India Dasar-dasar kebijakan sosial yang ditempuh oleh Akbar adalah menjalankan politik sulahul . oleransi universa. Dengan cara ini, semua Ibid. , h. Lihat M. Ira Lapidus. History of Islamic Societes diterjemahkan oleh Ghufran MasAoadi dengan judul Sejarah Sosial Umat Islam (Cet. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2. , h. Ibid. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . rakyatnya dipandang sama, mereka tidak dibedakan sama sekali oleh ketentuan agama atau lapisan sosial. Di antara kebijakannya tersebut Menghapuskan jizyah bagi non Muslim Memberikan pelayanan pendidikan dan pengajaran yang sama bagi setiap masyarakat, yakni dengan mendirikan madrasahmadrasah Memberi tanah-tanah wakaf bagi lembaga-lembaga sufi. Membentuk undang-undang perkawinan baru, di antaranya melarang masyarakatnya kawin muda, berpoligami bahkan ia menggalakkan kawin campur antar agama. Menghapuskan pajak-pajak pertanian terutama bagi pertanian- pertanian miskin, sekalipun non Muslim. Menghapuskan tradisi perbudakan yang dihasilkan dari tawanan perang. Mengatur khitanan anak-anak. Aspek penting lainnya yang disosialisasikan Akbar adalah menciptakan Din Ilahiy yang ciri-cirinya: Percaya pada ke-Esaan Tuhan Akbar sebagai khalifah Tuhan dan seorang padash . l-Insan al- kami. , ia mewakili Tuhan di muka bumi dan selalu mendapat bimbingan langsung dari Tuhan, ia termaAoshum dari segala Semua pemimpin agama harus tunduk dan sujud pada Akbar. Adjib Thohir. Perkembangan Peradaban IslamA, h. Mengenai gagasan perkawinan ini. Akbar sendiri menikah dengan putri rajaraja Hidnu. Dengan cara ini, ia bisa menarik simpatik kalangan masyarakat Hindu dan ia dianggap sebagai pahlawan bagi kelompoknya. Adjib Thohir. Perkembangan Peradaban IslamA, h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Sebagai manusia padash, ia berpantangan memakan daging . Menghormati api dan matahari sebagai simbol kehidupan. Pada hari ahad sebagai hari resmi ibadah. Assalamualaikum diganti AuAllahu AkbarAy dan AuAlaikum salamAy diganti Aujalla jalalahAy. Di antara faktor-faktor yang mendorong Sultan Akbar menciptakan AuDin IlahyAy adalah sebagai berikut: Para ulama dan pemimpin agama saling berbeda pendapat mengenai masalah-masalah keagamaan. Mereka saling mengecam dan berpecah belah. Keadaan rakyat dan penganut agama-agama di India semakin fanatik karena pengaruh tokoh-tokoh agama, bahkan rakyat tidak sedikit saling bertikai. Pengaruh penasihat-penasihat agama dan politik Sultan Akbar, diantaranya Abu Fadhl. Mir Abdul Latif (Persi. dan Syaikh Mubaraq yang membiarkan bahkan tidak jarang mendorong Akbar berpikir bebas dan radial. Sebenarnya masih banyak kebijakan-kebijakan lain yang umumnya lebih mementingkan persatuan politik, sekalipun dengan banyak mengorban-kan nilai-nilai syariah Islam. inilah perode yang betul-betul AusinkretikAy membumi di India, suatu usaha Aupemerintahan IslamAy untuk bisa diterima di kalangan rakyat India. Sultan Akbar ingin menembus batas-batas terdalam tradisi Hindustik dan agama-agama lain di India. Ia meninggal pada tahun 1605 M setelah menderita sakit yang cukup parah . arena kawan-kawan dekatnya dibunuh oleh anaknya Jahangir mungkin disebabkan adanya rasa cemburu yang terlalu banyak sehingga memengaruhi ayahny. Kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya Ibid. , h. Ibid. , h. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . dapat dipertahankanoleh sultan-sultan selanjutnya, antara lain Jahangir . 5-1627M). Syah Jehan . 8-1658 M), dan Aurangzeb. Pada masa Jahangir dan Syah Jehan kondisi Kerajaan Mughal masih tetap stabil dan terkendali sebagaimana halnya pada masa Akbar. Kemajuan yang dialaminya pun hampir sama dengan masa sebelumnya. Bahkan Jahid Haji Sidek menyatakan bahwa khusus pada masa Syah Jehan wilayah Kerajaan Mughal sudah sampai melampai batas-batas India, seperti Kandahar. Balks. Badakan, dan Samarkand. Kesan- kesan keberhasilannya diwarnai dengan suksesnya menata politik Pembangunan ekonomi dimulai dari pengembangan sistem irigasi. Perdagangan ia kembangkan dengan sistem ekspor-impor dari industri-industri seperti tekstil, keramik dan kerajinan tangan Setelah melewati masa pemerintahan Jahangir dan Syah Jehan, maka imperium selanjutnya berada di tangan Aurangzeb . 8-1707 M). Tidak dapat dinafikan bahwa pada masa ini. Kerajaan Mughal tetap mengalami kemajuan dalam berbagai. Namun kemajuan yang dicapainya adalah masih warisan dari masa imperium sebelumnya. 44 Aspek yang paling menonjol pada masa Aurangzeb adalah dia memberlakukan pajak kepala terhadap warga non-Muslim, juga memerintahkan penghancuran patung-patung Hindu. 45 Dengan sikapnya seperti itu, menimbulkan kebencian warga Hindu terhadap Aurangzeb. Dari sinilah mulai babak kemunduran Kerajaan Mughal, oleh karena pemerintah tidak mendapat simpati lagi di kalangan sebagian masyarakat. Lihat Jahid Haji Sidek. Strategi Menjawab Sejarah Islam AuterjemahanAy (Kuala Lumpur: Nuirin Interprise, 1. , h. Adjib Thohir. Perkembangan Peradaban IslamA, h. Ira M. Lapidus, op. , h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 Kehancuran Setelah Aurangzeb wafat pada tahun 1707. Kerajaan Mughal mulai di perintah oleh generasi-generasi yang lemah. Di sinilah mulai dapat dilihat babak kemunduran dan bermuara pada kehancuran Kerajaan Mughal dalam pentas sejarah Islam. Dalam situasi politik yang berubah, terjadi serangkaian per-tempuran memperebutkan suksesi pasca kematian Aurangzeb. Pada awal abad Vi beberapa daerah akhirnya menjadi negara-negara independen. Di beberapa daerah India lainnya, terbentuk sejumlah rezim yang di bawah kekuasaan raja-raja Hindu. Para pembesar Hindu tersebut merebut kekuasaan Rajashtan. Punjab, beberapa kelompok keagamaan dan etnis seperti Sikh dan Jat mendirikan rezim lokal. Pada pertengan abad tersebut, tokoh-tokoh kelompok Maratha. Sikh dan Afghan di wilayah Utara bertempur untuk merebut kekuasaan atas sisa wilayah imperium Mughal yang nyaris Selanjutnya, kelompok Maratha mengkonsulidasikan wilayah India Tengah dan Utara dan membentuk lima pemerintahan yang Pada tahun 1739 Nadhir Shah, merebut kekuasaan atas Kabul dan menundukkan kota Delhi. Rezim Mughal kemudian tidak berdaya, namun pada tahun 1761 kekuataan Maratha dikalahkan oleh Ahmad Sha Durrani. Akibatnya, kelompok Sikh memperluas wilayahnya di Punjab antara tahun 1750 sampai 1674, dan mendirikan sebuah pemerintahan baru dengan Ibu Kotanya Lahore. 47 Akhirnya, terbukalah jalan bagi tumbuh berkembangnya Inggris sebagai kekuatan terbesar di India, ter-utama dalam bidang perdagangan. Munculnya kekuatan Inggris di India, merupakan babak akhir detik- detik kehancuran Mughal. Transformasi kedudukan Inggris di India Ibid. , h. 713714Ibid. Harjoni Desky Ae Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India . mendapatkan restu, terutama dari negeri-negeri anak benua India. Salah satu alasan berkuasanya Inggris di sana oleh karena pengaruhnya yang sangat menonjol dalam bidang perdagangan dan bidang-bidang perekonomian pada umumnya, yang memang sangat diharapkan oleh masyarakat setempat. Menurut Badri Yatim, sebenarnya tetap ada perlawanan terhadap Inggris yang ingin monopoli bidang perekonomian tersebut di Mughal dengan cara peperangan. Tetapi Inggris mendapat sokongan kuat dari raja-raja Hindu yang memang telah eksis ketika itu. Inggris dengan menguasai Mughal. Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa faktor utama yang menyebabkan kekuasaan Mughal mundur, sampai mengalami kehancuran adalah terjadinya stagnasi dalam membina kerukunan antar umat beragama pada masa Aungrazeb. Dalam keadaan demikian, maka penganut agama-agama lain terutama Hindu merasa tersisih, dan di samping itu pula, kehadiran Inggris di India (Mugha. tidak bisa terkontrol dalam upaya menguasai bidang perekonomian. Sebagai akibatnya, maka Kerajaan Hindu, dan bahkan agama Hindu pasca Aurangzeb mengalami perkembangan, seiring dengan datangnya Inggris ketika itu. Sementara Kerajaan Mughal dan agama Islam, sudah tersisihkan dan inilah babak terakhir kehancuran Mughal. Penutup Berdasar pada permasalahan yang telah ditetapkan dan kaitannya dengan uraian-uraian yang telah dipaparkan, maka dalam bagian penutup ini dapat dirumuskan kesimpulan bahwa Kerajaan Safawi di Persia dan Mughal di India, merupakan dua kerajaan besar di samping Turki Utsmani di abad per-tengahan khilafah Islam. Perkembangan dan kemajuan kerajaan Safawi dapat ditandai dengan berbagai kemajauan, baik dalam bidang Ibid. , h. Badri Yatim. Sejarah dan Peradaban IslamA, h. TASAMUH. Volume 8 Nomor 1. April 2016 politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan kebudayaan maupun bidang Hal yang sama dialami pula Kerajaan Mugal, terutama kemajuan dalam bidang keagamaan, sosial, dan politik. Namun pada akhirnya kedua kerajaan tersebut mengalami kemunduran, sampai kehancurannya. Berdasar pada rumusan kesimpulan di atas, maka implikasi akhir dari kajian ini, adalah pentingnya menelusuri kembali sense sejarah Kerajaan Safawi dan Mughal, dan karena itu maka pembahasan tentangnya disarankan untuk tetap berkelanjutan, terutama dalam bentuk diskusi untuk mendapat masukan-masukan demi penyempurnaan pembahasan. DAFTAR PUSTAKA